Kitab Referensi

Ushul Fi Tafsir - Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin

BAB VI - KISAH-KISAH

A. Makna Kisah Secara Bahasa dan Istilah

Kata kisah berasal dari bahasa Arab القص dan القصص yang berarti mengikuti jejak. Dan secara istilah yaitu: kabar-kabar tentang suatu peristiwa yang memiliki beberapa tahapan yang saling berkesinambungan.

B. Keistimewaan kisah-kisah dalam Al-Qur'an

1. Kisah-kisah yang tersebut di dalam Al-Qur'an adalah kisah yang paling benar dan tidak mengandung unsur kebohongan sedikit pun.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala:

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثاً

"Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) dari pada Allah?" (QS. An-Nisaa': 87)

Yang demikian itu karena sangat sempurna kesesuaian dan ketepatannya dengan kenyataan.

2. Kisah-kisah di dalam Al-Qur'an adalah sebaik-baik kisah.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta 'ala,

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآن

"Kami menceritakan kepadamu sebaik-baik kisah melalui apa-apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa Al-Qur'an ini" (QS. Yusuf: 3)

Yang demikian itu karena cakupannya yang sangat lengkap, nilai sastranya yang sangat tinggi dan kandungan maknanya yang agung

3. Kisah-kisah Al-Qur'an adalah kisah yang paling bermanfaat

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَاب

"Sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal" (QS. Yusuf:111)

Yang demikian itu karena kuatnya pengaruh kisah-kisah tersebut dalam rangka islah (perbaikan) hati, amal dan akhlak.

C. Kisah-kisah dalam Al-Qur'an

Materi kisah-kisah dalam Al-Qur'an secara umum dibagi dalam tiga bagian:

  1. Kisah-kisah tentang para Nabi dan Rasul serta hal-hal yang terjadi pada mereka bersama dengan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir.
  2. Kisah-kisah tentang pribadi-pribadi dan kelompok-kelompok serta hal-hal yang terjadi pada mereka yang mengandung ibrah (pelajaran), maka Allah Ta'ala menukil kisah tersebut dari mereka, seperti kisah Maryam, Luqman, dan kisah orang yang melewati suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya, dan kisah Dzulqarnain, Qarun, Ashabul Kahfi, Ashabul Fiil, Ashabul Ukhdud dan lain-lain.
  3. Kisah-kisah tentang kejadian dan peristiwa pada masa Nabi , seperti kisah perang Badar, Uhud, Ahzab, Bani Quraidzhah, BaniNadhir, Zaid bin Haritsah, Abu Lahab, dan sebagainya.

Kisah-kisah dalam Al-Qur'an mempunyai banyak hikmah yang agung, di antaranya:

1. Menjelaskan hikmah dan rahasia Allah Ta'ala di balik kisah-kisah ini.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala,

وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ. حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ

"Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). Itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." (QS. Al-Qamar. 4-5)

2. Menjelaskan keadilan Allah Ta'ala dengan mengazab orang-orang yang mendustakan agama-N ya.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala,

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّك

"Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang."(Q5. Huud: 201)

3. Menjelaskan karunia Allah Ta'ala dengan memberi pahala orang-orang yang beriman.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala,

إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ ۖ نَّجَّيْنَٰهُم بِسَحَرٍ. نِّعْمَةً مِّنْ عِندِنَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى مَن شَكَرَ

"Kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Al-Qamar 34-35)

4. Menghibur Nabi atas musibah dan cobaan yang menimpa beliau dari orang-orang yang mendustakan beliau.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala,

وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ. ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

"Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesunguhnya telah mendustakan (juga) orang-orang sebelum mereka. Telah datang kepada mereka para Rasul dengan membawa mu'jizat-mu’jizat yang nyata, kitab Az-Zabur dan kitab yang menerangkan dengan jelas. Kemudian Aku mengazab orang-orang yang kafir, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu)." (QS. Faathir. 25-26)

5. Memotivasi orang-orang mu'min untuk tetap teguh dalam keimanan mereka dan terus memperbaharuinya, hal ini jika mereka mengetahui keselamatan orang-orang beriman terdahulu dan kemenangan orang-orang yang diperintahkan untuk berjihad.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

"Maka Kami mengabulkan (do'a)nya dan Kami selamatkan dan kedukaan, dan demikian pula Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya: 88)

Dan firman-Nya,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلاً إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقّاً عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman". (QS. Ar-Ruum: 47)

6. Memperingatkan orang-orang kafir yang tenggelam dalam kekufuran mereka.

Hal ini berdasarkan firman Allah T'a'ala,

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلِلْكَافِرِينَ أَمْثَالُهَا

"Tidaklah mereka berjalan di bumi sehingga mereka melihat atau memperhatikan bagaimana kesudahan akhir orang-orang sebelum mereka, dan bagi orang-orang kafir seperti itu pula." (QS. Muhammad: 10)

7. Menetapkan risalah Nabi , karena kabar-kabar umat terdahulu tidak diketahui kecuali oleh Allah 'Azza wa Jalla.

Hal ini berdasarkan firman .Allah Ta'ala:

تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

"Itu adalah diantara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." (QS. Huud: 49)

Dan firman-Nya:

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ لا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ

"Belumkah datang kepadamu berita-berita orang-orang sebelum-mu yaitu kaum Nuh, 'Aad dan Tsamud serta orang-orang setelah mereka, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah." (QS. Ibrahim: 9)

D. Pengulangan kisah-kisah dalam Al-Qur'an

Sebagian kisah-kisah dalam Al-Qur'an tidak dikabarkan kecuali satu kali saja, seperti kisah Luqman dan Ashabul Kahfi. Dan sebagian lainnya dikabarkan secara berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan dan kemaslahatan yang ada, dan pengulangan ini tidak terjadi dengan keadaan atau kondisi yang serupa, tetapi berbeda-beda dalam hal panjang pendeknya dan lembut kerasnya, serta disebutkan sebagian sisi-sisi kisah pada satu tempat tanpa disebutkan pada tempat lainnya. Dan diantara hikmah dalam pengulangan kisah-kisah ini adalah:

  1. Menjelaskan arti pentingnya kisah tersebut, karena pengulangannya menunjukkan adanya perhatian padanya.
  2. Menguatkan kisah tersebut untuk menetapkannya di hati manusia
  3. Memperhatikan waktu dan keadaan orang yang diajak bicara dengan kisah tersebut, oleh sebab itu, kamu akan mendapati (cerita) yang pendek dan keras (tegas) kebanyakannya terdapat pada kisah-kisah di dalam surat-surat Makkiyah, dan kebalikannya apa yang dikisahkan dalam surat Madaniyah
  4. Menjelaskan balaghah Al-Qur'an dalam menyapkait kiuhkaah ini dari berbagai perspektif sesuai dengan tuntutan kondisi dan zaman.
  5. Menunjukkan akan kebenaran Al-Qur'an, dan bahwa Al-Qur'an itu datang dari sisi Allah Ta'ala, sehingga tidak ada pertentangan dari kisah-kisah yang dikabarkan dalam Al-Qur'an.
Waktu Shalat
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya