Kitab Referensi

SIRAH NABAWIAH - SEJARAH LENGKAP KEHIDUPAN RASULULLAH صلي الله عليه وسلم

Setelah waktu berlalu lama orang-orang Jurhum mulai berlaku zalim di Mekkah, meng- halalkan kehormatan di tanah suci, berbuat zalim terhadap orang-orang selain warga Mekkah yang memasuki Mekkah, dan memakan kekayaan Ka'bah yang dihadiahkannya. Akibatnya, urusan mereka menjadi kacau balau berantakan. Ketika semua itu terlihat oleh Bani Bakr bin Abdu Manaf bin Kinanah, dan Ghubsyan dari Khuza'ah, mereka sepakat untuk memerangi orang-orang Jurhum dan mengusir mereka dari Mekkah. Kemudian mereka mendeklarasikan perang terbuka melawan orang-orang Jurhum. Kedua pasukan bertempur hingga akhirnya Bani Bakr dan Ghubsyan mampu melumpuhkan orang- orang Jurhum, dan mengusir mereka dari Mekkah. Pada masa jahiliyah, kezaliman dan pelanggaran harus tidak terjadi di Mekkah, serta siapa pun yang melakukan pelanggaran di dalamnya harus diusir dari sana. Mekkah sebelum itu dinamakan An-Nassah dan jika seorang raja ingin menghalalkan keharamannya di dalamnya, niscaya ia binasa. Ada yang menyebutkan bahwa Mekkah disebut Bakkah, karena ia menghancurkan (bakka) leher para tiran saat mereka melakukan pelanggaran hukum di dalamnya.

Ibnu Hisyam berkata: Abu Ubaidah berkata kepadaku bahwa Bakkah adalah nama satu lembah di Mekkah, disebut demikian karena mereka saling berdesakan di dalamnya. Abu Ubaidah membacakan syair kepadaku:

Jika pengambil air untuk memberi minum unta terserang panas
Lepaslah dia hingga berdesak-desakan di Bakkah

Yakni biarkanlah dia hingga untanya menuju air berdesakan di dalamnya. Bakkah adalah tempat Baitullah dan Masjidil Haram dan dua bait syair di atas ialah milik Aman bin Ka'ab bin Amr bin Sa'ad bin Zaid Manat bin Tamim.

Ibnu Ishaq berkata: Kemudian Amr bin Al-Harits bin Mudhadh Al-Jurhumi berangkat dengan membawa dua patung kijang emas Ka'bah, dua batu tiang, kemudian menanamnya di Sumur Zamzam. Baru setelah itu orang-orang Jurhum kembali pujang ke negeri Yaman. Mereka demikian terpukul, karena kehilangan peluang untuk mengelola Ka'bah dan kepemimpinan di dalamnya. Mengenai hal ini, Amr bin Al-Harits bin Amr bin Mudhadh berkata ia bukan Mudhadh si anak sulung:

Ia berkata sambil bersimbah airmata
Banyak wanita menangis dengan pedih
Seakan antara Al-Hajun dan Safa tidak ada teman
Dan di Mekkah tak ada orang yang begadang malam
Aku katakan kepadanya, sementara hatiku gagap
Laksana burung di antara dua sayapnya yang terbang
Sungguh, kami dulu adalah penguasa Mekkah
Namun perputaran malam mengubah segalanya
Kami adalah pengelola Baitullah sesudah Nabit
Kami thawaf di Baitullah dan kebaikannya demikian jelas
Kami pengelola Baitullah sesudah Nabit dengan mulia
Tak ada orangyang berani mengganggu kami
Kami adalah penguasa nan terhormat, dan kerajaan kami begitu kuat
Tidak ada seorangpun serupa dengan kami
Tidakkah kalian telah menikahkan dengan orang terbaik yang aku kenal?
Anak-anaknya adalah milik kami dan kami adalah besannya
Jika dunia meninggalkan kami dengan segala kondisinya
Sesungguhnya ia mempunyai satu kondisi dengan segala permusuhan
Kemudian kami diusir oleh Sang Maha Kuasa
Demikianlan wanai manusia, takdir itu berlaku
Aku katakan jika orang bahagia bisa tidur, sedang aku tidak bisa tidur
Wahai Pemilik Arasy: Suhail dan Amir tidak jauh dari sini
Kami diganti di Mekkah dengan orang yang tidak kami suka
Yaitu kabilah-kabilah di antaranya dari Himyar dan Yuhabir
Kini kami menjadi bahan bicara, sebelum ini semua orang iri kepada kami
Demikianlah apa yang dilakukan waktu yang lewat pada kami
Kemudian airmata mengalir karena menangisi suatu negeri suci
Di dalamnya terdapat keamanan dan di di- dalamnya terdapat
Masya'ir Ia menangisi rumah yang burung daranya tidak boleh diganggu
Ia bernaung di bawahnya dengan aman dan di dalamnya terdapat burung pipit
Di dalamnya ada binatang-binatang buas yang tidak menyerang binatang merpati jinak
Jika binatang jinak keluar daripadanya la tidak lagi diserang

Ibnu Hisyam berkata: Ucapan Amir, anak-anaknya milik kami, bukan berasal dari Ibnu Ishaq.

Ibnu Ishaq berkata: Selain itu, Amr bin Al-Harits juga berkata karena ingat Bakr, Ghubsyan, dan penduduk Mekkah yang mereka tinggalkan di dalamnya:

Hai manusia, berjalanlah, karena akhir nasib kalian
Suatu hari tidak lagi bisa berjalan
Persegerakanlah binatang kalian dan longgarkanlah kekangnya
Sebelum meninggal dan lakukan apa yang harus kalian lakukan
Dulu kami manusia-manusia seperti kalian lalu nasib mengubah kami
Maka kalian seperti kami dahulu dan akan menjadi seperti kami kini

Ibnu Hisyam berkata: Inilah syair yang benar yang diucapkan bin Al-Harits.

Ibnu Hisyam berkata bahwa seorang pakar syair berkata padaku, bait-bait syair di atas adalah syair pertama yang dilontarkan tentang orang-orang Arab, syair-syair tersebut ditulis pada sebuah batu di Yaman, sayang sekali dia tidak menyebutkan penulisnya padaku.

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya