Kitab Referensi

Asy-Syama'il Al-Muhammadiyah

باب ما جاء في كلام رسول الله صلى الله عليه وسلم في السّمر

BAB PERCAKAPAN RASULULLAH DI MALAM HARI

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ صَبَّاحٍ الْبَزَّارُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو عَقِيلٍ الثَّقَفِيُّ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَقِيلٍ ، عَنْ مُجَالِدٍ ، عَنِ الشَّعْبِيِّ ، عَنْ مَسْرُوقٍ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : حَدَّثَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، ذَاتَ لَيْلَةٍ نِسَاءَهُ حَدِيثًا ، فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ : كَأَنَّ الْحَدِيثَ حَدِيثُ خُرَافَةَ ، فَقَالَ : أَتَدْرُونَ مَا خُرَافَةُ ؟ إِنَّ خُرَافَةَ كَانَ رَجُلا مِنْ عُذْرَةَ ، أَسَرَتْهُ الْجِنُّ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ، فَمَكَثَ فِيهِمْ دَهْرًا ، ثُمَّ رَدُّوهُ إِلَى الإِنْسِ ، فَكَانَ يُحَدِّثُ النَّاسَ بِمَا رَأَى فِيهِمْ مِنَ الأَعَاجِيبِ ، فَقَالَ النَّاسُ : حَدِيثُ خُرَافَةَ

253. Al-Hasan bin Shabah Al-Bazzar bercerita kepada kami, Abu An-Nadhr bercerita kepada kami, Abu Aqil Ats- Tsaqafi Abdullah bin Aqil bercerita kepada kami, dari Mujalid, dari Asy-Sya'bi, dari Masruq, dari Aisyah, ia berkata, “Pada suatu malam, Rasulullah bercakap- cakap dengan istri-istri beliau. Salah seorang dari mereka berkata, ‘Percakapan semacam ini seperti percakapan khurafat'. Maka Rasulullah bersabda, ‘Tahukah kalian apa itu khurafat? Sesungguhnya khurafat itu nama seorang laki-laki dari (kabilah) Udzrah yang disembunyikan oleh jin pada zaman jahiliyah. Ia tinggal bersama mereka (jin) beberapa lama. Kemudian jin itu mengembalikannya lagi ke alam manusia. Kemudian Khurafat bercerita tentang keajaiban-keajaiban yang ia alami di alam jin kepada orang-orang. Lantas, untuk cerita-cerita semacam itu orang-orang mengatakan, ‘Itu cerita Khurafat'."


حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ ، عَنِ أَخِيهِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُرْوَةَ ، عَنْ عُرْوَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : جَلَسَتْ إِحْدَى عَشْرَةَ امْرَأَةً فَتَعَاهَدْنَ وَتَعَاقَدْنَ أَنْ لا يَكْتُمْنَ مِنْ أَخْبَارِ أَزْوَاجِهِنَّ شَيْئًا : فَقَالَتِ الأُولَى : زَوْجِي لَحْمُ جَمَلٍ غَثٍّ عَلَى رَأْسِ جَبَلٍ وَعْرٍ ، لا سَهْلٌ فَيُرْتَقَى ، وَلا سَمِينٌ فَيُنْتَقَلُ قَالَتِ الثَّانِيَةُ : زَوْجِي لا أَبُثُّ خَبَرَهُ ، إِنِّي أَخَافُ أَنْ لا أَذَرَهُ ، إِنْ أَذْكُرْهُ أَذْكُرْ عُجَرَهُ ، وَبُجَرَهُ قَالَتِ الثَّالِثَةُ : زَوْجِي الْعَشَنَّقُ ، إِنْ أَنْطِقْ أُطَلَّقْ ، وَإِنْ أَسْكُتْ أُعَلَّقْ قَالَتِ الرَّابِعَةُ : زَوْجِي كَلَيْلِ تِهَامَةَ ، لا حَرٌّ ، وَلا قُرٌّ ، وَلا مَخَافَةَ ، وَلا سَآمَةَ قَالَتِ الْخَامِسَةُ : زَوْجِي إِنْ دَخَلَ فَهِدَ ، وَإِنْ خَرَجَ أَسِدَ ، وَلا يَسْأَلُ عَمَّا عَهِدَ قَالَتِ السَّادِسَةُ : زَوْجِي إِنْ أَكَلَ لَفَّ ، وَإِنْ شَرِبَ اشْتَفَّ ، وَإِنِ اضْطَجَعَ الْتَفَّ ، وَلا يُولِجُ الْكَفَّ ، لِيَعْلَمَ الْبَثَّ قَالَتِ السَّابِعَةُ : زَوْجِي عَيَايَاءُ ، أَوْ غَيَايَاءُ طَبَاقَاءُ ، كُلُّ دَاءٍ لَهُ دَاءٌ ، شَجَّكِ ، أَوْ فَلَّكِ ، أَوْ جَمَعَ كُلا لَكِ قَالَتِ الثَّامِنَةُ : زَوْجِي الْمَسُّ ، مَسُّ أَرْنَبٍ وَالرِّيحُ ، رِيحُ زَرْنَبٍ قَالَتِ التَّاسِعَةُ : زَوْجِي رَفِيعُ الْعِمَادِ ، طَوِيلُ النِّجَادِ عَظِيمُ الرَّمَادِ ، قَرِيبُ الْبَيْتِ مِنَ النَّادِ قَالَتِ الْعَاشِرَةُ : زَوْجِي مَالِكٌ ، وَمَا مَالِكٌ مَالِكٌ خَيْرٌ مِنْ ذَلِكِ ، لَهُ إِبِلٌ كَثِيرَاتُ الْمَبَارِكِ ، قَلِيلاتُ الْمَسَارِحِ ، إِذَا سَمِعْنَ صَوْتَ الْمِزْهَرِ ، أَيْقَنَّ أَنَّهُنَّ هَوَالِكُ قَالَتِ الْحَادِيَةَ عَشْرَةَ : زَوْجِي أَبُو زَرْعٍ وَمَا أَبُو زَرْعٍ ؟ أَنَاسَ مِنْ حُلِيٍّ أُذُنَيَّ ، وَمَلأَ مِنْ شَحْمٍ عَضُدَيَّ ، وَبَجَّحَنِي ، فَبَجَحَتْ إِلَيَّ نَفْسِي ، وَجَدَنِي فِي أَهْلِ غُنَيْمَةٍ بِشَقٍّ فَجَعَلَنِي فِي أَهْلِ صَهِيلٍ ، وَأَطِيطٍ وَدَائِسٍ وَمُنَقٍّ ، فَعِنْدَهُ أَقُولُ ، فَلا أُقَبَّحُ ، وَأَرْقُدُ ، فَأَتَصَبَّحُ ، وَأَشْرَبُ ، فَأَتَقَمَّحُ ، أُمُّ أَبِي زَرْعٍ فَمَا أُمُّ أَبِي زَرْعٍ ، عُكُومُهَا رَدَاحٌ ، وَبَيْتُهَا فَسَاحٌ ، ابْنُ أَبِي زَرْعٍ ، فَمَا ابْنُ أَبِي زَرْعٍ ، مَضْجَعُهُ كَمَسَلِّ شَطْبَةٍ ، وَتُشْبِعُهُ ذِرَاعُ الْجَفْرَةِ ، بِنْتُ أَبِي زَرْعٍ ، فَمَا بِنْتُ أَبِي زَرْعٍ ، طَوْعُ أَبِيهَا وَطَوْعُ أُمِّهَا ، مِلْءُ كِسَائِهَا ، وَغَيْظُ جَارَتِهَا ، جَارِيَةُ أَبِي زَرْعٍ ، فَمَا جَارِيَةُ أَبِي زَرْعٍ ، لا تَبُثُّ حَدِيثَنَا تَبْثِيثًا ، وَلا تُنَقِّثُ مِيرَتَنَا تَنْقِيثًا ، وَلا تَمْلأُ بَيْتَنَا تَعْشِيشًا ، قَالَتْ : خَرَجَ أَبُو زَرْعٍ ، وَالأَوْطَابُ تُمْخَضُ ، فَلَقِيَ امْرَأَةً مَعَهَا وَلَدَانِ لَهَا ، كَالْفَهْدَيْنِ ، يَلْعَبَانِ مِنْ تَحْتِ خَصْرِهَا بِرُمَّانَتَيْنِ ، فَطَلَّقَنِي وَنَكَحَهَا ، فَنَكَحْتُ بَعْدَهُ رَجُلا سَرِيًّا ، رَكِبَ شَرِيًّا ، وَأَخَذَ خَطِّيًّا ، وَأَرَاحَ عَلَيَّ نَعَمًا ثَرِيًّا ، وَأَعْطَانِي مِنْ كُلِّ رَائِحَةٍ زَوْجًا ، وَقَالَ : كُلِي أُمَّ زَرْعٍ ، وَمِيرِي أَهْلَكِ ، فَلَوْ جَمَعْتُ كُلَّ شَيْءٍ أَعْطَانِيهِ ، مَا بَلَغَ أَصْغَرَ آنِيَةِ أَبِي زَرْعٍ قَالَتْ عَائِشَةُ : فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : كُنْتُ لَكِ كَأَبِي زَرْعٍ لأُمِّ زَرْعٍ

254. Ali bin Hujr bercerita kepada kami, Isa bin Yunus memberitahukan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari saudara laki-lakinya, Abdullah bin Urwah, dari Urwah, dari Aisyah, ia berkata, “Ada sebelas orang wanita berkumpul lalu mereka berjanji untuk tidak menyembunyikan sedikit pun tentang perihal suami mereka.

Maka wanita pertama mengatakan, 'Suamiku ibarat daging unta yang kurus di puncak gunung, yang sulit didaki. (Gunung itu) Tidak landai sehingga mudah didaki dan tidak gemuk sehingga tidak menarik bagi orang lain '.

Wanita kedua mengatakan, 'Suamiku, aku tidak akan menceritakan tentang perihalnya. Sebab, jika kuceritakan perihalnya, aku khawatir tidak bisa meninggalkan perihalnya sedikit pun. Jika mengingatnya, aku ingat akan urat di wajah dan perutnya (yang tampak ketika marah)'.

Wanita ketiga mengatakan, 'Suamiku jangkung, jika aku bicara maka aku akan dicerai, dan jika aku diam maka aku akan terkatung-katung (antara dicerai dan tidak)'.

Wanita keempat mengatakan, 'Suamiku seperti malam di Tihamah, tidak panas dan tidak dingin, tidak ada ketakutan dan tidak ada rasa bosan'.

Wanita kelima mengatakan, ‘Suamiku, jika masuk rumah seperti macan dan jika keluar seperti singa, la tidak menanyakan apa yang teiah ia berikan'.

Wanita keenam mengatakan, ‘Suamiku, jika makan; sangat banyak dan tidak ada sisanya, jika minum maka tidak tersisa, jika berbaring maka tidur sendiri sambil berselimutan, dan tidak mengulurkan tangannya untuk mengetahui kesedihanku'.

Wanita ketujuh mengatakan, ‘Suamiku bodoh atau tidak pandai berjimak, semua penyakit (aib) dia miliki, dia melukai kepalamu, melukai badanmu, atau melakukan semua itu kepadamu.'

Wanita kedelapan mengatakan, 'Suamiku sentuhannya seperti sentuhan kelinci dan baunya seperti bau zarnab (tumbuhan yang baunya harum)'.

Wanita yang kesembilan mengatakan, ‘Suamiku tinggi tiang rumahnya, panjang sarung pedangnya, banyak abunya, dan rumahnya dekat dengan tempat pertemuan'.

Wanita kesepuluh mengatakan, ‘Suamiku (namanya) adalah Malik, dan siapakah gerangan si Malik? Malik itu lebih baik (para suami) yang telah disebutkan, la memiliki unta yang banyak di kandangnya dan sedikit yang digembalakan. Jika unta-unta tersebut mendengar tukang penyala api, maka unta-unta itu yakin akan disembelih'.

Wanita kesebelas mengatakan, ‘Suamiku adalah Abu Zar'i Siapa gerangan Abu Zar'i? Dialah yang telah memberati telingaku dengan perhiasan, memenuhi lemak di lengan atas tanganku dan menyenangkan aku, maka aku pun gembira. Ia mendapatiku pada (keluarga) peternak kambing-kambing kecil dengan kehidupan yang sulit, lalu ia pun menjadikan aku di tempat para pemilik kuda dan onta, penghalus makanan dan suara-suara hewan ternak. Di sisinya aku berbicara dan aku tidak di jelek-jelekan. Aku tidur di pagi hari, aku minum hingga aku puas dan tidak ingin minum lagi. Ibu Abu Zar'i. Siapakah gerangan Ibu Abu Zar'i? Yang mengumpulkan perabotan rumah, dan memiliki rumah yang luas. Putra Abu Zar'i, siapakah gerangan dia? Tempat tidurnya adalah pedang terhunus yang keluar dari sarungnya. Ia sudah merasa kenyang jika memakan (daging) lengan anak kambing betina. Putri Abu Zar'i, siapakah gerangan dia? Taat kepada ayahnya dan ibunya, tubuhnya segar montok, tetangganya iri kepadanya. Budak wanita Abu Zar'i, siapakah gerangan dia? Ia menyembunyikan rahasia-rahasia kami dan tidak menyebarkannya, tidak merusak makanan yang kami datangkan dan tidak membawa lari makanan tersebut, serta tidak mengumpulkan kotoran di rumah kami.

Suatu ketika keluarlah Abu Zar'i pada saat baskom-baskom susu susu sedang digoyang-goyang agar keluar sari susunya. Pada saat itulah ia bertemu dengan seorang wanita bersama dua orang anaknya seperti dua ekor macan. Mereka berdua sedang bermain di dekatnya dengan dua buah delima. Lalu ia menceraikanku dan menikahi wanita tersebut. Setelah itu, aku pun menikah dengan seorang lelaki terpandang, seorang penunggang kuda pacu pilihan. Ia mengambil tombak khatthi, lalu membawa tombak tersebut untuk berperang dan membawa ghanimah berupa unta yang banyak sekali. Ia memberiku sepasang hewan dari hewan-hewan yang disembelih dan berkata, ‘Makanlah, wahai Ummu Zar'i dan berkunjunglah ke keluargamu dengan membawa makanan. Kalau seandainya aku mengumpulkan semua yang diberikan olehnya maka tidak akan mencapai belanga terkecil Abu Zar'i'.

Aisyah berkata, ‘Kemudian Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Aku bagimu seperti Abu Zar'i bagi Ummu Zar'i'."

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya