Isi Tafsir Al-Qur'an

At Tiin

MANUSIA DICIPTAKAN DALAM BENTUK YANG SEBAIK-BAIKNYA

بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ . وَطُورِ سِينِينَ . وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ . لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ . ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ

(1-5) "Demi (buah) tin dan (buah) zaitun, demi gunung Sinai,1096 dan demi negeri (Makkah) yang aman ini, sungguh Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,"


[1096] Yakni, gunung Slnal tempat Nabi Muna menerima wahyu, dl mana Allah berbicara langsung kepada Nabi Musa

YANG MENJADI POKOK KEMULIAAN MANUSIA IALAH IMAN DAN AMALNYA

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

(6) "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shallh, maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya."

Allah bersumpah dengan tin dan zaitun, keduanya termasuk buah-buahan yang masyhur, juga dengan gunung Thursina (sinai) yang di sana Allah berbicara kepada Musa secara langsung, juga dengan negeri yang aman dari segala ketakutan, yaitu Makkah, tempat turunnya wahyu, sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka bila dia tidak patuh kepada Allah dan tidak mengikuti para rasul. Akan tetapi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ

(7) "Maka apa yang menyebabkanmu mendustakan Hari Pembalasan1097 setelah (adanya keterangan-keterangan) ini?"

Apa yang membuatmu, wahai manusia, mendustakan kebangkitan dan pembalasan padahal bukti-bukti yang menunjukkan Kuasa Allah atasnya sangat jelas?


[1097] Pendapat lain menyebutkan bahwa maknanya adalah, "Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) Hari Pembalasan".

أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ

(8) "Bukankah Allah hakim yang paling adil?"

Bukankah Allah yang menetapkan hari tersebut sebagai hari penetapan keputusan di antara manusia adalah Pemberi keputusan hukum Yang paling bijaksana dalam segala apa yang Dia ciptakan? Tentu, apakah manusia dibiarkan begitu saja, tidak diperintah dan tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak dihukum? Mal itu tidak benar dan tidak mungkin.