Kitab Referensi

Kitab : Tadwin as-Sunnah Nabawiyah, Nasy' atuhu wa tathawwuruhu

KODIFIKASI HADITS ABAD KETIGA HIJRIYAH

Abad ini dianggap sebagai masa perkembangan ilmu pengetahuan Islam secara umum dan ilmu hadits nabawi secara khusus. Bahkan dianggap sebagai puncak masa keemasan ilmu hadits, karena di dalamnya terdapat intensifikasi tinggi aktivitas perjalanan dalam rangka pencarian hadits dan penyusunan kitab-kitab tentang para perawi, dan karena semakin meluasnya pengkodifikasian hadits hingga bermunculan kitab-kitab musnad dan Kutub Sittah -shahih dan sunan- yang menjadi sandaran umat Islam dan dianggap sebagai bagian dari literatur perpustakaan Islam.

Pada masa ini pula bermunculan banyak hafizh hadits dan ulama yang kritis (naqid), seperti; Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahawaih, Ali bin al-Madini, Yahya bin Ma'in, Muhammad bin Muslim bin Warah, Abu Abdullah al-Bukhari, Muslim bin al-Hajjaj, Abu Zurah ar-Razi, Abu Hatim ar-Razi, Utsman bin Sa'id, Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi, dan ulama hadits lain yang telah menyusun ilmu hadits secara umum dan ilmu jarh dan ta'dil (kritik hadits) secara khusus.

Sebagaimana terlahir pula dari mereka bentuk karya ilmiah baru yang dikenal dengan kitab akidah. Kodifikasi karya ilmiah dalam hal ini ada dua bentuk:

Pertama: Karya ilmiah yang memuat nash-nash al-Qur'an dan hadits tentang akidah yang dikumpulkan oleh penulisnya dengan menjelaskan manhaj (metode) salaf -dari sahabat dan tabi'in- dalam memahami nash-nash tersebut, juga sikap mereka terhadap para pengikut hawa nafsu. Sebagian besar bentuk ini berjudul as-Sunnah, seperti; as-Sunnah karya Ahmad bin Hanbal dan putranya Abdullah bin Ahmad, dan as-Sunnah karya Abu Nashr al-Marwazi dan lain sebagainya.

Kedua: Kitab yang memuat upaya-upaya yang ditempuh oleh para penulisnya untuk membantah ahli bid'ah dan budak nafsu. Hal tersebut dimaksudkan untuk menyingkap misteri dan tabir kebohongan mereka, memperingatkan umat Islam dari makar mereka, serta menjelaskan bahaya mereka terhadap umat ini.

Aktifitas kaum Mu'tazilah dan Jahmiyah telah mencapai puncaknya dengan dukungan daulah Abbasiyah pada masa kepemimpinan al-Ma'mun, al-Mu'tashim dan al-Watsiq terhadap pemikiran dan ideologi mereka. Oleh karena itu, kelompok ini mendapat porsi bantahan paling banyak. Di antaranya adalah kitab ar-Radd 'ala al-jahmiyah yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam ad-Darimi, Kitab ar-Radd 'ala Bisyr al-Marisi al-Mu'tazili yang juga ditulis oleh Imam ad-Darimi, Kitab Khalqu Af 'ali al-'Ibad karya Imam al-Bukhari, dan lain sebagainya.[1]

Sebagaimana pengikut para tabi'in pada abad kedua memiliki upaya dan andil besar dalam kodifikasi hadits, menolak kedustaan dan menjaganya dari semua yang mengotorinya dengan cara al-Jarh wa at-Ta'dil, demikian juga generasi ini -di abad ketiga-, mereka memiliki upaya keras untuk mengabdi pada as-Sunnah, menghilangkan penyimpangan sesuatu yang menyelisihinya berupa hawa nafsu dan bid'ah.

Upaya keras tersebut mengarah pada pengabdian terhadap as-Sunnah dengan karya-karya ilmiah tersebut yang beraneka ragam bentuknya, berupa matan-matan hadits -seperti dalam kitab masanid, shahih dan sunan-, kitab-kitab tentang perawi hadits dengan tema dan ruang bahasan yang bervariasi, sampai kepada kitab-kitab akidah yang banyak ditulis pada abad ini.

Sebagaimana jerih payah tersebut juga mengarah kepada arena peperangan terhadap hawa nafsu dan bid'ah serta pendukungnya, membongkar kedok mereka, dan memperingatkan umat Islam dari kejelekan mereka dengan keteguhan sikap dari pemimpin pendukung as-Sunnah yang kedua, yaitu Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal di hadapan kelompok Jahmiyah dan Mu'tazilah yang telah mengepung dan menyerangnya dari segala arah, hingga akhirnya beliau keluar menjadi pemenang atas pertolongan Allah .[2] Dan dengan izinNya, maka bid'ah-bid'ah tersebut bisa dilenyap kan, dan pemiliknya terusir mundur ke belakang. Tidaklah perumpamaan mereka dengan upaya mereka untuk menguasai as-Sunnah dan pendukungnya melainkan sebagaimana ungkapan seorang penyair,

كناطح صخرة يوماً ليوهنها ... فلم يضرها وأوهي قرنه الوعل

Laksana menanduk sebongkah batu di satu hari untuk menghancurkannya,
Namun itu tidak merusaknya, dan tanduk terlemah adalah tanduk kambing gunung.

Kodifikasi hadits pada abad (ketiga) ini teristimewakan dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Mengklasifikasikan hadits-hadits Rasulullah dan membedakannya dari yang lainnya, setelah pada abad kedua penyusunannya tercampur dengan perkataan sahabat dan fatwa tabi'in.
  2. Perhatian (para ulama) dalam penjelasan derajat hadits dari sisi keshahihan dan kelemahannya.
  3. Bervariasinya karya-karya dalam kodifikasi hadits, di mana berbagai jenis-jenis berikut muncul:
    1. Kitab Masanid yang intens mengumpulkan hadits dari setiap sahabat secara tersendiri, seperti Musnad Imam Ahmad dan sebagainya.
    2. Kitab Shahih dan Sunan yang lebih memperhatikan penyusunan hadits dalam klasifikasi kitab-kitab dan bab-bab disertai penjelasan hadits yang shahih dan hadits yang tidak shahih, seperti Kutub Sittah dan sebagainya.
    3. Kitab-kitab tentang hadits mukhtalaf dan musykil, seperti; Ikhtilaf al-Hadits karya Imam asy-Syafi'i, Ikhtilaf al-Hadits karya 'Ali al-Madini, dan kitab Ta'wil Mukhtalaf al-Hadits yang ditulis oleh Ibnu Qutaibah, dan lain sebagainya.

Dan masih banyak karya ilmiah yang telah ditulis pada abad ini. Kami mencukupkan diri dengan menyebutkan sedikit saja sebagai isyarat kepada jumlahnya yang sangat banyak.[3]


[1] Lihat kitab Makanah Ahlu al-Hadits wa Ma 'atsirihim wa Atsarihim al-Hamidah fi ad-Din, Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali, dan telah dicetak di Bahrain. Ia merupakan karya ilmiah yang sangat berharga.

[2] Dikutip dari berita tentang cobaan yang dihadapi oleh Imam Ahmad. Lihat kitab al-Mihnah, Ibnu al-Jauzi dan Biografi Imam Ahmad dalam SiyarA’lam an-Nubala' dan sebagainya.

[3] Untuk lebih rincinya, lihat Pembahasan keempat bagian kelima dalam kitab al-Hadits wa al-Muhadditsun, Abu Zahwi hal 363-365

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya