Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Jumuah

PENGUTUSAN MUHAMMAD ADALAH KARUNIA ALLAH KEPADA UMAT MANUSIA

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْمَلِكِ ٱلْقُدُّوسِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

(1) '"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah Yang Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Semua yang ada di langit dan di bumi menyucikan Allah dari apa yang tidak pantas bagiNya, dan hanya Allah semata Pemilik segala sesuatu Yang berkuasa atasnya tanpa pesaing, Yang disucikan dari segala kekurangan, Yang Mahaperkasa, Yang tidak terkalahkan, Yang Maha-bijaksana dalam pengaturan dan penciptaanNya.

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُواْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(2) "Dia-lah yang mengutus seorang Rasul di tengah kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayatNya, menyucikan mereka (dari keyakinan yang rusak dan akhlak yang buruk), dan mengejarkan kepada mereka Kitab Suci dan Hikmah (as-Sunnah). meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata."

Allah-lah Yang mengutus kepada orang-orang Arab yang tidak bisa membaca, tidak memiliki kitab dan tidak ada kerasulan pada mereka, seorang rasul dari mereka kepada seluruh manusia, yang membacakan al-Qur'an kepada mereka, menyucikan mereka dari akidah-akidah rusak dan akhlak-akhlak buruk, mengajari mereka al-Qur'an dan as-Sunnah. Sesungguhnya mereka sebelum diutusnya Rasulullah berada di dalam penyimpangan yang nyata dari jalan kebenaran.

وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُواْ بِهِمْ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(3) 'Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum datang (menyusul) mereka,1013 Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Allah juga mengutus Rasul tersebut kepada kaum lain yang belum datang dan akan datang dari kalangan orang-orang Arab dan lainnya. Hanya Allah semata Yang Mahaperkasa, Yang berkuasa atas segala sesuatu lagi Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya.


[1013] Yakni, yang akan datang kemudian dan tidak mendapatkan masa hidup Nabi .

ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

(4) ''Demikianlah karunia Allah, yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar."

Pengutusan Rasul kepada orang-orang Arab dan selainnya merupakan karunia dari Allah yang Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya. Hanya Allah semata pemilik karunia dan pemberian yang besar.

PERINGATAN KEPADA UMAT MANUSIA SUPAYA JANGAN SEPERTI ORANG YAHUDI YANG TIDAK MENGAMALKAN ISI KITAB SUCI MEREKA

مَثَلُ ٱلَّذِينَ حُمِّلُواْ ٱلتَّوْرَىٰةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ ٱلْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًۢا ۚ بِئْسَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(5) "Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."

Perumpamaan orang-orang Yahudi yang ditugaskan mengamalkan Taurat tetapi tidak melaksanakannya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Sangat buruklah perumpamaan bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak mengambil manfaat darinya. Allah tidak membimbing kaum yang zhalim yang melampaui batasan-batasan Allah dan menyimpang dari ketaatan kepadaNya.

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ هَادُوٓاْ إِن زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَآءُ لِلَّهِ مِن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(6) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Wahai orang-orang Yahudi! Jika kalian mengira bahwa kalianlah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah ke matian kalian, jika kalian orang-orang yang benar'."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang berpegang kepada agama Yahudi yang diselewengkan, "Bila kalian mengaku secara dusta bahwa kalian adalah kekasih Allah dan selain kalian bukan, maka silakan berharap kematian bila kalian memang orang-orang yang benar dalam apa yang kalian klaim."

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُۥٓ أَبَدًۢا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ

(7) "Dan mereka tidak akan mengharapkan kematian selamanya, disebabkan apa (keburukan) yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim."

Orang-orang Yahudi itu tidak akan berharap kematian selama-lamanya karena mereka mementingkan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan karena mereka takut dari hukuman Allah atas mereka disebabkan kekafiran dan perbuatan buruk yang mereka lakukan. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim, tidak sedikit pun dari kezhaliman mereka yang samar bagi Allah.

قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(8) "Katakanlah, 'Sesungguhnya kematian yang kalian melarikan diri darinya, maka ia pasti menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan'."

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kalian berlari menjauh darinya, tidak ada tempat berlari darinya, ia pasti datang kepada kalian saat ajal kalian tiba, kemudian kalian kembali pada Hari Kiamat kepada Allah Yang mengetahui hal ghaib dan apa yang hadir, lalu Allah mengabari kalian apa yang telah kalian kerjakan dan akan membalas kalian atasnya."

BEBERAPA HUKUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SHALAT JUMAT

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْاْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(9) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada Hari jum'at, maka segeralah kalian mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui."

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila muadzin menyenikan shalat pada Hari Jum'at, maka berangkatlah untuk menyimak khutbah dan menunaikan shalat tinggalkanlah jual beli dan segala urusan yang menyibukkan kalian darinya. Apa yang Allah perintahkan kepada kalian ini adalah lebih baik bagi kalian, karena ia mendatangkan ampunan dari Allah dan pahala bagi kalian. Bila kalian mengetahui kemaslahatan diri kalian, maka lakukanlah. Dalam ayat ini terkandung dalil yang mewajibkan untuk menghadiri Shalat Jum'at dan mendengar khutbah.

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُواْ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

(10) "Lalu apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kalian di bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung "

Bila kalian telah mendengar khutbah dan menunaikan shalat, maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah rizki Allah dengan usaha kalian, serta ingatlah Allah banyak-banyak dalam segala keadaan kalian, semoga kalian meraih kebaikan dunia dan akhirat.

وَإِذَا رَأَوْاْ تِجَٰرَةً أَوْ لَهْوًا ٱنفَضُّوٓاْ إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَآئِمًا ۚ قُلْ مَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ ٱللَّهْوِ وَمِنَ ٱلتِّجَٰرَةِ ۚ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

(11) "Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka meninggalkanmu (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, 'Apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perdagangan, dan Allah Pemberi rizki yang terbaik'."

Apabila sebagian kaum Muslimin melihat perdagangan atau permainan dunia dan perhiasannya, mereka berpencar kepadanya dan meninggalkanmu wahai Nabi, berdiri berkhutbah di atas mimbar. Katakanlah kepada mereka wahai Nabi, "Apa yang ada di sisi Allah berupa pahala dan nikmat lebih bermanfaat bagi kalian daripada permainan dan perdagangan. Hanya Allah sebaik-baik pemberi rizki dan pemberi kebaikan, maka mintalah ia kepadaNya, gunakanlah ketaatan kepada Allah untuk mendapatkan apa yang ada di sisiNya berupa kebaikan dunia dan akhirat."