Kitab Referensi

Asy-Syama'il Al-Muhammadiyah

باب ماجاء في تواضع رسول الله صلى الله عليه وسلم

BAB KETAWADHU'AN RASULULLAH

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ ، وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ ، قَالُوا : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ ، فَقُولُوا : عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ

331. Ahmad bin Mani', Sa'id bin Abdirrahman Al-Makhzumi II dan yang lainnya bercerita kepada kami, mereka berkata, Sufyan bin Uyyainah memberitahukan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Ubaidillah, dari Abdullah bin Abbas, dari Umar bin Khathab, ia berkata, Rasulullah bersabda, "Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji Isa putra Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah, ‘Abdullah wa Rasuluh' (hamba Allah dan Rasul-Nya)."


حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ ، عَنْ حُمَيْدٍ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، فَقَالَتْ لَهُ : إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً ، فَقَالَ : اجْلِسِي فِي أَيِّ طَرِيقِ الْمَدِينَةِ شِئْتِ ، أَجْلِسْ إِلَيْكِ

332. Ali bin Hujr bercerita kepada kami, Suwaid bin Abdul Aziz memberitahukan kepada kami, dari Humaid, dari Anas bin Malik, "Seorang wanita datang kepada Nabi seraya berkata, 'Sesungguhnya aku mempunyai keperluan kepadamu'. Lalu Nabi menjawab, 'Duduklah pada sudut mana pun dari jalan Madinah ini yang engkau kehendaki, aku akan duduk untuk memenuhi keperluanmu itu'."


حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ ، عَنْ مُسْلِمٍ الأَعْوَرِ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعُودُ الْمَرِيضَ ، وَيَشْهَدُ الْجَنَائِزَ ، وَيَرْكَبُ الْحِمَارَ ، وَيُجِيبُ دَعْوَةَ الْعَبْدِ ، وَكَانَ يَوْمَ بَنِي قُرَيْظَةَ عَلَى حِمَارٍ مَخْطُومٍ بَحَبْلٍ مِنْ لِيفٍ ، وَعَلَيْهِ إِكَافٌ مِنْ لِيفٍ

333. Ali bin Hujr bercerita kepada kami, Ali bin Mushir memberitahukan kepada kami, dari Muslim Al-A'war, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah biasa menjenguk orang sakit, menyaksikan (pemakaman) jenazah, mengendarai keledai, dan memenuhi undangan seorang budak. Pada hari penaklukkan Bani Quraizhah, beliau mengendarai keledai yang dikendalikan dengan tali sabut, dan di atasnya (punggung keledai) juga pelana dari sabut."


حَدَّثَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى الْكُوفِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ، يُدْعَى إِلَى خُبْزِ الشَّعِيرِ ، وَالإِهَالَةِ السَّنِخَةِ ، فَيُجِيبُ وَلَقَدْ كَانَ لَهُ دِرْعٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ ، فَمَا وَجَدَ مَا يَفُكُّهَا حَتَّى مَاتَ

334. Washil bin Abdil A'la Al-Kufi, Muhammad bin Fudhail bercerita kepada kami, dari Al-A'masy, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah , pernah diundang makan roti gandum dan ihalah (adonan dari mentega atau minyak samin lalu dicampur) yang sudah agak berubah bau dan rasanya, dan beliau pun memenuhi undangan tersebut. Beliau juga pernah menggadaikan baju besi miliknya kepada seorang Yahudi, namun beliau tidak mendapatkan sesuatu yang dapat digunakan untuk menebus baju besi itu hingga beliau meninggal."


حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ ، عَنْ سُفْيَانَ ، عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ صَبِيحٍ ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبَانَ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : حَجَّ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، عَلَى رَحْلٍ رَثٍّ ، وَعَلَيْهِ قَطِيفَةٌ ، لا تُسَاوِي أَرْبَعَةَ دَرَاهِمَ ، فَقَالَ : اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا ، لا رِيَاءَ فِيهِ ، وَلا سُمْعَةَ

335. Mahmud bin Ghailan bercerita kepada kami, Abu Dawud Al-Hafri bercerita kepada kami, dari Sufyan, dari Ar- Rabi' bin Shabih, dari Yazid bin Abban, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah pernah menunaikan haji dengan mengendarai unta tua dan mengenakan beludru yang harganya tidak sampai empat dirham, lalu beliau mengucapkan, 'Ya Allah, (jadikanlah haji ini) haji yang suci, tanpa riya' dan mencari kemasyhuran',"


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَفَّانُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ حُمَيْدٍ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : لَمْ يَكُنْ شَخْصٌ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ : وَكَانُوا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُومُوا ، لِمَا يَعْلَمُونَ مِنْ كَرَاهَتِهِ لِذَلِكَ

336. Abdullah bin Abdirrahman bercerita kepada kami, Affan memberitahukan kepada kami, Hammad bin Salamah memberitahukan kepada kami, dari Humaid, dari Anas, ia berkata, “Tidak ada orang yang lebih dicintai oleh mereka (para shahabat) dari Rasulullah . Tetapi, bila mereka melihat Rasulullah datang, mereka tidak berdiri untuk beliau. Sebab mereka mengetahui bahwa beliau tidak suka akan hal itu."


حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا جُمَيْعُ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعِجْلِيُّ ، قَالَ : أَنْبَأَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ مِنْ وَلَدِ أَبِي هَالَةَ زَوْجِ خَدِيجَةَ ، يُكْنَى أَبَا عَبْدِ اللهِ ، عَنِ ابْنٍ لأَبِي هَالَةَ ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ ، قَالَ : سَأَلْتُ خَالِي هِنْدَ بْنَ أَبِي هَالَةَ ، وَكَانَ وَصَّافًا عَنْ حِلْيَةِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، وَأَنَا أَشْتَهِي أَنْ يَصِفَ لِي مِنْهَا شَيْئًا ، فَقَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، : - قَالَ : فَسَأَلْتُهُ عَنْ مَخْرَجِهِ كَيْفَ يَصْنَعُ فِيهِ ؟ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَخْرِنُ لِسَانُهُ إِلا فِيمَا يَعْنِيهِ ، وَيُؤَلِّفُهُمْ وَلا يُنَفِّرُهُمْ ، وَيُكْرِمُ كَرَيمَ كُلِّ قَوْمٍ وَيُوَلِّيهِ عَلَيْهِمْ ، وَيُحَذِّرُ النَّاسَ وَيَحْتَرِسُ مِنْهُمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَطْوِيَ عَنْ أَحَدٍ مِنْهُمْ بِشْرَهُ وَخُلُقَهُ ، وَيَتَفَقَّدُ أَصْحَابَهُ ، وَيَسْأَلُ النَّاسَ عَمَّا فِي النَّاسِ ، وَيُحَسِّنُ الْحَسَنَ وَيُقَوِّيهِ ، وَيُقَبِّحُ الْقَبِيحَ وَيُوَهِّيهِ ، مُعْتَدِلُ الأَمْرِ غَيْرُ مُخْتَلِفٍ ، لا يَغْفُلُ مَخَافَةَ أَنْ يَغْفُلُوا أَوْ يَمِيلُوا ، لِكُلِّ حَالٍ عِنْدَهُ عَتَادٌ ، لا يُقَصِّرُ عَنِ الْحَقِّ وَلا يُجَاوِزُهُ الَّذِينَ يَلُونَهُ مِنَ النَّاسِ خِيَارُهُمْ ، أَفْضَلُهُمْ عِنْدَهُ أَعَمُّهُمْ نَصِيحَةً ، وَأَعْظَمُهُمْ عِنْدَهُ مَنْزِلَةً أَحْسَنُهُمْ مُوَاسَاةً وَمُؤَازَرَةً قَالَ : فَسَأَلْتُهُ عَنْ مَجْلِسِهِ ، فَقَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لا يَقُومُ وَلا يَجَلِسُ ، إِلا عَلَى ذِكْرٍ ، وَإِذَا انْتَهَى إِلَى قَوْمٍ ، جَلَسَ حَيْثُ يَنْتَهِي بِهِ الْمَجْلِسُ ، وَيَأْمُرُ بِذَلِكَ ، يُعْطِي كُلَّ جُلَسَائِهِ بِنَصِيبِهِ ، لا يَحْسَبُ جَلِيسُهُ أَنَّ أَحَدًا أَكْرَمُ عَلَيْهِ مِنْهُ ، مَنْ جَالَسَهُ أَوْ فَاوَضَهُ فِي حَاجَةٍ ، صَابَرَهُ حَتَّى يَكُونَ هُوَ الْمُنْصَرِفُ عَنْهُ ، وَمَنْ سَأَلَهُ حَاجَةً لَمْ يَرُدَّهُ إِلا بِهَا ، أَوْ بِمَيْسُورٍ مِنَ الْقَوْلِ ، قَدْ وَسِعَ النَّاسَ بَسْطُهُ وَخُلُقُهُ ، فَصَارَ لَهُمْ أَبًا وَصَارُوا عِنْدَهُ فِي الْحَقِّ سَوَاءً ، مَجْلِسُهُ مَجْلِسُ عِلْمٍ وَحِلْمٍ وَحَيَاءٍ وَأَمَانَةٍ وَصَبْرٍ ، لا تُرْفَعُ فِيهِ الأَصْوَاتُ ، وَلا تُؤْبَنُ فِيهِ الْحُرَمُ ، وَلا تُثَنَّى فَلَتَاتُهُ ، مُتَعَادِلِينَ ، بَلْ كَانُوا يَتَفَاضَلُونَ فِيهِ بِالتَّقْوَى ، مُتَوَاضِعِينَ يُوقِّرُونَ فِيهِ الْكَبِيرَ ، وَيَرْحَمُونَ فِيهِ الصَّغِيرَ ، وَيُؤْثِرُونَ ذَا الْحَاجَةِ ، وَيَحْفَظُونَ الْغَرِيبَ

337. Sufyan bin Waki' bercerita kepada kami, Jumai' bin Umar bin Abdirrahman Al-Ijli bercerita kepada kami, seseorang dari bani Tamim bercerita kepadaku, dari salah seorang putra Abu Halah -suami Khadijah- yang memiliki kuniyah Abu Abdillah, dari putra Abu Halah, dari Al-Hasan bin Ali, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada pamanku, Hindun bin Abi Halah—yang sangat pandai menggambarkan sesuatu—tentang karakteristik fisik Rasulullah . Aku ingin agar ia menggambarkan sesuatu dari sifat-sifat beliau itu. Hindun menjawab, Rasulullah sangat berwibawa dan sangat dihormati. Wajahnya bersinar seperti purnama'. Kemudian ia menyebutkan haditsnya dengan sangat panjang.

Al-Hasan berkata, ‘Aku menyembunyikan berita ini dari Al-Husain, sampai suatu saat aku menceritakan kepadanya, dan ternyata ia sudah tahu sebelumnya. Kemudian aku bertanya kepadanya tentang berita ini. Ternyata ia telah bertanya kepada ayahnya (Ali ) tentang Nabi , di dalam dan di luar rumahnya, cara penampilannya, dan ia menceritakan semuanya'.

Al-Husain berkata, ‘Aku bertanya kepada ayahku tentang perilaku Nabi ketika ia memasuki rumahnya. Ayahku berkata, ‘Beliau masuk rumah kapan saja beliau mau. Bila berada di rumah, beliau membagi waktunya menjadi tiga; sebagian untuk Allah, sebagian untuk keluarganya, sebagian lagi untuk dirinya. Kemudian beliau membagi waktunya sendiri antara dirinya dan orang lain; satu bagian khusus untuk shahabatnya dan bagian lainnya untuk umum. Ia tidak menyisakan waktunya untuk kepentingan dirinya. Termasuk kebiasaannya pada bagian yang ia lakukan untuk orang lain ialah mendahulukan atau menghormati orang-orang yang mulia dan ia menggolongkan manusia berdasarkan keutamaannya dalam agama.

Di antara shahabatnya, ada yang mengajukan satu keperluan, dua keperluan, atau banyak keperluan lain. Beliau menyibukkan dirinya dengan keperluan mereka— menyibukkan diri untuk melayani mereka pada sesuatu yang baik bagi mereka dan juga umat—dari berbagai macam persoalan dan memberitahu mereka apa yang seharusnya mereka lakukan.

Beliau bersabda, ‘Hendaknya orang yang hadir di antara kalian memberitahukan kepada yang tidak hadir. Sampaikanlah kepadaku keperluan orang yang tidak bisa menyampaikannya kepadaku. Sebab, barangsiapa menyampaikan kepada pihak yang berhak, keperluan seseorang yang tidak sanggup menyampaikannya, maka Allah akan mengokohkan kakinya pada hari kiamat'.

Selain hal-hal demikan, tidak ada yang disebut-sebut di hadapannya dan tidak akan diterimanya. Mereka datang menemui beliau untuk menuntut ilmu dan kearifan. Mereka tidak bubar sebelum mereka menerimanya. Mereka meninggalkan majelis Nabi sebagai pembimbing kepada kebaikan untuk orang di belakangnya'.

Al-Husain berkata, ‘Lalu aku bertanya kepadanya tentang apa yang dilakukan oleh Nabi di luar rumahnya, la menjawab, ‘Rasulullah itu pendiam kecuali pada hal-hal yang memang bermanfaat baginya, ia sangat ramah kepada setiap orang. Beliau tidak pernah mengucilkan seorang pun dalam pergaulannya. Beliau menghormati orang yang terhormat pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaga kaumnya. Beliau selalu berhati-hati dari berperilaku yang tidak sopan atau menunjukkan wajah yang tidak ramah kepada mereka Beliau suka menanyakan keadaan shahabat-shahahatnya dan keadaan orang-orang di sekitar mereka, misalnya keluarganya atau tetangganya.

Beliau menunjukkan bahwa yang baik itu baik dan memperkuatnya. Beliau menunjukkan bahwa yang jelek itu jelek dan melemahkannya. Beliau selalu memilih yang tengah-tengah dalam segala urusannya. Beliau tidak pemah lupa memerhatikan orang lain, karena beliau takut mereka alpa (lalai) atau berpaling dari jalan kebenaran.

Beliau tidak pemah ragu-ragu dalam kebenaran dan tidak pernah melanggar batas-batasnya. Orang-orang yang paling dekat dengannya adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang paling utama dalam pandangannya adalah orang-orang yang paling tulus memberikan nasihat kepada kaum muslimin seluruhnya. Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisinya adalah orang yang paling banyak memerhatikan dan membantu orang lain.

Al-Husain berkata, ‘Kemudian aku bertanya kepadanya tentang cara Rasulullah duduk. Ia menjawab, ‘Rasulullah tidak pemah duduk atau berdiri tanpa mengingat Allah. Beliau tidak pemah memesan tempat hanya untuk dirinya dan melarang orang lain duduk di situ. Ketika datang di tempat pertemuan, beliau duduk di mana saja tempat tersedia. Beliau juga menganjurkan orang lain untuk berbuat yang sama. Beliau memberikan tempat duduk dengan cara yang sama, sehingga tidak ada orang yang merasa bahwa orang lain lebih mulia daripada dirinya. Ketika seseorang duduk di hadapannya, beliau akan tetap duduk dengan sabar sampai orang itu berdiri atau meninggalkannya. Jika orang meminta sesuatu kepadanya, beliau akan memberikan sesuai apa yang orang itu minta. Jika tidak sanggup memenuhinya, beliau akan mengucapkan kata-kata yang membahagiakan orang itu.

Semua orang senang pada akhlaknya sehingga beliau seperti ayah bagi mereka dan semua beliau perlakukan dengan sama. Majelisnya adalah majelis kesabaran, kehormatan, kejujuran, dan kepercayaan. Tidak ada suara keras di dalamnya dan tidak ada tuduhan-tuduhan yang buruk. Tidak ada kesalahan seseorang yang diulangi lagi di luar majelis. Mereka yang berkumpul dalam pertemuan memperlakukan sesamanya dengan baik dan mereka satu sama lain terikat dalam kesalehan. Mereka rendah hati, sangat menghormati yang tua dan penyayang kepada yang muda, mendahulukan orang yang memiliki kebutuhan dan memberi perlindungan kepada orang-orang yang datang dari luar'."


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَزِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيدٌ ، عَنْ قَتَادَةَ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لوْ أُهْدِيَ إِلَيَّ كُرَاعٌ لَقَبِلتُ ، وَلوْ دُعِيتُ عَلَيْهِ لأَجَبْتُ

338. Muhammad bin Abdillah bin Yazi' bercerita kepada kami, Bisyir Al-Mufadhal bercerita kepada kami, Sa'id bercerita kepada kami, dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Sekiranya aku diberi hadiah paha atau kaki kambing, niscaya aku terima. Sekiranya aku diundang untuk jamuan (makan) paha atau kaki kambing, niscaya aku penuhi."


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ ، عَنْ جَابِرٍ ، قَالَ : جَاءَنِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَيْسَ برَاكِبِ بَغْلٍ وَلا بِرْذَوْنٍ

339. Muhammad bin Basyar bercerita kepada kami, Abdurrahman bercerita kepada kami, Sufyan bercerita kepada kami, dari Muhammad bin Al-Mukandir, dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah datang kepadaku tanpa mengendarai bighal dan tidak pula birdzaun (keledai yang bukan berasal dari Arab)."


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، قَالَ : أَنْبَأَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي الْهَيْثَمِ الْعَطَّارُ ، قَالَ : سَمِعْتُ يُوسُفَ بْنَ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلامٍ ، قَالَ : سَمَّانِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُوسُفَ ، وَأَقْعَدَنِي فِي حِجْرِهِ ، وَمَسَحَ عَلَى رَأْسِي

340. Abduiiah bin Abdirrahman bercerita kepada kami. Abu Nu'aim memberitahukan kepada kami, Yahya bin Abtl Haitsam Al-Athar bercerita kepada kami, ia berkata, aku mendengar Yusuf bin Abdullah bin Salam berkata, “Rasulullah menamaiku Yusuf dan mendudukkanku di pangkuannya serta mengusap kepalaku."


حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ وَهُوَ ابْنُ صَبِيحٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا يَزِيدُ الرَّقَاشِيُّ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، حَجَّ عَلَى رَحْلٍ رَثٍّ وَقَطِيفَةٍ ، كُنَّا نَرَى ثَمَنَهَا أَرْبَعَةَ دَرَاهِمَ ، فَلَمَّا اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ ، قَالَ : لَبَّيْكَ بِحَجَّةٍ لا سُمْعَةَ فِيهَا وَلا رِيَاءَ

341. Ishaq bin Manshur bercerita kepada kami, Abu Dawud Ath-Thayalisi bercerita kepada kami, Ar-Rabi'—yakni Ibnu Shabih—memberitahukan kepada kami, Yazid Ar-Riqasyi bercerita kepada kami, dari Anas bin Malik, “Rasulullah pernah menunaikan haji dengan mengendarai unta tua dan mengenakan beludru yang kami kira harganya empat dirham. Ketika beliau telah duduk di atas kendaraannya, beliau mengucapkan, ‘Aku penuhi panggilan-Mu dengan haji yang suci, tanpa riya' dan mencari kemasyhuran'."


حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ ، وَعَاصِمٍ الأَحْوَلِ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، أَنَّ رَجُلا خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، فَقَرَّبَ مِنْهُ ثَرِيدًا عَلَيْهِ دُبَّاءُ ، قَالَ : فَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، يَأْخُذُ الدُّبَّاءَ ، وَكَانَ يُحِبُّ الدُّبَّاءَ ، قَالَ ثَابِتٌ : فَسَمِعْتُ أَنَسًا ، يَقُولُ : فَمَا صُنِعَ لِي طَعَامٌ ، أَقْدَرُ عَلَى أَنْ يُصْنَعَ فِيهِ دُبَّاءُ ، إِلا صُنِعَ

342. Abdurrazzaq bercerita kepada kami, Ma'mar memberitahukan kepada kami, dari Tsabit Al-Bunani dan Ashim Al-Ahwal, dari Anas bin Malik, "Seorang penjahit (pakaian) mengundang Rasulullah untuk makan. Kemudian dihidangkan kepada beliau kuah yang berisi labu. Rasulullah makan kuah labu tersebut dan beliau menyukainya. Tsabit berkata, ‘Aku mendengar Anas berkata, ‘Setelah itu, tidak dibuatkan untukku makanan yang memungkinkan ada labunya melainkan pasti dibuatkan'."


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ ، عَنْ عَمْرَةَ ، قَالَتْ : قِيلَ لِعَائِشَةَ : مَاذَا كَانَ يَعْمَلُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي بَيْتِهِ ؟ قَالَتْ : كَانَ بَشَرًا مِنَ الْبَشَرِ ، يَفْلِي ثَوْبَهُ ، وَيَحْلُبُ شَاتَهُ ، وَيَخْدُمُ نَفْسَهُ

343. Muhammad bin Ismail bercerita kepada kami, Abduiiah bin Shalih bercerita kepada kami, Mu'awiyah bin Shalih bercerita kepadaku, dari Yahya bin Sa'id, dari Amrah, ia berkata, “Aisyah pernah ditanya, ‘Apa yang dilakukan oleh Rasulullah di rumahnya?' Aisyah menjawab, ‘Beliau adalah manusia seperti manusia lainnya. Beliau membersihkan bajunya, memerah kambingnya, dan melayani dirinya sendiri'."

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya