Isi Tafsir Al-Qur'an

At Takwiir

DI KALA TERJADI PERISTIWA-PERISTIWA BESAR PADA HARI KIAMAT, TAHULAH TIAP-TIAP JIWA APA YANG TELAH DIKERJAKANNYA WAKTU DI DUNIA

إِذَا ٱلشَّمْسُ كُوِّرَتْ . وَإِذَا ٱلنُّجُومُ ٱنكَدَرَتْ . وَإِذَا ٱلْجِبَالُ سُيِّرَتْ . وَإِذَا ٱلْعِشَارُ عُطِّلَتْ . وَإِذَا ٱلْوُحُوشُ حُشِرَتْ . وَإِذَا ٱلْبِحَارُ سُجِّرَتْ . وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتْ . وَإِذَا ٱلْمَوْءُۥدَةُ سُئِلَتْ . بِأَىِّ ذَنۢبٍ قُتِلَتْ . وَإِذَا ٱلصُّحُفُ نُشِرَتْ . وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتْ . وَإِذَا ٱلْجَحِيمُ سُعِّرَتْ . وَإِذَا ٱلْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ . عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ

(1-14) "Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan, dan apabila diri-diri manusia dikelompokkan (dengan diri-diri lain yang serupa dengannyaj,1075 dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa dia dibunuh? Dan apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila Neraka Jahim (Jahanam) dinyalakan, dan apabila surga didekatkan (bagi para penghuninya), maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya"

Manakala matahari digulung dan cahayanya lenyap. Manakala bintang-bintang berjatuhan dan cahayanya lenyap. Manakala gunung-gunung beterbangan di atas permukaan bumi, ia menjadi debu beterbangan. Manakala unta-unta bunting dibiarkan dan ditinggalkan. Manakala hewan-hewan buas dikumpulkan dan dicampur agar Allah melakukan qishash untuk sebagian darinya atas sebagian yang lain. Manakala lautan dinyalakan dan ia berubah menjadi api besar yang berkobar. Manakala jiwa-jiwa disandingkan dengan padanan dan rekanannya. Manakala anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya pada Hari Kiamat untuk menenangkannya dan mencela orang yang menguburkannya, dosa apa yang membuatnya dikubur? Manakala buku catatan amal disodorkan. Manakala langit diruntuhkan dan dilenyapkan dari tempatnya. Manakala api dinyalakan sehingga ia berkobar. Manakala surga yang penuh kenikmatan didekatkan kepada penghuninya, yaitu orang-orang yang bertakwa. Manakala semua ini terjadi, setiap jiwa yakin dan melihat apa yang dilakukannya, baik atau buruk.


[1075] Yakni, yang Mukmin bersama yang Mukmin, yang kafir bersama yang kafir, yang shalih bersama yang shalih, dan yang durjana bersama yang durjana. Ada juga ulama tafsir yang mengartikan ayat ini: dan apabila ruh-ruh di pertemukan (dengan Jasadnya untuk bangkit kembali).

MUHAMMAD BUKANLAH ORANG GILA, MELAINKAN RASUL, YANG KEPADANYA DITURUNKAN AL-QUR'AN

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ . ٱلْجَوَارِ ٱلْكُنَّسِ . وَٱلَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ . وَٱلصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ . إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ . ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِى ٱلْعَرْشِ مَكِينٍ . مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ

(15-21) "Aku bersumpah demi bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam, apabila mulai gelap, dan demi Shubuh, apabila telah menyingsing, sesungguhnya (al-Qur'an) itu benar-benar Firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) Yang memiliki Arasy, yang di sana (di alam malaikat) dia ditaati dan dipercaya."

Allah bersumpah dengan bintang-bintang yang cahayanya redup saat siang hari yang berjalan dan bersembunyi pada orbit-orbitnya, juga dengan malam saat datang dengan kegelapannya, juga dengan waktu Shubuh saat datang dengan cahayanya, sesungguhnya al-Qur'an disampaikan oleh utusan yang mulia, yaitu Jibril, pemilik kekuatan dalam melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya, pemilik kedudukan tinggi dan mulia di sisi Allah, ditaati oleh para malaikat, dipercaya atas wahyu yang dia bawa turun.

وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ . وَلَقَدْ رَءَاهُ بِٱلْأُفُقِ ٱلْمُبِينِ . وَمَا هُوَ عَلَى ٱلْغَيْبِ بِضَنِينٍ . وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَٰنٍ رَّجِيمٍ

(22-25) "Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila. Dan sungguh dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang. Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang ghaib. Dan (al-Qur'an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk;"

Muhammad yang kalian kenal bukanlah orang gila. Muhammad telah melihat Jibril yang datang dengan membawa wahyu kepadanya dalam wujud aslinya sebagaimana Allah menciptakannya, di ufuk besar dari arah timur di Makkah, itu adalah penglihatan Nabi kepada Jibril yang pertama di gua Hira'. Muhammad tidak kikir dalam menyampaikan wahyu. Al-Qur'an ini bukan ucapan setan yang terkutuk yang terusir dari rahmat Allah, sebaliknya ia adalah kalam dan wahyu Allah.

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ . إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَ . لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ . وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(26-29) "maka ke manakah kalian akan pergi?1076 (Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, (yaitu) bagi siapa di antara kalian yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. Dan kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali apabila Allah, Tuhan seluruh alam menghendaki."

Di mana akal kalian saat kalian mendustakan al-Qur'an sesudah argumen-argumen yang kuat ini? Al-Qur'an hanyalah nasihat bagi seluruh manusia, yaitu bagi siapa yang berkenan dari kalian untuk berjalan lurus di atas kebenaran dan iman. Kalian tidak sanggup beristiqamah dan tidak menghendakinya kecuali dengan kehendak Allah, Tuhan seluruh makhluk.


[1076] Setelah diterangkan bahwa al-Quran itu benar-benar datang dari Allah dan di dalamnya ada pelajaran dan petunjuk yang memimpin manusia ke jalan yang lurus, ditanyakanlah kepada orang-orang kafir itu, "Jalan mana lagi yang akan kalian tempuh?"