Isi Tafsir Al-Qur'an

Adh Dhuhaa

BEBERAPA NIKMAT YANG DIANUGERAHKAN KEPADA NABI MUHAMMAD

وَٱلضُّحَىٰ . وَٱلَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ . مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

(1-3) "Demi waktu Dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam, apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkanmu (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,"1090

Allah bersumpah dengan waktu dhuha, dan maksudnya adalah seluruh siang, juga dengan malam yang membuat makhluk tenang dan kegelapannya pekat. Allah bersumpah dengan makhluk yang Dia kehendaki. Sedangkan makhluk, tidak boleh bersumpah dengan selain Khaliknya, karena sumpah dengan selain Allah adalah syirik. Tuhanmu, wahai Nabi, tidak meninggalkanmu dan tidak marah kepadamu hanya karena menahan wahyu darimu.


[1090] Ketika wahyu turun kepada Nabi Muhammad sempat terhenti untuk sementara waktu, hingga orang-orang musyrik berkata, 'Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya." Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.

وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ . وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰٓ

(4-5) "dan yang kemudian itu benar-benar lebih baik bagimu dari yang permulaan,1091 Dan kelak Tuhanmu benar-benar akan memberikan karuniaNya kepadamu, sehingga engkau menjadi ridha (puas)."

Kehidupan akhirat lebih baik bagimu daripada kehidupan dunia. Dan Tuhanmu akan memberimu, wahai Nabi, berbagai macam kenikmatan di akhirat, maka kamu akan ridha dengannya.


[1091] Ada ulama tafsir yag mengartikan, "dan akhirat itu lebih baik bagimu dari dunia ini". Dan juga yang mengartikan, "Akhir Perjuangan Nabi Muhammad itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan".

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ . وَوَجَدَكَ ضَآلًّا فَهَدَىٰ . وَوَجَدَكَ عَآئِلًا فَأَغْنَىٰ

(6-8) "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi-(mu) ? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang tersesat,1092 lalu Dia memberimu petunjuk? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberimu kecukupan?"

Bukankah Tuhanmu mendapatimu sebagai anak yatim yang bapakmu wafat saat kamu masih dalam rahim ibumu lalu Tuhanmu menjaga dan melindungimu? Tuhanmu mendapatimu tidak mengetahui apa itu aI-Qur'an dan apa itu iman, lalu Dia mengajarimu apa yang tidak kamu ketahui dan membimbingmu kepada amal terbaik? Tuhanmu juga mendapatimu miskin, lalu Dia menggiring rizkiNya kepadamu, membuatmu merasa berkecukupan dengan qana'ah dan kesabaran?


[1092] Yakni, tidak mengerti agama dan petunjuk, dan kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal. Lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad .

فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ . وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ . وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

(9-11) "Maka terhadap anak yatim, Janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya). Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau menceritakannya (dengan bersyukur)."

Jangan memperlakukan anak yatim dengan buruk. Jangan menghardik orang yang meminta-minta, sebaliknya berilah dia makan, dan penuhilah hajatnya. Untuk nikmat Tuhanmu yang telah Dia limpahkan kepadamu, maka bicarakanlah hal itu.