Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Fajr

MEREKA YANG MENENTANG NABI MUHAMMAD PASTI BINASA SEPERTI UMAT-UMAT DAHULU YANG MENENTANG RASULNYA

وَٱلْفَجْرِ . وَلَيَالٍ عَشْرٍ . وَٱلشَّفْعِ وَٱلْوَتْرِ . وَٱلَّيْلِ إِذَا يَسْرِ . هَلْ فِى ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِى حِجْرٍ

(1-5) "Demi fajar, demi malam yang sepuluh,1084 demi yang genap dan yang ganjil, demi malam, apabila berlalu; adakah pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) bagi orang-orang yang berakal?"

Allah bersumpah dengan waktu fajar, juga dengan 10 malam pertama bulan Dzulhijjah dan apa yang dengannya ia dimuliakan, juga dengan segala apa yang genap dan ganjil, dan dengan malam bila ia hadir dengan kegelapannya, tidakkah sumpah-sumpah di atas mengandung nasihat yang cukup bagi pemilik akal?


[1084] Yakni, sepuluh malam pertama Bulan Dzulhijjah. Ada pula yang mengatakan, malam sepuluh terakhir dari Bulan Ramadhan. Dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari Bulan Muharam termasuk di dalamnya Hari Asyura.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ . إِرَمَ ذَاتِ ٱلْعِمَادِ . ٱلَّتِى لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى ٱلْبِلَٰدِ

(6-8) "Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) Ad? (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum Ad) yang mempunyai (bangunan-bangunan yang tinggi di atas) tiang-tiang, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,"

Tidakkah kamu perhatikan wahai Rasul, bagaimana yang dilakukan oleh Tuhanmu terhadap kaum Ad, kabilah Iram, pemilik kekuatan dan banguan yang terjunjung di atas pilar-pilar yang bangunan sepertinya belum pernah didirikan di negeri-negeri lain, begitu pula dalam hal kebesaran jasmani mereka dan kekuatan tenaga mereka?

وَثَمُودَ ٱلَّذِينَ جَابُواْ ٱلصَّخْرَ بِٱلْوَادِ

(9) "dan (terhadap) kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,"1085

Juga bagaimana Allah berbuat terhadap Tsamud, kaum Shaleh yang memotong batu-batu besar di lembah dan membangun rumah-rumah darinya?


[1085] Lembah Ini terletak di bagian utara Jazirah Arabia, antara kota Madinah dan Syam. Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.

وَفِرْعَوْنَ ذِى ٱلْأَوْتَادِ

(10) "dan (terhadap) Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar),"

Juga bagaimana Allah berbuat terhadap Fir'aun, raja Mesir, pemilik bala tentara yang menguatkan kekuasaannya dan mendukung perintahnya?

ٱلَّذِينَ طَغَوْاْ فِى ٱلْبِلَٰدِ . فَأَكْثَرُواْ فِيهَا ٱلْفَسَادَ . فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ . إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلْمِرْصَادِ

(11-14) "yang mana mereka berbuat sewenang-wenang di berbagai negeri, lalu mereka banyak berbuat kerusakan di negeri-negeri itu. Karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab kepada mereka, sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi."

Orang-orang yang berkuasa dan berbuat zhalim di negeri-negeri Allah, lalu mereka memperbanyak kerusakan karena kezhaliman mereka, maka Tuhanmu menuangkan azab yang berat kepada mereka. Sesungguhnya Tuhanmu wahai Rasul, selalu mengawasi siapa yang mendurhakaiNya, memberinya tempo sesaat kemudian menyiksanya dengan siksaan Dzat yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

KEKAYAAN DAN KEMISKINAN ADALAH UJIAN TUHAN BAGI HAMBA-HAMBANYA

فَأَمَّا ٱلْإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكْرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَكْرَمَنِ

(15) "Maka adapun manusia, apabila Tuhannya mengirinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan (hidup), maka dia berkata, 'Tuhanku telah memuliakanku"

Bila manusia diuji oleh Tuhannya dengan memberinya kenikmatan, melapangkan rizkinya, dan membuatnya berada dalam kehidupan yang makmur, maka dia menyangka bahwa hal itu adalah karena kedudukannya yang mulia di sisi Tuhannya, dia berkata, "Tuhanku memuliakanku."

وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبْتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّىٓ أَهَٰنَنِ

(16) "Namun apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya, maka dia berkata,'Tuhanku telah menghinakanku '."1086

Bila Dia menguji manusia dengan menyempitkan rizkinya, di mana dia menyangka bahwa hal itu adalah karena kedudukannya yang rendah di sisi Tuhannya, dia berkata, "Tuhanku merendahkanku."


[1086] Yakni, Allah menyalahkan orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan, dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya, kekayaan dan kemiskinan adalah sama-sama sebagai ujian Allah bagi hamba-hambaNya.

كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ ٱلْيَتِيمَ . وَلَا تَحَٰٓضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ . وَتَأْكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا . وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّا جَمًّا

(17-20) "Sama sekali tidak! Tetapi (karena) kalian tidak memuliakan anak yatim,1087 dan kalian tidak saling mendorong memberi makan orang miskin, sedangkan kalian memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram), dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."

Perkaranya tidak sebagaimana yang diduga oleh manusia ini, sebaliknya pemuliaan Allah adalah berdasarkan ketaatan kepadaNya, dan perendahan adalah berdasarkan kemaksiatan kepadaNya, sementara kalian tidak memuliakan anak yatim yang bapaknya wafat saat dia masih kecil, kalian tidak memperlakukannya dengan baik, sebagian dari kalian tidak mendorong sebagian lainnya untuk memberi makan orang yang membutuhkan yang tidak memiliki apa yang mencukupinya dan menutup hajatnya, kalian makan hak orang lain dalam warisan dengan rakus, dan kalian mencintai harta secara berlebihan.


[1087] Tidak memberikan hak-hak anak yatim dan tidak berbuat baik kepadanya.

PENYESALAN MANUSIA YANG TENGGELAM DALAM KEHIDUPAN DUNIAWI DI HARI KIAMAT

كَلَّآ إِذَا دُكَّتِ ٱلْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا . وَجَآءَ رَبُّكَ وَٱلْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا

(21-22) "Sama sekali tidak! Apabila bumi diguncangkan dengan hebat, dan datanglah Tuhanmu; dan malaikat berbaris-baris,"

Tidak sepatutnya keadaan kalian seperti ini. Bila bumi diguncang, sebagian menghancurkan sebagian lainnya. Dan Tuhanmu datang untuk menetapkan keputusan di antara makhlukNya, sedangkan para malaikat berbaris.

وَجِاْىٓءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ ٱلْإِنسَٰنُ وَأَنَّىٰ لَهُ ٱلذِّكْرَىٰ . يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى

(23-24) "dan pada hari itu didatangkan (diperlihatkan) Neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Dia berkata,'Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebaikan) untuk hidupku ini'."

Pada hari besar itu Neraka Jahanam didatangkan. Hari itu orang kafir sadar dan bertaubat. Tetapi bagaimana kesadaran dan taubatnya bermanfaat baginya sementara di dunia dia melalaikannya dan waktunya telah berlalu? Dia berkata, "Seandainya di dunia aku telah melakukan amal-amal yang bermanfaat bagiku di akhirat."

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُۥٓ أَحَدٌ . وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُۥٓ أَحَدٌ

(25-26) "Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya, dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatanNya."

Pada hari yang sulit itu, tidak ada seorang pun yang mampu dan sanggup mengazab seperti azab Allah terhadap siapa yang mendurhakai-Nya, tidak ada seorang pun yang mampu membelenggu seperti belenggu-Nya, tidak ada seorang pun yang menandingiNya dalam hal itu.

PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA

يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ . ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً . فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى . وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

(27-30) "Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Dihanmu dengan hati yang ridha dan diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu."

Wahai jiwa yang tenang dengan dzikir dan iman kepada Allah, dan juga tenang dengan apa yang Allah siapkan bagi orang-orang beriman, yaitu nikmat surga, pulanglah kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dengan pemuliaan dari Allah kepadamu, dan Allah telah meridhaimu, masuklah ke dalam rombongan hamba-hamba Allah yang shalih, masuklah ke dalam surgaKu bersama mereka.