Sunan ad-Daruquthni

Sunan ad-Daruquthni


Al Imam Al Hafizh Abu Al Hasan Ali bin Umar bin Ahmad bin Mahdi Ad-Daraquthni rahimahullah menceritakan kepada kami,
Sunan ad-Daruquthni (118001)
حَدَّثَنَا الْإِمَامُ الْحَافِظُ أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ مَهْدِيٍّ الدَّارَقُطْنِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ،
1. Al Qadhi Abu Abdullah Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} dan Ahmad bin Ali bin Al Mu’alla menceritakan kepada kami, Abu Ubaidah bin Abu As-Safar mengabarkan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} dan Abu Abdullah Al Mu’addal Ahmad bin Amr bin Utsman menceritakan kepada kami di Wasith, Muhammad bin Ubadah membritahukan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} dan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Ziyad An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah SAW ditanya tentang air yang berada di tanah terbuka (tidak bertuan) yang biasa disinggahi oleh binatang buas dan binatang ternak, maka beliau bersabda, ‘Jika air itu mencapai dua qullah maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun ". Ibnu Abi As-Safar mengatakan, "Tidak mengandung kotoran" Ibnu Ubadah juga mengatakan seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118002)
ثنا الْقَاضِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ ح وثنا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُعَلَّى , نا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ أَبِي السَّفَرِ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ ح وثنا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْمُعَدَّلُ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ بِوَاسِطَ , أنا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَادَةَ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ ح وثنا أَبُو بَكْرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , قَالَ ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ يَكُونُ بِأَرْضِ الْفَلَاةِ , وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ». وَقَالَ ابْنُ أَبِي السَّفَرِ: لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ , وَقَالَ ابْنُ عُبَادَةَ مِثْلَهُ
2. Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Musa bin Harun menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} Da’laj menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syirawaih menceritakan kepada kami, Ishaq bin Rahawaih menceritakan kepada kami, Abu Usamah memberitahu kami {h} Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ja’far Al Waki’i menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} Ja’far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq Al Anshari menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Abu Usamah menceritakan kepada kami {h} Muhammad bin Abdullah bin Zakariya di Mesir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Syu’aib menceritakan kepada kami, Hannad bin As- Sari dan Al Husain bin Huraits menceritakan kepada kami, dari Abu Usamah {h} Muhammad bin Makhlad bin Hafsh menceritakan kepada kami, Abu Daud As-Sijistani2 menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al ‘Ala' dan Utsman bin Abu Syaibah serta yang lainnya menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Abu Usamah menceritakan kepada kami, Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ditanya tentang air yang disinggahi3 oleh binatang ternak dan binatang buas, kemudian beliau pun bersabda, ‘ Jika airnya mencapai dua qullah, maka air itu tidak mengandung kotoran "
Ini adalah lafazh Abu Daud dari Muhammad bin Al ‘Ala.Utsman bin Abu Syaibah yang termasuk di antara mereka yang meriwayatkan lafazh ini dalam haditsnya menyebutkan, “Dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far.”
Sunan ad-Daruquthni (118003)
حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , ثنا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , ثنا أَبِي , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا دَعْلَجٌ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شِيرَوَيْهِ , ثنا إِسْحَاقُ بْنُ رَاهَوَيْهِ , أَنْبَأَنَا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْوَكِيعِيُّ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , ثنا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ الْأَنْصَارِيُّ , ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا بِمِصْرَ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ , ثنا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , ح وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدِ بْنِ حَفْصٍ , ثنا أَبُو دَاوُدَ السِّجِسْتَانِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ , وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , وَغَيْرُهُمَا , قَالُوا: ثنا أَبُو أُسَامَةَ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ». هَذَا لَفْظُ أَبِي دَاوُدَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَلَاءِ , وَقَالَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ مِنْ بَيْنِهِمْ فِي حَدِيثِهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ
3. Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Zakariya bin Sufyan Al Wasithi menceritakan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan, “Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang buas dan binatang ternak, beliau pun bersabda, ‘Jika airnya mencapai dua qullah, maka air itu tidak mengandung kotoran*
Demikian juga yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Az-Zubair Al Humaidi, dari Abu Usamah, dari Al Walid, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far. Di-mutaba'ah (dikuatkan) oleh riwayat Asy-Syafi’i dari seorang yang tsiqah dalam pandangannya, dari Al Walid bin Katsir. Dikuatkan juga oleh riwayat Muhammad bin Hassan Al Azraq, Ya’isy bin Al Jahm, Ibnu Karamah, Abu Mas’ud Ahmad bin Al Furat6, dan Muhammad bin Al Fudhail Al Balkhi, mereka semua meriwayatkannya dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far.
Sunan ad-Daruquthni (118004)
وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ سُفْيَانَ الْوَاسِطِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادَ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ». وَكَذَلِكَ رَوَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ الْحُمَيْدِيُّ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , وَتَابَعَهُ الشَّافِعِيُّ , عَنِ الثِّقَةِ عِنْدَهُ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , وَتَابَعَهُمْ مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , وَيَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ , وَابْنُ كَرَامَةَ , وَأَبُو مَسْعُودٍ أَحْمَدُ بْنُ الْفُرَاتِ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيُّ , فَرَوَوْهُ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ ,
Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Bisyr bin Musa mengabarkan kepada kami {h} Da’laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Shalih Asy-Syirazi mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Humaidi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW, riwayat yang menyerupainya.
Sunan ad-Daruquthni (118005)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , ح وَنا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ صَالِحٍ الشِّيرَازِيُّ , قَالَا: نا الْحُمَيْدِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا نَحْوَهُ
4. Isma’il bin Al Abbas bin Muhammad Al Warraq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hassan Al Azraq mengabarkan kepada kami {h}, Utsman bin Isma’il bin Bakr As- Sukkari mengabarkan kepada kami, Ya’isy bin Al Jahm mengabarkan kepada kami di Haditsah, keduanya mengatakan: Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan, “Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, -Ya’isy bin Al Jahm menyebutkan dengan redaksi: binatang buas dan binatang ternak,- maka beliau menjawab, ‘Jika airnya mencapai dua qullah maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun'.”
Sunan ad-Daruquthni (118006)
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَرَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , ح وَنا عُثْمَانُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ بَكْرٍ السُّكَّرِيُّ , نا يَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ , بِالْحَدِيثَةِ , قَالَا: نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ - وَقَالَ يَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ: مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ - فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»
5. Abu Shalih Al Ashbahani menceritakan kepada kami, Abu Mas’ud Ahmad bin Al Furat memberitahukan kepada kami. Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan, “Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang buas dan binatang ternak, maka beliau pun menjawab, ‘Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun
Sunan ad-Daruquthni (118007)
حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ , أنا أَبُو مَسْعُودٍ أَحْمَدُ بْنُ الْفُرَاتِ نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ».
6. Ishaq bin Muhammad bin Al Fadhl Az-Zayyat menccntakar kepada kami, Ali bin Syu’aib mengabarkan kepada kami. Abu Usamah menceritakan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ja'far dengan isnadnya seperti ituu dan ia menyebutkan dengan redaksi: 'oleh binatang ternak dan binatang buas
Sunan ad-Daruquthni (118008)
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفَضْلِ الزَّيَّاتُ , نا عَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ , بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ , وَقَالَ: مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ
7. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami. Abu Ibrahim Al Muzam Isma'il bin Yahya dan Ar-Rabi' bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan Asy Syafi'i mengabarkan kepada kami. Seorang yang tsiqah memberitahukan kepada kami, dari Al Walid bin Kaisir, dari Muhammad AbbadAIM bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar. dari ayahnya. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung najis atau kotoran.”
Sunan ad-Daruquthni (118009)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو إِبْرَاهِيمَ الْمُزَنِيُّ إِسْمَاعِيلُ بْنُ يَحْيَى , وَالرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَا: نا الشَّافِعِيُّ , أنا الثِّقَةُ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَّسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ نَجِسًا أَوْ خَبَثًا»
8. Umar bin Ahmad bin Ali Ad-Darbi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dan Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, dan Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia mengatakan, "Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka Nabi SAW pun menjawab, 'Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung kotoran
Sunan ad-Daruquthni (118010)
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الدَّرْبِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ».
9. Ahmad bin Muhammad bin Sa*td mcncentakan kepada kami, Ahmad bin Abdul Hamil Al Hants mengabarkan kepada kami. Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katar mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja*far. dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dan ayahnya, dan Nabi SAW. serupa itu.
Syaikh Abu AI Hasan mengatakan, “Aku meriwayatkannya dalam suatu kitab, dari Abu Ja'far At-Tirmidzi. dari Al Husain bin Ali bin Al Aswad, dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, dengan isnad ini.”
Sunan ad-Daruquthni (118011)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْحَارِثِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ. قَالَ الشَّيْخُ أَبُو الْحَسَنِ: وَرَأَيْتُهُ فِي كِتَابٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ التِّرْمِذِيِّ , عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْأَسْوَدِ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ ,
Disebutkan juga oleh Ja’far bin Al Mughaltis, “Ali bin Muhammad bin Abu Al Khashib menceritakan kepadaku. Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabaikan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, dengan (isnad ini) seperti itu.”
Sunan ad-Daruquthni (118012)
وَذَكَرَهُ جَعْفَرُ بْنُ الْمُغَلِّسِ , حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْخَصِيبِ , نا أَبُو أُسَامَةَ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ بِهَذَا مِثْلَهُ.
Disebutkan juga oleh Ja’far bin Al Mughaltis, “Ali bin Muhammad bin Abu Al Khashib menceritakan kepadaku. Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabaikan kepada kami, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, dengan (isnad ini) seperti itu.” Syaikh Abu Al Hasan mengatakan, “Utsman bin Abu Syaibah, Abdullah bin Az-Zubair Al Humaidi, Muhammad bin Hassan Al Azraq, Ya’isy bin Al Jahmi, Muhammad bin Utsman bin Karamah, Al Husain bin Ali bin AI Aswad, Ahmad bin Abdul Hamid Al Haritsi, Ahmad bin Zakariya bin Sufyan Al Wasithi, Ali bin Syu’aib, Ali bin Muhammad bin Abu Al Khashib, Abu Mas’ud dan Muhammad bin Al Fudhail Al Balkhi, mereka semua sama-sama meriwayatkannya dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far. Riwayat mereka di-mutaba 'ah oleh Asy-Syafi’i dari seorang yang tsiqah dalam pandangannya, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja’far.” Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan orang-orang yang kami sebutkan bersamanya di awal kitab meriwayatkan dari Usamah bin Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair. Ketika ada perbedaan pada Abu Usamah dalam isnadnya, kami ingin mengetahui mana yang benar, maka kami perhatikan, lalu kami dapati bahwa Syu’aib bin Ayyub telah meriwayatkan dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir dari dua jalur yang keduanya bersumber dari Muhammad bin Ja’far bin Az- Zubair dan Muhammad bin Abbad, dan di-mutaba 'ah (dikuatkan) dengan riwayat dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far, sehingga dengan begitu kedua informasi itu benar adanya bahwa riwayat itu berasal dari Abu Usamah, benar juga bahwa Al Walid bin Katsir meriwayatkannya dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair dan dan Muhammad bin Abbad bin Ja’far, yang keduanya berasal dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya. Jadi, Abu Usamah pernah menceritakannya dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dan pernah juga menceritakannya dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far. Waltahu a'lam.
Adapun hadits Syu’aib bin Ayyub, dari Abu Usamah, dari Al Walid bin Katsir, bersumber dari kedua orang tersebut.
Sunan ad-Daruquthni (118013)
قَالَ الشَّيْخُ أَبُو الْحَسَنِ: فَاتَّفَقَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ الْحُمَيْدِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , وَيَعِيشُ بْنُ الْجَهْمِ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْأَسْوَدِ , وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْحَارِثِيُّ , وَأَحْمَدُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ سُفْيَانَ الْوَاسِطِيُّ , وَعَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ , وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْخَصِيبِ , وَأَبُو مَسْعُودٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيُّ فَرَوَوْهُ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , وَتَابَعَهُمُ الشَّافِعِيُّ , عَنِ الثِّقَةِ عِنْدَهُ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , وَقَالَ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ: وَمَنْ ذَكَرْنَا مَعَهُ فِي أَوَّلِ الْكِتَابِ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , فَلَمَّا اخْتَلَفَ عَلَى أَبِي أُسَامَةَ فِي إِسْنَادِهِ أَحْبَبْنَا أَنْ نَعْلَمَ مَنْ أَتَى بِالصَّوَابِ فَنَظَرْنَا فِي ذَلِكَ فَوَجَدْنَا شُعَيْبَ بْنَ أَيُّوبَ قَدْ رَوَاهُ , عَنْ أَبِي أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَلَى الْوَجْهَيْنِ جَمِيعًا , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ ثُمَّ أَتْبَعَهُ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ فَصَحَّ الْقَوْلَانِ جَمِيعًا عَنْ أَبِي أُسَامَةَ وَصَحَّ أَنَّ الْوَلِيدَ بْنَ كَثِيرٍ رَوَاهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ فَكَانَ أَبُو أُسَامَةَ مَرَّةً يُحَدِّثُ بِهِ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ وَمَرَّةً يُحَدِّثُ بِهِ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ , فَأَمَّا حَدِيثُ شُعَيْبِ بْنِ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنِ الرَّجُلَيْنِ جَمِيعًا
10. Maka Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Sa’dan Ash- Dhaidalani menceritakannya kepada kami di Washit, Syu’aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja’far bin Az- Zubair, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka Rasulullah SAW bersabda, “Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung kotoran."
Sunan ad-Daruquthni (118014)
فَحَدَّثَنَا بِهِ أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ الصَّيْدَلَانِيُّ بِوَاسِطَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ السِّبَاعِ وَالدَّوَابِّ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ».
11. Ahmad bin Muhammad bin Sa’dan menceritakan kepada kami, Syu'aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari AI Walid bin Katsir. dari Muhammad bin Abbad bin Ja far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar dari ayahnya, dan Nabi SAW, seperti itu
Sunan ad-Daruquthni (118015)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ.
12. Adapun hadita Muhammad bin Al Fudhail AI Balkhi, Ahmad bin Muhammad bin AI Husain Ar-Razi yang buta menceritakan kepada kami, Ali bin Ahmad AI Fansi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Fudhail AI Balkhi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Abbad bin Ja'far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118016)
وَأَمَّا حَدِيثُ مُحَمَّدِ بْنِ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيِّ ,فَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحُسَيْنِ الرَّازِيُّ الضَّرِيرُ , نا عَلِيُّ بْنُ أُحْمَدَ الْفَارِسِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْبَلْخِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادٍ بْنِ جَعْفَرٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
13. Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Sahl Al Imam menceritakan kepada kami, Al Husain bin Ali bin Abdush Sham ad mengabarkan kepada kami, Bahr bin Al Hakam mengabarkan kepada kami, Abbad bin Shuhaib mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir mengabaikan kepada kami, Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai air yang disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka beliau menjawab, Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak mengandung kotoran”
Sunan ad-Daruquthni (118017)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَهْلٍ الْإِمَامُ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الصَّمَدِ , ثنا بَحْرُ بْنُ الْحَكَمِ , نا عَبَّادُ بْنُ صُهَيْبٍ , نا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ»
14. Muhammad bin Nuh Al Jundaisaburi menceritakan kepada kami, Harun bin Ishaq Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Al Muharibi, yakni yang bernama Abdurrahman bin Umar mengabarkan kepada kami {h} Abdullah bin Ja’far bin Khusyaisy mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami {h} Ahmad bin Abdullah bin Muhammad Al Wakil mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Abdah bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari Ibnu Umar, ia mengatakan, “Aku mendengar Nabi SAW ditanya tentang air yang berada di kawasan terbuka (lapang) yang biasa disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, maka Rasulullah SAW bersabda, Jika airnya mencapai ukuran dua qullah, maka tidak mengandung kotoran'
Sunan ad-Daruquthni (118018)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , ثنا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , ثنا الْمُحَارِبِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُمَرَ ح ونا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , ح ونا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدٍ الْوَكِيلُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَر , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْمَاءِ , يَكُونُ بِأَرْضِ الْفَلَاةِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قَدْرَ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ»
Ibnu Arafah mengatakan, “Dan aku mendengar Husyaim mengatakan, ‘Penafsiran dua qullah adalah dua kendi besar.' Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ibrahim bin Sa’d, Hammad bin Salamah, Yazid bin Zurai’, Abullah bin Al Mubarak, Abdullah bin Numair, Abdurrahim bin Sulaiman, Abu Mu’awiyah yang buta, Yazid bin Harun, Isma’il bin Ayyasy, Ahmad bin Khalid Al Wahbi, Sufyan Ats-Tsauri, Sa’id bin Zaid saudaranya Hammad bin Zaid dan Zaidah bin Qudamah, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair, dari Ubadillah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW.’’
Sunan ad-Daruquthni (118019)
قَالَ ابْنُ عَرَفَةَ: وَسَمِعْتُ هُشَيْمًا يَقُولُ: تَفْسِيرُ الْقُلَّتَيْنِ يَعْنِي الْجَرَّتَيْنِ الْكِبَارَ وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , وَحَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , وَيَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ , وَعَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , وَأَبُو مُعَاوِيَةَ الضَّرِيرُ , وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , وَأَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ الْوَهْبِيُّ , وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , وَسَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ أَخُو حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ , وَزَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
15. Abu Amr Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Ali bin Ibrahim Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abu Nu’aim mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Zaid mengabarkan kepada kami: Aku mendengar Muhammad bin Ishaq mengatakan: Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair menceritakan kepadaku, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari Abdullah bin Umar, ia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW, ketika seorang laki-laki bertanya kepada beliau tentang air yang berada di tanah lapang yang biasa disinggahi oleh binatang ternak dan binatang buas, beliau bersabda, 'Jika airnya mencapai dua qullah, maka air itu tidak mengandung kotoran'.”
Sunan ad-Daruquthni (118020)
حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيِّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي نُعَيْمٍ , نا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ , سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَسَأَلَهُ رَجُلٌ عَنِ الْمَاءِ يَكُونُ بِأَرْضِ الْفَلَاةِ وَمَا يَنْتَابُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ».
16. Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sa’id bin Syahin mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Sa’d mengabarkan kepada kami, Al Waqidi mengabarkan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dengan isnad ini, yang serupa dengannya.
Sunan ad-Daruquthni (118021)
حَدَّثَنا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ شَاهِينَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدٍ , نا الْوَاقِدِيُّ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ.
17. Ahmad bin Muhammad bin Sa’dan menceritakan kepada kami, Syu’aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Husain bin Ali mengabarkan kepada kami, dari Ali, dari Zaidah, dari Muhammad bin Ishaq, serupa itu
Sunan ad-Daruquthni (118022)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ , عَنْ زَائِدَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , نَحْوَهُ
18. Sahl bin Ahmad bin Muhammad bin Ziyad dan Umar bin Abdul Aziz bin Dinar menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Isma’il At-Tirmidzi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Wahb As-Sulami mengabarkan kepada kami, Ibnu Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bahwa beliau ditanya tentang air sumur yang menampung kotoran dan tempat minumnya anjing serta binatang ternak, maka beliau bersabda, “Jika airnya mencapai dua qullah atau lebih, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.”
Demikian pula diriwayatkan oleh Muhammad bin Wahb, dari Isma’il bin Ayyasy dengan isnad ini, juga riwayat yang terpelihara dari Ibnu Ayyasy, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya.
Sunan ad-Daruquthni (118023)
حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ دِينَارٍ , قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَاعِيلَ التِّرْمِذِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ السُّلَمِيُّ , نا ابْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ الْقَلِيبِ يُلْقَى فِيهِ الْجِيَفُ وَيَشْرَبُ مِنْهُ الْكِلَابُ وَالدَّوَابُّ , فَقَالَ: «مَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ». كَذَا رَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ , وَالْمَحْفُوظُ عَنِ ابْنِ عَيَّاشٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ.
19. Diriwayatkan dari Abdul Wahhab bin ‘Atha', dari Muhammad bin Ishaq, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya, dari Nabi SAW: Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim mengabarkannya kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Khuzaimah mengabari» kepada kami, Ali bin Salamah Al-Labaqi mengabarkan kepada kami, Abdul Wahhab mengabarkan itu kepada kami. Ashim bin Al Mundzir bin Az-Zubair bin Al Awwam meriwayatkannya dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, dari Nabi SAW. Maka riwayat ini kuat, karena periwayatan Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, disampaikan oleh Ashim bin Al Mundzir Hammad bin Salamah. Berbeda dengan jalur periwayatan Hammad bin Zaid, mereka meriwayatkannya dari Ashim bin Al Mundzir, dari Abu Bakar bin Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya secara manquf dan tidak marfu Demikian juga yang diriwayatkan oleh Isma’il bin Ulayyah, dari Ashim bin Al Mudzir dari seorang laki-laki yang tidak disebutkan namanya, dari Ibnu Umar, secara mauquf juga.
Sunan ad-Daruquthni (118024)
وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ عَطَاءٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , نا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ خُزَيْمَةَ , نا عَلِيُّ بْنُ سَلَمَةَ اللَّبَقِيُّ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , بِذَلِكَ. وَرَوَاهُ عَاصِمُ بْنُ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَوَّامٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَكَانَ فِي هَذِهِ الرِّوَايَةِ قُوَّةٌ لِرِوَايَةِ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , حَدَّثَ بِهِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , وَخَالَفَهُ حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , فَرَوَاهُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ مَوْقُوفًا غَيْرَ مَرْفُوعٍ. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ عَنْ رَجُلٍ لَمْ يُسَمِّهِ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفًا أَيْضًا
20. Adapun hadits Hammad bin Salamah, dan Aflhim bui Al Mundzir, Al Husain bin lsma’il menceritakan kepadaku, Al Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Al Mundzir bin Az-Zubair, ia menuturkan, “Aku bersama Ubaidullah bin Abdullah bin Umar masuk ke sebuah kebun yang terdapat tong air, dan di dalam tempat air itu terdapat kulit bangkai unta, lalu ia bcrwudhu darinya, maka aku katakan kepadanya, * Apakah aku boleh bcrwudhu darinya dan di dalamnya terdapat kulit unta yang telah mati?’ Maka ia pun menceritakan kepadaku dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, 'Jika airnya mencapai dua atau tiga qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.
Sunan ad-Daruquthni (118026)
فَأَمَّا حَدِيثُ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , فَحَدَّثَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحَ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ بْنِ الزُّبَيْرِ , قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بُسْتَانًا فِيهِ مُقْرَاةُ مَاءٍ فِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهُ , فَقُلْتُ لَهُ: أَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ؟ , فَحَدَّثَنِي عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ».
21. Abu Shalih Al Ashbahani menceritakan kepada kami, Abu Mas’ud mengabarkan kepada kami, Yazid bin Harun memberitahukan kepada kami, Hammad bin Salamah memberitahukan kepada kami dengan (isnad) ini, namun ia tidak menyebutkan “atau tiga".
Demikian juga yang diriwayatkan oleh Ibrahim Al Hajjaj, Hudbah bin Khalid dan Kamil bin Thalhah dari Salamah dengan isnad ini, mereka mengatakan dalam riwayatnya: “Apabila airnya mencapai dua atau tiga qullah.”
Sunan ad-Daruquthni (118027)
حَدَّثَنا أَبُو صَالِحٍ الْأَصْبَهَانِيُّ , نا أَبُو مَسْعُودٍ , أنا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , أنا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , بِهَذَا. وَلَمْ يَقُلْ: أَوْ ثَلَاثًا. وَكَذَلِكَ رَوَاهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ , وَهُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ , وَكَامِلُ بْنُ طَلْحَةَ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ. قَالُوا فِيهِ: إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا.
Da’laj bin Ahmad menceritakannya kepada kami, Al Husain bin Sufyan menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Ibrahim Al Hajjaj dan Hudbah bin Khalid {h} Al Qadhi Abu Thahir bin Nashr dan Da’laj bin Ahmad mengabarkannya kepada kami, keduanya mengatakan: Musa bin Harun mengabarkan kepada kami, Kamil bin Thalhah mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Hammad bin Salamah menyampaikan itu kepada kami. Ini diriwayatkan juga oleh Affan bin Muslim, Ya’qub bin Ishaq Al Hadhrami, Bisyr bin As-Sari, Al ‘Ala' bin Abdul Jabbar Al Makki, Musa bin Isma’il dan Ubaidullah bin Muhammad Al ‘Asyiy dari Hammad bin Salamah dengan isnad ini, mereka mengatakan di dalam riwayatnya: “Apabila airnya mencapai dua qullah maka tidak menjadi najis” Mereka tidak mengatakan: “atau tiga (qullah).”
Sunan ad-Daruquthni (118028)
نا بِهِ دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَجَّاجِ , وَهُدْبَةَ بْنِ خَالِدٍ ح. وَنا بِهِ الْقَاضِي أَبُو طَاهِرِ بْنُ نَصْرٍ , وَدَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ قَالَا: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , نا كَامِلُ بْنُ طَلْحَةَ قَالُوا: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ بِذَلِكَ. وَرَوَاهُ عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ , وَيَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَضْرَمِيُّ , وَبِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ , وَالْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ الْمَكِّيُّ , وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَيْشِيُّ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ. وَقَالُوا فِيهِ: إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجَّسْ وَلَمْ يَقُولُوا: أَوْ ثَلَاثًا
22. Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad Az-Za’farani mengabarkan kepada kami, Affan mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, Ashim bin Al Mundzir mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Ketika kami sedang di kebun kami —atau kebun milik Ubaidullah bin Abdullah bin Umar-, tibalah waktu shalat, maka Ubaidullah pun berdiri menuju salah satu penampung air di kebun, lalu ia mengambil wudhu darinya, sementara di dalamnya terdapat kulit unta yang sudah mati, lalu aku katakan kepadanya, “Apakah aku boleh berwudhu darinya padahal di dalamnya terdapat kulit ini?” Ia pun berkata, “Ayahku telah menceritakan kepadaku dari Rasulullah SAW, (bahwa) beliau bersabda, ‘Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak menjadi najis
Sunan ad-Daruquthni (118029)
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ , نا عَفَّانُ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , نا عَاصِمُ بْنُ الْمُنْذِرِ , قَالَ: كُنَّا فِي بُسْتَانٍ لَنَا أَوْ لِعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَقَامَ عُبَيْدُ اللَّهِ إِلَى مِقْرًى فِي الْبُسْتَانِ فَجَعَلَ يَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ جِلْدُ بَعِيرٍ مَيِّتٍ , فَقُلْتُ: أَتَوَضَّأُ مِنْهُ وَفِيهِ هَذَا الْجِلْدُ؟ , فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجَّسْ».
23. Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Muhammad Az-Za’rafani mengabarkan kepada kami, Ya’qub bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami {h} Abu Bakar Asy-Syafi’i mengabari kami, Bisyr bin Musa mengabarkan kepada kami (hj Da’laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Shalih Asy-Syirazi mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Humaidi menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Bisyr bin As-Sari dan Al ‘Ala' bin Abdul Jabbar menceritakan kepada kami dari Hammad bin Salamah, dari Ashim bin Al Mundzir dengan isnad ini seperti ucapan Affan: “Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak menjadi najis.”
Sunan ad-Daruquthni (118030)
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , ح وَنا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا بِشْرُ بْنُ مُوسَى , ح نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ صَالِحٍ الشِّيرَازِيُّ , قَالَا: حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ , قَالَ: نا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ , وَالْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَ قَوْلِ عَفَّانَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجَّسْ».
24. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Musa dan Ibnu Aisyah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Ashim bin Al Mundzir mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini seperti itu: “Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak menjadi najis.”
Sunan ad-Daruquthni (118031)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , نا مُوسَى , وَابْنُ عَائِشَةَ , قَالَا: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , نا عَاصِمُ بْنُ الْمُنْذِرِ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ سَوَاءً: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَإِنَّهُ لَا يُنَجَّسُ»
25. Muhammad bin Isma’il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abbad mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Kami membacakan kepada Abdurrazzaq, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Abu Bakar bin Umar bin Abdurrahman, dari Abu Bakar bin Ubaidullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak dinajiskan (tidak menjadi najis) oleh sesuatu pun'"
Sunan ad-Daruquthni (118032)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبَّادٍ , قَالَ: قَرَأْنَا عَلَى عَبْدِ الرَّزَّاقِ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»
26. Muhammad bin Isma’il Al Farisi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al Husain bin Jabir mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Katsir Al Mishshishi mengabarkan kepada kami, dari Zaidah, dari Laits, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jika airnya mencapai dua qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun." Riwayat ini di-marfu -kan (disandarkan kepada Nabi SAW) oleh Syaikh (guru kami) dari Muhammad bin Katsir dari Zaidah.
Dan diriwayatkan pula oleh Mu’awiyah bin Amr, dari Zaidah secara mauquf dan ini yang benar.
Sunan ad-Daruquthni (118033)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ جَابِرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْمِصِّيصِيُّ , عَنْ زَائِدَةَ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَلَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ» رَفَعَهُ هَذَا الشَّيْخُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَثِيرٍ , عَنْ زَائِدَةَ , وَرَوَاهُ مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ زَائِدَةَ مَوْقُوفًا وَهُوَ الصَّوَابُ.
27. Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ja’far bin Muhammad Ash-Shaigh mengabarkan kepada kami Mu’awiyah bin Amr mengabarkan kepada kami, Zaidah mengabarkan kepada kami dari Laits, dari Mujahid, dari Ibnu Umar, seperti itu secara mauquf.
Sunan ad-Daruquthni (118034)
حَدَّثَنَا بِهِ الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّائِغُ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو , نا زَائِدَةُ , عَنْ لَيْثٍ , عَنْ مُجَاهِدٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , مِثْلَهُ مَوْقُوفًا
28. Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syirawaih mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Rahawaih mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Rizmah menceritakan kepada kami dari Hammad bin Zaid, dari Ashim bin Al Mundzir, ia mengatakan, “Guci Khawabi yang besar.*
Sunan ad-Daruquthni (118035)
نا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شِيرَوَيْهِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ رَاهَوَيْهِ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي رِزْمَةَ , عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ عَاصِمِ بْنِ الْمُنْذِرِ , قَالَ: «الْقِلَالُ الْخَوَابِي الْعِظَامُ»
29. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami Abu Humaid Al Mishshishi mengabarkan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yahya mengabariku, Yahya bin Uqail mengabarinya bahwa Yahya bin Ya’mur telah mengabarinya, bahwa Nabi SAW pemah bersabda, “Jika airnya sebanyak dua gullah, maka tidak mengandung najis dan tidak pula kotoran. Lalu aku katakan kepada Yahya bin Uqail, “Guci Hajar?” Ia menjawab, “Guci Hajar.” Sehingga aku menduga setiap qullah itu adalah dua faraq.
Sunan ad-Daruquthni (118036)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو حُمَيْدٍ الْمِصِّيصِيُّ , ثنا حَجَّاجٌ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , أَنَّ يَحْيَى بْنَ عُقَيْلٍ أَخْبَرَهُ , أَنْ يَحْيَى بْنَ يَعْمَرَ أَخْبَرَهُ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ نَجِسًا وَلَا بَأْسًا». فَقُلْتُ لِيَحْيَى بْنِ عَقِيلٍ: قِلَالُ هَجَرَ؟ , قَالَ: قِلَالُ هَجَرَ فَأَظُنُّ أَنَّ كُلَّ قُلَّةٍ تَأْخُذُ فِرْقَيْنِ
Ibnu Juraij mengatakan: Luth mengabariku dari Abu Ishaq, dari Mujahid, bahwa Ibnu Abbas pemah mengatakan, “Jika air itu sebanyak dua qullah atau lebih, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.”
Sunan ad-Daruquthni (118037)
قَالَ ابْنُ جُرَيْجٌ: وَأَخْبَرَنِي لُوطٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ مُجَاهِدٍ , أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ فَصَاعِدًا لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ»
30. Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi SAW bersabda, “Ketika aku diangkat ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh, pangkalnya seperti guci Hajar, dedaunannya seperti telinga-telinga gajah, dari betisnya keluar dua sungai yang lahir dan dua sungai yang batin. Lalu aku bertanya, 'Wahai Jibril, apa ini? ’ Jibril menjawab, ‘Dua yang batin itu berada di surga, sedangkan dua yang lahir itu adalah Nil dan Efrat
Sunan ad-Daruquthni (118038)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لَمَّا رُفِعْتُ إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ نَبْقُهَا مِثْلُ قِلَالِ هَجَرَ , وَوَرَقُهَا مِثْلُ آذَانِ الْفِيَلَةِ , يَخْرُجُ مِنْ سَاقِهَا نَهْرَانِ ظَاهِرَانِ وَنَهْرَانِ بَاطِنَانِ قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ مَا هَذَا؟ قَالَ: أَمَّا الْبَاطِنَانِ فَفِي الْجَنَّةِ وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ فَالنِّيلُ وَالْفُرَاتُ "
31. Al Hasan bin Ahmad bin Shalih Al Kufi menceritakan kepada kami, Ali bin Al Hasan bin Harun Al Baladi mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Al Hasan Al Harrani mengabarkan kepada kami, Ayyub bin Khalid Al Harrani mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ulwan mengabarkan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia menuturkan, “Rasulullah SAW berangkat pada malam hari dalam salah satu peijalanannya. Lalu mereka (rombongan beliau) melewati seorang laki-laki yang tengah duduk di pinggir kolamnya, lalu Umar berkata, 'Wahai pemilik kolam! Apakah ada binatang buas yang biasa minum di kolammu pada malam hari?’ Lalu Nabi SAW berkata kepada si pemilik kolam itu, ‘Janganlah engkau memberitahunya. Orang ini mengada-ada (memberatkan diri)? Ini menjadi milik binatang yang telah memasukkannya ke dalam perutnya, sedangkan bagi kita merupakan minuman dan sarana bersuci'
Sunan ad-Daruquthni (118039)
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ الْكُوفِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ هَارُونَ الْبَلَدِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْحَسَنِ الْحَرَّانِيُّ , نا أَيُّوبُ بْنُ خَالِدٍ الْحَرَّانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُلْوَانَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فَسَارَ لَيْلًا , فَمَرُّوا عَلَى رَجُلٍ جَالِسٍ عِنْدَ مُقْرَاةٍ لَهُ , فَقَالَ عُمَرُ: يَا صَاحِبُ الْمُقْرَاةِ أَوَلَغَتِ السِّبَاعُ اللَّيْلَةَ فِي مُقْرَاتِكَ , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا صَاحِبُ الْمُقْرَاةِ لَا تُخْبِرْهُ هَذَا مُتَكَلِّفٌ لَهَا مَا حَمَلَتْ فِي بُطُونِهَا وَلَنَا مَا بَقِيَ شَرَابٌ وَطَهُورٌ».
32. Al Hasan bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ali mengabarkan kepada kami, Isma’il mengabarkan kepada kami, Ayyub bin Khalid mengabarkan kepada kami, Khaththab bin Al Qasim mengabarkan kepada kami dari Abdul Karim Al Jazari, dari nafi’, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, riwayat serupa itu.
Sunan ad-Daruquthni (118040)
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ , حَدَّثَنَا عَلِيٌّ , نا إِسْمَاعِيلُ , نا أَيُّوبُ بْنُ خَالِدٍ , نا خَطَّابُ بْنُ الْقَاسِمِ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
33. Ahmad bin Muhammad bin Sa’id menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abdullah bin Muhammad bin Salim As-Saluli Abu Salim mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku mendengar ayahku mengatakan, ia berkata, “Aku mendengar Waki’ mengatakan, Para ahli ilmu menulis hak-hak dan kewajiban-kewajiban mereka, sedangkan ahlul ahwa' (para pengikut hawa nafsu) hanya menulis hak-hak mereka’."
Sunan ad-Daruquthni (118041)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَالِمٍ السَّلُولِيُّ أَبُو سَالِمٍ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي , قَالَ: سَمِعْتُ وَكِيعًا , يَقُولُ: «أَهْلُ الْعِلْمِ يَكْتُبُونَ مَا لَهُمْ وَمَا عَلَيْهِمْ , وَأَهْلُ الْأَهْوَاءِ لَا يَكْتُبُونَ إِلَّا مَا لَهُمْ»
34. Ahmad menceritakan kepada kami, Ibrahim mengabarkan kepada kami. Ayahku mengabarkan kepadaku dan mengatakan, “Aku mendengar Yahya bin Abu Zaidah berkata, ‘Menulis hadits lebih baik daripada menyimpannya"
Sunan ad-Daruquthni (118042)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ , نا إِبْرَاهِيمُ , نا أَبِي قَالَ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَبِي زَائِدَةَ , يَقُولُ: «كِتَابَةُ الْحَدِيثِ خَيْرٌ مِنْ مَوْضِعِهِ»
35. Abdush Shamad bin AU dan Burhan Muhammad bin Ali bin Al Hasan Ad-Dinawah menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Umair bin Mirdas menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bukair Al Hadhrami mengabarkan kepada kamt, Al Qaiim bin Abdullah Al Umari mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Jika airnya mencapai empat puluh qullah, maka tidak mengandung kotoran "
Demikian juga diriwayatkan oleh Al Qastm Al Umari dan Ibnu Al Mundakir, dari jabir, namun ada keraguan dalam tsnadnya karena ia lemah dan sering keliru. Riwayat ini disehsihi oleh Rauh bm A) Qasim, Sufyan Ats-Tsauri dan Ma'mar bin Rasyid, mereka meriwayatkannya dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah Amr secara mauquf.iS Diriwayatkan juga oleh Ayyub Assakhtiyani dari lbnu Al Munkadir dari ucapannya sendiri dan tidak melebihkannya
Sunan ad-Daruquthni (118043)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَلِيٍّ , وَبُرْهَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحَسَنِ الدَّيْنَوَرِيُّ , قَالَا: حَدَّثَنَا عُمَيْرُ بْنُ مِرْدَاسٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بُكَيْرٍ الْحَضْرَمِيُّ , نا الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْعُمَرِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً فَإِنَّهُ لَا يَحْمِلُ الْخَبَثَ». كَذَا رَوَاهُ الْقَاسِمُ الْعُمَرِيُّ عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ وَوَهَمَ فِي إِسْنَادِهِ وَكَانَ ضَعِيفًا كَثِيرَ الْخَطَأِ , وَخَالَفَهُ رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَمَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ رَوَوْهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو مَوْقُوفًا وَرَوَاهُ أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ مِنْ قَوْلِهِ: لَمْ يُجَاوِزْهُ
36. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Umar mengabarkan kepada kami, Yazid bin Zurai’ mengabarkan kepada kami dari Rauh bin Al Qasim, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr, ia mengatakan, “Jika airnya mencapat empat puluh qullah maka tidak menjadi najis
Sunan ad-Daruquthni (118044)
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , عَنْ رَوْحِ بْنِ الْقَاسِمِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجَّسْ»
37. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin lama'il Al H amani mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami {h} Ja’far bin Muhammad Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami, {h} Ahmad bin Muhammad bin Ziyad mengabarkan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abu Nu’aim mengabarkan kepada kami, semuanya dari Sufyan, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr, ia berkata, "Jika airnya sebanyak empat puluh qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.”
Sunan ad-Daruquthni (118045)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , ح وَنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا وَكِيعٌ , ح وَنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجِّسْهُ شَيْءٌ».
38. Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur Ar-Ramadi mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ats-Tsauri dan Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr sama seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118046)
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ الرَّمَادِيُّ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , نا الثَّوْرِيُّ , وَمَعْمَرٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , مِثْلَهُ سَوَاءً
39. Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar-Rabi’ mengabaikan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma'mar memberitahukan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Abdullah bin Amr, ia mengatakan, "Jika airnya sebanyak empat puluh qullah, maka tidak dinajiskan oleh sesuatu pun."
Sunan ad-Daruquthni (118047)
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجِّسْهٌ شَيْءٌ»
40. Ja’far bin Muhammad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami dan Ayyub, dari Muhammad bin Al Munkadir, ia mengatakan, “Jika airnya mencapai empat puluh qullah, maka tidak menjadi najis". Atau kalimat lain yang menyerupainya.
Sunan ad-Daruquthni (118048)
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , قَالَ: «إِذَا بَلَغَ الْمَاءُ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يُنَجَّسْ» , أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا
41. Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Harun bin Ma’ruf mengabarkan kepada kami, Bisyr bin As-Sari mengabarkan kepada kami dari Ibnu Lahi’ah, dari Yazid bin Abu Habib, dari Sulaiman bin Sinan, dari Abdurrahman bin Abu Hurairah, dari ayahnya Radiallahu Anhu, ia mengatakan, “Jika airnya sekitar empat puluh qullah, maka tidak mengandung kotoran.”
Demikianlah yang dikatakannya, namun riwayat ini diselisihi oleh lebih dari satu orang, yang mana mereka meriwayatkannya dari Abu Hurairah dengan redaksi: “empat puluh gayung.” Di antara mereka ada juga yang mengatakan, “empat puluh ember". Sulaiman bin Sinan mendengar Ibnu Abbas dan Abu Hurairah. Demikian yang disebutkan oleh Al Bukhari.
Sunan ad-Daruquthni (118049)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , نا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ , نا بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ , عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ سِنَانٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنْ أَبِيهِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «إِذَا كَانَ الْمَاءُ قَدْرَ أَرْبَعِينَ قُلَّةً لَمْ يَحْمِلْ خَبَثًا». كَذَا قَالَ وَخَالَفَهُ غَيْرُ وَاحِدٍ رَوَوْهُ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , فَقَالُوا: أَرْبَعِينَ غَرْبًا , وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ: أَرْبَعِينَ دَلْوًا , سُلَيْمَانُ بْنُ سِنَانٍ , سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ , وَأَبَا هُرَيْرَةَ , كَذَا ذَكَرَهُ الْبُخَارِيُّ
42. Muhammad bin Musa Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ali bin As-Sarraj mengabarkan kepada kami, Abu Surahbil Isya bin Khalid mengabarkan kepada kami, Marwan bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Risydin bin Sa’d mengabarkan kepada kami, Mu’awiyah bin Shalih mengabarkan kepada kami, dari Rasyid bin Sa’d, dari Tsauban Radiallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Air itu suci (lagi menyucikan) kecuali apabila aroma atau rasanya berubah ’
Sunan ad-Daruquthni (118050)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْبَزَّازُ , نا عَلِيُّ بْنُ السَّرَّاجٍ , نا أَبُو شُرَحْبِيلَ عِيسَى بْنُ خَالِدٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ ثَوْبَانَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاءُ طَهُورٌ إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ أَوْ عَلَى طَعْمِهِ»
43. Ibnu Ash-Shawaf menceritakan kepada kami, Hamid bin Syu’aib mengabarkan kepada kami, Suraij mengabarkan kepada kami, Abu Isma’il Al Muaddib dan Abu Mu’awiyah mengabarkan kepada kami, dari Al Ahwash, dari Rasyid bin Sa’d, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada yang menajiskan air kecuali yang merubah rasa atau aromanya ’.” Rasyid tidak melebihi itu dalam meriwayatkannya, sementara Al Ghudhaidhi menyandarkannya dari Abu Umamah.
Sunan ad-Daruquthni (118051)
حَدَّثَنَا ابْنُ الصَّوَّافِ , نا حَامِدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا سُرَيْجٌ , نا أَبُو إِسْمَاعِيلَ الْمُؤَدِّبُ , وَأَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْأَحْوَصِ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ إِلَّا مَا غَيَّرَ طَعْمَهُ أَوْ رِيحَهُ». لَمْ يُجَاوِزْ بِهِ رَاشِدًا , وَأَسْنَدَهُ الْغُضَيْضِيُّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ
44. Da’laj bin Ahmad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali Al Abbar mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yusuf Al Ghudhaidhi mengabarkan kepada kami, Risydin bin Sa’d Abu Al Hajjaj mengabarkan kepada kami, dari Mu’awiyah bin Shalih, dari Rasyid bin Sa’d, dari Abu Umamah Al Bahili RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang menajiskan air kecuali yang merubah aroma atau rasanya.” Tidak ada yang menjadikannya marfu selain Risydin bin Sa’d dari Mu’awiyah bin Shalih, namun itu pun tidak kuat. Yang benar adalah ucapannya Rasyid.
Sunan ad-Daruquthni (118052)
حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيٍّ الْأَبَّارُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ الْغُضَيْضِيُّ , نا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ أَبُو الْحَجَّاجِ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يُنَجِّسُ الْمَاءَ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَيَّرَ رِيحَهُ أَوْ طَعْمَهُ». لَمْ يَرْفَعْهُ غَيْرُ رِشْدِينَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ وَلَيْسَ بِالْقَوِيِّ , وَالصَّوَابُ فِي قَوْلِ رَاشِدٍ
45. Muhammad bin Al Husain Al Harami Abu Sulaiman menceritakan kepada kami, Ali bin Ahmad Al Juijani mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Musa Al Jurasyi mengabarkan kepada kami, Fudhail bin Sulaiman An-Numairi mengabarkan kepada kami, dari Abu Hazim, dari Sahi bin Sa’d, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Air itu tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.” (118051) Sunan ad-Daruquthni
Sunan ad-Daruquthni (118053)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْحَرَّانِيُّ أَبُو سُلَيْمَانَ , نا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ الْجُرْجَانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْحَرَشِيُّ , نا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ النُّمَيْرِيُّ , عَنْ أَبِي حَازِمٍ , عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»
46. Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu’alla bin Manshur mengabarkan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, Al Ahwash bin Hakim mengabarkan kepada kami, dari Rasyid bin Sa’d, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Air itu tidak dinajiskan oleh sesuatu pun, kecuali yang merubah aromanya atau rasanya’ Riwayat ini mursal. Sedangkan Abu Usamah menyatakan mauquf pada Rasyid.
Sunan ad-Daruquthni (118054)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , نا الْأَحْوَصُ بْنُ حَكِيمٍ , عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَيْهِ رِيحُهُ أَوْ طَعْمُهُ». مُرْسَلٌ وَوَقَفَهُ أَبُو أُسَامَةَ عَلَى رَاشِدٍ
47. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Abu Al Bakhtari mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Ahwash bin Hakim mengabarkan kepada kami, dari Abu Aun dan Rasyid bin Sa’d, keduanya mengatakan, "Air itu tidak dinajiskan oleh sesuatu pun, kecuali yang merubah aromanya atau rasanya.
Sunan ad-Daruquthni (118055)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو الْبَخْتَرِيِّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , نا الْأَحْوَصُ بْنُ حَكِيمٍ , عَنْ أَبِي عَوْنٍ , وَرَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ , قَالَا: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ إِلَّا مَا غَيَّرَ رِيحَهُ أَوْ طَعْمَهُ»
48. Ya’qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Daud bin Abu Hind: “Aku mendengar Sa’id bin Al Musayyab mengatakan, ‘Sesungguhnya semua air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun"
Sunan ad-Daruquthni (118056)
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا هُشَيْمُ , عَنْ دَاوُدِ بْنِ أَبِي هِنْدَ , سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ , يَقُولُ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ كُلُّهُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»
49. Ja’far bin Muhammad bin Ahmad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar, yakni Ibnu Abi Syaibah mengabarkan kepada kami, Ibnu Ulayyah mengabarkan kepada kami, dari Daud bin Abu Hind, dari Sa’id bin Al Musayyab: Kami menanyakan kepadanya tentang sungai dan bekas haid yang bercampur dengan (bangkai) anjing. Ia pun berkata, “Air itu diturunkan dalam kondisi suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.”
Sunan ad-Daruquthni (118057)
حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي شَيْبَةَ , نا ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , سَأَلْنَاهُ عَنِ الْغُدْرَانِ وَالْحِيَاضِ تَلِغُ فِيهَا الْكِلَابُ , قَالَ: «أُنْزِلَ الْمَاءُ طَهُورًا لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»
50. Muhammad bin Isma’il Al farisi dan Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Yahya bin Abu Thalib menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab memberitahukan kepada kami, Daud memberitahukan kepada kami, dari Sa’id bin Al Musayyab, ia mengatakan, “Allah Ta’ala menurunkan air dalam keadaan suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.”
Sunan ad-Daruquthni (118058)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , وَعُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّقَّاقُ , قَالَا: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ , أنا عَبْدُ الْوَهَّابِ , أنا دَاوُدُ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , قَالَ: «أَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى الْمَاءَ طَهُورًا فَلَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»
51. Ishaq bin Muhammad Az-Zayyat menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, (h) Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kanii, Muhammad bin Ahmad bin Abu Aun dan Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Al Walid bin Katsir, (h) Al Qadhi Al Husain menceritakan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Katsir Al Makhzumi menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ka’b Al Qurazhi, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Rail’ bin Khadij, dari Abu Sa’id Al Khudri, ia mengatakan, “Dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, kami berwudhu dari sumur Budha’ah, yang mana pada sumur itu biasa dibuang kain bekas haid dan kotoran.’ —Yusuf menyebutkan: serta kotoran manusia. Sedang mereka menyebutkan: serta daging anjing.— maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun'.” Hadits ini sesuai dengan lafazh Abu Aun, dan ia menyebutkan: Yusuf dari Abdullah bin Abdullah.
Sunan ad-Daruquthni (118059)
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّيَّاتُ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو أُسَامَةَ , ح وَحَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , قَالَا: نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ , ح وَثنا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , نا أَبُو أُسَامَةَ , ثنا الْوَلِيدُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَخْزُومِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ يُلْقَى فِيهَا الْمَحِيضُ وَالنَّتْنُ - وَقَالَ يُوسُفُ: وَالْجِيَفُ - وَقَالُوا: وَلُحُومُ الْكِلَابِ , فَقَالَ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ». وَالْحَدِيثُ عَلَى لَفْظِ ابْنِ أَبِي عَوْنٍ , وَقَالَ يُوسُفُ: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
52. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu’awiyah bin Malij mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Salith bin Ayyub, dari Abdurrahman bin Rafi’ Al Anshari, dari Abu Sa’id Al Khudri Radiallahu Anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW, ketika dikatakan kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, air sumur Budha’ah itu biasa diambil orang, padahal sering dibuang ke dalamnya berupa daging anjing, kain bekas haid dan kotoran manusia.’ Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Air itu suci (dan menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun"
Berbeda dengan yang diriwayatkan oleh Ibrahim bin Sa’id, ia meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, dari Salith, ia mengatakan: Dari Ubaidullah bin Abdurrahman bin Raff. Demikian yang dikatakan oleh Ya'qub bin Ibrahim bin Sa’d dari ayahnya.
Sunan ad-Daruquthni (118060)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ مَالَجَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطِ بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ الْأَنْصَارِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُقَالُ لَهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيُسْتَقَى الْمَاءُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ يُلْقَى فِيهَا لُحُومُ الْكِلَابِ وَالْمَحَائِضُ وَعُذَرُ النَّاسِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ». خَالَفَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , رَوَاهُ عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطٍ , فَقَالَ: عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ قَالَهُ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ
53. Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Sayyar Muhammad bin Abdullah bin Al Mustaurid mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Amr bin As-Sarh mengabarkan kepadaku, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari ‘Atha dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, “Rasulullah SAW ditanya tentang tempat pembuangan bekas haid yang terdapat di antara Makkah dan Madinah. Lalu dikatakan kepada beliau bahwa anjing dan binatang ternak sering menyambanginya, maka beliau bersabda, ‘Bagi mereka (para binatang itu) adalah apa yang mereka makan ke dalam perutnya, sedangkan bagi kita tetap sebagai minuman dan alat bersuci.”
Sunan ad-Daruquthni (118061)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو سَيَّارٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُسْتَوْرِدِ , حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ , نا ابْنُ وَهْبٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْحِيَاضِ الَّتِي تَكُونُ فِيمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ الْكِلَابَ وَالسِّبَاعَ تَرِدُ عَلَيْهَا فَقَالَ: «لَهَا مَا أَخَذَتْ فِي بُطُونِهَا وَلَنَا مَا بَقِيَ شَرَابٌ وَطَهُورٌ»
54. Muhammad bin Ahmad bin Shalih Al Azdi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Saukar mengabarkan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d mengabarkan kepada kami, {h} Ahmad bin Kamil menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sa’d Al Aufi mengabarkan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, Salith bin Ayyub bin Al Hak am Al Anshari menceritakan kepadaku, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Rafi’ Al Anshari, dari Abu Sa’id RA: Bahwa dikatakan, “Wahai Rasulullah, engkau diambilkan air dari sumur Budha’ah, yakni sumur Bani Sa’idah, yang di sumur itu seringkah dibuang bekas-bekas haid kaum wanita, daging anjing dan kotoran manusia.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.'
Sunan ad-Daruquthni (118062)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ الْأَزْدِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَوْكَرٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ , ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدٍ الْعَوْفِيُّ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي سَلِيطُ بْنُ أَيُّوبَ بْنِ الْحَكَمِ الْأَنْصَارِيُّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ الْأَنْصَارِيِّ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يُسْتَقَى لَكَ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ , بِئْرِ بَنِي سَاعِدَةَ , وَهِيَ بِئْرٌ يُطْرَحُ فِيهَا مَحَائِضُ النِّسَاءِ وَلُحُومُ الْكِلَابِ وَعُذَرُ النَّاسِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ».
55. Muhammad bin Isma’il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Ahmad bin Khalid Al Wahbi menceritakan kepada kami, Ibnu Ishaq menceritakan kepada kami, dari Salith bin Ayyub, dari Abdullah bin Abdurrahman bin Rafi’, dari Abu Sa’id, dari Nabi SAW, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118063)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ , نا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ الْوَهْبِيُّ , نا ابْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ سَلِيطِ بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
56. Abu Dzarr Ahmad bin Muhammad bin Abu Bakar Al Wasithi dan Al Abbas bin Al Abbas bin Al Mughirah Al Jauhari menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Ubaidullah bin Sa ’d mengabarkan kepada kami, pamanku menceritakan kepadaku, ayahku mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, Abdullah bin Abu Salamah menceritakan kepadaku, bahwa Abdullah bin Abdullah bin Rafi' bin Khadij menyampaikan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Sa'id Al Khudri Radiallahu Anhu menyampaikan, bahwa dikatakan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Apakah kami boleh berwudhu dari sumur Budha’ah yang biasa dibuang disana bekas-bekas haid, daging anjing dan kotoran?” Rasulullah SA W bersabda, “Sesungguhnya air itu suci (lagi menyucikan), tidak dinajiskan oleh sesuatu pun.”
Sunan ad-Daruquthni (118064)
حَدَّثَنَا أَبُو ذَرٍّ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الْوَاسِطِيُّ , وَالْعَبَّاسُ بْنُ الْعَبَّاسِ بْنِ الْمُغِيرَةِ الْجَوْهَرِيُّ , قَالَا: نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدٍ , حَدَّثَنِي عَمِّي , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ حَدَّثَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , يُحَدِّثُ أَنَّهُ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ , وَهِيَ بِئْرٌ يُطْرَحُ فِيهَا الْمَحَائِضُ وَلُحُومُ الْكِلَابِ وَالنَّتْنُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ».
57. Muhammad bin Ahmad bin Shalih menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syaukar mengabarkan kepada kami, Ya’qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, Abdullah bin Abu Salamah menceritakan kepadaku, bahwa Abdullah bin Rafi’ menyampaikan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Sa’id RA, dari Nabi SAW, seperti itu.
Sunan ad-Daruquthni (118065)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَوْكَرٍ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا أَبِي , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ حَدَّثَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
58. Abu Hamid Muhammad bin Harun menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ziyad Az-Ziyadi mengabarkan kepada kami, Fudhail bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abu Yahya Al Aslami, dari ibunya, ia mengatakan, “Aku mendengar Sahi bin Sa’d As-Sa’idi berkata, ‘Rasulullah SAW minum dari sumur Budha’ah,"
Sunan ad-Daruquthni (118066)
حَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ الزِّيَادِيُّ , نا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى الْأَسْلَمِيِّ , عَنْ أُمِّهِ , قَالَتْ: سَمِعْتُ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ , يَقُولُ: «شَرِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ»
59. Abu Bakar Asy-Syafi’i menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu’alla bin Manshur mengabarkan kepada kami, Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa’id mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Abu Salamah dan yahya bin Abdurrahman bin Hathib, bahwa Umar dan Amr bin Al Ash RA melewati suatu kolam, lalu Amr berkata, “Wahai pemilik kolam! Apakah kolammu ini biasa didatangi oleh binatang buas?” Umar berkata, “Wahai pemilik kolam! Janganlah engkau memberitahu kami. Karena sesungguhnya kami biasa mendatangi (tempat) binatang buas dan binatang buaspun biasa mendatangi (tempat) kami"
Sunan ad-Daruquthni (118067)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا الْمُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , وَيَحْيَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَاطِبٍ , أَنَّ عُمَرَ , وَعَمْرَو بْنَ الْعَاصِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مَرَّا بِحَوْضٍ , فَقَالَ عَمْرٌو: «يَا صَاحِبَ الْحَوْضِ أَتَرِدُ عَلَى حَوْضِكَ هَذَا السِّبَاعُ»؟ , فَقَالَ عُمَرُ: «يَا صَاحِبَ الْحَوْضِ لَا تُخْبِرْنَا فَإِنَّا نَرِدُ عَلَى السِّبَاعِ وَتَرِدُ عَلَيْنَا»
60. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ibrahim Al Busyanji mengabarkan kepada kami, Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Mereka menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, ia menuturkan, “Ketika kami di Syam, aku membawakan air kepada Umar bin Khaththab RA lalu ia pun berwudhu darinya, lalu ia bertanya, ‘Dari mana engkau mendapatkan air ini. Aku belum pernah mendapatkan air yang lebih sejuk dan tidak pula air hujan yang lebih baik dari ini?* Aku jawab, ‘Aku membawakannya dari rumah wanita tua yang nashrani itu.’ Selesai wudhu, Umar mendatangi wanita itu, lalu berkata, ‘Wahai wanita tua, masuklah ke dalam (agama) Islam, niscaya engkau selamat. Allah telah mengutus Muhammad SAW dengan kebenaran.’ Ketika wanita itu menyingkap tutup kepalanya, ternyata sudah memutih, lalu wanita itu berkata, ‘Wanita yang sudah sangat tua, dan kini aku akan mati". Umar Radiallahu Anhu pun berkata "Ya Allah, saksikanlah"
Sunan ad-Daruquthni (118068)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبُوشَنْجِيُّ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , قَالَ: حَدَّثُونَا عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: لَمَّا كُنَّا بِالشَّامِ أَتَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ َضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهُ فَقَالَ: «مِنْ أَيْنَ جِئْتَ بِهَذَا الْمَاءِ؟ مَا رَأَيْتُ مَاءً عَذْبًا وَلَا مَاءَ سَمَاءٍ أَطْيَبَ مِنْهُ» , قَالَ: قُلْتُ: جِئْتُ بِهِ مِنْ بَيْتِ هَذِهِ الْعَجُوزِ النَّصْرَانِيَّةِ , فَلَمَّا تَوَضَّأَ أَتَاهَا , فَقَالَ: «أَيَّتُهَا الْعَجُوزُ أَسْلِمِي تَسْلَمِي بَعَثَ اللَّهُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ» , قَالَ: فَكَشَفَتْ رَأْسَهَا فَإِذَا مِثْلُ الثَّغَامَةِ فَقَالَتْ: عَجُوزٌ كَبِيرَةٌ وَإِنَّمَا أَمُوتُ الْآنَ , فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «اللَّهُمَّ اشْهَدْ»
61. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Khallad bin Aslam mengabarkan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya: Bahwa Umar RA berwudhu dari (air) rumah seorang wanita nashrani yang didatanginya, lalu Umar berkata, “Wahai wanita tua, masuklah ke dalam (agama) Islam, niscaya engkau selamat. Allah telah mengutus Muhammad SAW dengan kebenaran.” Lalu wanita itu membuka tutup kepalanya, ternyata sudah memutih, kemudian wanita itu berkata, “Wanita yang sudah sangat tua, dan aku akan mati sekarang.” Maka Umar RA berkata, “Ya Allah, saksikanlah.”
Sunan ad-Daruquthni (118069)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا ابْنُ خَلَّادِ بْنِ أَسْلَمَ , نا سُفْيَانُ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ عُمَرَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ مِنْ بَيْتِ نَصْرَانِيَّةٍ أَتَاهَا , فَقَالَ: «أَيَّتُهَا الْعَجُوزُ أَسْلِمِي تَسْلَمِي بَعَثَ اللَّهُ بِالْحَقِّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» , فَكَشَفَتْ عَنْ رَأْسِهَا فَإِذَا هِيَ مِثْلُ الثَّغَامَةِ فَقَالَتْ: عَجُوزٌ كَبِيرَةٌ وَأَنَا أَمُوتُ الْآنَ , فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «اللَّهُمَّ اشْهَدْ»
62. Abdullah bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abdullah Al Anshari mengabarkan kepada kami, Hisyam mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Sirin: Bahwa seorang negro jatuh ke dalam sumur zamzam, kemudian mati. Lalu Ibnu Abbas menyuruh untuk mengeluarkannya, kemudian menyuruh untuk dikeringkan (dikuras). Lalu mereka terdesak oleh pancaran air yang memancar dari sudut sumur, lalu Ibnu Umar memerintahkan untuk menggunakan kain-kain baju dan sorban (untuk menyumbatnya) hingga dapat mengeringkannya. Setelah dikeringkan dialirkan lagi (dibuka sumbatnya).
Sunan ad-Daruquthni (118070)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ , نا هِشَامٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ , " أَنَّ زِنْجِيًّا وَقَعَ فِي زَمْزَمَ يَعْنِي فَمَاتَ , فَأَمَرَ بِهِ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَأُخْرِجَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُنْزَحَ , قَالَ: فَغَلَبَتْهُمْ عَيْنٌ جَاءتْهُمْ مِنَ الرُّكْنِ , فَأَمَرَ بِهَا فَدُسِمَتْ بِالْقُبَاطِيِّ وَالْمَطَارِفِ حَتَّى نَزَحُوهَا فَلَمَّا نَزَحُوهَا انْفَجَرَتْ عَلَيْهِمْ "
63. Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Qabishah mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Jabir, Dari Abu Ath-Thufail RA: Bahwa seorang budak jatuh ke dalam sumur zamzam, maka sumur itu pun dikeringkan (dikuras)."
Sunan ad-Daruquthni (118071)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا قَبِيصَةُ , نا سُفْيَانُ , عَنْ جَابِرٍ , عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «أَنَّ غُلَامًا وَقَعَ فِي بِئْرِ زَمْزَمَ فَنُزِحَتْ»
64. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Walid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja’far mengabarkan kepada kami, Syu’bah mengabarkan kepada kami, dari Mughirah, dari Ibrahim, bahwa ia mengatakan, “Setiap yang memiliki jiwa mengalir (yakni darah yang mengalir), maka (bekasnya) tidak boleh dipakai wudhu, namun dalam hal ini dikecualikan kumbang, kalajengking, belalang dan jangkrik bila teijatuh ke dalam bak air, maka tidak apa-apa.” Syu’bah mengatakan, “Aku kira ia juga menyebutkan cicak.”
Sunan ad-Daruquthni (118072)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ مُغِيرَةَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «كُلُّ نَفْسٍ سَائِلَةٌ لَا يُتَوَضَّأُ مِنْهَا , وَلَكِنْ رُخِّصَ فِي الْخُنْفِسَاءِ وَالْعَقْرَبِ وَالْجَرَادِ وَالْجُدْجُدِ إِذَا وَقَعْنَ فِي الرِّكَاءِ فَلَا بَأْسَ بِهِ». قَالَ شُعْبَةُ: وَأَظُنُّهُ قَدْ ذَكَرَ الْوَزَغَةَ
65. Ali bin Al Fadhl bin Ahmad bin Al Hubab Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abu Imran Al Khayyath mengabarkan kepada kami, Sahi bin Tammam mengabarkan kepada kami, Mubarak bin Fadhalah mengabarkan kepada kami, dari Abu Az- Zubair, dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya laut itu bangkainya halal (dimakan) dan airnya suci lagi menyucikan.”
Sunan ad-Daruquthni (118073)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ الْحُبَابِ الْبَزَّازُ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي عِمْرَانَ الْخَيَّاطُ , نا سَهْلُ بْنُ تَمَّامٍ , نا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الْبَحْرَ حَلَالٌ مَيْتَتُهُ طَهُورٌ مَاؤُهُ»
66. Abdul Baqi bin Qani’ menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ali bin Syu’aib mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Bisyr mengabarkan kepada kami, Al Mu’afa bin Imran mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Jaraij, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir RA, dari Nabi SAW, tentang laut: “Ia (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan)*
Sunan ad-Daruquthni (118074)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ شُعَيْبٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ , نا الْمُعَافَى بْنُ عِمْرَانَ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْبَحْرِ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ»
67. Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Isma’il Al Adami menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahi Al A’raj dan Al Fadhl bin Ziyad mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ahmad bin Hanbal mengabarkan kepada kami, Abu Al Qasim bin Abu Az- Zinad mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Hazim mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Miqsam, yakni Ubaidullah bin Miqsam, dari Jabir bin Abdullah RA, ia mengatakan, “Rasulullah SAW ditanya tentang laut, beliau pun menjawab, lIa (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan)"
Ini adalah lafazh Al FadhI bin Ziyad, berbeda dengan lafazh Abdul Aziz bin Imran, yakni Ibnu Abu Tsabit, namun ia dianggap tidak kuat (dalam periwayatan), maka disandarkan kepada Abu Bakar Ash'Shiddiq Radiallahu Anhu dan dimasukkan dalam jalur periwayatan Wahb bin Kaisan dari Jabir.
Sunan ad-Daruquthni (118075)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْآدَمَيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ الْأَعْرَجُ , وَالْفَضْلُ بْنُ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ , نا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ , حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ حَازِمٍ , عَنِ ابْنِ مِقْسَمٍ وَهُوَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مِقْسَمٍ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ». لَفْظُ الْفَضْلِ بْنِ زِيَادٍ , وَخَالَفَهُ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عِمْرَانَ وَهُوَ ابْنُ أَبِي ثَابِتٍ وَلَيْسَ بِالْقَوِيِّ , فَأَسْنَدَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , وَجَعَلَهُ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ , عَنْ جَابِرٍ
Al Husain bin Isma'il dan Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Umar bin Syabbah Abu Zaid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Ali bin Abdul Hamid mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Tsabit bin Abdul Aziz bin Umar bin Abdurrahman bin Auf mengabarkan kepadaku, dari Ishaq bin Hazim Az-Zayyat mantan budak keluarga Naufal, dari Wahb bin Kaisan, dari Jabir bin Abdullah, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq Radiallahu Anhu: Bahwa Rasululalh SAW ditanya tentang air laut, beliau pun bersabda, *Ia (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan).'
Sunan ad-Daruquthni (118076)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , قَالَا: نا عُمَرُ بْنُ شِبْهٍ أَبُو زَيْدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الْحَمِيدِ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي ثَابِتِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ حَازِمٍ الزَّيَّاتِ مَوْلَى آلِ نَوْفَلٍ , عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»
69. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Hafsh bin Amr mengabarkan kepada kami, Yahya bin Sa’id Al Qaththan mengabarkan kepada kami, {h} Al Husain mengabarkan kepada kami, Salm bin Junadah dan Muhammad bin Utsman bin Karamah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ibnu Numair mengabarkan kepada kami semuanya, dari Ubaidullah bin Umar, Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku, dari Abu Ath-Thufail Amir bin Watsilah: Bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ditanya tentang air laut, ia pun mengatakan, “Ia (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan)"
Sunan ad-Daruquthni (118077)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ , ح وَنا الْحُسَيْنُ , نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , قَالَا: نا ابْنُ نُمَيْرٍ جَمِيعًا , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ , عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ , أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سُئِلَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»
70. Ahmad bin Muhammad bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Husain bin Abdul Malik mengabarkan kepada kami, Mu*adz bin Musa mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Husain mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Ali Radiallahu Anhu, ia mengatakan,“Rasulullah SAW ditanya tentang air laut, beliau pun bersabda, Ia (laut itu airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan)’.”
Sunan ad-Daruquthni (118078)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ , نا مُعَاذُ بْنُ مُوسَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»
71. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Al Hakam bin Musa mengabarkan kepada kami, Hiql mengabarkan kepada kami, dari Al Mutsanna, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Bangkai laut halal (dimakan) dan airnya suci lagi menyucikan.”
Sunan ad-Daruquthni (118079)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى , نا هِقْلٌ , عَنِ الْمُثَنَّى , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَيْتَةُ الْبَحْرِ حَلَالٌ وَمَاؤُهُ طَهُورٌ»
72. Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Muhammad bin Harb mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Yazid mengabarkan kepada kami, dari Aban, dari Anas RA, dari Nabi SAW tentang air laut, beliau bersabda, “Bangkainya halal (dimakan), airnya suci lagi menyucikan.” Aban bin Abu Ayyasy adalah seorang yang matruk (orang yang haditsnya ditinggalkan/tidak dipakai).
Sunan ad-Daruquthni (118080)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ , عَنْ أَبَانَ , عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَاءِ الْبَحْرِ قَالَ: «الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ الطَّهُورُ مَاؤُهُ». أَبَانُ بْنُ أَبِي عَيَّاشٍ مَتْرُوكٌ
73. Muhammad bin Isma’il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, dari Ats-Tsauri, dari Aban, dari Anas, dari Nabi SAW, seperti itu."
Sunan ad-Daruquthni (118081)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبَانَ , عَنْ أَنَسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
74. Abu Bakar Ahmad bin Musa bin Mujahid menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Rasyid mengabarkan kepada kami, Suraij bin An-Nu’man mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Abu At-Tayyah, Musa bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Abbas RA, ia mengatakan, “Rasulullah SAW ditanya tentang air laut, beliau pun bersabda, *Air laut itu suci lagi menyucikan*.” Demikian yang dikatakannya. Namun yang benar bahwa riwayat itu adalah mauquf.
Sunan ad-Daruquthni (118082)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاهِدٍ نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ رَاشِدٍ , نا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ , نا مُوسَى بْنُ سَلَمَةَ , عَنِ ابْنِ الْعَبَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «مَاءُ الْبَحْرِ طَهُورٌ». كَذَا قَالَ: وَالصَّوَابُ مَوْقُوفٌ
75. Ibnu Mani’ menceritakan kepada kami dengan cara dibacakan kepadanya, Muhammad bin Humaid Ar-Razi mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al Mukhtar mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami, dari Sa’id bin Tsauban, dari Abu Hind, dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menganggap tidak dapat disucikan oleh air laut, maka Allah tidak menyucikannya” Isnadnya hasan.
Sunan ad-Daruquthni (118083)
حَدَّثَنَا ابْنُ مَنِيعٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ الرَّازِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُخْتَارِ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ ثَوْبَانَ , عَنْ أَبِي هِنْدَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ لَمْ يُطَهِّرْهُ مَاءُ الْبَحْرِ فَلَا طَهَّرَهُ اللَّهُ» إِسْنَادٌ حَسَنٌ
76. Al Husain bin Isma’il Al Qadhi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad mengabaikan kepada kami, Abu Amir mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Bilal mengabarkan kepada kami, dari Amr bin Abu Amr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas RA, ia menuturkan, “Pernah disampaikan kepadaku bahwa beberapa orang mandi dengan air laut yang hijau, lalu mereka mengatakan, ‘Kami harus mandi lagi dengan air lainnya. Barangsiapa yang menganggap tidak dapat disucikan dengan air laut maka Allah tidak akan menyucikannya"
Sunan ad-Daruquthni (118084)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْقَاضِي , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو , عنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَ: " لَقَدْ ذُكِرَ لِي أَنَّ رِجَالًا يَغْتَسِلُونَ مِنَ الْبَحْرِ الْأَخْضَرِ ثُمَّ يَقُولُونَ: عَلَيْنَا الْغُسْلُ مِنْ مَاءٍ غَيْرِهِ وَمَنْ لَمْ يُطَهِّرْهُ مَاءُ الْبَحْرِ لَا طَهَّرَهُ اللَّهُ "
77. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma’il Al Madani mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, Al Mahamili mengatakan: Ya’qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin mahdi menceritakan kepada kami, dari Malik {h}, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Al Qa’nabi mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, dari Shafwan bin Sulaim, dari Sa’id bin Salamah, dari keluarga Ibnu Al Azraq, bahwa Al Mughirah bin Abu Burdah, yaitu dari Bani Abduddar, memberitahukan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah RA menuturkan, “Seorang laki- laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ia mengatakan, 'Wahai Rasulullah! Kami biasa mengarungi lautan dengan membawa persediaan air yang sedikit. Bila kami berwudhu dengannya maka kami akan kehausan, apakah boleh kami berwudhu dengan air laut?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ia (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakanj’.” Hadits ini sesuai dengan lafazh Al Qa’nabi dan diringkas oleh Ibnu Mahdi.
Sunan ad-Daruquthni (118085)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَدَنِيُّ , نا مَالِكٌ , قَالَ الْمَحَامِلِيُّ , وَنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ مَالِكٍ , ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ , عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ , مِنْ آلِ بَنِي الْأَزْرَقِ , أَنَّ الْمُغِيرَةِ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وُنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ». الْحَدِيثُ عَلَى لَفْظِ الْقَعْنَبِيِّ , وَاخْتَصَرَهُ ابْنُ مَهْدِيٍّ
78. Al Qadhi Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Manshur Al Faqih Abu Isma’il Al Biththikhi mengabarkan kepada kami, Abu Ayyub Sulaiman bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ghazwan mengabarkan kepada kami, Al Auza’i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, “Nabi SAW ditanya tentang berwudhu dengan air laut, beliau pun menjawab, ‘Ia (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan)"
Sunan ad-Daruquthni (118086)
حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَنْصُورٍ الْفَقِيهُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ الْبَطِّيخِيُّ , نا أَبُو أَيُّوبَ سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَزْوَانَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْوُضُوءِ بِمَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»
79. Muhammad bin Isma’il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Sahm mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad Al Qudami mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Sa’d mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, “Rasulullah SAW ditanya tentang air laut, apakah boleh digunakan untuk wudhu? Beliau menjawab, 7a (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan) '.”
Sunan ad-Daruquthni (118087)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيِّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَهْمٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقُدَّامِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ أَنَتَوَضَّأُ مِنْهُ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»
80. Muhammad bin Isma’il menceritakan kepada kami, Ja’far Al Qalanisi menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Ibnu Ayyasy mengabarkan kepada kami, Al Mutsanna bin Ash-Shabbah menceritakan kepadaku, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Bangkai (binatang) laut itu halal (dimakan) dan airnya suci lagi menyucikan"
Sunan ad-Daruquthni (118088)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا جَعْفَرُ الْقَلَانِسِيُّ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا ابْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنِي الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَيْتَةٌ الْبَحْرِ حَلَالٌ وَمَاؤُهُ طَهُورٌ»
81. Abu Hasyim Abdul Ghafir bin Salamah Al Himshi menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Aku temukan di dalam bukuku: Dari Yahya bin Utsman bin Sa’id Al Himshi, Baqiyyah bin Al Walid mengabarkan kepada kami, dari Sa’id bin Abu Sa’id Az-Zubaidi, dari Bisyr bin Manshur, dari Ali bin Zaid {h}, Muhammad bin Humaid bin Suhail mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Al Akhyal Al Himshi mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, Baqiyyah mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Abu Sa’id menceritakan kepadaku, dari Bisyr bin Manshur, dari Ali bin Zaid bin Jud’an, dari Sa’id bin Al Musayyab, dari Salman, ia mengatakan, “Rasulullah SAW berkata, ‘ Wahai Salman, setiap makanan dan minuman yang kejatuhan binatang yang tidak memiliki darah, maka halal untuk dimakan, diminum dan digunakan berwudhu' Hadits ini hanya diriwayatkan oleh Baqiyyah, dari Sa’id bin Abu Sa’id Az-Zubaidi. la seorang perawi yang dinilai lemah.
Sunan ad-Daruquthni (118089)
حَدَّثَنَا أَبُو هَاشِمٍ عَبْدُ الْغَافِرِ بْنُ سَلَامَةَ الْحِمْصِيُّ , قَالَ: وَجَدْتُ فِي كِتَابِي عَنْ يَحْيَى بْنِ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ الْحِمْصِيِّ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الزُّبَيْدِيِّ , عَنْ بِشْرِ بْنِ مَنْصُورٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ سُهَيْلٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي الْأَخْيَلِ الْحِمْصِيُّ , حَدَّثَنِي أَبِي , نا بَقِيَّةُ , حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ بِشْرِ بْنِ مَنْصُورٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ سَلْمَانَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا سَلْمَانُ كُلُّ طَعَامٍ وَشَرَابٍ وَقَعَتْ فِيهِ دَابَّةٌ لَيْسَ لَهَا دَمٌ فَمَاتَتْ فِيهِ فَهُوَ حَلَالٌ أَكْلُهُ وَشُرْبُهُ وَوُضُوؤُهُ». لَمْ يَرْوِهِ غَيْرُ بَقِيَّةَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الزُّبَيْدِيِّ وَهُوَ ضَعِيفٌ
82. Al Husain bin Isma’il menceritakan kepada kami, Idris bin Al Hakam mengabarkan kepada kami, Ali bin Ghurab mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Sa’d, dari Zaid bin Aslam, dari Aslam mantan budak Umar: “Bahwa dihangatkan air untuk Umar bin Khaththab dengan tong air, lalu ia pun mandi dengan air itu.” Isnad ini yang Shahih"
Sunan ad-Daruquthni (118090)
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , حَدَّثَنَا إِدْرِيسُ بْنُ الْحَكَمِ , نا عَلِيُّ بْنُ غُرَابٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَسْلَمَ مَوْلَى عُمَرَ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ «كَانَ يُسَخَّنُ لَهُ مَاءٌ فِي قُمْقُمَةٍ وَيَغْتَسِلُ بِهِ». هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ
83. Al Husain bin Isma’il dan yang lainnya mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Sa’dan bin Nashr menceritakan kepada kami, Khalid bin Isma’il Al Makhzumi mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Urwah mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Aisyah RA, ia menuturkan, “Rasulullah SAW datang ke tempatku, saat itu aku telah menghangatkan air dengan panas matahari, lalu beliau bersabda, ‘Janganlah engkau melakukan itu wahai Humaira, karena hal itu bisa menimbulkan penyakit sopak” Riwayat ini gharib (langka) sekali, sementara Khalid bin Isma’il matruk (haditsnya ditinggalkan/ tidak dipakai).
Sunan ad-Daruquthni (118091)
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَآخَرُونَ قَالُوا: حَدَّثَنَا سَعْدَانُ بْنُ نَصْرٍ , نا خَالِدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَخْزُومِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ سَخَّنْتُ مَاءً فِي الشَّمْسِ , فَقَالَ: «لَا تَفْعَلِي يَا حُمَيْرَا فَإِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ». غَرِيبٌ جِدًّا , خَالِدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ مَتْرُوكٌ
84. Muhammad bin Al Fath Al Qalanisi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Husain bin Sa’id Al Bazzaz mengabaikan kepada kami, Amr bin Muhammad Al A’syam mengabarkan kepada kami, Fulaih mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan, “Rasulullah SAW melarang berwudhu atau mandi dengan air yang terjemur matahari, dan beliau mengatakan, ‘Sesungguhnya itu bisa menimbulkan penyakit sopak’ Amr bin Muhammad Al A’syam adalah munkarul hadits (orang yang haditsnya diingkari). Tidak ada yang meriwayatkannya dari Fulaih selain dia, dan tidak benar bahwa itu dari Az-Zuhri
Sunan ad-Daruquthni (118092)
نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَتْحِ الْقَلَانِسِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سَعِيدٍ الْبَزَّازُ , نا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَعْشَمُ , نا فُلَيْحٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَوَضَّأَ بِالْمَاءِ الْمُشَمَّسِ أَوْ يُغْتَسَلَ بِهِ , وَقَالَ: «إِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ». عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَعْشَمُ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ , وَلَمْ يَرْوِهِ عَنْ فُلَيْحٍ غَيْرُهُ , وَلَا يَصِحُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ
85. Abu Sahi bin Ziyad mengabarkan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Daud bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Shafwan bin Amr mengabarkan kepadaku, dari Hassan bin Azhar, bahwa Umar bin Khaththab berkata, “Janganlah kalian mandi dengan air yang terjemur matahari, karena hal itu bisa menimbulkan penyakit sopak."
Sunan ad-Daruquthni (118093)
نا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ حَسَّانَ بْنِ أَزْهَرَ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ , قَالَ: «لَا تَغْتَسِلُوا بِالْمَاءِ الْمُشَمَّسِ , فَإِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ»
86. Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad bin Hatim mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ar-Rabi’ mengabarkan kepada kami, Abu Ishaq Al Fazazi mengabarkan kepada kami, dari Al Auza’i, dari seorang laki-laki yang telah disebutkannya, dari Ummu Hani', bahwa ia tidak suka berwudhu dengan air bekas membasuh roti.
Sunan ad-Daruquthni (118094)
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَاتِمٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ , نا أَبُو إِسْحَاقَ الْفَزَارِيُّ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ رَجُلٍ , قَدْ سَمَّاهُ , عَنْ أُمِّ هَانِئٍ «أَنَّهَا كَرِهَتْ أَنْ يُتَوَضَّأَ بِالْمَاءِ الَّذِي يُبَلُّ فِيهِ الْخُبْزُ»
87. Ibrahim bin Hammad mengabarkan kepada kami, Abbas bin Yazid mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Umar mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, dari Zaid bin Aslam: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu.” (Qs. Al Maaidah [5]: 6) ia mengatakan, “Yakni apabila kalian bangun dari tidur.”
Sunan ad-Daruquthni (118095)
نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا عَبَّاسُ بْنُ يَزِيدَ , نا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ , نا مَالِكٌ , , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ قَالَ: «يَعْنِي إِذَا قُمْتُمْ مِنَ النَّوْمِ»
88. Ja’far bin Muhammad bin Nushair mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ali bin Syabib mengabarkan kepada kami, Daud bin Rusyaid mengabarkan kepada kami, Al Walid menceritakan kepada kami, dari Malik bin Anas, dari Zaid bin Aslam, tentang firman Allah Ta ’ala, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat,” ia mengatakan, “Apabila kalian bangun dari tidur.”
Sunan ad-Daruquthni (118096)
نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ شَبِيبٍ , نا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , نا الْوَلِيدُ , عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , فِي قَوْلِهِ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ} [المائدة: 6] قَالَ: «إِذَا قُمْتُمْ مِنَ النَّوْمِ»
89. Al Husain bin Isma’il mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Muhasysyir mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, Isma’il bin Abu Khalid mengabarkan kepada kami, dari Qais, dari Jarir: Bahwa ia menyuruh keluarganya untuk berwudhu dengan air sisa bersiwak.
Sunan ad-Daruquthni (118097)
نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَجْشَرٍ , نا هُشَيْمٌ , أنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ , عَنْ قَيْسٍ , عَنْ جَرِيرٍ «أَنَّهُ كَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ أَنْ يَتَوَضَّئُوا بِفَضْلِ السِّوَاكِ»
90. Al Husain mengabarkan kepada kami, Hafsh bin Amr menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id mengabarkan kepada kami, Isma’il mengabarkan kepada kami, Qais mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, “Jarir berkata kepada keluarganya, ‘Berwudhulah kalian dengan air yang telah aku celupkan siwakku ke dalamnya’.” Inilah isnad yang shahih.
Sunan ad-Daruquthni (118098)
نا الْحُسَيْنُ , نا حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , نا إِسْمَاعِيلُ , ثنا قَيْسٌ , قَالَ: كَانَ جَرِيرٌ يَقُولُ لِأَهْلِهِ «تَوَضَّئُوا مِنْ هَذَا الَّذِي أَدْخَلَ فِيهِ سِوَاكَهُ». هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ
91. Muhammad bin Ahmad bin Hassan Adh-Dhibbi mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim Sadzan mengabarkan kepada kami, Sa’id bin Ash-Shalt mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Muslim Al A’war, dari Anas bin Malik: Bahwa Nabi SAW pernah bersiwak dengan air sisa wudhunya.
Sunan ad-Daruquthni (118099)
نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ حَسَّانَ الضَّبِّيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ شَاذَانُ , نا سَعْدُ بْنُ الصَّلْتِ , عَنْ الْأَعْمَشِ , عَنْ مُسْلِمٍ الْأَعْوَرِ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَسْتَاكُ بِفَضْلِ وُضُوئِهِ»
92. Ibnu Abi Hayyah mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Abu Israil mengabarkan kepada kami, Yusuf bin Khalid mengabarkan kepada kami, Al A’masy mengabarkan kepada kami, dari Anas: Bahwa Rasulullah SAW pernah berwudhu dengan air sisa wudhunya.
Sunan ad-Daruquthni (118100)
نا ابْنُ أَبِي حَيَّةَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي إِسْرَائِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ خَالِدٍ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَسْتَاكُ بِفَضْلِ وُضُوئِهِ»
93. Abdullah bin Muhammad bin Ishaq Al Fakihi mengabarkan kepada kami, Abu Yahya bin Abu Maisarah mengabarkan kepada kami, Yahya bin Muhammad Al Jari mengabarkan kepada kami, Zakariya bin Ibrahim bin Abdullah bin Muthi’ mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Abdullah bin Umar: Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa minum dengan bejana emas atau perak, atau bejana yang mengandung sesuatu dari itu (emas dan perak), berarti ia telah menyalakan api Jahannam di dalam perutnya” Isnadnya hasan.
Sunan ad-Daruquthni (118101)
نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ الْفَاكِهِيُّ , نا أَبُو يَحْيَى بْنُ أَبِي مَسَرَّةَ , نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ الْجَارِيُّ , نا زَكَرِيَّا بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ شَرِبَ مِنْ إِنَاءِ ذَهَبٍ , أَوْ فِضَّةٍ أَوْ إِنَاءٍ فِيهِ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ , فَإِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ». إِسْنَادُهُ حَسَنٌ
Waktu Shalat
Donasi & Infaq - Shadaqah

a.n. MULYATI
No. Rek : [147] 8010104978

a.n. IRWAN SUPRIATNA
No. Rek : [008] 152-00-0926962-8

Your Donation Give us Support
Comment
  • [Wulandari - 2020-05-15 04:43:32] Donasi kitab: archive.org/details/kitab-terjemah-ind
  • [Warlan Nashry - 2020-04-13 11:07:20] In Sya Allah bermanfaat...
  • [fulan - 2019-12-30 17:52:11] datanya boleh dijadikan dataset untuk skripsi?
  • [gin - 2019-12-05 12:46:12] Barakallahu webnya bermanfaat sekali, kenapa webnya bbrp minggu lalu?
  • [gin - 2019-12-05 12:44:37] السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
  • [<b>fulan</b> - 2019-09-29 05:43:08] <i>barokallahu fiikum</i>
  • [surakarta - 2019-09-20 12:59:59] diisi progamnya
  • [imaksag - 2019-09-20 12:55:50] segera diisi hadisnya
  • [imaksag - 2019-09-20 12:54:24] segera diisi program hadisnya
  • [Prio - 2019-07-19 08:09:46] Barakallah
  • [Muhammad bin Abdullah Thien - 2019-07-02 08:26:45] Saya adalah warga Malaysia. Cara Yang paling mudah untuk saya menjadi donator adalah melalui Paypal. Bisakah sedekah diberikan melalui Paypal?
  • [joko - 2019-05-15 10:20:48] alhamdulillaah
  • [nhatalia abas - 2019-03-24 09:49:17] alhamdulillah,,, apilaksih inisangat2 membantu sya dalam mempelajari agama islam lebih dalam
  • [Guntur - 2019-03-14 17:57:35] Ana tak dapat membuka kitab riyadush shalihin Akh.
  • [Wahyu - 2019-03-10 17:58:35] Assalamualaikum. Apakah boleh sy menggunakan bahan pada web ini, untuk aplikasi yg sy buat?
  • [imak sag - 2019-02-25 13:40:16] mana ya AlKuran 30 juz dengan suara terjemahan
  • [Nazirah - 2019-01-24 06:32:54] Ilmu yang bermanfaat
  • [Desi yusnita - 2019-01-07 20:47:52] Semangat menuntut ilmunya ya
  • [Desi yusnita - 2019-01-07 20:44:56] Al hmdulillah aplikasi ini sangat bermanfaat sekali. Bahkan anak SMA umum pun bisa jg blajr
  • [Irwan Supriatna - 2018-12-27 18:21:32] Alhamdulillah