Isi Tafsir Al-Qur'an

Ath Thariq

TIAP-TIAP MANUSIA ITU ADA YANG MENJAGANYA

وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ . وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ . ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ . إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ

(1-4) "Demi langit dan (demi) yang datang pada malam hari, dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang bersinar tajam, setiap orang pasti ada penjaganya."

Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang datang di malam hari, tahukah kamu besarnya bintang itu? Ia adalah bintang yang bersinar terang, tidak ada satu jiwa pun kecuali ditugaskan untuknya seorang malaikat pengawas yang menjaga amal-amalnya, agar amal-amalnya itu dihisab pada Hari Kiamat.

ALLAH YANG KUASA MENCIPTAKAN MANUSIA, KUASA PULA MEMBANGKITKANNYA

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ . خُلِقَ مِن مَّآءٍ دَافِقٍ . يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ ٱلصُّلْبِ وَٱلتَّرَآئِبِ . إِنَّهُۥ عَلَىٰ رَجْعِهِۦ لَقَادِرٌ

(5-8) "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan. Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada. Sesungguhnya Dia benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati)."

Hendaknya orang yang mengingkari kebangkitan kembali itu memperhatikan dari apa dia diciptakan, agar dia mengetahui bahwa pengembalian penciptaan manusia tidaklah lebih sulit daripada penciptaannya pertama kali. Manusia diciptakan dari sperma yang memancar dengan cepat ke rahim, yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan dada wanita. Sesungguhnya Allah yang menciptakan manusia dari air ini, benar-benar kuasa untuk menghidupkannya kembali sesudah kematiannya.

يَوْمَ تُبْلَى ٱلسَّرَآئِرُ . فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ

(9-10) "Pada hari ditampakkan segala rahasia, maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) seorang pun penolong."

Hari itu, apa yang disimpan oleh dada akan ditampakkan, dibedakan antara yang baik dan yang buruk. Manusia tidak punya kekuatan untuk membela dirinya. Manusia tidak punya penolong yang menghindarkannya dari azab Allah.

AL-QUR'AN ADALAH PEMISAH ANTARA YANG HAQ DENGAN YANG BATIL

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجْعِ . وَٱلْأَرْضِ ذَاتِ ٱلصَّدْعِ . إِنَّهُۥ لَقَوْلٌ فَصْلٌ . وَمَا هُوَ بِٱلْهَزْلِ

(11-14) "Demi langit yang mengandung hujan,1083 dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya (al-Qur'an) itu benar-benar Firman pemisah (antara yang haq dengan yang batil), dan (al-Qur'an) itu bukanlah senda gurauan."

Demi langit yang menurunkan hujan berkali-kali, dan bumi yang memiliki biji-bijian yang tumbuh, sesungguhnya al-Qur'an adalah perkataan yang memisahkan antara yang haq dengan yang batil, ia tidak main-main. Tidak boleh bagi makhluk bersumpah dengan selain Allah, karena itu adalah kesyirikan.


[1083] Kata اَلرَّجْع berarti kembali berputar (bolak-balik) berulang kali. Hujan dinamakan dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemualan turun ke bumi, kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi, dan begitulah seterusnya.

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا . وَأَكِيدُ كَيْدًا . فَمَهِّلِ ٱلْكَٰفِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًۢا

(15-17) "Sesungguhnya mereka (orang kafir) merencanakan makar (tipu daya) yang jahat. Dan Aku pun membalas makar (tipu daya) yang jitu. Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir itu. Berilah mereka itu kesempatan untuk sementara waktu."

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan Rasul dan al-Qur'an menyusun rencana jahat, yang dengan tipu daya mereka itu mereka ingin menolak kebenaran dan mengukuhkan kebatilan. Aku pun punya cara untuk memenangkan kebenaran, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Jangan tergesa-gesa wahai Rasul, untuk meminta diturunkannya azab atas mereka, sebaliknya tunggulah dan berilah mereka tempo sedikit, jangan terburu-buru dengan mereka, kamu akan melihat azab, hukuman, kebinasaan dan penderitaan yang menimpa mereka.