Kitab Referensi

SIRAH NABAWIAH - SEJARAH LENGKAP KEHIDUPAN RASULULLAH صلي الله عليه وسلم

Ibnu Ishaq berkata: Az-Zuhri berkata: Abdullah bin Ka'ab bin Malik bercerita kepadaku pada saat Rasulullah mendoakan para syuhada' Uhud, memohonkan ampunan untuk mereka, dan menyebutkan tentang mereka, beliau juga bersabda: "Wahai seluruh kaum Muhajirin, tetaplah kalian berbuat baik terhadap kaum Anshar, karena jumlah kalian terus terus bertambah, sedang tidaklah bertambah kecuali sebagaimana keadaan mereka pada hari ini. Sesungguhnya kaum Anshar adalah pembelaku dan tempat menjaga rahasiaku yang aku berlindung kepadanya. Maka berbuat baiklah kepada siapa saja di antara mereka yang berbuat baik dan maafkan siapa saja di antara mereka yang melakukan kesalahan."220

Abdullah berkata: Setelah itu Rasulullah turun dari mimbar lalu masuk ke rumahnya sementara sakitnya semakin kritis hingga beliau tidak sadarkan diri.

Istri-istri Rasulullah seperti Ummu Salamah dan Maimunah, serta wanita-wanita kaum Muslimin seperti Asma' binti Unais berkumpul di sekitar Rasulullah. Al-Abbas, paman Rasulullah, juga berada di sisi beliau. Mereka sepakat untuk memasukkan obat ke mulut beliau. Kemudian Al-Abbas memasukkan obat ke mulut Rasulullah. Tatkala siuman, beliau bersabda: "Siapa yang melakukan ini terhadapku?" Orang-orang menjawab: "Wahai Rasullullah, pamanmu sendiri." Rasulullah bersabda: "Itu adalah obat yang dibawa wanita-wanita yang datang dari Habasyah. "Rasulullah bersabda lagi: "Kenapa kalian berbuat seperti itu?" Al-Abbas menjawab: "Wahai Rasulullah, kami semua khawatir engkau terkena serangan penyakit pleurisy (radang selaput dada)." Rasulullah bersabda: "Penyakit tersebut tidak akan Allah timpakan kepadaku."221 Ibnu Ishaq berkata: Sa'id bin Ubaid As- Sabbaq berkata padaku, dari Muhammad bin Usamah, dari ayahnya, Usamah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, ia berkata: "Tatkala sakit Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam semakin kritis, aku dan anak buahku pulang ke Madinah, kemudian aku menemui Rasulullah yang pada saat itu diam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Beliau menengadahkan tangan ke langit kemudian meletekkar tangannya kepadaku. Aku pun paham bahwj beliau sedang mendoakanku."222

Ibnu Ishaq berkata: Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata: "Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bercerita kepadaku, dari Aisyah Radhiyallahu Anha ia berkata: "Saat itu, aku seringkali mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah hanya akan mewafatkan para nabi apabila Dia sudah memberinya pilihan." Menjelang wafat, ucapan terakhir yang aku dengar dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam adalah: "Bersama teman yang paling tinggi di surga." Aku berkata: "Jika demikian, demi Allah, Rasulullah tidak memilih kami dan tahulah aku bahwa beliaulah yang pernah bersabda kepada kami: "Sesungguhnya Allah hanya akan mewafatkan para nabi apabila Dia sudah memberinya pilihan."223


220. HR. Muslim pada hadits no. 2510

221. HR. Ahmad pada hadits no. 27509 dari hadits Asma binti Umais. al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sanadnya benar hanya saja mursal

222. HR. Tirmidzi pada hadits no. 2817 dan Ahmad pada hadits no.21803. dan dinyatakan hasan oleh Albani pada bukunya Shahih al-Sunan, juga dalam Al-Misykat pada hadits 6166

223. HR. Ahmad pada hadits no. 26389 dan Abu Ya'la dalam Musnadnya pada hadits no.4584. Syu'aib al-Arnauth berkata bahwa sanadnya lemah

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya