Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Hasyr

PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI DARI MADINAH
Pengusiran Bani an-Nadhir dari Madinah

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(1) "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana"

Segala apa yang ada di langit dan bumi menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagiNya. Allah Mahaperkasa, Yang tidak terkalahkan, juga Mahabijaksana dalam takdir, pengaturan, penciptaan dan penetapan syariatNya; Dia meletakkan segala urusan pada tempatnya.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَخْرَجَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ مِن دِيَٰرِهِمْ لِأَوَّلِ ٱلْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُواْ ۖ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُواْ ۖ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِى ٱلْمُؤْمِنِينَ فَٱعْتَبِرُواْ يَٰٓأُوْلِى ٱلْأَبْصَٰرِ

(2) "Dia-lah yang mengeluarkan (mengusir) orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halaman mereka itu pada saat pengusiran yang pertama.1003 Kalian tidak menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin benteng-benteng mereka akan dapat melindungi mereka dari (siksaan) Allah, maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka, sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang Mukmin. Maka ambillah pelajaran (dari semua itu), wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!"

Dia-lah Allah Yang mengeluarkan orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad dari kalangan Ahli Kitab, yaitu orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, dari tempat-tempat tinggal mereka yang bertetangga dengan kaum Muslimin di Madinah. Ini adalah pengusiran pertama bagi mereka dari jazirah Arab ke Syam. Kalian wahai kaum Muslimin, tidak menyangka bahwa mereka akan terusir dari negeri mereka dengan penuh kehinaan dan kerendahan, karena mereka memiliki kekuatan besar dan pertahanan yang kokoh. Orang-orang Yahudi menyangka bahwa benteng-benteng mereka bisa melindungi mereka dari azab Allah dan tidak seorang pun mampu menaklukkannya. Tetapi keputusan Allah yang tidak mereka duga datang, Allah menyusupkan rasa takut yang mendalam ke dalam hati mereka. Mereka merusak rumah-rumah mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri dan tangan-tangan kaum Mukminin. Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan yang lurus dan akal yang kuat dari apa yang menimpa mereka.


[1003] Yakni, orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari kota Madinah.

وَلَوْلَآ أَن كَتَبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمُ ٱلْجَلَآءَ لَعَذَّبَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابُ ٱلنَّارِ

(3) "Dan kalau bukan karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka."

Bila Allah tidak menetapkan mereka terusir dari negeri mereka dan memutuskannya, niscaya Allah menyiksa mereka di dunia dengan terbunuh dan ditawan, dan bagi mereka azab neraka di akhirat.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۖ وَمَن يُشَآقِّ ٱللَّهَ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(4) "Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan RasulNya, dan barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya."

Apa yang menimpa orang-orang Yahudi di dunia dan azab yang menunggu mereka di akhirat, adalah karena mereka menyelisihi perintah Allah dan RasulNya dengan penyelisihan yang berat, mereka memerangi keduanya dan berusaha mendurhakai keduanya. Barangsiapa menyelisihi Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Allah memiliki hukuman yang keras terhadapnya.

مَا قَطَعْتُم مِّن لِّينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَآئِمَةً عَلَىٰٓ أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ ٱللَّهِ وَلِيُخْزِىَ ٱلْفَٰسِقِينَ

(5) 'Apa yang kalian (orang-orang Mukmin) tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) itu atau yang kalian biarkan (tumbuh) berdiri pada pohon induknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak menimpakan kehinaan kepada orang-orang fasik."

Apa yang kalian tebang wahai orang-orang beriman, berupa pohon kurma atau kalian biarkan tegak di atas batangnya, tanpa kalian sentuh, maka semua itu dengan perintah dan izin Allah, agar dengan itu kalian menghinakan orang-orang yang tidak menaati Allah dan menyimpang dari perintah dan laranganNya, di mana Allah menguasakan kalian atas pohon kurma mereka dan membakarnya.

Hukum Fai'

وَمَآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْهُمْ فَمَآ أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُۥ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(6) "Dan harta rampasan fai1004 dari mereka yang Allah berikan kepada Rasul-Nya, maka untuk mendapatkannya kalian tidak memerlukan kuda dan tidak pula unta, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasulNya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Apa yang Allah berikan sebagai fai' kepada RasulNya dari harta orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, kalian tidak menyerangnya dengan pasukan berkuda dan berunta untuk mendapatkannya, tetapi Allah menguasakan RasulNya atas siapa yang Dia kehendaki dari musuh-musuhNya, lalu mereka menyerah tanpa perang. Harta fai' adalah harta orang-orang kafir yang diambil tanpa perang. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya.


[1004] Yaitu, harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran. Cara pembagiannya berbeda dengan cara pembagian ghanimah. dan ghanimah ini adalah harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran. Pembagian fai' adalah sebagaimana yang tersebut pada ayat 7, sedang pembagian ghanimah adalah sebagaimana yang disebutkan dalam Surat al-Anfal: 41.

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُواْ ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(7) "Harta rampasan fai' dari mereka yang Allah berikan kepada RasulNya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang (kehabisan bekal) dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian. Apa yang dibawa (diberikan) Rasul kepada kalian, maka terimalah, dan apa yang dia larang kalian darinya, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya."

Apa yang Allah berikan kepada RasulNya sebagai fai' dari harta para penghuni negeri yang musyrik tanpa mengerahkan kuda dan unta, maka ia adalah milik Allah dan RasulNya. Ia didistribusikan untuk kemaslahatan umum kaum Muslimin, untuk para kerabat Rasulullah , yaitu Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib, juga untuk anak-anak yatim, yaitu anak-anak miskin yang ditinggal wafat bapak-bapak mereka saat belum baligh, juga orang-orang miskin, yaitu orang-orang yang membutuhkan dan tidak memiliki apa yang mencukupi dan memenuhi kebutuhan mereka, dan juga ibnu sabil, yaitu musafir yang bekalnya habis dan terputus dari hartanya. Hal ini agar harta tidak hanya beredar di tangan orang-orang kaya saja dan dihalangi dari orang-orang fakir dan miskin. Apa yang Rasulullah M berikan kepada kalian berupa harta, atau apa yang Rasulullah syariat-kan, maka ambillah ia, dan apa yang Rasul larang kalian untuk mengambil dan melakukannya, maka hentikanlah. Dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya. Sesungguhnya Allah Mahakeras azabNya bagi siapa yang mendurhakaiNya dan menyelisihi perintah dan laranganNya. Ayat ini merupakan dasar dalam beramal sesuai dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, baik perkataan, perbuatan, dan penetapan Nabi .

لِلْفُقَرَآءِ ٱلْمُهَٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخْرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمْ وَأَمْوَٰلِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ

(8) "(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah, yang terusir dari kampung halaman mereka dan harta benda mereka demi mencari karunia dari Allah dan keridhaan(Nya), dan (demi) menolong (agama) Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar."

Harta fai" yang Allah berikan kepada Rasulullah ini juga diberikan kepada orang-orang Muhajirin yang miskin, yang dipaksa oleh orang-orang kafir Makkah untuk keluar meninggalkan harta dan rumah mereka demi mencari karunia Allah berupa rizki di dunia dan ridhaNya di akhirat, menolong Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah. Mereka adalah orang-orang yang benar yang membenarkan ucapan mereka dengan perbuatan mereka.

وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(9) "Dan orang-orang (kaum Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (kaum Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (kaum Muhajirin); dan mereka mengutamakan (kaum Muhajirin) atas diri mereka sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dirinya dijaga dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Orang-orang yang tinggal di Madinah, beriman sebelum orang-orang Muhajirin hijrah kepada mereka, yaitu kaum Anshar, mereka mencintai orang-orang Muhajirin dan membantu mereka dengan harta mereka. Mereka tidak menyimpan hasad apa pun kepada orang-orang Muhajirin dari harta fis' yang diberikan kepada mereka atau lainnya, mereka mendahulukan orang-orang Muhajirin dan orang-orang yang membutuhkan atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka juga miskin dan membutuhkan. Barangsiapa selamat dari kekikiran dan menahan harta yang lebih, maka mereka adalah orang-orang yang beruntung yang meraih apa yang mereka idam-idamkan.

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(10) "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (kaum Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, 'Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Belas kasih lagi Maha Penyayang'."

Orang-orang beriman yang datang sesudah kaum Muhajirin dan Anshar angkatan pertama berkata, "Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Ampunilah saudara-saudara kami seagama yang telah mendahului kami dalam beriman, dan jangan menjadikan di dalam hati kami hasad dan dengki kepada seorang pun dari orang-orang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau merahmati hamba-hambaMu dengan rahmat yang luas di dunia dan akhirat. Dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa hendaklah setiap Muslim memuji para pendahulunya dengan kebaikan, mendoakan mereka, mencintai para sahabat Rasulullah , memuji mereka dan mendoakan semoga Allah meridhai mereka.

Orang-orang Munafik Tidak Menepati Janjinya Terhadap Orang Yahudi

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نَافَقُواْ يَقُولُونَ لِإِخْوَٰنِهِمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِن قُوتِلْتُمْ لَنَنصُرَنَّكُمْ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ

(11) "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir1005 dari Ahli Kitab, 'Jika kalian benar-benar diusir, niscaya kami pun akan keluar bersama kalian; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kalian, dan jika kalian diperangi pasti kami akan membantu kalianDan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta"

Apakah kamu tidak melihat orang-orang munafik itu? Mereka berkata kepada saudara-saudara kafir mereka dari orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, "Bila Muhammad dan orang-orang yang bersamanya mengusir kalian dari negeri kalian, niscaya kami akan menyertai kalian. Kami tidak akan mendengar siapa pun yang meminta kami untuk tidak menolong kalian dan tidak keluar bersama kalian. Bila Muhammad dan orang-orangnya memerangi kalian, niscaya kami membantu kalian melawan mereka." Allah bersaksi bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang pendusta tentang apa yang mereka janjikan kepada orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir itu.


[1005] Yakni, Bani an-Nadhlr.

لَئِنْ أُخْرِجُواْ لَا يَخْرُجُونَ مَعَهُمْ وَلَئِن قُوتِلُواْ لَا يَنصُرُونَهُمْ وَلَئِن نَّصَرُوهُمْ لَيُوَلُّنَّ ٱلْأَدْبَٰرَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ

(12) "Jika mereka (Bani an-Nadhir) benar-benar diusir, mereka (orang-orang munafik) itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka diperangi, juga tidak akan menolong mereka; dan kalaupun mereka (orang-orang munafik itu) menolong mereka, pastilah mereka akan berpaling melarikan diri ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan."

Bila orang-orang Yahudi itu diusir dari Madinah, orang-orang munafik tidak akan ikut bersama mereka. Bila orang-orang Yahudi itu diperangi, orang-orang munafik tidak akan membela mereka sebagaimana yang mereka janjikan. Bila mereka membantu, niscaya mereka akan lari tunggang langgang, kemudian Allah tidak menolong mereka, sebaliknya membiarkan dan menghinakan mereka.

لَأَنتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِى صُدُورِهِم مِّنَ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

(13) "Sesungguhnya dalam hati mereka, kalian (kaum Muslimin) lebih ditakutkan daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti."

Ketakutan orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik kepada kalian wahai orang-orang beriman lebih besar dan lebih berat dalam dada mereka daripada ketakutan mereka kepada Allah. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti keagungan Allah dan iman ke-padaNya, serta tidak takut kepada azabNya.

لَا يُقَٰتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِى قُرًى مُّحَصَّنَةٍ أَوْ مِن وَرَآءِ جُدُرٍ ۚ بَأْسُهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ ۚ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ

(14) "Mereka tidak akan memerangi kalian (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kalian mengira mereka itu bersatu, padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti."

Orang-orang Yahudi tidak menghadapi kalian dalam perang bersama-sama kecuali dalam sebuah perkampungan di balik benteng dengan dinding dan paritnya atau di belakang tembok yang melindungi mereka, karena mereka adalah orang-orang penakut, ketakutan bercokol kuat dalam jiwa mereka, dan karena permusuhan di antara mereka keras; kalian mengira mereka bersatu di atas satu kalimat, padahal hati mereka terpecah-pecah. Hal itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti perintah Allah dan tidak merenungkan ayat-ayatNya.

كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَرِيبًا ۖ ذَاقُواْ وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(15) "(Mereka) seperti orang-orang sebelum mereka yang belum lama berselang,1006 telah merasakan akibat buruk disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka (juga) akan mendapat azab yang pedih."

Perumpamaan orang-orang Yahudi dan apa yang menimpa mereka itu adalah seperti orang-orang kafir Quraisy dalam Perang Badar dan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa', mereka telah mencicipi akibat buruk dari kekafiran mereka dan permusuhan mereka kepada Rasulullah di dunia, dan di akhirat mereka akan mendapatkan azab yang pedih dan menyakitkan.


[1006] Yakni, Bani Qainuqa' yang sebelumnya juga diusir dari Madinah, dan juga seperti kaum kafir Quraisy yang dikalahkan pada Perang Badar.

كَمَثَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَٰنِ ٱكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّنكَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(16) "(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan, ketika ia berkata kepada manusia,'Kafirlah kamu!' Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir, ia berkata,'Sesungguhnya aku berlepas diri darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam'."

Perumpamaan orang-orang munafik yang mendorong orang-orang Yahudi untuk berperang dan menjanjikan kemenangan kepada mereka atas Rasulullah adalah seperti setan yang menghiasi kekafiran bagi manusia dan menyerukannya kepadanya, tetapi setelah dia kafir, setan berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri darimu, aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta."

فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِى ٱلنَّارِ خَٰلِدَيْنِ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ

(17) "Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya berada dalam neraka; mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zhalim."

Akibat perintah setan dan manusia yang mematuhinya lalu dia kafir adalah bahwa keduanya masuk neraka, tinggal di dalamnya selamanya. Itu adalah balasan orang-orang yang melanggar dan melampaui batas-batas Allah.

Beberapa Peringatan

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

(18) "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan ."

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya, serta melaksanakan SyariatNya, takutlah kalian kepada Allah, waspadailah hukumanNya dengan melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepada kalian dan meninggalkan apa yang Allah larang bagi kalian. Hendaknya setiap jiwa merenungkan apa yang telah dilakukannya berupa amal perbuatan untuk menghadapi Hari Kiamat. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan, tidak ada sedikit pun dari amal kalian yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian karenanya.

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

(19) "Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."

Janganlah kalian wahai orang-orang beriman seperti orang-orang yang meninggalkan hak-hak Allah yang Dia wajibkan atas mereka, akibatnya Allah membuat mereka lupa terhadap hak mereka berupa kebaikan yang menyelamatkan mereka dari azab Allah pada Hari Kiamat. Mereka adalah orang-orang yang disifati dengan kefasikan, orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

(20) "Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; (karena) para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."

Tidak sama para penghuni neraka yang disiksa dan para penduduk surga yang diberi nikmat. Para penduduk surga adalah orang-orang yang mendapatkan apa yang mereka cari, yang selamat dari segala apa yang dibenci.

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُۥ خَٰشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

(21) "Sekiranya Kami menurunkan al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kalian akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir."

Seandainya Kami menurunkan al-Qur'an ini kepada sebuah gunung dari gunung-gunung yang ada, lalu ia mengerti ancaman dan janji di dalamnya, niscaya kamu melihat gunung itu dengan kekuatan dan kekerasannya tunduk, merendah dan terbelah karena takut kepada Allah. Perumpamaan itu Kami buat dan jelaskan kepada manusia agar mereka memikirkan Kuasa Allah dan keagunganNya. Ayat ini mengandung dorongan untuk merenungkan al-Qur'an, memahami makna-maknanya, dan mengamalkannya.

Beberapa Asma'ul Husna

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

(22) "Dia-lah Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Allah adalah Tuhan Yang berhak disembah, Yang tidak ada tuhan yang haq kecuali Dia, Yang mengetahui apa yang rahasia dan apa yang terang-terangan, mengetahui apa yang ghaib dan apa yang hadir, Dia Maha Pengasih yang rahmatNya meliputi segala sesuatu, juga Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman kepadaNya.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(23) "Dia-lah Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Maha Memberikan keamanan,1007 Yang Maha Memelihara keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Maha Menundukkan, Yang Memiliki segala keagungan; Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

Dia-lah Allah, Tuhan yang berhak disembah, Yang tidak ada tuhan yang haq selainNya, Pemilik segala sesuatu, Yang bertindak terhadapnya tanpa ditolak dan dihalangi, Yang disucikan dari segala kekurangan, Yang selamat dari segala aib, Yang membenarkan para nabi dan rasulNya dengan apa yang Yang Dia mengutus mereka dengannya, yaitu ayat-ayat yang jelas, Yang mengawasi seluruh makhlukNya dalam seluruh amal perbuatan mereka, Yang Mahaperkasa Yang tidak terkalahkan, Yang Mahakuat Yang mengalahkan seluruh hambaNya, dan seluruh makhluk tunduk kepadaNya, Yang memiliki segala keagungan dan kebesaran, Mahasuci Allah dari segala apa yang mereka sekutukan denganNya dalam beribadah kepadaNya.


[1007] Ada juga ulama yang memaknainya: Yang membenarkan para rasul dan nabiNya dengan ayat-ayat dan mukjizat-mukjizat.

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(24) "Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Dia memiliki Nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Dia-lah Allah, Yang Maha Pencipta, Yang menetapkan takdir para makhluk, Yang membuat, mengadakan, dan menumbuhkan mereka sesuai dengan hikmahNya, Yang membentuk makhlukNya bagaimana Allah berkehendak. Milik Allah-lah Asma'ul Husna dan sifat-sifat yang tinggi, seluruh apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Allah Mahaperkasa, Pemilik hukuman berat atas musuh-musuhNya, Mahabijaksana dalam pengaturanNya terhadap urusan makhlukNya.