Tafsir Al-Qur'an - Tafsir At-Thabari

Penjelasan tentang Bahasa Al Qur'an yang Terdiri dari Beberapa Bahasa Arab


Abu Ja’far berkata: Kami telah menjelaskan dalil bahwa Allah telah menurunkan seluruh Al Qur'an dengan bahasa Arab, bukan dengan bahasa lain.

Pendapat yang mengatakan bahwa di dalam Al Qur'an terdapat bahasa selain Arab, tidaklah benar.

Sekarang kami katakan: Jika hal itu benar adanya, lalu dengan bahasa Arab yang mana Al-Qur'an diturunkan? Apakah dengan seluruh ragam bahasa Arab? Atau dengan sebagiannya saja? Karena bangsa Arab —meskipun mereka semua adalah satu nama "Arab"— akan tetapi mereka banyak berbeda dalam dialek pembicaraan dan pengungkapan.

Jika demikian halnya, sementara Allah telah menginformasikan bahwa Dia telah menjadikan Al-Qur'an berbahasa Arab yang fasih, kemudian dzahirnya berkemungkinan khusus dan umum, maka tidak ada jalan lain bagi kita untuk mengetahui maksud Allah dari yang khusus dan yang umum kecuali dengan penjelasan orang yang ditugaskan untuk menjelaskannya, yaitu Rasulullah .

Berikut ini riwayat-riwayat dari Rasulullah yang menjelaskan hal tersebut

[6]. Khalad bin Aslam menceritakan kepada kami, dia berkata: Anas bin Iyadh menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Abu Salamah, dia berkata: Aku tidak mengetahuinya kecuali dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda,

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، فَالْمِرَاءُ فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَمَا عَرَفْتُمْ مِنْهُ فَاعْمَلُوا بِهِ، وَمَا جَهِلْتُمْ مِنْهُ فَرُدُّوهُ إِلَى عَالِمِهِ

"Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf, maka bersengketa dalam Al-Qur'an adalah kufur —disebutkan juga sebanyak tiga kali—. Apa yang kalian ketahui darinya amalkanlah, dan apa yang tidak kalian ketahui darinya tanyakanlah kepada orang yang mengetahuinya."

[7]. Ubaid bin Asbad bin Muhammad menceritakan kepadaku, dia berkata Bapakku menceritakan kepadaku dari Muhammad bin Amru, dan Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda,

أَنْزَلَ الْقُرْآنَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ عَلِيمٌ حَكِيمٌ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Al-Qur'an diturunkan atas tujuh huruf, ‘Alim, Hakim, Ghafur, Rahim."

[8]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdah bin Sulaiman menceritakan kepadaku dari Muhammad bin Amru, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah , sama sepertinya.

[9]. Muhamad bin Humaid Ar-Razi menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir bin Abdul Hamid menceritakan kepada kami dari Mughirah dari Washil bin Hayyan dari yang disebutkannya, dari Abu Al Ahwash dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: Rasulullah bersabda.

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، لِكُلِّ حَرْفٍ مِنْهَا ظَهْرٌ وَبَطْنٌ، وَلِكُلَّ حَرْفٍ حَدٌّ، وَلِكُلِّ حَدٍّ مُطَّلَعٌ

"Al-Qur'an diturunkan atas tujuh huruf, yang setiap huruf darinya memiliki zhahir dan batin, dan setiap huruf memiliki batas, dan setiap batas memiliki permulaan"

[10]. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami dia berkata: Mihran menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Ibrahim Al Hijri, dari Abu AJ Ahwash, dan Abdullah bin Mas’ud, dari Rasulullah , semisalnya.

[11]. Abu Karib Muhammad bin Al Ala‘ menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Bakar bin Iyasy menceritakan kepada kami, dia berkata: Ashim menceritakan kepada kami dari Zirr, dari Abdullah, dia berkata: Ada dua orang yang bersengketa tentang sebuah surah, maka yang satu berkata, "Orang yang membacakannya kepadaku adalah Rasulullah ." Orang yang satu lagi berkata, "Orang yang membacakannya kepadaku adalah Rasulullah ." Dia lalu mendatangi Rasulullah dan memberitahukan hal tersebut Kemudian berubahlah raut wajah beliau, dan di sisi beliau terdapat seorang laki-laki, beliau pun bersabda,

اقْرَءُوا كَمَا عَلِمْتُمْ فَلَا أَدْرِي أَبِشَيْءٍ أُمِرَ أَمْ بِشَيْءٍ ابْتَدَعَهُ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ اخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ

"Bacalah seperti yang kalian ketahui —aku tidak mengetahui apakah dia (membacanya) sesuai dengan yang diperintahkan, atau dibuat-buatnya sendiri— sungguh penyebab kebinasaan orang-orang sebelum kalian adalah karena persengketaan mereka terhadap para nabi mereka. "

Lalu bangkitlah setiap orang di antara kami, dan masing-masing memiliki bacaan yang tidak sesuai dengan bacaan temannya. Atau artinya seperti itu.

[12]. Sa’id bin Yahya bin Sa’id Al Umawi menceritakan kepada kami, dia berkata: Bapakku menceritakan kepada kami, dia berkata Al A'masy menceritakan kepada kami dan Ahmad bin Mani' menceritakan kepadaku, dia berkata: Yahya bin Sa’id Al Umawi menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Ashim dari Zirr bin Hubaisy, dia berkata: Abdullah bin Mas’ud berkata: Kami pernah berselisih tentang sebuah surah, lalu kami mengatakan bahwa dia terdiri dari 35 atau 36 ayat. Kami pun menemui Rasulullah , dan tiba-tiba kami mendapati Ali memanggil beliau. Kami lalu mengatakan bahwa kami berselisih pendapat dalam hal bacaan. Wajah Rasulullah pun memerah, dan beliau bersabda,

إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، بِاخْتِلَافِهِمْ بَيْنَهُمُ

"Sungguh, kebinasaan orang-orang sebelum kalian adalah karena perselisihan mereka di antara mereka sendiri."

Beliau kemudian membisikkan sesuatu kepada Ali, lalu Ali berkata kepada kami, "Sesungguhnya Rasulullah memerintahkan kalian untuk membaca seperti yang diajarkan kepada kalian."

[13]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Ubaidillafa bin Musa menceritakan kepada kami dari Isa bin Qirthas, dari Zaid Al Qashar, dari Zaid bin Arqam, ia berkata: Kami bersamanya di masjid, dan dia bercerita kepada kami untuk beberapa saat, kemudian berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lalu berkata, "Abdullah bin Mas’ud mengajarkan bacaan sebuah surah kepadaku. Zaid juga mengajarkannya kepadaku. Ubai bin Ka’b juga mengajarkannya kepadaku. Bacaan mereka berbeda-beda, maka bacaan siapa yang aku ikuti?" Rasulullah lalu terdiam, sedangkan Ali saat itu ada di sisi beliau, maka berkatalah Ali, "Hendaknya setiap orang membaca sesuai yang diajarkan kepadanya, karena semuanya baik dan indah."

[14]. Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Yunus memberitahukan kepadaku dari Ibnu Syihab, dia berkata: Urwah bin Az-Zubair memberitahukan kepadaku bahwa Miswar bin Makhramah dan Abdurrahman bin Abdul Qari memberitahukan kepadanya bahwa keduanya pemah mendengar Umar bin Khaththab berkata: Aku pernah mendengar Hisyam bin Hakim membaca surah Al Furqaan pada masa Rasulullah , lalu aku pun mendengarkan bacaannya, dan tiba-tiba dia membacanya dengan huruf yang banyak, yang belum pemah diajarkan Rasulullah kepadaku, maka aku hampir saja menghentikan shalatnya, namun aku bersabar menunggunya hingga salam, dan setelah dia mengucapkan salam, aku langsung menarik selendangnya dan aku katakan, "Siapa yang mengajarimu membaca surah seperti yang aku dengar kamu membacanya tadi?" Dia menjawab, "Orang yang mengajariku membacanya adalah Rasulullah " Aku berkata, "Kamu bohong, demi Allah! Sungguh, Rasulullahlah yang mengajariku membaca surah yang baru saja aku dengar kau membacanya."

Aku pun pergi membawanya kepada Rasulullah , dan aku katakan, "Wahai Rasulullah, aku mendengar orang ini membaca surah Al Furqaan dengan sejumlah huruf yang tidak pemah engkau ajarkan kepadaku, padahal engkaulah yang mengajarkan surah Al Furqan kepadaku" Rasulullah lalu bersabda,

«أَرْسِلْهُ يَا عُمَرُ اقْرَأْ يَا هِشَامُ» فَقَرَأَ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةَ الَّتِي سَمِعْتُهُ يَقْرَؤُهَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَكَذَا أُنْزِلَتْ» . ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اقْرَأْ يَا عُمَرُ» ، فَقَرَأْتُ الْقِرَاءَةَ الَّتِي أَقْرَأَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَكَذَا أُنْزِلَتْ» . ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهَا»

"Lepaskan dia, wahai Umar! Bacalah wahai Hisyam. ". Dia pun membaca seperti bacaan yang aku dengar dia baca sebelumnya. Rasulullah lalu bersabda, "Demikianlah dia diturunkan. Sekarang bacalah wahai Umar. " Aku pun membacanya (sesuai yang Rasulullah ajarkan kepadaku), lalu Rasulullah bersabda, "Demikianlah dia diturunkan" Rasulullah kemudian bersabda, "Sesungguhnya Al-Qur'an ini diturunkan atas tujuh huruf (bacaan), maka bacalah apa yang mudah darinya."

[15]. Ahmad bin Manshur menceritakan kepadaku, dia berkata: Abdush-Shamad bin Abdul Warits menceritakan kepada kami, dia berkata: Harb bin Abi Tsabit dari bani Salim menceritakan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah menceritakan kepada kami dari bapaknya, dari kakeknya, dia berkata: Ada seorang laki-laki membaca Al-Qur'an di sisi Umar bin Khaththab dan melakukan perubahan padanya, maka Umar berkata, "Sungguh, aku telah membaca atas Rasulullah namun beliau tidak merubahnya atasku."

Keduanya pun bersengketa di sisi Rasulullah , lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah, bukankah engkau telah mengajariku ayat ini dan ini?" Beliau menjawab, " Ya." Lalu ada sesuatu (keraguan) di dalam diri Umar, dan Rasulullah pun mengetahuinya melalui raut wajah Umar, maka beliau menepuk dada Umar seraya bersabda, "Awas (pergilah) syetan??" —sebanyak tiga kali— kemudian bersabda,

يَا عُمَرُ، إِنَّ الْقُرْآنَ كُلَّهُ صَوَابٌ، مَا لَمْ تَجْعَلْ رَحْمَةً عَذَابًا، أَوْ عَذَابًا رَحْمَةً

"Wahai Umar, sesungguhnya Al-Qur'an itu semuanya benar, selama engkau tidak menjadikan (ayat) rahmat menjadi adzab atau (ayat) adzab menjadi rahmat."

[16]. UbaidiIiah bin Muhammad Al Faiyabi mencernakan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Maimun menceritakan kepada kami, dia berkata Ubaidillah -yakni Ibnu Umar- menceritakan kepada kami dan Nafi, dari Ibnu Umar, dia berkata: Umar bin Khathihab pernah mendengar seorang laki-laki membaca Al-Qur'an, lalu dia mendengar suatu ayat yang belum pernah didengarnya dari Rasulullah , maka dia mengajaknya menemui Rasulullah , dan berkata, "Wahai Rasulullah, orang ini membaca demikian dan demikian "Rasulullah lalu bersabda,

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، كُلُّهَا شَافٍ كَافٍّ

"Al-Qur'an ini diturunkan atas tujuh huruf, semuanya menyembuhkan dan mencukupi. "

[17]. Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb memberitahukan kepada kami, dia berkata: Hisyam bin Sa'd memberitahukan kepadaku dari Ali bin Abi Ali, dari Zubaid dari Alqamah An-Nakh’i, ia berkata: Ketika Abdullah bin Mas’ud keluar dari Kufah, berkumpullah para sahabatnya untuk melepasnya, kemudian berkata, "Janganlah kalian bersengketa dalam Al-Qur'an, karena dia tidak akan berselisih, tidak akan lenyap, dan tidak akan berubah karena banyaknya penolakan. Syariat Islam, hukum-hukumnya, dan kewajiban-kewajibannya adalah satu di dalamnya. Jika ada sesuatu dari dua huruf mencegah dari sesuatu yang diperintahkan oleh yang lain, maka itulah pertentangan, akan tetapi dia menggabungkan itu semuanya. Tidak ada hukum, kewajiban, dan sesuatu pun dari syariat Islam yang bertentangan di dalamnya. Aku telah menyaksikan kami mempersengketakannya di hadapan Rasulullah , lalu beliau menyuruh kami dan kami pun membacanya, lalu beliau memberitahukan kami bahwa kami semua bagus. Jika aku mengetahui ada seseorang yang lebih tahu tentang apa yang diturunkan Allah atas Rasulullah maka aku akan mencarinya, agar menambah ilmuku, dan aku telah membaca dari lisan Rasulullah sebanyak tujuh puluh surah. Aku mengetahui bahwa beliau didiktekan Al-Qur'an setiap bulan Ramadhan sampai pada tahun wafatnya beliau, maka disimakkan kepada beliau sebanyak dua kali. Manakala selesai, aku membacakannya kepada beliau, dan beliau pun memberitahukan bahwa aku bagus, jadi, barangsiapa membaca menurut bacaanku, janganlah sekali-kali dia meninggalkannya karena merasa enggan darinya, dan barangsiapa yang membaca satu huruf dari huruf-huruf ini maka janganlah sekali-kali meninggalkannya lantaran merasa enggan terhadapnya, karena barangsiapa mengingkari sebuah ayat, berarti telah mengingkari keseluruhan ayat.

[18]. Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, dia berkata; Ibnu Wahb memberitahukan kepada kami, dia berkata; Yunus memberitahukan kepadaku, Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata; Rusydin bin Sa'd menceritakan kepada kami dari Uqail bin Khalid, semuanya dari Ibnu Syihab, dia berkata: Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah menceritakan kepadaku, Ibnu Abbas menceritakan kepadanya: Rasulullah bersabda,

أَقْرَأَنِي جِبْرِيلُ عَلَى حَرْفٍ، فَرَاجَعْتُهُ، فَلَمْ أَزَلْ أَسْتَزِيدُهُ فَيَزِيدُنِي، حَتَّى انْتَهَى إِلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

"Jibril mengajariku membaca atas satu huruf, maka aku pun senantiasa mengulanginya, dan masih saja aku meminta tambahan kepadanya hingga dia menambahiku sampai selesai pada tujuh huruf."

Ibnu Syihab berkata: Aku mendengar bahwa tujuh huruf tersebut adalah dalam perkara yang menjadi satu, bukan perselisihan dalam hal halal dan haram.

[19]. Muhammad bin Abdullah bin Abu Mukhallad Al Wasiti dan Yunus bin Abdul A’la Ash-Shadafi menceritakan kepadaku, keduanya berkata-Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Ubaidilah, bapaknya memberitahukan kepadanya, Ummu Ayyub memberitahukan kepadanya, bahwa Rasulullah bersabda,

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، أَيَّهَا قَرَأْتَ أَصَبْتَ

"Al-Qur'an diturunkan atas tujuh huruf, dan dengan yang mana saja kau membaca maka kamu (bacaanmu) benar. "

[20]. Ismail bin Musa As-Suddi menceritakan kepada kami, dia berkata: Syarik memberitahukan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Sulaiman bin Shard secara marfu', beliau bersabda,

أَتَانِي مَلَكَانِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا: اقْرَأْ. قَالَ: عَلَى كَمْ؟ قَالَ: عَلَى حَرْفٍ، قَالَ: زِدْهُ، حَتَّى انْتَهَى بِهِ إِلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

"Dua malaikat mendatangiku dan salah satu dari keduanya berkata, 'Bacalah'. Dia bertanya, ‘Dengan berapa huruf (cara baca)?' Dia menjawab, 'Atas satu huruf’. Dia berkata, ‘Tambahlah Hingga selesai pada tujuh huruf."

[21]. Ibnu Barqa menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Maryam menceritakan kepada kami, dia berkata: Nafi bin Yazid menceritakan kepada kami, dia berkata: Aqil bin Khalid menceritakan kepadaku dari Ibnu Syihab, dari Ubaidillah, dari Abdullah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda,

أَقْرَأَنِي جِبْرِيلُ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ، فَاسْتَزَدْتُهُ فَزَادَنِي، ثُمَّ اسْتَزَدْتُهُ فَزَادَنِي، حَتَّى انْتَهَى إِلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

"Jibril mengajariku membaca Al-Qur'an atas satu huruf, lalu aku meminta tambahan kepadanya dan dia menambahiku. Kemudian aku meminta tambahan lagi kepadanya, dan dia menambahiku hingga selesai pada tujuh huruf "

[22]. Ar-Rabi ’ bin Sulaiman menceritakan kepadaku, dia berkata, Asad bin Musa menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Ubaidillah bin Abu Yazid, dari bapaknya, bahwa dia mendengar Ummu Ayyub bercerita tentang Nabi , lalu dia menyebutkan hadits yang sama, yaitu hadits Ibnu Abi Mukhallad.

[23]. Ar-Rabi’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Asad menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Rabi' As-Siman menceritakan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Abu Yazid menceritakan kepadaku dari bapaknya, dari Ummu Ayyub, bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda,

نَزَلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، فَمَا قَرَأْتَ أَصَبْتَ

"Al-Qur'an turun atas tujuh huruf, dan mana saja yang kau baca maka kau benar. "

[24]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Adam menceritakan kepadaku, dia berkata: Israil menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari fulan Al Abdi.

Abu Ja’far berkata: Namanya hilang dariku —dari Sulaiman bin Shard dari Ubai bin Ka’b— 'dia berkata: Aku pergi ke masjid lalu mendengar seseorang membaca Al-Qur'an, maka aku berkata, "Siapa yang mengajarimu membaca?" Dia menjawab, "Rasulullah ." Aku pun pergi membawanya menghadap Rasulullah , dan aku katakan "Tolong, suruhlah dia membaca." Dia pun membaca, lalu beliau bersabda "Bagus". Aku pun berkata "Sesungguhnya engkau telah mengajariku begini dan begini." Beliau lalu bersabda "Engkau juga bagus". Aku pun berkata ‘Engkau bagus, engkau bagus" Rasulullah lalu menepukkan tangannya ke dadaku, dan bersabda "Ya Allah, buanglah keraguan dari diri Ubai.". Keringatku pun mengalir dan aku merasa ketakutan " Beliau lalu bersabda.

إِنَّ الْمَلَكَيْنِ أَتَيَانِي، فَقَالَ أَحَدُهُمَا: اقْرَأِ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ. وَقَالَ الْآخَرُ: زِدْهُ، قَالَ: فَقُلْتُ زِدْنِي، قَالَ: اقْرَأْهُ عَلَى حَرْفَيْنِ، حَتَّى بَلَغَ سَبْعَةَ أَحْرُفٍ، فَقَالَ: اقْرَأْ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

"Sungguh, dua malaikai mendatangiku dan salah satunya berkata, 'Bacalah Al-Qur'an atas satu huruf '. Malaikat yang lainnya berkata "Tambaklah", Aku lalu berkata. ‘Tambahkanlah padaku '. Diaa berkata. ‘Bacalah atas dua huruf’ Hingga akhirnya mencapai tujuh huruf, dan dia berkata. ‘Bacalah atas tujuh huruf'."

[25]. Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, dia berkata Ibnu Abi Udai menceritakan kepada kami, Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata Muhammad bin Maimun As-Za'farani menceritakan kepada kami semuanya dari Hamid Ath-Thawil, dari Anas bin Malik dan Ubar bin Ka’b, dia berkata,‘’Tidak pernah hatiku merasa ragu sejak aku masuk Islam, kecuali ketika aku membaca suatu ayat lalu seseorang membacanya dengan cara yang tidak sama dengan bacaanku." Aku katakan, "Orang yang mengajariku membaca adalah Rasulullah " Orang tersebut berkata, "Orang yang mengajariku membaca juga Rasulullah "

Aku pun pergi mendatangi Rasulullah , dan aku katakan, ‘Bukankah engkau telah mengajariku ayat ini dan ini?" Beliau menjawab ,‘Ya'. Orang tersebut berkata, "Bukankah engkau telah mengajariku ayat ini dan ini." Beliau menjawab, "Ya, sesungguhnya Jibril dan Mikail mendatangiku lalu Jibril duduk di sisi kananku dan Mikail di sisi kiriku. Jibril berkala, ‘Bacalah Al-Qur'an atas satu huruf. Mikail berkata ‘Mintalah tambahan padanya. Jibril berkala, ‘Bacalah Al-Qur'an atas dua huruf’. Mikail berkata, ‘Mintalah tambahan padanya Hingga akhirnya menjadi enam atau tujuh (bacaan)."

Terdapat keraguan pada Abu Karib, sementara Ibnu Basyar menyebutkan dalam haditsnya: Hingga dia menjadi tujuh huruf (bacaan) —tanpa ragu-ragu— dan semuanya adalah menyembuhkan lagi mencukupi."

Redaksi hadits ini adalah menurut Abu Karib.

[26]. Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepadaku, dia berkata, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata- Yahya bin Ayyub memberitahukan kepadaku dari Hamid Ath-Thawil, dari Anas bin Malik dari Ubai bin Ka’b, dari Rasulullah , sama sepertinya.

Dalam hadits disebutkan, "hingga meajadi enam huruf", dia berkata "Bacalah atas tujuh huruf, karena semuanya itu sudah memadai dan mencukupi"

[27]. Muhammad bin Marzuq menceritakan kepada kami, dia berkata Abu Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata Hammad bin Salamah menceruitakan kepada kami dari Humaid dari Anas bin Malik dari Ubadah bin Shamit. dari Ubai bin Ka'b, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda.

أُنْزِلَ الْقُرْآنُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

"Al Qur an ini diturunkan atas tujuh huruf"

[28]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Husain bin Ali dan Abu Usamah menceritakan kepada kami dari Zaidah dari Ashim dari Zirr, dari Ubai, dia berkata Rasulullah bertemu Jibril di Ahjaru mara' (batu tempat perdebatan), lalu beliau bersabda

إِنِّي بُعِثْتُ إِلَى أُمَّةٍ أُمِّيِّينَ، مِنْهُمُ الْغُلَامُ وَالْخَآدَمَ وَالشَّيْخُ الْفَانِي وَالْعَجُوزُ. فَقَالَ جِبْرِيلُ: فَلْيَقْرَءُوا الْقُرْآنَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ

"Sesungguhnya aku diutus kepada umat yang ummi (tidak dapat membaca dan menulis), dan di antara mereka ada anak kecil, pembantu, orang tua yang renta, serta orang yang lemah. Jibril berkata, 'Hendaklah mereka membaca Al-Qur'an atas tujuh huruf’. "

Ini redaksi milik Abu Usamah.

[29]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Numair menceritakan kepada kami, dia berkata: Ismail bin Abu Khalid menceritakan kepada kami, Abdul Hamid bin Bayan Al Qanad menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Yazid Al Wasithi menceritakan kepada kami dari Ismail, dari Abdullah bin Isa bin Abdurrahman bin Abu Laila, dari kakeknya, dari Ubai bin Ka’b, dia berkata: Suatu ketika aku di masjid, lalu seseorang masuk dan melaksanakan shalat. Tiba-tiba dia membaca dengan suatu bacaan yang aku ingkari, kemudian seseorang yang lain masuk dan membaca dengan bacaan yang tidak sama dengan orang yang pertama, maka kami bertiga menghadap kepada Rasulullah . Aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, orang ini membara dengan bacaan yang aku ingkari". Orang itu lalu masuk dan membaca dengan bacaan yang tidak sama dengan yang pertama. Rasulullah kemudian menyuruh keduanya untuk membaca, maka keduanya pun membaca. Rasulullah lalu memuji bacaan keduanya, maka timbullah rasa ragu (tidak percaya) dalam diriku yang lebih dahsyat dari ketika masa jahiliyah dulu. Ketika Rasulullah melihat apa yang aku rasakan, beliau menepukkan (tangannya) ke dadaku, maka mengalirlah keringatku seakan-akan aku melihat kepada Allah dengan penuh ketakutan dan beliau bersabda kepadaku

يَا أُبَيُّ، أُرْسِلَ إِلَيَّ أَنِ اقْرَأِ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ، فَرَدَدْتُ عَلَيْهِ: أَنْ هَوِّنْ عَلَى أُمَّتِي، فَرَدَّ عَلَيَّ فِي الثَّانِيَةِ: أَنِ اقْرَأِ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ، فَرَدَدْتُ عَلَيْهِ: أَنْ هَوِّنْ عَلَى أُمَّتِي، فَرَدَّ عَلَيَّ فِي الثَّالِثَةِ: أَنِ اقْرَأْهُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، وَلَكَ بِكُلِّ رَدَّةٍ رَدَدْتُكَهَا مَسْأَلَةٌ تَسْأَلَنِيهَا، فَقُلْتُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّتِي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّتِي، وَأَخَّرْتُ الثَّالِثَةَ لِيَوْمٍ يَرْغَبُ إِلَيَّ فِيهِ الْخَلْقُ كُلُّهُمْ حَتَّى إِبْرَاهِيمُ

"Wahai Ubai, lelah diutus (Jibril) kepadaku agar aku membaca Al-Qur'an atas satu huruf, lalu aku memohon kepadamya untuk diberikan keringanan atas umatku, lalu dia menjawabku pada kali yang kedua, 'Bacalah Al-Qur'an atas satu huruf". Aku lalu memohon kepadanya agar diberikan keringanan atas umatku, maka dia menjawabku pada kali yang ketiga, ‘bacalah Al-Qur'an atas tujuh huruf, dan bagimu (dijanjikan) doa dan setiap permohonanmu kepadaku. Aku lalu berkata, ’Ya Allah, ampunilah umatku. Ya Allah, ampunilah umatku. Aku akhirkan (doa) yang ketiga untuk suatu hari yang saat itu seluruh manusia datang kepadaku hingga (Nabi) Ibrahim sekalipun."

Namun Ibnu bayan mengatakan dalam haditsnya. Rasulullah bersabda kepada mereka, "Kalian semua benar dan bagus." Juga berkata, "Lalu aku berkeringat"

[30]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Fadhl menceritakan kepada kami dari Ismail bin Abu Khalid dengan sanadnya, dari Rasulullah yang sama sepertinya, dan berkata: Beliau bersabda kepadaku,

أُعِيذُكَ بِاللَّهِ مِنَ الشَّكِّ وَالتَّكْذِيبِ» , وَقَالَ أَيْضًا: " إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ، فَقُلْتُ: اللَّهُمَّ رَبِّ خَفِّفْ عَنْ أُمَّتِي قَالَ: اقْرَأْهُ عَلَى حَرْفَيْنِ، فَأَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَهُ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، مِنْ سَبْعَةِ أَبْوَابٍ مِنَ الْجَنَّةِ كُلِّهَا شَافٍ كَافٍّ

"Aku perlindungkan engkau kepada Allah dari rasa ragu dan sikap mendustakan" Juga bersabda, "Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku agar membaca Al-Quran atas satu huruf, lalu aku berkata, 'Ya Allah ya Tuhanku, berilah keringanan atas umatku!' Dia lalu berfirman, ‘Bacalah dia atas dua huruf'. Hingga akhirya Dia menyuruhku membacanya atas tujuh huruf, dan tujuh pintu surga, yang semuanya menyembuhkan dan mencukupi."

[31] Abu Kanb menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki menceritakan kepada kami dan Ismail bin Abu Khalid, dan Abdul lah bin Isa bin Abu Laila—juga dari Ibnu Abu Laila dan Al Hakam—dari Ibnu Abu Laila dan Ubai, dia berkata: Suatu ketika aku masuk masjid, lalu shalat dan membaca surah An-Nahl, kemudian seseorang datang dan membaca surah tersebut dengan bacaan yang berbeda dengan bacaanku, kemudian datang lagi orang ketiga dan membaca bacaan yang berbeda dengan bacaan kami, maka timbullah dalam diriku rasa ragu dan tidak percaya yang lebih dahsyat dari ketika masa jahiliyah dulu. Akhirnya aku gandeng tangan mereka menghadap Rasulullah , dan aku katakan, "Wahai Rasulullah, suruhlah kedua orang ini membaca.’ Salah seorang di antara keduanya lalu membaca, dan Rasulullah bersabda, "Engkau benar. "Kemudian menyuruh orang yang kedua untuk membaca, lalu beliau bersabda. "Engkau benar. " Lalu timbullah dalam diriku rasa ragu tdan tidak percaya yang lebih dahsyat dari ketika masa jahiliyah dulu.

Akhirnya Rasulullah menepukkan tangannya ke dadaku seraya bersabda.

أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنَ الشَّكِّ وَأَخْسَأَ عَنْكَ الشَّيْطَانَ

"Semoga AUah melindungimu dari keraguan dan menjauhkan syetan dari dirimu. "

Lalu mengalirlah keringatku." Redaksi ini tidak disebutkan oleh Ibnu Abu Laila_

Beliau lalu bersabda,

أَتَانِي جِبْرِيلُ، فَقَالَ: اقْرَأِ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ وَاحِدٍ. فَقُلْتُ: إِنَّ أُمَّتِي لَا تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ، حَتَّى قَالَ سَبْعَ مَرَّاتٍ، فَقَالَ لِي: اقْرَأْ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ وَلَكَ بِكُلِّ رَدَّةٍ رَدَدْتَهَا مَسْأَلَةٌ، قَالَ: فَاحْتَاجَ إِلَيَّ فِيهَا الْخَلَائِقُ، حَتَّى إِبْرَاهِيمُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Jibril datang kepadaku, lalu berkata, ‘Bacalah Al-Qur'an atas satu kuruf’. Aku lalu berkata, ‘Sesungguhnya umatku tidak mampu melakukan hal itu sampai akhirnya dia mengatakannya sebanyak tujuh, lalu berkata kepadaku, ‘Bacalah atas tujuh huruf, dan bagimu (dijanjikan) doa dari setiap permohonanmu Semua orang pun mendatangiku hingga (Nabi) Ibrahim sekalipun."

[32]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Laila dari Al Hakam, dan Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ubai, dari Rasulullah , yang sepertinya.

[33]. Ahmad bm Muhammad Ath-Thusi menceritakan kepada kami, dia berkala: Abdush Shamad menceritakan kepada kami, dia berkata: Bapakku menceritakan kepadaku, dia berkata: Muhammad bin Jahadah menceritakan kepada kami dari Al Hakam bin Utaibah, dari Mujahid, dan Ibnu Abu Laila, dari Ubai bin Ka’b, dia berkata, "Jibnl dalang kepada Rasulullah ketika beliau berada di anak sungai bani Ghifar, lalu berkata, 'Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkanmu untuk membacakan Al-Qur'an kepada umatmu atas tujuh huruf-dan barangsiape membaca satu huruf darinya maka baginya pahala sesuai yang dibaca'."

[34]. Muhammad bin .Al Mutsanna menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ja’for menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami dari Al Hakam, dari Mujahid, dari Ibnu Abu Laila, dari Ubai bin Ka’b, bahwa Rasulullah sedang berada di anak sungai bani Ghifar, dia berkata : lalu datanglah Jibril kepada beliau dan berkata, "Sungguh, Allah Ta'ala memerintahkanmu agar membacakan Al-Qur'an kepada ummatmu atas satu huruf." Beliau bersabda "Aku memohon ampunan kepada Allah, sesungguhnya ummatku tidak mampu atas hal itu". Jibril lalu datang untuk kedua kalinya dan berkata "Sungguh, Allah Ta'ala memerintahkanmu untuk membacakan Al-Qur'an kepada umatmu atas dua huruf". Beliau bersabda, "Sesungguhnya umatku tidak mampu atas hal itu." Jibril lalu datang lagi untuk ketiga kalinya dan berkata, "Sungguh, Allah Ta'ala memerintahkanmu untuk membacakan Al-Qur'an kepada umatmu atas tiga huruf." Beliau bersabda "Sesungguhnya umatku tidak mampu atas hal itu.". Dia berkata kemudian Jibril datang lagi untuk keempat kalinya dan berkata, "Sungguh Allah Ta'ala memerintahkanmu untuk membacakan Al-Qur'an kepada umatmu atas tujuh huruf, dan huruf (bacaan) mana saja yang mereka baca adalah benar."

[35]. Muhammad bin Al-Mutsanna menceritakan kepada kami, dia berkata Ibnu Abu Udai menceritakan kepada kami dari Syu'bah, dari Al-Hakam, dari Mujahid, dari Ibnu Laila, dia berkata, "Jibril datang kepada Rasulullah ketika beliau berada di anak sungai bani Ghifar.: lalu dia menyatakan hadits yang sama."

[36]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata Musa bin Daud menceritakan kepada kami, dia berkata Syu'bah menceritakan kepada kami, Al-Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, dia berkata : Syababah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami dari Al Hakam dari Al Mujahid, dari Ibnu Abu Laila, dari Ubai bin Ka’b, dari Rasulullah , dengan hadits yang sama.

[37]. Yunus bin Abdul A’ la menceritakan kepada kami, dia berkata. Ibnu Wahb memberitahukan kepada kami, dia berkata: Hisyam bin Sa’d memberitahukan kepadaku dari Ubaidillah bin Umar dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ubai bin Ka’b, dia berkata, "Aku pernah mendengar seseorang membaca ayat dalam surah An-Nahl dengan bacaan yang tidak sama dengan bacaanku, kemudian aku mendengar orang lain membacanya dengan bacaan yang tidak sama dengan bacaan tersebut, maka aku pun pergi membawa keduanya menghadap Rasulullah , dan aku katakan; Aku mendengar dua orang ini membaca ayal dalam surah An-Nahl, lalu aku tanya keduanya, "Siapakah yang mengajari kalian berdua?" Keduanya menjawab, "Rasulullah ." Aku katakan, "Sungguh, akan aku bawa kalian berdua menghadap Rasulullah , karena kalian telah menyalahi bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah kepadaku."

Rasulullah kemudian memerintahkan salah seorang dari keduanya, "Bacalah" Dia pun membaca, dan Rasulullah bersabda, "Engkau bagus." Beliau lalu memerintahkan kepada orang yang kedua, "Bacalah." Dia pun membaca, dan Rasulullah bersabda, "Engkau bagus." Aku pun mendapati diriku digoda oleh syetan hingga wajahku memerah, dan Rasulullah mengetahui hal itu melalui wajahku, maka beliau menepukkan tangannya ke atas dadaku, lalu bersabda,

اللَّهُمَّ أَخْسِئِ الشَّيْطَانَ عَنْهُ يَا أُبَيُّ، أَتَانِي آتٍ مِنْ رَبِّي، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ وَاحِدٍ، فَقُلْتُ: رَبِّ خَفِّفْ عَنِّي، ثُمَّ أَتَانِي الثَّانِيَةَ، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ وَاحِدٍ، فَقُلْتُ: رَبِّ خَفِّفْ عَنْ أُمَّتِي. ثُمَّ أَتَانِي الثَّالِثَةَ، فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ، وَقُلْتُ مِثْلَهُ، ثُمَّ أَتَانِي الرَّابِعَةَ، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، وَلَكَ بِكُلِّ رَدَّةٍ مَسْأَلَةٌ، فَقُلْتُ: يَا رَبِّ اغْفِرْ لِأُمَّتِي، وَاخْتَبَأْتُ الثَّالِثَةَ شَفَاعَتِي لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Ya Allah, usirlah syetan darinya! Wahai Ubai, telah datang kepadaku seorang utusan dari Tuhanku, lalu berkata, ‘Sungguhnya Allah telah memerintahkanmu agar membaca Al-Qur'an atas satu huruf. Lalu kataku, ‘Wahai Tuhan, berilah keringanan atas umatku . Kemudian dia datang lagi kepadaku untuk yang kedua kalinya dan berkata, ‘Sungguh, Allah telah memerintahkanmu agar membaca Al-Qur'an atas satu huruf’. Lalu aku katakan, ‘Wahai Tuhan, berilah keringanan atas umatku’. Kemudian dia datang lagi kepadaku untuk yang ketiga kalinya dan mengatakan hal yang sama dan aku pun mengatakan hal yang sama. Dia pun datang lagi kepadaku untuk yang keempat kalinya dan berkata, ‘Sungguh, Allah telah memerintahkanmu agar membaca Al-Qur'an atas tujuh huruf dan bagimu (dijanjikan) doa pada setiap permohonan’. Aku katakan ‘Wahai Tuhan, ampunilah umatku, wahai Tuhan, ampunilah mmmatku. Aku sembunyikan doa yang ketiga untuk menjadi syafaat bagi umatku pada Hari Kiamat kelak "

[38]. Muhammad bin Abdul A’la Ash-Shan’ani menceritakan kepada kami, dia berkala: Al Mu’tamir bin Sulaiman menceritakan kepada kami, dia berkata; Aku pernah mendengar Ubaidillah bin Umar menyebutkan dari Sayar Abu Al Hakam, dari Abdurrahman bin Abu Laila secara marfu bahwa ada dua orang yang bersengketa mengenai suatu ayat dalam Al-Qur'an, dan masing-masing mengaku bahwa Rasulullah yang mengajarinya, maka keduanya mengadukan bacaannya kepada Ubai. dan Ubai pun menyalahkan keduanya. Akhirnya mereka mengadukan bacaan mereka kepada Rasulullah dan berkata, "Wahai Nabi Allah, kami berselisih pendapat dalam satu ayat Al-Qur'an. dan masing-masing dari kami mengaku bahwa engkaulah yang mengajarinya." Rasulullah lalu memerintahkan salah seorang di antara mereka, "Bacalah." Dia pun membaca, dan beliau bersabda, "Engkau benar." Juga berkata kepada yang lain, "Bacalah." Dia pun membaca dengan bacaan yang tidak sama dengan yang pertama, lalu bersabda, "Engkau benar." Beliau lalu berkata kepada Ubai, "Bacalah." Dia pun membaca, dan berbeda dengan keduanya, lalu beliau berkata, "Engkau benar." Kemudian timbullah keraguan dalam diriku terhadap sikap Rasulullah yang belum pemah aku rasakan pada masa jahiliyah sekalipun. Rasulullah pun mengerti hal itu dari raut wajahku, maka beliau menepukkan tangannya ke dadaku seraya bersabda,

اسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk."

Lalu mengucurlah keringatku, seakan-akan aku melihat kepada Allah dengan penuh ketakutan. Beliau kemudian bersabda,

"Sesungguhnya telah datang seorang utusan dari Tuhanku, dia berkata, ‘Sungguhnya Tuhanmu telah memerintahkanmu agar membaca Al Qur'an atas satu huruf, maka aku katakan, ’Ya Tuhan, berilah keringanan atas umatku ’. Dia lalu datang lagi dan berkata, ‘Sungguh, Tuhanmu telah memerintahkanmu agar membaca Al-Qur'an atas satu huruf’. Aku katakan, ‘Wahai Tuhan, berilah keringanan atas umatku ’. Kemudian datang lagi untuk ketiga kalinya dan berkata, ‘Sungguh, Tuhanmu telah memerintahkanmu agar membaca Al-Qur'an atas satu huruf’. Aku katakan, ‘Wahai Tuhan, berilah keringanan atas umatku ’. Kemudian datang lagi untuk yang keempat kalinya dan berkata, ‘Sungguh, Tuhanmu telah memerintahkanmu agar membaca Al-Qur'an atas tujuh huruf, dan bagimu (dijanjikan) doa pada setiap permohonan -Aku katakan, ‘Wahai Tuhan, ampunilah umatku, wahai Tuhan, ampunilah umatku’. Aku sembunyikan doa yang ketiga untuk menjadi syafaat bagi umatku, hingga Ibrahim khalilurrahman (kekasih Allah) pun mengharapkannya."

[39]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Zaid bin Al Hubbab menceritakan kepada kami dari Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid, dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, dia berkata Rasulullah bersabda, "Jibril berkata, 'Bacalah Al-Qur'an atas satu huruf. Lalu Mikail berkata, 'Mintalah tambahan kepadanya Lalu dia berkata, ‘Atas dua huruf. Hingga akhirnya menjadi enam atau tujuh huruf'. Dia lalu berkata. 'Semuanya menyembuhkan dan mencukupi, selama tidak mengakhiri ayat adzab dengan rahmat atau ayat rahmat dengan adzab. seperti perkataanmu. 'Kesinilah dan kemarilah‘. "

[40]. Yunus bin Abdul A'la menceritakan kepadaku, dia berkata: Ibnu Wahb memberitahukan kepada kami, dia berkata: Sulaiman bin Bilal memberitahukan kepadaku dan Yazid bin Khushaifah, dari Busr bia Said, bahwa Abu Juhaim Al Anshari membentahukan kepadanya Ada dua orang yang bersengketa tentang sebuah ayat dalam Al-Qur'an yang satu berkata "Akn menerimanya dan Rasulullah " Orang yang satunya lagi' berkata, "Aku juga menerimanya dan Rasulullah " Keduanya lalu bertanya kepada Rasulullah dan beliau pun bersabda.

إِنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ عَلَى سَبْعَةِ أَحْرُفٍ، فَلَا تَمَارَوْا فِي الْقُرْآنِ، فَإِنَّ الْمِرَاءَ فِيهِ كُفْرٌ

"Sungguh, Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf, maka janganlah kalian berdebat dalam Al-Qur'an, sesungguhnya perdebatan atasnya adalah kufur"

[41]. Yunus menceritakan kepada kami, dia berkata Sufyan menceritakan kepada kami dari Amru bin Dinar, ia berkata Rasulullah bersabda. "Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf semuanya menyembuhkan dan mencukupi."’

[42]. Yunus menceritakan kepada kami, dta berkata: Ibna Wahb memberitahukan kepada kami, Sulaiman btn Btlal memberi tabukan kepadaku dan Abu Isa bm Abdullah bm Masud," dari bapaknya. dan kakeknya. Abdullah bin Mas'ud. bahwa Rasulullah bersabda "Aku diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an atas tujuh huruf semuanya menyembuhkan dan mencukupi."

[43]. Ahmad bin Hazim Al Ghifari menceritakan kepada kami, dia berkata Abu Na’im menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Khaldah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Aliyah menceritakan kepadaku, dia berkata: Rasulullah mengajarkan bacaan kepadaku dari setiap lima ayat satu orang, lalu mereka berselisih dalam bahasa, namun Rasulullah menyetujui bacaan mereka semua, dan bani Tamim adalah orang yang fasih dalam berbicara."

[44]. Amru bin Utsman Al Utsmani menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Uwais menceritakan kepada kami, dia berkata: Saudaraku menceritakan kepadaku dari Sulaiman bin Bilal, dari Muhammad bin Ajian, dari Al Maqbin, dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah bersabda, "Sungguh, Al-Qur'an ini diturunkan atas tujuh huruf, maka bacalah dan tidak apa-apa, akan tetapi janganlah mengakhiri penyebutan rahmat dengan adzab, dan adzab dengan rahmat."

[45]. Muhammad bin Marzuq menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Muammar Abdullah bin Amru bin Abi Al Hajjaj menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Warits menceritakan kepada kami, dia berkata Muhammad bin Jahadah menceritakan kepada kami dari Al Hakam bin Utaibah dari Mujahid, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ubai bin Ka'b, dia berkata : Jibril datang kepada Rasulullah ketika beliau berada A anak sungai bani Ghiifar. lalu berkata. "Sesungguhnya Allah memerintahkanmu agar mengajarkan bacaan Al-Qur'an kepada umatmu atas satu huruf." Rasulullah lalu bersabda, "Aku memohon ampun kepada Allah, mohon mintakan keringanan kepada Allah untuk mereka, karena mereka, tidak mampu alas hal itu." Dia pun pergi lalu kembali dan berkata ~Sesungguhnya Allah memerintahkanmu agar mengajarkan bacaan Al-Qur'an kepada umatmu atas dua huruf." Beliau bersabda, "Aku memohon ampun kepada Allah, mohon mintakan keringanan kepada Allah untuk mereka. karena mereka tidak mampu atas hal itu. - Dia pun pergi, lalu kembali dan berkata, "Sesungguhnya Alalh memerintahkanmu agar mengajarkan bacaan Al-Qur'an kepada umatmu atas tiga huruf." Beliau bersabda, "Aku memohon ampun kepada Allah, mohon mintakan keringanan kepada Allah untuk mereka„ karena mereka tidak mampu atas hal itu." Dia pun pergi, kemudian kembali dan berkata, "Sesungguhnya Allah memerintahkanmu agar mengajarkan bacaan Al-Qur'an kepada umatmu atas tujuh huruf. Barangsiapa membaca satu huruf. Barangsiapa membaca satu huruf maka dia mendapatkan (pahala) sesuai yang dibacanya.

Abu Ja‘far berkata: Banar! Bahasa Arah yang digunakan oleh Al-Qur'an hanyalah sebagian dan bukan semuanya, karena bahasa mereka lebih dari tujuh bahkan jumlahnya tidak terhitung.

Jika ada orang berkata, "Apa dalilmu, bahwa sabda Rasulullah , "Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf'. Juga sabda beliau, ‘Aku diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an atas tujuh huruf. Apakah menurutmu artinya adalah, dia diturunkan dengan tujuh gaya bahasa dan diperintahkan untuk membacanya atas tujuh gaya bahasa, bukan seperti sebuah pendapat yang menyatakan bahwa artinya adalah diturunkan dengan perintah, larangan, anjuran, peringatan, ancaman, cerita, perumpamaan, dan lainnya, sementara Anda tahu bahwa yang mengatakan hal itu adalah para ulama salaf?"

Jawabannya: Orang-orang yang mengatakan hal itu tidak mengaku bahwa penakwilan riwayat-riwayat yang telah kami sebutkan tadi adalah seperti yang Anda tuduhkan, bahwa mereka mengatakannya dalam tujuh huruf yang dengannya Al-Qur'an diturunkan, bukan yang lainnya, sehingga hal itu menyalahi pendapat kami, melainkan yang mereka maksud adalah, Al-Qur'an diturunkan atas tujuh huruf, yaitu tujuh cara, dan kami telah meriwayatkan seperti yang mereka katakan dalam hal itu dari Rasulullah dan sejumlah sahabat, sebagaimana yang telah kami sebutkan tadi, dan kami akan menjelaskan sisa dai riwayat yang lain pada saatnya nanti

[46]. Adapun yang telah kami sebutkan dan hal itu adalah hadits Ubai bin Ka'b dari riwayat Abu Karib, dari Ibnu Fudhail, dari Ismail bin Abu Khalid, bahwa Rasulullah bersabda, "Aku diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an atas tujuh huruf, dari tujuh pintu surga."

Tujuh huruf tersebut adalah tujuh gaya bahasa, sedangkan tujuh pintu surga adalah makna-makna yang mengandung perintah, larangan, anjuran, peringatan, cerita, perumpamaan, dan lainnya, yang barangsiapa melakukannya dan menaati hukum-hukumnya maka pantas mendapatkan surga.

Alhamdulillah, pendapat orang-orang yang terdahulu tidak ada yang menyalahi pendapat kami. Bukti kebenaran pendapat kami adalah, bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf yaitu tujuh gaya bahasa, adalah sejumlah riwayat yang shahih dan Umar bin Khaththab, Abdullah bin Mas'ud, Ubai bin Ka'b, dan semua yang riwayatnya telah kami sebutkan tadi dari Rasulullah , bahwa mereka telah berselisih dalam Al-Qur'an. Sebagian dari mereka menyalahkan sebagian lain dalam bacaan ayat yang sama, bukan dalam maknanya, lalu mereka mengadukan perselisihan mereka kepada Rasulullah , dan beliau memerintahkan setiap orang dari mereka untuk membaca, lalu beliau membenarkan semua bacaan mereka dengan beragam perbedaannya, hingga membuat sebagian mereka merasa ragu dengan sikap Rasulullah tersebut, lalu Rasulullah berkata kepada orang yang merasakan keraguan, "Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk membaca Al Qur an atas tujuh huruf. "

Jika saja persengketaan mereka dalam hal rtu berkaitan dengan masalah makna yang dikandung oleh ayat yang mereka baca, seperti halal dan haram, janji dan ancaman, atau lainnya, niscaya Rasulullah tidak mungkin membenarkan mereka semuanya dan memerintahkan setiap pembaca untuk tetap berpegang pada bacaannya. Bila hal itu demikian adanya, berarti Allah memerintahkan sebuah pekerjaan tertentu lalu mewajibkannya atas orang yang membacanya wajib, dan melarangnya atas orang yang membacanya haram, dan membiarkannya atas orang yang membacanya mubah.

Hal ini—jika ada yang berpendapat demikian —berarti telah menetapkan apa yang dinafikan oleh Allah Ta'ala atas kitab-Nya, sebagaimana firmannya أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Qs, An-Nisaa [4]:82)

Penafian Allah atas hukum Kjtab-Nya ini merupakan dalil paling nyata bahwa Allah tidak menurunkan Kitab-Nya atas lisan Muhammad kecuali dengan satu hukum yang sama bagi seluruh makhluk-Nya, bukan dengan hukum yang berbeda-beda atas mereka.

Kebenaran pendapat kami ini membuktikan bahwa pendapat yang lain adalah salah. Sabda Rasulullah , "Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf" ditujukan kepada orang-orang yang bersengketa dalam masalah bacaan (bukan dalam masalah hukum), karena Rasulullah memerintahkan mereka semua untuk tetap berpegang pada bacaan masing-masing, dan semuanya —sekalipun berbeda— dibenarkan oleh Rasulullah .

Kalau saja pembenaran Rasulullah tersebut menyangkut masalah hukum, bahwa yang beliau maksud dengan: "Al Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf’ adalah tujuh hukum yang berbeda dan tujuh makna yang berbeda, berarti hal itu menetapkan perselisihan yang dinafikan oleh Allah dari Kitab-Nya, dan menafikan kesepakatan yang ditetapkan oleh Allah padanya.

Dalil bahwa Rasulullah tidak pernah menetapkan hukum atas satu perkara dalam satu waktu dengan dua hukum yang berbeda, dan tidak mengizinkan umatnya untuk melakukan hal itu, sebenarnya sudah cukup untuk membuktikan kebenaran pendapat kami, dan tidak perlu menyebutkan dalil yang panjang lebar bahwa hal itu dinafikan dari Kitabullah. Penafian itu juga mengindikasikan bahwa tujuh huruf yang dimaksud adalah tujuh gaya bahasa (bacaan).

Dalil yang lain juga adalah, orang-orang yang bersengketa dalam Al-Qur'an lalu mengadu kepada Rasulullah tidak ada yang mengingkari sebagian yang lain bahwa Allah berhak memerintahkan para hamba-Nya dalam Kitab-Nya apa saja yang dikehendaki-Nya dan melarang mereka dari apa yang dikehendaki-Nya, menjanjikan pahala bagi yang taat dan mengancam dengan siksaan bagi yang durhaka. Tidak ada yang protes terhadap yang lain karena tidak setuju dengan yang didengarnya dalam masalah ini, bahkan sebaliknya banyak di antara mereka yang masuk Islam karena mengakui hal ini. Jadi, sisi apakah sebenarnya yang mereka ingkari jika bukan pada masalah lafazh dan bahasa?

Selanjutnya, pendapat kami sesuai dengan riwayat-riwayat dari Rasulullah yang kami sebutkan berikut ini:

[47]. Abu Karib menceritakan kepada kami, dia berkata: Zaid bin Al Hubbab menceritakan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Ali bin Zaid dari Abdurrahman bmAbi Bakrah, dari bapaknya, dia berkata: Rasulullah bersabda,

قَالَ جِبْرِيلُ: اقْرَأِ الْقُرْآنَ عَلَى حَرْفٍ، قَالَ مِيكَائِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ: اسْتَزِدْهُ، فَقَالَ: عَلَى حَرْفَيْنِ. حَتَّى بَلَغَ سِتَّةَ أَوْ سَبْعَةَ أَحْرُفٍ، فَقَالَ: كُلُّهَا شَافٍ كَافٍّ مَا لَمْ يَخْتِمْ آيَةَ عَذَابٍ بِآيَةِ رَحْمَةٍ، أَوْ آيَةَ رَحْمَةٍ بِآيَةِ عَذَابٍ، كَقَوْلِكَ هَلُمَّ وَتَعَالَ

"Jibril berkata, ‘Bacalah Al-Qur'an atas satu huruf. Mikail berkata, ‘Mintalah tambahan kepadanya.' maka dia berkata, ‘Atas dua huruf, hingga mencapai enam atau tujuh huruf, lalu berkata, 'Semuanya adalah menyembuhkan dan mencukupi selama tidak menutup ayat adzab dengan ayat rahmat, atau ayat rahmat dengan ayat adzab, sebagaimana perkataanmu, ‘Kesinilah dan kemarilah'."

Hadits tersebut menjelaskan bahwa perbedaan tujuh huruf maksudnya perbedaan lafazh belaka, sebagaimana perkataanmu, ‘Kesinilah dan kemmarilah’ (bermakna sama) dan bukan perbedaan makna yang menyebabkan perbedaan hukum. Hal ini selaras dengan riwayat-riwayat yang ada dari para salaf dan khalaf.

[48] Abu Sa‘ib Salim bin Junadah As-Suwa’i menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kenada kami, dia berkata: Ibnu Abi Adi menceritakan kepada kami dari Syu'bah semuanya dari Al A'masy, dari Syaqiq, dia berkata : Abdullah berkata, "Sungguh aku telah mendengar bacaan para pembaca dan semuanya mirip, maka bacalah sesuai yang diajarkan kepada kalian dan janganlah memfasih-fasihkan bacaan sesungguhnya dia hanyalah seperti perkataan kalian, ‘Kesinilah dan kemarilah’."

[49]. Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, dia berkata. Abu Daud menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu ’bah menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dan orang yang mendengar dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, "Barangsiapa di antara kalian membaca dengan satu huruf, maka janganlah sekali-kali dia berubah, dan sekiranya aku mengetahui seseorang yang lebih mengerti tentang Kitabullah daripada aku, niscaya aku akan mendatanginya."

[50]. Ibnu Al Mutsanna menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Abis, dari seorang sahabat Abdullah, dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkala, "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an atas satu huruf (gaya bahasa) maka janganlah sekali-kali dia berpindah kepada huruf yang lain."

Kita semua mengetahui bahwa Abdullah bin Mas’ud tidak bermaksud melarang seseorang membaca ayat yang berisi perintah dan larangan berganti kepada ayat yang berisi janji dan ancaman, atau membaca ayat yang berisi janji dan ancaman berganti kepada ayat yang berisi cerita dan perumpamaan Melainkan yang dimaksud olehnya adalah barangsiapa membaca menurut hurufnya—dan hurufnya artinya adalah bacaannya, seperti perkataan orang Arab menyebut "bacaan" fulan dengan "huruf" sulan —janganlah sekali-kali dia berganti kepada huruf (bacaan) yang lain karena tidak menyukainya, dan barangsiapa membaca sesuai huruf Ubai, huruf Zaid, huruf sebagian sahabat Rasulullah lain, maka janganlah sekali-kali dia berganti kepada yang lainnya, karena kufur kepada sebagiannya berarti kufur kepada keseluruhannya."

[51] Yahya bin Daud AJ Wasithi menceritakan kepada kami, dia berkata Abu Usamah menceritakan kepada kami dan Al A’ masy, dia berkata, Anas membaca ayat: إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَصْوَبُ قِيلًا "Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk kusyu) dam bacaan di waktu itu lebih berkesan."(Qs Al Muzammil f73J:6) sebagian orang lalu berkata "Wahai Abu Hamzah dia adalah وَأَقْوَمُ" Dia berkata, وَأَقْوَمُ semuanya sama.

[52] Muhammad bin Humaid Ar-Razi menceritakan kepada kami, dia berkata Hakkam menceritakan kepada kami dari Anbasah dari Laits, dari Mujahid, bahwa dia membaca Al-Qur'an atas lima huruf."

[53] Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata Hakkam menceritakan kepada kami dari Anbasah, dari Salim, bahwa Sa'id bin Jubair telah membaca Al-Qur'an atas dua huruf.

[54]. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Mughirah, dia berkata, "Yazid bin Walid membaca Al-Qur'an atas tiga huruf."

Orang yang menyangka bahwa penakwilan sabda Rasulullah , "Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf" maksudnya adalah tujuh sisi; perintah, larangan, janji, ancaman, perdebatan, kisah dan perumpamaan, adakah dia mengira bahwa Mujahid dan Sa’id bin Jubair tidak membaca Al-Qur'an kecuali dari dua sisi atau lima sisi darinya tanpa membaca makna yang lain? Jika dia mengira demikian, berarti dia mengira keduanya tidak seperti yang dikenal orang, yaitu berkedudukan tinggi dan berilmu luas tentang Al-Qur'an.

[55]. Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Aliyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayyub menceritakan kepada kami dari Muhammad dia berkata, "Aku pernah diberitahukan bahwa Jibril dan Mikail datang kepada Rasulullah , lalu Jibril berkata ‘Bacalah Al-Qur'an atas dua huruf, Mikail lalu berkata, ‘Mintalah tambahan kepadanya’. Dia berkata, ‘Bacalah Al-Qur'an atas tiga huruf. Mikail berkata, ‘Mintalah tambahan kepadanya'. Dia berkata, ‘Hingga mencapai tujuh huruf "

Muhammad berkata, ‘ Janganlah kalian berselisih dalam hal halal dan haram, perintah dan larangan, dia hanyalah seperti perkataanmu, ‘Kesinilah, kemarilah, dan mendekatlah.’

Ibnu Jarir berkata, dalam bacaan kami: إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً dan dalam bacaan Ibnu Mas’ud : إِنْ كَانَتْ إِلَّا زَقْيَةً وَاحِدَةً

[56]. Ya’qub menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Aliyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’aib —yaitu Ibnu Al Habhab— menceritakan kepada kami, dia berkata: Jika ada seseorang yang membaca terhadap Abu Al Aliyah, dia tidak berkata, "Tidak seperti yang aku baca." Melainkan dia berkata, "Aku membaca begini dan begini." Hal itu lalu aku sampaikan kepada Ibrahim An-Nakha’i, dan dia pun berkata, "Aku melihat temanmu telah mendengar bahwa orang yang kufur dengan satu huruf darinya berarti telah kufur dengan keseluruhannya."

[57]. Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Yunus menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dia berkata, Sa’id bin Musayyib memberitahukan kepadaku: Orang yang disebutkan oleh Allah, إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ "Sesungguhnya Al-Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)."(Qs. An-Nahl [16}:103) telah terkena fitnah bahwa dirinya menulis wahyu, lalu Rasulullah mengejakan atasnya: سَمِيعٌ عَلِيمٌ، أَوْ عَزِيزٌ حَكِيمٌ atau yang lainnya dari akhiran-akhiran ayat. kemudian Rasulullah pergi meninggalkannya saat dia masih menulis wahyu, lalu dia bertanya kepada Rasulullah dan berkata, أَعَزِيزٌ حَكِيمٌ، أَوْ سَمِيعٌ عَلِيمٌ، أَوْ عَزِيزٌ عَلِيمٌ؟ Rasulullah lalu berkata kepadanya, "Yang mana saja yang kamu tulis, dia sama saja." Hal itulah yang menjadi fitnah baginya, lalu dia berkata, "Sungguh, Muhammad telah menugaskan hal itu kepadaku, maka aku menulis sesuai kehendakku." Itulah yang disebutkan oleh Sa’id bin Musayyib kepadaku tentang huruf-huruf yang tujuh.

[58]. Ibnu Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Mughirah, dari Ibrahim dari Abdullah, dia berkata, "Barangsiapa kufur dengan satu huruf Al Qur'an, atau kufur dengan satu ayatnya, maka dia dianggap telah kufur dengan keseluruhannya."

Abu Ja’far berkata: Jika ada yang menyatakan bahwa penakwilan sabda Rasulullah : "Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf" adalah seperti yang Anda katakan dengan dalil-dalil Anda, sekarang coba tunjukkan kepada kami sebuah huruf dalam Al-Qur'an yang dibaca dengan tujuh bahasa sehingga kami dapat membenarkan pendapat Anda! Kalau tidak, berarti pendapat Anda salah, dan yang benar adalah pendapat orang yang mengatakan bahwa maksudnya adalah diturunkan dengan tujuh makna, yaitu perintah, larangan, janji, ancaman, kisah, dan perumpamaan.

Atau pendapat Anda yang mengatakan bahwa huruf-huruf yang tujuh adalah bahasa yang tujuh dalam Al-Qur'an, yang dicampur di dalamnya dari bahasa-bahasa seluruh kabilah Arab, dengan dalil-dalil riwayat dari Umar bin Khaththab, Abdullah bin Mas’ud, dan Ubai bin Ka’b yang mengindikasikan bahwa mereka bersengketa dalam bacaannya bukan dalam takwilnya, yang Rasulullah membenarkan seluruh bacaan mereka dan memerintakan agar setiap orang membaca sesuai dengan yang diajarkan padanya, sehingga tak pelak keputusan Rasulullah itu pun membuat sebagian sahabat menjadi ragu, lalu Allah menjelaskan kepada Rasul-Nya bahwa Al-Qur'an diturunkan atas tujuh huruf. Jika tujuh huruf ini menurut anda -sebagaimana tuduhan orang ini- tersebar dalam Al-Qur'an hingga sekarang, maka batallah makna-makna riwayat yang telah anda seburkan, karena jika huruf yang tujuh itu berarti tujuh bahasa yang tersebar dalam seluruh. Al-Qur'an, maka satu huruf darinya tidaklah menyebabkan perselisihan para pembacanya, karena setiap pembaca hanyalah membaca huruf tersebut satu bacaan, sebagaimana tertulis dalam mushaf dan sebagaimana dia diturunkan. Jika demikian maka perselisihan antara mereka berarti bukan perselisihan dalam masalah bacaan seperti yang anda pahami, karena bagaimana mungkin hal itu terjadi dalam suatu kelompok yang gurunya satu, dan ilmu yang dipelajarinya juga satu?

Demikian sangkalan orang tersebut. Dia berpendapat bahwa yang diturrunkan oleh Al-Qur'an hanyalah salah satu dari dua bacaan; entah صَيْحَةً atau زَقْيَةً [Qs Yaasiin : 29], dan entah تَعَالَ atau هَلُمَّ bukan seluruh kata, karena menurutnya setiap bahasa dari bahasa yang tujuh yang ada pada kalimat atau huruf Al-Qur'an tidak sama dengan kalimat atau huruf yang ada pada bahasa lain. Dengan demikian, pendapat ini bertentangan dengan pendapat yang mengatakan bahwa bahasa yang tujuh kedudukannya hanyalah seperti هَلُمَّ dan تَعَالَ yang loafazhnya berbeda namun maknanya sama.

Di samping itu riwayat-riwayat yang benar, yang kami riwayatkan tentang perselisihan mereka mengenai huruf Al-Qur'an pada masa Rasululllah , yang mengindikasikan bahwa mereka berselisih dalam masalah bacaan, merupakan bukti atas kesalahan pendapat yang mengatakan bahwa huruf yang tujuh adalah tujuh huruf yang tersebar dalam surah-surah, bukan yujuh nahasa yang berbeda dalam satu kata yang maknanya sama.

Kami katakan: Bukan seperti yang anda katakan bahwa dia diturunkan dengan salah satu sisi dari dua sisi, melainkan tujuh huruf yang diturunkan dalam Al-Qur'an adalah tujuh gaya bahasa (cara baca) pada satu kata yang maknanya sama.. Seperti kata: هَلُمَّ، وَأَقْبِلْ، وَتَعَالَ، وَإِلَيَّ، وَقَصْدِي، وَنَحْوِي، وَقُرْبِي yang semuanya berarti ‘kemarilah’. Contoh kata-kata lain yang lafazhnya berbeda namun maknanya sama adalah yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam haditsnya, bahwa dia adalah seperti perkataanmu هَلُمَّ، وَتَعَالَ إِلَّا زَقْيَةً dalam ayat إِلَّا صَيْحَةً

Jika dia berkata, "Di halaman berapa dari Al-Qur'an kita menemukan satu huruf yang dibaca dengan tujuh gaya bahasa, yang lafazhnya berbeda tapi maknanya sama?"

Jawabannya: Kami tidak mengaku bahwa hal itu masih ada sampai sekarang, tetapi kami hanya memberitahukan bahwa sabda Rasulullah "Al-Qur'an itu diturunkan atas tujuh huruf’ maksudnya adalah seperti yang diindikasikan oleh sejumlah riwayat yang telah kami sebutkan tadi, bukan seperti yang dipahami oleh pendapat lain.

Jika dia berkata, "Lalu bagaimana halnya dengan enam huruf yang lain yang tidak ada, apakah dia di-nasakh atau sengaja dilupakan oleh umat Islam? Sehingga hal itu dianggap menyia-nyiakan apa yang diperintahkan untuk dipelihara, atau bagaimana ceritanya?"

Jawabannya: Tidak di-nasakh dan tidak juga dilupakan oleh umat Islam, bahkan mereka diperintahkan untuk memelihara Al-Qur'an dan dipersilakan untuk memilih bacaannya serta pemeliharaannya dengan salah satu dari tujuh bacaan tersebut, sebagaimana halnya dalam pembayaran denda melanggar sumpah dengan memilih salah satu dari tiga macam penebus, yaitu membebaskan budak, memberi makan orang miskin, atau memberikan pakaian. Jika mereka bersepakat menentukan salah satu dari tiga denda tersebut, tanpa melarang orang yang bersangkutan untuk memilih denda yang dia kehendaki, maka dia dianggap benar dan telah menunaikan hak Allah. Demikian halnya umat Islam, diperintahkan untuk memelihara Al Quran dan membacanya, dan dipersilakan untuk memilih salah satu dari tujuh huruf (bacaan) yang dikehendaki, lalu dia memilih menetapkan satu huruf dengan alasan-alasan tertentu dan meninggalkan huruf yang lain, tanpa melarang pembacanya untuk membaca dengan seluruh huruf sesuai yang diizinkan kepadanya.

Jika dia berkata, "Lalu apakah alasan mereka memilih satu huruf saja, tanpa memilih enam huruf yang lainnya?’

Jawabannya: Seperti penjelasan riwayat-riwayat berikut ini:

[59]. Ahmad bin Abdah Adh-Dhabyi menceritakan kepada kami. dia berkata. Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi menceritakan kepada kami dari Imarah bin Ghaziyah, dari Ibnu Syihab. dan Kharjah bin Zaid bin Tsabit, dari bapaknya, Zaid, dia berkata, "Ketika para sahabat Rasulullah wafat karena terbunuh dalam Perang Yamaniah, masuklah Umar bin Khaththab menemui Abu Bakar , lalu berkata. ‘Sungguh, para sahabat Rasulullah berdesakan di Yamanuh layaknya kupu-kupu yang berdesakan di atas tungku api, dan aku khawatir jika mereka berperang maka akan mati terbunuh, padahal mereka adalah para penghapal Al-Qur'an, sehingga Ai Qur'an lenyap dan dilupakan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kau kumpulkan dan kau tulis'!

Namim Abu Bakar enggan mengikutinya, dan berkata,‘Apakah aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah ? Keduanya pun menarik pembicaraan, Abu Bakar lalu mengutus seseorang kepada Zaid bin Tsabit"

Lalu aku menemuinya, dan mendapati Umar tampak gelisah, lalu Abu Bakar berkata, ‘Orang ini (Umar) telah mengajakku melakukan sesuatu, -namun aku enggan mengikutinya, dan kau adalah penulis wahyu, jika kau setuju dengannya maka aku akan mengikuti kalian berdua, dan jika kau setuju denganku, maka aku tidak akan melakukannya’.

Abu Bakar lalu menceritakan tentang pendapat Umar, dan Umar tampak diam, sementara aku juga merasa enggan, maka aku katakan, ‘Adakah kita akan melakukan sesuatu yang belum pemah dilakukan oleh Rasulullah ?’ Umar berkata, ‘Lalu apa salah kalian jika kalian melakukan hal itu?’ Kami pun berpikir dan berkata, ‘Ya, tidak ada salahnya, demi Allah tidak ada salahnya kita melakukan hal itu’. Abu Bakar lalu memerintahku untuk menulis Al-Qur'an, dan aku pun menulisnya di atas potongan kulit, tulang, dan pelepah kurma."

Kemudian Abu Bakar wafat, dan Umar telah rampung menulisnya pada satu mushaf yang disimpan di rumahnya. Ketika Umar meninggal, mushaf tersebut disimpan oleh Hafshah, istri Rasulullah . Kemudian Hudzaifah bin Al Yaman datang dari sebuah peperangan di Armenia, dan sebelum masuk ke rumahnya dia pergi menemui Khalifah Utsman bin Affan dan berkata, "Wahai Amirul Mukminin, selamatkanlah orang-orang!" Utsman pun bertanya, "Ada apa gerangan?" Dia berkata, "Aku berperang di Armenia, lalu datang penduduk Irak dan Syam; penduduk Syam membaca Al Qur'an mengikuti bacaan Ubai bin Ka’b dan menyebutkan bacaan yang belum pemah didengar oleh penduduk Irak, sehingga penduduk Irak mengafirkan mereka, lalu penduduk Irak membaca Al Qur'an mengikuti bacaan Ibnu Mas’ud dan menyebutkan bacaan yang belum pernah didengar oleh penduduk Syam, sehingga penduduk Syam mengafirkan mereka."

Utsman bin Affan lalu memerintahkan kepadaku agar menuliskan sebuah mushaf untuknya, dan berkata, ‘Aku akan menugaskan seorang yang pintar dan fasih untuk membantumu, maka silakan tulis apa yang kalian sepakati, dan bawalah kepadaku apa yang kalian perselisihkan’. Lalu ditugaskanlah Abban bin Sa’id bin Ash untuk menemani Zaid.

Ketika kami sampai pada ayat 248 dari surah Al Baqarah: إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ aku berkata, التَّابُوهُ dan Abban berkata التَّابُوتُ , Kami pun membawanya kepada Utsman, lalu dia menulisnya التَّابُوتُ . Setelah selesai, aku pun menelitinya, dan ternyata tidak aku temukan ayat 23 dari surah Al Ahzaab:

مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُۥ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبْدِيلًا

Aku pun menanyakannya kepada orang-orang Muhajirin, namun tidak seorang pun dari mereka yang memilikinya. Kemudian aku tanyakan kepada orang-orang Anshar, namun tidak seorang pun dari mereka yang memilikinya. Ternyata aku menemukannya pada Khuzaimah bin Tsabit, maka aku langsung menulisnya. Kemudian aku menelitinya sekali lagi, dan ternyata tidak aku temukan ayat 128 dan 129 dari surah At-Taubah:

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ. فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

maka aku menanyakannya kepada orang-orang Muhajirin, namun tidak seorang pun dari mereka yang memilikinya. Kemudian aku tanyakan kepada orang-orang Anshar, namun tidak seorang pun dari mereka yang memilikinya. Ternyata aku menemukannya pada seseorang yang bernama Khuzaimah juga, maka aku pun langsung meletakkannya pada akhir surah At-Taubah. Seandainya lengkap tiga ayat, niscaya akan aku jadikan satu surah tersendiri. Kemudian aku teliti lagi, namun kali ini tidak aku temukan apa-apa.

Utsman kemudian mengirim seorang utusan kepada Hafshah untuk meminta mushaf yang ada padanya, dan bersumpah akan mengembalikannya. Hafshah pun memberikan mushaf tersebut kepadanya, dan dia pun mencocokkan antara dua mushaf tersebut, dan ternyata tidak ditemukan perbedaan sedikit pun antara keduanya. Mushaf tersebut lalu dikembalikan kepada Hafshah dan Utsman pun merasa tenang. Dia kemudian memerintahkan orang-orang agar menulis mushaf, dan ketika Hafshah meninggal dunia, Utsman mengirim utusan kepada Abdullah bin Umar meminta dengan hormat agar mushaf diserahkan kepadanya, dan Ibnu Umar pun menyerahkan mushaf tersebut kepadanya.

[60]. Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, dia berkata: Nu’aim bin Hamad menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Imarah bin Ghazyah dari Ibnu Syihab dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit, dari bapaknya Zaid bin Tsabit yang sepertinya.

[61]. Ya’qub bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Aliyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayyub menceritakan kepada kami dari Abu Qilabah, dia berkata: Ketika masa kepemimpinan (khalifah) Utsman, dia mengambil seorang guru untuk mengajarkan bacaan seseorang, dan mengambil seorang guru yang lain untuk mengajarkan bacaan seseorang, lalu bertemulah anak-anak murid tersebut dan mereka saling berselisih bacaan, hingga sampai kepada para guru.

Ayyub berkata: Aku tidak mengetahuinya kecuali berkata, "Hingga sebagian mereka berlaku kufur dengan bacaan sebagian lain." Masalah ini lalu sampai kepada Utsman, maka dia langsung berpidato dan berkata, "Kalian telah bersengketa di sisiku dan saling menyalahkan, maka siapakah yang dapat menghindarkan perselisihan yang lebih dahsyat pada penduduk negeri ini dariku? Berkumpullah kalian wahai para sahabat Muhammad, dan tulislah satu (mushaf) imam bagi orang-orang!"

Abu Qilabah berkata: Anas bin Malik menceritakan kepadaku, dia berkata: Aku termasuk salah seorang yang diminta untuk mendiktekkan kepada mereka dan mereka menulisnya. Barangkali mereka berselisih pendapat tentang sebuah ayat, lalu menyebut nama seseorang yang telah diajari oleh Rasulullah , namun mungkin dia sedang tidak hadir atau berada di daerah yang jauh, maka mereka pun menulis ayat yang sebelum dan yang sesudahnya, serta membiarkan kosong tempat ayat yang belum ditemukan, hingga orang yang dimaksud datang atau dikirim utusan kepadanya. Setelah penulisan mushaf selesai, Utsman mengirimkan surat kepada seluruh penduduk negeri yang berisi: Sesungguhnya aku telah membuat begini dan begini, dan menghapus apa yang ada padaku, maka hapuslah apa yang ada pada kalian.

[62]. Yunus bin Abdul A’ la menceritakan kepada kami, dia berkata; Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Yunus memberitahukan kepadaku, dia berkata: Ibnu Syihab berkata: Anas bin Malik Al Anshari memberitahukan kepadaku: Penduduk Syam dan Irak berkumpul pada peperangan Azerbeijan dan Armenia, lalu mereka membaca Al Qur an dan saling berselisih pendapat hingga hampir terjadi fitnah di antara mereka, maka berangkatlah Hudzaifah bin Al Yaman kepada Utstnan karena menyaksikan perselisihan tersebut dan berkata, "Sungguh orang-orang telah berselisih dalam Al-Qur'an, dan aku sangat khawatir mereka ditimpa musibah karena perselisihan tersebut sebagaimana halnya kaum Yahudi dan Nasrani." Utsman pun sangat terkejut dengan berita tersebut, maka dia mengirim utusan kepada Hafshah meminta agar mushaf yang ditulis oleh Zaid atas perintah Abu Bakar diberikan kepadanya, lalu diperbanyak olehnya dan dikirimkan ke seluruh penjuru negeri.

[63], Sa’id bin Rabi menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dia berkata, "Ketika Rasulullah wafat, Al Qur'an belum dikumpulkan, dan masih tertulis pada pelepah kurma dan tulang."

[64]. Sa’id bin Rabi’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Mujalid, dari Sya’bi, dari Sha’sha’ah, bahwa Abu Bakar adalah orang yang pertama kali menetapkan warisan untuk kalalah dan mengumpulkan mushaf.

Abu Ja’far berkata: Masih banyak riwayat-riwayat lain yang menjelaskan hshvva Khalifah Utsman bin Affan menyatukan umat Islam atas satu qira‘at adalah karena rasa cintanya kepada mereka agar tidak terperosok dalam kemurtadan dan kekufuran, yang telah muncul pada masanya, bahkan di sisinya orang yang mendustakan sebagian huruf (bacaan) Al Qur'an, padahal para sahabat tersebut telah mendengar langsung sabda Rasulullah yang melarang mereka untuk mendustakannya dan menyatakan bahwa bersengketa padanya adalah dianggap kufur. Faktor inilah yang mendorong Khalifah Utsman bin Affan mengambil satu langkah guna menghindarkan mereka dari fitnah terhadap agama, yaitu dengan menetapkan bacaan Al Qur'an atas satu huruf (bacaan) dengan satu mushaf, dan membakar seluruh mushaf yang lain, serta memerintahkan kepada siapa saja yang memiliki mushaf yang menyalahi mushaf pemersatu tersebut agar membakarnya. Umat Islam pun menaati perintahnya dan memandang langkah yang diambilnya sebagai langkah yang sangat positif Mereka pun meninggalkan sisa huruf yang enam dari huruf-huruf Al Quran demi ketaatan kepada khalifah dan rasa kasih sayang mereka terhadap diri sendiri serta orang-orang mendatang, sehingga huruf yang enam tersebut pun hilang dan tidak seorang pun mengetahuinya karena telah sirna ditelan masa. Mereka sepakat untuk tidak membacanya bukan karena ingkar atas kebenarannya, melainkan demi kemaslahatan mereka dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Oleh karena itu, tidak dibenarkan bagi seorang muslim untuk membacanya kecuali dengan satu huruf yang telah dipilihkan oleh Imam mereka yang sangat belas kasihan.

Jika ada yang herkata. "Bagaimana mereka diperbolehkan meninnggalkan bacaan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah dan diperintahkan untuk membacanya'7"

Jawabannya: Perintah Rasulullah tersebut adalah perintah yang bersifat mubah dan rukkshah (dispensasi) bukan perintah yang bersifat wajib. Karena jika wajib, maka wajib pula bagi orang yang meriwayatkan Al-Qur'an untuk mengetahui setiap huruf dari huruf-huruf yang tujuh tersebut, namun kenyataannya tidak demikian, maka ini merupakan dalil bahwa dalam membaca Al-Qur'an mereka diberikan hak untuk memilih bacaan masa yang dirasa mudah baginya.

Adapun masalah perbedaan bacaan menyangkut dhammah, fathah, kasrah, sukun, dan sebagainya, maka dari makna sabda Rasulullah , "Aku diperintahkan untuk mambaca Al Quran atas tujuh huruf", seperti diketahui bahwa tidak ada satu pun huruf Al-Qur'an yang bacaannya berselisih dalam makna ini membuat orang yang memperselisihkannya menjadi kafir, menurut pendapat sebagian ulama. Sementara Rasuhillah telah menetapkan hukum kafir bagi orang yang memperselisihkannya. Terdapat sejumlah dalil yang menguatkan hal ini, seperti yang kami sebutkan pada halaman sebelumnya.

Jika ada yang berkata, "Apakah Anda mengetahui tujuh huruf (bacaan) yang ditunaikan atas Al-Qur'an? Bahasa Arab manakah ia?"

Kami menjawab, "Enam huruf yang diturunkan dalam dalam Al-Qur'an, tidak perlu lagi kita mengetahuinya. karena jika kita mengetahuinya, kita tidak dibenarkan untuk membacanya, berbagai alasan yang telah kami kemukakan tadi. Hanya saja, ada pendapat yang mengatakan bahwa lima huruf diantaranya berasal dari bahasa ‘Ajz, dari Hawazin, dan dua huruf lainnya dari bahasa Quraisy dan Khuza'ah."

Semua riwayat tersebut dinisbatkan kepada Ibnu Abbas, namun tidak dapat dijadikan dalil, karena yang meriwayatkan bahwa lima huruf darinya bahasa ‘Ajz, Hawazin adalah Al Kalbi dan Abu Shalih, sedangkan yang meriwayatkan bahwa dua huruf diantaranya berasal dari Quraisy dan Khuza’ah adalah Qatadah. sementara Qatadah belum pernah bertemu dengannya dan belum pernah mendengar darinya. Ini sesuai dengan riwayat dari sejumlah sahabat kami ;

[65]. Shalih bin Nashr Al Khuza’i menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Haitsam bin Udai menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Abi Urubah, dari Qatadah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa Quraisy dan Khuza’ah, karena satu rumah."

[66]. Shalih bin Nashr menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Abu Al Aswad Ad-Daili, dia berkata, "Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa dua orang Ka’b, yaitu Ka’b bin Amru dan Ka’b bin Luay. Khalid bin Salamah lalu berkata kepada Sa’d bin Ibrahim, ‘Tidakkah Anda heran melihat orang buta ini mengaku bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa dua orang Ka’b, padahal dia diturunkan dengan bahasa Quraisy’?!"

Abu Ja’far berkata: Ajz dari Hawazin adalah Sa’d bin Bakar, Jasym bin Bakar, Nashr bin Muawiyah, dan Tsaqif "

Makna hadits Rasulullah yang menyatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan atas tujuh huruf, semuanya menyembuhkan dan mencukupi, adalah karena hal itu sesuai firman Allah Ta'ala:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Qs Yuunus [ 10J: 57).

Ia telah dijadikan Allah sebagai obat penawar yang dengan petuah-petuahnya dapat menyembuhkan orang-orang beriman dari segala penyakit yang menyerang, seperti godaan syetan, dan dengan pesan-pesan ayatnya telah mencukupi mereka dari pesan-pesan yang lain.


Waktu Shalat
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya