Kitab Referensi

Asy-Syama'il Al-Muhammadiyah

باب ما جاء في ضحك رسول الله صلى الله عليه وسلم

BAB CARA TERTAWA RASULULLAH

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا الْحَجَّاجُ وَهُوَ ابْنُ أَرْطَاةَ ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ ، قَالَ : كَانَ فِي سَاقَيْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، حُمُوشَةٌ ، وَكَانَ لا يَضْحَكُ إِلا تَبَسُّمًا ، فَكُنْتُ إِذَا نَظَرْتُ إِلَيْهِ ، قُلْتُ : أَكْحَلُ الْعَيْنَيْنِ ، وَلَيْسَ بِأَكْحَلَ

227. Ahmad bin Mani' bercerita kepada kami, Abbad bin AI-Awwam bercerita kepada kami, Al-Hajjaj -Ibnu Arthah- bercerita kepada kami, dari Simak bin Harb, dari Jabir bin Samurah ia berkata, "Betis Rasulullah kecil (langsing). Beliau tidak tertawa kecuali (sekadar) tersenyum. Jika aku memandang beliau, aku berkata (dalam hati), ‘Betapa hitam kedua pelupuk matanya, padahal tidak diberi celak'."


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ ، قَالَ : أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ ، أَنَّهُ قَالَ : مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم

228. Qutaibah bin Sa'id bercerita kepada kami, Ibnu Lahiya'ah bercerita kepada kami, dari Ubaidullah bin Al-Mughirah, dari Abdullah bin Al-Harits bin Jaz'i, bahwa ia berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah ."


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ الْخَلالُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ السَّيْلَحَانِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ ، قَالَ : مَا كَانَ ضَحِكُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِلا تَبَسُّمًا
قال أبو عيسى هذا حديث غريب من حديث ليث بن سعد

229. Ahmad bin Khalid Al-Khallal bercerita kepada kami, Yahya bin lshaq As-Sailahani bercerita kepada kami, Al-Laits bin Sa'ad bercerita kepada kami dari Yazid bin Abu Habib, dari Abdullah bin AI-Harits ia berkata, 'Tertawanya Rasulullah hanyalah sekadar senyum. "

Abu Isa berkata, “Hadits ini adalah hadits gharib dari hadits Laits bin Sa'ad."


حَدَّثَنَا أَبُو عَمَّارٍ الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ ، عَنِ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنِّي لأَعْلَمُ أَوَّلَ رَجُلٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ ، وَآخَرَ رَجُلٍ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ ، يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيُقَالُ : اعْرِضُوا عَلَيْهِ صِغَارَ ذُنُوبِهِ وَيُخَبَّأُ عَنْهُ كِبَارُهَا ، فَيُقَالُ لَهُ : عَمِلْتَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا ، كَذَا ، وَهُوَ مُقِرٌّ ، لا يُنْكِرُ ، وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ كِبَارِهَا ، فَيُقَالُ : أَعْطُوهُ مَكَانَ كُلِّ سَيِّئَةٍ عَمِلَهَا حَسَنَةً ، فَيَقُولُ : إِنَّ لِي ذُنُوبًا مَا أَرَاهَا هَاهُنَا
قَالَ أَبُو ذَرٍّ : فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ

230. Abu Ammar Al-Husain bin Hurais bercerita kepada kami, Waki' bercerita kepada kami, AI-A'masy bercerita kepada kami, dari Al-Ma'rur bin Suwaid, dari Abu Dzar ia berkata, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui orang pertama yang akan memasuki surga dan orang terakhir yang akan keluar dari neraka. Seorang lelaki akan didatangkan pada hari Kiamat kelak, lalu dikatakan kepadanya, Tunjukkan kepadanya dosa-dosa kecilnya'. Maka ditunjukkanlah dosa-dosa kecil itu kepadanya sedangkan dosa-dosa besar disembunyikan darinya. Lalu dia ditanya, 'Kamu telah melakukan pada hari ini dan itu, begini dan begitu?' Ia pun mengakui dan tidak mengingkarinya, karena merasa sedih dari dosa-dosa besarnya. Maka dikatakan, 'Gantilah setiap keburukannya dengan kebaikan'. Lalu ia berkata, 'Sungguh, aku mempunyai banyak dosa yang aku tidak melihatnya di sini'."

Abu Dzar melanjutkan, “Sungguh, aku melihat Rasulullah tertawa hingga nampak gigi taringnya."


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو ، قَالَ : حَدَّثَنَا زَائِدَةُ ، عَنْ بَيَانٍ ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ ، عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ ، قَالَ : مَا حَجَبَنِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مُنْذُ أَسْلَمْتُ ، وَلا رَآنِي إِلا ضَحِكَ

231. Ahmad bin Mani' bercerita kepada kami, Mu'awiyyah bin Amru bercerita kepada kami, Zaidah bercerita kepada kami, dari Bayan, dari Qais bin Abi Hazim, dari Jarir bin Abdullah ia berkata, “Rasulullah tidak pernah menghalangiku (masuk menemui beliau) semenjak aku masuk Islam, dan beliau setiap melihatku selalu tertawa."


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو ، قَالَ : حَدَّثَنَا زَائِدَةُ ، عَنِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ ، عَنْ قَيْسٍ ، عَنْ جَرِيرٍ ، قَالَ : مَا حَجَبَنِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، وَلا رَآنِي مُنْذُ أَسْلَمْتُ إِلا تَبَسَّمَ

232. Ahmad bin Mani' bercerita kepada kami, Mu'awiyyah bin Amru bercerita kepada kami, Zaidah bercerita kepada kami, dari Ismail bin Abi Khalid dari Qais, dari Jarir ia berkata. "Rasulullah tidak pernah menghalangiku (menemui beliau), dan beliau tidak pemah melihatku semenjak aku masuk Islam, kecuali beliau tersenyum "


حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ، عَنِ الأَعْمَشِ ، عَنِ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ عَبِيدَةَ السَّلْمَانِيِّ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنِّي لأَعْرفُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا ، رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْهَا زَحْفًا ، فَيُقَالُ لَهُ : انْطَلِقْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ ، قَالَ : فَيَذْهَبُ لِيَدْخُلَ الْجَنَّةَ ، فَيَجِدُ النَّاسَ قَدْ أَخَذُوا الْمَنَازِلَ ، فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ : يَا رَبِّ ، قَدْ أَخَذَ النَّاسُ الْمَنَازِلَ ، فَيُقَالُ لَهُ : أَتَذْكُرُ الزَّمَانَ الَّذِي كُنْتَ فِيهِ ، فَيَقُولُ : نَعَمْ ، قَالَ : فَيُقَالُ لَهُ : تَمَنَّ ، قَالَ : فَيَتَمَنَّى ، فَيُقَالُ لَهُ : فَإِنَّ لَكَ الَّذِي تَمَنَّيْتَ وَعَشَرَةَ أَضْعَافِ الدُّنْيَا ، قَالَ : فَيَقُولُ : تَسْخَرُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ : فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، ضَحِكَ ، حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ

233. Hannad bin As-Sariy bercerita kepada kami, Abu Mu'awiyyah bercerita kepada kami, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Abidah As-Salmaniy, dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata, Rasulullah bersabda.“Sungguh aku benar-benar mengetahui penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya, yaitu seorang lelaki yang keluar dari neraka dengan merangkak. Lalu dikatakan kepadanya. 'Berjalanlah dan masuklah ke surga'." Rasulullah melanjutkan, "la pun berjalan untuk memasuki surga. Maka ia menjumpai manusia telah menempati tempatnya masing-masing, ia pun kembali dan berkata. 'Wahai Rabbku, manusia (penduduk surga) telah menempati tempatnya masing-masing'. Maka ia ditanya, 'Apakah kamu ingat waktu kamu hidup di dunia?' la menjawab, 'Ya'." Rasulullah melanjutkan, "Lalu dikatakan kepadanya, 'Berangan-anganlah!' la pun berangan-angan. Lalu dikatakan kepadanya, 'Sungguh kamu mendapatkan apa yang kamu angankan, bahkan sepuluh kali lipat dari apa yang ada di dunia', la berkata, ‘Engkau mengejekku, padahal Engkaulah Sang Maharaja'." Abdullah bin Mas'ud berkata, “Sungguh, aku melihat Rasulullah tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya."


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ ، قَالَ : شَهِدْتُ عَلِيًّا ، أُتِيَ بِدَابَّةٍ لِيَرْكَبَهَا فَلَمَّا وَضَعَ رِجْلَهُ فِي الرِّكَابِ ، قَالَ : بِسْمِ اللهِ ، فَلَمَّا اسْتَوَى عَلَى ظَهْرِهَا ، قَالَ : الْحَمْدُ لِلَّهِ ، ثُمَّ قَالَ : سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ، ثُمَّ قَالَ : الْحَمْدُ لِلَّهِ ثَلاثًا ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثَلاثًا ، سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا أَنْتَ ، ثُمَّ ضَحِكَ فَقُلْتُ : مِنْ أَيِّ شَيْءٍ ضَحِكْتَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ ؟ قَالَ : رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم صَنَعَ كَمَا صَنَعْتُ ثُمَّ ضَحِكَ ، فَقُلْتُ : مِنْ أَيِّ شَيْءٍ ضَحِكْتَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : إِنَّ رَبَّكَ لَيَعْجَبُ مِنْ عَبْدِهِ ، إِذَا قَالَ : رَبِّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي ، إِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ غَيْرُكَ

234. Qutaibah bin Sa'id bercerita kepada kami, Abu Al-Ahwash bercerita kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Ali bin Rabi'ah ia berkata, "Aku pernah melihat Ali saat itu didatangkan kepadanya hewan tunggangan untuk dinaiki. Ketika dia meletakkan kakinya pada tumpuan hewan tunggangan itu, dia membaca, 'Bismillah.' Lalu saat telah berada di atas punggungnya dia mengucap, 'Alhamdulillah' kemudian berdoa, ‘Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal Kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.' (Zukhruf: 13). Kemudian dia membaca, ‘Alhamdulillah (3 kali), Allahu Akbar (3 kali), Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku, karena tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.' Kemudian dia tertawa. Maka kutanyakan kepadanya, Karena apakah engkau tertawa, wahai Amirul mukminin?' Dia menjawab, 'Aku pernah melihat Rasuiulloh melakukan seperti apa yang aku lakukan kemudian beliau tertawa dan aku bertanya, ‘Karena apakah Anda tertawa, wahai Rasulullah?' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Rabbmu sungguh merasa kagum terhadap hamba-Nya jika ia mengucap, ‘Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, karena (ia tahu bahwa) sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain-Mu'."


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَوْنٍ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الأَسْوَدِ ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ ، قَالَ : قَالَ سَعْدٌ : لَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ، ضَحِكَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ : قُلْتُ : كَيْفَ كَانَ ؟ قَالَ : كَانَ رَجُلٌ مَعَهُ تُرْسٌ ، وَكَانَ سَعْدٌ رَامِيًا ، وَكَانَ يَقُولُ كَذَا وَكَذَا بِالتُّرْسِ يُغَطِّي جَبْهَتَهُ ، فَنَزَعَ لَهُ سَعْدٌ بِسَهْمٍ ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ رَمَاهُ فَلَمْ يُخْطِئْ هَذِهِ مِنْهُ يَعْنِي جَبْهَتَهُ وَانْقَلَبَ الرَّجُلُ ، وَشَالَ بِرِجْلِهِ : فَضَحِكَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ : قُلْتُ : مِنْ أَيِّ شَيْءٍ ضَحِكَ ؟ قَالَ : مِنْ فِعْلِهِ بِالرَّجُلِ

235. Muhammad bin Basyar bercerita kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al-Anshari bercerita kepada kami, Abdullah bin ‘Aun bercerita kepada kami, dari Muhammad bin Muhammad bin Al-Aswad, dari Amir bin Sa'ad ia berkata, Sa'ad berkata, “Sungguh, aku melihat Nabi , tertawa pada waktu Perang Khandaq sehingga tampak gigi gerahamnya." Amir bin Sa'ad berkata, “Aku bertanya, ‘Mengapa beliau sampai tertawa?' Sa'ad menjawab, 'Ada seorang lelaki (kafir) memegang perisai (saat itu Sa'ad bertugas sebagai pemanah), lelaki kafir itu berkata begini dan begitu, dengan perisai menutupi dahinya. Maka Sa'ad mencabut anak panahnya, dan ketika lelaki itu menyembulkan kepalanya dari balik perisai, ia lepaskan anak panahnya. Ternyata tidak meleset, anak panahnya mengenai diri—dahi—lelaki itu, hingga ia terjungkal dengan kaki ke atas. (Melihat peristiwa ini) Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya'. Aku (Amir bin Sa'ad) bertanya, ‘Karena apa Nabi tertawa?' Sa'ad menjawab, ‘Karena Sa'ad berhasil membunuh lelaki kafir itu.'."

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya