Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Mujaadalah

BEBERAPA KETENTUAN DALAM ISLAM
Hukum Zhihar

قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

(1) "Sungguh Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."1001

Sungguh Allah telah mendengar ucapan Khaulah binti Tsa'labah yang mengadu kepadamu tentang suaminya Aus bin ash-Shamit, berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh Aus terhadap Khaulah, yaitu monzhiharnya. Dia mengucapkan kepadanya, "Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku", yakni dalam hal pengharaman pernikahan. Khaulah memohon kepada Allah agar mengangkat kesulitannya. Allah mendengar perbincangan dan pembicaraan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar setiap perkataan, Maha Melihat segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.


[1001] Sebab turunnya ayat ini ialah berhubungan dengan persoalan seorang perempuan yang bernama Khaulah binti Tsa'labah yang telah dizhihar oleh suaminya, Aus bin ash-Shamit, yaitu dengan mengatakan kepada istrinya, "Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku", dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli istrinya, sebagaimana dia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut adat jahiliyah, kalimat zhihar seperti itu sudah sama dengan mentalak istri. Maka Khaulah mengadukan halnya itu kepada Rasulullah . Rasulullah menjawab bahwa dalam hal ini belum ada keputusan dari Allah . Dan dalam riwayat yang lain Rasulullah mengatakan, "Engkau telah diharamkan digauli olehnya." Lalu Khaulah berkata, "Suamiku belum menyebut kata-kata talak." Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini, hingga akhirnya turunlah ayat ini dan ayat-ayat berikutnya.

ٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَٰتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهَٰتُهُمْ إِلَّا ٱلَّٰٓـِٔى وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنكَرًا مِّنَ ٱلْقَوْلِ وَزُورًا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

(2) "Orang-orang di antara kalian yang menzhihar istrinya, (dengan menganggap istrinya bagaikan ibu mereka), padahal istri mereka itu bukanlah ibu mereka, karena sesungguhnya ibu-ibu mereka hanyalah perempuan-perempuan yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."

Orang-orang yang menzhihar istri-istri mereka di antara kalian, di mana suami berkata kepada istrinya, "Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku", yakni, dalam pengharaman pernikahan, maka mereka telah durhaka kepada Allah dan menyelisihi syariatNya. Istri-istri mereka sejatinya bukanlah ibu-ibu mereka, akan tetapi istri-istri mereka. Ibu-ibu mereka adalah wanita-wanita yang melahirkan mereka. Sesungguhnya orang-orang yang melakukan zhihar benar-benar mengatakan sesuatu yang dusta dan buruk, dan tidak benar. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Pengampun kepada siapa yang melakukan penyimpangan lalu segera bertaubat nashuha.

وَٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُواْ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِّن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

(3) "Dan mereka yang menzhihar istri mereka. kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan searang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur Demikianlah yang diajarkan kepada kalian, dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan."

Orang-orang yang mengharamkan istri-istri mereka atas diri mereka dengan zhihar, kemudian mereka membatalkan ucapan mereka dan hendak menggauli istri-istri mereka, maka suami yang menzhihar dalam keadaan ini harus membayar kafarat pengharaman, yaitu memerdekakan seorang budak laki-laki atau perempuan yang beriman sebelum menggauli istrinya yang dizhiharnya. Itu adalah hukum Allah, untuk siapa yang menzhihar istrinya, dengannya kalian wahai orang-orang beriman dinasihati, agar kalian tidak melakukan zhihar dan berkata dusta, dan kalian bisa membayar kafaratnya bila kalian melakukannya, dan agar kalian tidak mengulanginya. Allah, tidak samar bagiNya sedikit pun dari amal-amal kalian, dan Dia akan membalas kalian atasnya.

فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۖ فَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۗ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(4) "Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur, lalu barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah, agar kalian beriman kepada Allah dan RasulNya. Itulah hukum-hukum Allah, dan orang-orang yang kafir (kepadanya) akan mendapat azab yang sangat pedih."

Barangsiapa tidak mendapatkan budak yang bisa dia merdekakan, wajib atasnya berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum menggauli istrinya. Barangsiapa tidak sanggup berpuasa karena udzur syar'i, maka dia memberi makan 60 orang fakir miskin yang tidak memiliki kadar kecukupan dan tidak memiliki apa yang dapat memenuhi hajat mereka. Hukum-hukum zhihar yang Kami jelaskan kepada kalian ini bertujuan supaya kalian membenarkan Allah, mengikuti RasulNya, mengamalkan syariat Allah, dan meninggalkan apa yang kalian lakukan di zaman jahiliyah. Hukum-hukum tersebut adalah perintah-perintah Allah dan batasan-batasanNya, maka janganlah kalian melanggarnya. Dan orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menyakitkan.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ كُبِتُواْ كَمَا كُبِتَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ وَقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَٰتٍ بَيِّنَٰتٍ ۚ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

(5) "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya pasti dihinakan, sebagaimana dihinakannya orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh Kami telah menurunkan ayat-ayat (bukti-bukti) yang nyata. Dan orang-orang yang kafir (kepadanya) akan mendapat azab yang menghinakan."

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, serta menyellsih! perintah keduanya, pasti dicampakkan dan diabaikan sebagaimana dicampakkannya orang-orang sebelum mereka dari umat-umat yang menentang Allah dan para rasulNya. Kami telah menurunkan ayat-ayat Kami yang hujjahnya jelas yang menunjukkan bahwa syariat Allah dan batasan-batasanNya adalah haq. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat tersebut akan mendapat azab yang menghinakan di Neraka Jahanam.

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْ ۚ أَحْصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

(6) "Pada hari itu mereka semua akan dibangkitkan oleh Allah, lalu Dia akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu"

Ingatlah wahai Rasul akan Hari Kiamat, yaitu hari yang Allah menghidupkan semua orang-orang mati. Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian di satu tanah lapang, lalu Allah akan mengabarkan kepada mereka tentang apa yang mereka lakukan, baik atau buruk. Allah menghitungnya dan menulisnya dalam Lauhul Mahfuzh, menjaganya bagi mereka pada lembaran-lembaran amal mereka sementara mereka telah melupakannya. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu, tidak ada yang samar bagiNya.

Celaan Terhadap Perundingan Rahasia Untuk Memusuhi Islam

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَىٰ ثَلَٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَآ أَدْنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُواْ ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

(7) "Tidakkah engkau perhatikan bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya, dan tidak ada (pula pembicaraan rahasia antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya, dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu di langit dan di bumi? Tidak ada tiga orang dari makhluk Allah yang berbisik-bisik di antara mereka tentang sebuah rahasia kecuali Allah bersama mereka dengan ilmu dan pengetahuanNya, tidak juga lima orang kecuali Allah yang keenam, tidak lebih sedikit, tidak lebih banyak dari angka-angka tersebut kecuali Allah bersama mereka dengan ilmuNya, di tempat mana pun mereka berada, tidak ada sesuatu pun dari urusan mereka yang samar bagiNya. Kemudian Allah akan mengabari mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang mereka lakukan berupa kebaikan atau keburukan dan membalas mereka atasnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُواْ عَنِ ٱلنَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُواْ عَنْهُ وَيَتَنَٰجَوْنَ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِىٓ أَنفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

(8) "Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul? Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, 'Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu ?' Cukuplah bagi mereka Neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali."

Apakah kamu wahai Rasul, tidak melihat kepada orang-orang Yahudi yang dilarang berbisik-bisik secara rahasia dengan sesuatu yang menimbulkan kecurigaan pada hati orang-orang beriman, kemudian mereka melakukan kembali apa yang dilarang itu, di mana mereka berbicara secara rahasia dengan pembicaraan yang mengandung dosa, permusuhan, dan penyelisihan terhadap perintah Rasulullah? Bila orang-orang Yahudi itu datang kepadamu wahai Rasul, untuk satu urusan, mereka mengucapkan penghormatan kepadamu yang tidak Allah jadikan sebagai penghormatan bagimu, yaitu mereka berkata, "As-Samu alaika", yang berarti, semoga kematian menimpamu. Mereka berkata di antara mereka, "Bila memang Muhammad adalah utusan Allah yang benar, mengapa Allah tidak menghukum kita atas apa yang kita ucapkan kepadanya?" Cukuplah Neraka Jahanam bagi mereka yang akan mereka masuki, mereka akan merasakan panasnya, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَنَٰجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَٰجَوْاْ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَتَنَٰجَوْاْ بِٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

(9) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kalian membicarakan perbuatan dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul, tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebaikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepadaNya kalian akan dikumpulkan kembali"

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian berbisik-bisik secara rahasia di antara kalian, jangan berbisik dengan sesuatu yang mengandung dosa, dalam bentuk pelanggaran terhadap orang lain atau penyelisihan terhadap perintah Rasulullah, sebaliknya berbicaralah sesuatu yang mengandung kebaikan, ketaatan dan keinginan berbuat baik. Dan takutlah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Hanya kepada Allah semata kalian akan kembali dengan membawa seluruh amal perbuatan dan perkataan kalian yang Dia catat untuk kalian, dan Dia akan membalas kalian atasnya.

إِنَّمَا ٱلنَّجْوَىٰ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ لِيَحْزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيْسَ بِضَآرِّهِمْ شَيْـًٔا إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

(10) "Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan rahasia) itu tidaklah memudaratkan mereka sedikit pun, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal"

Sesungguhnya berbicara secara rahasia dengan sesuatu yang mengandung dosa dan permusuhan adalah dari godaan setan, dialah yang menghiasinya dan yang mendorong kepadanya, agar menyusupkan kesedihan ke dalam hati orang-orang beriman, walaupun hal itu tidak mengganggu orang-orang beriman sedikit pun kecuali dengan izin Allah dan kehendakNya. Dan hendaknya hanya kepada Allah semata orang-orang Mukmin menyerahkan segala urusan mereka.

Sopan Santun Menghadiri Majelis Nabi

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُواْ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُواْ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

(11) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepada kalian, 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, 'Berdirilah kalian maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan"

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian diminta agar sebagian dari kalian melapangkan majelis untuk sebagian yang lain, maka lakukanlah, niscaya Allah akan melapangkan untuk kalian di dunia dan akhirat. Bila kalian wahai orang-orang yang beriman, diminta agar bangkit dari majelis kalian untuk sesuatu hajat yang mengandung kebaikan bagi kalian, maka bangkitlah. Allah akan meninggikan kedudukan orang-orang beriman yang ikhlas di antara kalian. Allah meninggikan derajat ahli ilmu dengan derajat-derajat yang banyak dalam pahala dan derajat meraih keridhaan. Allah Mahateliti terhadap amal-amal kalian, tidak ada sesuatu yang samar bagiNya, dan Dia akan membalas kalian atasnya. Ayat ini menyanjung kedudukan para ulama dan keutamaan mereka, serta ketinggian derajat mereka.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَٰجَيْتُمُ ٱلرَّسُولَ فَقَدِّمُواْ بَيْنَ يَدَىْ نَجْوَىٰكُمْ صَدَقَةً ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَأَطْهَرُ ۚ فَإِن لَّمْ تَجِدُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(12) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia (khusus) dengan Rasul, maka hendaklah kalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan rahasia kalian itu. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian dan lebih bersih. Tetapi jika kalian tidak memperoleh (yang akan disedekahkan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian hendak berbicara kepada Rasulullah secara rahasia empat mata, maka sebelum itu berikanlah sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini lebih baik bagi kalian, karena ini mengandung pahala dan lebih bersih bagi hati kalian dari dosa. Namun bila kalian tidak mempunyai sesuatu untuk disedekahkan, maka tidak mengapa, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-hambaNya yang beriman lagi Maha Penyayang kepada mereka.

ءَأَشْفَقْتُمْ أَن تُقَدِّمُواْ بَيْنَ يَدَىْ نَجْوَىٰكُمْ صَدَقَٰتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُواْ وَتَابَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

(13) "Apakah kalian takut akan (menjadi miskin) karena kalian memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan rahasia (khusus) dengan Rasul tersebut? Tetapi jika kalian tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepada kalian, maka dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada Allah dan RasulNya! Dan Allah Mahateliti terhadap apa-apa yang kalian kerjakan."

Apakah kalian takut miskin bila kalian memberikan sedekah sebelum kalian berbicara empat mata dengan Rasulullah? Bila kalian tidak melakukan apa yang diperintahkan kepada kalian dan Allah mengampuni kalian, memberikan keringanan kepada kalian dengan membolehkan kalian tidak melakukannya, maka tegakkanlah shalat, berikanlah zakat dengan teguh dan konsisten, serta taatilah Allah dan RasulNya dalam apa yang diperintahkan kepada kalian. Allah Mahateliti terhadap amal-amal kalian dan akan membalas kalian atasnya.

Larangan Berteman Dengan Orang-orang yang Memusuhi Islam

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْاْ قَوْمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مَّا هُم مِّنكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى ٱلْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

(14) "Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari kalian dan bukan dari mereka. Dan mereka bersumpah secara bohong, sedang mereka mengetahuinya"

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang mengangkat orang-orang Yahudi sebagai teman dan memberikan loyalitasnya kepada mereka? Pada hakikatnya orang-orang munafik tidak termasuk orang-orang beriman dan tidak pula termasuk orang-orang Yahudi. Mereka bersumpah secara dusta bahwa mereka adalah kaum Muslimin dan bahwa kamu adalah Rasulullah, padahal mereka tahu bahwa mereka dusta dalam sumpah mereka tersebut.

أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(15) "Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka. Sesungguhnyaf amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu"

Allah menyiapkan bagi orang-orang munafik itu azab yang sangat keras dan menyakitkan. Sesungguhnya kemunafikan dan sumpah dusta yang mereka lakukan adalah seburuk-buruk perbuatan.

ٱتَّخَذُوٓاْ أَيْمَٰنَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

(16) "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka mereka akan mendapatkan azab yang menghinakan

Orang-orang munafik itu menjadikan sumpah dusta mereka sebagai tameng yang melindungi mereka dari pembunuhan disebabkan kekafiran mereka, agar kaum Muslimin tidak memerangi mereka dan menawan anak-anak mereka, dengan itu mereka telah menghalang-halangi diri mereka dan orang lain dari jalan Allah, yaitu Islam. Bagi mereka azab yang menghinakan di dalam neraka, karena kesombongan mereka dengan tidak mau beriman kepada Allah dan Rasulullah dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.

لَّن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(17) "Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya"

Harta dan anak-anak orang-orang munafik itu tidak akan bisa melindungi mereka dari azab Allah sedikit pun. Mereka itu adalah para penghuni neraka yang akan memasukinya dan akan kekal di dalamnya, tidak akan keluar darinya. Balasan ini mencakup semua orang yang menghalang-halangi agama Allah dengan ucapan maupun perbuatannya.

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ ۖ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ ۚ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ

(18) "(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah akan membangkitkan mereka semua, lalu mereka bersumpah kepadaNya (bahwa mereka bukan orang-orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepada kalian; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah orang-orang pendusta."

Pada Hari Kiamat Allah akan membangkitkan orang-orang munafik seluruhnya dari kubur mereka dalam keadaan hidup. Mereka akan bersumpah kepada Allah bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman, sebagaimana mereka telah bersumpah kepada kalian wahai orang-orang beriman di dunia, mereka meyakini bahwa hal itu bermanfaat bagi mereka di sisi Allah sebagaimana hal itu bermanfaat bagi mereka di dunia. Ketahuilah, bahwa mereka adalah orang-orang yang gemar berdusta, dusta mereka mencapai titik yang tidak dijangkau oleh selain mereka.

ٱسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ ٱلشَّيْطَٰنُ فَأَنسَىٰهُمْ ذِكْرَ ٱللَّهِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزْبُ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱلشَّيْطَٰنِ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

(19) "Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang rugi."

Setan mengalahkan dan menguasai mereka hingga mereka meninggalkan perintah-perintah Allah dan tidak taat kepadaNya. Mereka adalah golongan setan dan para pengikutnya. Ketahuilah, bahwa golongan setan adalah orang-orang yang merugi di dunia dan akhirat.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ أُوْلَٰٓئِكَ فِى ٱلْأَذَلِّينَ

(20) "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina ."

Sesungguhnya orang-orang yang menyelisihi perintah Allah dan RasulNya, adalah termasuk di antara orang-orang yang terhina, kalah, dan rendah; di dunia dan akhirat.

كَتَبَ ٱللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا۠ وَرُسُلِىٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ

(21) "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasulKu pasti menang' Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa."

Allah telah menulis di Lauhul Mahfuzh dan memutuskan bahwa kemenangan adalah milikNya, kitabNya, para utusanNya dan hamba-hambaNya yang Mukmin. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak ada sesuatu pun yang melemahkannya lagi Mahaperkasa atas makhlukNya.

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(22) "Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu adalah bapak mereka, anak mereka, saudara mereka, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah tanamkan keimanan dalam hati mereka dan Allah telah menguatkan mereka dengan ruh (pertolongan)1002 dariNya. Dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha (merasa puas) terhadap (limpahan rahmat)Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung."

Kamu wahai Rasul, tidak akan mendapati suatu kaum yang membenarkan Allah dan Hari Kiamat, serta melaksanakan apa yang Dia syariat-kan, mencintai dan loyal kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan RasulNya dan menyelisihi perintah keduanya, sekalipun mereka adalah bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, atau para kerabat mereka. Orang-orang yang mencintai dan memusuhi karena Allah, Allah akan meneguhkan iman dalam hati mereka, menguatkan mereka dengan kemenangan dari sisiNya dan dukungan atas musuh-musuh mereka di dunia, memasukkan mereka di akhirat ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya, mereka tinggal di dalamnya selamanya, yang tidak akan pernah berakhir. Allah menurunkan ridhaNya kepada mereka sehingga Dia tidak murka kepada mereka, mereka ridha kepada Tuhan mereka dengan apa yang Dia berikan kepada mereka berupa pemuliaan-pemuliaan dan derajat-derajat yang tinggi. Mereka adalah golongan Allah dan wali-waliNya. Mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.


[1002] Yakni, berupa: kemauan dan kekuatan batin, kebersihan hati, kemenangan terhadap musuh, dan lain-lain.