Kitab Referensi

SIRAH NABAWIAH - SEJARAH LENGKAP KEHIDUPAN RASULULLAH صلي الله عليه وسلم

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm berkata kepadanya dari ayahnya bahwa ia diberitahu bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Aku melihat Amr bin Luhay menyeret usus-ususnya di neraka. Aku bertanya kepadanya tentang manusia (yang hidup) antara aku dengannya, ia menjawab, 'Mereka telah binasa.'"4

Ibnu Ishaq: Muhammad bin Ibrahim bin Al-Harits At-Taimi berkata kepadaku bahwa Abu Shalih As-Samman berkata kepadanya bahwa Abu Hurairah, menurut Ibnu Hisyam bernama asli Abu Hurairah ialah Abdullah bin Amir. Ada yang menyebutkan nama Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr, ia mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepada Aktsam bin Al-Jaun Al-Khuzai:

"Hai Aktsam, aku lihat Amr bin Luhay bin Qama'ah bin Khindif menyeret usus-ususnya, dan aku belum pernah melihat orang yang amat mirip dengannya melainkan engkau, dan dia sangat mirip denganmu." Aktsam berkata: "Apakah kemiripannya denganku itu membahayakanku, wahai Rasulullah?" Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

"Tidak demikian, sebab engkau seorang Mukmin, sedangkan dia seorang kafir. Dialah orang yang pertama kali mengubah agama Ismail, memasang berhala, mengiris telinga unta, melepaskan saibah, menyambung washilah, dan melindungi (haami)." 5

Ibnu Hisyam berkata bahwa salah seorang yang memiliki ilmu sangat mumpuni berkata kepadaku bahwa Amr bin Luhay pergi dari Mekkah menuju Syam untuk satu kepentingan tertentu. Tatkala dia tiba di Ma'arib, daerah di Balqa', saat itu, Ma'arib didiami Al-Amaliq anak keturunan Imlaq, ada yang menyebutkan Amliq bin Lawudz bin Sam bin Nuh. Dia melihat mereka menyembah berhala. Lalu ia berkata pada mereka: "Berhala-berhala model apakah yang kalian puja-puja itu?" Mereka berkata kepada Amr bin Luhay: "Kami memuja-muja berhala-berhala guna meminta hujan, lalu ia menurunkan hujan kepada kami hujan. Kami memohon kepadanya lalu ia mengabulkan permohonan kami." Amr bin Luhay berkata kepada: "Apakah kalian mau memberiku satu berhala saja yang bisa aku bawa ke Jazirah Arab lalu mereka menyembahnya?"

Merekapun memberi Amr bin Luhay satu berhala bernama Hubal. Amr bin Luhay tiba di Mekkah dengan membawa berhala Hubal. Ia memancangkannya, lalu memerintahkan penduduk kota Mekkah untuk menyembah dan mengagungkannya.

Ibnu Ishaq berkata: Ada yang menyebutkan bahwa penyebab keturunan Ismail menyembah berhala ialah karena jika mereka mengalami kesulitan di Mekkah, dan ingin pergi mencari rezki di negeri-negeri lain, mereka senantiasa membawa salah satu batu dari batu-batu tanah suci Mekkah sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap Mekkah. Jika berhenti di sebuah tempat, mereka meletakkan batu tersebut, kemudian thawaf di sekelilingnya persis sama pada saat mereka thawaf di sekeliling Kabah. Demikianlah yang terjadi, hingga akhirnya terjadi perubahan sikap dan paradigma pada mereka. Mereka menyembah batu yang mereka menurut pikiran mereka baik dan menarik perhatian. Generasi terus berganti hingga akhirnya lupa penyikapan yang benar terdahulu terhadap batu tersebut sehingga akhirnya mereka mengubah agama Ibrahim dan Ismail dengan agama lain. Mereka memuja-muja berhala-berhala dan tersesat seperti seperti tersesatnya bangsa-bangsa yang mendahului mereka. Namun demikian, di antara mereka masih ada sisa-sisa pengikut Nabi Ibrahim yang berpegang kokoh kuat dengan agama Ibrahim. Mereka tetap mengagungkan Ka'bah, thawaf di sekelilingnya, melakukan ibadah haji, umrah, wukuf di Arafah dan Muzdalifah, menyembelih hewan qurban, membaca talbiyah saat menunaikan haji dan umrah, namun sudah disertai dengan memasukkan ajaran baru (bid'ah) ke dalamnya. Jika orang-orang Kinanah Quraisy melakukan talbiyah mereka berkata:

"Labbaik allahumma labbaik,. labbaikan laa syariika laka illaa syariikun huwa laka. Tamli- kuhi wa maa malaka (Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu. Aku sambut panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu kecuali sekutu tersebut menjadi milik-Mu. Engkau memilikinya dan tiada seorangpun yang memiliknya). "Mereka mentauhidkan Allah dalam seruan talbiyah mereka, tapi pada saat yang sama memasukkan berhala-berhala mereka bersama Allah dan menjadikan berhala-berhala tersebut di Tangan-Nya (sekutu-Nya).

Allah berfirman kepada Muhammad Shallalahu 'alaihi wa Sallam:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain) (QS. Yusuf: 106).

Maksudnya ialah mereka tidak mentauhidkan Aku karena paham mengenai hak-Ku, kecuali mereka jadikan dari makhluk-Ku sekutu buat-Ku.

Umat Nabi Nuh memiliki berhala-berhala, tempat dimana mereka beribadah kepadanya. Allah Tabaraka wa Ta'ala menceritakan berhala-berhala tersebut kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dalam firman- Nya:

وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا . وَقَدْ أَضَلُّواْ كَثِيرًا

Dan mereka berkata: "jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa \ yaghuts, ya'uq dan nasr." Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. " (QS. Nuh: 23-24).

Mereka yang membikin patung-patung dari keturunan Ismail dan selain keturunan dia, dan menamai berhala-berhala dengan nama-nama mereka sendiri saat meninggalkan agama Ismail ialah Kabilah Hudzail bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar. Mereka menjadikan Suwa' sebagai berhala, mereka memilikinya di Burhat, sebuah tempat di dekat Yanbu'. Selain kabilah Hudzail ialah Kabilah Kalb bin Wabrah dari Qudha'ah. Mereka menjadikan Wadd sebagai berhala di Dumatul Jandal.

Ibnu Ishaq berkata: Ka'ab bin Malik Al- Anshari berkata:

Kami tlah lupakan AI-Lata, Al-Uzza, dan Wadd
Kami mengambil ikatan dan pengikat hidung-Nya

Ibnu Hisyam berkata: Bait-bait di atas adalah penggalan dari syair-syair Ka'ab bin Malik, nanti akan saya sebutkan pada tempatnya secara lengkap, Insya Allah.

Ibnu Hisyam berkata: Kalb ialah putera dari Wabrah bin Taghlab bin Hulwan bin Imran bin Ilhaf bin Qudha'ah.

Ibnu Ishaq berkata: An'um dari Thayyi' dan penduduk Jurasy dari Madzhaj menjadikan Yaghuts berhala sesembahan mereka di Jurasy.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang menyebutkankan An'am (bukan An'um). Thayyi' adalah putera Adad bin Malik dan Malik ialah Madzhaj bin Udad. Ada pula yang menyebutkan bahwa Thayyi' adalah anak Adad bin Zaid bin Kahlan bin Saba'.

Ibnu Ishaq berkata: Khaiwan, yang merupakan salah satu kabilah utama dari Hamdzan menjadikan Ya'uq sebagai berhala di daerah Hamdzan di kawasan Yaman.

Ibnu Hisyam berkata bahwa Malik bin Namath Al-Hamdani berkata:

Allah kuasa mendatangkan manfaat dan mudharat di dunia
Sedang Ya'uq tidak bisa mendatangkan mamfaat dan mudharat apa apa

Bait syair di atas adalah penggalan dari syair-syair Malik bin Namath Al-Hamdani.

Ibnu Hisyam berkata: Nama Hamdan adalah Ausalah bin Malik bin Zaid bin Rabi'ah bin Ausalah bin Khiyar bin Malik bin Zaid bin Kahlan bin Saba'. Ada yang mengatakan Hamdan adalah anak Ausalah Zaid bin Ausalah bin Al-Khiyar. Ada pula yang menyatakan namanya adalah Hamdan bin Ausalah bin bin Rabi'ah bin Malik bin Al-Khiyar bin Malik bin Zaid bin Kahlan bin Saba'.

Ibnu Ishaq berkata: Dzu Al-Kula' dari Himyar menjadikan Nasr sebagai berhala di kawasan Himyar.

Sementara itu Khaulan mempunyai berhala yang bernama Umyanis di daerah Khaulan. Mereka mengurbankan hewan dan hasil panen mereka padanya di samping kepada Allah. Hak Allah yang masuk menjadi bagian berhala Umyanis mereka biarkan untuk berhala Umyanis, dan hak Allah yang menjadi hak berhala Umyanis, mereka ambil kemu- dian mereka berikan kepada berhala Umyanis. Mereka adalah kabilah Khaulan yang bernama Al-Adim. Mengenai mereka, Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan firman-Nya:

وَجَعَلُواْ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَٰمِ نَصِيبًا فَقَالُواْ هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami." Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala- berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-ber- hala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu. (QS. al-An'am: 136).

Ibnu Hisyam berkata: Khaulan adalah anak Amr bin Ilhaf bin Qadha'ah. Ada yang menyebutkan dia adalah Khaulan anak Amr bin Murrah bin Udad bin Zaid bin Mihsa' bin Amr bin Arib bin Zaid bin Kahlan bin Saba'. Ada yang menyebutkan Khaulan adalah anak Amr bin Sa'ad Al-Asyirah bin Madzhij.

Ibnu Ishaq berkata: Anak-anak keturunan Milkan bin Kinanah bin Khuzaiman bin Mudrikah bin Hyas bin Mudhar memiliki berhala yang bernama Sa'ad. Berhala ini adalah batu di tanah lapang di daerah mereka. Salah seorang Bani Milkan dengan unta-untanya pergi pada berhala tadi dan bermaksud mendudukkannya di atas berhala tersebut dengan harapan mendapatkan keberkahannya, sesu- ai dengan prasangka mereka. Ketika melihat batu berhala disiram dengan darah di atasnya, unta-unta tersebut lari kocar kacir. Pemilik unta dari Milkan tersebut pun marah, lalu dia pun mengambil batu dan melemparkannya ke arah berhala tersebut, seraya berkata: "Semoga Allah tidak memberkahimu. Engkau telah membikin untaku melarikan diri dariku." Setelah itu, segera ia mencari unta-untanya hingga akhirnya berhasil mengumpulkannya. Ketika unta-untanya telah terkumpul, ia menyenandungkan sebuah syair:

Kami datang pada Sa'ad 'tuk menghimpun perpecahan kami
Namurt Sa'ad malah mengkocar-kacirkannya, kini kami tak ada hubungan apapun dengan Saad
Bukankah Sa'ad hanyalah batu di tanah tandus
Tidaklah dia bisa mengajak pada kesesatan dan petunjuk
Sedangkan di Daus terdapat berhala kepu- nyaan Amr bin Humamah Ad-Dausi.

Ibnu Hisyam berkata: Saya akan paparkan masalah ini pada tempatnya, Insya Allah.

Daus adalah anak 'Udtsan bin Abdullah bin Zahran bin Ka'ab Al-Harts bin Ka'ab bin Abdullah bin Malik bin Nadhr bin Al-Asd bin Al-Ghauts. Ada yang mengatakan, bahwa Daus adalah anak Abdullah bin Zahran bin Al-Asd bin Al-Ghauts.

Ibnu Ishaq berkata: Orang-orang Quraisy membuat berhala di sumur dekat Ka'bah dan mereka menamakannya dengan nama Hubal.

Ibnu Hisyam berkata: Akan saya paparkan pembahasan tentang Hubal pada tempat-nya, Insya Allah.

Ibnu Ishaq berkata: Mereka membikin berhala Isaf dan Nailah di sumur Zamzam dan menyembelih hewan qurban di samping keduanya. Isaf adalah lelaki dan Nailah adalah perempuan dari Jurhum. Isaf adalah anak Baghyi, sementara Nailah adalah putri Diki. Isaf berhubungan badan dengan Nailah di dekat Ka'bah, kemudian Allah mengganti bentuk mereka berdua menjadi batu.

Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm berkata kepadaku dari Amrah binti Abdurrahman bin Sa'ad bin Zurarah ia berkata bahwa aku mendengar Aisyah Radhiyallahu Anha berkata: Kita selalu mendengar bahwa Isaf dan Nailah adalah laki-laki dan perempuan asal Jurhum yang melakukan hubungan tak senonoh di Ka bah, lalu Allah ubah keduanya menjadi batu, wallahu a'lam. "

Ibnu Ishaq berkata: Abu Thalib berujar:

Orang-orang Asy'ari menderumkan unta mereka
Di tempat aliran air Isaf dan Nailah

Ibnu Hisyam berkata: Bait syair di atas adalah potongan dari syair-syair Abu Thalib yang akan saya paparkan pada tempatnya, Insya Allah.

Ibnu Ishaq berkata: Setiap penduduk negeri membikin berhala dan mereka sembah di negeri masing-masing. Jika ada salah seorang dari mereka mau bepergian, ia mengusap-usap berhalanya saat hendak berangkat. Itulah aktivitas terakhir yang ia lakukan ketika ia hendak bepergian. Setibanya dari bepergian, ia mengusap-usap berhala tersebut. Itulah yang pertama kali ia lakukan sebelum bersua dengan keluarganya.

Ketika Allah mengutus Rasul-Nya, Mu-hammad Shallalahu 'alaihi wa Sallam dengan ajaran tauhid, orang-orang Quraisy berkata (sebagaimana diabadikan Quran):

أَجَعَلَ ٱلْءَالِهَةَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌ

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tu- han Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar- benar suatu hal yang sangat mengherankan (QS. Shaad: 5).

Orang-orang Arab membuat thaghut-thaghut di samping Ka'bah. Thaghut-thaghut itu adalah rumah-rumah yang mereka agung-agungkan laksana mereka mengagungkan Ka'bah. Thaghut-thaghut tersebut memiliki penjaga dan pelayan, diberi sesajian seperti Ka'bah, mereka thawaf di sekelilingnya, menyembelih hewan qurban di sampingnya, dan mereka sangat mengerti keutamaan Ka'bah atas thaghut-thaghut tersebut, mereka tahu bahwa Ka'bah merupakan rumah Ibrahim Al-Khalil dan masjidnya.

Orang-orang Quraisy dan Bani Kinanah memiliki berhala Al-Uzza yang berada di Nakhlah. Penjaga dan pelayan berhala tersebut adalah Bani Syaiban dari Sulaim, sekutu Bani Hasyim.

Ibnu Hisyam berkata: Sulaim adalah sekutu Bani Abu Thalib. Sulaim yang dimaksud di sini adalah Sulaim bin Manshur bin Ikri- mah bin Khashafah bin Qais bin Ailan.

Ibnu Ishaq berkata: Salah seorang penyair Arab berkata:

Sungguh Asma' telah dinikahkan dengan kepala lembu
Dan Al-Udmi yang dihadiahkan oleh Bani Ghanam
Ia bisa melihat sesuatu yang kecil walaupun jauh
Dan saat digiring ke tempat penyembelihan Al- Uzza ia bagi rata bagian

Jika memotong hewan qurban, mereka membagikannya kepada orang-orang yang ikut hadir di tempat tersebut. Mereka menyebutnya di tengah-tengah orang yang hadir dengan ghab'ghab, manhar, mihraq dima'.

Ibnu Hisyam berkata: Bait-bait syair di atas adalah karya Abu Khiras Al-Hudzali. Ia bernama lengkap Khuwailid bin Murrah.

Sadanah adalah orang-orang yang meng-urus urusan Ka'bah. Ru'bah bin Al-Ajjaj berkata:

Tidak, demi Tuhan tempat-tempat aman yang didiami
Di tempat hewan-hewan qurban disimpan dan rumah yang dijaga

Bait syair di atas adalah potongan dari syair-syair Ru'bah bin Al-Ajjaj dan akan saya paparkan di tempatnya, Insya Allah.

Ibnu Ishaq berkata: Berhala Al-Lata adalah milik Kabilah Tsaqif di Thaif. Para pen jaga dan pelayannya adalah Bani Mu'attab dari kabilah Tsaqif.

Ibnu Hisyam berkata: Pembahasan tentang Al-Lata akan saya paparkan pada tempatnya tersendiri, Insya Allah.

Ibnu Ishaq berkata: Berhala Manat adalah milik Kabilah Al-Aus, Al-Khazraj, dan orang-orang Yatsrib yang seagama dengan mereka di pesisir laut dari arah Al-Musyallal persisnya di daerah di Qudaid.

Ibnu Hisyam berkata: Al-Kumait bin Zaid, salah seorang dari Bani Usdi bin Khuzaimah bin Mudrikah berkata dalam sebuah syair:

Kabilah-kabilah telah bersumpah
Tidak akan memalingkan punggungnya dari Manat

Bait-bait syair di atas adalah potongan dari syair-syair Al-Kumait. "

Ibnu Hisyam berkata: Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mengutus Abu Sufyan kepada berhala Manat dan memerintahkannya untuk menghancurkannya. Ada yang menyebutkan bahwa sahabat yang diutus untuk menghancurkan berhala Manat ialah Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu.

Ibnu Ishaq berkata: Berhala Dzu Al-Khalshah adalah milik Daus, Khats'am, Bajilah, dan orang- orang Arab yang berada di daerah mereka di Tabalah. "

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Dzu Al-Khulushah. Salah seorang penyair Arab berkata:

Wahai Dzu Al-Khalash, andai kau menjadi teman dekatku yang terbunuh seperti aku Sedangkan ayahmu telah meninggal dunia Niscaya engkau tak mampu melarang pembunuhan

Kata Ibnu Hisyam lebih lanjut: Ayah penyair tersebut terbunuh, sedangkan dia ingin membalas dendam atas kematian ayahnya. Kemudian ia datang kepada Dzu Al-Khalashah, dan mengeluarkan dadu-dadu untuk dijadikan undian. Setelah undian dilaksanakan, ternyata yang keluar ialah dadu yang mencegahnya balas dendam. Oleh sebab itulah, ia melontarkan syair- syair di atas. Sebagian orang menisbatkan syair-syair di atas kepada Umru'u Al-Qais bin Hujr Al-Kindi. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mengirim Jarir bin Abdullah untuk menghancurkan berhala Dzu Al-Khalshah.

Ibnu Ishaq berkata: Berhala Fals adalah milik Thayyi', dan penduduk yang tinggal di dua Gunung Salma dan Aja'.

Ibnu Hisyam berkata: Sebagian orang berilmu berkata kepadaku, bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mengutus Ali bin Abu Thalib untuk menghancurkan berhala Fals. Ketika Ali bin Abu Thalib sedang merobohkannya, ia menemukan dua pedang yang bernama Ar-Rasub dan Al-Mikhdzam. Ali bin Abu Thalib membawa kedua pedang itu kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan beliau menghadiahkannya padanya. Itulah pedang itulah milik Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu.

Ibnu Ishaq berkata: Orang-orang Himyar dan penduduk Yaman mempunyai rumah berhala di Shan'a yang diberi nama Ri'am.

Ibnu Hisyam berkata: Pembahasan hal ini telah saya paparkan sebelum ini.

Ibnu Ishaq berkata: Rudha' adalah sebuah rumah berhala milik Bani Rabi'ah bin Ka'ab bin Sa'ad bin Zaid bin Manat bin Tamim. Tentang Rudha' ini, Al-Mustaughir bin Rabi'ah bin Ka'ab bin Sa'ad berkata ketika ia menghancurkannya pada masa Islam:

Sungguh, ku telah menarik Rudha' dengan hentakan yang kuat
Ku biarkan dia sebagai reruntuhan hitam di tanah yang cekung

Ibnu Hisyam berkata: Ucapan, aku biarkan dia sebagai reruntuhan hitam di tanah yang cekung berasal dari seseorang dari Bani Sa'ad.

Diriwayatkan bahwa Al-Mustaughir berumur tiga ratus tiga puluh tahun. Ia orang Mudhar yang berumur paling panjang. Ia pernah berkata:

Ku bosan hidup karena terlalu lama
Dalam jumlah ratusan tahun
Seratus dan dua ratus berlalu
Ditambah beberapa bulan
Yang tersisa tak ubahnya seperti apa yang telah tiada
Siang dan malam terus bergerak melangkahi kita

Sebagian orang mengatakan syair-syair di atas adalah milik Zuhair bin Janab Al-Kalbi.

Ibnu Ishaq berkata: Dzu Al-Ka'abaat adalah berhala milik Bakr, Taghlab anak keturunan Wail, dan Iyad. Berhala tersebut terletak di Sindad. A'sya, salah seorang dari Bani Qais bin Tsa'labah berkata tentang berhala tersebut,

Di antara Istana AI-Khawarnaq, Sadir dan Bariq

Dan rumah Dzu Al-Ka 'abaat di Sandad

Ibnu Hisyam berkata: Bait syair di atas ialah milik Al-Aswad bin Ya'fur An-Nahsyali. Nahsyal adalah putera Darim bin Malik bin Handzalah bin Malik bin Zaid bin Manat bin Tamim. Abu Muhriz Khalf Al-Ahmar membacakan sebuah syair kepadaku,

Penghuni istana Al-Khawarnaq, As-Sadirdan Bariq
Dan rumah Dzu Al-Syurafaat di Sindad

 


4. Bukhari pada hadits no. 1212 dan Muslim pada hadits no. 2856 tanpa ada perkataan "Aku bertanya kepadanya tentang manusia (yang hidup) antara aku dengannya" hanya langsung disebutkan: mereka binasa!

5. Sanadnya hasan. Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir dari Ibnu Ishaq dalam al-Bidayah wa al-Nihayah jilid II halaman 189.

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya