Isi Tafsir Al-Qur'an

Ash Shaff

JALAN UNTUK MENCAPAI KEMENANGAN
Keharusan Umat Islam Mempertahankan Agamanya Dalam Barisan yang Teratur

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(1) "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana"

Semua yang ada di langit dan di bumi menyucikan Allah dari apa yang tidak pantas bagiNya. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, juga Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

(2) "Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan?"

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, mengapa kalian menjanjikan sesuatu dan mengucapkan sesuatu yang kalian tidak lakukan? Ini adalah pengingkaran terhadap orang yang perbuatannya menyelisihi perkataannya.

كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لَا تَفْعَلُونَ

(3) "Sangatlah besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan."

Amat besar murka Allah bila kalian berkata dengan lisan kalian apa yang tidak kalian lakukan.

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ

(4) "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur; mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh"

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dengan berbaris rapi seolah-olah mereka adalah bangunan yang kokoh lagi mantap sehingga musuh tidak dapat menembusnya. Ayat ini menetapkan keutamaan jihad dan para mujahidin, karena Allah mencintai hamba-hambaNya yang beriman manakala mereka berbaris rapi menghadapi musuh-musuh Allah dan memerangi mereka di jalanNya.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُونَنِى وَقَد تَّعْلَمُونَ أَنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ ۖ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

(5) "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Wahai kaumku! Mengapa kalian menyakitiku, padahal sungguh kalian mengetahui bahwanya aku adalah utusan Allah kepada kalian ?' Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.1012 Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."

Dan sampaikanlah kepada kaummu wahai Nabi, manakala Nabi Allah, Musa berkata kepada kaumnya, "Mengapa kalian menyakitiku dengan kata-kata dan perbuatan sedangkan kalian tahu bahwa aku adalah utusan Allah kepada kalian?" Manakala mereka menyimpang dari kebenaran padahal mereka mengetahuinya dan bersikukuh di atasnya, maka Allah memalingkan hati mereka dari petunjuk sehingga tidak menerimanya, sebagai hukuman bagi mereka atas penyimpangan yang mereka pilih sendiri untuk diri mereka. Allah tidak memberikan hidayah kepada orang-orang yang menyimpang dari ketaatan dan jalan kebenaran.


[1012] Yakni, karena mereka berpaling dari kebenaran, maka Allah membiarkan hati mereka sesat sehingga mereka bertambah jauh dari kebenaran.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُواْ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

(6) "Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, 'Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepada kalian, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)' Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata'."

Dan sampaikanlah pula kepada kaummu wahai Rasul, manakala Nabi Allah, Isa berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kalian, membenarkan Taurat yang turun sebelumku, dan sebagai saksi yang membenarkan seorang rasul yang datang sesudahku yang bernama Ahmad, yakni Muhammad , dan aku menyeru kalian untuk membenarkannya." Tetapi manakala Muhammad datang kepada mereka dengan ayat-ayat yang nyata, mereka berkata, "Apa yang kamu bawa ini hanya sihir yang nyata."

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰٓ إِلَى ٱلْإِسْلَٰمِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(7) "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan atas Nama Allah, padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."

Tidak ada yang lebih berat kezhaliman dan pelanggarannya daripada siapa yang membuat kebohongan atas Nama Allah dan mengangkat sekutu bagiNya dalam ibadah, padahal dia diajak kepada Islam dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata. Allah tidak membimbing orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kekafiran dan kesyirikan kepada apa yang mengandung kebahagiaan bagi mereka.

يُرِيدُونَ لِيُطْفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ

(8) "Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membencinya."

Orang-orang zhalim itu ingin membatalkan kebenaran yang dengannya Muhammad diutus, yaitu al-Qur'an, dengan ucapan-ucapan mereka yang dusta. Allah memenangkan kebenaran dengan menyempurnakan agamaNya sekalipun orang-orang yang mengingkari dan mendustakan membencinya.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

(9) "Dia-lah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya."

Allah-lah Yang mengutus RasulNya, Muhammad dengan al-Qur'an dan agama Islam, untuk Dia tinggikan di atas seluruh agama yang menyelisihinya sekalipun orang-orang musyrik membencinya.

Kemenangan Hanya Dapat Diperoleh Dengan Pengorbanan

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

(10) "Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kalian Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih?"

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, apakah kalian berkenan Aku tunjukkan sebuah bisnis besar yang menyelamatkan kalian dari azab yang pedih?

تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(11) "(Yaitu) kalian beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui,"

Yaitu, kalian beriman kepada Allah dan RasulNya dengan konsisten, berjihad di jalan Allah dalam rangka menolong agamaNya dengan harta dan jiwa yang kalian miliki. Itu lebih baik bagi kalian daripada bisnis dunia, bila kalian tahu mana yang bermanfaat dan mana yang tidak. Maka laksanakanlah hal itu.

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّٰتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ . وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(12-13) niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga-surga Adn. Itulah kemenangan yang agung. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kalian sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang Mukmin."

Jika kalian, wahai orang-orang beriman, melakukan apa yang Allah perintahkan kepada kalian, niscaya Allah menutupi dosa-dosa kalian, memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan kebun-kebunnya, juga rumah-rumah yang suci dan bersih di surga abadi yang tidak ada habisnya. Itulah kemenangan sejati yang sesudahnya tidak ada kemenangan. Dan ada nikmat lain bagi kalian wahai orang-orang beriman, yang (amat) kalian cintai, yaitu kemenangan dari Allah yang kalian dapatkan dan kemenangan dunia yang terwujud melalui tangan kalian. Gembirakanlah orang-orang beriman wahai Nabi, dengan kemenangan dan keunggulan di dunia dan surga di akhirat.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُوٓاْ أَنصَارَ ٱللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّۦنَ مَنْ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ ۖ فَـَٔامَنَت طَّآئِفَةٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَكَفَرَت طَّآئِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُواْ ظَٰهِرِينَ

(14) "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah, sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah ?' Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, 'Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,' lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang."

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, jadilah kalian orang-orang yang menolong agama Allah sebagaimana rekan-rekan Isa dan para sahabat dekatnya menjadi orang-orang yang menolong agama Allah manakala Isa berkata kepada mereka, "Siapa di antara kalian yang bersedia menolong dan membantuku dalam urusan yang mendekatkan kepada Allah?" Mereka menjawab, "Kami adalah orang-orang yang menolong agama Allah." Maka sekelompok Bani Israil mendapatkan petunjuk dan sekelompok lainnya tersesat. Lalu Kami mendukung orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Kami memenangkan mereka atas orang-orang yang memusuhi mereka dari kelompok-kelompok kaum Nasrani, sehingga mereka berkuasa atas mereka, dan hal itu dengan mengutus Muhammad .