Isi Tafsir Al-Qur'an

'Abasa

TEGURAN KEPADA RASULULLAH

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ . أَن جَآءَهُ ٱلْأَعْمَىٰ

(1-2) "Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling,1071 karena seorang buta1072 telah datang kepadanya."

Terlihat perubahan dan rona masam di wajah Rasulullah dan dia berpaling karena seorang laki-laki buta, yaitu Abdullah bin Ummi Maktum, datang meminta bimbingan, saat itu Rasulullah sedang sibuk mendakwahi para pembesar Quraisy kepada Islam.


[1071] Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta, yang datang kepada Rasulullah sambil berkata, "Berilah petunjuk kepadaku, wahai Rasulullah " Pada waktu Itu Rasulullah sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling darinya dan tetap menghadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ibnu Ummi Maktum berkata, "Apakah yang saya katakan Ini mengganggu Anda?" Rasulullah menjawab, "Tidak." Maka ayat ini turun sebagal teguran atas perbuatan Rasulullah . (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim, dari Aisyah , dan diriwayatkan pula oleh Abu Ya'la, dari Anas .)

[1072] Yakni, Abdullah bin Ummi Maktum .

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُۥ يَزَّكَّىٰٓ . أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ ٱلذِّكْرَىٰٓ

(3-4) "Dan tahukah engkau (Muhammad), barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran yang memberi manfaat baginya ?"

Apa yang membuatmu tahu hakikat urusannya? Bisa jadi pertanyaannya menyucikan dan membersihkan jiwanya atau dia mendapatkan tambahan pelajaran dan nasihat.

أَمَّا مَنِ ٱسْتَغْنَىٰ . فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ . وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

(5-7) "Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar Quraisy), maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya, padahal tidak ada (tanggung jawab) atasmu, kalau dia tidak menyucikan diri (beriman)."

Orang yang tidak memerlukan petunjuknya, kamu justru mengurusi dan mendengarkan ucapannya, apa salahmu bila kamu tidak menyucikannya dari kekafirannya?

وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسْعَىٰ . وَهُوَ يَخْشَىٰ . فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ . كَلَّآ إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ . فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ . فِى صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ . مَّرْفُوعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ . بِأَيْدِى سَفَرَةٍ . كِرَامٍ بَرَرَةٍ

(8-16) "Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang dia takut (kepada Allah), maka engkau (Muhammad) malah mengabaikannya. Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh (ayat-ayat Allah) itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya. (Ayat-ayat itu tercantum) di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah), yang ditinggikan (dan) disucikan, di tangan para utusan (malaikat), yang mulia lagi penuh bakti."

Orang yang sangat berharap bertemu denganmu, dia takut kepada Allah karena tidak berusaha maksimal untuk mendapatkan bimbingan, kamu justru mengabaikannya. Perkaranya tidak sebagaimana yang kamu perbuat wahai Rasul. Sesungguhnya surat ini yang mengandung hidayah merupakan nasihat bagimu dan bagi siapa pun yang menginginkan nasihat. Barangsiapa berkehendak, dia mengingat Allah dan mengikuti wahyuNya, yaitu al-Qur'an yang tercantum dalam lembaran-lembaran yang diagungkan dan dihormati, kedudukannya tinggi, disucikan dari noda keburukan, penambahan dan pengurangan, di tangan para malaikat para penulis, para delegasi antara Allah dengan makhlukNya, yang mulia akhlaknya, akhlak-akhlak dan perbuatan-perbuatan mereka baik dan suci.

PERINGATAN TUHAN KEPADA MANUSIA YANG TIDAK TAHU HAKIKAT DIRINYA

قُتِلَ ٱلْإِنسَٰنُ مَآ أَكْفَرَهُۥ . مِنْ أَىِّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ . مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ . ثُمَّ ٱلسَّبِيلَ يَسَّرَهُۥ . ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقْبَرَهُۥ . ثُمَّ إِذَا شَآءَ أَنشَرَهُۥ . كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ أَمَرَهُۥ

(17-23) "Dilaknatlah manusia (yang kafir)! Alangkah kufurnya dia! Dari apakah Dia menciptakannya? Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.1073 Kemudian Dia memudahkan (menjelaskan) jalan (kebaikan doa keburukan) baginya.1074 Kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya, kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. Sekali-koli jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allak) perintahkan kepadanya."

Manusia kafir dilaknat dan diazab, betapa besarnya kekafirannya kepada Tuhannya. Tidakkah dia melihat dari apa Allah menciptakannya pertama kali? Allah menciptakannya dari air yang sedikit, yaitu sperma, lalu Allah menciptakannya dalam beberapa tahapan, kemudian Allah menjelaskan baginya jalan kebaikan dan jalan keburukan, kemudian Allah mematikannya dan memberinya tempat yang di sana dia dikubur, kemudian bila Allah berkehendak, Allah menghidupkannya kembali dan membangkitkannya untuk menghadapi perhitungan amal dan balasan. Perkaranya tidak sebagaimana yang diucapkan dan dilakukan oleh orang kafir ini, dia tidak menunaikan perintah Allah, yaitu beriman kepadaNya dan menaatiNya.


[1073] Yakni, menentukan kejadiannya: dari air mani menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging berikut umur, rizki, dan nasibnya.

[1074] Ada juga di antara para ulama yang mengatakan, Yakni, memudahkan jalan lahirnya dari perut ibunya.

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ . أَنَّا صَبَبْنَا ٱلْمَآءَ صَبًّا . ثُمَّ شَقَقْنَا ٱلْأَرْضَ شَقًّا . فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا حَبًّا . وَعِنَبًا وَقَضْبًا . وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا . وَحَدَآئِقَ غُلْبًا . وَفَٰكِهَةً وَأَبًّا . مَّتَٰعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَٰمِكُمْ

(24-32) "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Kami-lah Yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian, dan anggur dan sayur-sayuran, dan zaitun dan pohon kurma, dan kebun-kebun (yang) rindang, dan buah-buahan serta rerumputan. (Semua itu) adalah sebagai kesenangan bagi kalian dan untuk hewan-hewan ternak kalian."

Maka hendaknya manusia merenungkan bagaimana Allah menciptakan makanannya yang menjadi pilar kehidupannya? Kami mencurahkan air hujan ke bumi, kemudian Kami membelah bumi dengan apa yang keluar darinya berupa berbagai jenis tanaman, Kami menumbuhkan biji-bijian padanya, anggur dan rumput makanan hewan ternak, pohon zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun dengan pohon-pohon besar, buah-buahan dan padang sarana, kalian menikmatinya begitu juga ternak-ternak kalian.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ . يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ . وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ . وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ . لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

(33-37) "Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya."

Saat teriakan kebangkitan pada Hari Kiamat datang yang karena suaranya keras terdengar oleh semua telinga, saat itu manusia berlari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, istri dan anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu punya urusan yang membuatnya tidak mengurusi orang lain.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ . ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ . وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ

(38-40) "Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram),"

Wajah orang-orang yang mendapatkan kenikmatan di hari itu bersinar, bahagia dan bersuka cita, sedangkan wajah penghuni Neraka Jahim gelap dan hitam.

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ . أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَفَرَةُ ٱلْفَجَرَةُ

(41-42) "tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan); mereka itulah orang-orang kafir yang gemar berbuat dosa"

Wajah-wajah mereka diliputi kehinaan. Orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah orang-orang yang kafir kepada nikmat-nikmat Allah, mendustakan ayat-ayatNya, berani melakukan pelanggaran dengan melakukan apa yang Allah larang, dan bersikap angkuh.