Kitab Referensi

Asy-Syama'il Al-Muhammadiyah

باب ماجاء في بكاء رسول الله صلى الله عليه وسلم

BAB TANGISAN RASULULLAH

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْمُبَارِكِ ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ ، عَنْ ثَابِتٍ ، عَنْ مُطَرِّفٍ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ الشِّخِّيرِ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يُصَلِّي ، وَلِجَوْفِهِ أَزِيزٌ كَأَزِيزِ الْمِرْجَلِ مِنَ الْبُكَاءِ

323. Suwaid bin Nashr bercerita kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak memberitahukan kepada kami, dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, dari Mutharrif—yakni Ibnu Abdillah bin Asy-Syikhkhr, dari ayahnya, ia berkata, "Aku pernah mengunjungi Rasulullah , ketika itu beliau sedang shalat, dan dari rongga (dada) beliau terdengar suara gemuruh seperti suara ketel (mendidih) karena tangisan."


حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنِ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ عُبَيْدَةَ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ ، قَالَ : قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اقْرَأْ عَلَيَّ فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، أَقَرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ ، قَالَ : إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي ، فَقَرَأْتُ سُورَةَ النِّسَاءِ ، حَتَّى بَلَغْتُ وَجِئِنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا ، قَالَ : فَرَأَيْتُ عَيْنَيْ رَسُولِ اللهِ تَهْمِلانِ
324. Mahmud bin Ghailan bercerita kepada kami, Mu'awiyah bin Hisyam bercerita kepada kami, Sufyan bercerita kepada kami, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Abidah, dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, "Rasulullah bersabda kepadaku, 'Bacalah Al-Qur'an untukku!' Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah (patut) aku akan membaca Ai-Qur'an untukmu padahal Al-Qur'an diturunkan kepadamu?' Beliau bersabda, 'Sungguh, aku ingin mendengarnya dari orang lain'. Aku pun membaca Surah An-Nisa' hingga sampai pada ayat, 'Dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)'. Kemudian aku melihat kedua mata Nabi berlinang air mata."
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو ، قَالَ : انْكسفَتِ الشَّمْسُ يَوْمًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي ، حَتَّى لَمْ يَكَدْ يَرْكَعُ ثُمَّ رَكَعَ ، فَلَمْ يَكَدْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ ، فَلَمْ يَكَدْ أَنْ يَسْجُدَ ، ثُمَّ سَجَدَ فَلَمْ يَكَدْ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ ، فَلَمْ يَكَدْ أَنْ يَسْجُدَ ، ثُمَّ سَجَدَ فَلَمْ يَكَدْ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ ، فَجَعَلَ يَنْفُخُ وَيَبْكِي ، وَيَقُولُ : رَبِّ أَلَمْ تَعِدْنِي أَنْ لا تُعَذِّبَهُمْ وَأَنَا فِيهِمْ ؟ رَبِّ أَلَمْ تَعِدْنِي أَنْ لا تُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ؟ وَنَحْنُ نَسْتَغْفِرُكَ فَلَمَّا صَلَّى رَكْعَتَيْنِ انْجَلَتِ الشَّمْسُ ، فَقَامَ فَحَمِدَ اللَّهَ تَعَالَى ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ ، ثُمَّ قَالَ : إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا انْكَسَفَا ، فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى

325. Qutaibah bercerita kepada kami, Jarir bercerita kepada kami, dari Atha' bin As-Saib, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amru, ia berkata, “Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah. Lalu Rasulullah shalat (bersama jamaah). Beliau berdiri tidak rukuk-rukuk (sangat lama). Kemudian beliau rukuk, tidak mengangkat-angkat kepala (sangat lama). Kemudian beliau mengangkat kepala (i'tidal), tidak sujud-sujud (sangat lama). Kemudian beliau sujud, tidak mengangkat-angkat kepala (sangat lama). Kemudian beliau mengangkat kepala (bangkit dari sujud), tidak sujud-sujud. Kemudian beliau sujud, tidak mengangkat-angkat kepala (sangat lama), lalu beliau mengangis seraya membaca:

Ya Rabbi, bukankah Engkau telah menjanjikan kepadaku bahwa Engkau tidak akan menyiksa mereka, sementara aku berada di tengah-tengah mereka. Ya Rabbi, bukankah Engkau telah menjanjikan kepadaku bahwa Engkau tidak akan mengazab mereka, sementara mereka memohon ampunan. Dan kami memohon ampunan-Mu'.

Setelah beliau selesai shaiat dua rakaat, matahari telah nampak kembali. Kemudian beliau berdiri (berkhotbah). Beliau memulai khotbahnya dengan memuji Allah dan mengangungkan-Nya, lalu bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. [Keduanya tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang.] jika keduanya mengalami gerhana, maka bersegeralah untuk berzikir kepada Allah'."


حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلانَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ ، عَنْ عِكْرِمَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : أَخَذَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ابْنَةً لَهُ تَقْضِي فَاحْتَضَنَهَا فَوَضَعَهَا بَيْنَ يَدَيْهِ ، فَمَاتَتْ وَهِيَ بَيْنَ يَدَيْهِ وَصَاحَتْ أُمُّ أَيْمَنَ ، فَقَالَ يَعْنِي صلى الله عليه وسلم : أَتَبْكِينَ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ ؟ فَقَالَتْ : أَلَسْتُ أَرَاكَ تَبْكِي ؟ قَالَ : إِنِّي لَسْتُ أَبْكِي ، إِنَّمَا هِيَ رَحْمَةٌ ، إِنَّ الْمُؤْمِنَ بِكُلِّ خَيْرٍ عَلَى كُلِّ حَالٍ ، إِنَّ نَفْسَهُ تُنْزَعُ مِنْ بَيْنِ جَنْبَيْهِ ، وَهُوَ يَحْمَدُ اللَّهَ تعالى

326. Mahmud bin Ghailan bercerita kepada kami, Abu Ahmad bercerita kepada kami, Sufyan bercerita kepada kami, dari Atha' bin As-Saib, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah meraih anak perempuannya yang masih kecil, yang hampir meninggal dunia. Beliau memeluknya lalu meletakkannya di hadapannya, dan anak itu meninggal di hadapan beliau. Ketika itu, Ummu Aiman menjerit, maka Nabi berkata kepadanya, ‘Apakah engkau menangis di rumah Rasulullah?' Ummu Aiman berkata, ‘Bukankah aku melihat Anda sendiri menangis?' Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya aku tidak menangis, tetapi ia adalah rahmat. Sesungguhnya seorang mukmin berada dalam kebaikan dalam setiap keadaan. Sesungguhnya jiwanya dicabut dari antara kedua rusuknya, sementara dia memuji Allah "


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ ، عَنْ عَائِشَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، قَبَّلَ عُثْمَانَ بْنَ مَظْعُونٍ وَهُوَ مَيِّتٌ وَهُوَ يَبْكِي أَوْ قَالَ : عَيْنَاهُ تَهْرَاقَانِ

327. Muhammad bin Basyar bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi bercerita kepada kami, Sufyan bercerita kepada kami, dari Ashim bin Ubaidillah, dari Al-Qasim bin Muhammad, dari Aisyah , “Rasulullah mencium Ustman bin Mazh'un yang meninggal dunia, dan beliau menangis." Atau ia mengatakan, “Kedua mata beliau berlinangan air mata."


حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا أَبُو عَامِرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ وَهُوَ ابْنُ سُلَيْمَانَ ، عَنْ هِلالِ بْنِ عَلِيٍّ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : شَهِدْنَا ابْنَةً لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، وَرَسُولُ اللهِ جَالِسٌ عَلَى الْقَبْرِ ، فَرَأَيْتُ عَيْيَنْهِ تَدمَعَانِ ، فَقَالَ : أَفِيكُمْ رَجُلٌ لَمْ يُقَارِفِ اللَّيْلَةَ ؟ ، قَالَ أَبُو طَلْحَةَ : أَنَا ، قَالَ : انْزِلْ فَنَزَلَ فِي قَبْرِهَا

328. Ishaq bin Manshur bercerita kepada kami, Abu Amir memberitahukan kepada kami, Fuiaih -yakni Ibnu Sulaiman- bercerita kepada kami, dari Hilal bin Ali, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Kami pernah menghadiri pemakaman putri Rasulullah dan beliau saat itu duduk di atas kubur, lalu aku melihat kedua mata beliau berlinang. Setelah itu beliau bersabda, ‘Siapakah di antara kalian yang tadi malam tidak berhubungan (dengan istrinya)?' Abu Thalhah berkata, ‘Saya'. Beliau bersabda, ‘Turunlah engkau ke liang kubur!' Kemudian Thalhah pun turun ke liang kuburnya."

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya