Tafsir Al-Qur'an - Tafsir At-Thabari

Penjelasan tentang Huruf-Huruf yang Memiliki Kesamaan antara Lafazh Bahasa Arab dengan Lafazh Bahasa Lainnya


Abu Ja’far berkata: Jika seseorang bertanya kepada kami dan berkata, “Anda mengatakan bahwa tidak dibenarkan bagi Allah untuk mengajak bicara seseorang dengan sesuatu yang tidak dimengertinya, dan mengirimkan risalah kepadanya dengan bahasa yang tidak dipahaminya, maka apa pendapat Anda tentang riwayat yang diceritakan oleh Muhammad bin Humaid Ar-Razi kepada kalian, dia berkata: Hikam bin Salam menceritakan kepada kami, dia berkata: Anbasah menceritakan kepada kami dari Abu lshaq, dari Abu Al Ahwash, dari Abu Musa: يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ "Niscaya Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada kalian dua bagian....” (Qs. Al Hadiid [57]: 28), dia berkata: Kata الْكِفْلَانِ berarti dua kali lipat pahala menurut bahasa Habasyah (Ethiopia).

[1] Riwayat yang diceritakan oleh Ibnu Humaid kepada kalian, dia berkata:Hikam menceritakan kepada kami dari Anbasah dari Abu Ishaq dari Sa’id bin Jabir, dari Ibnu Abbas, tentang firman-Nya: إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ “Sesungguhnya bangun di waktu malam" (Qs. Al Muzammil [73]: 6).

Menumt bahasa Habasyah, jika seseorang bangun malam, maka mereka menyebutnya: نَشَأَ

[2] Riwayat yang diceritakan oleh Ibnu Humaid kepada kalian, dia berkata: Hikam menceritakan kepada kami dari Anbasah, dari Abu Ishaq, dari Abu Maisarah, tentang firman-Nya يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُHai gunung-gunung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud. ” (Qs. Saba' [34]: 10), dia berkata, “Menurut bahasa Habasyah, artinya bertasbihlah.”

Abu Ja’far menyatakan bahwa setiap yang kami sebutkan dalam kitab ini ‘ia menceritakan kepada kalian’, artinya mereka telah menceritakannya kepada kami.

[3] Riwayat yang diceritakan oleh Muhammad bin Khalid bin Khadasy Al Azdi kepada kalian, dia berkata: Salam bin Qutaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Hamad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Ali bin Zaid, dari Yusuf bin Mihran, dari Ibnu Abbas, bahwa dia ditanya mengenai firman Allah , فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ “Lari daripada singa. "(Qs. Al Muddatstsir [74]: 51), dia berkata, “Dalam bahasa Arab berarti singa, dalam bahasa Persi berarti Syar, dalam bahasa Nibti berarti Arya, dan dalam bahasa Habasyah berarti qaswarah.”

[4] Riwayat yang diceritakan oleh Ibnu Humaid kepada kalian, dia berkata: Ya'kub Al Qummi menceritakan kepada kami dari Ja’far bin Abi Al Mughirah, dari Sa’id bin Jabir, dia berkata: Quraisy berkata, “Kenapa Al Qur'an ini tidak diturunkan (terhadap seorang laki-laki) asing dan Arab!” lalu turunlah firman Allah

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Dan jikalau Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab tentulah mereka berkata, ‘Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya’. Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman." (Qs. Fushshilat [41]: 44).

Sesudah turunnya ayat ini, Allah menurunkan dalam Al Qur'an dengan berbagai bahasa حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ "Batu dari tanah yang terbakar..." (Qs. Huud [ 11 ]: 82), dia berkata, “Ini adalah bahasa Persia yang di Arabkan."

[5] Riwayat yang diceritakan oleh Muhammad bin Basyar, dia berkata: Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, dia berkata: Israil menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Abu Maisarah, dia berkata, dalam Al Qur'an terdapat kata-kata dari seluruh bahasa.

Juga riwayat-riwayat lain yang mirip dengannya, yang jika harus disebutkan semuanya maka akan sangat panjang. Hal tersebut menunjukkan bahwa di dalamnya terdapat kata-kata selain bahasa Arab. Dia ditanya, yang berpendapat seperti itu tidak keluar dari makna yang kami sebutkan, karena mereka tidak mengatakan huruf-huruf ini, dan huruf-huruf lain yang tidak digunakan bangsa Arab serta tidak dilafalkan sebelum turunnya Al Qur'an, sehingga menjadi perkataan yang menyalahi perkataan kami. Akan tetapi sebagian mereka berpendapat bahwa huruf ini menurut bahasa Habasyah artinya begini, dan huruf ini menurut bahasa asing artinya demikian, selain itu, tidak ada yang mengingkari kata yang digunakan oleh seluruh bangsa dengan makna yang sama, apalagi hanya dengan dua bangsa.

Sebagaimana kita menemukan sejumlah kata yang semakna seperti dirham, dinar, tempat tinta, pena, kertas, dan lainnya. Kami tidak ingin memperpanjang buku ini dengan menyebutkan seluruh kata yang lafazh dan maknanya sama antara bahasa Persia dengan Arab.

Barangkali demikian pula halnya dalam seluruh bahasa yang pengucapannya tidak diketahui, maka tidaklah benar seandainya ada yang mengatakan -tentang kata yang lafazh dan maknanya sama dalam bahasa Arab dan Persia-bahwa itu semua asalnya Persia dan bukan Arab, atau itu semua asalnya Arab dan bukan Persia, atau sebagiannya Arab dan sebagiannya Persia, atau sumber aslinya Arab lalu jatuh ke tangan asing dan mereka pun menggunakannya, atau sumber aslinya Persi lalu jatuh ke tangan Arab dan mereka pun menggunakannya, karena dia tidak diketahui aslinya.

Oleh karena itu, bangsa Arab tidak berhak mengakuinya sebagaimana bangsa asing tidak babak mengakuinya. Mereka yang mengaku bahwa aslinya dan jenis bangsa tertentu maka dia harus mendatangkan dalil, dan jika tidak maka pengakuannya tidak dianggap benar.

Menurut kami, sebaiknya disebut Arab Asing atau Habasyah Arab, jika ada dua jenis bangsa yang memiliki penggunaan kata yang berserikat pada lafazh dan maknanya, dan tidak berhak salah satunya menisbatkannya kepada dirinya saja. Demikian juga kata dan nama lain yang penggunaannya berserikat antara beberapa jenis bangsa, seperti dirham, dinar, dan pena. Inilah makna dari riwayat orang yang menceritakannya kepada kami mengenai huruf yang dinisbatkan oleh sebagian orang kepada bahasa Habasyah, sebagian lain menisbatkan kepada bahasa Persia, dan sebagian yang menisbatkan kepada bahasa Romawi.

Orang yang menisbatkan suatu kata kepada bahasa tertentu tidak dapat menafikan penisbatannya kepada bahasa lain. Penisbatan yang dapat dinafikan hanyalah dalam kata yang hanya memiliki satu makna, seperti orang yang berkata, “Fulan berdiri,” ini artinya dia tidak duduk. Adapun yang memiliki lebih dari satu makna, maka penisbatannya kepada yang lain tidak dapat dinafikan.

Demikian halnya dengan masalah huruf yang kami sebutkan tadi tidak mustahil dia berasal dari Arab dan sebagiannya asing, atau berasal dari Habasyah dan sebagiannya Arab, karena terdapat penggunaan yang sama pada keduanya.

Jika ada orang yang menyangka bahwa berkumpulnya hal itu dalam suatu perkataan adalah mustahil, seperti kemustahilan berkumpulnya nasab manusia, berarti dia tidak mengetahui, karena nasab manusia terbatas pada salah satu pihak saja, sebagaimana firman Allah , “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al Ahzaab [33]: 5).

Dalam perksaan tidaklah demikian. Seperti ada sebidang tanah yang yang datar dengan yang landai, serta memiliki cuaca tanah datar dengan pegunungan, atau antara daratan dengan lautan, serta memiliki udara daratan dan lautan, tidak seorang pun yang berakal menolak mengatakan bahwa dia memiliki cuaca daerah pedataran dan pegunungan atau cuaca daratan dan lautan. karena penisbatainnya kepada salah satu sifat tidak menafikan penisbatannya kepada sifat yang lain.

Demikian halnya dalam masalah huruf yang kami sebutkan tersebut dan yang sejenisnya. Inilah menurut kami makna perkataan orang yang mengatakan dakm Al-Qur'an. Dari seluruh bahasa, artinya di dalamnya terdapat kata dari seluruh bahasa yang berserikat dalam lafazh Arab, seperti contoh yang kami sebutkan tadi, karena tidak dibenarkan bagi orang yang berfitrah benar, mengakui kebenaran Kitabullah. ikut mengaca Al-Qur'an dan mengetahui hukum-hukum Allah. menyangka bahwa sebagian Al Qur'an adalah berbagai Persia bukan Arab, atau Nibti bukan Arab. Arah bukan Persia, dan Habasyah bukan Arab sesudah Allah menginformasikan bahwa Dia menjadikan Al-Qur'an sebagai Kitab yang berbahasa Arab yang fasih.

Jika demikian, maka tidaklah benar orang yang menyangja bahwa maksud perkataan salaf "dalam Al-Qur'an dari semua bahasa" adalah, dalam Al-Qur'an terdapat perkataan yang bukan Arab, dan tidak boleh dinisbatkan kepada bahasa Arab. Bukan demikian maksudnya, tapi maksudnya adalah seperti yang kami katakan tadi. Jika dia mengelak maka kami katakan kepadanya, "Apa dalil Anda atas kebenaran pendapat anda ? Anda tidak mengingkari orang yang menisbatkan satu kata kepada suatu bahasa tanpa menafikan penisbatannya kepada bahasa lain disebabkan lafazh dan maknanya berserikat antara keduanya." Kemudian kami katakan padanya "Apa pendapat anda tentang orang yang yang menyebut sebidang tanah datar pegunungan sebagai tanah datar, dan tidak mengingkari penyebutan tanah pegunungan, atau menyebutnya tanah pegunungan dan tidak menolak penyebutan tanah datar ? Adakah dia menafikannya dari sifat yang lain dengan perkataannya ini ? Jika menjawab "Ya!" Berarti sombong, Jika menjawab "Tidak !" Oleh karena itu kami katakan kepadanya "Lalu apa bedanya hal ini dengan orang yang berkata سِجِّيلٍ adalah bahasa Persia, dan الْقُسْطَاسِ adalah bahasa Romawi ?


Waktu Shalat
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya