Isi Tafsir Al-Qur'an

Asy Syuura

POKOK-POKOK DAKWAH PARA RASUL ADALAH SAMA
Allah Menurunkan Wahyu Kepada Nabi Muhammad Sebagaimana Kepada Rasul-rasul Sebelumnya

حمٓ

(1-2) "Ha Mim. "Ain Sin Qaf"

(Ha Mim. Ain Sin Qaf). Pembicaraan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (seperti ini) telah hadir di awal Surat al-Baqarah.

عٓسٓقٓ

(3) "Demikianlah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana mewahyukan kepadamu (wahai Rasul) dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu."

Sebagaimana Allah telah menurunkan al-Qur'an ini kepadamu wahai Rasul, Dia juga menurunkan kitab-kitab dan shuhuf-shuhuf kepada para nabi sebelummu. Dan Dia Mahaperkasa dalam pembalasanNya dan Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya.

كَذَٰلِكَ يُوحِىٓ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(4) "MilikNya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung."

Hanya milik Allah semata apa yang ada di langit dan di bumi, Dia Mahatinggi dengan Dzat, Kuasa, dan keperkasaanNya, juga Mahaagung yang memiliki keagungan dan kebesaran.

Para Malaikat Memohonkan Ampun Kepada Allah Untuk Penghuni Bumi

لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

(5) "Hampir saja semua langit itu pecah dari bagian atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tiihan mereka dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Langit hampir terbelah -setiap tingkatan langit berada di atas yang di bawahnya- karena keagungan dan kemuliaan Allah yang Maha Penyayang. Sedangkan para malaikat bertasbih dengan memuji Tuhan mereka dan menyucikanNya dari apa yang tidak patut bagiNya, mereka memohon kepada Tuhan mereka ampunan untuk penduduk bumi dari kalangan orang-orang yang beriman kepadaNya. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hambaNya yang beriman, juga Maha Penyayang kepada mereka.

تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِن فَوْقِهِنَّ ۚ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَن فِى ٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

(6) "Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung (tuhan-tuhan) selainNya, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; adapun engkau (wahai Rasul) bukanlah orang yang diserahi untuk mengurusi (mengawasi amal perbuatan) mereka."

Dan orang-orang yang mengangkat tuhan-tuhan lain selain Allah, yang mereka jadikan pelindung dan mereka juga menyembahnya, Allah akan menjaga perbuatan mereka atas mereka lalu membalas mereka sesuai dengannya di Hari Kiamat. Kamu wahai Rasul, bukan penanggung jawab atas mereka untuk menjaga amal perbuatan mereka, karena sesungguhnya kamu hanyalah pemberi peringatan, tugasmu hanya menyampaikan dan tanggung jawabKu-lah memperhitungkannya.

Al-Qur'an Merupakan Peringatan Untuk Seluruh Umat Manusia

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ

(7) "Dan demikianlah Kami wahyukan al-Qur'an kepadamu dalam Bahasa Arab, agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota (Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekitarnya, serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya; (di mana) segolongan masuk surga dan segolongan (lainnya) masuk neraka"

Sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada nabi-nabi sebelummu, Kami juga mewahyukan al-Qur'an dengan bahasa Arab kepadamu, agar kamu memberi peringatan kepada penduduk Makkah dan manusia-manusia lainnya di sekitarnya. Kamu memberi peringatan kepada mereka tentang hari berkumpul, yaitu Hari Kiamat, yang kehadirannya tidak diragukan. Saat itu manusia terbagi menjadi dua kelompok: Satu kubu di surga dan mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti apa yang dibawa oleh utusanNya Muhammad , dan satu lagi di neraka yang membakar, mereka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan menyelisihi apa yang dibawa oleh RasulNya, Muhammad .

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِى ٱلسَّعِيرِ

(8) "Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia jadikan mereka satu umat, tetapi Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmatNya. Dan orang-orang yang zhalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung dan penolong pun."

Sekiranya Allah berkenan mengumpulkan makhlukNya di atas petunjuk dan menjadikan mereka di atas satu agama yang dinaungi hidayah, niscaya Dia melakukannya, akan tetapi Allah hendak memasukkan siapa yang dikehendakiNya dari makhluk-makhluk pilihanNya ke dalam rahmatNya. Sedangkan orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan berbuat kesyirikan, tidak memiliki penolong yang mengurusi perkara-perkara mereka di Hari Kiamat dan tidak memiliki pembela yang mengentaskan mereka dari siksa Allah.

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن يُدْخِلُ مَن يَشَآءُ فِى رَحْمَتِهِۦ ۚ وَٱلظَّٰلِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

(9) "Atau mereka mengambil pelindung-pelindung selainNya? Padahal Allah, Dia-lah Pelindung (yang sebenarnya). Dan Dia menghidupkan orang yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Orang-orang musyrik itu mengangkat pelindung-pelindung selain Allah yang mereka cintai, padahal hanya Allah semata yang semestinya dicintai oleh hambaNya dengan ibadah dan ketaatan. Sementara Dia mencintai hamba-hambaNya yang beriman dengan mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya dan membantu mereka dalam segala urusan mereka. Dia Yang akan menghidupkan orang-orang yang telah mati saat kebangkitan tiba dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya.

Perselisihan-perselisihan Umat Manusia Dikembalikan Penyelesaiannya Kepada Kitab Allah

أَمِ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۖ فَٱللَّهُ هُوَ ٱلْوَلِىُّ وَهُوَ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(10) "Dan apa pun yang kalian perselisihkan tentangnya dari sesuatu, maka keputusannya (terserah) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah, Tuhanku. KepadaNya aku bertawakal dan kepadaNya aku akan kembali"

Perkara apa pun dalam agama kalian wahai manusia, yang kalian perselisihkan, maka hukumnya dikembalikan kepada Allah dalam kitab-Nya dan Sunnah RasulNya. Itulah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian. Hanya kepadaNya semata aku bertawakal dalam segala urusanku dan hanya kepadaNya-lah aku mengembalikan seluruh urusanku.

وَمَا ٱخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَىْءٍ فَحُكْمُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبِّى عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

(11) "(Allah adalah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari jenis kalian sendiri, dan dari jenis hewan-hewan ternak juga ada pasangan-pasangan. Dia menjadikan kalian berkembang biak dengan cara itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Allah adalah Pencipta langit dan bumi dan pembuat keduanya dengan Kuasa, Kehendak dan hikmahNya, dan Dia menjadikan pasangan-pasangan dari jenis kalian sendiri agar kalian merasa tenang kepadanya. Dia menjadikan hewan ternak berpasang-pasangan, jantan dan betina. Dia memperbanyak bilangan kalian melalui pernikahan dan kelahiran. Tidak ada satu pun makhluk Allah yang menyerupai dan menandingiNya, tidak pada dzatNya, tidak pada nama-namaNya, tidak pada sifat-sifatNya dan tidak pada perbuatan-perbuatanNya, karena seluruh nama-namaNya adalah husna (paling baik), sifat-sifatNya adalah sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan, dan dengan perbuatan-perbuatanNya Dia menciptakan makhluk-makhluk yang besar dan tidak ada yang ikut serta bersamaNya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat, tidak sedikit pun dari perbuatan dan perkataan hamba-hambaNya yang samar bagiNya dan Dia akan membalas mereka atasnya.

فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

(12) "MilikNya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rizki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

BagiNya kerajaan langit dan bumi dan di TanganNya kunci-kunci rahmat dan rizki; Dia melapangkan rizkiNya bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak satu pun dari perkara makhlukNya yang samar bagiNya.

Semua Rasul Mengajak Untuk Menyembah Allah Yang Maha Esa

لَهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

(13) "Dia (Allah) telah mensyariatkan bagi kalian agama yang telah Dia wasiat-kan kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (wahai Rasul), serta apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kalian berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kalian serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya itu, orang yang kembali kepadaNya."

Dia mensyariatkan untuk kalian wahai manusia, agama yang telah Kami wahyukan kepadamu wahai Rasul, yaitu Islam, sebagaimana Dia me-wasiatkannya kepada Nuh agar mengamalkan dan menyampaikannya, dan juga yang Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa. Mereka berlima adalah Ulul Azmi dari para rasul menurut pendapat yang masyhur, agar mereka semuanya menegakkan agama dengan tauhid, ketaatan kepada Allah dan beribadah kepadaNya semata, bukan kepada selainNya. Jangan berselisih dalam agama yang Aku perintahkan kepada kalian. Apa yang kamu dakwahkan berupa tauhid kepada Allah dan mengikhlaskan ibadah kepadanya benar-benar berat bagi orang-orang musyrik. Allah memilih untuk mengemban tauhid siapa yang Dia kehendaki dari makhlukNya, membimbing untuk menaatiNya siapa yang kembali kepadaNya.

۞ شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحًا وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓ ۖ أَنْ أَقِيمُواْ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُواْ فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى ٱلْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

(14) "Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi), karena (adanya) kedengkian di antara mereka. Dan kalau bukan karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka (di mana Dia menyelamatkan orang-orang Mukmin dan mengazab orang-orang yang kafir). Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (al-Qur'an) itu."

Orang-orang yang menyekutukan Allah di dalam agama mereka tidak bercerai-berai dalam agama mereka, sehingga mereka menjadi kelompok-kelompok dan aliran-aliran, kecuali setelah datang ilmu kepada mereka dan hujjah telah tegak atas mereka, dan yang membuat mereka melakukan hal itu hanyalah pengingkaran dan pelanggaran. Kalau bukan karena kalimat yang telah ada dari Tuhanmu wahai Rasul, dengan menunda azab dari mereka ke waktu yang telah ditetapkan, yaitu Hari Kiamat, niscaya telah ditetapkan di antara mereka untuk menyegerakan azab atas orang-orang kafir dari mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Taurat dan Injil setelah orang-orang yang berselisih tentang kebenaran tersebut benar-benar dalam kebimbangan dalam agama dan iman, terjatuh ke dalam kebimbangan dan perselisihan yang tercela.

وَمَا تَفَرَّقُوٓاْ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى لَّقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُورِثُواْ ٱلْكِتَٰبَ مِنۢ بَعْدِهِمْ لَفِى شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيبٍ

(15) "Karena itu, serulah (mereka agar beriman) dan istiqamahlah (tetaplah beriman dan berdakwah), sebagaimana diperintahkan kepadamu (wahai Rasul) dan janganlah kamu mengikuti keinginan hawa nafsu mereka, dan katakanlah, 'Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kalian. Allah adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian. Bagi kami amal perbuatan kami dan bagi kalian amal perbuatan kalian. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kalian, Allah akan mengumpulkan antara kita dan hanya kepadaNya (kita) kembali'”

Kepada agama yang lurus yang Allah syariatkan bagi para nabi dan Dia wasiatkan kepada mereka itulah hendaknya kamu dakwahi hamba-hamba Allah wahai Rasul, dan beristiqamahlah sebagaimana yang Allah perintahkan kepadamu, jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang ragu-ragu dalam kebenaran dan membelot dari agama, dan ucapkanlah, "Saya membenarkan seluruh kitab-kitab yang turun dari langit kepada nabi-nabi, dan Tuhanku memerintahkan kepadaku agar bersikap adil di antara kalian dalam menetapkan hukum. Allah adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian, bagi kami pahala amal perbuatan kami yang shalih dan bagi kalian balasan amal perbuatan kalian yang buruk. Tidak ada perdebatan dan perselisihan di antara kami dengan kalian setelah kebenaran itu jelas. Allah mengumpulkan antara kami dengan kalian di Hari Kiamat, lalu Dia memberikan keputusan di antara kita dengan kebenaran dalam perkara yang kita perselisihkan, hanya kepadaNya tempat kembali dan berpulang, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan haknya."

فَلِذَٰلِكَ فَٱدْعُ ۖ وَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ ۖ وَقُلْ ءَامَنتُ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِن كِتَٰبٍ ۖ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۖ ٱللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَآ أَعْمَٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَٰلُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ ٱللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ

(16) "Dan orang-orang yang berbantah-bantah tentang (agama) Allah setelah (agama itu) diterima (oleh banyak orang), perbantahan mereka itu hanya sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan mereka mendapat azab yang sangat keras."

Dan orang-orang yang mendebat agama Allah yang dengannya Aku mengutus Muhammad setelah manusia menjawab ajakannya dan mereka masuk Islam, hujjah dan debat mereka batil lagi sia-sia di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka dari Allah kemurkaan di dunia dan di akhirat; mereka mendapatkan azab yang keras, yaitu api neraka.

وَٱلَّذِينَ يُحَآجُّونَ فِى ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مَا ٱسْتُجِيبَ لَهُۥ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

(17) "Allah-lah yang menurunkan Kitab (al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran dan neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi Hari Kiamat itu sudah dekat?"

Allah-lah yang menurunkan al-Qur'an dan kitab-kitab lainnya dengan kebenaran, Dia juga menurunkan timbangan, yaitu keadilan sebagai neraca hukum di antara manusia dengan obyektif. Tahukah kamu, bahwa boleh jadi saat kehadiran Kiamat memang sudah dekat?

ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ وَٱلْمِيزَانَ ۗ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ قَرِيبٌ

(18) "Orang-orang yang tidak percaya kepadanya (Hari Kiamat) meminta agar ia disegerakan terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh."

Orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Kiamat meminta disegerakannya Kiamat sebagai bentuk perolok-olokan dan penghinaan. Sedangkan orang-orang yang beriman kepadanya takut kepadanya, mereka mengetahui bahwa ia adalah haq yang tidak mengandung kebimbangan. Ketahuilah, bahwa orang-orang yang mendebat kedatangan Kiamat benar-benar dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran.

يَسْتَعْجِلُ بِهَا ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا ٱلْحَقُّ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُمَارُونَ فِى ٱلسَّاعَةِ لَفِى ضَلَٰلٍ بَعِيدٍ

(19) "Allah Mahalembut terhadap hamba-hambaNya, Dia memberi rizki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat lagi Mahaperkasa."

Allah Mahalembut kepada hamba-hambaNya, Dia melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan hikmahNya . Dia Mahakuat yang memiliki seluruh kekuatan, Mahaperkasa dalam pembalasanNya terhadap orang-orang yang bermaksiat kepadaNya.

Allah Membalas Amal Seseorang Menurut Niatnya

ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

(20) "Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat."

Barangsiapa menginginkan pahala akhirat dengan amalnya, di Mana dia menunaikan hak-hak Allah dan berinfak mendukung dakwah kepada agama, Kami menambahkan kebaikan pada amal perbuatannya, di mana amal kebaikannya dilipatgandakan sampai sepuluh kali lipat sampai tambahan (yang banyak) yang dikehendaki Allah. Dan barangsiapa Menginginkan dunia dan bagian dunia dengan amal perbuatannya, maka Kami memberinya apa yang Kami bagikan untuknya, dan di akhirat dia tidak memperoleh pahala apa pun.

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْءَاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ

(21) "Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu (sembahan-sembahan) selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan diridhai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda dari Aliah), tentulah telah diputuskan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya orang-orang zhalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih."

Apakah orang-orang musyrik itu memiliki sekutu-sekutu dalam kesyirikan dan kesesatan mereka, yang membuat-buat bid’ah dalam agama dan kesyirikan yang tidak diizinkan oleh Allah? Kalau bukan karena keputusan dan takdir Allah untuk menangguhkan mereka dan bahwa Dia tidak menyegerakan azab di dunia, niscaya ditetapkan di kalangan mereka dengan disegerakannya azab. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah di Hari Kiamat mendapatkan siksa yang menyakitkan dan pedih.

أَمْ لَهُمْ شُرَكَٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ ٱلْفَصْلِ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(22) "Kamu akan melihat orang-orang zhalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan, dan (azab) menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."

Kamu wahai Rasul, akan melihat orang-orang kafir di Hari Kiamat begitu ketakutan terhadap azab Allah, akibat dari perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan di dunia, siksa turun menimpa mereka dan mereka akan merasakannya dan itu pasti adanya. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan menaatiNya berada dalam kebun-kebun surga dan istana-istananya serta kenikmatan akhirat, bagi mereka apa yang mereka inginkan di sisi Tuhan mereka. Karunia dan kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka adalah sesuatu yang sangat besar yang sulit untuk diungkapkan dan tidak dijangkau oleh akal.

تَرَى ٱلظَّٰلِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُواْ وَهُوَ وَاقِعٌۢ بِهِمْ ۗ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فِى رَوْضَاتِ ٱلْجَنَّاتِ ۖ لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ

(23) "Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hambaNya yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih. Katakanlah (wahai Rasul), Aku tidak meminta kepada kalian sesuatu imbalan pun atas seruanku, kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.' Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan, akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."931

Kenikmatan dan kemuliaan di akhirat yang Aku sampaikan kepada kalian wahai manusia, adalah berita gembira yang Allah sampaikan kepada hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan menaatiNya di dunia. Dan katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang meragukan Hari Kiamat dari kalangan orang-orang musyrik kaummu, "Aku tidak meminta upah dari harta kalian atas kebenaran yang aku bawa kepada kalian dan aku dakwahkan kepada kalian, kecuali kecintaan kalian kepadaku sebagai kerabat kalian dan hendaknya kalian tetap menyambung tali silaturahim antara diriku dengan kalian." Barangsiapa melakukan kebaikan, maka Kami melipatgandakannya menjadi sepuluh kali lipatnya bahkan lebih. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hambaNya, juga Maha Memberikan balasan baik atas kebaikan dan ketaatan mereka kepadaNya.


[931] Allah mensyukuri hambaNya, maksudnya, memberi pahala terhadap amal-amal hambaNya, memaafkan kesalahannya, menambah nlkmatNya, dan sebagainya.

ذَٰلِكَ ٱلَّذِى يُبَشِّرُ ٱللَّهُ عِبَادَهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا ٱلْمَوَدَّةَ فِى ٱلْقُرْبَىٰ ۗ وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهُۥ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

(24)"Ataukah mereka mengatakan, ’Dia (Muhammad) telah mengada-adakan suatu kebohongan atas Nama Allah.' Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia kunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dan membenarkan yang benar dengan FirmanNya (al-Qur'an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

Bahkan, apakah orang-orang musyrik itu berkata, "Muhammad telah membuat kebohongan atas Nama Allah, di mana dia datang membawa apa yang dia bacakan kepada kami sebagai kreasi dari dirinya sendiri"? Bila kamu wahai Rasul, melakukan hal itu, niscaya Allah akan menutup hatimu rapat-rapat bila Dia berkehendak. Allah mengikis kebatilan sehingga la pun lenyap dan menetapkan kebenaran dengan kalimat-kalimatNya yang tidak berubah dan tidak berganti dan dengan janjiNya yang benar yang tidak diselisihiNya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui isi hati hamba-hambaNya, tiada sesuatu pun yang samar bagiNya.

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ۖ فَإِن يَشَإِ ٱللَّهُ يَخْتِمْ عَلَىٰ قَلْبِكَ ۗ وَيَمْحُ ٱللَّهُ ٱلْبَٰطِلَ وَيُحِقُّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

(25) "Dan Dia-lah Yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kalian kerjakan ”

Allah adalah Yang menerima taubat dari hamba-hambaNya bila mereka kembali untuk mentauhidkanNya dan menaatiNya dan memaafkan keburukan-keburukan, dan Dia mengetahui kebaikan dan keburukan yang kalian lakukan, tidak ada sesuatu pun dari hal itu yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian atasnya.

وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَعْفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

(26) "Dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, serta menambah (pahala) kepada mereka dari karuniaNya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras"

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya memenuhi seruan RasulNya dan mereka tunduk kepadanya, dan Allah menambahkan taufik dan pelipatgandaan pahala dan balasan dengan karuniaNya. Sedangkan orang-orang kafir kepada Allah dan RasulNya akan memperoleh azab yang keras lagi menyakitkan di Hari Kiamat.

وَيَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۚ وَٱلْكَٰفِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

(27) "Dan sekiranya Allah melapangkan rizki kepada hamba-hambaNya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hambaNya lagi Maha Melihat."

Sekiranya Allah mengucurkan rizkiNya kepada hamba-hamba dan melapangkannya bagi mereka, niscaya mereka akan berbuat kerusakan, kesombongan dan keangkuhan di muka bumi, dan niscaya sebagian dari mereka akan berbuat aniaya terhadap sebagian yang lain, akan tetapi Allah menurunkan rizki-rizki mereka dengan kadar yang mencukupi sesuai dengan kehendakNya. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap kemaslahatan-kemaslahatan hambaNya, Maha Mengetahui bagaimana mengatur dan mengarahkan kondisi-kondisi mereka.

۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْاْ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌ

(28) "Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan Dia menyebarkan rahmatNya. Dan Dla-lah Yang Maha Menangani urusan lagi Maha Terpuji."

Hanya Allah semata yang menurunkan hujan dari langit, dengannya Allah menyelamatkan manusia setelah mereka berputus asa darinya, Dia menebarkan rahmatNya di antara makhlukNya, lalu Dia meratakan hujan kepada mereka. Dia-lah Penolong Yang Mengurusi urusan hamba-hambaNya dengan kebaikan dan karuniaNya, Yang Maha Terpuji dalam pertolongan dan pengaturanNya.

وَهُوَ ٱلَّذِى يُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُواْ وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ ٱلْوَلِىُّ ٱلْحَمِيدُ

(29) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk bergerak (bernyawa) yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya, apabila Dia menghendaki."

Di antara tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran Allah, Kuasa dan kekuasaanNya adalah penciptaan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya dan berbagai jenis makhluk bergerak (bernyawa) yang Dia tebarkan di muka bumi, dan Dia Mahakuasa untuk mengumpulkan seluruh makhluk setelah mereka semuanya mati di Hari Kiamat, tidak ada sesuatu pun yang sulit bagi Allah.

Allah Memaafkan Sebagian Besar Dosa Hamba-hambaNya

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَآبَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَآءُ قَدِيرٌ

(30) "Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian)."

Musibah apa pun wahai manusia yang menimpa kalian pada agama dan dunia kalian, itu diakibatkan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan yang kalian lakukan, dan Tuhan kalian memaafkan banyak keburukan, sehingga Dia tidak menghukum kalian karenanya.

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُواْ عَن كَثِيرٍ

(31) "Dan kalian tidak dapat melepaskan diri (dari siksaan Allah) di bumi, dan kalian tidak memperoleh seorang pelindung atau penolong pun selain Allah."

Kalian wahai manusia, tidak dapat melemahkan Kuasa Allah atas kalian dan tidak pula mampu menghindariNya. Kalian tidak memiliki penolong selain Allah yang mengurusi urusan-urusan kalian, yang bisa menyampaikan manfaat kepada kalian dan tiada pula pembantu bagi kalian selain Allah yang dapat menolak kemudaratan dari kalian.

وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ . وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلْجَوَارِ فِى ٱلْبَحْرِ كَٱلْأَعْلَٰمِ

(32-33) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jika Dia menghendaki, Dia akan menghentikan angin, sehingga jadilah (kapal-kapal) itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang selalu bersabar dan banyak bersyukur"

Di antara tanda-tanda yang menunjukkan Kuasa Allah yang mengagumkan dan kekuasaanNya yang mengalahkan, adalah kapal-kapal yang besar seperti gunung yang berlayar di lautan. Bila Allah yang membuat kapal-kapal itu berjalan di laut berkehendak, Dia akan menghentikan angin sehingga kapal-kapal itu pun hanya diam di atas air, tidak bergerak. Sesungguhnya berlayarnya kapal-kapal dan berhentinya ia di lautan mengandung nasihat-nasihat dan bukti-bukti yang nyata atas Kuasa Allah bagi orang yang sangat sabar dalam menaati Allah dan sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan kepada Allah dan sabar dalam menerima takdir Allah yang menyakitkan, serta banyak bersyukur atas nikmat-nikmat dan karunia-karuniaNya.

إِن يَشَأْ يُسْكِنِ ٱلرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

(34) "atau (Dia akan) menghancurkannya (kapal-kapal itu) karena apa (dosa) yang telah mereka usahakan, dan Dia memaafkan banyak (dari mereka)"

Atau Allah menenggelamkan kapal-kapal itu karena dosa-dosa para penumpangnya dan Dia juga memaafkan banyak dosa sehingga tidak menyiksa karenanya.

أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُواْ وَيَعْفُ عَن كَثِيرٍ

(35) "dan agar orang-orang yang membantah ayat-ayat (tanda-tanda Kuasa) Kami mengetahui bahwa mereka tidak akan memperoleh jalan keluar (dari siksaan)"

Orang-orang yang mendebat ayat-ayat Kami yang menetapkan tauhid bagi Kami, dengan cara yang batil, mengetahui bahwa mereka tidak memiliki tempat berlari dan menghindar dari azab Allah bila Allah mengazab mereka atas dosa-dosa dan kekafiran mereka.

وَيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا مَا لَهُم مِّن مَّحِيصٍ

(36) "Maka apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepada kalian, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Dan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal,"

Apa pun yang diberikan kepada kalian wahai manusia, baik berupa harta atau anak-anak atau lainnya adalah kesenangan bagi kalian dalam hidup di dunia ini, ia akan lenyap dengan cepat, sedangkan apa yang ada di sisi Allah berupa kenikmatan surga yang langgeng adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para utusanNya dan mereka bertawakal kepada Tuhan mereka.

فَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍ فَمَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

(37) "dan juga (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah, segera memberi maaf,"

Dan orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dari apa-apa yang dilarang Allah dan kemaksiatan-kemaksiatan yang buruk lagi jelek, dan bila mereka marah terhadap orang yang berbuat buruk kepada mereka, mereka memaafkan perbuatan buruk tersebut, tidak membalas pelaku keburukan demi mencari pahala dan maaf dari Allah, ini termasuk kemuliaan akhlak.

Kewajiban Bermusyawarah Tentang Masalah Keduniaan

وَٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُواْ هُمْ يَغْفِرُونَ

(38) "dan (bagi) orang-orang yang memenuhi (mematuhi) seruan Tuhan mereka dan mendirikan shalat, dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, serta mereka menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka,"

Dan orang-orang yang menjawab seruan Tuhan mereka saat Dia Mengajak mereka kepada tauhid dan ketaatan, mendirikan shalat-shalat wajib dengan batasan-batasan dan waktu-waktunya, bila mereka hendak Melakukan sesuatu, mereka bermusyawarah terlebih dulu, mereka menyedekahkan sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka di jalan Allah, mereka menunaikan hak-hak yang harus ditunaikan kepada yang berhak berupa zakat, nafkah dan bentuk-bentuk infak yang lain.

Bersabar dan Memberi Maaf Lebih Haik Daripada Melakukan Pembalasan

وَٱلَّذِينَ ٱسْتَجَابُواْ لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

(39) "dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim mereka membela diri,"

Dan orang-orang yang bila dizhalimi, mereka menuntut hak mereka kepada orang yang menzhalimi mereka tanpa melampaui batas, namun bila mereka bersabar, maka akibat kesabaran mereka mengandung kebaikan yang banyak.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَابَهُمُ ٱلْبَغْىُ هُمْ يَنتَصِرُونَ

(40) "Dan balasan suatu keburukan adalah keburukan yang serupa (setimpal), tetapi barangsiapa memaafkan dan melakukan perbaikan (hubungan antara dirinya dengan yang berbuat jahat terhadapnya), maka pahalanya terserah kepada Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zhalim."

Hukuman keburukan atas pelakunya adalah keburukan semisalnya tidak lebih. Namun barangsiapa memaafkan pelaku keburukan dan tidak menghukumnya, memperbaiki hubungan dirinya dengan pelaku yang dimaafkan tersebut demi mencari Wajah Allah, maka pahala maafnya dijamin oleh Allah. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang zhalim yang memulai melakukan permusuhan terhadap manusia dan berbuat buruk kepada mereka.

وَجَزَٰٓؤُاْ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

(41) "Tetapi orang-orang yang membela diri setelah dizhalimi, maka tidak ada jalan (alasan) untuk menyalahkan mereka."

(Tetapi) barangsiapa menuntut haknya setelah dia dizhalimi, maka mereka tidak memikul dosa.

وَلَمَنِ ٱنتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَا عَلَيْهِم مِّن سَبِيلٍ

(42) "Sesungguhnya jalan (alasan menyalahkan) hanya terhadap orang-orang yang berbuat zhalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa alasan yang benar. Mereka itulah yang mendapat siksa yang pedih."

Dosa hanya dipikul oleh orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap manusia secara zhalim, melebihi batas yang dibolehkan oleh Tuhan mereka kepada batas yang tidak Dia izinkan. Mereka membuat kerusakan di muka bumi tanpa hak, mereka akan mendapatkan azab yang menyakitkan dan pedih di Hari Kiamat.

إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(43) "Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) dibulatkan tekad (untuk dilakukan)."

Barangsiapa bersabar menghadapi gangguan, membalas keburukan dengan maaf, perdamaian dan lapang dada, sesungguhnya hal itu termasuk perkara yang berat yang berhak diberi ucapan terima kasih dan perbuatan terpuji yang diperintahkan Allah dan Dia menyiapkan pahala besar dan pujian yang baik terhadapnya.

Orang-orang yang Dibiarkan Sesat Oleh Allah Tidak Akan Menemukan Pemimpin yang Memberi Petunjuk

وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

(44) "Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka tidak ada baginya pelindung selainNya; Dan kamu akan melihat orang-orang zhalim ketika mereka melihat azab akan berkata, 'Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?"

Barangsiapa disesatkan oleh Allah dari jalan yang lurus disebabkan karena kezhalimannya, maka dia tidak memiliki penolong yang membimbingnya ke jalan yang lurus. Kamu melihat wahai Rasul orang-orang yang kafir kepada Allah di Hari Kiamat saat mereka melihat azab, mereka berkata kepada Tuhan mereka, "Adakah jalan bagi kami untuk kembali ke dunia agar kami bisa menaatiMu?" Mereka tidak dihiraukan.

وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن وَلِىٍّ مِّنۢ بَعْدِهِۦ ۗ وَتَرَى ٱلظَّٰلِمِينَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِّن سَبِيلٍ

(45) "Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan kepadanya (neraka) dalam kadaan tertunduk karena kehinaan, mereka melihat dengan lirikan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, ' Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri sendiri dan keluarganya pada Hari Kiamat.' Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zhalim itu berada dalam azab yang kekal."

Kamu akan melihat wahai Rasul, orang-orang zhalim itu akan digiring menuju api neraka dalam keadaan hina dan rendah, mereka melihat api neraka dengan pandangan tertunduk, hina dina karena ketakutan yang hebat. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya berkata di dalam surga manakala mereka melihat kerugian yang menimpa orang-orang kafir, "Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar merugi adalah orang-orang yang merugikan diri dan keluarganya di Hari Kiamat dengan masuk ke dalam neraka." Ketahuilah, bahwa orang-orang zhalim di Hari Kiamat berada dalam azab yang abadi, tidak terputus dan tidak berhenti.

وَتَرَىٰهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَٰشِعِينَ مِنَ ٱلذُّلِّ يَنظُرُونَ مِن طَرْفٍ خَفِىٍّ ۗ وَقَالَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ ٱلْخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ فِى عَذَابٍ مُّقِيمٍ

(46) "Dan mereka tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada jalan keluar baginya (untuk mendapat petunjuk)"

Orang-orang kafir itu, saat Allah menyiksa mereka di Hari Kiamat, tidak memiliki pembantu dan penolong yang dapat menolong mereka dari azab Allah. Barangsiapa disesatkan oleh Allah karena kekafiran dan kezhalimannya, maka dia tidak memiliki jalan yang dengannya dia bisa meraih kebenaran di dunia dan meraih surga di akhirat, karena jalan-jalan keselamatan telah tertutup di depannya. Memberikan petunjuk (hidayah) dan menyesatkan hanya di Tangan Allah semata, tidak selainNya.

وَمَا كَانَ لَهُم مِّنْ أَوْلِيَآءَ يَنصُرُونَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن سَبِيلٍ

(47) "Penuhi (patuhi)lah seman Tuhan kalian sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (atas perintah dari Allah)! Pada hari itu kalian tidak memperoleh tempat berlindung dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosa kalian)"

Penuhilah seruan Tuhan kalian wahai orang-orang kafir, dengan beriman dan menaatiNya sebelum Hari Kiamat tiba yang tidak mungkin ditolak. Saat itu kalian tidak memiliki tempat berlindung yang bisa menyelamatkan kalian dari siksa Allah, tidak ada tempat yang menghalangi kalian yang bisa kalian jadikan sebagai persembunyian. Ayat ini mengandung dalil dicelanya menunda-nunda, dan di dalamnya juga terkandung perintah untuk bersegera dalam melakukan segala bentuk amal shalih yang ada di depan hamba, karena penundaan memiliki akibat buruk yang tidak diharapkan.

ٱسْتَجِيبُواْ لِرَبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۚ مَا لَكُم مِّن مَّلْجَإٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُم مِّن نَّكِيرٍ

(48) "Jika mereka berpaling, maka (ingatlah) Kami tidak mengutusmu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Dan sesungguhnya apabila Kami membuat manusia merasakan suatu rahmat dari Kami, dia gembira karenanya, tetapi jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, maka sesungguhnya manusia itu sangat kafir (kepada nikmat)"

Bila orang-orang musyrik itu berpaling wahai Rasul sehingga mereka tidak beriman kepada Allah, maka Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga amal perbuatan mereka hingga engkau memperhitungkan mereka karenanya, karena tugasmu hanyalah menyampaikan. Bila Kami memberikan rahmat kepada manusia berupa kekayaan, kelapangan dalam harta dan lainnya, maka dia berbahagia dan bersuka cita, namun bila dia ditimpa musibah berupa kemiskinan, sakit dan lainnya disebabkan karena kemaksiatan kepada Allah yang mereka lakukan sendiri, maka sesungguhnya manusia itu sangat besar ingkarnya dengan hanya menghitung-hitung musibah dan melupakan kenikmatan.

فَإِنْ أَعْرَضُواْ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ۗ وَإِنَّآ إِذَآ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ كَفُورٌ . لِّلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَٰثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ

(49-50) "Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan berpasangan laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa."

Hanya milik Allah semata kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya anak perempuan tanpa laki-laki bersamanya, dan memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya anak laki-laki tanpa perempuan bersamanya, memberikan anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya, serta Dia menjadikan siapa yang Dia kehendaki mandul tidak beranak. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang Dia ciptakan, Mahakuasa untuk membuat apa yang Dia kehendaki, tiada sesuatu yang melemahkanNya saat Dia hendak menciptakannya.

Cara Wahyu Diturunkan Kepada Rasul

أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَٰثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

(51) "Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya, kecuali dengan perantaraan wahyu, atau dari belakang hijab (tabir),932 atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izinNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahatinggi lagi Maha-bijaksana”

Tidak patut bagi seseorang dari anak cucu Adam diajak berbicara oleh Allah kecuali dalam bentuk wahyu yang Dia wahyukan kepadanya atau Allah berbicara kepadanya di balik hijab, sebagaimana Allah berbicara kepada Musa atau Allah mengutus seorang utusan, sebagaimana Jibril turun kepada para rasul, lalu dia memberikan wahyu dengan izin Tuhannya, bukan dengan hawa nafsunya, sesuai dengan apa yang hendak Allah wahyukan. Sesungguhnya Allah Mahatinggi dengan Dzat-Nya, nama-namaNya, sifat-sifatNya dan perbuatan-perbuatanNya, Dia mengalahkan segala sesuatu dan para makhluk pun tunduk kepadaNya, Mahabijaksana dalam pengaturanNya terhadap urusan makhlukNya. Ayat ini menetapkan sifat "Kalam" (berbicara) bagi Allah sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya.


[932] Yakni, seorang manusia dapat mendengar kalam Dahi, akan tetapi dia tidak dapat melihatNya seperti yang terjadi pada diri Nabi Musa .

۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَآئِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِىَ بِإِذْنِهِۦ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ عَلِىٌّ حَكِيمٌ . وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(52-53) "Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (wahai Nabi) ruh (al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apa itu Kitab dan apa itu iman, tetapi Kami jadikan al-Qur'an itu cahaya, yang dengannya Kami memberi petunjuk bagi siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus, (yaitu) jalan Allah yang milikNya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, hanya kepada Allah segala urusan itu kembali”

Sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada nabi-nabi se-belummu wahai Nabi, Kami juga mewahyukan al-Qur'an kepadamu dari sisi Kami. Sebelumnya kamu tidak mengetahui apa itu kitab-kitab terdahulu, apa itu iman, dan apa itu syariat Ilahiyah? Kami menjadikan al-Qur'an sebagai cahaya bagi manusia, dengannya Kami memberi petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya kamu wahai Rasul, benar-benar menunjukkan dan membimbing dengan izin Allah ke jalan yang lurus, yaitu Islam, jalan Allah yang memiliki segala apa yang ada di langit dan di bumi, tiada sekutu bagiNya dalam hal itu. Hanya kepada Allah wahai manusia, segala urusan kalian akan berpulang, yang baik maupun yang buruk, lalu Dia akan membalas masing-masing dengan amalnya, bila baik maka dengan balasan baik, bila buruk maka dengan balasan buruk.