Kitab Referensi

SIRAH NABAWIAH - SEJARAH LENGKAP KEHIDUPAN RASULULLAH صلي الله عليه وسلم

Ibnu Ishaq berkata: Maka berkat dakwah Abu Bakar tersebut, sebagaimana disampaikan kepadaku, masuk Islamlah Utsman bin Affan bin Abu Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Fihr. Kemudian Az-Zubayr bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luai masuk Islam. Lalu disusul Abdurrahman bin Auf bin Abdu Auf bin Abd bin Al-Harts bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay. Sa'ad bin Abu Waqqash bernama nama asli Malik bin

Uhaib bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay. Demikian juga Thalhah bin Ubaydillah bin Utsman bin Amr bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Luay.

Setelah mereka berlima merespon dengan positif dakwahnya, Abu Bakar membawa mereka kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam kemudian mereka masuk Islam dan mendirikan shalat berjamaah bersama.

Ibnu Ishaq berkata: Sebagaimana disampaikan kepadaku bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Setiap aku mengajak seseorang kepada Islam biasanya ia tidak langsung memberikan jawaban, kecuali Abu Bakar bin Abu Quhafah. Ia tidak lambat merespon dan tidak ragu- ragu ketika aku mengajaknya kepada Islam."

Ibnu Ishaq berkata: Kedelapan orang itulah yang mendirikan manusia masuk Islam. Lalu mereka melakukan shalat dan membenarkan apa yang Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam beliau bawa dari Allah.

Setelah Abu Ubaidah itu menyusul masuk Islam. Nama asli Abu Ubaidah adalah Amir bin Abdullah bin Al-Jarrah bin Hilal bin Uhaib bin Dhabbab bin Al-Harts bin Fihr. Kemudian disusul Abu Salamah yang nama aslinya ialah Abdullah bin Abdu Al-Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka'ab bin Luay. Lalu disusul Al-Arqam bin Abu Al-Arqam. Nama asli Abu Al- Arqam adalah Abdu Manaf bin Asad (Abu Jundab) bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka'ab bin Luay. Kemudian diikuti Utsman bin Madz'un bin Habib bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab bin Luay, beserta dua saudara laki-lakinya, Qudamah dan Abdullah. Kemudian diikuti Ubaidah bin Al- Harits bin Al-Muthalib bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay.

Lalu disusul Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail bin Abdul Uzza bin Abdullah bin Qurth bin Riyah bin Rizah bin Adi bin Ka'ab bin Luay beserta istrinya, Fathimah binti Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Abdullah bin Qurth bin Riyah bin Rizah bin Abdi bin Ka'ab bin Luay. Fathimah adalah adik kandung Umar bin Khaththab.

Kemudian diikuti Asma' binti Abu Bakar, dan Aisyah binti Abu Bakar yang ketika itu masih anak-anak. Lalu disusul Khabbab bin Al-Arat, sekutu Bani Zuhrah.

Ibnu Hisyam berkata: Khabbab bin Al- Arat berasal dari Bani Tamim. Ada juga yang mengatakan bahwa ia berasal dari Khuza'ah.

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul Umair bin Abu Waqqash, saudara Sa'ad bin Abu Waqqash, Abdullah bin Mas'ud bin Al-Harits bin Syamkhu bin Makhzum bin Shahilah bin Al-Harts bin Tamim bin Sa'ad bin Hudzail yang merupakan sekutu Bani Zuhrah, Mas'ud Al-Qari yang bernama lengkap Mas'ud bin Rabi'ah bin Amr bin Sa'ad bin Al-Uzza bin Hamalah bin Ghalib bin Muhallim bin Aidzah bin Sabi' bin Alhun bin Khuzaimah dari Al- Qarah.

Ibnu Hisyam berkata: Al-Qarah adalah julukan buat mereka. Tentang Al-Qarah dikatakan:

وَكَأَنَّهُنَّ رِبَابَةٌ وَكَأَنَّهُ ... يَسَرٌ يُفِيضُ عَلَى الْقِدَاحِ وَيَصْدَعُ

Sungguh adil terhadap Al-Qarah orang yang memanahnya.
Mereka adalah kaum yang pandai memanah

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul Salith bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin

Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luay bin Ghalib bin Fihr beserta saudaranya yang bernama Hathib bin Amr, Ayyasy bin Abu Rabi'ah bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka'ab bin Luay beserta istrinya yang bernama Asma' binti Salamah bin Mukharribah At-Tamimiyyah, Khunais bin Hudzafah bin Qais bin Adi bin Su'aid bin Sahm bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab bin Luay.

Amir bin Rabi'ah dari Anz bin Wail dan sekutu keluarga besar Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza. Ibnu Hisyam berkata: Anz adalah anak Wail. Ia adalah saudara Bakr bin Wail dari Rabi'ah bin Nizar.

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul Abdullah bin Jahsy bin Ri'ab bin Ya'mur bin Shabirah bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah beserta saudaranya yang bernama Abu Ahmad bin Jahsy, sekutu Bani Umayyah bin Abdu Syams. Kemudian diikuti Ja'far bin Abdul Muthalib beserta istrinya, Asma binti Umais bin An-Nu'man bin Ka'ab bin Malik bin Quhafah dari Khats'am. Kemudian diikuti Hathib bin Al-Harits bin Ma'mar bin Habib bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab bin Luay beserta istrinya yang bernama Fathimah binti Al-Mujallal bin Abdullah bin Abu Qais bin Abdu Wudd bin Nahsr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luay bin Ghalib bin Fihr, beserta saudaranya Haththab bin Al-Harits dan istrinya yang bernama Fukaihah binti Yasar. Kemudian diikuti Ma'mar bin Al-Harits bin Ma'mar bin Habib bin Walr bin Hudzafah bin Jumah bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab bin Luay.

Lalu disusul As-Saib bin Utsman bin Madz'un bin Habib bin Wahb. Kemudian di ikuti Al-Muthalib bin Azhar bin Abdu Manaf bin Abdu bin Al-Harts bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay beserta istrinya yang bernama Ramlah binti Abu Auf bin Shubairah bin Su'aid bin Sa'ad bin Sahm bin Amr bin Hushaish bin Ka'ab bin Luay, dan An Nahham yang nama aslinya ialah Nu'aim bin Abdullah bin Asid, saudara Bani Adi bin Ka'ab bin Luay.

Ibnu Hisyam berkata: An-Nahham ada-lah Nu'aim bin Abdullah bin Asid bin Abdullah bin Auf bin Ubayd bin Uwaij bin Adi bin Ka'ab bin Luay. Ia dinamakan An-Nahham, karena Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Sungguh aku mendengar nahmnya (suara) Nua'im di surga".25

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul oleh Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar Radhiyallahu Anhu. Ibnu Hisyam berkata: Amir bin Fuhairah dilahirkan di Al-Asdi. Ia berkulit hitam, Abu Bakar membelinya dari mereka.

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul Khalid bin Sa'id bin Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Oushai bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab tan Luay beserta istrinya, Umainah binti Khalaf bin As'ad bin Amir bin Bayadhah bin Yutsa'iq bin Ji'tsimah bin Sa'ad bin Mulaih bin Ainr dari Khuza'ah. Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Humainah binti Khalaf.

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul oleh Hathib bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luay bin Ghalib bin Fihr.

Abu Hudzaifah bin Rabi'ah yang nama aslinya adalah Muhasysyam -sebagaimana disebutkan Ibnu Hisyam- bin Utbah bin Rabi'ah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay.

Ibnu Ishaq berkata: Kemudian diikuti Waqid bin Abdullah bin Abdu Manaf bin Arin bin Tsa'labah bin Yarbu' bin Hanzhalah bin Malik bin Zaid Manat bin Tamim, sekutu Bani Adi bin Ka'ab.

Ibnu Hisyam berkata: Semula Waqid dibawa Bahilah kemudian Bahilah menjual-nya kepada Khaththab bin Nufail yang kemu-dian mengangkatnya sebagai anak.

Ketika Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: Panggilah mereka dengan menggunakan nama ayah- ayah mereka. (QS. Al-Ahzaab: 5), Waqid berkata: "Aku adalah Waqid bin Abdullah", demikianlah seperti yang disebutkan kepadaku oleh Abu Amr Al-Madani.

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul Khalid, Amir, Aqil, dan Iyas, dari Bani Al-Bukair bin Abdu Yalail bin Nasyib bin Ghirah dari Bani Sa'ad bin Laits bin Bakr bin Abdu Manat bin Kinanah, sekutu Bani Adi bin Ka'ab.

Ibnu Ishaq berkata: Lalu disusul Ammar, sekutu Bani Makhzum bin Yaqadzah. Ibnu Hisyam berkata:Ammar bin Yasir adalah Anak dari Madzhij.

Ibnu Ishaq berkata: Disusul kemudian oleh Shuhaib bin Sinan, salah seorang dari An-Namr bin Qasith, dari sekutu Bani Taim bin Murrah.

Ibnu Hisyam berkata: An-Namr adalah anak Qasith bin Hinb bin Afsha bin Jadilah bin Asad bin Rabi'ah bin Nizar. Ada juga yang mengatakan Afsha adalah anak Du'mi bin Jadilah bin Asad. Ada pula yang mengatakan bahwa Shuhaib adalah mantan budak Abdullah bin Jud'an bin Amr bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim. Ada lagi yang berpendapat bahwa Shuhaib berasal dari negeri Romawi. Yang mengatakan bahwa Shuhaib berasal dari Bani An-Namr bin Qasith berpendapat bahwa awalnya Shuhaib menjadi tawanan perang di wilayah Romawi, lalu ia dibeli dari mereka. Disebutkan dalam hadits, Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang Shuhaib: Shuhaib adalah orang Romawi yang terdepan (yang memeluk Islam).26


25. Diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad dalam al-Thabaqaat dengan sanad mursal (4/138). Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan dalam Fath al-Bari (5/166) dari riwayat al- Waqidi dan dia lemah.

26. Lemah. Diriwayatkan oleh ai-Hakim pada hadits no. 5243 dan Al-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir pada hadits no. 7526 dan dinyatakan lemah oleh Albani dalam Shahih al-Jami' pada hadits no. 1315.

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya