Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Muddastir

PERINTAH KEPADA NABI UNTUK BERDAKWAH
Beberapa Petunjuk Dalam Berdakwah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ . قُمْ فَأَنذِرْ . وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ . وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ . وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ . وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ . وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ

(1-7) "Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah, lalu berilah peringatan, dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah."

Wahai orang yang menyelimuti dirinya dengan kain selimutnya, bangkitlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari azab Allah, khususkanlah Tuhanmu dengan pengagungan, tauhid dan ibadah, sucikanlah pakaianmu dari najis-najis, karena kesucian lahir termasuk kesempurnaan kesucian batin. Teruslah menjauhi patung dan berhala serta amal-amal syirik seluruhnya, jangan mendekatinya, jangan memberi sesuatu agar kamu mendapatkan lebih banyak. Dan demi meraih ridha Tuhanmu, bersabarlah kamu dalam menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

فَإِذَا نُقِرَ فِى ٱلنَّاقُورِ . فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ . عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ

(8-10) "Maka apabila sangkakala telah ditiup, maka itulah hari yang serba sulit, bagi orang-orang kafir tidaklah mudah."

Manakala sangkakala telah ditiup dengan tiupan kebangkitan, hari itu adalah waktu yang sulit bagi orang-orang kafir, tidak mudah bagi mereka untuk menghadapi perhitungan amal dan kengerian lainnya.

Orang yang Ingkar, Urusannya Diserahkan Kepada Allah .

ذَرْنِى وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا . وَجَعَلْتُ لَهُۥ مَالًا مَّمْدُودًا . وَبَنِينَ شُهُودًا . وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمْهِيدًا . ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ . كَلَّآ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِءَايَٰتِنَا عَنِيدًا . سَأُرْهِقُهُۥ صَعُودًا

(11-17) "Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang telah Aku ciptakan sendirian,1049 dan Aku beri kekayaan yang melimpah, dan anak-anak yang selalu bersamanya, dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya. Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya. Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayal-ayat Kami (al-Qur'an). Aku akan membebaninya dengan pendakian yang membual payah,"

Biarkanlah Aku wahai Rasul menangani orang yang Aku ciptakan dalam rahim ibunya sendirian, tidak berharta dan tidak beranak, lalu Aku memberinya harta melimpah dan lapang dan anak-anak yang hadir bersamanya di Makkah yang tidak meninggalkannya, Aku memudahkan baginya sebab-sebab kemudahan sedemikian rupa, kemudian sesudah semua itu, dia masih berharap Aku menambah harta dan anak-anaknya, padahal dia kafir kepadaKu. Perkaranya tidak seperti yang dikira oleh orang durjana penuh dosa ini, Aku tidak akan menambahnya, karena dia adalah penentang dan pendusta al-Qur'an dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya, Aku akan membebaninya dengan siksaan yang melelahkan dan berat, yang tidak ada keringanan sesudahnya. Yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin al-Mughirah, laki-laki penentang kebenaran, penentang Allah dan RasulNya dengan mengumumkan peperangan terhadap keduanya. Ini merupakan balasan setiap orang yang menentang dan mencampakkan kebenaran.


[1049] Ayat Ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan mengenai seorang kafir Makkah. yaitu pemimpin Quraisy yang bernama al-Walid bin al-Mughirah.

إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ

(18) "Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya)"

Dia memikirkan dalam dirinya, dia menyiapkan apa yang hendak diucapkannya untuk mencela Rasulullah Muhammad dan al-Qur'an.

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ . ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ . ثُمَّ نَظَرَ . ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ . ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ . فَقَالَ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ . إِنْ هَٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ

(19-25) "maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan ? Sekali lagi, celakalah dia!Bagaimana dia menetapkan? Kemudian dia memperhatikan (memikirkan), lalu dia berwajah masam dan cemberut, kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, '(Al-Qur' an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia'."

Dia dilaknat dan karena itu dia berhak mendapat kebinasaan. Bagaimana dia menyiapkan celaan itu dalam dirinya? Kemudian dilaknat juga, kemudian dia merenungkan tentang apa yang dia siapkan dan susun demi mencela al-Qur'an, kemudian dia mengernyitkan wajahnya, dia cemberut dan bermuka sangat masam, karena segala cara terasa sempit, dia tidak menemukan celaan yang pas untuk dia arahkan kepada al-Qur'an, akhirnya dia berkata tentang al-Qur'an, "Apa yang diucapkan oleh Muhammad hanya sihir yang dia dapatkan dari orang-orang terdahulu, ia hanya perkataan manusia yang Muhammad pelajari dari mereka kemudian Muhammad mengakuinya dari sisi Allah."

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ . وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سَقَرُ . لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ . لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ . عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

(26-30) "Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (Neraka) Saqar, dan tahukah kamu apa (Neraka) Saqar itu? Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,1050 yang menghanguskan kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)."

Aku akan memasukkannya ke Neraka Jahanam agar dia merasakan panasnya dan terbakar oleh apinya. Adakah yang memberitahumu apa itu Jahanam? Ia tidak meninggalkan daging dan tidak membiarkan tulang kecuali ia membakarnya, ia juga merubah kulit, menghitamkan warnanya, dan membakarnya, yang mengurusinya dan mengazab penghuninya adalah 19 malaikat dari para malaikat Zabaniyah yang keras.


[1050] Yakni, apa yang dilemparkan ke dalam neraka itu diazabnya sampai binasa, kemudian dikembalikannya seperti semula untuk diazab kembali.

وَمَا جَعَلْنَآ أَصْحَٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَٰٓئِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيَسْتَيْقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَٰبَ وَيَزْدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِيمَٰنًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْكَٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِىَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ

(31) "Dan Kami tidak menjadikan penjaga neraka itu, kecuali dari para malaikat; dan Kami tidak menentukan bilangan mereka, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin; agar orang yang beriman bertambah imannya; dan agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu; serta agar orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), 'Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan ?' Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu, kecuali Dia sendiri. Dan ia (neraka Saqar) itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia"

Kami tidak menjadikan para penjaga neraka kecuali dari para malaikat yang keras, dan Kami tidak menjadikan jumlah tersebut kecuali sebagai ujian bagi orang-orang yang kafir kepada Allah, agar orang-orang yang diberi kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, yakin bahwa apa yang tertulis di dalam al-Qur'an tentang penunggu Neraka Jahanam itu adalah haq, karena ia sama dengan apa yang ada di dalam kitab-kitab mereka, dan orang-orang beriman semakin bertambah pembenaran mereka kepada Allah dan RasulNya dan pengamalan mereka terhadap syariatNya. Hal itu tidak diragukan oleh orang-orang yang diberi kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya. Dan agar orang-orang yang memendam kemunafikan di dalam hati mereka dan orang-orang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan angka yang aneh ini?" Dengan seperti apa yang disebutkan ini, Allah menyesatkan siapa yang hendak Dia sesatkan, dan memberi petunjuk siapa yang ingin Dia beri petunjuk. Tidak ada yang tahu bala tentara Tuhanmu, yang di antara mereka adalah malaikat, kecuali hanya Allah semata. Dan neraka hanyalah peringatan dan nasihat bagi manusia.

Yang Menerima Dakwah Akan Mendapat Pahala dan yang Menolaknya Akan Masuk Neraka

كَلَّا وَٱلْقَمَرِ . وَٱلَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ . وَٱلصُّبْحِ إِذَآ أَسْفَرَ . إِنَّهَا لَإِحْدَى ٱلْكُبَرِ . نَذِيرًا لِّلْبَشَرِ . لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ

(32-37) "Tidak!1051 demi bulan, dan demi malam ketika telah berlalu, dan demi Shubuh, apabila mulai terang, sesungguhnya (Neraka Saqar itu) adalah salah satu (peringatan) yang sangat besar, sebagai peringatan bagi manusia, (yaitu) bagi siapa di antara kalian yang ingin maju atau mundur"1052

Perkaranya tidak seperti yang mereka katakan, berupa pendustaan kepada Rasulullah tentang apa yang beliau bawa. Allah bersumpah dengan rembulan, dengan malam manakala ia pergi dan berlalu, juga dengan Shubuh saat ia bersinar dan terbelah, sesungguhnya neraka merupakan salah satu perkara besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, bagi siapa di antara kalian ingin mendekatkan dirinya kepada Tuhannya dengan melaksanakan ketaatan atau mundur dengan tidak melakukan kemaksiatan.


[1051] 'Tidak" adalah bantahan terhadap ucapan-ucapan orang-orang musyrik yang mengingkari hal-hal tersebut di atas.

[1052] Yakni, maju menerima peringatan, dan yang dimaksud dengan "mundur" ialah tidak mau menerima peringatan.

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ . إِلَّآ أَصْحَٰبَ ٱلْيَمِينِ . فِى جَنَّٰتٍ يَتَسَآءَلُونَ . عَنِ ٱلْمُجْرِمِينَ . مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ . قَالُواْ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ . وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ . وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ . وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ . حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلْيَقِينُ

(38-47) "Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya, kecuali golongan kanan, (mereka) berada di dalam surga-surga, mereka saling menanyakan tentang (keadaan) orang-orang yang gemar berbuat dosa, 'Apa yang menyebabkan kalian masuk ke dalam (Neraka) Saqar?' Mereka menjawab, 'Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang mendirikan shalat, dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin, bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan Hari Pembalasan, sampai kematian datang kepada kami'."

Setiap jiwa tergadai dan tergantung dengan apa yang diusahakannya, baik berupa kebaikan atau keburukan, ia tidak bebas sebelum menunaikan kewajiban dan hukuman yang harus dijalaninya, kecuali orang-orang Muslim yang ikhlas dari golongan kanan yang telah membebaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka di dalam surga-surga yang sifatnya tidak dijangkau (oleh nalar). Sebagian bertanya kepada sebagian yang lain tentang orang-orang kafir yang berbuat jahat terhadap diri mereka sendiri, "Apa yang membuat kalian masuk ke dalam Neraka Jahanam dan membuat kalian merasakan panasnya?" Para penjahat itu menjawab, "Di dunia kami tidak termasuk orang-orang yang mendirikan shalat, kami tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami berbincang dalam kebatilan bersama orang-orang yang tersesat dan menyimpang, kami mendustakan hari hisab dan balasan, hingga kematian datang kepada kami sementara kami dalam kesesatan dan penyimpangan itu."

فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَٰعَةُ ٱلشَّٰفِعِينَ

(48) "Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafa'at."

Syafa'at para pemberi syafa'at dari kalangan para malaikat, para nabi dan lainnya tidak bermanfaat bagi mereka, karena syafa'at hanyalah untuk orang yang Allah ridhai dan Allah mengizinkan pemberi syafa'at untuk memberinya syafa'at.

فَمَا لَهُمْ عَنِ ٱلتَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ . كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنفِرَةٌ . فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةٍ

(49-51) "Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) itu berpaling dari peringatan (Allah)? Seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, yang lari dari singa."

Mengapa orang-orang musyrik itu berpaling dari al-Qur'an yang berisi nasihat-nasihat? Mereka seperti keledai liar yang memberontak dan berlari dari singa buas.

بَلْ يُرِيدُ كُلُّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُّنَشَّرَةً . كَلَّا ۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلْءَاخِرَةَ

(52-53) "Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka. Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat."

Setiap orang dari kaum musyrikin itu berharap agar Allah menurunkan sebuah kitab yang terbuka dari langit sebagaimana Allah telah menurunkannya kepada Muhammad . Perkaranya tidak seperti yang mereka duga, sebaliknya mereka tidak takut kepada akhirat, tidak membenarkan kebangkitan dan pembalasan amal.

كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذْكِرَةٌ . فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ . وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ ٱلتَّقْوَىٰ وَأَهْلُ ٱلْمَغْفِرَةِ

(54-56) "Tidak! Sesungguhnya (al-Qur'an) itu benar-benar suatu peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (al-Qur'an), kecuali (Jika) Allah menghendakinya. Dia-lah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepadaNya dan Yang berhak memberi ampunan."

Benar, sesungguhnya al-Qur‘an adalah nasihat mendalam yang cukup untuk menasihati mereka. Barangsiapa menginginkan nasihat, tentu dia akan mengambilnya dan mengambil manfaat dari petunjuknya. Dan mereka tidak akan mengambil nasihat darinya kecuali bila Allah menghendaki petunjuk untuk mereka. Allah patut untuk ditaati dan ditakwai, serta patut mengampuni siapa yang beriman dan menaatiNya.