Kitab Referensi

SIRAH NABAWIAH - SEJARAH LENGKAP KEHIDUPAN RASULULLAH صلي الله عليه وسلم

Mengenai pendeta-pendeta Yahudi dan orang munafik dari Aus dan Khazraj, Allah menurunkan permulaan surat Al-Baqarah sampai ayat seratus. Allah berfirman:

الٓمٓ. ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Alif Laam Miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa (QS. al-Baqarah: 1-2), yakni tidak ada kesamaran dan keraguan di dalamnya.

petunjuk bagi mereka yang bertakwa (QS. al-Baqarah: 2) Orang-orang bertakwa yang dimaksud adalah mereka yang takut mendapatkan siksa Allah akibat dari meninggalkan petunjuk yang telah mereka ketahui. Dan mereka senantiasa berharap rahmat Allah dengan senantiasa membenarkan apapun yang datang dari Allah kepada mereka.

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yanggaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka (QS. al-Baqarah: 3). Yakni, mereka mendirikan shalat dan menaikan zakat dengan harapan memperoleh ridha Allah.

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, (QS. al-Baqarah: 4). Yakni, percaya sepenuhnya dengan apa yang engkau bawa dari Tuhanmu dan percaya sepenuhnya dengan apa yang dibawa para Rasul yang datang sebelummu dengan tidak membeda-bedakan antari rasul serta tidak membangkang terhadap ajaran yang mereka bawa dari Tuhan mereka.

وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

serta mereka yakin akan adanya (kehidupan akhirat (QS. al-Baqarah: 4). Yakni, mereka yakin sepenuhnya akan adanya Hari Berbangkit, Hari Kiamat, surga, dan neraka, Hari Hisab dan neraca amal perbuatan. Mereka yakir. sepenuhnya akan apa yang dibawa para rasuj sebelummu, dan apa yang diturunkan tuhan kepadamu.

أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka (QS. al-Baqarah: 5) Yakni, mereka mendapat cahaya petunjuk dari tuhan dan senantiasa berpegang teguh dengan ajaran yang diturunkan kepada mereka.

وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

dan merekalah orang-orang yang beruntung (QS. al-Baqarah: 5). Yakni orang-orang yang memperoleh apa yang selama ini mereka can. dan selamat dari kejahatan yang mereka lari dari padanya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ

Sesungguhnya orang-orang kafir (QS. al-Baqarah: 6),Yakni, orang-orang yang mengingkari terhadap apa yang diturunkan Allah kepadamu walaupun mereka berucap bahwa kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada para rasul sebelummu.

سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman (QS. al-Baqarah: 6). Yakni, mereka mengingkari kitab milik mereka sendiri yang memuat tentang kenabian dirimu di dalamnya, dan mengkhianati perjanjian yang diambil dari mereka untuk dirimu. Mereka mengingkari apa yang datang padamu dan apa yang ada pada mereka sendiri yang telah Allah turunkan kepada orang selain engkau. Lalu bagaimana mungkin mereka suka menyimak ancaman dan peringatanmu, sedangkan mereka telah kafir terhadap kitab mereka sendiri yang di dalamnya tercantum pengetahuan tentang diri dan kenabianmu.

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَٰرِهِمْ غِشَٰوَةٌ ۖ

Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup (QS. al- Baqarah: 7). Yakni, penglihatan mereka ditutup dari kebenaran, dan membuat mereka tidak kuasa mendapatkannya untuk selama-lamanya.

وَلَهُمْ

Dan bagi mereka (QS. al-Baqarah: 7). Yakni, akibat dari tindakan penentangan mereka terhadapmu.

عَذَابٌ عَظِيمٌ

Siksa yang amat berat (QS. al-Baqarah: 7). Yakni, siksa tersebut ditujukan untuk pendeta-pendeta Yahudi sebab mereka telah mendustakan kebenaran, padahal sebelumnya mereka telah mengetahuinya.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (QS. al-Baqarah: 8). Yakni orang-orang munafik dari Aus dan Khazraj dan orang-orang yang semisal mereka.

يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. al-Baqarah: 9).

فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ

Dalam hati mereka ada penyakit (QS. al- Baqarah: 10). Yakni, penyakit keraguan dan syakwasangka.

فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًا ۖ

lalu ditambah Allah penyakitnya (QS. al-Baqarah: 10). Yakni, Allah melipatkan gandakan keraguannya.

وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُواْ يَكْذِبُونَ. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُواْ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan (QS. al-Baqarah: 10-11). Yakni, sebenarnya kami bermaksud mendamaikan dua pihak kaum Mukminin dengan Ahli Kitab. Allah Ta'ala berfirman:

أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤْمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُ ۗ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ. وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمْ

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman", mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman. " Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, (QS. al-Baqarah: 12-14), Setan- setan tersebut adalah orang-orang Yahudi yang menyuruh mereka mendustakan kebenaran, dan membangkang terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam. Mereka mengatakan:

قَالُوٓاْ إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ

"Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, (QS. al-Baqarah: 14). Yakni, kami hanyalah berolok- olok dan bermain-main dengan mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman:

ٱللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ. أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُاْ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ

Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, (QS. al-Baqarah: 15-16). Yakni, mereka menukar kekafiran dengan keimanan.

فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ

Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS. al- Baqarah: 16).

Ibnu Ishaq berkata: Lalu Allah membuat perumpamaan tentang mereka. Allah Yang Maha Agung berfirman:

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ ٱلَّذِى ٱسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّآ أَضَآءَتْ مَا حَوْلَهُۥ ذَهَبَ ٱللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِى ظُلُمَٰتٍ لَّا يُبْصِرُونَ

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (QS. al-Baqarah: 17).

Yakni, mereka tidak kuasa melihat kebenaran dan tidak kuasa pula untuk mengutarakannya. Apabila mereka keluar dengan kebenaran dari kegelapan kekafiran, mereka memadamkannya kembali dengan kekafiran dan kemunafikan mereka, lalu Allah membiarkan mereka dalam gelap kekafiran sehingga mereka tidak mampu melihat petunjuk dan tidak pula mampu bertahan berada dalam kebenaran.

صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْىٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). (QS. al-Baqarah: 18). Yakni, mereka tidak kuasa untuk kembali pada petunjuk. Mereka tuli, bisu, dan buta akan kebenaran. Mereka tidak akan kuasa untuk kembali kepada kebaikan, dan tidak akan memperoleh keselamatan sepanjang mereka tetap berada dalam posisi mereka.

أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فِيهِ ظُلُمَٰتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِم مِّنَ ٱلصَّوَٰعِقِ حَذَرَ ٱلْمَوْتِ ۚ وَٱللَّهُ مُحِيطٌۢ بِٱلْكَٰفِرِينَ

atau seperti (orang-orangyang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anakjarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. (QS. al-Baqarah: 19)

Ibnu Ishaq berkata: Mereka berada dalam gulita kekafiran, mereka menghindari kematian, dari orang- orang yang berbeda dengan mereka dan khawatir akan mereka. Sebagaimana disifatkan laksana tatkala mereka berada di gelapnya hujan. Mereka menjadikan jari jemarinya di kedua telinganya karena suatu guruh karena takut mati. Dia berkata: Allah menurunkan itu semua pada mereka sebagai siksa atas kedurhakaan mereka. Yakni Allah meliputi orang-orang kafir.

يَكَادُ ٱلْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَٰرَهُمْ ۖ

Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. (QS. al-Baqarah:20). Karena kuatnya sinar kilatan itu.

كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَآ أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ ۚ

Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. (QS. al-Baqarah: 20). Yakni, mereka mengetahui kebenaran dan membicarakannya. Jika mereka kembali dari kebenaran kepada kekafiran, mereka menjadi orang-orang linglung kebingungan

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَٰرِهِمْ ۚ

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. (QS. al- Baqarah: 20). Yakni akibat apa yang mereka tinggalkan dari kebenaran setelah mengetahuinya.

إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (QS. al-Baqarah: 20).

Kemudian Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُواْ رَبَّكُمُ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu (QS. al-Baqarah: 21). Perintah tadi diarahkan kepada dua kelompok di atas yaitu orang-orang kafir dan munafik. Maksudnya, kalian harus meng-Esakan Tuhan kalian.

ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itujanganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui (QS. al-Baqarah: 21-22).

Ibnu Hisyam berkata: al-andad artinya "al-amtsal" kata singularnya adalah "nidd" Labid bin Rabi'ah berkata:

Aku memuji Allah karena dia tidak punya nidd(sekutu)
Di tangan-Nya segala kebaikan apa yang Dia kehendaki

Ini adalah penggalan syairnya.

Ibnu Ishaq berkata: Yakni janganlah kalian menyekutukan Allah dengan selain-Nya beruapa tandingan- tandingan yang tidak memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya. Kalian tahu bahwa tidak ada Tuhan yang kuasa memberi rezeki pada kalian selain Dia. Kalian tahu pula bahwa tauhid yang Rasul serukan kepada kalian adalah benar dan tiada sedikitpun keraguan padanya.

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) (QS. al-Baqarah: 23). Yakni, apabila kalian merasa ragu terhadap apa yang dibawa oleh rasul untuk kalian,

فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ

buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah (QS. al-Baqarah: 23). Yaitu pihak- pihak yang mampu membantu kalian.

إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ. فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ وَلَن تَفْعَلُواْ

"Jika kamu orang-orang yang benar. 'Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya)... (QS. al-Baqarah: 23-24). Karena kebenarir telah tampak jelas bagi kalian.

فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَٰفِرِينَ

peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediaksn bagi orang- orang kafir (QS. al-Baqarah: 24) Yakni, neraka itu disediakan buat orang-orang kafir yang semisal dengan kalian.

Kemudian Allah memberikan kabar gembira dan peringatan terhadap mereka akibat dari melanggar perjanjian yang telah diambil atas mereka untuk Nabi-Nya Shallalahu 'alaihi wa Sallam apabila ia datang pada mereka dan menerangkan mengenai asal-muasal penciptaan mereka tatkala Allah menciptakan mereka, dan memaparkan kepada mereka tentang para leluhur mereka, Adam dengan segala kondisinya. Apa yang telah Allah lakukan padanya saat Adam tidak taat kepada-Nya Kemudian Allah berfirman:

يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

Hai Bani Israel (QS. al-Baqarah: 40). Seruan itu diarahkan untuk pendeta-pendeta Yahudi.

ٱذْكُرُواْ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ

ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu(QS. al-Baqarah: 40). Yakni, nikmat- Ku atas kalian secara khusus juga atas leluhur-leluhur kalian, dimana dengan nikmat itu Allah menyelamatkan mereka dari kejahatan Fir'aun dan kaumnya,

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِىٓ

dan penuhilah janjimu Kepada-Ku(al- Baqarah: 40). Yakni, janji yang dibebankan di pundak kalian untuk Nabi Ahmad (Muhammad), apabila ia datang kepada kalian,

أُوفِ بِعَهْدِكُمْ

niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu(QS. al-Baqarah: 40), Yakni, pasti Aku tepati apa yang Aku pernah janjikan untuk kalian, apabila kalian membenarkan Nabi tersebut dan mengikutinya. Yakni dengan melepaskan semua belenggu yang ada pada pundak kalian akibat dosa-dosa kalian,

وَإِيَّٰىَ فَٱرْهَبُونِ

dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk) (QS. al-Baqarah: 40). Yakni, Aku turunkan siksaan-siksaan yang pernah Aku turunkan kepada leluhur kalian dan kalian telah mengetahui bentuk siksaan-siksaan itu.

وَءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوٓاْ أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِۦ ۖ

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur'an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, (QS. al- Baqarah: 41). Yakni, janganlah kalian menjadi orang yang pertama kali kafir kepada Nabi itu, sebab kalian memiliki ilmu mengenai dirinya, satu hal yang tidak dimiliki orang-orang selain kalian,

وَلَا تَشْتَرُواْ بِـَٔايَٰتِى ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّٰىَ فَٱتَّقُونِ. وَلَا تَلْبِسُواْ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَٰطِلِ وَتَكْتُمُواْ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada AKulah Kamu harus bertakwa. Dan jangan-lah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.' (QS. al-Baqarah: 41-42). Yakni, janganlah kalian menyembunyikan ilmu akan Rasul-Ku yang ada pada kalian serta apa yang dibawanya yang kalian temukan dalam kitab-kitab suci kalian.

۞ أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?' (QS. al- Baqarah: 44). Yakni, mengapa kalian melarang manusia kafir terhadap kenabian, dan janji yang ada dalam kitab Taurat, sementara kalian lupa terhadap diri kalian sendiri. Artinya, kalian ingkar terhadap janji-Ku buat kalian untuk menyatakan kebenaran Rasul-Ku, kalian melanggar janji-Ku serta menolak Kitab-Ku yang sudah kalian ketahui. Kemudian Allah menerangkan kepada mereka semua perbuatan mereka. Allah paparkan kisah sapi betina pada mereka, tindakan mereka terhadapnya, tobat mereka yang Allah kabulkan, pengusiran mereka, dan perkataan bodoh mereka:

أَرِنَا ٱللَّهَ جَهْرَةً

Perlihatkan Allah kepada kami secara terang-terangan (QS. an-Nisaa': 153).

Ibnu Hisyam berkata: Jahrah artinya, yakni tampak jelas kepada kami dan tidak tertutup sesuatupun dari kami.

Ibnu Ishaq berkata: Mereka dihantam petir karena keteledoran mereka, lalu Allah menghidupkanya kembali, menaungi mereka dengan awan dan menurunkan kepada mereka Manna dan Salwa. Lalu Allah berfirman kepada mereka:

رَغَدًا وَٱدْخُلُواْ ٱلْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُواْ حِطَّةٌ

dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskatilah kami dari dosa" (QS. al-Baqarah: 58). Yakni, ucapkanlah apa yang Kami perintahkan pasti Aku akan menghapus dosa-dosa kalian. Allah menjelaskan bahwa mereka mengubah firman di atas sebagai bahan pelecehan terhadap perintah-Nya.

Ibnu Hisyam berkata: Al-Mann adalah sesuatu yang turun pada saat waktu sahur pada pepohonan yang mereka miliki lalu mereka mengambilnya dalam keadaan manis bagaikan manisnya madu serta meminum dan memakannya. Sedangkan As-Salwa adalah salah satu jenis burung. Ada pula yang mengatakan bahwa maksud As-Salwa ialah burung puyuh. Madu kadang kala juga dinamakan dengan As-Salwa.

Firman Allah,'Hiththatun, artinya hapuslah dosa-dosa kami!"

Ibnu Ishaq berkata: Di antara perbuatan mereka mengubah perintah Allah adalah sebagaimana dituturkan kepadaku oleh Shalih bin Kaisan dari Shalih, mantan budak At-Taumah binti Umayyah bin Khalaf dari Abu Hurairah dan dari orang yang tidak aku ragukan integritasnya dari Ibnu Abbas dari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam yang bersabda: "Mereka masuk dari pintu tempat mereka diperintahkan masuk darinya dalam keadaan sujud, tapi mereka memasukinya dengan cara merangkak sambil mengatakan, 'Hinthunfi syair (Hinthun adalah salah satu jenis gandum)."

Ibnu Ishaq berkata: Ayat tersebut kemudian dilanjutkan dengan kisah mengenai permohonan air oleh Musa bagi kaumnya, perintah Allah kepada Musa agar Musa menggunakar. tongkatnya untuk memukul batu, lalu memancarlah dua belas mata air untuk mereka dar. setiap kabilah memiliki mata airnya sendiri dan mengetahui mata air mereka masing-masing, serta kisah mengenai perkataan mereka kepada Musa Alaihis-Salam:

يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ ٱلَّذِى هُوَ أَدْنَىٰ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌ ۚ ٱهْبِطُواْ مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ

"Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dari bawang merahnya." Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebaga: pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta" (QS. al-Baqarah: 61).

Ibnu Hisyam berkata: Firman Allah, 'Al-Fumu berarti biji gandum

Ibnu Ishaq berkata: Mereka tidak melakukan perintah Musa. Ayat itu kemudian dilanjutkan dengan kisah diangkatnya Gunung Ath-Thur di atas mereka, perubahan fisik mereka dimana Allah mengubahnya menjadi kera akibat tindakan dan tingkah buruk mereka. Kisah berlanjut tentang sapi betina yang mengandung pelajaran dalam kasus pembunuhan yang mereka persengketakan. Lalu Allah menerangkan kejadian tersebut mereka setelah mereka bertanya secara berulang-ulang kepada Musa tentang ciri-ciri sapi betina yang dimaksud. Kisah berlanjut tentang mengerasnya hati mereka setelah peristiwa itu hingga seperti batu atau bahkan jauh lebih keras lagi. Kemudian Allah berfirman kepada mereka:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. (QS. al-Baqarah: 74). Yakni, di antara jenis batu itu terdapat batu yang jauh lebih lembut dari pada hati kalian yang keras terhadap kebenaran yang diserukan kepada kalian. Allah melanjutkan firman-Nya:

وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Baqarah: 74).

Kemudian Allah menunjukkan firman-Nya kepada Muhammad Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan kaum Mukminin, sahabat beliau:

۞ أَفَتَطْمَعُونَ أَن يُؤْمِنُواْ لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. al-Baqarah: 75).

Maksud firman Allah bahwa mereka mendengar Taurat, itu tidak berarti bahwa semua mereka mendengarkannya. Bahkan beberapa ulama berpendapat bahwa hanya kalangan tertentu saja yang mendengarkan Taurat. Bani Israel berkata kepada Musa: "Wahai Musa, sesungguhnya kami terhijab tidak mampu melihat Allah secara nyata, maka perdengarkan kepada kami suara Allah agar Dia berkomunikasi langsung denganmu." Maka Musa memohonkan permintaan itu kepada Tuhannya. Allah berfirman kepada Musa: Wahai Musa, perintahkan mereka untuk membersihkan diri dengan mencuci pakaian mereka, dan berpuasa." Mereka melaksanakan perintah Altah tersebut, lalu Musa pergi membawa serta mereka sampai tiba di bukit Ath-Thur. Tatkala mereka tertutup kabut tebal, Musa memerintahkan mereka untuk bersujud. Saat mereka bersujud itulah, Allah berbicara dengan Musa sementara mereka mendengarkan firman Allah yang memerintahkan dan melarang mereka hingga mereka mampu memahami apa yang baru saja mereka dengar. Lalu Musa kembali pulang membawa mereka kepada Bani Israel. Sesampainya di sana, sebagian mereka mengganti apa yang baru saja Allah perintahkan kepada mereka. Ketika Musa berkata kepada Bani Israel: "Sesungguhnya Allah memerintahkan ini dan itu atas kalian." Namun mereka mengatakan sebaliknya dari apa yang Allah firmankan kepada mereka. Mereka itulah yang Allah terangkan kepada Rasul-Nya, Muhammad Shallalahu 'alaihi wa Sallam.

Kemudian Allah berfirman:

وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orangyang beriman, mereka berkata: "Kami pun telah beriman," (QS. al-Baqarah; 76). Yakni, kami pun beriman dengan sahabat kalian adalah Rasulullah Shallahahu 'Alaihi wa Sallam, namun ia hanya diutus secara khusus kepada kalian. Tapi, mana kala mereka berada bersama kelompoknya mereka berkata: "Janganlah kalian memceritakan ini kepada orang-orang Arab, sebab dulu kalian pernah meminta kemenangan atas mereka dengan selalu menyebut nama Muhammad, ternyata kini Muhammad berada di pihak mereka." Allah menurunkan firman-Nya perihal mereka,

وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ قَالُوٓاْ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَآجُّوكُم بِهِۦ عِندَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang- orang yang beriman, mereka berkata: "Kami pun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?" (QS. al-Baqarah: 76). Yakni, apakah kalian mengakui Muhammad sebagai Nabi, padahal kalian mengetahui bahwa kalian telah dimintai perjanjian untuk mengikutinya. Dia telah menerangkan dengan gamblang bahwa Muhammad adalah seorang Nabi yang sejak lama kita tunggu-tunggu, dan kita dapati namanya dalam Kitab suci kita. Maka ingkarilah. dan jangan pernah engkau mengakuinya. Allah berfirman:

أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ. وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّآ أَمَانِىَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. (QS. al-Baqarah: 77-78). Yakni, merekii tidak mengetahui Al-Kitab, tidak memaham: isinya, serta tidak mengakui kenabianmu melainkan hanya berdasar pada prasangka saja Allah berfirman:

وَقَالُواْ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ ٱللَّهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ عَهْدَهُۥٓ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidan akan disentuh oleh api neraka, kecuali selamu beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukak kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" (QS. al-Baqarah: 80).

Ibnu Ishaq berkata: Mantan budak Zaid bin Tsabit berkata kepadaku dari Ikrimah atau dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Ketika Rasulullah Shallalahu 'alaihi hm Sallam tiba di Madinah, orang-orang Yahudi berkata: "Usia dunia ini ialah tujuh ribu tahun. Allah menyiksa manusia di neraka dalam setiap seribu tahun hitungan hari-hari dunia dengan hanya satu hari dari hitungan hari-hari akhirat di neraka. Dengan demikian mereka hanya menjalani tujuh hari siksa di dalam neraka, kemudian siksa terhenti.' Allah Ta 'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut:

وَقَالُواْ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ ٱللَّهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ عَهْدَهُۥٓ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ. بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَٰطَتْ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja. " Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?." (Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.' (QS. al-Baqarah: 80-81), Yakni, barangsiapa mengerjakan tindakan sebagaimana tindakan kalian, dan berlaku ingkar sebagaimana kekafiran kalian, maka kekafiran akan menghapus kebaikan dirinya di sisi Allah.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (QS. al-Baqarah: 82). Yakni, barangsiapa beriman kepada apa yang mereka ingkari, dan melakukan apa yang kalian tinggalkan dari agama-Nya, bagi mereka surga dan mereka kekal di dalamnya. Allah menjelaskan kepada mereka bahwa balasan kebaikan dan keburukan itu diberikan secara terus menerus kepada pelakunya tanpa terhenti.

Ibnu Ishaq berkata: Allah mencela mereka dengan firman-Nya:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS. al-Baqarah: 83). Yakni, kalian meninggalkan semua itu, dan tidak menetapi perjanjian, bukan karena kurang pengetahuan.

Allah melanjutkan firman-Nya:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya (QS. al-Baqarah: 84). Yakni, bahwa ini adalah hak dari perjanjian-Ku atas kalian.

Allah melanjutkan firman-Nya:

ثُمَّ أَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِّنكُم مِّن دِيَٰرِهِمْ تَظَٰهَرُونَ عَلَيْهِم بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ

Kemudian kamu (Bani Israel) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan (QS. al-Baqarah: 85). Yang dimaksud dengan mereka pada ayat di ini adalah orang-orang musyrik. Kalian menumpahkan darah dan mengusir mereka dari negeri mereka.

وَإِن يَأْتُوكُمْ أُسَٰرَىٰ تُفَٰدُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ

tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. (QS. al-Baqarah: 85).

Yakni, padahal kalian mengetahui bahwa itu telah ditetapkan dalam agama dan dalam kitab kalian yaitu haram hukumnya bagi kalian untuk mengusir mereka.

Allah Ta'ala berfirman:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ

Apakah kamu beriman kepada sebahagiar. Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? (QS. al-Baqarah: 85), yakni, apakak kalian menebus mereka dalam keadaan kahir mempercayainya, dan kalian mengusir mereka dalam keadaan mengingkarinya.

Allah berfirman:

فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat: mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (QS. al-Baqarah: 85).

Allah memurkai mereka disebabkan perbuatan buruk mereka. Padahal Allah telar mengharamkan mereka di dalam Taurat untuk membunuh orang lain, dan mewajibkan ataf mereka untuk menebus tawanan perang.

Pendeta-pendeta Yahudi terbagi dua: Pertama, Bani Qainuqa' dan orang-orang yang selaras dengan mereka, mereka adalah sekutu Khazraj. Kedua, An-Nadhir, Quraizhah, dan orang-orang yang selaras dengan mereka, sekutu Aus. Apabila terjadi perang antara Khazraj melawan Aus, Bani Qainuqa' beraci di pihak Khazraj, sementara An-Nadhir dar Quraizhah berada di pihak Aus. Setiap kubu membantu sekutunya untuk menghadapi lawannya yang pada akhrinya mereka menum pahkan darah. Padahal memiliki Taurat yang darinya mereka mengerti hak dan kewajiban mereka. Aus dan Khazraj adalah orang-orang musyrik yang tidak mengetahui surga tidak pula neraka, Hari kebangkitan, Hari Kiamat, Kitab, Suci atau hal-hal yang halal dan yang haram.

Apabila perang telah usai, mereka menebus tawanan perangnya karena yakin apa yang tertera di dalam Taurat. Bani Qainuqa' menebus tawanan mereka di Aus. Nadhir dan Quraizhah menebus tawanan mereka di Khazraj. Dan dalam waktu yang sama mereka menyatakan bahwa darah mereka yang tertumpah adalah halal, dan korban mereka yang terbunuh sebagai realisasi dukungan mereka terhadap orang-orang musyrik. Allah Ta'ala berfirman mencela tindakan buruk yang mereka lakukan: Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? (QS. al-Baqarah: 85). Yakni, apakah kalian menebus tawanan perang berdasarkan hukum yang tertera dalam Taurat lalu kalian membunuh manusia padahal pembunuhan adalah merupakan sesuatu yang diharamkan dalam Taurat? Apakah kalian mengusirnya dari negerinya dan mendukung orang-orang yang menyekutukan Allah dan menyembah patung-patung karena mengharapkan kehidupan yang sekejap?

Demikianlah yang diperbuat orang-orang Yahudi terhadap Khazraj dan Aus. Inilah latar belakang sebab dilansirnya kisah ini oleh Allah.

Lalu Allah berfirman:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ بِٱلرُّسُلِ ۖ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Is a putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. (QS. al-Baqarah: 87). Di antara mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Isa ialah menghidupkan orang yang telah mati, ia meniup tanah yang dibentuk burung kemudian tanah tersebut menjadi burung yang hidup dengan izin Allah, menyembuhkan orang sakit, dan memberi tahu apa yang tersimpan di rumah-rumah mereka. Allah menyebutkan bantahan atas mereka yang ada di dalam Taurat dan Injil yang dibuat untuk mereka. Allah memaparkan kekafiran mereka terhadap semua itu:

أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (QS. al-Baqarah: 87).

Allah berfirman:

وَقَالُواْ قُلُوبُنَا غُلْفٌۢ ۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَّا يُؤْمِنُونَ

Dan mereka berkata: "Hati kami tertutup." Allah berfirman: Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman. (QS. al-Baqarah: 88).

Allah Ta’ala befirman:

وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتَٰبٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُواْ مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُواْ كَفَرُواْ بِهِۦ ۚ فَلَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (QS. al-Baqarah: 89).

Ibnu Ishaq berkata: Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku dari sesepuh kalangan Ansar yang mengatakan: Ayat di atas diturunkan karena perbuatan kami dan orang-orang Yahudi. Kami mengalahkan orang-orang Yahudi pada masa jahiliyah, saat itu kami masih berstatus sebagai ahli syirik, sedangkan mereka para Ahli Kitab. Dahulu pendeta-pendeta Yahudi berkata kepada kami: "Kemunculan nabi yang akan diutus telah dekat. Apabila ia telah muncul kami akan menumpas kalian sebagaimana penumpasan terhadap kaum Ad dan Iram." Pada saat Allah mengutus Rasul-Nya dari suku Quraisy, kami mengimaninya sementara mereka mengingkarinya." Allah berfirman:

فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُواْ كَفَرُواْ بِهِۦ ۚ فَلَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ. بِئْسَمَا ٱشْتَرَوْاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ أَن يَكْفُرُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغْيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ ۚ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang- orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba- Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (QS. al-Baqarah: 89-90).

Allah murka karena mereka menyia-nyiakan Taurat dan ingkar kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam yang diutus oleh Allah kepada mereka.

Kemudian Allah memurkai mereka dengan mengangkat Gunung Ath-Thur ke atas mereka, dan mereka menjadikan anak sapi betina sebagai Tuhan selain Allah. Allah berfirman kepada Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam:

قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Katakanlah: Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian (mu), jika kamu memang benar. (QS. al- Baqarah: 94), yakni, doakan kematian atas salah satu dari dua kelompok yang paling berdusta di sisi Allah, namun mereka tidak mau melakukannya. Allah Ta'ala melanjutkan firman-Nya:

وَلَن يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًۢا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan- kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya. (QS. al- Baqarah: 95), mereka tidak mengharapkan kematian, karena mereka memiliki pengetahuan tentang dirimu, hanya saja mereka mengingkarinya. Ada yang mengatakan andai saja orang-orang Yahudi mengharapkan kematian pada hari itu, maka tidak ada seorang Yahudi pun yang akan tersisa di atas muka bumi.

Kemudian Allah memaparkan tabiat orang-orang Yahudi yaitu menginginkan kehidupan kekal di dunia dan umur yang panjang:

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٍ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُواْ ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِۦ مِنَ ٱلْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. al-Baqarah: 96). Yakni, usia panjang tidak akan pernah bisa menyelamatkan mereka dari adzab, hal tersebut disebabkan karena orang kafir tidak mengharapkan kebangkitan setelah kematian, ia memilih untuk hidup kekal di dunia, karena mengetahui kehinaan yang akan menimpa mereka di akhirat akibat menyia-nyiakan pengetahuan tentang nabi yang dimilikinya. Kemudian Allah berfirman:

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman (QS. al-Baqarah: 97).

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya