Kitab Referensi

SIRAH NABAWIAH - SEJARAH LENGKAP KEHIDUPAN RASULULLAH صلي الله عليه وسلم

Ibnu Ishaq berkata: Kaum Muslimin kalangan Anshar yang hadir bersama Rasulullah Shalalahu 'Alaihi wa Sallam di Perang Badar, kemudian dari Al-Aus bin Haritsah bin Tsa'labah bin Amr, kemudian dari Bani Abdul Asyhal bin Jusyam bin Al-Harits bin Al-Khazraj bin Amir bin Malik bin Al-Aus adalah sebagai berikut:

Sa'ad bin Muadz bin An-Nu'man bin Umru'ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal,. Amr bin Muadz bin An- Nu'man bin Umru'ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal, Al-Harits bin Aus bin Muadz bin An-Nu'man, Al- Harits bin Anas bin Rafi' bin Umru'ul Qais.

Dari Bani Ubaid bin Ka'ab bin Abdul Asyhal yaitu Sa'ad bin Zaid bin Malik bin Ubaid.

Dari Bani Za'ura bin Abdul Asyhal adalah sebagai berikut: Salamah bin Salamah bin Waqasy bin Zughbah, Abbad bin Bisyr bin Waqasy bin Zughbah bin Zaura, Salamah bin Tsabit bin Waqasy, Rafi' bin Yazid bin Kurz bin Sakan bin Zaura, Al-Harits bin Khazamah bin Adi bin Ubay bin Ghanm bin Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj, sekutu Bani Zaura bin Abdul Asyhal. Muhammad bin Maslamah bin Khalid bin Uday Majda'ah bin Haritsah bin Al-Harits, sekutu Bani Zaura bin Abdul Asyhal dari Bani Haritsah bin Al-Harits, Salamah bin Aslam bin Harisy bin Uday bin Majda'ah bin Haritsah bin Al-Harits, sekutu Bani Zaura bin Abdul Asyhal dari Bani Haritsah bin Al-Harits.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa Aslam adalah anak Haris bin Uday. Ibnu Ishaq: Abu Al-Haitsam bin At-Tayyahan, Ubaid bin At-Tayyahan.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Atik bin At-Tayyahan.

Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Sahl. Jumlah kaum Anshar lima belas orang.

Ibnu Hisyam berkata: Abdullah bin Sahl adalah saudara Bani Zaura. Ada pula yang mengatakan ia berasal dari Ghassan.

Ibnu Ishaq berkata: Kaum Anshar dari Bani Zhafar kemudian dari Sawwad bin Zhafar bin Kaab -Ka'ab adalah Dzafar.

Ibnu Hisyam berkata: Zhafar adalah anak Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aus, yang ikut terjun pada Perang Badar adalah sebagai berikut: Qatadah bin An-Numan bin Zaid bin Amir bin Sawwad dan Ubaid bin Aus bin Malik bin Sawwad. Jumlah seluruhnya dua orang.

Ibnu Hiysam berkata: Ubaid bin Aus adalah sahabat yang biasa disapa dengan nama Muqarrin, karena ia mengikat empat tawanan di Perang Badar. Pada Perang Badar, Ubaid bin Aus menawan Aqil bin Abu Thalib.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Abd bin Rizah bin Ka'ab dan sekutu mereka yang hadir di Perang Badar adalah sebagai berikut:

Nashr bin Al-Harits bin Abd., Mu'attib bin Abd. Sedangkan dari sekutu mereka dari Bali adalah Abdullah bin Thariq. Jumlah seluruhnya tiga orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Haritsah bin Al-Harits bin Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aus yang hadir di Perang Badar adalah sebagai berikut: Mas'ud bin Sa'ad bin Amir bin Adi bin Jusyam bin Majda'ah bin Haritsah. Ibnu Hisyam berkata: Ada yang pula yang menyebutkan Mas'ud bin Abdu Sa'ad.

Ibnu Ishaq berkata: Abu Absu bin Jabr bin Amr bin Zaid bin Jusyam bin Majda'ah bin Haritsah.

Sedangkankan dari sekutu Bani Haritsah bin Al-Harits dari Bali adalah Abu Burdah bin Niyar. Nama aslinya Hani' bin Niyar bin Amr bin Ubaid bin Kilab bin Duhman bin Ghanm bin Dzubyan bin Humaim bin Kahil bin Dzuhl bin Hunai bin Bali bin Amr bin Ilhaf bin Qudha'ah. Jumlah seluruhnya tiga orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Auf bin Amr bin Malik bin Al-Aus, kemudian dari Bani Dhubay'ah bin Zaid bin Malik bin Auf bin Amr bin Auf yang ikut serta di Perang Badar adalah sebagai berikut: Ashim bin Tsabit bin Qais. Qais adalah Abu Al-Aqlah bin Ishmah bin Malik bin Amah bin Dhubay'ah, Mu'attib bin Qusyair bin Mulail bin Zaid bin At-Aththaf bin Dhubay'ah, Abu Mulail bin Al- Az'ar bin Zaid bin Al- Aththaf bin Dhubay'ah, Amr bin Ma'bad bin Al-Az'ar bin Ziad bin Al-Aththaf bin Dhubay'ah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang menyebutkan Umair bin Ma'bad. Ibnu Ishaq berkata: Kemudian Sahl bin Hunaif bin Wahib bin Al-Ukaim bin Tsa'labah bin Majda'ah bin Al-Harits bin Amr. Ada yang berpendapat bahwa Amr adalah Bahzaj bin Hanasy bin Auf bin Amr bin Auf. Jumlah seluruhnya lima orang.

Dari Bani Umayyah bin Zaid bin Malik: Mubasysyir bin Abdul Mundzir bin Zanbar bin Zaid bin Umayyah, Rifa'ah bin Abdul Mundzir bin Zanbar, Sa'ad bin Ubaid bin An-Nu'man bin Qais bin Amr bin Zaid bin Umayyah, Uwaim bin Sa'idah, Rafi' bin Unjadah, Unjadah adalah ibu Rafi' seperti dikatakan Ibnu Hisyam, Ubaid bin Abu Ubaid, Tsa'labah bin Hathib.

Para ulama berpendapat bahwa Abu Lubabah bin Abdul Mundzir dan Al-Harits bin Hathib keluar bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam ke Badar, kemudian Rasulullah Shalalahu 'Alaihi wa Sallam memulangkan keduanya. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam menunjuk Abu Lubabah sebagai wakil beliau di Madinah. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam memberi kepada mereka masing-masing satu bagian dari rampasan perang bersama Mujahidin Perang Badar. Jumlah seluruhnya sembilan orang.

Ibnu Hisyam berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam mengembalikan keduanya dari Ar-Rauha. Hathib bin Amr bin Ubaid bin Umayyah sedangkan nama Lubabah adalah Basyir.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Ubaid bin Zaid bin Malik ikut terjun pada Perang Badar adalah sebagai berikut: Unais bin Qatadah bin Rabia bin Khalid bin Al-Harits bin Ubaid. Sedangkan sekutu mereka dari Bali Ma'nu bin Adi bin Al-Jaddi bin Al-Ajlan bin Dhubay'ah, Tsabit bin Aqram bin Tsa'labah bin Adi bin Al Ajlan,, Abdullah bin Salamah bin Malik Al-Harist bin Adi bin al-Ajlan, Zaid bin Aslam bin Tsa'labah bin Adi bin Al-Ajlan, Rib'i bin Rafi' bin Zaid bin Haritsah bin Al-Jaddi bin Al-Ajlan, Ashim bin Adi bin Al- Jaddi bin Al-Ajlan ikut berangkat ke Badar, namun Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam memu- langkannya dan memberinya satu bagian dari rampasan perang Badar. Jumlah seluruhnya tujuh orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dri Bani Tsa'labah bin Amr bin Auf yang hadir di Perang Badar adalah sebagai berikut: Abdullah bin Jubair bin An-Nu'man bin Umayyah bin Al-Burak. Nama Al-Burak adalah Umru'ul Qais bin Tsa'labah. Ashim bin Qais.

Ibnu Hisyam berkata: Ashim adalah anak Qais bin Tsabit bin An-Nu'man bin Umayyah bin Umru'ul Qais bin Tsa'labah.

Ibnu Ishaq berkata: Dan Abu Dhayyah bin Tsabit bin An-Nu'man bin Umayyah bin Umru'ul Qais bin Tsa'labah, Abu Hannah.

Ibnu Hisyam berkata: Abu Hannah adalah saudara Abu Dhayyah. Ada yang memanggilnya Abu Habbah. Imruul Qais disebut al-Burak bin Tsa'labah.

Ibnu Ishaq berkata: Salim bin Umair bin Tsabit bin Tsa'labah bin An-Nu'man bin Umayyah Umru'ul Qais bin Tsa'labah.

Ibnu Hisyam berkata: Tsabit bin Amr bin Tsa'tabah.

Ibnu Ishaq berkata: Al-Harits bin An- Nu'man bin Umayyah bin Umru'ul Qais bin Tsa'labah, Khawwath bin Jubair bin An-Nu'man. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam memberinya satu bagian dari rampasan perang bersama Mujahidin Perang Badar. Total tujuh orang.

Sementara dari Bani Jahjabah bin Kulfah bin Auf bin Amr bin Auf adalah: Mundzir bin Muhammad bin Uqbah bin Uhaihah bin Al-Julah bin Al-Harisy bin Jahjabah bin Kulfah. Ibnu Hisyam berkata: Ada pula yang berpendapat Al-Haris bin Jahjaba.

Ibnu Ishaq berkata: Kemudian Abu Aqil bin Abdullah bin Tsa'labah bin Baihan bin Amir bin Al-Harits bin Malik bin Amir bin Unaif bin Jusyam bin Abdullah bin Taim bin Irasy. Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Tamim bin Arasyah bin Amir bin Umailah bin Qasmil bin Faran bin Bali bin Amr bin Ilhaf bin Qudha'ah. Jumlah seluruhnya dua orang.

Ibnu Ishaq berkata: Adapun dari Bani Ghanam bin As-Salm bin Umru'ul Qais bin Malik bin Al-Aus adalah sebagai berikut: Sa'ad bin Khaitsamah bin Al-Harits bin Malik bin Ka'ab bin An-Nahhath bin Ka'ab bin Haritsah bin Ghanm, Mundzir bin Qudamah bin Ar-fajah, Malik bin Qudamah bin Arfajah.

Ibnu Hisyam berkata: Arfajah adalah anak Ka'ab bin An-Nahhath bin Ka'ab bin Haritsah bin Ghanm.

Ibnu Ishaq berkata: Al-Harits bin Arfajah, Tamim, mantan budak Bani Ghanm. Ibnu Hisyam berkata:Tamim adalah mantan budak Sa'ad bin Khaitsamah. Jumlah seluruhnya lima orang.

Ibnu Ishaq berkata: Sedangkan dari Bani Muawiyah bin Malik bin Auf bin adalah sebagai berikut: Jabr bin Atik bin Al-Harits bin Qais bin Haisyah bin Al-Harits bin Umayyah bin Muawiyah, Malik bin Numailah, sekutu mereka dari Muzainah, An-Nu'man bin Ashar, sekutu Bani Muawiyah bin Malik dari Bali. Jumlah seluruhnya tiga orang.

Jumlah keseluruhan kaum Anshar dari Al-Aus, dan para sahabat yang diberi bagian rampasan perang dan pahala jihad pada di Perang Badar bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam berjumlah enam puluh satu orang.

Ibnu Ishaq berkata: Kaum Muslimin dari kaum Anshar dari Al-Khazraj bin Haritsah bin Tsa'labah bin Amr bin Amir, kemudian dari Bani Al-Harits bin Al-Khazraj, kemudian dari Bani Umru'ul Qais bin Malik bin Tsa'labah bin Ka'ab bin Al-Khazraj bin Al-Harits bin Al-Khazraj adalah sebagai berikut:

Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair bin Malik bin Umru'ul Qais, Sa'ad bin Ar-Rabi' bin Amr bin Abu Zuhair bin Malik bin Umru'ut Qais, Abdullah bin Rawahah bin Tsa'labah bin Umru'ul Qais bin Amr bin Umru'ul Qais, Khallad bin Suwaid bin Tsa'labah bin Amr bin Haritsah bin Umru'ul Qais. Jumlah seluruhnya empat orang.

Sementara dari Bani Zaid bin Malik bin Tsa'labah bin Ka'ab bin Al-Khazraj bin Al- Harits bin Al-Khadzraj adalah sebagai berikut:

Basyir bin Sa'ad bin Tsa'labah bin Khilas bin Zaid. Ibnu Hisyam berkata: Ada pula yang berpendapat Julias bukan Khilas. Saudara Basyir bin Sa'ad, yaitu Simak bin Sa'ad. Jumlah seluruhnya dua orang.

Adapun dari Bani Adi bin Ka'ab bin Al- Khadzraj bin Al-Harits bin Al-Khazraj adalah sebagai berikut: Subay'i bin Qais bin Aisyah bin Umayyah bin Malik bin Amir bin Adi. Saudara Subay'i bin Qais, yaitu Abbad bin Qais bin Aisyah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat Qais bin Abasah bin Umayyah, Abdullah bin Absu. Jumlah seluruhnya tiga orang.

Sementara itu dari Bani Ahmar bin Hari¬tsah bin Tsa'labah bin Ka'ab bin Al-Khazraj bin Al-Harits bin Al-Khazraj hanya satu orang, yaitu Yazid bin Al-Harits bin Qais bin

Malik bin Ahmar. Dialah yang dikenal dengan panggilan Ibnu Fushum.

Ibnu Hisyam berkata: Fushum adalah ibu Yazid. Ia berasal dari Bani Al-Qain bin Jasr. Jumlah seluruhnya satu orang.

Ibnu Ishaq berkata: Adapun dari Bani Jusyam bin Al-Haritsah bin Al-Khazraj dan dari Bani Zaid bin Al- Harits bin Al- Khazraj -Jusyam dan Zaid adalah saudara kembar- adalah sebagai berikut: Khubaib bin Isaf bin Itabah bin Amr bin Khadij bin Amir bin Jusyam. Abdullah bin Zaid bin Tsa'labah bin Abdu Rabbih bin Zaid, saudara Abdullah bin Zaid, yaitu Huraits bin Zaid bin Tsa'labah. Mereka juga memasukkan Sufyan bin Basyir.

Ibnu Hisyam berkata: Sufyan adalah anak Nasr bin Amr bin Al-Harits bin Ka'ab bin Zaid. Jumlah keseluruhan empat orang.

Dari Bani Jidarah bin Auf bin Al-Harits bin Al-Khazraj adalah sebagai berikut: Tamim bin Ya'ar bin Qais bin Adi bin Umayyah bin Jidarah, Abdullah bin Umair dari Bani Haritsah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada pula yang berpendapat bahwa Abdullah adalah anak Umair bin Adi bin Umayyah bin Jidarah.

Ibnu Ishaq: Zaid bin Al-Muzayyin bin Qais bin Adi bin Umayyah bin Jidarah. Ibnu Hisyam berkata: Zaid bin Al-Murry.

Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Ur-futhah bin Adi bin Umayyah bin Jidarah. Jumlah seluruhnya empat orang.

Dari Bani Al-Abjar yang tidak lain adalah Bani Khudrah bin Auf bin Al-Harits bin Al-Khazraj hanya satu orang, yaitu Abdullah bin Rabi' bin Qais bin Amr bin Abbad bin Al-Abjar.

Dari Bani Auf bin Al-Khazraj, kemudian dari Bani Ubaid bin Malik bin Salim bin Ghanm bin Auf bin Al- Khazraj yang tidak lain adalah Bani Al-Hubla.

Ibnu Hisyam berkata: Al-Hubla adalah Salim bin Ghanm bin Auf. Ia dinamakan Al-Hubla karena perutnya buncit, adalah sebagai berikut: Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Malik bin Al-Harits bin Ubaid yang terkenal dengan sebutan Ibnu Salul. Salul adalah ibu Ubay, Aus bin Khauli bin Abdullah bin Al-Harits bin Ubaid. Jumlah seluruhnya dua orang.

Dari Bani Jaz'i bin Malik bin Salim bin Ghanm adalah sebagai berikut: Zaid bin Wadi'ah bin Amr bin Qais bin Jaz'i, Uqbah bin Wahb bin Kaladah, sekutu Bani Jaz'i bin Adi dari Bani Abdullah bin Ghathafan, Rifa'ah bin Amr bin Zaid bin Tsa'labah bin Malik bin Salim bin Ghanm, Amir bin Salamah bin Amir, sekutu Bani Jaz'i bin Adi dari Yaman. Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa Amr bin Salamah. Ia berasal dari Bali, tepatnya dari Qudha'ah.

Ibnu Ishaq berkata: Abu Humaidhah bin Ma'bad bin Abbad bin Qusyair bin Al-Miqdam bin Salim bin Ghanm.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang pula mengatakan bahwa Ma'bad adalah anak Ubadah bin Qasyghar bin Al-Qudm. Ada lagi yang mengatakan Ubadah adalah anak Qais bin Al-Qudm.

Ibnu Ishaq berkata: Amir bin Al-Bukair, sekutu Bani Jaz'i bin Adi. Jumlah seluruhnya enam orang.

Ibnu Hisyam berkata: Amir bin al-Ukair, ada pula yang menyebutkan Ashim bin al-Ukair.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj, kemudian dari Bani Al-Ajlan bin Zaid bin Ghanm bin Salim hanya satu orang, yaitu Naufal bin

Abdullah bin Nadhlah bin Malik bin Al-Ajlan.

Dari Bani Ashram bin Fihr bin Tsa labah bin Ghanm bin Salim bin Auf. Ibnu Hisyam berkata: Ini adalah Ghanmbink Auf, saudara Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj. adalah sebagai berikut: Ubadah bin Ash-Shamit bin Qais bin Ashram, saudara Ubadah bin Ash-Shamit, yaitu Aus bin Ash-Shamit. Jumlah seluruhnya dua orang.

Dari Bani Da'du bin Fihr bin Tsa'labah bin Ghanm hanya satu orang, yaitu An-Nu'man bin Malik bin Tsa'labah bin Da'du. An-Nu'man biasa disapa dengan sapaan Qauqal.

Dari Bani Qaryusy bin Ghanm bin Umayyah bin Laudzan bin Salim, Ibnu Hisyam berkata: ada pendapat yang mengatakan Quryus bin Ghanm, yang hadir di Perang Badar hanya satu orang, yaitu Tsabit bin Hazzal bin Amr bin Qaryusy.

Dari Bani Mardhakhah bin Ghanm bin Salim hanya satu orang, yaitu Malik bin Ad-Dukhsyum bin Mardhakhah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Malik adalah anak Ad-Dukhsyum bin Malik bin Ad- Dukhsyum bin Mardhakhah.

Dari Bani Laudzan bin Ghanm bin Salim adalah sebagai berikut: Rabi' bin lyas bin Amr bin Ghanm bin Umayyah bin Laudzan, saudara Rabi' bin lyas, yaitu Waraqah bin lyas, Amr bin lyas, sekutu Bani Laudzan dari Yaman. Jumlah seluruhnya adalah tiga orang.

Ibnu Hisyam berkata ada pendapat yang mengatakan bahwa Amr adalah saudara Rabi' dan Waraqah.

Ibnu Ishaq berkata: Sekutu-sekutu Bani Laudzan dari Bani Bali dan dari Bani Ghushainah, Ibnu Hisyam berkata: Ghushainah adalah ibu mereka sedangkan ayah mereka adalah Amr bin Umarah, adalah sebagai beri kut: Al-Mujadzdzar bin Dziyad bin Amr bin Zumzumah bin Amr bin Umarah bin Malik bin Ghashainah bin Amr bin Butairah bin Masynuuwi bin Qasr bin Taim bin Irasy bin Amir bin Umailah bin Qasmil bin Faran bin Bali bin Amr bin Ilhaf bin Qudha'ah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada pendapat yang mengatakan bahwa Qasr adalah anak Tamim bin Arasyah. Nama asli Al-Mujadzdzar adalah Abdullah.

Ibnu Ishaq: Ubadah bin Al-Khasykhasy bin Amr bin Zumzumah. Nahhab bin Tsa'labah bin Khazamah bin Ashram bin Amr bin Imarah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat Bahhats bin Tsa'labah.

Ibnu Ishaq: Abdullah bin Tsa'labah bin Khazamah bin Ashram, para ulama berpendapat, bahwa Utbah bin Rabi'ah bin Khalid bin Muawiyah, sekutu Bani Laudzan dari Bahra' ikut terjun di Perang Badar.

Ibnu Hisyam berkata: Utbah adalah anak Bahz dari Bani Salim. Jumlah seluruhnya lima orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Sa idah bin Ka'ab dan dari Bani Tsa'labah bin Al-Khazraj bin Sa'idah adalah sebagai berikut: Abu Dujanah Simak bin Kharasyah.

Ibnu Hisyam berkata: Abu Dujanah Samak adalah anak Aus bin Kharasyah bin Laudzan bin Abdu Wudd bin Zaid bin Tsa'labah.

Ibnu Ishaq berkata: Al-Mundzir bin Amr bin Khunais bin Haritsah bin Zaid bin Laudzan bin Abdu Wudd bin Tsa'labah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan bahwa Al-Mundzir adalah anak Amr bin Khanbasy. Jumlah mereka adalah dua orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Al-Badiyyi bin Amir bin Auf bin Haritsah bin Amr bin Al-Khazraj bin Sa'idah adalah sebagai berikut:

Abu Usaid Malik bin Rabi'ah bin Al-Badiyyi, Malik bin Mas'ud. Ia dinasabkan kepada Al-Badiyyi.

Ibnu Hisyam berkata: Malik adalah anak Mas'ud bin Al-Badiyyi seperti dikatakan oleh para ulama kepadaku. Total dua orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Tharif bin Al-Khazraj bin Sa'idah hanya seorang yaitu Abdu Rabbih bin Haq bin Aus bin Waqasy bin Tsa'labah.

Sedangkan dari sekutu-sekutu Bani Tharif bin Al-Khazraj dari Bani Juhainah adalah sebagai berikut: Ka'ab bin Himar bin Tsa labah

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang menga-takan Ka'ab adalah anak Jammaz. la berasal dari Ghubsyan. Ibnu Ishaq berkata: Dhamrah bin Amr, Ziyad bin Amr dan Bas-bas Bani Amr.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa Dhamrah dan Ziyad adalah anak Bisyr. Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Amir, dari Bali. Jumlah seluruhnya adalah lima orang.

Dari Bani Jusyam bin Al-Khazraj, kemudian dari Bani Salimah bin Sa'ad bin Ali bin Asad bin Saridah bin Tazid bin Jusyam, kemudian dari Bani Haram bin Ka'ab bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah adalah sebagai berikut: Khiras bin Ash-Shimmah bin Amr bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Al-Hubab bin Al-Mundar bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Umair bin Al-Humam bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Tamim, mantan budak Khiras bin Ash-Shimmah, Abdullah bin Amr bin Haram bin Tsa'labah bin Haram, Muadz bin Amr bin Al-Jamuh, Muawwidz bin Amr bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram, Khallad bin Amr bin AI- Jamuh bin Zaid bin Haram, Utbah bin Amir bin Nabi bin Zaid bin Haram, Habib bin Al-Aswad, mantan budak Bani Haram bin Ka'ab, Tsabit bin Tsa’labah bin Zaid bin Al-Harits bin Haram. Tsa'labah terkenal dipanggil dengan nama Al-Jidz'u, Umair bin Al-Harits bin Tsa'labah bin Al-Harits bin Haram. Jumlah seluruhnya dua belas orang.

Ibnu Hisyam berkata: "Al-Jamuh yang maksud di atas adalah Al-Jamuh anak Zaid bin Haram, kecuali Jadd bin Ash-Shimmah, karena Ash-Shimah adalah anak Amr bin Al-Jamuh bin Haram. Umair adalah anak al-Harits bin Labdah bin Tsa'labah.

Dari Bani Ubaid bin Adi bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah, kemudian dari Bani Khansa' bin Sinan bin Ubaid dalah sebagai berikut: Bisyr bin Al-Barra' bin Ma'rur bin Shakhr bin Malik bin Khansa', Ath- Thufail bin Malik bin Khansa', Ath-Thufail bin An-Nu'man bin Khansa', Sinan bin Shaifi bin Shakhrbin Khansa', Abdullah bin Al-Jadd bin Qais bin Shakhr bin Khansa', Utbah bin Abdullah bin Shakhr bin Khansa', Jabbar bin Shakhr bin Umayyah bin Khansa, Kharijah bin Humayyir, Abdullah bin Humayyir dua sekutu mereka dari Asyja' dari Bani Duhman. Jumlah mereka secara keseluruhan adalah sembilan orang.

Ibnu Hisyam berkata: Ada pendapat yang mengatakan bahwa Jabbar adalah anak Shakhr bin Umayyah bin Khunas.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Khunas bin Sinan bin Ubaid adalah sebagai berikut: Yazid bin Al-Mundzir bin Sarh bin Khunas, Ma'qil bin Al-Mundzir bin Sarh bin Khunas, Abdullah bin An-Nu'man bin Baldamah.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa, Abdullah adalah anak An- Nu'man bin Buldzumah atau Buldumah.

Ibnu Ishaq berkata: Adh-Dhahhak bin Haritsah bin Zaid bin Tsa'labah bin Ubaid bin Adi, Sawad bin Zuraiq bin Tsa'labah bin Ubaid bin Adi.

Ibnu Hisyam berkata: Ada yang berpendapat bahwa Sawad adalah anak Razn bin Zaid bin Tsa'labah.

Ibnu Ishaq berkata: Ma'bad bin Qais bin Shakr bin Haram bin Rabi'ah bin Adi bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah. Ada pula yang memiliki pendapat, bahwa Ma'bad adalah anak dari Qais bin Shaifi bin Shakh bin Haram bin Rabi'ah sebagaimana yang dikatakan Ibnu Hisyam.

Ibnu Ishaq berkata: Abdullah bin Qais bin Shakhr bin Haram bin Rabi'ah bin Adi bin Ghanm. Jumlah mereka seluruhnya tujuh orang.

Dari Bani An-Nu'man bin Sinan bin Ubayd adalah sebagai berikut: Abdullah bin Abdu Manaf bin An- Nu'man, Jabir bin Abdulllah bin Ri'ab bin An-Nu'man, Khulaidah bin Qais bin An-Nu'man, An-Nu'man bin Sinan, mantan budak Bani An-Nu'man bin Sinan. Jumlah seluruhnya empat orang.

Dari Bani Sawad bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah, kemudian dari Bani Hadidah bin Amr bin Ghanm bin Sawad, -Ibnu Hisyam berkata: Amr adalah anak Sawad dan Sawad tidak memiliki anak yang bernama Ghanm-, adalah sebagai berikut: Abu Al-Mundzir. Abu Al-Mundzir adalah Yazid bin Amir bin Hadidah, Sulaim bin Amr bin Hadidah. Quthbah bin Amir bin Hadidah, Antarah, mantan budak Sulaim bin Amr.

Ibnu Hisyam berkata: Antarah berasal dari Bani Sulaim bin Manshur, kemudian dari Bani Dzakwan. Jumlah seluruhnya adalah empat orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Adi bin Nabi bin Amr bin Sawad bin Ghanm yang ikut terjun pada Perang Badar adalah sebagai berikut: Absu bin Amir bin Adi, Tsa'labah bin Anamah bin Adi, Abu Al-Yasar bernama lengkap Ka'ab bin Amr bin Abbad bin Amr bin Ghanm bin Sawad. Sahl bin Qais bin Abu Ka'ab bin Al- Qain bin Ka'ab bin Sawad, Amr bin Thalq bin Zaid bin Umayyah bin Sinan bin Ka'ab bin Ghanm, Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus bin Aidz bin Adi bin Ka'ab bin Adi bin Udaiyyi bin Sa'ad bin Ali bin Asad bin Saridah bin Tazid bin Jusyam bin Al-Khazraj bin Haritsah bin Tsa'labah bin Amr bin Amir.

Ibnu Hisyam berkata: Aus adalah anak Abbad bin Adi bin Ka'ab bin Amr bin Udaiyyi bin Sa'ad. Ibnu Ishaq menisbatkan Muadz bin Jabal kepada Bani Sawad, padahal ia bukan berasal dari keturunan mereka, walaupun memang tinggal di tempat mereka.

Ibnu Ishaq berkata: Sahabat-saJiabat yang memecah berhala-berhala Bani Salimah adalah Muadz bin Jabal, Abdullah bin Unais, dan Tsa'labah bin Anamah. Ketiga sahabat tersebut berasal dari Bani Sawad bin Ghanm. Jumlah mereka secara keseluruhan adalah enam orang.

Ibnu ishaq berkata: Dari Bani Zuraiq bin Amir bin Zuraiq bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadzbu bin Jusyam bin Al-Khazraj, kemudian dari Bani Mukhallad bin Amir bin Zuraiq, Ibnu Hisyam berkata: Ada pula yang berpendapat bahwa Amir adalah anak Al-Azraq, adalah sebagai berikut: Qais bin Mihshan bin Khalid bin Mukhailad. Ibnu Hisyam berkata: Pendapat lain mengatakan bahwa Qais adalah anak dari Hishn.

Ibnu Ishaq berkata: Abu Khalid Nama lengkap Abu Khalid adalah Al-Harits bin Qais bin Khalid bin Mukhallad, Jubair bin lyas bin Khalid bin Mukhallad, Abu Ubadah. Abu Ubadah bernama lengkap Sa'ad bin Utsman bin Khaladah bin Mukhallad, Uqbah bin Utsman bin Khaladah bin Mukhallad, saudara Abu Ubadah, Dzakwan bin Abu Qais bin Khaladah bin Mukhallad, Mas'ud bin Khaladah bin Amir bin Mukhallad. Jumlah mereka adalah tujuh orang.

Dari Bani Khalid bin Amir bin Zuraiq hanya seorang, yaitu Abbad bin Qais bin Amir bin Khalid.

Dari Bani Khaladah bin Amir bin Zuraiq yang ikut terjun dalam Perang Badar adalah sebagai berikut: As'ad bin Yazid bin Al-Fakih bin Zaid bin Khaladah, Al-Fakih bin Bisyr bin Al-Fakih bin Zaid bin Khaladah. Ibnu Hisyam berkata: ada yang mengatakan, bahwa Al-Fakih adalah anak Busr bin Al-Fakih.

Ibnu Ishaq berkata: Kemudian Muadz bin Ma'ish bin Qais bin Khaladah dan sauda- ranya yang bernama Aidz bin Ma'ish bin Qais bin Khaladah, Mas'ud bin Sa'ad bin Qais bin Khaladah. Jumlah mereka seluruhnya adalah lima orang.

Dari Bani Al-Ajlan bin Amr bin Arnir bin Zuraiq adalah sebagai berikut: Rifa'ah bin Rafi' bin Malik bin Al-Ajlan, Khallad bin Rafi' bin Malik bin Al-Ajlan saudara Rifa'ah bin Rafi, Ubaid bin Zaid bin Amir bin Al-Ajlan. Seluruhnya adalah tiga orang.

Dari Bani Bayadhah bin Amir bin Zuraiq adalah sebagai berikut: Ziyad bin Lubaid bin Tsa'labah bin Sinan bin Amir bin Adi bin Umaiyyah bin Bayadhah, Farwah bin Amr bin Wadzafah bin Ubaid bin Amir bin Bayadhah.

Ibnu Hisyam berkata: pendapat lain yang mengatakan Farwah adalah anak Amr bin Wadfah.

Ibnu Ishaq berkata: Dan Khalid bin Qais bin Malik bin Al-Ajlan bin Amir bin Bayadhah., Rujailah bin Tsa'labah bin Khalid bin Tsa'labah bin Amir bin Bayadhah. Ibnu Hisyam berkata: pendapat lain mengatakan Rukhailah.

Ibnu Ishaq berkata: Athiyyah bin Nuwairah bin Amir bin Athiyyah bin Amir bin Bayadhah, Khulaifah bin Adi bin Amr bin Malik bin Amir bin Fuhairah bin Bayadhah. Jumlah mereka enam orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Habib bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadhbu bin Jusyam bin Al-Khazraj hanya seorang saja, yaitu Rafi' bin Al-Mu'alla bin Laudzan bin Haritsah bin Adi bin Zaid bin Tsa'labah bin Zaid Manat bin Habib.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani An-Najjar yang tidak lain adalah Taimullah bin Tsa'labah bin Amr bin Al- Khazraj, kemudian dari Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar, kemudian dari Bani Tsa'labah bin Abdu Auf bin Ghanm yang ikut terjun pada Perang Badar hanya seorang, dia adalah Abu Ayyub Khalid bin Kulaib bin Tsa'labah.

Dari Bani Usairah bin Abdu Auf bin Ghanm hanya satu orang, yaitu Tsabit bin An-Nu'man bin Khansa' bin Usairah. Ibnu Hisyam berkata: Ada yang mengatakan Usair atau Usyairah.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Amr bin Abdu Auf bin Ghanm adalah sebagai berikut: Umarah bin Hazm bin Zaid bin Laudzan bin Amr, Suraqah bin Ka'ab bin Abdul Uzza bin Ghaziyyah bin Amr. Jumlah mereka hanya dua orang.

Dari Bani Ubay bin Tsa'labah bin Ghanm adalah sebagai berikut: Haritsah bin An-Nu'man bin Zaid bin Ubaid. Ibnu Hisyam berkata: Haritsah adalah anak An-Nu'man bin Naf'u bin Zaid. Sulaim bin Qais bin Qahdu. Nama Qahdu adalah Khalid bin Qais bin Ubaid. Jumlah dua orang.

Ibnu Ishaq berkata: Kaum Anshar dari kaum Aidz bin Tsa’labah bin Ghanm, ada yang mengatakannya Bani Abid bin Adzz seperti dikatakan Ibnu Hisyam, adalah sebagai berikut: Suhail bin Rafi' bin Abu Amr bin Aidz, Adi bin Abu Az-Zaghba', sekutu Bani Aidz bin Tsa'labah. Mereka hanya dua orang.

Dari Bani Zaid bin Tsa'labah bin Ghanm adalah sebagai berikut: Mas'ud bin Aus bin Zaid. Abu Khuzaimah bin Aus bin Zaid bin Ashram bin Zaid, Rafi' bin Al-Harits bin Sawwad bin Zaid. Jumlah mereka tiga orang.

Dari Bani Sawad bin Malik bin Ghanm adalah sebagai berikut: Auf bin Al-Harits bin Rifa'ah bin Sawad, Saudara Auf bin Al-Harits, yaitu Muawwidz bin Al-Harits bin Rifa'ah bin Sawad, saudara Auf bin Al- Harits yang lain, yaitu Muadz bin Al-Harits bin Rifa'ah bin Sawad. Ibu mereka bertiga adalah Afra'.

Ibnu Hisyam berkata: Afra' adalah putri Ubaid bin Tsa'labah bin Ubaid bin Tsa'labah bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Pendapat lain yang mengatakan Rifa'ah adalah anak Al-Harits bin Sawad. An- Nu'man bin Amr bin Rifa'ah bin Sawad. Ada pula pendapat yang mengatakan Nu'iman dan bukannya An-Nu'man seperti dikatakan Ibnu Hisyam, Amir bin Mukhallad bin Al-Harits bin Sawad, Abdullah bin Qais bin Khalid bin Khaladah bin Al-Harits bin Sawad, Ushaimah, sekutu Bani Sawad bin Malik dari Asyja', Wadi'ah bin Amr, sekutu Bani Sawad bin Malik dari Juhainah, Tsabit bin Amr bin Zaid bin Adi bin Sawwad. Para ulama mengatakan Abu Al-Hamra, mantan budak Al-Harits bin Afra ikut terjun di Perang Badar. Ibnu Hisyam berkata: Atau Al-Hamra, mantan budak Al-Harits bin Rifa'ah. Secara keseluruhan mereka berjumlah sepuluh orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Amir bin Malik bin An-Najjar dan Amir Mabdzul, kemudian dari Bani Atik bin Amr bin Mabdzul adalah sebagai berikut: Tsa'labah bin Amr bin Mihshan bin Amr bin Atik, Sahl bin Atik bin An-Nu'man bin Amr bin Atik, Al-Harits bin Ash-Shimmah bin Amr bin Atik. Al-Harits diminta untuk kembali ke Madinah dari Ar-Rauha oleh Rasulullah', kemudian Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam memberinya satu bagian dari rampasan perang. Jumlah mereka tiga orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Amr bin Malik bin An-Najjar yaitu Bani Hudailah, kemudian dari Bani Qais bin Ubayd bin Zaid bin Muawiyah bin Amr bin Malik bin An-Najjar.

Ibnu Hisyam berkata: Hudailah adalah putri Malik bin Zaidullah bin Habib bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadhbu bin Jusyam bin Al-Khazraj. Hudailah adalah ibu Muawiyah bin Amr bin Malik bin An- Najjar. Bani Muawiyah keturnan Hudaillah, adalah sebagai berikut: Ubay bin Ka'ab bin Qais, Anas bin Muadz bin Anas bin Qais. Jumlah mereka hanya dua orang.

Dari Bani bin Amr bin Malik bin Najjar, Ibnu Hisyam berkata: Mereka adalah Bani Maghalah binti Auf bin Abdu Manat bin Amr bin Malik bin Kinanah bin Khuzaimah. Pendapat yang lain mengatakan Maghalah berasal dari Bani Zuraiq. Maghalah adalah ibu Adi bin Amr bin Malik bin An-Najjar. Bani Adi menisbatkan diri mereka kepada Maghalah.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Adi bin Amr bin Malik bin Najjar adalah sebagai berikut: Aus bin Tsabit bin Al-Mundzir bin Haram bin Amr bin Zaid Manat bin Adi, Abu Syaikh Ubay bin Tsabit bin Al-Mundzir bin Haram bin Amr bin Zaid Manat bin Adi. Ibnu Hisyam berkata: Abu Syaikh Ubay bin Tsabit adalah saudara Hassan bin Tsabit, Abu Thalhah. Ia bernama lengkap Zaid bin Sahl bin Al-Aswad bin Haram bin Amr bin Zaid Manat bin Adi. Jumlah mereka adalah tiga orang.

Dari Bani Adi bin An-Najjar, kemudian dari Bani Adi bin Amir bin Ghanm bin Adi bin An-Najjar adalah sebagai berikut: Haritsah bin Suraqah bin Al-Harits bin Adi bin Matik bin Adi bin Amir, Amr bin Tsa'labah bin Wahb bin Adi bin Malik bin Adi bin Amir. Amr adalah ayah Hakim, Salith bin Qais bin Amr bin Atik bin Malik bin Adi bin Amir, Abu Salith yang tidak lain adalah Usairah bin Amr, Amr Abu Kharijah bin Qais bin Malik bin Adi bin Amir, Tsabit bin Umayyah bin Zaid bin Al-Hashas bin Malik bin Adi bin Amir, Muhriz bin Amir bin Malik bin Adi bin Amir, Sawad bin Ghaziyyah bin Uhaib, sekutu Bani Adi bin An-Najjar dari Bali.

Ibnu Hisyam berkata: Pendapat lain mengatakan Sawwad. Jumlah seluruhnya adalah delapan orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanm bin Adi bin An-Najjar adalah sebagai berikut: Abu Zaid bin Qais bin Sakan bin Qais bin Zaura' bin Haram, Abu Al-A'war bin Al-Harits bin Zalim bin Absu bin Haram.

Ibnu Hisyam berkata: Pendapat lain mengatakan Abu Al-A'war adalah Al-Harits bin Zalim.

Ibnu Ishaq berkata: Sulaim bin Milhan. Nama Milhan adalah Malik bin Khalid bin Zaid bin Haram, Haram bin Milhan. Jumlah seluruhnya adalah empat orang.

Sedangkan yang berasal dari Bani Mazin bin An-Najjar, kemudian dari Bani Auf bin Mabdzul bin Amr bin Ghanm bin Mazin bin An-Najjar adalah sebagai berikut: Qais bin Abu Sha'sha'ah. Nama lengkap Abu Sha'sha'ah adalah Amr bin Zaid bin Auf, Abdullah bin Ka'ab bin Amr bin Auf, Ushaimah, sekutu Bani Mazin bin An-Najjar dari Bani Asad bin Khuzaimah. Seluruhnya berjumlah tiga orang.

Ibnu Ishaq berkata: Dari Bani Khansa' bin Amr bin Ghanm bin Mazin adalah sebagai berikut: Abu Daud Umair bin Amir bin Malik bin Khansa'. Jumlah seluruhnya hanya dua orang.

Adapun dari Bani Tsa'labah bin Mazin bin An-Najjar hanya seorang, dia adalah Qais bin Mukhallad bin Tsa'labah bin Shakhr bin Habib bin Al-Harits bin Tsa'labah.

Ibnu Ishaq berkata: Bani Dinar bin An-Najjar, kemudian dari Bani Mas'ud bin Abdul Asyhal bin Haritsah bin Dinar bin An-Najjar adalah sebagai berikut: An-Nu'man bin Abdu Amr bin Mas'ud, Saudara seibu An-Nu'man bin Abdu Amr, yaitu Adh-Dhahhak bin Abdu Amr bin Mas'ud, Sulaim bin Al-Harits bin Tsa'labah bin Ka'ab bin Haritsah bih Dinar, Jabir bin Khalid bin Abdul Asyhal bin Haritsah, Sa'ad bin Suhail bin Abdul Asyhat. Jumlah seluruhnya adalah lima orang.

Dari Bani Qais bin Malik bin Ka'ab bin Haritsah bin Dinar bin An-Najjar adalah sebagai berikut: Ka'ab bin Zaid bin Qais, Bujair bin Abu Bujair, sekutu mereka.

Ibnu Hisyam berkata: Bujair berasal dari Abdu bin Baghidh bin Raits bin Ghathafan, kemudian dari Bani Jadzimah bin Rawahah. Jumlah seluruhnya hanya dua orang.

Dengan demikian total kaum Anshar dari Al-Khazraj yang ikut serta pada Perang Badar adalah seratus tujuh puluh orang.

Ibnu Hisyam berkata: Sebagian besar ulama menambahkan Itban bin Malik bin Amr bin Al-Ajlan, Mulail bin Wabarah bin Khalid bin Al-Ajlan, dan Ishmah bin Al-Hushain bin Wabarah bin Khalid bin Al-Ajlan ke dalam daftar kaum Anshar dari Bani Al-Ajlan bin Zaid bin Ghanm bin Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Ajlan yang turut serta pada Perang Badar. Mereka juga menambahkan Hilal bin Al-Mu'alla bin Laudzan bin Haritsah bin Adi bin Zaid bin Tsa'labah bin Malik bin Zaid Manat bin Habib ke dalam kaum Anshar dari Bani Habib bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadhbu bin Jusyam bin Al-Khazraj yang hadir di Perang Badar.

Ibnu Ishaq berkata: Jumlah keseluruhan kaum Muslimin dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang terjun pada Perang Badar, serta diberi jatah rampasan perang dan pahala jihad meskipun tidak hadir adalah tiga ratus empat belas. Dengan rincian sebagai berikut: Dari kaum Muhajirin sebanyak delapan puluh tiga orang, dari kaum Anshar dari kaum Al-Aus sebanyak enam puluh satu orang, dari kaum Anshar dari kaum Al-Khazraj sebanyak seratus tujuh puluh orang.

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya