Adabul Mufrad

Adabul Mufrad


500. Qabishah bin Uqbah menceritakan pada kami: Sufyan menceritakan pada kami: dari Al-Qamah bin Martsad, dari Qasim bin Mukhaimirah, Dari Abdullah bin Amru, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Jika seseorang sakit, maka ditulis untuknya pahala {amal) yang dikerjakannya seperti ketika dia sehat."
Adabul Mufrad (177502)
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ مَا مِنْ أَحَدٍ يَمْرَضُ، إِلاَّ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ‏.‏
501. Arim menceritakan pada kami: Said bin Zaid menceritakan pada kami: Sinan Abu Rabiah menceritakan pada kami: Anas bin Malik menceritakan pada kami, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak ada seorang muslim yang diuji Allah pada tubuhnya, kecuali ditulis untuknya ( pahala) amal yang dikerjakan pada waktu sehatnya, selama dia sakit, jika Allah menyehatkannya -aku kira Nabi berkata- maka Allah mengampuninya.
Musa menceritakan pada kami: Hammad bin Salamah menceritakan pada kami: dari Sinan, dari Anas hadits semisal dengan tambahan: "jika Allah menyembuhkannya, maka Allah mensucikannya"
Adabul Mufrad (177503)
حَدَّثَنَا عَارِمٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سِنَانٌ أَبُو رَبِيعَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ مَا مِنْ مُسْلِمٍ ابْتَلاَهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ إِلاَّ كُتِبَ لَهُ مَا كَانَ يَعْمَلُ فِي صِحَّتِهِ، مَا كَانَ مَرِيضًا، فَإِنْ عَافَاهُ، أُرَاهُ قَالَ‏:‏ عَسَلَهُ، وَإِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ‏.‏ حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ سِنَانٍ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، مِثْلَهُ، وَزَادَ قَالَ‏:‏ فَإِنْ شَفَاهُ عَسَلَهُ‏.‏
502. Qurrah bin Habib menceritakan pada kami: Iyas bin abu Tamimah menceritakan pada kami: dari Atha bin Abu Rabbah, Dari Abu Hurairah berkata, "Demam datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, 'Utuslah Saya kepada keluargamu yang paling utama menurutmu.' Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutusnya kepada kaum Anshar, sehingga panas itu menyerang mereka enam hari enam malam sampai panas itu menjadi-jadi. Kemudian Nabi mendatangi mereka di rumah-rumah mereka, lalu mereka mengadukan hal itu kepadanya, maka Nabi masuk dari rumah ke rumah sambil mendoakan mereka agar diberikan keafiatan.
Tatkala Nabi pulang, Nabi sallallahu 'alaihi wasallam diiringi oleh seorang wanita dari mereka lalu dia berkata, 'Demi dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran!, sesungguhnya Saya termasuk dari golongan kaum Anshar dan sesungguhnya bapak Saya juga termasuk sahabat dari Anshar, maka berdoalah kepada Allah untuk Saya, sebagaimana engkau berdoa untuk kaum Anshar.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Apa yang engkau inginkan, dan jika engkau menginginkannya maka Saya akan mendoakan kesembuhan untukmu, atau jika engkau bersabar maka bagimu surga.' Wanita itu menjawab, 'Saya memilih untuk bersabar dan tidak menjadikannya sebagai taruhan.'"[1]
Adabul Mufrad (177504)
حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ حَبِيبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِيَاسُ بْنُ أَبِي تَمِيمَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ جَاءَتِ الْحُمَّى إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتِ‏:‏ ابْعَثْنِي إِلَى آثَرِ أَهْلِكَ عِنْدَكَ، فَبَعَثَهَا إِلَى الأَنْصَارِ، فَبَقِيَتْ عَلَيْهِمْ سِتَّةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ، فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ، فَأَتَاهُمْ فِي دِيَارِهِمْ، فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَيْهِ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَدْخُلُ دَارًا دَارًا، وَبَيْتًا بَيْتًا، يَدْعُو لَهُمْ بِالْعَافِيَةِ، فَلَمَّا رَجَعَ تَبِعَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْهُمْ فَقَالَتْ‏:‏ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ إِنِّي لِمَنَ الأَنْصَارِ، وَإِنَّ أَبِي لِمَنَ الأَنْصَارِ، فَادْعُ اللَّهَ لِي كَمَا دَعَوْتَ لِلأَنْصَارِ، قَالَ‏:‏ مَا شِئْتِ، إِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ، وَإِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ، قَالَتْ‏:‏ بَلْ أَصْبِرُ، ولا أَجْعَلُ الْجَنَّةَ خَطَرًا‏.‏
503. dan Dari Atha Dari Abu Hurairah berkata, "Tidak ada penyakit yang menimpa Saya yang sangat Saya cintai daripada panas, karena panas masuk keseluruh organ tubuh Saya, dan sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah memberikan kepada setiap bagian dari organ tubuh pahala baginya."
Adabul Mufrad (177505)
وَعَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ مَا مِنْ مَرَضٍ يُصِيبُنِي أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ الْحُمَّى، لأَنَّهَا تَدْخُلُ فِي كُلِّ عُضْوٍ مِنِّي، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي كُلَّ عُضْوٍ قِسْطَهُ مِنَ الأَجْرِ‏.‏
504. Muhammad bin Yusuf menceritakan pada kami: Sufyan menceritakan pada kami: dari Al-Amasy, dari Abu Wail , Dari Abu Nuhailah Dikatakan kepadanya, "Berdoalah kepada Allah" Dia menjawab, "Ya Allah! Kurangilah penyakitnya dan janganlah Engkau kurangi pahalanya," lalu dikatakan kepadanya, "Berdoalah, berdoalah...," maka dia berkata, "Ya Allah! jadikanlah Saya termasuk orang-orang yang dekat (kepada-Mu) dan jadikanlah ibu Saya termasuk bidadari-bidadari surga."
Adabul Mufrad (177506)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ أَبِي نُحَيْلَةَ، قِيلَ لَهُ‏:‏ ادْعُ اللَّهَ، قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ انْقُصْ مِنَ الْمَرَضِ، وَلاَ تَنْقُصْ مِنَ الأَجْرِ، فَقِيلَ لَهُ‏:‏ ادْعُ، ادْعُ‏.‏ فَقَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُقَرَّبِينَ، وَاجْعَلْ أُمِّي مِنَ الْحُورِ الْعِينِ‏.‏
505. Musaddad menceritakan pada kami: yahya menceritakan pada kami: dari Imran bin Muslim Abu Bakr: Atha' ibnu Abi Rabah menceritakan padaku, ia berkata, "Ibnu Abbas berkata kepada Saya, 'Maukah engkau Saya perlihatkan seorang wanita penghuni surga? Saya berkata, "Tentu" Dia berkata, "Wanita yang hitam ini mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, 'Sesungguhnya Saya kesurupan dan terbuka keburukan Saya, maka doakanlah Saya,' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Jika engkau bersabar, maka bagimu surga dan jika engkau menginginkan Saya berdoa kepada Allah agar menyehatkanmu, (maka Saya akan mendoakanmu).' Lalu wanita itu menjawab, 'Saya akan bersabar.' Kemudian dia berkata, 'Sesungguhnya aib Saya telah terbuka, maka doakanlah Saya agar Saya tidak membuka aib Saya." Lalu Nabi mendoakannya."'
Adabul Mufrad (177507)
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ مُسْلِمٍ أَبِي بَكْرٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ‏:‏ قَالَ لِيَ ابْنُ عَبَّاسٍ‏:‏ أَلاَ أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ بَلَى، قَالَ‏:‏ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ‏:‏ إِنِّي أُصْرَعُ، وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي، قَالَ‏:‏ إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكَ، فَقَالَتْ‏:‏ أَصْبِرُ، فَقَالَتْ‏:‏ إِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لا أَتَكَشَّفَ، فَدَعَا لَهَا‏.‏
506. Muhammad bin Salam menceritakan pada kami: Makhlad menceritakan pada kami: dari Ibnu Juraij: Atha mengabarkan padaku: Bahwasanya dia melihat Ummu Zufar -perempuan itu- tinggi dan hitam berada di atas tangga Ka'bah: Abdullah bin Abu Mulaikah mengabarkan padaku: bahwa Al Qasim mengabarinya, bahwasanya Aisyah meriwayatkan kepadanya, "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, 'Semua yang menimpa orang mukmin, baik duri atau yang lebih besar darinya, maka itu adalah Kaffarah (pelebur dosa).'"
Adabul Mufrad (177508)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَخْلَدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، أَنَّهُ رَأَى أُمَّ زُفَرَ، تِلْكَ الْمَرْأَةُ، طَوِيلَةً سَوْدَاءَ عَلَى سُلَّمِ الْكَعْبَةِ‏.‏ قَالَ‏:‏ وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، أَنَّ الْقَاسِمَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ‏:‏ مَا أَصَابَ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا، فَهُوَ كَفَّارَةٌ‏.‏
507. Bosyr menceritakan pada kami: Abdullah menceritakan pada kami: Ubaidillah bin Abdurrahman bin Abdulah bin Mauhab menceritakan pada kami: Pamanku menceritakan padaku: Aku mendengar Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ”Seorang muslim yang terkena duri di dunia dan ia mengikhlaskannya, maka oleh sebab duri tersebut dosa-dosanyn akan dihapuskan pada hari kiamat."
Adabul Mufrad (177509)
حَدَّثَنَا بِشْرٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَمِّي عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏:‏ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فِي الدُّنْيَا يَحْتَسِبُهَا، إِلاَّ قُصَّ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ‏.‏
508. Umar menceritakan pada kami: Bapaku menceritakan pada kami: Al-Amasy menceritakan pada kami: Abu Sufyan menceritakan padaku: Dari Jabir berkata, "Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Tidak ada seorang mukmin laki-laki dan seorang mukmin perempuan, juga tidak ada seorang muslim laki-laki dan seorang muslim perempuan yang terkena suatu penyakit, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya oleh sebab penyakit tersebut.'"
Adabul Mufrad (177510)
حَدَّثَنَا عُمَرُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ مَا مِنْ مُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ، وَلاَ مُسْلِمٍ وَلاَ مَسْلَمَةٍ، يَمْرَضُ مَرَضًا إِلاَّ قَصَّ اللَّهُ بِهِ عَنْهُ مِنْ خَطَايَاهُ‏.‏
509. Zakariya menceritakan pada kami: Abu Usamah menceritakan pada kami: Dari Hisyam, dari bapaknya, berkata, "Saya dan Abdullah ibnu Zubair mengunjungi Asma', sebelum terbunuhnya Abdullah kurang lebih sepuluh malam. Asma' sedang sakit, lalu Abdullah berkata kepada Asma', 'Apa yang engkau rasakan pada dirimu?' Asma' menjawab, 'Saya sakit.' Abdullah berkata, 'Sesungguhnya Saya akan mati.' Lalu Asma' berkata, 'Barangkali kamu menginginkan kematian Saya, karenanya kamu mengharap kematian? maka jangan kamu lakukan, demi Allah saya tidak ingin mati sehingga salah satu mata (penglihatan)mu datang kepada saya atau kamu terbunuh lalu saya mengikhlaskanmu. Atau kamu beruntung sehingga saya terhibur. Hindarilah langkah-langkah yang diajukan kepadamu, lalu langkah itu tidak mencocokimu, tapi langkah itu kamu terima karena takut mati.' Ibnu Az-Zubair hanya bermaksud agar dia terbunuh, lalu peristiwa ini menyusahkan dia (Asma').
Adabul Mufrad (177511)
حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ‏:‏ دَخَلْتُ أَنَا وَعَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ عَلَى أَسْمَاءَ، قَبْلَ قَتْلِ عَبْدِ اللهِ بِعَشْرِ لَيَالٍ، وَأَسْمَاءُ وَجِعَةٌ، فَقَالَ لَهَا عَبْدُ اللهِ‏:‏ كَيْفَ تَجِدِينَكِ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ وَجِعَةٌ، قَالَ‏:‏ إِنِّي فِي الْمَوْتِ، فَقَالَتْ‏:‏ لَعَلَّكَ تَشْتَهِي مَوْتِي، فَلِذَلِكَ تَتَمَنَّاهُ‏؟‏ فَلاَ تَفْعَلْ، فَوَاللَّهِ مَا أَشْتَهِي أَنْ أَمُوتَ حَتَّى يَأْتِيَ عَلَيَّ أَحَدُ طَرَفَيْكَ، أَوْ تُقْتَلَ فَأَحْتَسِبَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَظْفُرَ فَتَقَرَّ عَيْنِي، فَإِيَّاكَ أَنْ تُعْرَضَ عَلَيْكَ خُطَّةٌ، فَلاَ تُوَافِقُكَ، فَتَقْبَلُهَا كَرَاهِيَةَ الْمَوْتِ‏.‏ وَإِنَّمَا عَنَى ابْنُ الزُّبَيْرِ لِيُقْتَلَ فَيُحْزِنُهَا ذَلِكَ‏.‏
510. Ahmad bin Isa menceritakan pada kami: Abdullah bin Wahb menceritakan pada kami: Hisyam bin Sad mengabarkan pada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Atha bin yasar, Dari Abu Sa'id Al Khudri, Bahwasanya dia mengunjungi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika sedang tidak berdaya (demam). Beliau memakai selimut beludru, lalu Abu Sa'id meletakkan tangannya di atasnya, kemudian dia mendapatkan panasnya menembus selimut beludru. Lalu Abu Sa'id berkata, "Alangkah dahsyatnya demammu wahai Rasulullah!" Rasul menjawab, "Begitulah kami, diberikan kepada kami cobaan yang berat dan dilipatgandakan pahalanya bagi kami." Abu Sa'id bertanya, "Wahai Rasulullah! siapa yang paling dahsyat menerima cobaan?" Nabi menjawab, "Para Nabi, kemudian orang-orang shalih. Sungguh salah seorang di antara mereka pernah diuji dengan kefakiran, sehingga dia tidak mendapatkan kecuali sejenis mantel yang terbuka di depannya ('Aba'ah) yang sobek dan terpotong lalu dia memakainya. Lalu diuji dengan koreng (berkutu) sehingga dia meninggal. Sungguh salah seorang di antara mereka sangat gembira dengan adanya musibah daripada salah seorang di antara kalian yang mendapatkan pemberian dari (orang lain)."
Adabul Mufrad (177512)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ مَوْعُوكٌ، عَلَيْهِ قَطِيفَةٌ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهِ، فَوَجَدَ حَرَارَتَهَا فَوْقَ الْقَطِيفَةِ، فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ‏:‏ مَا أَشَدَّ حُمَّاكَ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ‏:‏ إِنَّا كَذَلِكَ، يَشْتَدُّ عَلَيْنَا الْبَلاَءُ، وَيُضَاعَفُ لَنَا الأَجْرُ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً‏؟‏ قَالَ‏:‏ الأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ، وَقَدْ كَانَ أَحَدُهُمْ يُبْتَلَى بِالْفَقْرِ حَتَّى مَا يَجِدُ إِلاَّ الْعَبَاءَةَ يَجُوبُهَا فَيَلْبَسُهَا، وَيُبْتَلَى بِالْقُمَّلِ حَتَّى يَقْتُلَهُ، وَلَأَحَدُهُمْ كَانَ أَشَدَّ فَرَحًا بِالْبَلاَءِ مِنْ أَحَدِكُمْ بِالْعَطَاءِ‏.‏
511. Abdullah bin Muhammad menceritakan pada kami: Sufyan menceritakan pada kami: dari Ibnu Al-Munkadir: dia mendengar Jabir ibnu Abdullah berkata, "Saya pernah menderita suatu penyakit, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar membesuk saya. Keduanya berjalan kaki, kemudian keduanya menjumpai saya dalam keadaan pingsan. Lalu Nabi sallallallahu 'alaihi wasallam berwudhu, dan menuangkan air wudhunya kepada saya. Ketika saya tersadar, tiba-tiba (saya melihat) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu saya berkata, 'Wahai Rasulullah!, bagaimana saya mengatur harta saya?, [bagaimana] saya membagikan harta saya?.' Kemudian Rasulullah tidak sedikitpun memberikan jawaban kepada saya hingga turunlah ayatul mirats (ayat yang menerangkan warisan)."
Adabul Mufrad (177513)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ، سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ‏:‏ مَرِضْتُ مَرَضًا، فَأَتَانِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعُودُنِي وَأَبُو بَكْرٍ وَهُمَا مَاشِيَانِ، فَوَجَدَانِي أُغْمِيَ عَلَيَّ، فَتَوَضَّأَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ صَبَّ وَضُوءَهُ عَلَيَّ، فَأَفَقْتُ فَإِذَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ أَصْنَعُ فِي مَالِي‏؟‏ كَيْفَ أَقْضِي فِي مَالِي‏؟‏ فَلَمْ يُجِبْنِي بِشَيْءٍ حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ‏.‏
512. Hajjaj menceritakan pada kami: Hammad menceritakan pada kami, dari Ashim Al-auhal, dari Abu Utsman An-Nahdi, Dari Usamah ibnu Zaid, Bahwa anak dari anak perempuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang menderita sakit keras, lalu Ibunya mengutus (seseorang) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa anaknya akan meninggal. Lalu Rasulullah berkata, "Pulanglah, lalu katakan kepadanya, bahwa sesungguhnya apa yang diambil adalah milik Allah, apa yang diberikan adalah milik Allah, dan segala sesuatu yang berada di sisi-Nya (ditentukan sampai) batas tertentu. Jadi hendaknya dia bersabar dan mengikhlaskannya."
Kemudian utusan itu pulang dan memberitahukan kepadanya, kemudian wanita itu mengutus kepada Rasulullah kebenaran berita yang datang. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pergi bersama serombongan sahabatnya, dan di antara mereka terdapat Sa'ad ibnu Ubadah. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambil anak itu kemudian meletakkannya di antara kedua dadanya, dan dada Rasulullah tergetar seperti suara geriba yang terbuat dari sesuatu yang kering. Kemudian kedua mata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meneteskan air mata. Sa'ad berkata, "Apakah engkau menangis, sedangkan engkau adalah utusan Allah?" Nabi menjawab, "Saya menangis hanya karena menyayangi ibunya. Sesungguhnya Allah tidak akan menyayangi dari hamba-hamba-Nya kecuali orang-orang yang penyayang.
Adabul Mufrad (177514)
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ عَاصِمٍ الأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّ صَبِيًّا لاَبْنَةِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ثَقُلَ، فَبَعَثَتْ أُمُّهُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، أَنَّ وَلَدِي فِي الْمَوْتِ، فَقَالَ لِلرَّسُولِ‏:‏ اذْهَبْ فَقُلْ لَهَا‏:‏ إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ إِلَى أَجْلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ، فَرَجَعَ الرَّسُولُ فَأَخْبَرَهَا، فَبَعَثَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيْهِ لَمَا جَاءَ، فَقَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، مِنْهُمْ‏:‏ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ، فَأَخَذَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم الصَّبِيَّ فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَنْدُوَتَيْهِ، وَلِصَدْرِهِ قَعْقَعَةٌ كَقَعْقَعَةِ الشَّنَّةِ، فَدَمَعَتْ عَيْنَا رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ سَعْدٌ‏:‏ أَتَبْكِي وَأَنْتَ رَسُولُ اللهِ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ إِنَّمَا أَبْكِي رَحْمَةً لَهَا، إِنَّ اللَّهَ لاَ يَرْحَمُ مِنْ عِبَادِهِ إِلاَّ الرُّحَمَاءَ‏.‏
513. Al-Hasan bin Waqi menceritakan pada kami: Dhamrah menceritakan pada kami: dari Ibrahim bin Ubay 'Ablah berkata, "Istriku sakit, lalu Saya mendatangi Ummu Ad-Darda’, kemudian dia bertanya kepada saya, 'Bagaimana keluargamu?.' Lalu Saya berkata kepadanya, 'Mereka sedang sakit,’ Kemudian Ummu Ad-Darda’ mengajak Saya untuk makan, maka saya makan. Kemudian Saya mendatanginya pada waktu yang lain, lalu dia bertanya, 'Bagaimana (keadaan keluargamu)?.' Saya menjawab, 'Sungguh mereka hampir sembuh.' Kemudian dia berkata, 'Sesungguhnya Saya mengajakmu makan karena engkau memberitahukan kami tentang keluargamu bahwasanya mereka sedang sakit. Namun jika mereka telah sembuh maka kami tidak menyediakanmu apa-apa.'"
Adabul Mufrad (177515)
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ وَاقِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ضَمْرَةُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي عَبْلَةَ قَالَ‏:‏ مَرِضَتِ امْرَأَتِي، فَكُنْتُ أَجِيءُ إِلَى أُمِّ الدَّرْدَاءِ فَتَقُولُ لِي‏:‏ كَيْفَ أَهْلُكَ‏؟‏ فَأَقُولُ لَهَا‏:‏ مَرْضَى، فَتَدْعُو لِي بِطَعَامٍ، فَآكُلُ، ثُمَّ عُدْتُ فَفَعَلَتْ ذَلِكَ، فَجِئْتُهَا مَرَّةً فَقَالَتْ‏:‏ كَيْفَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ قَدْ تَمَاثَلُوا، فَقَالَتْ‏:‏ إِنَّمَا كُنْتُ أَدْعُو لَكَ بِطَعَامٍ أَنْ كُنْتَ تُخْبِرُنَا عَنْ أَهْلِكَ أَنَّهُمْ مَرْضَى، فَأَمَّا أَنْ تَمَاثَلُوا فَلاَ نَدْعُو لَكَ بِشَيْءٍ‏.‏
514. Muhammad bin Salam menceritakan pada kami: Abdul Wahb Ats-Tsaqafi menceritakan pada kami: Khalid Al-Hadza menceritakan pada kami, dari Ikrimah: Dari Ibnu Abbas, Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjenguk seorang Badui, sambil berdoa, 'Laa Ba'sa 'Alaika, Thahurun Insya Allah.'" (Tidak terjadi apa-apa atas kamu, karena sakit itu menjadi (penyuci dari dosa) jika Allah menghendaki).
Ibnu Abbas berkata, "Arab Badui itu berkata, tetapi ini panas yang melebur dosa atas orang yang sudah tua, seperti mereka akan mendatangi kubur (tanpa pilihan)!' Nabi shallallahu 'alaihi wasallatn menjawab, 'Ya, demikianlah keadaanmu'.”
Adabul Mufrad (177516)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ، فَقَالَ‏:‏ لاَ بَأْسَ عَلَيْكَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ، قَالَ‏:‏ قَالَ الأعْرَابِيُّ‏:‏ بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ، عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، كَيْمَا تُزِيرُهُ الْقُبُورَ، قَالَ‏:‏ فَنَعَمْ إِذًا‏.‏
515. Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan pada kami: Marwan bin Muawiyah menceritakan pada kami: yazid bin Kaisan menceritakan pada kami: dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Siapa di antara kalian yang berpuasa hari ini?" Abu Bakar menjawab, "Saya" Rasulullah bertanya, "Siapa di antara kalian yang membesuk orang sakit hari ini?" Abu Bakar menjawab, "Saya" Rasulullah bertanya, "Siapa di antara kalian yang ikut berta'ziyah (mengahdiri jenazah) pada hari ini?" Abu Bakar menjawab, "Saya," Rasulullah bertanya, "Siapa yang memberi makan orang miskin pada hari ini?" Abu Bakar menjawab, "Saya."
Marwan berkata, "Telah sampai kepada saya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Sifat-sifat ini jika terkumpul pada seseorang dalam suatu hari, maka dia akan masuk surga."
Adabul Mufrad (177517)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ كَيْسَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏:‏ مَنْ أَصْبَحَ الْيَوْمَ مِنْكُمْ صَائِمًا‏؟‏ قَالَ أَبُو بَكْرٍ‏:‏ أَنَا، قَالَ‏:‏ مَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضًا‏؟‏ قَالَ أَبُو بَكْرٍ‏:‏ أَنَا، قَالَ‏:‏ مَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً‏؟‏ قَالَ أَبُو بَكْرٍ‏:‏ أَنَا، قَالَ‏:‏ مَنْ أَطْعَمَ الْيَوْمَ مِسْكِينًا‏؟‏ قَالَ أَبُو بَكْرٍ‏:‏ أَنَا‏.‏ قَالَ مَرْوَانُ‏:‏ بَلَغَنِي أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ مَا اجْتَمَعَ هَذِهِ الْخِصَالُ فِي رَجُلٍ فِي يَوْمٍ، إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ‏.‏
516. Ahmad bin Ayyub menceritakan pada kami: Syu'bah menceritakan pada kami: Mughirah bin Muslim menceritakan padaku, dari Abu Zubair, Dari Jabir berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjenguk Ummu As-Sa’ib yang sedang gemetar (menggigil), lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Apa yang terjadi padamu? Dia menjawab, 'Demam, mudah-mudahan Allah menghinakannya.' Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Diamlah, janganlah engkau mencaci-makinya, karena demam menghapuskan kesalahan-kesalahan orang mukmin, sebagaimana tukang besi menghilangkan besi yang buruk.'"
Adabul Mufrad (177518)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَيُّوبَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي الْمُغِيرَةُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ‏:‏ دَخَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى أُمِّ السَّائِبِ، وَهِيَ تُزَفْزِفُ، فَقَالَ‏:‏ مَا لَكِ‏؟‏ قَالَتِ‏:‏ الْحُمَّى أَخْزَاهَا اللَّهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ مَهْ، لاَ تَسُبِّيهَا، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا الْمُؤْمِنِ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ‏.‏
517. Ishaq menceritakan pada kami: Nadhr bin Syumail mengabarkan pada kami: Hammad bin Salamah mengabarkan pada kami: dari Tsabit Al-Banani, dari Abu Rafi' :Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah berfirman, 'Aku meminta makan kepadamu, lalu engkau tidak memberi makan kepadaku.'" Rasulullah berkata, "Kemudian orang itu menjawab, 'Wahai Tuhan saya!, Bagaimana Engkau meminta makan kepada saya dan saya tidak memberi makan kepada-Mu, sedangkan Engkau tuhan semesta alam?’ Allah menjawab, 'Apakah engkau tidak tahu bahwa hamba-Ku fulan telah meminta makan kepadamu lalu engkau tidak memberi makan kepadanya?, Apakah engkau tidak mengetahui bahwa sekiranya engkau memberi makan kepadanya, maka engkau akan menemukan semua itu di sisi-Ku?. Wahai anak Adam!, Aku meminta minum kepadamu, lalu engkau tidak memberikan minum kepada-Ku’ Dia bertanya, 'Wahai Tuhanku!, bagaimana saya memberi minum kepada-Mu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?’ Allah menjawab, 'Sesungguhnya hamba-Ku fulan telah meminta minum kepadamu lalu engkau tidak memberikan minum kepadanya. Apakah engkau tidak tahu, sekiranya engkau memberikan minum kepadanya, niscaya engkau menemukan semua itu disisi-Ku?. Wahai anak Adam!, Aku sakit lalu engkau tidak membesukku. Dia menjawab, Bagaimana aku membesuk-Mu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?' Allah menjawab, Apakah engkau tidak mengetahui bahwa hamba-Ku fulan sedang sakit, sekiranya engkau membesuknya, niscaya engkau menemukan semua itu disisi-Ku?, atau engkau menemukan Aku padanya?."'
Adabul Mufrad (177519)
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ يَقُولُ اللَّهُ‏:‏ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمَنِي، قَالَ‏:‏ فَيَقُولُ‏:‏ يَا رَبِّ، وَكَيْفَ اسْتَطْعَمْتَنِي وَلَمْ أُطْعِمْكَ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلاَنًا اسْتَطْعَمَكَ فَلَمْ تُطْعِمْهُ‏؟‏ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ كُنْتَ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي‏؟‏ ابْنَ آدَمَ، اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي، فَقَالَ‏:‏ يَا رَبِّ، وَكَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ‏؟‏ فَيَقُولُ‏:‏ إِنَّ عَبْدِي فُلاَنًا اسْتَسْقَاكَ فَلَمْ تَسْقِهِ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ كُنْتَ سَقَيْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي‏؟‏ يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي، قَالَ‏:‏ يَا رَبِّ، كَيْفَ أَعُودُكَ، وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلاَنًا مَرِضَ، فَلَوْ كُنْتَ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي‏؟‏ أَوْ وَجَدْتَنِي عِنْدَهُ‏؟‏‏.‏
518. Musa bin Ismail menceritakan pada kami: Aban bin Yazid menceritakan pada kami: Qatadah menceritakan pada kami: Abu Isa Al-Aswari menceritakan padaku: Dari Abu Sa'id, dari Nabi shallallahu 'alaihi luasallam bersabda, "Besuklah orang yang sakit, antarkanlah jenazah, maka hal itu akan mengingatkan kalian akan akhirat."
Adabul Mufrad (177520)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو عِيسَى الأُسْوَارِيُّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ عُودُوا الْمَرِيضَ، وَاتَّبَعُوا الْجَنَائِزَ، تُذَكِّرُكُمُ الآخِرَةَ‏.‏
519. Malik bin Ismail menceritakan pada kami: Abu Awanah menceritakan pada kami: dari Umar bin Abu Salamah dari bapaknya, Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tiga hal yang kesemuanya merupakan hak atas setiap orang Islam, membesuk orang sakit, menghadiri jenazah, dan mendoakan orang yang bersin apabila dia memuji kepada Allah Azza wa Jalla."
Adabul Mufrad (177521)
حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ ثَلاَثٌ كُلُّهُنَّ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ‏:‏ عِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَشُهُودُ الْجَنَازَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ إِذَا حَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ‏.‏
520. Muhammad bin Al-Mutsna menceritakan pada kami: Abdul Wahab menceritakan pada kami: Ayyub menceritakan pada kami, dari Amr bin Said, dari Humaid bin Abdurrahman: Menceritakan padaku tiga orang keturunan bani Sa'ad [1] -semuanya meriwayatkan hadits dari bapaknya-, Bahwa Rasululah shallallaku 'alaihi wasallam menjenguk Sa'ad di Makkah, lalu Sa'ad menangis. Kemudian Rasulullah bertanya, "Apa yang menyebabkan kamu menangis?" Sa'ad menjawab, "Saya khawatir meninggal di bumi yang Saya hijrah dari bumi itu (Makkah), sebagaimana meninggalnya Sa'ad (Ibnu Khaulah)." Maka Rasul berdoa, "Ya Allah!, sembuhkanlah Sa'ad" (tiga kali)." Lalu Sa'ad berkata, "Saya mempunyai harta yang banyak, anak perempuan Saya akan mewarisi. Apakah Saya wasiatkan keseluruhan harta Saya?" Nabi menjawab, "Tidak." Sa'ad berkata, "Dua pertiganya?" Nabi menjawab, "Tidak" Lalu Sa'ad berkata, "Separuhnya?" Nabi menjawab, "Tidak" Sa'ad berkata, "Sepertiganya?" Nabi bersabda, "Sepertiga!, sepertiga itu banyak. Sesungguhnya sadaqahmu dari hartamu itu sadakah, nafkahmu kepada keluargamu itu sadaqah, dan makananmu yang dimakan istrimu itu sadaqah bagimu. Sesungguhnya engkau meninggalkan keluargamu dengan (memberikan) harta (atau Nabi berkata, Penghidupan) itu lebih baik daripada meinggalkan mereka meminta-minta kepada orang lain. Nabi mengisyaratkan dengan tangannya.
Adabul Mufrad (177522)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي ثَلاَثَةٌ مِنْ بَنِي سَعْدٍ كُلُّهُمْ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى سَعْدٍ يَعُودُهُ بِمَكَّةَ، فَبَكَى، فَقَالَ‏:‏ مَا يُبْكِيكَ‏؟‏، قَالَ‏:‏ خَشِيتُ أَنْ أَمُوتَ بِالأَرْضِ الَّتِي هَاجَرْتُ مِنْهَا كَمَا مَاتَ سَعْدٌ، قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا ثَلاَثًا، فَقَالَ‏:‏ لِي مَالٌ كَثِيرٌ، يَرِثُنِي ابْنَتَيْ، أَفَأُوصِي بِمَالِي كُلِّهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَبِالثُّلُثَيْنِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَالنِّصْفُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَالثُّلُثُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ الثُّلُثُ، وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ، إِنَّ صَدَقَتَكَ مِنْ مَالِكَ صَدَقَةٌ، وَنَفَقَتَكَ عَلَى عِيَالِكَ صَدَقَةٌ، وَمَا تَأْكُلُ امْرَأَتُكَ مِنْ طَعَامِكَ لَكَ صَدَقَةٌ، وَإِنَّكَ أَنْ تَدَعَ أَهْلَكَ بِخَيْرٍ، أَوْ قَالَ‏:‏ بِعَيْشٍ، خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَدَعَهُمْ يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ، وَقَالَ بِيَدِهِ‏.‏
521. Musa bin Ismail menceritakan pada kami: Abdul Wahid menceritakan pada kami: Ashim menceritakan pada kami: dari Abu Qilabah, dari Abul Asy'ats Ash-Shan'ani, Dari Abu Asma' berkata, "Barang siapa membesuk saudaranya, maka dia berada pada khurafah surga." Saya berkata kepada Abu Qilabah, "Apa Khurfatul-Jannah itu?" Abu Qilabah menjawab, "Buah-buahan yang dipetik" Saya berkata kepada Abu Qilabah, "Dari siapa Abu Asma meriwayatkan haditsnya?" Abu Qilabah menjawab, "Dari Tsauban, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."
Ibnu Habib bin Abu Tsabit menceritakan pada kami: Abu Usamah menceritakan pada kami, dari Al-Mutsana ia mengira : Ibnu Said berkata: Abu Qilabah menceritakan pada kami: dari Abu Al-Asy'ats, dari Abu Asma Ar-Rahabi, dari Tsauban dari Nabi saw hadits semisal.
Adabul Mufrad (177523)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي الأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ قَالَ‏:‏ مَنْ عَادَ أَخَاهُ كَانَ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ، قُلْتُ لأَبِي قِلاَبَةَ‏:‏ مَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ جَنَاهَا، قُلْتُ لأَبِي قِلاَبَةَ‏:‏ عَنْ مَنْ حَدَّثَهُ أَبُو أَسْمَاءَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ عَنْ ثَوْبَانَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏.‏
522. Qais bin Hafs menceritakan pada kami: Khalid bin Harits menceritakan pada kami: Abdul Hamid bin Ja'far menceritakan pada kami: Bapakku mengabarkan padaku : Bahwa Abu Bakar ibnu Hazm dan Muhammad ibnu Al Munkadir dalam rombongan jamaah masjid. Mereka membesuk Umar ibnu Al Hakam ibnu Rafi' Al Anshari, dan mereka bertanya, "Wahai Abu Hafsh! ceritakan hadits kepada saya." Abu Hafsh menjawab, "Saya mendengar Jabir ibnu Abdullah berkata, 'Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa membesuk orang sakit, maka dia telah masuk di dalam rahmat Allah, sehingga apabila dia duduk maka dia telah menetap dalam rahmat tersebut.'""
Adabul Mufrad (177525)
حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي أَبِي، أَنَّ أَبَا بَكْرِ بْنَ حَزْمٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، فِي نَاسٍ مِنْ أَهْلِ الْمَسْجِدِ، عَادُوا عُمَرَ بْنَ الْحَكَمِ بْنِ رَافِعٍ الأَنْصَارِيَّ، قَالُوا‏:‏ يَا أَبَا حَفْصٍ، حَدِّثْنَا، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ مَنْ عَادَ مَرِيضًا خَاضَ فِي الرَّحْمَةِ، حَتَّى إِذَا قَعَدَ اسْتَقَرَّ فِيهَا‏.‏
523. Abdullah bin Muhammad menceritakan pada kami: Sufyan menceritakan pada kami: dari Amr: Dari Atha' berkata, "Umar Ibnu Shafwan membesuk saya. Lalu datanglah waktu shalat, kemudian Ibnu Umar shalat mengimami dengan dua rakaat dan berkata, 'Sesungguhnya kami adalah musafir."'
Adabul Mufrad (177526)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ عَطَاءٍ قَالَ‏:‏ عَادَ ابْنُ عُمَرَ ابْنَ صَفْوَانَ، فَحَضَرَتِ الصَّلاَةُ، فَصَلَّى بِهِمُ ابْنُ عُمَرَ رَكْعَتَيْنِ، وَقَالَ‏:‏ إِنَّا سَفْرٌ‏.‏
524. Sulaiman bin Harb menceritakan pada kami: Hammad bin Zaid menceritakan pada kami: dari Tsabut, Dari Anas, Bahwa seorang anak muda dari orang Yahudi pernah melayani (berkhidmah) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu anak muda itu sakit. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membesuknya dan duduk di samping kepalanya dan bersabda, "Masuklah Islam" Dia melihat bapaknya -yang berada di samping kepalanya- kemudian bapaknya berkata kepadanya, "Patuhilah Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam." Lalu ia masuk Islam. Setelah itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ke luar sambil bersabda, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka."
Adabul Mufrad (177527)
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ غُلاَمًا مِنَ الْيَهُودِ كَانَ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ‏:‏ أَسْلِمْ، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ، وَهُوَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يَقُولُ‏:‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ‏.‏
525. Ismail bin abu Uwais menceritakan pada kami: Malik meceritakan padaku: dari Hisyam bin Urwah, dari Bapaknya, Dari Aisyah, bahwasanya dia berkata, "Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal menderita demam." Aisyah berkata, "Lalu saya menjenguk keduanya dan bertanya, 'Wahai bapak! Apa yang engkau rasakan?' Wahai Bilal! bagaimana keadaan dirimu?"' Perawi berkata, "Apabila Abu Bakar menderita demam yang panas, maka dia berkata:
Setiap orang didatangkan pagi-pagi dalam keluarganya
Sedangkan kematiannya lebih dekat dari kedua tali sandalnya
Sementara Bilal apabila diangkat penyakitnya, maka dia mengeraskan suaranya lalu berkata,
Apakah mungkin!, apakah saya benar-benar menginap semalam di sebuah lembah dan dikelilingi Idzkhir (semacam ilalang) dan tumbuhan Jalil
Apakah suatu hari saya benar-benar mendatangi air (sumur) Mijannah
Apakah betul-betul tampak di hadapan saya gunung Syamah dan Thafil?
Aisyah radhiallahu 'anha berkata, "Lalu saya mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan kepadanya. Lalu Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berdoa, "Ya Allah, tanamkan rasa cinta kami terhadap kota Al Madinah sebagaimana kami mencintai kota Makkah atau lebih besar (cinta kami terhadap Madinah), karuniakanlah kesejahteraan di kota itu, berkahilah bagi kami sha'nya dan mudnya, serta pindahkanlah sakit panasnya lalu jadikanlah ia sebagai tempat miqatnya orang Mesir Al juhfah."
Adabul Mufrad (177528)
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ‏:‏ لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْمَدِينَةَ وُعِكَ أَبُو بَكْرٍ وَبِلاَلٌ، قَالَتْ‏:‏ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِمَا، قُلْتُ‏:‏ يَا أَبَتَاهُ، كَيْفَ تَجِدُكَ‏؟‏ وَيَا بِلاَلُ، كَيْفَ تَجِدُكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ إِذَا أَخَذَتْهُ الْحُمَّى يَقُولُ‏:‏ كُلُّ امْرِئٍ مُصَبَّحٌ فِي أَهْلِهِ وَالْمَوْتُ أَدْنَى مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَكَانَ بِلاَلٌ إِذَا أُقْلِعَ عَنْهُ يَرْفَعُ عَقِيرَتَهُ فَيَقُولُ‏:‏ أَلاَ لَيْتَ شِعْرِي هَلْ أَبِيتَنَّ لَيْلَةً *** بِوَادٍ وَحَوْلِي إِذْخِرٌ وَجَلِيلُ وَهَلْ أَرِدَنْ يَوْمًا مِيَاهَ مَجَنَّةٍ *** وَهَلْ يَبْدُوَنْ لِي شَامَةٌ وَطَفِيلُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا‏:‏ فَجِئْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ، وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا، وَانْقُلْ حُمَّاهَا فَاجْعَلْهَا بِالْجُحْفَةِ‏.‏
526. Muala menceritakan pada kami, Abdul Aziz bin Mukhtar menceritakan pada kami: Khalid menceritakan pada kami: dari Ikrimah dari Ibnu Abbas: Bahwa Nabi saw menjenguk seorang Arab Baduy yang sakit dan Nabi apabila menemui orang sakit yang dibesuknya sambil berdoa, 'Laa Ba'sa 'Alaika, Thahurun Insya Allah.'" (Tidak terjadi apa-apa atas kamu, karena sakit itu menjadi (penyuci dari dosa) jika Allah menghendaki). Ibnu Abbas berkata, "Arab Badui itu berkata, 'Sakit itu penyuci? Tidak demikian, tetapi ini panas yang melebur dosa [atau tatsur] atas orang yang sudah tua, seperti mereka akan mendatangi kubur (tanpa pilihan)!' Nabi shallallahu 'alaihi wasallatn menjawab, 'Ya, demikianlah keadaanmu'.”
Adabul Mufrad (177529)
حَدَّثَنَا مُعَلَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ، قَالَ‏:‏ وَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ قَالَ‏:‏ لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ، قَالَ‏:‏ ذَاكَ طَهُورٌ، كَلاَّ بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ، أَوْ تَثُورُ، عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، تُزِيرُهُ الْقُبُورَ، قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ فَنَعَمْ إِذًا‏.‏
527. Ahmad bin Isa menceritakan pada kami: Abdullah bin Wahb menceritakan pada kami: dari Harmalah, Dari Muhammad bin Ali Al Qurasy dari Nafi, ia berkata, "Ibnu Umar jika datang menjenguk orang yang sakit selalu menananyakan bagaimana kondisinya? Jika pergi meninggalkan orang sakit tersebut, ia berkata, 'Mudah-mudahan Allah memberikan kamu kebaikan'.' Ia tidak menambahkan kalimat apapun.
Adabul Mufrad (177530)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ، عَنْ حَرْمَلَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ الْقُرَشِيِّ، عَنْ نَافِعٍ قَالَ‏:‏ كَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَسْأَلُهُ‏:‏ كَيْفَ هُوَ‏؟‏ فَإِذَا قَامَ مِنْ عِنْدِهِ قَالَ‏:‏ خَارَ اللَّهُ لَكَ، وَلَمْ يَزِدْهُ عَلَيْهِ‏.‏
528. Ahmad bin Yaqub menceritakan pada kami: Ishaq bin Sa'id bin Amru bin Sa'id menceritakan pada kami, dari Bapaknya, ia berkata, "Al Hajjaj menjenguk Ibnu Umar sedangkan saya berada di sampingnya, lalu Al Hajjaj berkata, 'Bagaimana dia?' Ibnu Umar menjawab, 'Dia sehat' Al Hajjaj bertanya, 'Siapa yang membuatmu menderita?' Ibnu Umar menjawab, 'Telah menyakiti saya orang yang telah memerintahkan agar membawa senjata (pedang) pada hari yang tidak diperbolehkan membawanya.' Maksudnya: Al Hajjaj."
Adabul Mufrad (177531)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يَعْقُوبَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ‏:‏ دَخَلَ الْحَجَّاجُ عَلَى ابْنِ عُمَرَ، وَأَنَا عِنْدَهُ، فَقَالَ‏:‏ كَيْفَ هُوَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ صَالِحٌ، قَالَ‏:‏ مَنْ أَصَابَكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَصَابَنِي مَنْ أَمَرَ بِحَمْلِ السِّلاَحِ فِي يَوْمٍ لاَ يَحِلُّ فِيهِ حَمْلُهُ، يَعْنِي‏:‏ الْحَجَّاجَ‏.‏
529. Said bin abu Maryam menceritakan pada kami: Bakr bin Mudhar mengabarkan pada kami: Ubaidillah bin Zahri menceritakan padaku: dari Hibban bin Abu Jabalah, Dari Abdullah bin Amr bin Ash, ia berkata, "Jangan kalian jenguk para peminum khamer jika mereka sakit"
Adabul Mufrad (177532)
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللهِ بْنُ زَحْرٍ، عَنْ حِبَّانَ بْنِ أَبِي جَبَلَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ‏:‏ لاَ تَعُودُوا شُرَّابَ الْخَمْرِ إِذَا مَرِضُوا‏.‏
530. Zakariya bin Yahya menceritakan pada kami: Hakam bin Mubarak menceritakan pada kami, Walid bin Muslim mengabarkan padakau: Al Harits bin Ubaidillah Al Anshari menceritakan padaku, ia berkata, "Aku melihat Ummu Darda' sedang berada di atas kendaraannya tanpa mengenakan hijab, ia baru saja kembali dari menjenguk seorang pria ahli masjid dari suku Anshar"
Adabul Mufrad (177533)
حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي الْوَلِيدُ هُوَ ابْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ الأَنْصَارِيُّ قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ، عَلَى رِحَالِهَا أَعْوَادٌ لَيْسَ عَلَيْهَا غِشَاءٌ، عَائِدَةً لِرَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَسْجِدِ مِنَ الأَنْصَارِ‏.‏
531. Ali Bin Hujr menceritakan pada kami: Ali bin Mushir mengabarkan pada kami: dari Al-Ajlah, Dari Abdullah ibnu Abu Al Hudzail berkata, "Abdullah ibnu Mas'ud melihat orang sakit yang dibesuknya -Ibnu Mas'ud disertai beberapa orang, sedangkan di rumah orang yang sakit itu terdapat seorang perempuan- lalu salah seorang dari kelompok itu melihat perempuan tersebut, kemudian Ibnu Mas'ud berkata kepadanya, 'Sekiranya matamu itu tercukil (terambil), maka itu lebih baik bagimu.'"
Adabul Mufrad (177534)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الأَجْلَحِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي الْهُذَيْلِ قَالَ‏:‏ دَخَلَ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ، وَمَعَهُ قَوْمٌ، وَفِي الْبَيْتِ امْرَأَةٌ، فَجَعَلَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ يَنْظُرُ إِلَى الْمَرْأَةِ، فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللهِ‏:‏ لَوْ انْفَقَأَتْ عَيْنُكَ كَانَ خَيْرًا لَكَ‏.‏
532. Abdurrahman bin Mubaraq menceritakan pada kami: Salam bin Qutaibah menceritakan pada kami: Yunus bin Abu Ishaq menceritakan pada kami: dari Abu Ishaq: Aku mendengar Zaid bin Arqam, ia berkata, "Mataku terbakar, lalu Rasulullah SAW menjengukku sambil bersabda, 'Wahai Zaid, kalau matamu seperti ini apa yang akan kau lakukan?' Zaid menjawab, 'Aku akan bersabar dan mengharap ganjaran (kesembuhan) dari Allah.' Nabi meneruskan, 'Kalau matamu seperti ini dan engkau sabar dan mengharap ganjaran dari Allah, maka ganjaranmu adalah surga'."
Adabul Mufrad (177535)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْمُبَارَكِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ يَقُولُ‏:‏ رَمِدَتْ عَيْنِي، فَعَادَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ‏:‏ يَا زَيْدُ، لَوْ أَنَّ عَيْنَكَ لَمَّا بِهَا كَيْفَ كُنْتَ تَصْنَعُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ كُنْتُ أَصْبِرُ وَأَحْتَسِبُ، قَالَ‏:‏ لَوْ أَنَّ عَيْنَكَ لَمَّا بِهَا، ثُمَّ صَبَرْتَ وَاحْتَسَبْتَ كَانَ ثَوَابُكَ الْجَنَّةَ‏.‏
533. Musa menceritakan pada kami: dari Ali bin Zaid, Dari Qasim bin Muhammad, "bahwa Salah seorang sahabat Nabi SAW hilang penglihatannya, maka para sahabatnya datang untuk menjenguk. Si sakit berkata, 'Aku menginginkan kedua mataku dapat melihat Nabi SAW. ' Maka tatkala Nabi SAW memegang tangannya, ia berkata, 'Demi Allah! Alangkah senangnya aku, karena penyakit yang menimpa pada kedua mataku hanyalah seperti layaknya penyakit yang menimpa kijang yang bisa sembuh hanya dengan sesuatu yang sederhana"
Adabul Mufrad (177536)
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، أَنَّ رَجُلاً مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ ذَهَبَ بَصَرُهُ، فَعَادُوهُ، فَقَالَ‏:‏ كُنْتُ أُرِيدُهُمَا لَأَنْظُرَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَأَمَّا إِذْ قُبِضَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَوَاللَّهِ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ مَا بِهِمَا بِظَبْيٍ مِنْ ظِبَاءِ تَبَالَةَ‏.‏
534. Abdullah bin Shalih dan Ibnu Yusuf menceritakan pada kami: laits menceritakan pada kami: Yazid bin al-Hadi menceritakan padaku: dari Amr Maula Al-Muthalib, Dari Anas berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Allah Azza wa Jalla berfirman, "Apabila Aku menguji seseorang dengan kedua matanya (penglihatannya) kemudian dia bersabar, maka Aku gantikan dia dengan surga."'
Adabul Mufrad (177537)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ، وَابْنُ يُوسُفَ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ الْهَادِ، عَنْ عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ إِذَا ابْتَلَيْتُهُ بِحَبِيبَتَيْهِ، يُرِيدُ عَيْنَيْهِ، ثُمَّ صَبَرَ عَوَّضْتُهُ الْجَنَّةَ‏.‏
535. Khattab menceritakan pada kami: Ismail menceritakan pada kami, dari Tsabut bin Ajlan dan Ishaq bin Yazid: Ismail menceritakan pada kami: Tsabit menceritakan padaku: dari Al-Qasim, dari Abu Umamah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Allah berfirman, 'Wahai manusia! apabila Aku ambil kedua matamu lalu engkau bersabar ketika terjadi musibah dan engkau mengikhlaskannya, maka Aku tidak ridha memberikan pahala untukmu kecuali surga.'"
Adabul Mufrad (177538)
حَدَّثَنَا خَطَّابٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ ثَابِتِ بْنِ عَجْلاَنَ، وَإِسْحَاقَ بْنِ يَزِيدَ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي ثَابِتٌ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ يَقُولُ اللَّهُ‏:‏ يَا ابْنَ آدَمَ، إِذَا أَخَذْتُ كَرِيمَتَيْكَ، فَصَبَرْتَ عِنْدَ الصَّدْمَةِ وَاحْتَسَبْتَ، لَمْ أَرْضَ لَكَ ثَوَابًا دُونَ الْجَنَّةِ‏.‏
536. Ahmad bin Isa menceritakan pada kami: Abdullah bin Wahb menceritakan pada kami: Amr mengabarkan pada kami: dari Abdi Rabbih bin Said: Minhal bin Amr menceritakan padaku: dari Abdullah bin Harits, Dari Ibnu Abbas berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila membesuk orang yang sakit, maka beliau duduk di samping kepalanya, kemudian membaca (7 kali), 'As'alullahal 'Adhima, Rabbal 'Arsyil 'Azhim An Yasyfiyaka (Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung yang memiliki 'arsy yang besar, kiranya Dia menyembuhkanmu), sekiranya ajalnya (diakhirkan), maka dia disembuhkan dari sakitnya."'
Adabul Mufrad (177539)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو، عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي الْمِنْهَالُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ‏:‏ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا عَادَ الْمَرِيضَ جَلَسَ عِنْدَ رَأْسِهِ، ثُمَّ قَالَ سَبْعَ مِرَارٍ‏:‏ أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ يَشْفِيكَ، فَإِنْ كَانَ فِي أَجَلِهِ تَأْخِيرٌ عُوفِيَ مِنْ وَجَعِهِ‏.‏
537. Musa menceritakan pada kami: Ar-Rabi' ibnu Abdullah menceritakan pada kami: ia berkata, "Saya pergi bersama Al Hasan membesuk Qatadah, lalu dia duduk di samping kepalanya. Kemudian dia bertanya kepada Qatadah dan dia mendoakannya, 'Ya Allah! sembuhkanlah hatinya dan sembuhkanlah penyakitnya."'
Adabul Mufrad (177540)
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ عَبْدِ اللهِ قَالَ‏:‏ ذَهَبْتُ مَعَ الْحَسَنِ إِلَى قَتَادَةَ نَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَسَأَلَهُ ثُمَّ دَعَا لَهُ قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اشْفِ قَلْبَهُ، وَاشْفِ سَقَمَهُ‏.‏
538. Abdullah bin Raja dan Hafs bin umar menceritakan pada kami: Syu'bah menceritakan pada kami: dari Al-Hakam, dari Ibrahim, Al Aswad berkata, "Aisyah radhiallahu 'anha ditanya tentang apa yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada keluarganya. Lalu Aisyah menjawab, 'Beliau membantu pekerjaan keluarganya, dan apabila waktu shalat tiba beliau keluar.'"
Adabul Mufrad (177541)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ رَجَاءٍ، وَحَفْصُ بْنُ عُمَرَ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا‏:‏ مَا كَانَ يَصْنَعُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي أَهْلِهِ‏؟‏ فَقَالَتْ‏:‏ كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاةُ خَرَجَ‏.‏
539. Musa menceritakan pada kami: Mahdi bin Maimun menceritakan pada kami: dari Hisyam bin Urwah, Dari Bapaknya, ia berkata, "Saya bertanya kepada Aisyah radhiallahu 'anha, 'Apa yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di rumahnya?' Aisyah menjawab, 'Beliau memperbaiki sandalnya dan melakukan pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang di dalam rumahnya.'"
Adabul Mufrad (177542)
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا‏:‏ مَا كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ يَخْصِفُ نَعْلَهُ، وَيَعْمَلُ مَا يَعْمَلُ الرَّجُلُ فِي بَيْتِهِ‏.‏
540. Ishaq menceritakan pada kami: Abdullah bin Walid mengabarkan pada kami: dari Sufyan, dari Hisyam, dari Bapaknya ia berkata : "Saya bertanya kepada Aisyah radhiallahu 'anha, 'Apa yang dikerjakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di rumahnya?' Aisyah menjawab, Apa yang dilakukan salah seorang di antara kalian di rumahnya, memperbaiki sandal, menambal baju, dan menjahit."
Adabul Mufrad (177543)
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْوَلِيدِ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ عَائِشَةَ‏:‏ مَا كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ مَا يَصْنَعُ أَحَدُكُمْ فِي بَيْتِهِ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ مَا يَصْنَعُ أَحَدُكُمْ فِي بَيْتِهِ، يَخْصِفُ النَّعْلَ، وَيَرْقَعُ الثَّوْبَ، وَيَخِيطُ‏.‏
541. Abdullah menceritakan pada kami: Muawiyah bin Shalih menceritakan padaku, dari Yahya bin Said, Dari Amrah, Dikatakan kepada Aisyah radhiallahu 'anha, "Apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di rumahnya?" Aisyah menjawab, "Beliau manusia biasa. Beliau membersihkan bajunya (dari kutu) dan memerah susu kambingnya."
Adabul Mufrad (177544)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمْرَةَ، قِيلَ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا‏:‏ مَاذَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ كَانَ بَشَرًا مِنَ الْبَشَرِ، يَفْلِي ثَوْبَهُ، وَيَحْلِبُ شَاتَهُ‏.‏
542. Musaddad menceritakan pada kami: yahya bin Sa'd menceritakan pada kami: dari Tsaur Dari Habib bin Ubaid, dari Al Miqdam bin Ma'dikarib -dan Habib telah bertemu dengan Miqdam- berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Apabila salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya maka hendaknya dia memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya.'"
Adabul Mufrad (177545)
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ ثَوْرٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ عُبَيْدٍ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ، وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَهُ، قَالَ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ أَنَّهُ أَحَبَّهُ‏.‏
543. Yahya bin Bisyr menceritakan pada kami: Qabishah menceritakan pada kami: Sufyan menceritakan pada kami, dari Rabah, dari Abu Ubaidillah, Dari Mujahid berkata, "Seseorang dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertemu kepada Saya, lalu dia memegang pundak saya dari belakang seraya berkata, 'Sesungguhnya saya mencintaimu.' Saya berkata, 'Mudah-mudahan Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saya dari cinta-Nya.' Lalu dia berkata, 'Sekiranya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak bersabda, 'Apabila seseorang mencintai orang lain, maka hendaknya dia memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya." Niscaya saya tidak memberitahukan kepadamu.'" Mujahid berkata, "Kemudian dia menawarkan khithbah (lamaran) kepada saya sambil berkata, 'Kami mempunyai Jariyah (budak wanita), sesungguhnya dia buta sebelah matanya."'
Adabul Mufrad (177546)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بِشْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي عُبَيْدِ اللهِ، عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ‏:‏ لَقِيَنِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَخَذَ بِمَنْكِبِي مِنْ وَرَائِي، قَالَ‏:‏ أَمَا إِنِّي أُحِبُّكَ، قَالَ‏:‏ أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ، فَقَالَ‏:‏ لَوْلاَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ أَحَبَّهُ مَا أَخْبَرْتُكَ، قَالَ‏:‏ ثُمَّ أَخَذَ يَعْرِضُ عَلَيَّ الْخِطْبَةَ قَالَ‏:‏ أَمَا إِنَّ عِنْدَنَا جَارِيَةً، أَمَا إِنَّهَا عَوْرَاءُ‏.‏
544. Musa menceritakan pada kami: Mubarak menceritakan pada kami: Tsabit menceritakan pada kami: dari Anas, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Dua orang saling mencintai (karena Allah) maka yang paling baik di antara keduanya adalah yang paling kuat cintanya kepada temannya."'
Adabul Mufrad (177547)
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُبَارَكٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ مَا تَحَابَّا الرَّجُلاَنِ إِلاَّ كَانَ أَفْضَلُهُمَا أَشَدَّهُمَا حُبًّا لِصَاحِبِهِ‏.‏
545. Abdullah bin Shalih menceritakan pada kami: Muawiyah menceritakan padaku: bahwa Abu Zahiriyah menceritakan padanya: dari Jubair bin Nufair, dari Mu'adz bin Jabal, ia berkata, "Apabila engkau mencintai seseorang, maka janganlah engkau berdebat dengan dia. Janganlah engkau membicarakannya, janganlah engkau bertanya tentang dia, karena barangkali engkau bertemu dengan musuhnya lalu dia memberitahukanmu tentang sesuatu yang tidak terdapat pada dia sehingga menyebabkan perpecahan antara dia denganmu."
Adabul Mufrad (177548)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ، أَنَّ أَبَا الزَّاهِرِيَّةِ حَدَّثَهُ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّهُ قَالَ‏:‏ إِذَا أَحْبَبْتَ أَخًا فَلاَ تُمَارِهِ، وَلاَ تُشَارِّهِ، وَلاَ تَسْأَلْ عَنْهُ، فَعَسَى أَنْ تُوَافِيَ لَهُ عَدُوًّا فَيُخْبِرَكَ بِمَا لَيْسَ فِيهِ، فَيُفَرِّقَ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ‏.‏
546. Al-Muqri menceritakan pada kami: Abdurrahman menceritakan pada kami: dari Abdullah bin Yazid. dari Abdullah bin Amru, dari Nabi SAW berkata, "Barangsiapa mencintai saudaranya karena Allah, dalam agama Allah dan dia berkata, 'Saya mencintaimu karena Allah', maka keduanya akan masuk surga. Orang yang mencintainya dalam agama Allah lebih tinggi derajat kecintaannya daripada mencintai-Nya karena seseorang".
Adabul Mufrad (177549)
حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ مَنْ أَحَبَّ أَخًا لِلَّهِ، فِي اللهِ، قَالَ‏:‏ إِنِّي أُحِبُّكَ لِلَّهِ، فَدَخَلاَ جَمِيعًا الْجَنَّةَ، كَانَ الَّذِي أَحَبَّ فِي اللهِ أَرْفَعَ دَرَجَةً لِحُبِّهِ، عَلَى الَّذِي أَحَبَّهُ لَهُ‏.‏
547. Said bin Abu maryam menceritakan pada kami: Muhammad bin Muslim mengabarkan pada kami: Amru bin Dinar mengabarkan padaku: dari Ibnu Syihab, dari Iyadh bin Khalifah: Dari Ali radhiallahu 'anhu, bahwa dia berkata di Shiffin, "Sesungguhnya akal terdapat dalam hati, rahmat terdapat dalam rongga perut, kasih sayang terdapat dalam limpa, dan nafas terdapat dalam paru-paru."
Adabul Mufrad (177550)
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عِيَاضِ بْنِ خَلِيفَةَ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ سَمِعَهُ بِصِفِّينَ يَقُولُ‏:‏ إِنَّ الْعَقْلَ فِي الْقَلْبِ، وَالرَّحْمَةَ فِي الْكَبِدِ، وَالرَّأْفَةَ فِي الطِّحَالِ، وَالنَّفَسَ فِي الرِّئَةِ‏.‏
548. Sulaiman bin Harb menceritakan padaku: Hammad bin Zaid menceritakan padaku: dari Saq'ab bin Zuhair, dari Zaid bin Aslam, dari Atha bin yasar, Dari Abdullah bin Amru berkata, "Kami duduk-duduk di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu seseorang dari kampung (Arab Badui) yang memakai jubah Saijan (berwarna hijau) datang, dan dia berdiri di dekat kepala Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu berkata, 'Sesungguhnya teman kalian telah menundukkan setiap penunggang kuda (atau dia berkata, 'Ingin menundukkan setiap penunggang kuda) dan mengangkat setiap penggembala (pemimpin)!' Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memegang bagian terpenting dari jubahnya (Majaami') dan bersabda, 'Ketahuilah, bahwa saya melihat engkau memakai baju orang yang tidak berakal'. Lalu Nabi bersabda, 'Sesungguhnya Nabi Allah Nuh shallallahu 'alaihi wasallam tatkala menjelang wafatnya berkata kepada anak laki-lakinya, 'Saya akan mewasiatkan kepadamu satu wasiat, yaitu memerintahkanmu dengan dua hal dan melarangmu dengan dua hal. Saya perintahkan kepadamu agar bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, bahwasanya langit yang tujuh dan bumi yang tujuh sekiranya diletakkan pada satu daun timbangan dan Laa Ilaaha Illallaahu diletakkan pada satu daun timbangan yang lain, maka kalimat tersebut tentu lebih berat. Sekiranya ketujuh langit dan ketujuh bumi itu merupakan satu lingkaran yang samar (sulit), niscaya akan terpecahkan dengan kalimat Laa Ilaaha Illallaahu dan Subhaanallahi wa bi Hamdihi (Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya) karena kalimat tersebut merupakan shalatnya setiap sesuatu dan sebab kalimat tersebut setiap sesuatu diberikan rezeki. Saya melarangmu dengan syirik (menyekutukan Allah) dan bersikap sombong takabbur."' Lalu saya berkata -atau dikatakan- "Wahai Rasulullah!, tentang syirik kami telah mengetahuinya, lalu apa itu takabbur?, dan apakah sombong itu adalah salah seorang di antara kami mempunyai perhiasan yang dipakainya?" Nabi menjawab, "Bukan." Ibnu Umar berkata, "Apakah seseorang di antara kami mempunyai dua sandal yang bagus-bagus yang mempunyai tali yang bagus?" Nabi menjawab, "Bukan." Ibnu Umar berkata, "Apakah salah seorang di antara kami mempunyai teman-teman yang bisa diajak berkumpul?" Nabi menjawab, "Bukan." Ibnu Umar berkata, "Wahai Rasulullah lalu sombong itu apa?" Nabi menjawab, "Tidak mengetahui kebenaran serta meremehkannya, dan menghina serta merendahkan orang lain."
Abdullah bin Maslamah menceritakan pada kami: Abdul Aziz menceritakan pada kami: dari Zaid dari Abdullah bin amr: hadits semisal
Adabul Mufrad (177551)
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنِ الصَّقْعَبِ بْنِ زُهَيْرٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ‏:‏ لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ‏:‏ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ عَلَيْهِ جُبَّةُ سِيجَانٍ، حَتَّى قَامَ عَلَى رَأْسِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ‏:‏ إِنَّ صَاحِبَكُمْ قَدْ وَضَعَ كُلَّ فَارِسٍ، أَوْ قَالَ‏:‏ يُرِيدُ أَنْ يَضَعَ كُلَّ فَارِسٍ، وَيَرْفَعَ كُلَّ رَاعٍ، فَأَخَذَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِمَجَامِعِ جُبَّتِهِ فَقَالَ‏:‏ أَلاَ أَرَى عَلَيْكَ لِبَاسَ مَنْ لاَ يَعْقِلُ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ إِنَّ نَبِيَّ اللهِ نُوحًا صلى الله عليه وسلم لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ قَالَ لِابْنِهِ‏:‏ إِنِّي قَاصٌّ عَلَيْكَ الْوَصِيَّةَ، آمُرُكَ بِاثْنَتَيْنِ، وَأَنْهَاكَ عَنِ اثْنَتَيْنِ‏:‏ آمُرُكَ بِلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، فَإِنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَالأَرَضِينَ السَّبْعَ، لَوْ وُضِعْنَ فِي كِفَّةٍ وَوُضِعَتْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فِي كِفَّةٍ لَرَجَحَتْ بِهِنَّ، وَلَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَالأَرَضِينَ السَّبْعَ كُنَّ حَلْقَةً مُبْهَمَةً لَقَصَمَتْهُنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، فَإِنَّهَا صَلاَةُ كُلِّ شَيْءٍ، وَبِهَا يُرْزَقُ كُلُّ شَيْءٍ، وَأَنْهَاكَ عَنِ الشِّرْكِ وَالْكِبْرِ، فَقُلْتُ، أَوْ قِيلَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، هَذَا الشِّرْكُ قَدْ عَرَفْنَاهُ، فَمَا الْكِبْرُ‏؟‏ هُوَ أَنْ يَكُونَ لأَحَدِنَا حُلَّةٌ يَلْبَسُهَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَهُوَ أَنْ يَكُونَ لأَحَدِنَا نَعْلاَنِ حَسَنَتَانِ، لَهُمَا شِرَاكَانِ حَسَنَانِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَهُوَ أَنْ يَكُونَ لأَحَدِنَا دَابَّةٌ يَرْكَبُهَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ فَهُوَ أَنْ يَكُونَ لأَحَدِنَا أَصْحَابٌ يَجْلِسُونَ إِلَيْهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، قَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، فَمَا الْكِبْرُ‏؟‏ قَالَ‏:‏ سَفَهُ الْحَقِّ، وَغَمْصُ النَّاسِ‏.‏
549. Musaddad menceritakan pada kami: Yunus bin Al-Qasim abu Umar Al-yamami menceritakan pada kami: Ikrimah bin Khalid menceritakan pada kami: Aku mendengar Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa membanggakan dirinya atau merasa sombong dalam langkahnya, maka dia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan memurkainya."
Adabul Mufrad (177553)
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ الْقَاسِمِ أَبُو عُمَرَ الْيَمَامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ مَنْ تَعَظَّمَ فِي نَفْسِهِ، أَوِ اخْتَالَ فِي مِشْيَتِهِ، لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ‏.‏
550. Abdul Aziz bin Abdullah menceritakan pada kami: dari Abdul Aziz bin Muhammad, dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, Dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak dianggap sombong orang yang makan bersama pembantunya, naik himar di pasar, dan mengikat kambing lalu memerah (susunya)."'
Adabul Mufrad (177554)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏:‏ مَا اسْتَكْبَرَ مَنْ أَكَلَ مَعَهُ خَادِمُهُ، وَرَكِبَ الْحِمَارُ بِالأَسْوَاقِ، وَاعْتَقَلَ الشَّاةَ فَحَلَبَهَا‏.‏
551. Musa bin Bahri menceritakan pada kami: Ali bin Hasyim bin Al-barid menceritakan pada kami: halih Baya' Al Aksiyah menceritakan pada kami, dari neneknya, ia berkata, "Saya pernah melihat Ali RA membeli kurma dengan dirham, lalu dia memasukannya ke dalam jubahnya, maka saya berkata kepadanya (atau seseorang berkata kepadanya), 'Wahai Amirul Mukminin, maukah aku bawakan (kurmamu?) ' Dia berkata, 'Tidak, Abu 'Ayyal lebih berhak untuk membawanya'"
Adabul Mufrad (177555)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ بَحْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمِ بْنِ الْبَرِيدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا صَالِحٌ بَيَّاعُ الأَكْسِيَةِ، عَنْ جَدَّتِهِ قَالَتْ‏:‏ رَأَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اشْتَرَى تَمْرًا بِدِرْهَمٍ، فَحَمَلَهُ فِي مِلْحَفَتِهِ، فَقُلْتُ لَهُ، أَوْ قَالَ لَهُ رَجُلٌ‏:‏ أَحْمِلُ عَنْكَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، أَبُو الْعِيَالِ أَحَقُّ أَنْ يَحْمِلَ‏.‏
552. Umar menceritakan pada kami: Bapakku menceritakan pada kami: Al-amasy menceritakan pada kami: Abu Ishaq menceritakan pada kami: dari Abu Muslim Al-Aghar menceritakan padanya: Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallatn bersabda, "Kemuliaan itu sarungnya dan kebesaran itu selendangnya. Barang siapa memusuhi saya dengan sesuatu dari kedua sifat tersebut, maka saya akan menyiksanya."
Adabul Mufrad (177556)
حَدَّثَنَا عُمَرُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي مُسْلِمٍ الأَغَرِّ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ الْعِزُّ إِزَارِي، وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، فَمَنْ نَازَعَنِي بِشَيْءٍ مِنْهُمَا عَذَّبْتُهُ‏.‏
553. Ali bin Hujr menceritakan pada kami: Ismail menceritakan pada kami: Abu Rawahah Yazid bin Aiham menceritakan padaku: Dari Al Haitsam bin Malik Ath-Tha'i berkata, "Saya mendengar An-Nu'man bin Basyir berkhutbah di atas mimbar seraya berkata, 'Sesungguhnya syetan itu mempunyai jerat dan perangkap. Sesungguhnya jerat dan perangkap syetan adalah inkar terhadap nikmat Allah, sombong terhadap pemberian Allah, angkuh terhadap hamba-hamba Allah, serta mengikuti hawa nafsu pada selain Dzat Allah."'
Adabul Mufrad (177557)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو رَوَاحَةَ يَزِيدُ بْنُ أَيْهَمَ، عَنِ الْهَيْثَمِ بْنِ مَالِكٍ الطَّائِيِّ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ، قَالَ‏:‏ إِنَّ لِلشَّيْطَانِ مَصَالِيًا وَفُخُوخًا، وَإِنَّ مَصَالِيَ الشَّيْطَانِ وَفُخُوخَهُ‏:‏ الْبَطَرُ بِأَنْعُمِ اللهِ، وَالْفَخْرُ بِعَطَاءِ اللهِ، وَالْكِبْرِيَاءُ عَلَى عِبَادِ اللهِ، وَاتِّبَاعُ الْهَوَى فِي غَيْرِ ذَاتِ اللهِ‏.‏
554. Ali menceritakan pada kami: sufyan menceritakan pada kami, dari Abu Zinad, dari Al-A'raj, Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Surga dan neraka saling menghujat, dan [Sufyan berkata, Surga dan neraka saling berargumentasi). Neraka berkata, 'Yang akan masuk kepadaku adalah para pembuat kerusakan dan akan masuk kepadaku orang-orang yang sombong.' Surga berkata, 'Yang akan masuk kepadaku adalah orang-orang yang lemah dan yang masuk kepadaku adalah orang-orang fakir.' Allah Tabaraka wata'ala berkata kepada surga, 'Engkau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku mengasihi orang yang Aku kehendaki.' Kemudian Allah berkata kepada neraka, 'Engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku menyiksa orang yang Aku kehendaki, dan setiap kamu akan mempunyai penghuninya."'
Adabul Mufrad (177558)
حَدَّثَنَا عَلِيٌّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ احْتَجَّتِ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ، وَقَالَ سُفْيَانُ أَيْضًا‏:‏ اخْتَصَمَتِ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ، قَالَتِ النَّارُ‏:‏ يَلِجُنِي الْجَبَّارُونَ، وَيَلِجُنِي الْمُتَكَبِّرُونَ، وَقَالَتِ الْجَنَّةُ‏:‏ يَلِجُنِي الضُّعَفَاءُ، وَيَلِجُنِي الْفُقَرَاءُ‏.‏ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِلْجَنَّةِ‏:‏ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ لِلنَّارِ‏:‏ أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا‏.‏
555. Ishaq menceritakan pada kami: Muhamamd bin Fadhl menceritakan pada kami: Walid bin Jami' menceritakan pada kami: dDari Abu Salamah bin Abdurrahman berkata, "Tidaklah para sahabat Rasulullah itu adalah orang-orang yang suka bergerombol, dan tidak pula berpura-pura mati (bermalas-malasan). Mereka selalu menasyidkan (melagukan) syair di majelis-majelis mereka dan mereka mengingat urusan kejahiliannya. Apabila salah seorang di antara mereka diperintahkan untuk melaksanakan perintah Allah, maka kedua matanya melotot seakan-akan dia gila."
Adabul Mufrad (177559)
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ جَمِيعٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ‏:‏ لَمْ يَكُنْ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم مُتَحَزِّقِينَ، وَلاَ مُتَمَاوِتِينَ، وَكَانُوا يَتَنَاشَدُونَ الشِّعْرَ فِي مَجَالِسِهِمْ، وَيَذْكُرُونَ أَمْرَ جَاهِلِيَّتِهِمْ، فَإِذَا أُرِيدَ أَحَدٌ مِنْهُمْ عَلَى شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ اللهِ، دَارَتْ حَمَالِيقُ عَيْنَيْهِ كَأَنَّهُ مَجْنُونٌ‏.‏
556. Muhammad bin Al-Mutsana menceritakan pada kami: Abdul Wahab menceritakan pada kami: Hisyam menceritakan pada kami: dari Muhammad , Dari Abu Hurairah, Bahwa seseorang mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -dan seorang tersebut tampan wajahnya- lalu dia berkata, "Saya senang keindahan dan saya telah diberikan sesuatu yang engkau bisa lihat, sehingga saya tidak senang diungguli oleh seseorang (Adakalanya berkata, dengan tali sandal, dan adakalanya berkata, dengan jepitan sandal) apakah itu termasuk kesombongan?." Nabi menjawab, "Tidak. Kesombongan adalah meremehkan kebenaran dan merendahkan orang lain".
Adabul Mufrad (177560)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، وَكَانَ جَمِيلاً، فَقَالَ‏:‏ حُبِّبَ إِلَيَّ الْجَمَالُ، وَأُعْطِيتُ مَا تَرَى، حَتَّى مَا أُحِبُّ أَنْ يَفُوقَنِي أَحَدٌ، إِمَّا قَالَ‏:‏ بِشِرَاكِ نَعْلٍ، وَإِمَّا قَالَ‏:‏ بِشِسْعٍ أَحْمَرَ، الْكِبْرُ ذَاكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ بَطَرَ الْحَقَّ، وَغَمَطَ النَّاسَ‏.‏
557. Muhammad bin Salam menceritakan pada kami: Abdullah bin Mubarak mengabarkan pada kami, dari Muhammad bin Ajlan, Dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya, dari kakeknya, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, " Orang-orang yang sombong akan dikumpulkan pada hari kiamat seperti debu yang berbentuk orang. Mereka dinaungi kehinaan dari segala penjuru, mereka digiring menuju penjara neraka Jahannam yang bernama, (Bulas), mereka merasakan panas seperti panasnya air mendidih lantaran api neraka yang mengelilinginya, dan mereka diberikan minum dari sirup-sirup penghuni neraka, bagaikan tanah liat yang rusak."
Adabul Mufrad (177561)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُورَةِ الرِّجَالِ، يَغْشَاهُمُ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، يُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ مِنْ جَهَنَّمَ يُسَمَّى‏:‏ بُولَسَ، تَعْلُوهُمْ نَارُ الأَنْيَارِ، وَيُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ، طِينَةَ الْخَبَالِ‏.‏
558. Ibrahim bin Musa menceritakan pada kami: Ibnu Abu Zaidah mengabarkan pada ku: Bapakku mengabarkan pada kami, dari Khalid bin Salamah, dari Al-Bahiya, dari Urwah, Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya. Orang yang dibawahmu, maka tolonglah.
Adabul Mufrad (177562)
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَبِي، عَنْ خَالِدِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنِ الْبَهِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَهَا‏:‏ دُونَكِ فَانْتَصِرِي‏.‏
559. Al-Hakam bin Nafi menceritakan pada kami: Syuaib bin Abu Hamzah mengabarkan pada kami: dari Az-Zuhri, Muhammad bin Abdurrahman bin Harits bin Hisyam mengabarkan padakua: bahwa Aisyah berkata, "Istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus Fatimah kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu Fatimah meminta izin -sementara Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersama Aisyah sedang berada di selimut- kemudian Nabi mengizinkan Fatimah, lalu Fatimah masuk. Kemudian dia berkata, 'Sesungguhnya istri-istri engkau mengutus saya untuk memintakan keadilan kepadamu di rumah binti Abu Quhafah (Aisyah), Nabi menjawab, 'Wahai anak perempuan saya!, [bukankah engkau] mencintai apa yang saya cintai?.' Fatimah menjawab, 'Tentu.' Nabi berkata, 'Maka cintailah ini (Aisyah).'
Kemudian Fatimah berdiri dan ke luar, kemudian menceritakan kepada mereka. Mereka para istri Nabi berkata, 'Engkau tidak membawa sesuatu yang dapat memuaskan kami sedikitpun, maka kembalilah kepadanya (Nabi).' Fatimah menjawab, 'Demi Allah, saya tidak akan berbicara kepada Nabi selamanya mengenai Aisyah.' Lalu mereka mengutus Zaenab -istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- kemudian Zaenab minta izin, lalu Nabi mengizinkannya. Lalu Zaenab berkata kepada Nabi tentang masalah tersebut, dan dia (Zaenab) mencaci maki saya (Aisyah). Lalu saya melihat apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengizinkan saya (untuk membela diri), dan saya terus melihat sehingga tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak membenci jika saya membela diri. Akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersenyum dan berkata, 'Begitulah dia putri Abu Bakar.'"
Adabul Mufrad (177563)
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ، أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ‏:‏ أَرْسَلَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَاطِمَةَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَاسْتَأْذَنَتْ وَالنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مَعَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فِي مِرْطِهَا، فَأَذِنَ لَهَا فَدَخَلَتْ، فَقَالَتْ‏:‏ إِنَّ أَزْوَاجَكَ أَرْسَلْنَنِي يَسْأَلْنَكَ الْعَدْلَ فِي بِنْتِ أَبِي قُحَافَةَ، قَالَ‏:‏ أَيْ بُنَيَّةُ، أَتُحِبِّينَ مَا أُحِبُّ‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ بَلَى، قَالَ‏:‏ فَأَحِبِّي هَذِهِ، فَقَامَتْ فَخَرَجَتْ فَحَدَّثَتْهُمْ، فَقُلْنَ‏:‏ مَا أَغْنَيْتِ عَنَّا شَيْئًا فَارْجِعِي إِلَيْهِ، قَالَتْ‏:‏ وَاللَّهِ لاَ أُكَلِّمُهُ فِيهَا أَبَدًا‏.‏ فَأَرْسَلْنَ زَيْنَبَ زَوْجَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَاسْتَأْذَنَتْ، فَأَذِنَ لَهَا، فَقَالَتْ لَهُ ذَلِكَ، وَوَقَعَتْ فِيَّ زَيْنَبُ تَسُبُّنِي، فَطَفِقْتُ أَنْظُرُ‏:‏ هَلْ يَأْذَنُ لِيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، فَلَمْ أَزَلْ حَتَّى عَرَفْتُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لاَ يَكْرَهُ أَنْ أَنْتَصِرَ، فَوَقَعْتُ بِزَيْنَبَ، فَلَمْ أَنْشَبْ أَنْ أَثْخَنْتُهَا غَلَبَةً، فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ‏:‏ أَمَا إِنَّهَا ابْنَةُ أَبِي بَكْرٍ‏.‏
560. Muhammad bin Al-Mutsana menceritakan pada kami: Hammad bin Basyir Al-Jahdami menceritakan pada kami: Umarah Al-Ma'wali menceritakan pada kami: Muhammad bin Sirin menceritakan pada kami: dari Abu Hurairah, ia berkata, "Pada akhir zaman nanti akan terjadi kelaparan, maka barangsiapa merasa lapar, janganlah memutuskan suatu hukum di saat merasa lapar"
Adabul Mufrad (177564)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ بَشِيرٍ الْجَهْضَمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ الْمَعْوَلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ مَجَاعَةٌ، مَنْ أَدْرَكَتْهُ فَلاَ يَعْدِلَنَّ بِالأَكْبَادِ الْجَائِعَةِ‏.‏
561. Abul Yaman menceritakan pada kami: Syuaib bin abu Hamzah menceritakan pada kami: Abu Zanad menceritkan pada kami: dari Al-Araj, Dari Abu Hurairah, bahwa sahabat Anshar berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Bagilah di antara kami dan saudara-saudara kami pohon kurma itu." Nabi Menjawab, "Tidak." Lalu mereka berkata, "Engkau mencukupkan bagi kami kebutuhan (bantuan) kami, kami mengikutkan engkau pada buahnya?." Mereka menjawab, "Kami mendengar dan kami menaatinya."
Adabul Mufrad (177565)
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ الأَنْصَارَ قَالَتْ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ اقْسِمْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا النَّخِيلَ، قَالَ‏:‏ لاَ، فَقَالُوا‏:‏ تَكْفُونَا الْمَؤُونَةَ، وَنُشْرِكُكُمْ فِي الثَّمَرَةِ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا‏.‏
562. Ashbag menceritakan pada kami: Ibnu Wahab mengabarkan padaku: Yunus mengabarkan padaku: dari Ibnu Syihab, Bahwa Salim mengabarkan padanya, bahwa Abdullah bin Umar mengabarinya, Bahwa Umar bin Khaththab radhiallahu 'anhu berkata pada tahun Ar-Ramaadah -tahun itu merupakan tahun krisis yang menyedihkan, setelah Umar berupaya memberikan bantuan kepada orang-orang Arab Badui dengan unta, gandum dan minyak dari semua desa karena bencana yang menimpa desa-desa tersebut- lalu beliau berdiri sambil berdoa, "Ya Allah! jadikan rezeki mereka di atas puncak-puncak gunung." Kemudian Allah mengabulkan doanya dan doa orang-orang Islam. Ketika turun hujan Umar berkata, "Segala puji bagi Allah. Demi Allah, sekiranya Allah tidak melapangkan rezeki-rezeki tersebut, maka saya pasti tidak meninggalkan suatu keluarga dari orang-orang Islam yang mempunyai kelebihan rezeki kecuali saya memasukkan bersama mereka sejumlah orang-orang yang fakir, maka tidak akan ditemukan dua orang yang binasa (kelaparan) karena makanan, karena adanya upaya yang diberikan oleh satu orang."
(Maksudnya jatah satu orang kaya diupayakan untuk dua orang bersama yang lain- penerj).
Adabul Mufrad (177566)
حَدَّثَنَا أَصْبَغُ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ سَالِمًا أَخْبَرَهُ، أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ عَامَ الرَّمَادَةِ، وَكَانَتْ سَنَةً شَدِيدَةً مُلِمَّةً، بَعْدَ مَا اجْتَهَدَ عُمَرُ فِي إِمْدَادِ الأعْرَابِ بِالإِبِلِ وَالْقَمْحِ وَالزَّيْتِ مِنَ الأَرْيَافِ كُلِّهَا، حَتَّى بَلَحَتِ الأَرْيَافُ كُلُّهَا مِمَّا جَهَدَهَا ذَلِكَ، فَقَامَ عُمَرُ يَدْعُو فَقَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اجْعَلْ رِزْقَهُمْ عَلَى رُءُوسِ الْجِبَالِ، فَاسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ وَلِلْمُسْلِمِينَ، فَقَالَ حِينَ نَزَلَ بِهِ الْغَيْثُ‏:‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ، فَوَاللَّهِ لَوْ أَنَّ اللَّهَ لَمْ يُفْرِجْهَا مَا تَرَكْتُ بِأَهْلِ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ لَهُمْ سَعَةٌ إِلاَّ أَدْخَلْتُ مَعَهُمْ أَعْدَادَهُمْ مِنَ الْفُقَرَاءِ، فَلَمْ يَكُنِ اثْنَانِ يَهْلِكَانِ مِنَ الطَّعَامِ عَلَى مَا يُقِيمُ وَاحِدًا‏.‏
563. Abu Ashim menceritakan pada kami: dari Yazid bin abu Ubaid, Dari Salamah bin Al Akwa' berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Kurban-kurban dari kalian, maka tidak layak terjadi bagi seseorang di antara kalian setelah kurban yang ketiga, sementara di rumahnya dia menyimpan sesuatu.'
Tatkala berada pada tahun depannya mereka bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah kami melakukan seperti halnya pada tahun yang lalu?" Rasulullah menjawab, "Makanlah dan simpanlah, karena pada tahun itu mereka berada dalam masa krisis, maka saya ingin kalian membantu."
Adabul Mufrad (177567)
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ قَالَ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ ضَحَايَاكُمْ، لاَ يُصْبِحُ أَحَدُكُمْ بَعْدَ ثَالِثَةٍ، وَفِي بَيْتِهِ مِنْهُ شَيْءٌ‏.‏ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا الْعَامَ الْمَاضِيَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ كُلُوا وَادَّخِرُوا، فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانُوا فِي جَهْدٍ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا‏.‏
564. Farwah bin abu Maghra menceritakan pada kami: Ali bin Musyhir menceritakan pada kami: dari Hisyam bin Urwah, dari Bapaknya berkata, "Saya duduk di sisi Muawiyah dan dia melamun. Kemudian dia sadar lalu berkata, 'Tidak ada orang yang santun kecuali orang yang sudah teruji-coba' Dia mengulanginya tiga kali.
Adabul Mufrad (177568)
حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ‏:‏ كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ مُعَاوِيَةَ، فَحَدَّثَ نَفْسَهُ، ثُمَّ انْتَبَهَ فَقَالَ‏:‏ لاَ حِلْمَ إِلاَّ تَجْرِبَةٌ، يُعِيدُهَا ثَلاثًا‏.‏
565. Said bin Ufair menceritakan pada kami: Yahya bin Ayyub menceritakan pada kami: dari Ibnu Zahr, dari Abu Haitsam, dari Abi Said, ia berkata, "Tidak ada orang yang penyayang kecuali orang yang pernah merasa susah, dan tidak ada orang yang bijaksana kecuali orang yang mempunyai pengalaman."
Adabul Mufrad (177569)
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ زَحْرٍ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ‏:‏ لاَ حَلِيمَ إِلاَّ ذُو عَثْرَةٍ، وَلاَ حَكِيمَ إِلاَّ ذُو تَجْرِبَةٍ‏.‏
Qutaibah menceritakan pada kami: Ibnu Wahb menceritakan pada kami, dari Amr bin Harits, dari Daraj, dari Abu Haitsam, dari Abu Said, dari Nabi SAW.....(isi hadits serupa dengan hadits di atas).
Adabul Mufrad (177570)
- حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، مِثْلَهُ‏.‏
566. Sulaiman bin Abu Rabi' menceritakan pada kami: Jarir bin Abdul Hamid menceritakan pada kami: dari Laits, dari Muhammad bin Nasyr, dari Muhammad bin al-Hanafiyah, dari Ali, ia berkata, "Memberi makanan sesuap atau dua suap kepada sekelompok dari saudara-saudaraku lebih saya sukai daripada saya pergi kepasar untuk memerdekakan budak"
Adabul Mufrad (177571)
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَبُو الرَّبِيعِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ نَشْرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَنَفِيَّةِ، عَنْ عَلِيٍّ قَالَ‏:‏ لأَنْ أَجْمَعَ نَفَرًا مِنْ إِخْوَانِي عَلَى صَاعٍ أَوْ صَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَخْرُجَ إِلَى سُوقِكُمْ فَأُعْتِقَ رَقَبَةً‏.‏
567. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim menceritakan pada kami: Ibnu Ulayyah menceritakan pada kami, dari Abdurrahman bin Ishaq, dari Az-Zuhri, dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im, dari Bapaknya, Dari Abdurrahman bin Auf, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Saya menghadiri bersama saudara-saudara paman saya sumpah Al Muthayyabin [1], maka saya tidak senang untuk melanggarnya, karena saya mempunyai humrun ni'ami (unta-unta yang berwarna merah)."
Adabul Mufrad (177572)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ شَهِدْتُ مَعَ عُمُومَتِي حِلْفَ الْمُطَيَّبِينَ، فَمَا أُحِبُّ أَنْ أَنْكُثَهُ، وَأَنَّ لِي حُمْرَ النَّعَمِ‏.‏
568. Musa bin Ismail menceritakan pada kami: Hammad bin Salamah menceritakan pada kami, dari Tsabit, dari Anas, ia berkata: Nabi saw mempersaudarakan antara Ibnu Mas'ud dan Zubair.
Adabul Mufrad (177573)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ‏:‏ آخَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ ابْنِ مَسْعُودٍ وَالزُّبَيْرِ‏.‏
569. Muhammad bin Salam menceritakan pada kami: Ibnu Uyainah mengabarkan pada kami: Ashim Al-Ahwal menceritakan pada kami: Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyumpah antara orang-orang Quraisy dan orang-orang Anshar di rumah saya yang berada di Madinah."
Adabul Mufrad (177574)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الأَحْوَلُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ‏:‏ حَالَفَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ قُرَيْشٍ وَالأَنْصَارِ فِي دَارِي الَّتِي بِالْمَدِينَةِ‏.‏
570. Khalid bin Makhlad menceritakan pada kami: Sulaiaman bin Bilal menceritakan pada kami: Abdurrahman bin Harits menceritakan padaku: Dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya, dari kakeknya berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk -pada tahun kemenangan kota Makkah ('Aamul Fathi)- di atas tangga Ka'bah, lalu beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bersabda, 'Barang siapa mempunyai sumpah. pada masa Jahiliyah, maka Islam hanya akan menguatkannya dan tidak ada hijrah setelah terbukanya kota Makkah.'"
Adabul Mufrad (177575)
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ‏:‏ جَلَسَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَامَ الْفَتْحِ عَلَى دَرَجِ الْكَعْبَةِ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ مَنْ كَانَ لَهُ حِلْفٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، لَمْ يَزِدْهُ الإِسْلاَمُ إِلاَّ شِدَّةً، وَلاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ‏.‏
571. Abdullah bin Abul Aswad menceritakan pada kami: Ja'far bin sulaiman menceritakan pada kami, dari Tsabit, Dari Anas berkata, "Kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kehujanan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membuka sebagian badannya sehingga terkena hujan. Kami bertanya, "Mengapa anda melakukannya?' Rasulullah menjawab, 'Karena ia baru mengenal Tuhannya'."
Adabul Mufrad (177576)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي الأَسْوَدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ‏:‏ أَصَابَنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَطَرٌ، فَحَسَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ثَوْبَهُ عَنْهُ حَتَّى أَصَابَهُ الْمَطَرُ، قُلْنَا‏:‏ لِمَ فَعَلْتَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ‏.‏
572. Ismail menceritakan pada kami: Malik menceritakan padaku: dari Muhammad bin Amr bin halhalah, Dari Humaid ibnu Malik ibnu Khutsaim, bahwa dia berkata, "Saya duduk bersama Abu Hurairah di ladangnya di Al Aqiq, lalu sekelompok kaum dari penduduk Madinah mendatanginya dengan menunggang hewan tunggangan mereka, dan kemudian mereka turun." Humaid berkata, "Lalu Abu Hurairah berkata, 'Pergilah ke ibu saya dan katakan kepadanya, bahwa sesungguhnya anakmu mengirim salam kepadamu dan mengatakan, buatkanlah kami sedikit makanan.'" Humaid berkata, "Kemudian ibunya meletakkan tiga butir sya'ir, sedikit minyak dan garam dalam piring. Lalu dia meletakkan piring tersebut di atas kepala saya, dan saya membawa piring itu kepada mereka. Tatkala saya meletakkan piring itu di hadapan mereka, Abu Hurairah bertakbir dan berkata, Segala puji bagi Allah yang telah mengenyangkan kami dari roti setelah makanan yang kami makan yang hanya kurma dan air. Makanan itu tidak mengenyangkan sedikitpun bagi kaum!' Tatkala mereka telah pergi, Abu Hurairah berkata, Wahai anak laki-laki saudaraku! Peliharalah kambingmu dengan baik, usaplah debu dari kambing itu, carilah tempat istirahatnya dan doakanlah untuknya!, karena kambing-kambing itu termasuk binatang surga. Demi Dzat yang jiwa ragaku berada pada tangan-Nya, sungguh hampir datang suatu zaman dimana sekelompok kambing lebih dicintai pemiliknya dari rumah Marwan"
Adabul Mufrad (177577)
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ خُثَيْمٍ أَنَّهُ قَالَ‏:‏ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ بِأَرْضِهِ بِالْعَقِيقِ، فَأَتَاهُ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ عَلَى دَوَابَّ، فَنَزَلُوا، قَالَ حُمَيْدٌ‏:‏ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ‏:‏ اذْهَبْ إِلَى أُمِّي وَقُلْ لَهَا‏:‏ إِنَّ ابْنَكِ يُقْرِئُكِ السَّلاَمَ وَيَقُولُ‏:‏ أَطْعِمِينَا شَيْئًا، قَالَ‏:‏ فَوَضَعَتْ ثَلاَثَةَ أَقْرَاصٍ مِنْ شَعِيرٍ، وَشَيْئًا مِنْ زَيْتٍ وَمِلْحٍ فِي صَحْفَةٍ، فَوَضَعْتُهَا عَلَى رَأْسِي، فَحَمَلْتُهَا إِلَيْهِمْ، فَلَمَّا وَضَعْتُهُ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ، كَبَّرَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَقَالَ‏:‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَشْبَعَنَا مِنَ الْخُبْزِ بَعْدَ أَنْ لَمْ يَكُنْ طَعَامُنَا إِلاَّ الأَسْوَدَانِ‏:‏ التَّمْرُ وَالْمَاءُ، فَلَمْ يُصِبِ الْقَوْمُ مِنَ الطَّعَامِ شَيْئًا، فَلَمَّا انْصَرَفُوا قَالَ‏:‏ يَا ابْنَ أَخِي، أَحْسِنْ إِلَى غَنَمِكَ، وَامْسَحْ الرُّغَامَ عَنْهَا، وَأَطِبْ مُرَاحَهَا، وَصَلِّ فِي نَاحِيَتِهَا، فَإِنَّهَا مِنْ دَوَابِّ الْجَنَّةِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ تَكُونُ الثُّلَّةُ مِنَ الْغَنَمِ أَحَبَّ إِلَى صَاحِبِهَا مِنْ دَارِ مَرْوَانَ‏.‏
573. Muhammad bin Yusuf menceritakan pada kami: Waqi menceritakan pada kami: Ismail Al-Azraq menceritakan pada kami: dari Abu Umar, dari Ibnu Hanafiyah, dari Ali RA bahwa Nabi pernah bersabda, "Seekor kambing di rumah merupakan suatu berkah, dua kambing berarti dua keberkahan dan tiga kambing berarti seperti halnya beberapa berkah"
Adabul Mufrad (177578)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ الأَزْرَقُ، عَنْ أَبِي عُمَرَ، عَنِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ الشَّاةُ فِي الْبَيْتِ بَرَكَةٌ، وَالشَّاتَانِ بَرَكَتَانِ، وَالثَّلاَثُ بَرَكَاتٌ‏.‏
574. Ismail menceritakan pada kami: Malik menceritakan padaku: dari Abu Zinad, dari Al-A'raj, Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'aiaihi wasallam bersabda, "Puncak kekufuran itu berada di Timur, kebanggaan dan kesombongan itu berada pada pemilik kuda dan unta, yang memiliki unta antara 200-1000 dan yang mengumpulkan antara kuda, unta dan bulu unta, sedangkan ketenangan itu berada pada pemilik kambing."
Adabul Mufrad (177579)
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ رَأْسُ الْكُفْرِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ، وَالْفَخْرُ وَالْخُيَلاَءُ فِي أَهْلِ الْخَيْلِ وَالإِبِلِ، الْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ، وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ‏.‏
575. Amru bin Marzuq menceritakan pada kami: Syu'bah mengabarkan pada kami: dari Umarah bin Abu Hafsah, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas berkata, "Saya heran antara anjing dan kambing. Sesungguhnya kambing disembelih setiap tahunnya begini, dan begitu dan dihadiahkan ini dan itu. Sedangkan anjing, satu anjing melahirkan begini dan begitu, tetapi kambing tetap lebih banyak darinya!"
Adabul Mufrad (177580)
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ أَبِي حَفْصَةَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ‏:‏ عَجِبْتُ لِلْكِلاَبِ وَالشَّاءِ، إِنَّ الشَّاءَ يُذْبَحُ مِنْهَا فِي السَّنَةِ كَذَا وَكَذَا، وَيُهْدَى كَذَا وَكَذَا، وَالْكَلْبُ تَضَعُ الْكَلْبَةُ الْوَاحِدَةُ كَذَا وَكَذَا وَالشَّاءُ أَكْثَرُ مِنْهَا‏.‏
576. Qutaibah menceritakan pada kami: Wahb bin Ismail menceritakan pada kami: dari Muhammad bin Qais, dari Abu Hindi Al-Hamdani, dari Abu Dhibyan, ia berkata, "Umar bin Khaththab berkata kepada saya, 'Wahai Abu Dhibyan! berapa penghasilanmu?'" Saya berkata, "Dua ribu lima ratus" Umar berkata kepada Abu Dhibyan, "Wahai Abu Dhibyan!, bertanilah dan berproduksilah sebelum budak-budak laki-laki dari Quraisy menyertaimu, pemasukan bersama mereka tidak dianggap sebagai harta."
Adabul Mufrad (177581)
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِي هِنْدَ الْهَمْدَانِيِّ، عَنْ أَبِي ظَبْيَانَ قَالَ‏:‏ قَالَ لِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ‏:‏ يَا أَبَا ظَبْيَانَ، كَمْ عَطَاؤُكَ‏؟‏ قُلْتُ‏:‏ أَلْفَانِ وَخَمْسُمِئَةٍ، قَالَ لَهُ‏:‏ يَا أَبَا ظَبْيَانَ، اتَّخِذْ مِنَ الْحَرْثِ وَالسَّابْيَاءِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلِيَكُمْ غِلْمَةُ قُرَيْشٍ، لاَ يُعَدُّ الْعَطَاءُ مَعَهُمْ مَالاً‏.‏
577. Muhammad bin Baysar menceritakan pada kami: Muhammad bin Ja'far menceritakan pada kami: Syu'bah menceritakan pada kami: Aku mendengar Abu Ishaq: Aku mendengar Abdah bin Hazn berkata, "Pemilik unta dan pemilik kambing saling berbangga diri, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Musa diutus, sedangkan dia penggembala kambing. Ibrahim diutus sedangkan dia penggembala kambing, dan saya diutus sedangkan saya penggambala kambing keluarga saya di Ajyad."
Adabul Mufrad (177582)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ، سَمِعْتُ عَبْدَةَ بْنَ حَزْنٍ يَقُولُ‏:‏ تَفَاخَرَ أَهْلُ الإِبِلِ وَأَصْحَابُ الشَّاءِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ بُعِثَ مُوسَى وَهُوَ رَاعِي غَنَمٍ، وَبُعِثَ دَاوُدُ وَهُوَ رَاعٍ، وَبُعِثْتُ أَنَا وَأَنَا أَرْعَى غَنَمًا لأَهْلِي بِأَجْيَادِ‏.‏
578. Musa bin Ismail menceritakan pada kami: Abu Awanah menceritakan pada kami: dari Umar bin Abu Salamah dari Bapaknya, Dari Abu Hurairah berkata, "Dosa besar itu ada tujuh, yang pertama adalah menyekutukan Allah, membunuh orang, menuduh zina kepada perempuan-perempuan mukmin yang menjaga diri, dan kebadui-baduian setelah hijrah."
Adabul Mufrad (177583)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ الْكَبَائِرُ سَبْعٌ، أَوَّلُهُنَّ‏:‏ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَرَمْيُ الْمُحْصَنَاتِ، وَالأعْرَابِيَّةُ بَعْدَ الْهِجْرَةِ‏.‏
579. Ahmad bin Ashim menceritakan pada kami: haiwah menceritakan pada kami: Baqiyah menceritakan pada kami: Shafwan menceritakan pada ku: aku mendengar Rasyid bin Sa'd: Aku mendengar Tsauban berkata, "Rasulullah berkata kepada saya, 'Janganlah engkau tinggal di kampung (yang jauh dari keramaian), karena penghuni kampung tersebut seperti penghuni kuburan."' Ahmad berkata, " Al Kufuur bermakna kampung.
Adabul Mufrad (177584)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَاصِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي صَفْوَانُ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَاشِدَ بْنَ سَعْدٍ يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ ثَوْبَانَ يَقُولُ‏:‏ قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏:‏ لاَ تَسْكُنِ الْكُفُورَ، فَإِنَّ سَاكِنَ الْكُفُورِ كَسَاكِنِ الْقُبُورِ قَالَ أَحْمَدُ‏:‏ الْكُفُورُ‏:‏ الْقُرَى‏.‏
Ishaq menceritakan pada kami: baqiyah mengabarkan pada kami: Shafwan menceritakan padaku: Aku mendengar Rasyid bin Sa'd: Aku mendengar Tsauban berkata: Nabi saw berkata padaku: "Wahai Tsauban, Janganlah engkau tinggal di kampung (yang jauh dari keramaian), karena penghuni kampung tersebut seperti penghuni kuburan"
Adabul Mufrad (177585)
- حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا بَقِيَّةُ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي صَفْوَانُ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ رَاشِدَ بْنَ سَعْدٍ يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ ثَوْبَانَ قَالَ‏:‏ قَالَ لِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ يَا ثَوْبَانُ، لاَ تَسْكُنِ الْكُفُورَ، فَإِنَّ سَ
580. Syarik menceritakan pada kami: dari Miqdam bin Syuraih, dari Bapaknya, berkata, "Aisyah bertanya tentang kondisi desa, Saya berkata, 'Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika itu pernah ke desa?' Aisyah menjawab, 'Ya,’ ketika itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke saluran air."'
Adabul Mufrad (177586)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنِ الْبَدْوِ قُلْتُ‏:‏ وَهَلْ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَبْدُو‏؟‏ فَقَالَتْ‏:‏ نَعَمْ، كَانَ يَبْدُو إِلَى هَؤُلاَءِ التِّلاعِ‏.‏
581. abu hafs bin Ali menceritakan pada kami: Abu Ashim menceritakan pada kami: dari Amr bin Wahab: , ia berkata, "Saya pernah melihat Muhammad bin Abdullah bin Asid apabila menaiki kuda, sedangkan ia sedang mengenakan pakaian ihram. Ia meletakkan pakaiannya di atas kedua bahunya dan juga kadang-kadang meletakkannya di atas kedua pahanya, maka saya bertanya, 'Apa yang kamu perbuat'. Dia menjawab, 'Saya pernah melihat Abdullah mengerjakan seperti ini'." (yang dimaksud adalah Abdullah bin Mas'ud).
Adabul Mufrad (177587)
حَدَّثَنَا أَبُو حَفْصِ بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ وَهْبٍ قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللهِ بْنِ أُسَيْدٍ إِذَا رَكِبَ، وَهُوَ مُحْرِمٌ، وَضَعَ ثَوْبَهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، وَوَضَعَهُ عَلَى فَخِذَيْهِ، فَقُلْتُ‏:‏ مَا هَذَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ عَبْدَ اللهِ يَفْعَلُ مِثْلَ هَذَا‏.‏
582. Abdullah bin Muhammad menceritakan pada kami: Abdur Razaq menceritakan pada kami: Ma'mar mengabarkan padaku: Muhammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdul Qari mengabarkan padaku, dari bapaknya, "Sesungguhnya Umar bin Khaththab dan seorang dari sahabat Anshar pernah duduk bersama. Abdurrahman bin Abdul Qari datang dan duduk bersama dengan keduanya, lalu Umar berkata, 'Sesungguhnya kami tidak menyukai orang yang gemar menceritakan perkataan kami (kepada orang lain)'. Maka Abdurrahman berkata, 'Saya tidak bergaul dengan mereka wahai Amirul mukminin'. Umar berkata lagi, 'Betul, akan tetapi kamu bergaul dengan orang yang di sini dan sini, tapi janganlah engkau mengungkap-ungkap perkataan kami'. Kemudian dia berkata kepada orang Anshar, Apa pendapatmu tentang orang-orangy ang membicarakan tentang orang yang akan menjadi khalifah sesudahku?' Lalu orang anshar itu menyebut beberapa sahabat dari kelompok Muhajirin, tetapi dia tidak menyebut Ali, maka Umar pun berkata, 'Apa yang dikatakan mereka tentang abu Hasan? Demi Allah, sesungguhnya dialah yang paling baik di antara mereka -jika ada pada mereka kebaikan- untuk membimbing mereka ke jalan yang benar."'
Adabul Mufrad (177588)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ وَرَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ كَانَا جَالِسَيْنِ، فَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ الْقَارِيِّ فَجَلَسَ إِلَيْهِمَا، فَقَالَ عُمَرُ‏:‏ إِنَّا لاَ نُحِبُّ مَنْ يَرْفَعُ حَدِيثَنَا، فَقَالَ لَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ‏:‏ لَسْتُ أُجَالِسُ أُولَئِكَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، قَالَ عُمَرُ‏:‏ بَلَى، فَجَالِسْ هَذَا وَهَذَا، وَلاَ تَرْفَعْ حَدِيثَنَا، ثُمَّ قَالَ لِلأَنْصَارِيِّ‏:‏ مَنْ تَرَى النَّاسَ يَقُولُونَ يَكُونُ الْخَلِيفَةَ بَعْدِي‏؟‏ فَعَدَّدَ الأَنْصَارِيُّ رِجَالاً مِنَ الْمُهَاجِرِينَ، لَمْ يُسَمِّ عَلِيًّا، فَقَالَ عُمَرُ‏:‏ فَمَا لَهُمْ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ‏؟‏ فَوَاللَّهِ إِنَّهُ لَأَحْرَاهُمْ، إِنْ كَانَ عَلَيْهِمْ، أَنْ يُقِيمَهُمْ عَلَى طَرِيقَةٍ مِنَ الْحَقِّ‏.‏
583. Musa bin Ismail menceritakan pada kami: Abu Hilal menceritakan pada kami: Al Hasan menceritakan pada kami, Bahwa seseorang wafat dengan meninggalkan anak dan budak yang dimerdekakannya (maula). Lalu dia berwasiat kepada maulanya agar mengurus anaknya. Kemudian maula tersebut tidak teledor dalam melaksanakan wasiat sehingga dia dewasa dan dinikahkan olehnya. Satu hari anak tersebut berkata kepada maula bapaknya, "Persiapkanlah saya mencari ilmu" Kemudian maula itu menyiapkan (kebutuhan)nya. Lalu dia mendatangi seorang ulama kemudian bertanya kepadanya. Ulama itu berkata, "Apabila kamu ingin pergi maka katakanlah kepada saya, niscaya saya akan mengajarimu. Lalu anak tersebut berkata, "Saya ingin keluar, maka ajarilah saya." Ulama itu berkata, "Bertakwalah kepada Allah, bersabarlah, dan jangan tergesa-gesa."
Al Hasan berkata, "Dalam masalah ini terdapat semua kebaikan. Lalu anak menghafalnya dan dia hampir tidak melupakannya, dan itu hanya tiga hal. Tatkala dia tiba di rumahnya, dia turun dari binatang tunggangannya. Namun ketika dia masuk kerumah, tiba-tiba dia melihat seseorang yang tidur yang jauh dari seorang wanita, yang ternyata istrinya sedang tidur! Dia berkata, 'Demi Allah! Saya tidak akan menunggu dengan masalah ini.' Lalu dia kembali ketunggangannya. Tatkala dia ingin mengambil pedangnya dia berkata, 'Bertakwalah kepada Allah, bersabarlah, dan jangan tergesa-gesa' lalu dia kembali. Ketika dia berdiri di atas kepalanya, dia berkata, 'Saya tidak menunggu sedikitpun dengan hal ini'. Lalu dia kembali ketunggangannya, tatkala dia ingin mengambil pedangnya dia mengingat kata tersebut, lalu balik kembali lagi. Tatkala dia berdiri di atas kepalanya, orang yang tidur tersebut terbangun. Ketika dia melihatnya, maka dia melompat kepadanya lalu dia merangkulnya dan menciumnya serta saling bertanya kepadanya seraya berkata, 'Apa yang engkau dapatkan setelah saya'. Dia (anak tersebut) menjawab, 'Demi Allah, setelah kamu saya mendapatkan kebaikan yang banyak. Demi Allah, setelah kamu saya mendapatkan bahwasanya saya berjalan pada malam hari di antara pedang dan di antara kepalamu tiga kali, lalu ilmu yang saya dapatkan menghalangi saya dari membunuh kamu."'
Adabul Mufrad (177589)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو هِلاَلٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ، أَنَّ رَجُلاً تُوُفِّيَ وَتَرَكَ ابْنًا لَهُ وَمَوْلًى لَهُ، فَأَوْصَى مَوْلاَهُ بِابْنِهِ، فَلَمْ يَأْلُوهُ حَتَّى أَدْرَكَ وَزَوَّجَهُ، فَقَالَ لَهُ‏:‏ جَهَّزْنِي أَطْلُبِ الْعِلْمَ، فَجَهَّزَهُ، فَأَتَى عَالِمًا فَسَأَلَهُ، فَقَالَ‏:‏ إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَنْطَلِقَ فَقُلْ لِي أُعَلِّمْكَ، فَقَالَ‏:‏ حَضَرَ مِنِّي الْخُرُوجُ فَعَلِّمْنِي، فَقَالَ‏:‏ اتَّقِ اللَّهَ وَاصْبِرْ، وَلاَ تَسْتَعْجِلْ‏.‏ قَالَ الْحَسَنُ‏:‏ فِي هَذَا الْخَيْرُ كُلُّهُ، فَجَاءَ وَلاَ يَكَادُ يَنْسَاهُنَّ، إِنَّمَا هُنَّ ثَلاَثٌ، فَلَمَّا جَاءَ أَهْلَهُ نَزَلَ عَنْ رَاحِلَتِهِ، فَلَمَّا نَزَلَ الدَّارَ إِذَا هُوَ بِرَجُلٍ نَائِمٍ مُتَرَاخٍ عَنِ الْمَرْأَةِ، وَإِذَا امْرَأَتُهُ نَائِمَةٌ، قَالَ‏:‏ وَاللَّهِ مَا أُرِيدُ مَا أَنْتَظِرُ بِهَذَا‏؟‏ فَرَجَعَ إِلَى رَاحِلَتِهِ، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَأْخُذَ السَّيْفَ قَالَ‏:‏ اتَّقِ اللَّهَ وَاصْبِرْ، وَلاَ تَسْتَعْجِلْ‏.‏ فَرَجَعَ، فَلَمَّا قَامَ عَلَى رَأْسِهِ قَالَ‏:‏ مَا أَنْتَظِرُ بِهَذَا شَيْئًا، فَرَجَعَ إِلَى رَاحِلَتِهِ، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَأْخُذَ سَيْفَهُ ذَكَرَهُ، فَرَجَعَ إِلَيْهِ، فَلَمَّا قَامَ عَلَى رَأْسِهِ اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ، فَلَمَّا رَآهُ وَثَبَ إِلَيْهِ فَعَانَقَهُ وَقَبَّلَهُ، وَسَاءَلَهُ قَالَ‏:‏ مَا أَصَبْتَ بَعْدِي‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَصَبْتُ وَاللَّهِ بَعْدَكَ خَيْرًا كَثِيرًا، أَصَبْتُ وَاللَّهِ بَعْدَكَ‏:‏ أَنِّي مَشَيْتُ اللَّيْلَةَ بَيْنَ السَّيْفِ وَبَيْنَ رَأْسِكَ ثَلاَثَ مِرَارٍ، فَحَجَزَنِي مَا أَصَبْتُ مِنَ الْعِلْمِ عَنْ قَتْلِكَ‏.‏
584. Abu Ma'mar menceritakan pada kami: Abdul Warits menceritakan pada kami: yunus menceritakan pada kami: dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari Asyaj Abdul Qais berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. 'Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua akhlak yang dicintai Allah.'" Saya berkata, "Apa kedua akhlak itu wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Murah hati dan rasa malu". Saya berkata, "Sudah sejak lama atau baru?" Rasulullah menjawab, "Sudah sejak lama" Saya berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah mengokohkan saya dengan dua akhlak yang dicintai-Nya."
Adabul Mufrad (177590)
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يُونُسُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَشَجِّ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ‏:‏ قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ إِنَّ فِيكَ لَخُلُقَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ، قُلْتُ‏:‏ وَمَا هُمَا يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ الْحِلْمُ وَالْحَيَاءُ، قُلْتُ‏:‏ قَدِيمًا كَانَ أَوْ حَدِيثًا‏؟‏ قَالَ‏:‏ قَدِيمًا، قُلْتُ‏:‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَبَلَنِي عَلَى خُلُقَيْنِ أَحَبَّهُمَا اللَّهُ‏.‏
585. Ali bin Abu Hisyam menceritakan pada kami: Ismail menceritakan pada kami: Said bin Abu Arubah menceritakan pada kami, dari Qatadah berkata. "Orang yang bertemu dengan rombongan yang mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Abdul Qais –Qatadah menyebutkan Abu Nadhrah- meriwayatkan hadits kepada saya dari Abu Sa'id Al Khudri berkata, 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Asyajj bin Al Qais, " Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, yaitu murah hati dan sabar.'"
Adabul Mufrad (177591)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي هَاشِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَنْ لَقِيَ الْوَفْدَ الَّذِينَ قَدِمُوا عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ، وَذَكَرَ قَتَادَةُ أَبَا نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لأَشَجِّ عَبْدِ الْقَيْسِ‏:‏ إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ‏:‏ الْحِلْمُ وَالأَنَاةُ‏.‏
586. Abdullah bin Abdul Wahab menceritakan pada kami: Bisyr bin Mufadhal mengabarkan pada kami: Qurrah menceritakan pada kami: dari Abu Jamrah: Dari Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Asyajj Abdul Qais, 'Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, yaitu, murah hati dan sabar.'"
Adabul Mufrad (177592)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قُرَّةُ، عَنْ أَبِي جَمْرَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لِلأَشَجِّ أَشَجِّ عَبْدِ الْقَيْسِ‏:‏ إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ‏:‏ الْحِلْمُ وَالأنَاةُ‏.‏
587. Qais bin Hafs menceritakan pada kami: Thalib bin Hujair Al-Abdi menceritakan pada kami: Hud bin Abdullah bin Said menceritakan pada kami: dia mendengar Kakeknya Mazidah Al Abdi, ia berkata, "Pernah datang seorang yang luka kepalanya (kepada Nabi SAW), lalu ia menggapai tangan Nabi SAW dan menciumnya, Maka Nabi berkata kepada orang itu, 'Sesungguhnya padamu terdapat dua akhlak yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya'. Ia bertanya, 'Sifat yang terpatri pada diriku karena usahaku ataukah dua akhlak yang (Allah) ciptakan untukku?' Nabi menjawab, 'Tidak, akan tetapi sifat yang merupakan usahamu sendiri'. Dia berkata, 'Puji syukur kepada Allah yang menganu-gerahkan kepadaku sifat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya."'
Adabul Mufrad (177593)
حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا طَالِبُ بْنُ حُجَيْرٍ الْعَبْدِيُّ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي هُودُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَعْدٍ، سَمِعَ جَدَّهُ مَزِيدَةَ الْعَبْدِيَّ قَالَ‏:‏ جَاءَ الأَشَجُّ يَمْشِي حَتَّى أَخَذَ بِيَدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَبَّلَهَا، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ أَمَا إِنَّ فِيكَ لَخُلُقَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ، قَالَ‏:‏ جَبْلاً جُبِلْتُ عَلَيْهِ، أَوْ خُلِقَا مَعِي‏؟‏ قَالَ‏:‏ لاَ، بَلْ جَبْلاً جُبِلْتَ عَلَيْهِ، قَالَ‏:‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَبَلَنِي عَلَى مَا يُحِبُّ اللَّهُ وَرَسُولُهُ‏.‏
588. Abu Nuaim menceritakan pada kami: Fithr menceritakan pada kami: dari abu Yahya: Aku mendengar Mujahid, dari Ibnu Abbas berkata, "Sekiranya gunung itu menganiaya gunung yang lain, maka niscaya gunung yang menganiaya itu diratakan."'
Adabul Mufrad (177594)
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا فِطْرٌ، عَنْ أَبِي يَحْيَى قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ مُجَاهِدًا، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ‏:‏ لَوْ أَنَّ جَبَلاً بَغَى عَلَى جَبَلٍ لَدُكَّ الْبَاغِي‏.‏
589. Muhammad bin Salam menceritakan pada kami: ismail bin Jafar mengabarkan pada kami: dari Muhammad bin amr dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah: Bahwa Rasulullah saw bersabda: "Surga dan neraka saling berdebat: Neraka berkata: yang masuk padaku adalah yang sombong dan perusak. Surga berkata : "Tak ada yang masuk padaku kecuali kaum dhuafa dan miskin. Berkata Allah swt kepada neraka: engkau adalah adzabku, denganmu aku menyiksa siapa yang Aku kehendaki, dan berkata kepada Surga: engkau rahmatku, dengan mu aku merahmati yang aku kehendaki.
Adabul Mufrad (177595)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ احْتَجَّتِ النَّارُ وَالْجَنَّةُ، فَقَالَتِ النَّارُ‏:‏ يَدْخُلُنِي الْمُتَكَبِّرُونَ وَالْمُتَجَبِّرُونَ‏.‏ وَقَالَتِ الْجَنَّةُ‏:‏ لاَ يَدْخُلُنِي إِلاَّ الضُّعَفَاءُ الْمَسَاكِينُ‏.‏ فَقَالَ لِلنَّارِ‏:‏ أَنْتِ عَذَابِي، أَنْتَقِمُ بِكِ مِمَّنْ شِئْتُ، وَقَالَ لِلْجَنَّةِ‏:‏ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ شِئْتُ‏.‏
590. Utsman bin Shalih menceritakan pada kami: Abdullah bin Wahb mengabarkan pada kami: abu Hani al Haulani menceritakan pada kami: dari abu Ali Al-Janbi, dari Fadhalah ibnu Ubaid, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. 'Tiga orang yang tidak ditanya oleh Allah, Seseorang yang memisahkan diri dari jama'ah dan tidak taat kepada imamnya (pemimpinnya) lalu dia meninggal termasuk orang yang bermaksiat, maka dia tidak ditanya (Allah), seorang budak lelaki dan perempuan yang melarikan diri dari majikannya, serta seorang perempuan yang ditinggalkan oleh suaminya dan dicukupi biaya hidup dunianya, lalu dia ke luar rumah seenaknya dalam perbuatan maksiat. Tiga orang yang tidak ditanya oleh Allah, Seseorang yang dilepaskan oleh Allah selendangnya karena selendangnya adalah kesombongan dan bajunya adalah keangkuhan, seseorang yang ragu dalam (melaksanakan) perintah Allah, dan putus asa terhadap rahmat-Nya."
Adabul Mufrad (177596)
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلاَنِيُّ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْجَنْبِيِّ، عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ ثَلاَثَةٌ لاَ يُسْأَلُ عَنْهُمْ‏:‏ رَجُلٌ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ وَعَصَى إِمَامَهُ فَمَاتَ عَاصِيًا، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْهُ، وَأَمَةٌ أَوْ عَبْدٌ أَبِقَ مِنْ سَيِّدِهِ، وَامْرَأَةٌ غَابَ زَوْجُهَا، وَكَفَاهَا مَؤُونَةَ الدُّنْيَا فَتَبَرَّجَتْ وَتَمَرَّجَتْ بَعْدَهُ‏.‏ وَثَلاَثَةٌ لاَ يُسْأَلُ عَنْهُمْ‏:‏ رَجُلٌ نَازَعَ اللَّهَ رِدَاءَهُ، فَإِنَّ رِدَاءَهُ الْكِبْرِيَاءُ، وَإِزَارَهُ عِزَّهُ، وَرَجُلٌ شَكَّ فِي أَمْرِ اللهِ، وَالْقُنُوطُ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ‏.‏
591. Hamid bin Umar menceritakan pada kami: Bakar bin Abdul Aziz menceritakan pada kami: dari bapaknya dari kakeknya (Abu Bakarah) dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Setiap dosa akan diakhirkan (siksanya) oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya sampai hari kiamat kecuali perbuatan aniaya durhaka terhadap kedua orang tua atau memutus tali silaturrahim, maka Allah menyegerakan (siksanya) kepada pelakunya di dunia sebelum meninggal."
Adabul Mufrad (177597)
حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بَكَّارُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ كُلُّ ذُنُوبٍ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، إِلاَّ الْبَغْيَ، وَعُقُوقَ الْوَالِدَيْنِ، أَوْ قَطِيعَةَ الرَّحِمِ، يُعَجِّلُ لِصَاحِبِهَا فِي الدُّنْيَا قَبْلَ الْمَوْتِ‏.‏
592. Muhammad bin Ubaid bin Maimun menceritakan pada kami: Miskin bin Bukair Al-Hadza Al-Harani menceritakan pada kami: dari Ja'far bin Burqan, dari Yazid bin Al-Asham: Aku mendengar Abu Hurairah berkata, "Salah seorang di antara kamu melihat kotoran di mata saudaranya dan melupakan sesuatu yang besar di mata sendiri." Abu Ubaid berkata, "Al Jidzl adalah kayu yang tinggi dan besar".
Adabul Mufrad (177598)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ مَيْمُونٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مِسْكِينُ بْنُ بُكَيْرٍ الْحَذَّاءُ الْحَرَّانِيُّ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ الأَصَمِّ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ‏:‏ يُبْصِرُ أَحَدُكُمُ الْقَذَاةَ فِي عَيْنِ أَخِيهِ، وَيَنْسَى الْجِذْلَ، أَوِ الْجِذْعَ، فِي عَيْنِ نَفْسِهِ‏.‏ قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ‏:‏ الْجِذْلُ‏:‏ الْخَشَبَةُ الْعَالِيَةُ الْكَبِيرَةُ‏.‏
593. Abdullah bin Muhammad menceritakan pada kami: Khalil bin Ahmad menceritakan pada kami: Mustanir bin Akhdhar menceritakan pada kami: Muawiyah bin Qurrah menceritakan pada kami, ia berkata, "Saya bersama Ma'qil Al Muzani, lalu dia menyingkirkan duri dari jalan. Kemudian saya melihat sesuatu dan saya segera menyingkirkannya. Kemudian dia berkata "Apa yang mendorong engkau untuk melakukan hal itu wahai anak saudara saya (Ibnu Akhi)?"' Muawiyah bin Qurrah menjawab, 'Saya melihat engkau melakukan sesuatu, maka saya meniru untuk melakukan sesuatu." Kemudian Ma'qil berkata, "Bagus, engkau telah berbuat baik wahai Ibnu Akhi! Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Barang siapa menyingkirkan duri dari jalan yang dilalui orang-orang Islam maka pasti ditulis baginya suatu kebaikan, serta barang siapa kebaikannya diterima maka dia pasti masuk surga."'
Adabul Mufrad (177599)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْخَلِيلُ بْنُ أَحْمَدَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْمُسْتَنِيرُ بْنُ أَخْضَرَ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ قُرَّةَ قَالَ‏:‏ كُنْتُ مَعَ مَعْقِلٍ الْمُزَنِيِّ، فَأَمَاطَ أَذًى عَنِ الطَّرِيقِ، فَرَأَيْتُ شَيْئًا فَبَادَرْتُهُ، فَقَالَ‏:‏ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ يَا ابْنَ أَخِي‏؟‏ قَالَ‏:‏ رَأَيْتُكَ تَصْنَعُ شَيْئًا فَصَنَعْتُهُ، قَالَ‏:‏ أَحْسَنْتَ يَا ابْنَ أَخِي، سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ مَنْ أَمَاطَ أَذًى عَنْ طَرِيقِ الْمُسْلِمِينَ كُتِبَ لَهُ حَسَنَةٌ، وَمَنْ تُقُبِّلَتْ لَهُ حَسَنَةٌ دَخَلَ الْجَنَّةَ‏.‏
594. Amru bin Khalid menceritakan pada kami: Dhimam bin Ismail menceritakan pada kami: aku mendengar Musa bin Wardan, Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Saling memberi hadiahlah kalian, maka niscaya kalian saling mencintai."
Adabul Mufrad (177600)
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ضِمَامُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ مُوسَى بْنَ وَرْدَانَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ تَهَادُوا تَحَابُّوا‏.‏
595. Musa menceritakan pada kami: Sulaiman bin Al-Mughirah menceritakan pada kami: dari Tsabit, Suatu ketika Anas berkata, "Wahai anak saya! saling memberilah kalian, karena sesungguhnya (saling memberi) itu akan lebih mengeratkan hubungan diantara kalian."
Adabul Mufrad (177601)
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ، عَنْ ثَابِتٍ قَالَ‏:‏ كَانَ أَنَسٌ يَقُولُ‏:‏ يَا بَنِيَّ، تَبَاذَلُوا بَيْنَكُمْ، فَإِنَّهُ أَوَدُّ لِمَا بَيْنَكُمْ‏.‏
596. Ahmad bin Khalid menceritakan pada kami: Muhammad bin Ishaq menceritkan pada kami: dari Said bin Abu Said, dari Bapaknya, dari Abu Hurairah berkata, "Seseorang dari bani Fazarah memberikan hadiah kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seekor unta, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggantinya, ternyata dia marah. Kemudian saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di atas mimbar bersabda, 'Salah seorang di antara kamu memberi hadiah, lalu saya menggantikannya hanya sebesar apa yang saya miliki, kemudian dia membenci penggantian tersebut. Demi Allah!, Saya tidak akan menerima hadiah dari orang Arab setelah tahunku ini kecuali dari orang Quraisy atau kaum Anshar, atau bani Tsaqif atau bani Daus."
Adabul Mufrad (177602)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ‏:‏ أَهْدَى رَجُلٌ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَاقَةً، فَعَوَّضَهُ، فَتَسَخَّطَهُ، فَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ‏:‏ يَهْدِي أَحَدُهُمْ فَأُعَوِّضُهُ بِقَدْرِ مَا عِنْدِي، ثُمَّ يَسْخَطُهُ وَايْمُ اللهِ، لاَ أَقْبَلُ بَعْدَ عَامِي هَذَا مِنَ الْعَرَبِ هَدِيَّةً إِلاَّ مِنْ قُرَشِيٍّ، أَوْ أَنْصَارِيٍّ، أَوْ ثَقَفِيٍّ، أَوْ دَوْسِيٍّ‏.‏
597. Ahamad bin Yunus menceritakan pada kami: Zuhair menceritakan pada kami: Manshur menceritakan pada kami: dari Rib'i bin Hiras: Abu Mas'ud Uqbah menceritakan pada kami: ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Sesungguhnya diantara kata-kata yang diterima oleh manusia dari perkataan para nabi adalah, apabila engkau tidak mempunyai rasa malu, maka lakukanlah apa saja yang engkau kehendaki.'"
Adabul Mufrad (177603)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ، عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو مَسْعُودٍ عُقْبَةُ قَالَ‏:‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسَ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ‏:‏ إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ‏.‏
Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya