Kitab Referensi

Asy-Syama'il Al-Muhammadiyah

باب ماجاء في نعل رسول الله صلى الله عليه وسلم

BAB KHUF (SANDAL) RASULULLAH

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا هَمَّامٌ ، عَنْ ، قَالَ : قُلْتُ لأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ : كَيْفَ كَانَ نَعْلُ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ؟ قَالَ : لَهُمَا قِبَالانِ

76. Muhammad bin Basyar bercerita kepada kami, Abu Dawud Ath-Thayalisi bercerita kepada kami. Hammam bercerita kepada kami, dari Qatadah, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik, Bagaimana bentuk sandal Rasulullah ?" Anas bin Malik menjawab "Sepasang sandal beliau menggunakan dua tali qibal (tali sandal yang disatukan ujungnya dan terjepit dianatara dua jari kaki)."


حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاءِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، عَنْ سُفْيَانَ ، عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : كَانَ لِنَعْلِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قِبَالانِ ، مَثْنِيٌّ شِرَاكَهُمَا

77. Abu Kuraib Muhammad bin Al-Ala’ bercerita kepada kami, ia berkata. Waki’ memberitahukan kepada kami, dari Sufyan, dari Khalid Al.Hidza’, dari Abdullah bin Al-Harits, dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Sandal Rasulullah memiliki dua tali qibal, yang setiap talinya terbagi menjadi dua."


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ طَهْمَانَ ، قَالَ : أَخْرَجَ إِلَيْنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ نَعْلَيْنِ جَرْدَاوَيْنِ ، لَهُمَا قِبَالانِ
فقَالَ : فَحَدَّثَنِي ثَابِتٌ بَعْدُ عَنْ أَنَسُ ، أَنَّهُمَا كَانَتَا نَعْلَيِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

78. Ahmad bin Mani' dan Ya’qub bin Ibrahim bercerita kepada kami. Abu Ahmad Az-Zubairi memberitahukan kepada kami, Isa bin Thahman memberitahukan kepada kami. "Suatu ketika Anas bin Malik memperlihatkan kepada kami sepasang sandal yang gundul, tak berbulu, yang memiliki dua qibal. Kemudian Tsabit menceritakan kepadaku dari Anas, bahwa kedua sandal itu adaiah milik Rasulullah .


حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَعْنٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ جُرَيْجٍ ، أَنَّهُ قَالَ لابْنِ عُمَرَ : رَأَيْتُكَ تَلْبَسُ النِّعَالَ السِّبْتِيَّةَ ، قَالَ : إِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَلْبَسُ النِّعَالَ الَّتِي لَيْسَ فِيهَا شَعَرٌ ، وَيَتَوَضَّأُ فِيهَا ، فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَلْبَسَهَا

79. Ishaq bin Musa Al-Anshari bercerita kepada kami, ia berkata. Ma'an memberitakan kepada kami, ia berkata, Malik memberitahukan kepada kami, Sa’id bin Abi Sa’id Al-Maqbari memberitahukan kepada kami, dari Ubaid bin Juraij, bahwasanya ia pernah berkata kepada Ibnu Umar, “Saya pernah melihat Anda menggunakan sandal sibtiyyah (tanpa bulu)." Ibnu Umar menjawab, “Aku pernah melihat Rasulullah memakai sandal yang tak berbulu, dan berwudhu tanpa melepaskannya. Karena itu, maka aku suka memakainya."


حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، عَنْ مَعْمَرٍ ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ ، عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْءَمَةِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ لِنَعْلِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قِبَالانِ

80. Ishaq bin Manshur bercerita kepada kami, Abdurrazzaq memberitahukan kepada kami, dari Ma’mar, dari Ibnu Abi Dzi'ib, dari Shalih, maula At-Tauamah, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Sandal Rasulullah memiliki dua qibal (tali sandal yang bersatu pada bagian depannya dan terjepit di antara dua jari kaki)."


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنِ السُّدِّيِّ ، قَالَ : حَدَّثَنِي مَنْ ، سَمِعَ عَمْرَو بْنَ حُرَيْثٍ ، يَقُولُ : رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، يُصَلِّي فِي نَعْلَيْنِ مَخْصُوفَتَيْنِ

81. Ahmad bin Mani' bercerita kepada kami, Abu Ahmad bercerita kepada kami, Sufyan memberitahukan kepada kami, dari As-Saddi, ia berkata, seseorang yang mendengar dari Amru bin Huraits bercerita kepadaku, ia berkata, “Saya melihat Rasulullah shalat dengan memakai sepasang sandal yang berlubang (bertambal)."


حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِيُّ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَعْنٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ ، عَنِ الأَعْرَجِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ : لا يَمْشِيَنَّ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ ، لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا ، أَوْ لِيُحْفِهِمَا جَمِيعًا

82. Ishaq bin Musa Al-Anshari bercerita kepada kami. Ma’an memberitahukan kepada kami. Malik memberitahukan kepada kami, dari Abu Az-Zannad. dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, "Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan menggunakan satu sandal (bukan sepasang). Namun hendaklah ia menggunakan keduanya atau melepaskan keduanya."


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ نَحْوَهُ

83. Qutaibah bercerita kepada kami, dari Malik bin Anas, dari Abu Az-Zannad dengan riwayat semisal itu.


حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَعْنٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ ، عَنْ جَابِرٍ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ يَأْكُلَ ، يَعْنِي الرَّجُلَ ، بِشِمَالِهِ ، أَوْ يَمْشِيَ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ

84. Ishaq bin Musa bercerita kepada kami, Ma’an memberitahukan kepada kami, Malik memberitahukan kepada kami, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, “Nabi melarang seseorang makan dengan tangan kiri, atau berjalan dengan satu sandal.”

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ ، حوَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَعْنٌ ، قَالَ : حَدَّثَنَا مَالِكٌ ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ ، عَنِ الأَعْرَجِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ : إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ ، وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ ، فَلْتَكُنِ الْيَمِينُ أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ ، وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ

85. Qutaibah bercerita kepada kami, dari Malik, Ishaq bin Musa memberitakan kepada kami, Ma'an memberitahukan kepada kami, ia berkata, Malik memberitahukan kepada kami, dari Abu Az-Zannad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, “Jika salah seorang di antara kalian memakai sandal, maka mulailah dari yang kanan dan jika melepas, maka mulailah dari yang kiri. Jadikanlah kaki kanan terlebih dahulu memakai sandal dan yang terakhir melepasnya."


85 ـ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى ، قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ، قَالَ : حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، قَالَ : حَدَّثَنَا أَشْعَثُ هُوَ ابْنُ أَبِي الشَّعْثَاءِ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ مَسْرُوقٍ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُحِبُّ التَّيَمُّنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي تَرَجُّلِهِ ، وَتَنَعُّلِهِ وَطُهُورِهِ

86. Abu Musa Muhammad bin Al-Mutsanna bercerita kepada kami, Muhammad bin Ja’far memberitahukan kepada kami, ia berkata, Syu’bah memberitahukan kepada kami, Asy'ats—yakni putra Abi Asy-Sya'tsa’, dari ayahnya, dari Masruq, dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah selalu mendahulukan anggota bagian kanan semampu yang beliau lakukan saat bersisir, memakai sandal, dan saat bersuci.”


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقٍ أَبُو عَبْدِ اللهِ ، قَالَ : حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ قَيْسٍ أَبُو مُعَاوِيَةَ ، قَالَ : حَدَّثَنَا هِشَامٌ ، عَنْ مُحَمَّدٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ لِنَعْلِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قِبَالانِ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَوَّلُ مَنْ عَقَدَ عَقْدًا وَاحِدًا عُثْمَانُ رضي الله عنه.

87. Muhammad bin Marzuq Abu Abdillah bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Qais Abu Mu’awiyah bercerita kepada kami, Hisyam bercerita kepada kami, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Sandal Rasulullah , Abu Bakar, dan Umar menggunakan dua tali qibal Utsman yang pertama kali menggunakan sandal dengan satu ikatan."

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya