Kitab Referensi

Kitab : Tadwin as-Sunnah Nabawiyah, Nasy' atuhu wa tathawwuruhu

Segala puji bagi Allah yang dengan segala kenikmatanNya sempurnalah seluruh keshalihan, amma Ba'du:

Maka di antara hasil terpenting yang dapat saya simpulkan dalam buku ini:

1. Membedakan antara kodifikasi hadits dalam bentuk "mengikat yang terpisah dan mengumpulkan hadits-hadits yang tercerai-berai" ke dalam satu diwan (buku) dengan penulisan ilmiah kitab hadits yang berurutan berdasarkan pasal dan bab. Dengan hal itu, maka hilanglah kerancuan seputar permulaan kodifikasi hadits, dan hilanglah nash-nash yang secara zahir bertentangan, di mana ucapan mereka yang mengatakan bahwasanya "kodifikasi hadits Nabi sudah dimulai di masa Rasulullah dan sahabat dibawakan pada pengertian "pengumpulan hadits-hadits di dalam lembaran dan juz-juz tanpa pengurutan dan penyusunan (secara sistematis), dan juga ucapan mereka yang mengatakan bahwasanya "orang yang pertama kali memulai kodifikasi hadits adalah Imam az-Zuhri atas perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz" dibawakan pada pengertian "pengumpulan secara umum dengan memberikan penyusunan dan pengurutan".

2. Penetapan bahwa kodifikasi hadits telah dimulai pada zaman Nabi Muhammad dan sahabat serta generasi awal tabi'in, dan bahwa larangan kodifikasi hadits dari Nabi itu, boleh jadi haditsnya tidak shahih, dan boleh jadi dibawakan pada pengertian "karena ada sebab yang tidak membolehkan kemudian sebab-sebab tersebut hilang (sehingga menjadi dibolehkan)." Inilah dua kesimpulan yang juga telah dijelaskan oleh al-Hafizh Abu Bakar al-Khathib al-Baghdadi (W. 463 H) dalam kitabnya Taqyid al-Ilmi.

3. Bahwa al-Qur'an dan as-Sunnah itu berada pada satu tingkatan dari sisi tinjauannya sebagai dalil dan pedoman dalam menetapkan hukum-hukum syara', meskipun kita tidak membantah bahwa al-Qur'an lebih istimewa daripada hadits, karena lafazhnya berasal dari Allah , membacanya adalah ibadah, dan melemahkan manusia untuk bisa membuat yang semisalnya.

4. Sesungguhnya setiap keraguan dan syubhat yang dilontarkan oleh para pengikut hawa nafsu dan kelompok yang memusuhi Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidaklah keluar dari hal-hal berikut ini:

  1. As-Sunnah bertentangan dengan akal mereka yang dangkal dan terbatas serta saling bertentangan.
  2. Mencela para perawi as-Sunnah dengan hawa nafsu dan kedustaan.
  3. Berdusta dan bercerita bohong atas nama Rasulullah dan mengatakan sesuatu atas nama Allah dan Rasulullah tanpa didasari ilmu.
  4. 5. Sesungguhnya kesungguhan para ulama dalam memberikan konstribusi mereka terhadap as-Sunnah sepanjang awal abad kesembilan yang pertama adalah dalam bentuk:

    1. Kesungguhan mereka menjaga as-Sunnah dan menyebarkannya kepada umat di setiap kurun waktu sesuai dengan kemampuan mereka.
    2. Selalu mencari terobosan baru dalam medan konstribusi mereka terhadap as-Sunnah pada setiap masa.
    3. Saling melengkapi dan menyempurnakan antara satu dengan yang lainnya.

    6. Sesungguhnya Para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah di setiap masa adalah penyelamat umat -tentunya setelah Allah -dari bahaya bid ah dan khurafat serta penyimpangan dari manhaj Rasulullah . Dari sini, kita bisa tahu bahwa sebab yang menimpa umat Islam pada masa sekarang berupa musibah dan penyimpangan yang terjadi ialah karena kejahilan mereka terhadap as-Sunnah, dan mereka menjauhi manhaj Nabi yang dipegang teguh oleh beliau dan para sahabatnya dan juga diikuti oleh para ulama salaf, dan bahwa umat ini tidak akan bangun dari tidurnya dan tidak akan pernah sadar dari kelalaiannya melainkan melalui tangan ulama as-Sunnah yang betul-betul mengerti manhaj Nabi keluarga, serta sahabatnya yang selalu berjalan di atasnya dan selalu memahaminya.

    7. Sesungguhnya cikal bakal pendirian Ensiklopedia hadits yang lengkap telah dimulai di tangan para Ulama as-Sunnah semenjak disusunnya kitab al-Jam'u Baina ash-Shahihaini kemudian al-Jam'u Baina al-Kutub as-Sittah, kemudian Kutub al-Athraf, kemudian Kutub az-Zawa'id, kemudian akhirnya kitab Jawami' seperti al-Jami' ash-Shaghir dan al-Jami' al-Kabir" yang keduanya disusun oleh as-Suyuthi (W. 911 H).

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya