Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Jin

KEISLAMAN JIN SETELAH MENDENGAR AL-QUR'AN

قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا . يَهْدِىٓ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا

(1-2) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan al-Qur'an), lalu mereka berkata, 'Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (al-Qur'an), (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, maka kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,'

Katakanlah wahai Rasul, "Allah mewahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah mendengar tilawah al-Qur'an yang aku lakukan. Manakala mereka mendengarnya, mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesungguhnya kami mendengar al-Qur'an yang sangat bagus dalam balaghdh dan kefasihannya, hikmah-hikmah, hukum-hukum dan berita-beritanya, ia mengajak kepada kebenaran dan hidayah, lalu kami membenarkan al-Qur'an itu dan mengamalkannya, kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami yang telah menciptakan kami dengan siapa pun dalam beribadah kepadaNya.

وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةً وَلَا وَلَدًا

(3) ’dan bahwasanya Mahatinggi keagungan Tuhan kami', Dia tidak memiliki istri dan tidak pula anak.'

Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak mengambil istri maupun anak.

وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطًا

(4) 'Dan bahwasanya yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,'1044

Yang bodoh dari kami, yaitu iblis, telah berkata atas Nama Allah sebuah perkataan yang jauh dari kebenaran, bahwa Allah mempunyai istri dan anak.


[1044] Mengatakan bahwa Allah mempunyai istri dan anak. Menurut Ibnu Katsir, perkataan ini diucapkan sebelum jin itu masuk Islam.

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا

(5) 'dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin tidak akan mengatakan perkataan yang dusta atas Nama Allah,'

Kami menyangka tidak ada seorang pun yang berdusta atas Nama Allah, tidak dari kalangan manusia, tidak pula dari kalangan jin dengan menisbatkan istri dan anak kepada Allah.

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

(6) 'dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan1045 kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.'

Ada beberapa orang manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa jin, permintaan bantuan dari manusia kepada jin-jin itu justru membuat jin-jin tersebut menimpakan ketakutan, kecemasan dan kegelisahan yang lebih besar.' Permohonan perlindungan yang Allah mencela orang-orang jahiliyah karenanya ini, termasuk syirik akbar yang Allah tidak mengam-puninya kecuali dengan taubat nashuha. Ayat ini mengandung peringatan keras terhadap permintaan pertolongan kepada para tukang sihir, dukun dan orang-orang seperti mereka.


[1045] Yakni, ada di antara orang-orang Arab, apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat Itu.

وَأَنَّهُمْ ظَنُّواْ كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ ٱللَّهُ أَحَدًا

(7) 'Dan bahwasanya mereka mengira seperti kalian yang juga mengira, bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada Hari Kiamat).'

Orang-orang kafir dari kalangan manusia menyangka sebagaimana kalian wahai para jin, bahwa Allah tidak membangkitkan siapa pun sesudah kematian.

وَأَنَّا لَمَسْنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدْنَٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

(8) 'Dan bahwasanya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan bintang-bintang (yang menyala),'

Kami, para jin, hendak naik ke langit untuk mencuri-curi dengar pembicaraan penghuninya, tetapi kami melihat langit penuh dengan para malaikat dalam jumlah besar yang menjaganya dan juga bola-bola api yang membakar yang dipakai melempar siapa yang mencoba mendekat.

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ ٱلْءَانَ يَجِدْ لَهُۥ شِهَابًا رَّصَدًا

(9) 'dan bahwasanya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar (mencuri berita-beritanya). Tetapi sekarang1046 siapa (yang mencoba) mendengar (mencuri berita-berita seperti itu), pasti akan mendapatkan bintang menyala yang mengintai (untuk membakarnya).'

Sebelum itu kami punya tempat-tempat di langit untuk menguping pembicaraan di sana. Tetapi saat ini siapa yang berusaha mencuri pendengaran, niscaya dia mendapatkan bola api yang disiapkan yang membakar dan menghanguskannya. Dua ayat ini mengandung bantahan terhadap apa yang diklaim oleh para tukang sihir dan dukun yang mengklaim ilmu ghaib, lalu mereka menipu orang-orang lemah akal dengan kebohongan dan bualan mereka.


[1046] Yakni, setelah Nabi Muhammad diutus menjadi rasul.

وَأَنَّا لَا نَدْرِىٓ أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِى ٱلْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

(10) 'Dan bahwasanya kami (jin) tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki (dengan adanya penjagaan itu) terhadap orang yang ada di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.'

Kami, para jin, tidak tahu apakah Allah hendak menurunkan keburukan kepada penduduk bumi atau Allah hendak menurunkan hidayah dan kebaikan kepada mereka?

وَأَنَّا مِنَّا ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدًا

(11) 'Dan bahwasanya di antara kami (jin) ada yang shalih dan ada (pula) yang selain itu. Kami menempuh jalan-jalan yang berbeda-beda.'

Di antara kami ada jin-jin baik dan bertakwa, dan ada juga jin-jin yang tidak demikian, yaitu jin-jin yang kafir dan fasik. Kami terdiri dari kelompok-kelompok dan madzhab-madzhab yang beragam.

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن نُّعْجِزَ ٱللَّهَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَن نُّعْجِزَهُۥ هَرَبًا

(12) 'Dan bahwasanya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)Nya'

Kami yakin bahwa Allah Mahakuasa atas kami, kami berada dalam genggamanNya dan kekuasaanNya. Kami tidak bisa luput dari Allah manakala Dia menginginkan sesuatu pada kami. Kami tidak akan bisa menyelamatkan diri dari hukumanNya dengan berlari ke langit manakala Dia menghendaki keburukan bagi kami.

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا ٱلْهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦ ۖ فَمَن يُؤْمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا

(13) 'Dan bahwasanya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhannya, ia tidak perlu takut merugi (karena kebaikannya dikurangi) dan tidak pula dosa (ditambahkan atasnya).'

Manakala kami mendengar al-Qur'an, kami beriman kepadanya, kami mengakuinya bahwa ia berasal dari sisi Allah. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhannya, dia tidak takut kebaikannya akan dikurangi dan tidak takut kezhaliman dengan ditambahkannya keburukannya.

وَأَنَّا مِنَّا ٱلْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا ٱلْقَٰسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلَٰٓئِكَ تَحَرَّوْاْ رَشَدًا . وَأَمَّا ٱلْقَٰسِطُونَ فَكَانُواْ لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

(14-15) 'Dan bahwasanya di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus. Dan adapun mereka yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi Neraka Jahanam'."

Di antara kami ada jin-jin yang tunduk lagi taat kepada Allah, dan ada juga jin-jin zhalim yang menyimpang dari jalan kebenaran. Barang-siapa masuk Islam, tunduk dan patuh kepada Allah, maka mereka adalah orang-orang yang berjalan di atas jalan kebenaran dan memilihnya dengan sungguh-sungguh, maka Allah membimbing mereka kepadanya. Adapun orang-orang yang menyimpang dari jalan Islam, mereka adalah bahan bakar Neraka Jahanam'."

وَأَلَّوِ ٱسْتَقَٰمُواْ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَٰهُم مَّآءً غَدَقًا . لِّنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِۦ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا

(16-17) "Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang banyak. Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam azab yang sangat berat"

Bila orang-orang kafir dari kalangan jin dan manusia berjalan di atas jalan Islam dan tidak menyimpang darinya, niscaya Kami menurunkan kepada mereka hujan yang deras, dan Kami lapangkan rizki bagi mereka di dunia untuk menguji mereka, bagaimana mereka mensyukuri nikmat Allah kepada mereka? Barangsiapa berpaling dari Tuhannya dengan tidak menaatiNya, tidak mendengar dan merenungkan al-Qur'an, serta tidak mengamalkannya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam siksa yang besar dan berat.

وَأَنَّ ٱلْمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًا

(18) "Dan bahwasanya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kalian menyembah seorang pun di dalamnya selain Allah "

Masjid-masjid didirikan untuk beribadah kepada Allah semata, maka jangan beribadah padanya kepada selain Allah. Ikhlaskanlah doa dan ibadah hanya untuk Allah, karena masjid tidak dibangun kecuali untuk beribadah kepada Allah semata bukan selainNya. Ayat ini mewajibkan menyucikan masjid dari segala urusan yang menodai keikhlasan kepada Allah dan ittiba' kepada Rasulullah .

وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبْدُ ٱللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُواْ يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا

(19) "Dan bahwasanya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan shalat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya."

Manakala Muhammad berdiri beribadah kepada Tuhannya, para jin berkumpul dalam jumlah besar, sebagian dari mereka di atas sebagian lainnya, mereka berdesak-desakan untuk mendengar al-Qur'an darinya.

PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP WAHYU YANG DITURUNKAN KEPADA NABI .

قُلْ إِنَّمَآ أَدْعُواْ رَبِّى وَلَآ أُشْرِكُ بِهِۦٓ أَحَدًا

(20) "Katakanlah (wahai Rasul), ’Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya'

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang kafir itu, "Aku hanya menyembah Tuhanku semata, aku tidak menyekutukanNya dengan apa pun dalam beribadah."

قُلْ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا . قُلْ إِنِّى لَن يُجِيرَنِى مِنَ ٱللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلْتَحَدًا . إِلَّا بَلَٰغًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِسَٰلَٰتِهِۦ ۚ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا

(21-23) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan bagi kalianKatakanlah (wahai Rasul), 'Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dariNya. (Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalahNya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya'."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang kafir itu, "Aku tidak kuasa menolak mudarat dari kalian, tidak pula mendatangkan manfaat bagi kalian. Bila aku mendurhakai Allah, maka tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkanku dari azabNya. Aku tidak menemukan tempat berlindung yang menjagaku dari azabNya. Yang aku bisa lakukan adalah menyampaikan kepada kalian dari Allah apa yang Allah perintahkan kepadaku agar aku menyampaikannya kepada kalian dan risalahNya yang dengannya Allah mengutusku kepada kalian. Barangsiapa durhaka kepada Allah dan RasulNya, serta berpaling dari agama Islam, maka balasannya adalah Neraka Jahanam, dia tidak akan keluar darinya selama-lamanya."

حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوْاْ مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا وَأَقَلُّ عَدَدًا

(24) "Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepada mereka itu, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya."

Manakala kaum musyrikin menyaksikan azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan tahu siapa yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bala tentaranya.

قُلْ إِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُۥ رَبِّىٓ أَمَدًا . عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِۦٓ أَحَدًا . إِلَّا مَنِ ٱرْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُۥ يَسْلُكُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ رَصَدًا

(25-28) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Aku tidak mengetahui apakah azab yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat ataukah Tuhanku menjadikan waktunya masih lama.' Dia-lah Yang Maha Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang Dia ridhai, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya. Agar dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah Tuhan mereka, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang kafir itu, "Aku tidak tahu apakah azab yang diancamkan kepada kalian ini sudah dekat masanya ataukah Tuhanku menetapkan masa tenggat yang lama?" Allah mengetahui apa yang ghaib dari pandangan mata, Dia tidak memperlihatkannya kepada seorang pun dari makhlukNya, kecuali siapa yang Dia pilih untuk mengemban risalahNya dan Dia ridhai, maka Dia membukakan untuknya sebagian hal ghaib. Allah mengirimkan para malaikat di depan dan di belakang Rasul untuk menjaganya dari para jin, agar mereka tidak mengupingnya lalu membisikkannya kepada para dukun, agar Rasul tahu bahwa para rasul sebelumnya sama dengan dirinya, yaitu mereka menyampaikan kebenaran dengan jujur, dan bahwa dia dijaga sebagaimana para rasul dijaga dari jin. Dan bahwa ilmu Allah mencakup segala apa yang ada pada mereka, baik lahir maupun batin, berupa syariat-syariat, hukum-hukum dan lainnya, tidak ada sesuatu pun yang terlewatkan olehNya, dan juga bahwa Allah menghitung jumlah segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah.