Kitab Referensi

SIRAH NABAWIAH - SEJARAH LENGKAP KEHIDUPAN RASULULLAH صلي الله عليه وسلم

Ibnu Ishaq berkata: Tatkala orang-orang Quraisy mengetahui sahabat-sahabat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam berada di Habasyah dan memperoleh kedamaian dan kenyamanan di dalamnya dan bahwa Najasyi melindungi siapa saja yang meminta per- lindungan kepadanya, saat itulah Umar bin

Khaththab memeluk Islam. Umar bin Khaththab bersama Hamzah bin Abdul Muthalib berada di kubu Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya, serta Islam menyebar luas di kabilah- kabilah Quraisy, maka mereka segera berkumpul untuk mengadakan rapat. Dalam rapat itu, mereka merencanakan konspirasi dengan cara membuat perjanjian yang mereka tujukan kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib. Isi perjan¬jian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mereka tidak boleh menikahi wanita-wanita dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib. 2. Mereka tidak boleh menikahkan putri-putri mereka dengan orang-orang dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib. 3. Mereka tidak boleh menjual apa pun kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib. 4. Mereka tidak boleh membeli apa pun dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib.

Ketika sudah mufakat dengan seluruh isi perjanjian tersebut, mereka menulisnya di shahifah (surat perjanjian), kemudian mereka bersumpah untuk senantiasa komitmen dengan isi perjanjian tersebut. Setelah itu, mereka menempelkan shahifah (surat perjanjian) di tengah-tengah Ka'bah sebagai tanda bukti sikap mereka. Penulis shahifah (surat perjanjian) itu adalah Manshur bin Ikrimah bin Amir bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abduddar bin Qushay. Ibnu Hisyam berkata: Ada juga yang mengatakan bahwa penulisnya adalah An-Nadhr bin Al-Harits. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam mendoakan kehancuran atasnya, maka lumpuhlah sebagian jari Manshur bin Ikrimah.

Ibnu Ishaq berkata: Pada saat orang-orang Quraisy melakukan hal itu, Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib berpihak kepada Abu Thalib bin Abdul Muthalib, dan bergabung bersamanya. Dari kalangan Bani Hasyim yang keluar dan bergaung dengan orang-orang Quraisy dan mendukung sikap mereka ialah Abu Lahab, Abdul Uzza bin Abdul Muthalib.

Ibnu Ishaq berkata: Husain bin Abdullah bercerita kepadaku, Abu Lahab bertemu dengan Hindun binti Utbah bin Rabi'ah. sesudah ia keluar dari kaumnya dan berpihak kepada orang-orang Quraisy dalam menghadapi kaumnya sendiri, kemudian ia berkata: "Hai anak perempuan Utbah, dengan sikap yang kuambil ini, apakah aku telah menolong Al- Lata dan Al-Uzza? Apakah aku telah berpaling dari orang- orang yang telah meninggalkan AI-Lata dan Al-Uzza? Apakah aku telah membela Al-Lata dan Al-Uzza?" Hindun binti Utbah berkata: "Ya, semoga Allah membalas dengan ganjaran yang baik kepadamu, wahai Abu Utbah."

Ibnu Ishaq berkata: Aku diberitahu selain berkata seperti di atas, Abu Jahal juga berkata: "Muhammad mengintimidasi aku dengan sesuatu yang belum pernah aku lihat. Ia berkata bahwa akan ada kehidupan setelah kematian ini. Celakalah engkau berdua. Aku tidak melihat padamu berdua sesuatu yang dikatakan Muhammad." Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang Abu Lahab:

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ. مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ. سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ. وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ. فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya terdapat tali dari sabut. (QS. al-Masad: 1-5).

Ibnu Hisyam menjelaskan: Tabbat artinya merugi dan at-tabab artinya kerugian.

Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib menjalani pemboikotan orang-orang Quraisy selama dua atau tiga tahun, hingga mereka menjalani kesulitan yang sangat luar biasa. Tidak ada makanan atau minuman yang bisa sampai pada mereka kecuali dengan cara sembunyi-sembunyi dan siapa pun dari orang-orang Quraisy tidak bisa berinterakkasi dengan mereka kecuali dengan cara sembunyi- sembunyi pula.

Abu Jahal berjumpa dengan Hakim bin Hizam bin Khuwailid bin Asad yang sedang berjalan bersama budak laki-lakinya yang membawa tepung untuk diantarkan kepada bibinya, Khadijah, istri Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam yang sedang berada bersama beliau di Syi'b. Abu Jahal bin Hisyam mendekat pada Hakim bin Hizam, kemudian berkata kepadanya: "Akankah kau membawa makanan ini kepada Bani Hasyim? Demi Allah, engkau tidak bisa membawa makananmu itu hingga aku mengata-ngataimu di kota Makkah. Saat itu, Abu Al-Bakhtari bin Hisyam bin Al-Harits bin Asad datang menemui Abu Jahal bin Hisyam, kemudian berkata kepadanya: "Apa masalahmu dengannya?" Abu Jahal menjawab: "Dia mau mengantar makanan kepada Bani Hasyim." Abu Al-Bakhtari berkata: "Makanan ini awalnya milik bibinya. Bibinya mengirimkannya kepadanya, lalu mengapa engkau melarangnya membawa kembali makanan itu kepada bibinya? Biarkanlah dia pergi!!"

Namun Abu Jahal bin Hisyam tidak menerima saran Abu Al-Bakhtari, kemudian terjadilah duel seru antara Abu Jahal bin Hisyam melawan Abu Al-Bakhtari. Abu Al-Bakhtari mengambil tulang rahang unta, lalu dia pukulkan dengannya kepala Abu Jahal bin Hisyam hingga luka dan meneteskan darah kemudian dia menginjaknya keras-keras. Hamzah bin Abdul Muthalib yang berada di dekat tempat kejadian menyaksikan langsung perkelahian itu. Orang-orang Quraisy tidak mau duel tersebut didengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya. Sebab jika Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya mendengar duel tersebut, beliau dan para sahabatnya pasti akan menertawakannya. Walaupun mendapatkan boikot dari orang-orang Quraisy, Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam tetap saja terus berdakwah tanpa henti kepada kaumnya siang malam baik secara diam-diam maupun terang-terangan. Beliau tetap menyerukan perintah Allah Ta'ala tanpa takut kepada siapa pun juga.

Waktu Shalat
UPDATE TERBARU
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Ismail - 2020-10-15 19:02:01] بارك الله فيكم
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah menggerakkan hati hamba-Nya sehingga web ini kembali aktif. Shalawat dan Salam semoga tercurah buat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya