Isi Tafsir Al-Qur'an

Asy Syams

MANUSIA DIILHAMI ALLAH JALAN YANG BURUK DAN YANG BAIK

وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا . وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا . وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا . وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا . وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا . وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا . وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّىٰهَا . فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا . قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا . وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا

(1-10) "Demi matahari dan sinarnya di waktu Dhuha (pagi hari), demi bulan, apabila mengiringinya, demi siang, apabila menampakkannya, demi malam, apabila menutupinya, demi langit serta pembangunannya (yang menakjubkan), demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaan (penciptaan) nya, lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."

Allah bersumpah dengan matahari, siangnya dan cahayanya di waktu Dhuha, juga dengan rembulan yang mengikutinya dalam terbit dan terbenam, juga dengan siang yang melenyapkan dan mengangkat kegelapan, juga dengan malam saat ia menutupi bumi sehingga ia pun gelap, juga dengan langit dan bangunannya yang kokoh, juga dengan bumi dan hamparannya, juga dengan setiap jiwa yang Allah ciptakan dengan sempurna untuk menunaikan tugasnya, lalu Allah menjelaskan untuknya jalan keburukan dan jalan kebaikan, sungguh beruntung siapa yang menyucikannya dan menumbuhkannya dengan kebaikan, dan sungguh merugi siapa yang menjerumuskannya ke dalam kemaksiatan.

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَىٰهَآ . إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَىٰهَا . فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقْيَٰهَا . فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمْ فَسَوَّىٰهَا . وَلَا يَخَافُ عُقْبَٰهَا

(11-15) "(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasul mereka) karena sikap melampaui batas (kezhaliman) mereka, ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit, lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka, '(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dan (berikan) jatah minumnyaNamun mereka mendustakannya (Shaleh) dan menyembelihnya (unta itu), karena itu Tuhan mereka membinasakan mereka karena dosa mereka, hingga Dia meratakannya, dan Dia tidak takut terhadap akibatnya."

Kaum Tsamud mendustakan nabi mereka, mereka durhaka dengan sangat, manakala orang paling sengsara dari mereka bangkit untuk membunuh unta. Maka Rasul Allah, Shaleh berkata kepada mereka, "Jangan berbuat buruk terhadap unta ini, karena ia adalah mukjizat Allah yang Dia kirim kepada kalian yang membuktikan kebenaran nabi kalian. Jangan mengganggu air minumnya, karena dia punya giliran minum satu hari dan kalian di hari lain." Hal ini terasa berat bagi mereka, maka mereka mendustakannya dalam ancaman yang dia ucapkan, lalu mereka menyembelihnya. Maka Tuhan mereka menimpakan hukuman akibat kejahatan mereka, Allah meratakannya atas mereka semuanya, tidak ada seorang pun yang selamat. Allah tidak takut terhadap akibat dari azab besar yang Dia turunkan.