Isi Tafsir Al-Qur'an

Ash Shaaffat

BUKTI-BUKTI KEESAAN ALLAH
Alam Langit Dipelihara Dari Gangguan Setan

وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفًّا . فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجْرًا . فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكْرًا . إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَٰحِدٌ

(1-4) ”Demi (para malaikat) yang berbaris bershaf-shaf, demi (para malaikat) yang menghalau awan, demi (para malaikat) yang membaca al-Qur'an sebagai dzikir; sesungguhnya Tuhan kalian adalah benar-benar Esa"

Allah bersumpah dengan malaikat-malaikatNya yang beribadah dengan berbaris-baris sangat rapi, juga dengan malaikat-malaikat yang menggiring awan dengan perintah Allah, juga dengan malaikat-malaikat yang melantunkan dzikir kepada Allah dan FirmanNya, bahwa sesungguhnya sesembahan kalian, wahai manusia, adalah Esa, tidak ada sekutu bagiNya, maka ikhlaskanlah ibadah dan ketaatan hanya kepadaNya. Allah £1$ bersumpah dengan makhlukNya yang Dia kehendaki. Adapun makhluk, dia hanya boleh bersumpah dengan Nama Allah saja, karena sumpah dengan nama selain Allah adalah syirik.

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ ٱلْمَشَٰرِقِ

(5) "Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari"

Dia-lah Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Pengatur matahari pada tempat-tempat terbit dan terbenamnya.

إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِزِينَةٍ ٱلْكَوَاكِبِ

(6)"Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan bintang-bintang"

Sesungguhnya Kami menghiasi langit dengan perhiasan, yaitu bintang-bintang.

وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَٰنٍ مَّارِدٍ

(7) "Dan (Kami telah menjaganya) dengan penjagaan yang ketat dari setiap setan yang durhaka."

Dan Kami menjaga langit dengan bintang-bintang dari semua setan bengal yang nakal lagi terkutuk.

لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلْمَلَإِ ٱلْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ . دُحُورًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ

(8-9) "Mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal"

Setan-setan tidak mampu sampai kepada al-Mala'il A'la, yaitu langit dan para malaikat yang ada di sana, untuk mendengar perbincangan mereka saat mereka membicarakan wahyu Allah tentang syariat dan takdirNya, setan-setan itu dilempari bola-bola api dari segala penjuru agar mereka tidak bisa mendengar. Dan di akhirat nanti mereka akan mendapatkan siksa abadi yang sangat menyakitkan.

إِلَّا مَنْ خَطِفَ ٱلْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

(10) "kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala"

Kecuali setan yang mencuri pendengaran terhadap pembicaraan yang dia dengar dari langit, lalu dia menyampaikannya kepada setan di bawahnya, lalu yang di bawahnya tersebut menyampaikan kepada yang di bawahnya lagi, dan terkadang dia sudah terkena lemparan bola api sebelum dia menyampaikannya dan terkadang pula dia telah menyampaikannya dengan takdir Allah sebelum dia terkena lemparan bola api, lalu dia membawanya kepada dukun-dukun dan mereka pun mencampurnya dengan seratus kedustaan.

Tuhan Mematahkan Dalil-dalil Kaum Musyrikin

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَم مَّنْ خَلَقْنَآ ۚ إِنَّا خَلَقْنَٰهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍ

(11) "Maka tanyakanlah kepada mereka (orang-orang musyrik Makkah), 'Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa879 yang telah Kami ciptakan itu ?' Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat."

Tanyakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang mengingkari kebangkitan kembali itu, "Apakah penciptaan mereka itu lebih sulit daripada penciptaan makhluk-makhluk yang lainnya yang telah Kami ciptakan?" Sesungguhnya Kami menciptakan bapak mereka, Adam dari tanah liat yang sebagiannya lengket dengan sebagian yang lain.


[879] Yakni, malaikat, langit, bumi, dan sebagainya.

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ

(12) "Bahkan engkau (wahai Rasul) merasa heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghina(mu)"

Bahkan kamu wahai Rasul merasa heran dengan pengingkaran mereka terhadap kebangkitan, dan yang lebih mengherankan dari pengingkaran mereka tersebut adalah bahwa mereka memperolok-olokmu dan menghina ucapanmu.

وَإِذَا ذُكِّرُواْ لَا يَذْكُرُونَ

(13) "Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka lidak mau mengingat (tidak mengindahkan)nya."

Bila mereka diingatkan tentang sesuatu yang mereka lupakan atau lalaikan, mereka tidak mengambil manfaat dari peringatan tersebut dan tidak merenungkannya.

وَإِذَا رَأَوْاْ ءَايَةً يَسْتَسْخِرُونَ

(14) "Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka mem-perolok-olokkan (nya)."

Bila mereka melihat mukjizat yang membuktikan kenabianmu, mereka memperolok-oloknyn dan merasa aneh.

وَقَالُوٓاْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ . أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ . أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ

(15-17) "Dan mereka berkata, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang. apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali) ? Dan a/mkah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula) ?'"

Mereka berkata, "Apa yang kamu bawa ini hanyalah sihir yang nyata lagi jelas. Apakah bila kami telah mati dan kami menjadi tanah dan tulang-tulang telah lapuk, kami akan dibangkitkan dari kubur kami dalam keadaan hidup, apakah leluhur-leluhur kami yang dulu juga dibangkitkan?"

قُلْ نَعَمْ وَأَنتُمْ دَٰخِرُونَ

(18) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Ya, dan kalian akan terhina'."

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Ya, kalian pasti dibangkitkan dalam keadaan hina dina."

فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌ وَٰحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنظُرُونَ

(19) "Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka melihatnya "

Sesungguhnya ia hanya sekali tiupan dan mereka pun berdiri dari kubur mereka menyaksikan kengerian Hari Kiamat.

Keadaan Orang-orang Musyrik di Akhirat

وَقَالُواْ يَٰوَيْلَنَا هَٰذَا يَوْمُ ٱلدِّينِ

(20) "Dan mereka berkata, ' Alangkah celaka kami! Inilah hari pembalasan itu'.880

Dan mereka berkata, "Celaka kami, ini adalah hari perhitungan amal dan pembalasan."


[880] Ini adalah di antara percakapan sesama orang-orang kafir.

هَٰذَا يَوْمُ ٱلْفَصْلِ ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

(21) "(Dikatakan kepada mereka), 'Inilah hari keputusan881 yang dahulu kalian dustakan."

Dikatakan kepada mereka, "Ini adalah hari keputusan di antara manusia dengan keadilan yang dulu kalian dustakan dan kalian ingkari di dunia."


[881] Yakni, hari ketika Allah memberi keputusan dan balasan kepada hamba-hambaNya.

۞ ٱحْشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَأَزْوَٰجَهُمْ وَمَا كَانُواْ يَعْبُدُونَ . مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْجَحِيمِ . وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُم مَّسْـُٔولُونَ

(22-24) "(Diperintahkan kepada malaikat), 'Kumpulkanlah orang-orang yang zhalim beserta teman sejawat mereka dan apa-apa yang dahulu mereka sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke Neraka Jahanam-Dan tahanlah mereka (di tempat pemberhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,'

Dan dikatakan kepada para malaikat, "Kumpulkan orang-orang yang kafir kepada Allah dan sekutu-sekutu mereka berikut tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, giringlah mereka semuanya dengan keras ke Neraka Jahanam, tahanlah mereka sebelum mereka sampai ke Jahanam, karena mereka akan ditanya tentang amal perbuatan mereka dan perkataan-perkataan yang mereka ucapkan di dunia sebagai pengingkaran dan perendahan terhadap mereka."

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ

(25) 'Mengapa kalian tidak tolong-menolong?'"

Dikatakan kepada mereka sebagai pengingkaran, "Mengapa sebagian dari kalian tidak menolong sebagian yang lain?"

بَلْ هُمُ ٱلْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ

(26) "Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah)"

Sebaliknya pada hari itu mereka tunduk kepada keputusan Allah, tidak menyelisihinya dan tidak menyimpang darinya, mereka tidak mampu menolong diri mereka sendiri.

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ

(27) "Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil saling bertanya (berbantah-bantahan)"

Sebagian dari orang-orang kafir memandang sebagian yang lain, mereka saling mendebat dan saling menyalahkan.

قَالُوٓاْ إِنَّكُمْ كُنتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ ٱلْيَمِينِ . قَالُواْ بَل لَّمْ تَكُونُواْ مُؤْمِنِينَ

(28-29) "Mereka (para pengikut) berkata (kepada para pemimpin mereka), 'Kalianlah yang dahulu datang kepada kami dari arah kanan.'882 Mereka (para pemimpin itu) menjawab, '(Tidak), bahkan kalianlah yang tidak (mau) menjadi orang Mukmin,'

Para pengikut berkata kepada orang-orang yang diikuti, "Sesungguhnya kalian mendatangi kami dari arah agama dan kebenaran, lalu kalian meminta kami untuk meremehkan perkara syariat, kalian membuat kami menjauh darinya, kalian menghiasi kesesatan kepada kami." Lalu orang-orang yang diikuti itu menjawab kepada orang-orang yang mengikuti, "Perkaranya tidak seperti yang kalian sangka, karena sebenarnya hati kalian sudah mengingkari iman dan menerima kekafiran dan kemaksiatan.


[882] Yakni, para pemimpin itu mendatangi para pengikut mereka dengan tipu muslihat yang memikat hati.

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُم مِّن سُلْطَٰنٍ ۖ بَلْ كُنتُمْ قَوْمًا طَٰغِينَ

(30) 'dan kami tidak memiliki kekuasaan terhadap kalian, bahkan kalian menjadi kaum yang melampaui batas.'

Kami sendiri tidak memiliki hujjah atau kekuatan atas kalian sehingga kami bisa menghalang-halangi kalian dari iman, justru kalian, wahai orang-orang musyrik, adalah kaum yang melampaui batas dari jalan kebenaran.

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ

(31) 'Maka pasti putusan (azab) Tuhan kita menimpa kita; sesungguhnya kita pasti akan merasakan (azab itu).'

Maka kita semuanya pasti mendapatkan ancaman Tuhan kita, kita sama-sama akan merasakan azab, kami dengan kalian, akibat dari apa yang telah kita lakukan berupa dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan kita di dunia.

فَأَغْوَيْنَٰكُمْ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ

(32) 'Maka kami telah menyesatkan kalian; sesungguhnya kami sendiri juga orang-orang yang sesat'."

Maka, kami menyesatkan kalian dari jalan Allah dan dari beriman kepadaNya. Sesungguhnya kami sebelum kalian memang sudah sesat, kami celaka disebabkan oleh kekafiran kami dan kami mencelakakan kalian semuanya."

فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِى ٱلْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ

(33) "Maka sesungguhnya mereka pada hari itu (Hari Kiamat) bersama-sama di dalam (merasakan) azab."

Sesungguhnya para pengikut dan orang-orang yang diikuti sama-sama merasakan azab di Hari Kiamat, sebagaimana di dunia mereka sama-sama bermaksiat kepada Allah.

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِٱلْمُجْرِمِينَ

(34) "Sesungguhnya demikianlah yang akan Kami lakukan terhadap orang-orang yang gemar berbuat dosa."

Sesungguhnya beginilah Kami berbuat terhadap orang-orang yang memilih untuk bermaksiat kepada Allah di dunia daripada menaatiNya, sehingga Kami menimpakan azab kepada mereka.

إِنَّهُمْ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ

(35) "Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, 'La ilaha illallah' (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), mereka menyombongkan diri,"

Orang-orang musyrik itu di dunia, bila dikatakan kepada mereka, "La ilaha illallah", dan mereka diajak kepadanya dan diminta untuk meninggalkan apa yang bertentangan dengannya, mereka menyombongkan diri di depannya dan di depan orang yang membawanya kepada mereka.

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

(36) "dan mereka berkata, 'Apakah kami harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami untuk (mengikuti) seorang penyair yang gila?'"

Dan mereka berkata, "Apakah kami harus meninggalkan ibadah kepada tuhan-tuhan kami hanya karena ucapan seorang penyair gila?" Maksud mereka adalah Rasulullah .

بَلْ جَآءَ بِٱلْحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلْمُرْسَلِينَ

(37) "Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan dia membenarkan rasul-rasul (sebelumnya)"

Mereka dusta, Muhammad tidak seperti yang mereka katakan, sebaliknya dia datang dengan membawa al-Qur'an dan tauhid, membenarkan para rasul berkaitan dengan apa-apa yang mereka kabarkan berupa syariat dan tauhid kepadaNya.

إِنَّكُمْ لَذَآئِقُواْ ٱلْعَذَابِ ٱلْأَلِيمِ

(38) "Sesungguhnya kalian pasti akan merasakan azab yang pedih"

Sesungguhnya kalian, wahai orang-orang musyrik, benar-benar akan merasakan azab yang keras dan menyakitkan akibat dari perkataan, kekafiran, dan pendustaan kalian.

وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(39) "Dan kalian tidak diberi balasan, melainkan terhadap apa yang telah kalian kerjakan,"

Di akhirat kalian tidak dihalau kecuali akibat kemaksiatan yang telah kalian lakukan di dunia,

Keadaan Orang-orang Mukmin di Surga

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ . أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُومٌ . فَوَٰكِهُ ۖ وَهُم مُّكْرَمُونَ . فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ

(40-43) "Kecuali hamba-hamba Allah yang dibebaskan (dari azab Allah kurena keikhlasan mereka). Mereka itu memperoleh rlzkl yang sudah ditentukan, (yaitu) buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."

Kecuali hamba-hamba Allah yang mengikhlaskan ibadah kepadaNya, maka Allah memberikan rahmat secara khusus dan murni kepada mereka. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari azab yang pedih. Orang-orang yang ikhlas itu mendapatkan rizki yang sudah diketahui yang mengalir selamanya di surga, rizki tersebut adalah buah-buahan yang bermacam-macam, mereka dimuliakan dengan kemuliaan dari Allah di surga yang penuh dengan kenikmatan yang langgeng.

عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَٰبِلِينَ

(44) "(Mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan."

Dan di antara pemuliaan Allah kepada mereka dan pemuliaan sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain adalah bahwa mereka akan berada di atas ranjang-ranjang dengan saling berhadap-hadapan di antara mereka.

يُطَافُ عَلَيْهِم بِكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ . بَيْضَآءَ لَذَّةٍ لِّلشَّٰرِبِينَ . لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنزَفُونَ

(45-47) "Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mala air (surga), (warnanya) putih bersih, yang sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada di dalamnya (unsur) yang merusak (memabukkan) dan mereka tidak mabuk karenanya.”

Gelas-gelas khamar dibawa berkeliling di majelis-majelis mereka dari sungai-sungai yang mengalir, mereka tidak khawatir akan terputus (habis), putih warnanya, rasanya nikmat, tidak membahayakan jasmani dan akal.

وَعِندَهُمْ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ عِينٌ . كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ

(48-49) "Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah dan membatasi pandangannya, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik”

Di majelis-majelis mereka terdapat bidadari-bidadari yang suci, mereka tidak melihat kecuali kepada suami-suami mereka, bermata indah, seolah-olah mereka adalah telur yang terjaga yang belum tersentuh tangan.

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ . قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّى كَانَ لِى قَرِينٌ

(50-51) "Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil saling bertanya (bercakap-cakap). Berkatalah salah seorang di antara mereka, ’Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,'

Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, bertanya tentang keadaan mereka di dunia dan apa yang mereka rasakan di sana serta apa yang Allah limpahkan berupa nikmat kepada mereka di surga, dan ini adalah di antara bentuk kenikmatan yang sempurna. Seorang penghuni surga berkata, "Dulu di dunia aku mempunyai seorang teman akrab,

يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُصَدِّقِينَ . أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ

(52-53) 'yang berkata, 'Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit) ? Apakah bila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan ?'"

dia berkata, 'Bagaimana kamu membenarkan kebangkitan kembali (setelah kematian) padahal itu sangat mustahil? Apakah bila kita mati, jasad kita hancur luluh dan menjadi tanah serta menyisakan tulang belulang, apakah kita tetap akan dibangkitkan, diperhitungkan dan dibalas sesuai dengan amal perbuatan kami?'"

قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ . فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِى سَوَآءِ ٱلْجَحِيمِ

(54-55) "Dia berkata, 'Maukah kalian mencari tahu (temanku itu)?' Maka dia mencari tahu, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah Neraka Jahanam."

Orang Mukmin yang masuk surga itu berkata kepada rekan-rekannya, "Apakah kalian berkenan untuk melongok sehingga kalian bisa melihat nasib rekan tersebut?" Lalu dia melongok dan melihat rekannya berada di tengah-tengah api neraka.

قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ . وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُنتُ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ

(56-57) "Dia berkata, 'Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku, dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang dimasukkan (ke neraka).'

Orang Mukmin itu berkata kepada temannya yang mengingkari kebangkitan, "Hampir-hampir saja kamu mencelakakanku dengan meng-halang-halangiku dari iman sekiranya aku patuh kepadamu. Kalau tidak ada karunia dari Tuhanku dengan memberiku hidayah kepada iman dan peneguhanNya terhadapku di atasnya, niscaya aku termasuk orang-orang yang dimasukkan ke dalam azab bersamamu."

أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ . إِلَّا مَوْتَتَنَا ٱلْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ . إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(58-60) 'Maka apakah kami tidak akan mati kecuali kematian kami yang pertama saja (di dunia), dan kami tidak akan diazab (di akhirat ini)? Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung'."

Apakah benar kami diberi kenikmatan dan dikekalkan sehingga kami tidak akan mati kecuali kematian kami yang pertama di dunia dan kami tidak akan disiksa setelah kami masuk surga? Sesungguhnya kenikmatan yang kami dapatkan ini merupakan kemenangan yang besar."

لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ ٱلْعَٰمِلُونَ

(61) "Untuk (kemenangan) seperti inilah, hendaknya beramal orang-orang yang beramal (di dunia)"

Untuk kenikmatan yang sempurna seperti ini, kekekalan yang langgeng dan kemenangan yang besar inilah, hendaknya orang-orang yang beramal di dunia beramal untuknya, agar di akhirat mereka sampai kepadanya (meraihnya).

أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا أَمْ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ

(62) "Apakah (kenikmatan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum?"

Apakah kenikmatan surga yang telah disebutkan di atas lebih baik sebagai karunia dan pemberian dari Allah ataukah pohon zaqqum yang busuk lagi menjijikkan sebagai makanan penduduk neraka?

Buah Pohon Zaqqum Adalah Makanan Ahli Neraka

إِنَّا جَعَلْنَٰهَا فِتْنَةً لِّلظَّٰلِمِينَ

(63) "Sesungguhnya Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang yang zhalim."

Sesungguhnya Kami menjadikannya sebagai fitnah, di mana orang-orang zhalim terfitnah olehnya untuk diri mereka sendiri dengan kekafiran dan kemaksiatan dan mereka pun berkata penuh pengingkaran, "Sesungguhnya rekan kalian mengabarkan kepada kalian bahwa di dalam neraka ada pohon, padahal api memakan (membakar) pohon."

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ . طَلْعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ . فَإِنَّهُمْ لَءَاكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِـُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ . ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيمٍ . ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَإِلَى ٱلْجَحِيمِ

(64-68) "Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar Neraka Jahanam, mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar makan darinya (buah pohon zaqqum itu), dan mereka akan memenuhi perut mereka dengannya. Kemudian sesungguhnya setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka adalah ke Neraka Jahanam"

Sesungguhnya ia (pohon zaqqum) itu adalah pohon yang tumbuh di dasar Jahanam, buahnya sangat buruk bila dipandang, seolah-olah ia adalah kepala-kepala setan, bila ia demikian, maka jangan bertanya lagi setelah ini tentang rasanya. Sesungguhnya orang-orang musyrik itu pasti makan dari pohon tersebut, yang akan memenuhi perut-perut mereka, kemudian setelah mereka memakannya, mereka akan minum minuman yang campur aduk (keruh), buruk lagi sangat panas, kemudian setelah azab ini mereka dikembalikan kepada azab api neraka.

إِنَّهُمْ أَلْفَوْاْ ءَابَآءَهُمْ ضَآلِّينَ . فَهُمْ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ يُهْرَعُونَ

(69-70) "Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat, lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak mereka (nenek moyang) itu."

Sesungguhnya mereka mendapatkan leluhur mereka di atas ke-syirikan dan kesesatan, lalu mereka pun bersegera mengikuti mereka di atas itu.

Akibat yang Diderita Umat Dahulu yang Membangkang Terhadap Kebenaran

وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ ٱلْأَوَّلِينَ

(71) "Dan sungguh sebelum mereka (kafir Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,"

Sungguh kebanyakan umat-umat sebelum umatmu, wahai Rasul juga telah tersesat dari kebenaran.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ

(72) "dan sungguh Kami telah mengutus (para rasul) sebagai para pemberi peringatan di tengah mereka."

Dan sungguh Kami telah mengutus para utusan kepada umat-umat tersebut, para utusan itu memperingatkan mereka terhadap azab Allah namun mereka mengingkarinya.

فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُنذَرِينَ

(73) "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,"

Maka perhatikanlah bagaimana akhir kehidupan umat-umat yang telah diberi peringatan itu lalu mereka ingkar. Mereka disiksa dan menjadi pelajaran bagi manusia yang lain.

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ

(74) "kecuali hamba-hamba Aliah yang dibebaskan (dari azab karena keikhlasan mereka)."

Kecuali hamba-hamba Allah yang Allah selamatkan dan Allah khususkan dengan rahmatNya karena keikhlasan mereka kepadaNya.

Allah Mengabulkan Permohonan Nabi Nuh

وَلَقَدْ نَادَىٰنَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ ٱلْمُجِيبُونَ

(75) "Dan sungguh Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh Kami-lah sebaik-baik yang mengabulkan doa "

Nabi Kami, Nuh berseru kepada Kami, dan Kami pasti akan menolongnya atas kaumnya, dan Kami adalah sebaik-baik yang mengabulkan bagi doanya.

وَنَجَّيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥ مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ

(76) "Kami telah menyelamatkan dia dan keluarganya (pengikutnya) dari bencana yang besar."

Dan Kami menyelamatkannya dan keluarganya serta orang-orang yang beriman kepadanya dari gangguan orang-orang musyrik dan dari tenggelam karena banjir bandang yang dahsyat.

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلْبَاقِينَ

(77) "Dan Kami jadikan anak cucu keturunannya orang-orang yang tersisa (melanjutkan keturunan)."

Dan Kami menjadikan anak keturunan Nuh adalah orang-orang yang tersisa setelah tenggelamnya kaumnya.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ

(78) "Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;"

Dan Kami abadikan untuknya penyebutan nama yang baik dan sanjungan yang mulia untuknya pada orang-orang yang datang sesudahnya, yang menyebut-nyebut tentangnya dengan penuh kebaikan.

سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِى ٱلْعَٰلَمِينَ

(79) "Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam"

Jaminan keamanan bagi Nuh dan keselamatan untuknya, sehingga dia tidak disebut-sebut dengan keburukan di kalangan orang-orang yang datang sesudahnya, sebaliknya generasi-generasi sesudahnya akan menyanjungnya.

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(80) "Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik"

Seperti balasan untuk Nuh itulah Kami akan membalas hamba-hamba Kami yang berbuat kebaikan dengan menaati Allah.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ

(81) "Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman."

Sesungguhnya Nuh termasuk hamba-hamba Kami yang membenarkan, ikhlas dan melaksanakan perintah-perintah Allah.

ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْءَاخَرِينَ

(82) "Kemudian Kami tenggelamkan yang lain."

Kemudian Kami menenggelamkan kaumnya yang lain dengan banjir bandang, sehingga tidak tersisa seorang pun dari mereka.

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala

۞ وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِۦ لَإِبْرَٰهِيمَ . إِذْ جَآءَ رَبَّهُۥ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ . إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَاذَا تَعْبُدُونَ . أَئِفْكًا ءَالِهَةً دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ . فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(83-87) "Dan sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).883 (Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,884 (ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, 'Apakah yang kalian sembah itu? Apakah kalian menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu? Maka bagaimana anggapan kalian terhadap Tuhan seluruh alam?"'

Di antara pengikut Nuh yang berjalan di atas manhaj dan agamanya adalah Nabiyullah Ibrahim, saat dia datang kepada Tuhannya dengan membawa hati yang bersih dari segala akidah sesat dan akhlak tercela, saat dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya dengan penuh pengingkaran, "Apa yang kalian sembah selain Allah itu? Apakah kalian ingin menyembah tuhan-tuhan buatan dan meninggalkan ibadah kepada Allah yang berhak untuk disembah semata? Lalu apa dugaan kalian terhadap apa yang akan dilakukan oleh Rabbul alamin bila kalian menyekutukanNya dengan menyembah selainNya?"


[883] Nabi Ibrahim termasuk golongan Nabi Nuh yakni, dalam hal keimanan kepada Allah dan pokok-pokok ajaran agama.

[884] Mengikhlaskan hatinya kepada Allah $i dengan sepenuhnya.

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى ٱلنُّجُومِ . فَقَالَ إِنِّى سَقِيمٌ

(89-90) "Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang, kemudian dia (Ibrahim) berkata, 'Sesungguhnya aku sakit.' Maka mereka berpaling darinya dan pergi meninggalkannya."

Lalu Ibrahim memandang sepintas ke bintang-bintang, di mana kaumnya memang menyembahnya, seraya memikirkan alasan yang akan disodorkan kepada kaumnya agar tidak berangkat bersama mereka menghadiri hari raya mereka, maka dia berkata kepada mereka, "Saya sakit." Ini adalah ungkapan kiasan darinya, maka mereka pun meninggalkannya di belakang mereka.

فَتَوَلَّوْاْ عَنْهُ مُدْبِرِينَ . فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

(91-92) "Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada sesembahan-sesembahan (berhala-berhala) mereka; lalu dia berkata,'Mengapa kalian tidak makan?885 Mengapa kalian tidak menjawab?"'

Maka Ibrahim segera mendatangi berhala-berhala kaumnya, Ibrahim berkata menghinanya, "Mengapa kalian tidak makan makanan-makanan yang disuguhkan oleh penjaga-penjaga kalian? Mengapa kalian diam saja dan tidak menjawab orang yang bertanya kepada kalian?"


[885] Yakni, Nabi Ibrahim mengejek berhala-berhala itu, karena di dekat berhala itu banyak diletakkan makanan-makanan yang baik sebagai sesajen.

مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ

(93) "Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya."

Lalu Ibrahim menghantam dan menghancurkan berhala-berhala itu dengan tangan kanannya untuk membuktikan kepada kaumnya bahwa menyembah berhala-berhala tersebut adalah kesalahan.

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًۢا بِٱلْيَمِينِ

(94) "Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya."

Lalu kaumnya berbondong-bondong mendatangi berlaha-berhala mereka dengan penuh kemarahan.

فَأَقْبَلُوٓاْ إِلَيْهِ يَزِفُّونَ . قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ

(95-96) "Dia (Ibrahim) berkata, 'Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat sendiri? Padahal Allah-lah Yang menciptakan kalian dan apa-apa yang kalian perbuat itu'."

Maka Ibrahim menghadapi mereka dengan penuh keteguhan. Ibrahim berkata, "Bagaimana kalian menyembah berhala yang kalian pahat sendiri dan kalian buat dengan tangan kalian sendiri, lalu kalian meninggalkan penyembahan kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan menciptakan amal perbuatan kalian?"

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

(97) "Mereka berkata, 'Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu'."

Manakala hujjah telah tegak atas mereka, mereka pun menggunakan kekuatan, mereka berkata, "Bangunkanlah untuknya sebuah bangunan, isilah dengan kayu bakar lalu lemparkanlah dia ke dalamnya."

قَالُواْ ٱبْنُواْ لَهُۥ بُنْيَٰنًا فَأَلْقُوهُ فِى ٱلْجَحِيمِ

(98) "Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu justru Kami jadikan merekalah orang-orang yang hina.”

Kaum Ibrahim hendak membuat rencana jahat untuk membinasakan Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka orang-orang yang kalah, Allah menggagalkan rencana jahat mereka dan menjadikan api itu dingin dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim.

فَأَرَادُواْ بِهِۦ كَيْدًا فَجَعَلْنَٰهُمُ ٱلْأَسْفَلِينَ

(99) "Dan dia (Ibrahim) berkata, 'Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’886


[886] Yakni, Nabi Ibrahim pergi ke suatu negeri agar dapat menyembah Allah dan berdakwah dengan bebas.

Penyembelihan Nabi Isma'il

وَقَالَ إِنِّى ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّى سَيَهْدِينِ

(100) 'Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk di antara orang-orang yang shalih'."

Ibrahim berkata, "Sesungguhnya aku berhijrah kepada Tuhanku dari negeri kaumku ke tempat di maha aku bisa beribadah kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia akan menunjukkan kebaikan kepadaku dalam agama dan duniaku. Wahai Tuhanku, berilah aku anak yang shalih."

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(101) "Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat penyantun (Isma'il)"

Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami memberikan kabar gembira dengan kelahiran seorang anak yang sangat bijak, yakni saat dia dewasa, yaitu Isma'il.

فَبَشَّرْنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٍ

(102) "Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sudah bisa ikut berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, 'Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!' Dia (Isma'il) menjawab, 'Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk di antara orang-orang yang sabar'."

Manakala Isma'il mulai besar dan berjalan bersama ayahnya, ayahnya berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu, apa pendapatmu?" -Dan mimpi para nabi adalah haq-. Maka Isma'il menjawab demi meraih ridha Tuhannya dan berbakti kepada bapaknya serta membantunya untuk menaati Allah, "Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah, sembelihlah aku, engkau akan melihatku insya Allah sebagai seorang yang sabar, taat dan hanya berharap pahala dari Allah."

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

(103) "Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah)"

Manakala keduanya berserah diri kepada perintah Allah dan tunduk kepadaNya, Ibrahim memiringkan anaknya di atas tanah untuk menyembelihnya.

فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ . وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ

(104-105) "lalu Kami panggil dia, 'Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu.887 Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.'

Kami memanggil Ibrahim dalam keadaan yang sangat sulit tersebut, "Wahai Ibrahim, kamu telah melakukan apa yang Aku perintahkan kepadamu dan kamu telah membenarkan mimpimu. Sesungguhnya Kami membalas orang-orang yang berbuat baik sepertimu sebagaimana Kami membalasmu atas pembenaranmu, sehingga Kami menyelamatkan mereka dari kesulitan-kesulitan di dunia dan di akhirat.


[887] Yakni, mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah dan wajib dilaksanakan.

قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(106) 'Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata'."

Sesungguhnya perintah untuk menyembelih anakmu adalah ujian yang berat yang telah membuktikan kebenaran imanmu."

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُاْ ٱلْمُبِينُ

(107) "Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar;"268

Kami menyelamatkan Isma'il dan Kami menggantinya dengan seekor domba yang besar.


[888] Yakni, setelah nyata kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il . maka Allah melarang menyembelih Nabi Isma'il dan untuk meneruskan kurban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada Hari Raya Idhul Adha.

وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

(108) "Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,"

Kami menyisakan sanjungan yang baik bagi Ibrahim pada umat-umat sesudahnya.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ

(109) "Selamat sejahtera bagi Ibrahim."

Penghormatan untuk Ibrahim di sisi Allah dan doa kebaikan untuknya agar selamat dari segala celaan.

سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

(110) "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

Sebagaimana Kami memberikan balasan baik bagi Ibrahim karena ketaatannya kepada Kami dan melaksanakan perintah Kami, begitu pula Kami membalas orang-orang yang berbuat baik dari hamba-hamba Kami.

كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(111) "Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman"

Sesungguhnya Ibrahim termasuk hamba-hamba Kami yang Mukmin yang telah memberikan hak penghambaan dengan sebaik-baiknya.

Kabar Gembira Tentang Kelahiran Ishaq

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ

(112) "Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang shalih"

Dan Kami menyampaikan berita gembira kepada Ibrahim, bahwa Kami menjadikan Ishaq, putranya, sebagai nabi di kalangan orang-orang shalih, sebagai balasan untuknya atas kesabarannya dan kerelaannya menerima perintah Tuhannya dan ketaatannya kepadaNya.

وَبَشَّرْنَٰهُ بِإِسْحَٰقَ نَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(113) "Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishaq. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri"

Dan Kami menurunkan keberkahan kepada mereka berdua. Dan di antara anak keturunan mereka berdua ada yang taat kepada Tuhannya, berbuat baik untuk dirinya, namun ada juga yang zhalim secara nyata dengan kekafiran dan kemaksiatannya.

Nikmat yang Diberikan Allah Kepada Nabi-nabi: Musa, Harun, Ilyas, Luth, dan Yunus

وَبَٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰٓ إِسْحَٰقَ ۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ مُبِينٌ . وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

(114-115) "Dan sungguh Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun. Dan Kami selamatkan keduanya dan kaum mereka berdua dari bencana yang besar,"

Dan sungguh Kami telah melimpahkan kenabian dan kerasulan kepada Musa dan Harun, Kami menyelamatkan mereka berdua dan kaum mereka dari tenggelam dan Kami mengentaskan mereka dari penghambaan dan kehinaan yang menimpa mereka.

وَنَجَّيْنَٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ

(116) "dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang

ami telah menolong mereka, sehingga akhirnya mereka mendapatkan kemuliaan, kemenangan dan keunggulan atas Fir'aun dan bala tentaranya.

وَنَصَرْنَٰهُمْ فَكَانُواْ هُمُ ٱلْغَٰلِبِينَ . وَءَاتَيْنَٰهُمَا ٱلْكِتَٰبَ ٱلْمُسْتَبِينَ . وَهَدَيْنَٰهُمَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

(117-119) "Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas, dan Kami tunjukkan bagi keduanya jalan yang lurus. Dan Kami abadikan untuk bduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,"

Dan Kami memberikan mereka berdua Taurat yang jelas, Kami membimbing keduanya ke jalan yang lurus yang tidak bengkok, yaitu Islam, agama Allah yang dengannya Dia mengutus nabi-nabiNya, Kami juga mengabadikan sanjungan yang bagus dan nama yang mulia untuk mereka berdua pada orang-orang yang datang sesudah mereka.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى ٱلْءَاخِرِينَ . سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ . إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(120-122) "(yaitu), ’Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun' Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya mereka berdua termasuk hamba-hamba Kami yang beriman"

Penghormatan kepada Musa dan Harun dari sisi Allah, pujian dan doa kebaikan untuk mereka berdua agar selamat dari segala aib, sebagaimana Kami membalas keduanya dengan kebaikan, Kami juga membalas orang-orang yang berbuat baik dari hamba-hamba Kami yang mengikhlaskan diri kepada Kami dengan membenarkan, beriman dan beramal. Sesungguhnya Musa dan Harun termasuk hamba-hamba Kami yang mendalam imannya.

إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ . وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ . إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ . أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ ٱلْخَٰلِقِينَ

(123-126) "Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang di antara rasul-rasul. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kalian tidak bertakwa? Patutkah kalian menyembah Ba'l889 dan kalian meninggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhan kalian dan Tuhan nenek moyang kalian yang terdahulu ?"

Dan sesungguhnya hamba Kami, Ilyas, termasuk orang-orang yang Kami muliakan dengan kenabian dan kerasulan. Tatkala dia berkata kepada kaumnya, Bani Israil, "Bertakwalah kalian kepada Allah semata dan takutlah kepadaNya, jangan menyekutukan selainNya denganNya. Bagaimana kalian menyembah berhala yang lemah lagi makhluk dan kalian meninggalkan sebaik-baik Pencipta yang disifati dengan sifat-sifat terbaik dan paling sempurna, lalu kalian tidak menyembahNya? Allah adalah Tuhan kalian Yang menciptakan kalian dan menciptakan nenek moyang kalian yang telah berlalu sebelum kalian?"


[889] Ba'l adalah nama salah satu berhala dari Bangsa Fenisia.

ٱللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ . فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ

(127-128) "Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sesungguhnya mereka benar-benar akan dimasukkan (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibebaskan (dari azab karena keikhlasan mereka dalam beragama),"

Kaum Ilyas mendustakan nabi mereka. Maka Allah pasti akan mengumpulkan mereka di Hari Kiamat untuk menghadapi perhitungan amal dan hukuman, kecuali hamba-hamba Allah yang mengikhlaskan agama mereka untuk Allah. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari azabNya.

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ . وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ . سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلْ يَاسِينَ . إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(129-132) "Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. "Selamat sejahtera bagi Ilyas.' Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman."

Dan Kami memberikan sanjungan yang baik untuk Ilyas pada umat-umat sesudahnya. Penghormatan dari Allah dan pujian dariNya untuk Ilyas. Dan sebagaimana Kami membalas kebaikan kepada Ilyas atas ketaatannya, Kami juga membalas hamba-hamba Kami yang berbuat baik. Sesungguhnya Ilyas termasuk hamba-hamba Allah yang beriman, ikhlas kepadaNya dan menjalankan perintah-perintahNya.

إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ . وَإِنَّ لُوطًا لَّمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ . إِذْ نَجَّيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ

(133-135) "Dan sesungguhnya Luth benar-benar termasuk salah seorang di antara rasul-rasul. (Ingatlah) ketika Kami menyelamatkan dia dan pengikutnya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota itu)"

Dan sesungguhnya Kami telah memilih hamba Kami Luth, lalu Kami menjadikannya termasuk para rasul, saat Kami menyelamatkannya dan keluarganya dari azab, kecuali seorang wanita tua, yaitu istrinya, dia binasa bersama kaumnya yang binasa karena kekafirannya.

إِلَّا عَجُوزًا فِى ٱلْغَٰبِرِينَ

(136) "Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lainnya." 890

Kemudian Kami membinasakan orang-orang yang tersisa yang mendustakan dari kaumnya.


[890] Yakni, mereka yang tinggal di kota yang tidak ikut bersama Nabi Luth .

ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْءَاخَرِينَ . وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِم مُّصْبِحِينَ

(137-138) "Dan sesungguhnya kalian (penduduk Makkah) benar-benar sering melewati (bekas-bekas negeri) mereka ketika kalian (melewatinya) di waktu pagi, dan juga pada waktu malam. Maka mengapa kalian tidak mengerti?"

Sesungguhnya kalian wahai orang-orang Makkah, benar-benar melewati kampung-kampung kaum Luth dan sisa-sisanya dalam perjalanan safar kalian di waktu pagi dan kalian juga melewatinya di waktu malam. Maka mengapa kalian tidak merenungkannya, sehingga kalian merasa takut ditimpa seperti apa yang telah menimpa mereka?

وَبِٱلَّيْلِ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ . وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

(139-140) "Dan sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk salah seorang di antara rasul-rasul. (Ingatlah) ketika dia melarikan diri891 ke kapal yang penuh muatan,"

Sesungguhnya Kami memilih hamba Kami, Yunus dan menjadikannya termasuk para rasul, saat dia berlari meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah kepada kaumnya, lalu dia ikut dalam sebuah kapal yang sarat dengan penumpang dan barang.


[891] Yakni, pergi meninggalkan kewajiban.

إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ

(141) "kemudian dia ikut diundi,892 lalu ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian)"

Kapal itu kemudian dikepung oleh ombak-ombak yang besar, maka para penumpangnya melakukan undian untuk meringankan beban kapal karena takut tenggelam, maka Yunus termasuk ke dalam orang-orang yang kalah.


[892] Undian diadakan karena muatan kapal sangat penuh. Kalau tidak dikurangi mungkin akan tenggelam. Oleh sebab itu diadakan undian. Siapa yang kalah dalam undian itu, dilemparkan ke laut Dengan kehendak Allah , Nabi Yunus termasuk di antara orang-orang yang kalah dalam undian tersebut sehingga dia dilemparkan ke laut

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ

(142) "Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela."893

Maka Yunus dibuang ke laut, lalu seekor ikan besar menelannya dan dia telah melakukan sesuatu yang karenanya dia disalahkan.


[893] Yakni, tercela karena dia lari meninggalkan kaumnya.

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ . فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ

(143-144) "Maka sekiranya dia tidak termasuk di antara orang-orang yang banyak bertasbih (berdzikir mengingat dan menyebut Allah), niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari mereka dibangkitkan (Hari Kiamat)”

Kalau bukan karena banyaknya ibadah dan amal shalih yang telah dia lakukan sebelum dia dimakan ikan besar tersebut, dan juga tasbihnya saat dia berada di dalam perut ikan tersebut dengan mengucapkan,

لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
"Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim(Al-Anbiya': 87), niscaya Yunus akan berdiam diri dalam perut ikan dan perut itu akan menjadi kuburnya sampai Hari Kiamat.

لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(145) "Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakti.”

Lalu Kami mengeluarkannya dari perut ikan, dan Kami melemparkannya ke sebuah daerah yang tidak berpohon dan tidak memiliki bangunan dalam keadaan lemah.

۞ فَنَبَذْنَٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

(146) "Kemudian untuknya Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu"

Dan Kami menumbuhkan untuknya pohon labu yang memayunginya dan bermanfaat baginya.

وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ . وَأَرْسَلْنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ

(147-148) "Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih, sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu"

Dan Kami mengutusnya kepada kaumnya yang berjumlah seratus ribu bahkan lebih dari itu. Mereka membenarkannya dan melaksanakan apayang dibawanya, maka Kami memberikan kenikmatan hidup kepada tereka sampai tiba saat ajal mereka.

Tak Layak Allah Mempunyai Anak Perempuan

فَـَٔامَنُواْ فَمَتَّعْنَٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

(149) "Maka tanyakanlah (wahai Rasul) kepada mereka (orang-orang kafir Makkah), 'Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?'"894

Maka tanyakanlah wahai Rasul kepada kaummu bagaimana mereka menjadikan anak perempuan untuk Allah padahal mereka sendiri tidak menyukainya, dan mereka menjadikan anak laki-laki untuk diri mereka?


[894] Orang-orang musyrik Ouraisy mengatakan bahwa Allah m mempunyai anak-anak perempuan, yaitu para malaikat, padahal mereka sendiri menganggap hina anak perempuan itu.

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ

(150) "Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan (nya)?"

Tanyakanlah kepada mereka, "Apakah Kami menciptakan para malaikat sebagai perempuan-perempuan dan mereka hadir saat itu?"

أَمْ خَلَقْنَا ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثًا وَهُمْ شَٰهِدُونَ . أَلَآ إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ

(151-152) "Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongan mereka, mereka benar-benar mengatakan, 'Allah mempunyai anak,' dan sesungguhnya mereka benar-benar pendusta

Dan sesungguhnya di antara kebohongan mereka adalah ucapan mereka, "Allah melahirkan anak." Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang benar-benar berdusta, karena mereka berkata apa yang tidak mereka ketahui.

وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ

(153) "apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?"

Untuk apa Allah memilih anak-anak perempuan dan bukan anak-anak laki-laki?

أَصْطَفَى ٱلْبَنَاتِ عَلَى ٱلْبَنِينَ

(154) "Mengapa kalian ini? Bagaimana (caranya) kalian menetapkan?"

Ketetapan kalian adalah ketetapan paling buruk wahai kaum, di mana kalian memberikan anak-anak perempuan kepada Allah dan anak-anak laki-laki untuk diri kalian sendiri, padahal kalian sendiri tidak ridha perempuan untuk diri kalian.

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

(155) "Maka mengapa kalian tidak memikirkan?"

Apakah kalian tidak ingat bahwa Allah tidak boleh dan tidak patut memiliki anak? Mahatinggi Allah dari itu setinggi-tingginya.

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(156) "Ataukah kalian mempunyai bukti yang jelas?'

Apakah kalian memiliki hujjah yang nyata atas kebohongan dan perkataan kalian itu?

أَمْ لَكُمْ سُلْطَٰنٌ مُّبِينٌ

(157) "Maka datangkanlah kitab kalian, jika kalian adalah orang-orang yang benar."

Jika kalian memiliki hujjah dalam sebuah kitab dari sisi Allah, maka datangkanlah hal itu, bila kalian adalah orang-orang yang jujur dalam apa yang kalian katakan.

فَأْتُواْ بِكِتَٰبِكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(158) "Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dengan makhluk tak terlihat itu. Dan sungguh makhluk tak terlihat itu telah mengetahui bahwa mereka (orang-orang musyrik) benar-benar akan dimasukkan (ke neraka),"

Orang-orang musyrik itu juga menetapkan nasab dan kekerabatan antara Allah dengan para malaikat. Dan para malaikat itu mengetahui bahwa orang-orang musyrik akan dihadirkan untuk diazab di Hari Kiamat.

وَجَعَلُواْ بَيْنَهُۥ وَبَيْنَ ٱلْجِنَّةِ نَسَبًا ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ ٱلْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ

(159) "Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,"

Mahasuci Allah dari segala perkara yang tidak layak untukNya dari sifat-sifat yang disandangkan oleh orang-orang kafir kepadaNya.

سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

(160) "kecuali hamba-hamba Allah895 yang dibebaskan (dari azab karena keikhlasan mereka dalam beribadah)"

Akan tetapi hamba-hamba Allah yang ikhlas dalam beribadah kepadaNya tidak menyifatiNya kecuali dengan apa yang layak bagi keagunganNya.


[895] Yakni, golongan jin yang beriman. 464 3 Tafsir Muyassar

Kaum Musyrikin Beserta Sembahan-sembahannya Tidak Berdaya

إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ . فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ . مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ بِفَٰتِنِينَ

(161-163) "Maka sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah itu tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah, kecuali orang-orang yang akan masuk ke Neraka Jahanam"

Maka sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang menyekutukan Allah, dan tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah itu, tidak mampu menyesatkan siapa pun kecuali siapa yang telah Allah takdirkan untuk masuk ke dalam Neraka Jahanam karena kekafiran dan kezhalimannya.

إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ ٱلْجَحِيمِ . وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٌ مَّعْلُومٌ . وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلصَّآفُّونَ

(164-166) "Dan tidak satu pun di antara kami (para malaikat), melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu, dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah). Dan sesungguhnya kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah)"

Para malaikat berkata, "Tidak seorang pun dari kami kecuali dia memiliki tempat yang sudah diketahui di langit. Sesungguhnya kami berdiri berbaris dalam beribadah kepada Allah dan menaatiNya. Sesungguhnya kami menyucikan Allah dari segala apa yang tidak layak bagiNya."

وَإِنَّا لَنَحْنُ ٱلْمُسَبِّحُونَ . وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ . لَوْ أَنَّ عِندَنَا ذِكْرًا مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ

(167-169) "Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Makkah) benar-benar pernah berkata,'Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang terdahulu, tentu kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang dibebaskan (dari azab karena keikhlasan kami)'."

Dan sesungguhnya orang-orang kafir Makkah benar-benar berkata sebelum engkau diutus wahai Rasul, "Seandainya kami dikirimi kitab-kitab dan nabi-nabi seperti yang telah dikirimkan kepada orang-orang sebelum kami, niscaya kami menjadi hamba-hamba Allah yang benar-benar beriman, mengikhlaskan ibadah kepadaNya."

لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلْمُخْلَصِينَ

(170) "Tetapi ternyata mereka kafir terhadapnya (al-Qur'an); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat kekafiran mereka itu)”

Tetapi manakala berita orang-orang terdahulu dan ilmu orang-orang terakhir, kitab paling sempurna dan Rasul paling utama, yaitu Muhammad datang kepada mereka, mereka kafir kepadanya, maka mereka akan mengetahui azab apa yang akan mereka terima di akhirat.

Para Rasul dan Pengikutnya Pasti Mendapat Kemenangan

فَكَفَرُواْ بِهِۦ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ . وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلْمُرْسَلِينَ . إِنَّهُمْ لَهُمُ ٱلْمَنصُورُونَ

(171-173) "Dan sungguh janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, sesungguhnya mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami-lah896 yang pasti menang."

Dan sungguh kalimat (ketetapan) Kami telah mendahului, yaitu ketetapan yang tidak akan tertolak, untuk hamba-hamba Kami para utusan, bahwa mereka akan mendapatkan kemenangan atas musuh-musuh mereka dengan hujjah dan kekuatan, dan bahwa bala tentara Kami, para mujahidin dijalan Kami, adalah orang-orang yang menang atas musuh-musuh mereka di setiap kesempatan dengan melihat kepada akibat dan akhir kehidupan.


[896] Yakni, para rasul beserta para pengikut mereka.

وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلْغَٰلِبُونَ . فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ

(174-175) "Maka berpalinglah engkau (wahai Rasul) dari mereka sampai waktu tertentu,897 dan lihatlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).”

Maka berpalinglah wahai Rasul dari orang-orang yang menentang dan tidak menerima kebenaran sehingga waktu yang Aku berikan kepada mereka habis dan perintah Allah yang berisi azab tiba. Lihatlah dan perhatikanlah azab apa yang akan menimpa mereka akibat penyelisihan tereka terhadapmu? Mereka akan melihat azab Allah yang akan turun Menimpa mereka.


[897] Yakni, sampai Rasulullah mempunyai kekuatan.

وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ . أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ

(176-177) "Maka apakah azab Kami yang mereka meminta agar disegerakan? Maka apabila (azab) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari orang-orang yang diperingatkan itu"898

Apakah mereka meminta kepadamu wahai Rasul disegerakannya azab Kami atas mereka? Bila azab Kami turun kepada mereka, maka se-buruk-buruk waktu pagi adalah waktu pagi mereka.


[898] Tidak hanya waktu pagi tetapi sembarang waktu, di mana jika orang-orang yang menyerang melalaikan serangan sebelum waktu Shubuh; maka orang-orang yang kalah, menderita kekalahannya pada waktu pagi.

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلْمُنذَرِينَ . وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّىٰ حِينٍ

(178-179) "Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu. Dan lihatlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu)"

Dan berpalinglah dari mereka sampai Allah menetapkan azabNya atas mereka, dan biarkanlah mereka, karena mereka pasti akan melihat azab dan siksaan yang akan menimpa mereka.

وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ

(180) "Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan itu"

Mahasuci Allah Tuhan Pemilik kemuliaan dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang berdusta atas namaNya.

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ

(181) "Dan selamat sejahtera bagi para rasul."

Penghormatan Allah, sanjunganNya, dan keamananNya selalu tercurah untuk seluruh rasul.

وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ

(182) "Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam"

Segala puji bagi Allah Rabbul alamin di dunia dan di akhirat. Dia-lah yang berhak atas itu semata tiada sekutu bagiNya.