Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Insyiqaq

ORANG-ORANG MUKMIN MENERIMA CATATAN AMALNYA DI SEBELAH KANAN DAN AKAN MENERIMA PEMERIKSAAN YANG MUDAH

إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْ . وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ . وَإِذَا ٱلْأَرْضُ مُدَّتْ . وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ . وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ

(1-5) "Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya ia patuh, dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya ia patuh"

Apabila langit pecah dan remuk dengan awan pada Hari Kiamat, ia mematuhi perintah Tuhannya pada apa-apa yang Dia perintahkan kepadanya, dan patut baginya untuk taat kepada perintah Tuhannya. Manakala bumi dibentangkan dan dihamparkan, gunung-gunungnya dihantam pada hari itu. Bumi melemparkan orang-orang mati yang ada di dalam perutnya dan mengosongkan diri dari mereka. Ia taat kepada Tuhannya pada apa yang Dia perintahkan kepadanya, dan patut baginya untuk taat kepada perintah Tuhannya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَٰقِيهِ

(6) "Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah berusaha keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemuiNya. "1080

Wahai manusia, sesungguhnya kamu berusaha kepada Allah, beramal kebaikan atau keburukan, kemudian kamu bertemu Allah pada Hari Kiamat, lalu Dia membalasmu sesuai dengan amal perbuatanmu dengan karunia atau keadilanNya.


[1080] Manusia di dunia ini, baik disadari atau tidak, adalah dalam perjalanan kepada Tuhan mereka. Dan pasti dia akan menemui Tuhannya untuk menerima pembalasanNya atas perbuatan mereka yang baik maupun yang buruk.

فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ . فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا . وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا

(7-9) "Maka adapun orang yang buku catatan (amal)nya diberikan dengan tangan kanannya, maka dia akan dihisab (diperiksa) dengan hisab yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira."

Barangsiapa diberi buku catatan amalnya dengan tangan kanannya, sementara dia adalah orang yang beriman kepada Allah, maka dia akan dihisab dengan mudah dan ringan, dan dia akan kembali kepada keluarganya di surga dengan bahagia.

ORANG-ORANG DURHAKA MENERIMA CATATAN AMALNYA DARI BELAKANG DAN AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA

وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهْرِهِۦ . فَسَوْفَ يَدْعُواْ ثُبُورًا . وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا . إِنَّهُۥ كَانَ فِىٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا . إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ . بَلَىٰٓ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرًا

(10-15) "Dan adapun orang yang buku catatan (amal)nya diberikan dari sebelah belakangnya, maka dia akan berteriak, 'Celakalah aku.!' Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di tengah keluarganya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya untuk dihisab). Tidak demikian, sesungguhnya Tuhannya Maha Melihat (mengawasi)nya."

Dan barangsiapa diberi buku catatan amalnya dari balik punggungnya, yaitu orang yang kafir kepada Allah, dia akan berseru celaka dan binasa, masuk ke dalam api neraka dan merasakan panasnya. Orang ini adalah orang yang semasa di dunia berbahagia di tengah keluarganya dan terpedaya, tidak memikirkan akibat perbuatannya, dia menyangka bahwa dia tidak akan pulang kepada Penciptanya untuk perhitungan amal. Tentu, Allah akan mengembalikannya sebagaimana Allah menciptakannya pertama kali dan membalasnya atas amal-amalnya. Sesungguhnya Tuhannya Maha Melihat dan Maha Mengetahui keadaannya sejak Dia menciptakannya hingga membangkitkannya kembali.

MANUSIA MENGALAMI PROSES KEHIDUPAN TINGKAT DEMI TINGKAT

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلشَّفَقِ . وَٱلَّيْلِ وَمَا وَسَقَ . وَٱلْقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ . لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ

(16-19) "Maka Aku bersumpah demi cahaya merah di waktu senja, demi malam dan apa yang diselubunginya, demi bulan, apabila jadi purnama, kalian benar-benar akan menjalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)."1081

Allah bersumpah dengan warna merah ufuk saat matahari terbenam, juga dengan malam dan apa-apa yang Dia kumpulkan berupa hewan-hewan, serangga-serangga, binatang-binatang kecil dan lainnya, dan juga dengan rembulan saat ia menjadi purnama, bahwa kalian, wahai manusia, benar-benar akan mengalami fase-fase yang bermacam-macam dan keadaan-keadaan yang berbeda-beda, dari setetes air lalu menjadi segumpal darah lalu menjadi segumpal daging hingga ditiupnya ruh hingga kematian lalu kebangkitan dan pengumpulan. (Sedangkan) makhluk tidak boleh bersumpah dengan selain Allah, dan siapa yang melakukannya, maka dia telah berbuat syirik.


[1081] Yakni, dari setetes mani sampai dilahirkan, kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja, dan sampai dewasa. Lalu dari hidup menjadi mati, kemudian dibangkitkan kembali.

فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ . وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩ . بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ . وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ . فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

(20-24) "Maka mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud, bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya). Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka). Maka sampaikanlah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih,"

Apa yang menghalangi mereka untuk beriman kepada Allah dan Hari Akhir sesudah ayat-ayat dijelaskan kepada mereka? Mengapa manakala al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak sujud kepada Allah dan tidak menerima apa yang datang dari sisiNya? Ciri khas orang-orang kafir adalah mendustakan dan menyelisihi kebenaran. Allah lebih mengetahui tentang apa yang mereka simpan dalam dada mereka berupa penentangan, padahal mereka mengetahui bahwa apa yang dibawa oleh al-Qur'an adalah kebenaran. Sampaikanlah kabar gembira kepada mereka wahai Rasul, bahwa Allah telah menyiapkan azab yang menyakitkan bagi mereka.

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

(25) "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya."

Akan tetapi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menunaikan apa yang Allah wajibkan atas mereka, bagi mereka pahala di akhirat yang tidak terputus dan tidak dikurangi.