Isi Tafsir Al-Qur'an

An Najm

ALLAH BERSUMPAH BAHWA WAHYU YANG DITURUNKAN KEPADA NABI MUHAMMAD ADALAH BENAR

وَٱلنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ . مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ . وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ

(1-4) "Demi bintang ketika terbenam, kawan kalian (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) menyimpang, dan tidaklah dia berucap menurut hawa nafsunya. Ia (al-Qur 'an dan as-Sunnah yang disampaikannya) itu tidak lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)?"

Allah bersumpah dengan bintang-bintang bila ia terbenam, (bahwa) Muhammad tidak menyimpang dari jalan hidayah dan kebenaran, tidak keluar dari jalan lurus, sebaliknya dia berada di puncak istiqamah, keseimbangan dan kelurusan, ucapannya tidak keluar dari hawa nafsu. Al-Qur'an dan as-Sunnah tidak lain kecuali wahyu dari Allah kepada NabiNya, Muhammad .

عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ . ذُو مِرَّةٍ فَٱسْتَوَىٰ . وَهُوَ بِٱلْأُفُقِ ٱلْأَعْلَىٰ . ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ . فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ . فَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ . مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ

(6-11) "yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (yang bagus dan perkasa), sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat (kepada Muhammad), lalu bertambah dekat, sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu disampaikannya wahyu kepada hambaNya itu (Muhammad) apa yang telah Dia wahyukan. Hati(nya) tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya."977

Yang mengajari Muhammad adalah malaikat yang mempunyai kekuatan besar, pemilik penampilan yang baik, yaitu Jibril yang duduk dan nampak terlihat oleh Rasulullah dalam wujud aslinya di ufuk tertinggi, yaitu ufuk matahari saat ia terbit, kemudian Jibril mendekat kepada Rasulullah , dia semakin mendekat, sehingga kedekatannya sedekat dua busur panah atau lebih dekat lagi, Lalu Allah mewahyukan kepada hambaNya, Muhammad , apa yang Dia wahyukan melalui Jibril, Hati Muhammad tidak mendustakan apa yang dia lihat dan saksikan,


[977] Ayat 4-11 ini menggambarkan peristiwa turunnya wahyu yang pertama di gua Hira.

أَفَتُمَٰرُونَهُۥ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ . وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ . عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ . عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰٓ . إِذْ يَغْشَى ٱلسِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ . مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ . لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلْكُبْرَىٰٓ

(12-18) 'Maka apakah kalian (wahai kaum musyrikin Makkah) hendak membantahnya tentang apa yang dia (Muhammad) lihat itu ? Dan sungguh dia telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada kali (kesempatan) yang lain) (yaitu) di Sidratul Muntaha,978 di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha itu diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sungguh dia telah melihat sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar."

Apakah kalian mendustakan Muhammad dan mendebatnya atas apa yang dia lihat dan dia saksikan dari tanda-tanda kebesaran Tuhannya? Sungguh Muhammad telah melihat Jibril dalam wujud aslinya sebagaimana Allah menciptakannya pada kesempatan yang lain di Sidratul Muntaha, pohon Nabq, di langit ketujuh, di mana apa yang naik dari bumi berhenti padanya, apa yang turun dari atasnya terparkir di sana. Di sana ada Surga Ma'wa yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Saat Sidratul Muntaha dikelilingi sesuatu yang agung atas perintah Allah, hanya Allah semata yang tahu sifatnya. Nabi adalah orang yang sangat teguh hatinya dan sangat taat, maka pandangan beliau tidak menengok ke kanan dan ke kiri, tidak melebihi apa yang diizinkan untuk dilihatnya. Muhammad telah melihat di malam Mi'raj itu tanda-tanda besar Tuhannya yang menunjukkan KuasaNya dan keagunganNya, yang di antaranya adalah surga, neraka, dan lainnya.


[978] Sidratul Muntaha yaitu tempat yang paling atas pada langit yang ke-7, yang telah dikunjungi Nabi ketika Mi'raj.

أَفَرَءَيْتُمُ ٱللَّٰتَ وَٱلْعُزَّىٰ . وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلْأُخْرَىٰٓ

(19-20) "Maka apakah kalian (wahai orang-orang musyrik) memperhatikan (berhala) al-Lata, dan al-’Uzza, serta Manatyang ketiga yang lain (yang kalian sembah itu dapat mendatangkan manfaat atau mudarat, sehingga pantas menjadi sekutu-sekutu bagi Allah)?"

Apakah kalian wahai orang-orang musyrik, memperhatikan tuhan-tuhan yang kalian sembah: al-Lata, al-Uzza dan yang ketiga lainnya adalah Manat; apakah mereka bisa mendatangkan manfaat atau mudarat sehingga mereka menjadi sekutu-sekutu bagi Allah?

أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلْأُنثَىٰ . تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰٓ . إِنْ هِىَ إِلَّآ أَسْمَآءٌ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَٰنٍ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَمَا تَهْوَى ٱلْأَنفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ ٱلْهُدَىٰٓ

(21-23) "Apakah (pantas) untuk kalian yang laki-laki dan untukNya yang perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang zhalim (curang). Itu semua tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian ada-adakan; Allah tidak menurunkan suatu bukti (hujjah) apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu (mereka). Padahal sungguh telah datang petunjuk dari Tuhan mereka."

Apakah kalian memberikan anak lelaki yang kalian harapkan untuk diri kalian lalu kalian memberikan anak perempuan kepada Allah, padahal kalian sendiri tidak menerimanya untuk diri kalian? Jika demikian, maka itu adalah sebuah pembagian yang curang. Berhala-berhala itu hanya nama, yang tidak memiliki sedikit pun sifat kesempurnaan. Ia hanya nama-nama yang kalian dan leluhur kalian berikan sesuai dengan hawa nafsu kalian yang batil, Allah tidak menurunkan bukti yang membenarkan klaim kalian tentangnya. Orang-orang musyrik itu tidak mengikuti kecuali dugaan dan hawa nafsu mereka yang menyimpang dari fitrah yang selamat. Sungguh telah datang kepada mereka dari Tuhan mereka melalui Nabi, apa-apa yang mengandung hidayah bagi mereka, tetapi mereka tidak mau mengambil manfaat darinya.

أَمْ لِلْإِنسَٰنِ مَا تَمَنَّىٰ . فَلِلَّهِ ٱلْءَاخِرَةُ وَٱلْأُولَىٰ

(24-25) "Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya? (Tidak!) Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia."

Manusia tidak mendapatkan apa yang diangan-angankannya, yaitu syafa'at dari tuhan-tuhan batil atau lainnya yang diinginkan oleh hawa nafsunya. Hanya milik Allah-lah urusan dunia dan akhirat.

CELAAN-CELAAN ALLAH KEPADA KAUM MUSYRIKIN YANG MENGHARAPKAN SYAFA'AT DARI MALAIKAT

۞ وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغْنِى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا إِلَّا مِنۢ بَعْدِ أَن يَأْذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرْضَىٰٓ

(26) "Dan betapa banyak malaikat di langit, syafa'at (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali apabila Allah telah mengizinkan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhai."

Banyak malaikat di langit dengan kedudukan mereka yang tinggi, syafa'at mereka tidak berguna sama sekali kecuali sesudah Allah mengizinkan mereka untuk memberi syafa'at dan meridhai siapa yang diberi syafa'at.

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ تَسْمِيَةَ ٱلْأُنثَىٰ . وَمَا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ ۖ وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًٔا

(27-28) "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, mereka benar-benar menamakan para malaikat dengan nama perempuan. Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan sqja, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaidah sedikit pun terhadap kebenaran"

Sesungguhnya orang-orang yang tidak membenarkan kehidupan akhirat dari orang-orang kafir Arab dan tidak beramal untuknya, memberi nama para malaikat dengan nama perempuan, karena mereka menyangka dengan kebodohan mereka, bahwa para malaikat adalah wanita, dan bahwa mereka adalah anak-anak perempuan Allah. Mereka tidak punya bukti yang shahih yang membenarkan ucapan mereka. Mereka tidak mengikuti kecuali dugaan yang tidak berguna sedikit pun, ia sama sekali tidak akan menjadi kebenaran.

فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا . ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱهْتَدَىٰ

(29-30) "Maka abaikanlah (wahai Rasul) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan hanya menginginkan kehidupan dunia. Itulah kadar ilmu mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dia pula lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."

Maka berpalinglah dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, yaitu al-Qur'an, dan dia tidak ingin kecuali kehidupan dunia. Apa yang mereka pegang itu adalah ujung ilmu mereka dan tujuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu lebih tahu tentang siapa yang menyimpang dari jalan petunjuk, sebagaimana Dia lebih tahu tentang siapa yang mendapatkan petunjuk dan mengambil jalan Islam. Di sini terkandung peringatan keras terhadap para pendurhaka yang menolak beramal sesuai dengan al-Qur'an dan sunnah Rasulullah , yang mendahulukan hawa nafsu dan harta dunia dibanding akhirat.

ORANG-ORANG YANG MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR MENDAPAT AMPUNAN DAN BALASAN YANG BAIK DARI ALLAH .

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ بِمَا عَمِلُواْ وَيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ أَحْسَنُواْ بِٱلْحُسْنَى . ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ

(31-32) "Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunanNya. Dia mengetahui tentang kalian sejak Dia menjadikan kalian dari tanah, lalu ketika kalian masih janin dalam perut ibu kalian. Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci; Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa."

Hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Allah hendak membalas orang-orang yang berbuat buruk dengan menghukum mereka atas apa yang mereka lakukan dengan keburukan dan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan surga. Mereka adalah orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji kecuali lamam, yaitu dosa-dosa kecil yang pelakunya tidak melakukannya terus-menerus, atau melakukannya sesekali saja. Dosa kecil seperti ini, apabila pelakunya melakukan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan, akan diampuni dan ditutupi oleh Allah bagi pelakunya. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunanNya, Dia lebih mengetahui tentang keadaan kalian saat Dia menciptakan bapak kalian, yaitu Adam, dari tanah, dan saat kalian dalam bentuk janin di rahim ibu kalian. Maka jangan menyucikan diri kalian, menyanjung dan memujinya dengan ketakwaan, karena Dia lebih tahu siapa yang menjaga dirinya dari hukumanNya dari hamba-hambaNya, lalu tidak berbuat maksiat kepadaNya.

KEHANCURAN ORANG YANG MENDUSTAKAN KEBENARAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN MASING-MASING MANUSIA ATAS PERBUATANNYA

أَفَرَءَيْتَ ٱلَّذِى تَوَلَّىٰ . وَأَعْطَىٰ قَلِيلًا وَأَكْدَىٰٓ

(33-34) "Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari al-Qur'an) dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya ?"

Tidakkah kamu wahai Rasul, memperhatikan orang yang berpaling dari ketaatan kepada Allah dan dia hanya memberi sedikit dari hartanya, kemudian menghentikan pemberian dan kebaikannya?

أَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلْغَيْبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ

(35) "Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang ghaib sehingga dia dapat melihat (nya)?"

Apakah orang yang menghentikan kebaikannya ini punya ilmu ghaib bahwa apa yang ada di tangannya akan habis sehingga dia menghentikan kebaikannya, di mana dia melihatnya dengan mata kepalanya? Sama sekali tidak demikian, karena dia menahan dirinya dari bersedekah, serta tidak memberikan harta dan kebaikannya, adalah hanya karena bakhil dan kikir.

أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِى صُحُفِ مُوسَىٰ . وَإِبْرَٰهِيمَ ٱلَّذِى وَفَّىٰٓ

(36-37) "Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa? Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?"

Apakah dia belum diberitahu tentang apa yang ada pada lembaran-lembaran Taurat dan shuhuf Ibrahim yang memenuhi apa yang diperintahkan kepadanya dan menyampaikannya?

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ . وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

(38-39) "(Yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,"

Yaitu bahwa seseorang tidak dihukum karena dosa orang lain, dan dosa seseorang tidak dipikul oleh orang lain. Seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali apa yang diusahakannya untuk dirinya sesuai kesanggupannya.

وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ

(40) "dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),"

Usaha seseorang akan diperlihatkan di akhirat. Yang baik akan dibedakan dari yang buruk untuk memuliakan orang yang berbuat baik dan merendahkan orang yang berbuat buruk.

ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ . وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلْمُنتَهَىٰ

(41-42) "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu)"

Kemudian manusia dibalas atas usahanya dengan balasan yang sempurna untuk seluruh amalnya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu wahai Rasul, tempat kembali seluruh makhluk di Hari Kiamat.

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

(43) "Dan bahwasanya Dia-lah Yang menjadikan orang tertawa dan menangis,"

Sesungguhnya Allah membuat tertawa siapa yang Dia kehendaki dan membuat menangis siapa yang Dia kehendaki.

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا

(44) "dan bahwasanya Dia-lah Yang mematikan dan menghidupkan,"

Sesungguhnya Allah mematikan siapa yang Dia inginkan mati dari makhlukNya, dan menghidupkan siapa yang Dia inginkan kehidupannya. Hanya Allah semata pemilik hak menghidupkan dan mematikan.

وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰ . مِن نُّطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ

(45-46) "dan bahwasanya Dia-lah Yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan, dari mani, apabila dipancarkan,"

Dan bahwasanya Allah-lah Yang menciptakan pasangan lelaki dan wanita, baik dari manusia maupun binatang, dari setetes air yang dimasukkan ke rahim.

وَأَنَّ عَلَيْهِ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْأُخْرَىٰ

(47) "dan bahwasanya Dia-lah Yang melakukan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),"

Dan bahwa Tuhanmulah, wahai Rasul, Yang kuasa Mengembalikan penciptaan mereka sesudah kematian mereka, yaitu kehidupan baru di Hari Kiamat.

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ

(48) "dan bahwasanya Dia-lah Yang memberikan kekayaan dan kecukupan."

Dia-lah yang membuat kaya siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya dengan harta, membuat mereka memilikinya, dan membuat mereka ridha dengannya.

وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعْرَىٰ

(49) "dan bahwasanya Dia-lah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra"679

Juga bahwasanya Allah adalah Tuhan Pemilik Syi'ra, bintang yang bersinar, yang mana sebagian orang-orang jahiliyah menyembahnya selain


[679] Yaitu, bintang yang disembah oleh orang-orang Arab pada mana jahiliyah.

وَأَنَّهُۥٓ أَهْلَكَ عَادًا ٱلْأُولَىٰ . وَثَمُودَاْ فَمَآ أَبْقَىٰ . وَقَوْمَ نُوحٍ مِّن قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُواْ هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ . وَٱلْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ . فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ

(50-54) "dan bahwasanya Dia-lah Yang telah membinasakan kaum Ad dahulu kala, dan kaum Tsamud, tidak seorang pun yang ditinggalkannya (hidup), dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka. Dan negeri yang terbalik (negeri kaum Ijuth) Dia-lah yang telah meryatuhkan (nya), lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (batu-batu) yang menimpanya (dari langit)"

Dan bahwasanya Allah membinasakan Ad yang pertama, yaitu kaum Hud, dan juga membinasakan Tsamud, yaitu kaum Shaleh, juga tidak menyisakan seorang pun dari mereka, dan sebelum mereka, Allah membinasakan kaum Nuh; mereka itu lebih bengal dan lebih kafir dari orang-orang yang datang sesudah mereka. Kota kaum Luth dibalik oleh Allah, Allah menjadikan bagian atasnya menjadi bagian bawah, lalu Allah menumpahkan apa yang Dia tumpahkan, yaitu bebatuan yang turun terus-menerus seperti hujan.

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ

(55) "Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?"

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah, wahai manusia yang mendustakan, yang kamu ragukan?

هَٰذَا نَذِيرٌ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلْأُولَىٰٓ

(56) "Ini (Muhammad) adalah salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu"

Ini, Muhammad adalah pemberi peringatan dengan kebenaran yang dengannya para nabi sebelumnya juga memberikan peringatan, dan dia bukan rasul pertama.

أَزِفَتِ ٱلْءَازِفَةُ . لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ

(57-58) "Yang dekat (Hari Kiamat) telah semakin mendekat. Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (kapan terjadinya hari itu) selain Allah"

Hari Kiamat sudah dekat, waktunya tidak lama lagi, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya selain Allah. Dan tidak ada yang mengetahui waktunya kecuali Allah semata.

أَفَمِنْ هَٰذَا ٱلْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ . وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ . وَأَنتُمْ سَٰمِدُونَ . فَٱسْجُدُواْ لِلَّهِ وَٱعْبُدُواْ ۩

(59-62) "Maka apakah kalian merasa heran terhadap pemberitaan ini, dan kalian tertawa serta tidak menangis, sedang kalian lengah (darinya)? Maka bersujudlah kalian kepada Allah dan sembahlah (Dia)"

Maka apakah kalian wahai orang-orang musyrik, heran terhadap kebenaran al-Qur'an ini dan kalian menertawakannya sebagai penghinaan dan perendahan, kalian tidak menangis karena takut kepada ancamannya, kalian terus lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah, ikhlaskanlah ibadah hanya kepadaNya, dan serahkanlah segala urusan kalian kepadaNya.