Kitab Referensi

Ushul Fi Tafsir - Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin

BAB V - SUMPAH

Kata sumpah berasal dari bahasa arab القسم "al-qasamu" yang bermakna اليمين "al-yamiinu" yaitu menguatkan sesuatu dengan menyebutkan sesuatu yang diagungkan dengan menggunakan huruf-huruf seperti wawu dan huruf lainnya.

Huruf-huruf yang berfungsi sebagai perangkat sumpah ada tiga macam:

1) Wawu (و)

Seperti dalam firman Allah Ta'ala:

فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقّ

"Maka demi Rabb langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi)." (QS. Adz-Dzariyaat: 23)

Dengan masuknya huruf wawu -sebagai huruf qasam- maka 'amil (pelaku)nya wajib dihapuskan. Dan setelah wawu harus diikuti dengan oleh isim zhahir.

2) Ba' ( الباء)

Seperti dalam firman Allah Ta’ala:

لا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Aku bersumpah dengan hari kiamat." (QS. Al-Qiyamah: 1)

Dan dengan masuknya huruf ba' ini boleh disebutkan 'amil (pelaku)nya sebagaimana pada contoh di atas, dan boleh juga menghapusnya, seperti firman Allah Ta’ala tentang iblis berikut:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

"Dia (iblis) berkata, "Maka demi kekuasaan-Mu, sungguh aku akan menyesatkan mereka semuanya." (QS. Shaad: 82)

Setelah huruf ba' boleh diikuti oleh isim zhahir sebagaimana yang telah kami contohkan di atas, dan boleh juga diikuti oleh isim dhamir seperti pada perkataanmu,

الله ربي وبه أحلف لينصرن المؤمنين

(Allah Rebbku, den dengan-Nya aku bersumpah sungguh Dia akan menolong orang-orang yang beriman).

3) Ta' ( التاء)

Seperti dalam firman Allah Ta’ala:

تاللَّهِ لَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَفْتَرُونَ

"Demi Allah, sungguh kamu akan ditanya tentang apa-apa yang kamu dustakan." (QS. An-Nahl: 56>

Dengan masuk huruf ta' iru, 'amil (pelaku)nya harus dihapuskan, dan tidak bisa diikuti sesudahnya kecuali isrm jalalah (nama Allah), yakni الله atau رَبّ, seperti dalam contoh:

ترب الكعبة لأحجن إن شاء الله

"Demi Rabb Ka 'bah. sungguh saya akan berhaji Insya Allah"

Pada dasarnya, kebanyakan al muqsam bih (sesuatu yang dijadikan dasar atau landasan sumpah) itu disebutkan, sebagaimana pada contoh-contoh terdahulu.

Dan kadang-kadang dihapus dengan sendirinya, seperti perkataanmu:

أحلف عليك لتجتهدن

(Saya bersumpah wajib kepadamu untuk bersungguh-sungguh)

Dan kadang-kadang dihapus bersama dengan 'amil (pelaku)nya, bentuk yang seperti ini banyak sekali, misalnya dalam firman Allah Ta'ala,

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

"Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)." (QS. At-Takastur: 8)

Pada dasarnya, kebanyakan al muqsam 'alaihi (sesuatu yang disumpahkan) disebutkan. Seperti dalam firman Allah Ta'ala:
قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُن

"Katakanlah: tentu, demi Rabbku, sungguh kamu akan dibangkitkan." (QS. At-Taghabun: 7)

Dan kadang-kadang boleh dihapus, Seperti dalam firman Allah Ta'ala:

ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

"Qaaf, Demi Al-Qur’an yang sangat mulia." (QS. Qaaf: 1) Dan takdirnya (kata yang tidak disebutkan) adalah ليهلكن sehingga maknanya menjadi: "Qaaf, demi Al-Qur'an yang sangat mulia, sungguh Dia pasti akan membinasakan".

Dan kadang-kadang wajib dihapus apabila diawali atau didahului oleh faktor-faktor yang memperbolehkannya, Ibnu Hisyam berkata dalam kitab Al-Mughni, dan dicontohkan dalam kaidah nahwu:

زيد قائم والله

"Zaid sedang berdiri, demi Allah " dan

زيد والله قائم

"Zaid demi Allah sedang berdiri"

Sumpah memiliki dua faedah, yaitu:

  1. Menjelaskan tentang agungnya al-muqsam bih (yang di jadikan landasan atau dasar sumpah).
  2. Menjelaskan tentang pentingnya al-muqsam alaihi (sesuatu yang disumpahkan) dan sebagai bentuk penguatan atasnya. Oleh karena itu, tidaklah tepat bersumpah kecuali dalam keadaan-keadaan berikut:
    1. Hendaknya sesuatu yang disumpahkan (ql-muqsam alaihi) itu adalah hal yang sangat penting.
    2. Adanya keraguan dari mukhathab (orang yang diajak bicara).
    3. Adanya pengingkaran dari mukhathab (orang yang diajak bicara).
Waktu Shalat
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya