Isi Tafsir Al-Qur'an

Yaa Siin

PERNYATAAN DARI ALLAH BAHWA MUHAMMAD ITU BENAR-BENAR SEORANG RASUL YANG MEMBAWA AL-QUR'AN SEBAGAI WAHYU DARI ALLAH

يسٓ

(1) "Ya Sin"

(Ya Sin). Pembicaraan tentang huruf-huruf terpisah-pisah (di awal surat seperti ini) telah hadir di awal Surat al-Baqarah.

وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْحَكِيمِ . إِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ . عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(2-4) "Demi al-Qur'an yang penuh hikmah, sesungguhnya engkau (wahai Rasul) adalah salah seorang dari rasul-rasul, (yang berada) di alas jalan yang lurus,"

Allah bersumpah dengan a!-Qur'an yang muhkam yang di dalamnya terkandung hukum-hukum, hikmah-hikmah dan hujjah-hujjah, bahwa sesungguhnya kamu, wahai Rasul, benar-benar termasuk orang-orang yang diutus oleh Allah dengan wahyuNya kepada hamba-hambaNya, yang berjalan di atas jalan lurus lagi seimbang, yaitu Islam.

تَنزِيلَ ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ

(5) "(dan al-Qur'an itu sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang "

Allah menurunkan al-Qur'an ini dengan penurunan dari Dzat yang Mahaperkasa dalam membalas orang-orang yang kafir lagi berdosa, namun Dia Maha Penyayang kepada siapa yang bertaubat dari hamba-hambaNya dan beramal shalih.

لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ

(6) "Agar engkau memberi peringatan (dengannya) kepada kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, maka karena itu mereka lalai"

Kami menurunkannya kepadamu, wahai Rasul, agar dengannya kamu memperingatkan suatu kaum yang nenek moyang mereka sebel um-mu belum diberi peringatan, yaitu orang-orang Arab. Mereka adalah orang-orang yang lalai dari iman dan istiqamah di atas amal shalih. Setiap umat yang peringatan terhadapnya terputus, mereka akan terjatuh ke dalam kelalaian. Ini mengandung dalil diwajibkannya dakwah dan memberi peringatan atas para ulama, orang-orang yang mengetahui Allah dan SyariatNya, untuk membangunkan kaum Muslimin dari kelalaian mereka.

Kebanyakan Orang Kafir Pasti Mendapat Azab Karena Tidak Mengindahkan Peringatan Allah

لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ . إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

(7-8) "Sungguh telah pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka menengadah."

Sungguh azab memang patut ditimpakan kepada kebanyakan orang-orang kafir tersebut, setelah kebenaran disampaikan kepada mereka namun mereka menolaknya. Mereka tidak membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta tidak melaksanakan SyariatNya. Sesungguhnya Kami menjadikan orang-orang kafir yang mana kebenaran telah disampaikan kepada mereka namun mereka menolaknya dan bersikukuh di atas kekafiran dan menolak beriman, seperti orang yang dibelenggu lehernya dengan rantai, lalu tangan dan leher mereka disatukan di bawah dagu mereka, sehingga mereka terpaksa mendongakkan kepala ke langit. Mereka terbelenggu dari segala macam kebaikan, mereka tidak melihat kebenaran dan tidak mendapatkan petunjuk kepadanya.

وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

(9) "Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat."

Dan Kami meletakkan dinding penghalang di depan orang-orang kafir dan juga di belakang mereka, sehingga mereka seperti orang yang dihalang-halangi jalannya di depan kedua matanya dan di belakangnya Lalu Kami membutakan penglihatan mereka disebabkan oleh kekafiran dan kesombongan mereka. Mereka tidak melihat jalan lurus dan tidak mendapatkan petunjuk kepadanya. Siapa pun yang berpaling dari dakwah Islam dan menentangnya, maka dia layak mendapatkan azab ini.

وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

(10) "Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman"

Sama saja bagi orang-orang kafir yang menentang itu, apakah kamu wahai Rasul memperingatkan mereka atau tidak memperingatkan, mereka tetap tidak akan membenarkan dan tidak akan beramal.

Peringatan Hanya Berguna Bagi Orang yang Takut Kepada Allah .

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

(11) "Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan869 dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihatNya. Maka sampaikan untuk mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia"

Peringatanmu hanya bermanfaat bagi orang yang beriman kepada al-Qur'an dan mengikuti hukum-hukum Allah yang ada di dalamnya, takut kepada Allah yang Maha Pengasih, di mana tidak ada yang melihatNya kecuali Allah. Maka sampaikanlah berita gembira kepadanya dengan ampunan Allah terhadap dosa-dosanya dan pahala dari Allah di akhirat atas amal shalihnya, yaitu masuk surga.


[869] Yakni, peringatan yang diberikan oleh Nabi Muhammad hanya berguna bagi orang yang mau mengikuti beliau.

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُواْ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ

(12) "Sesungguhnya Kami-lah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami-lah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauhul Mahjuzh)"

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati seluruhnya dengan membangkitkan mereka di Hari Kiamat. Kami mencatat kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan dan peninggalan-peninggalan mereka di mana mereka merupakan sebabnya dalam kehidupan mereka dan sesudah kematian mereka dalam bentuk kebaikan, seperti anak yang shalih, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah, dan juga menulis keburukan mereka berupa kesyirikan dan kemaksiatan. Segala sesuatu telah Kami catat dalam sebuah kitab yang jelas, yaitu Ummul Kitab yang merupakan induk segala kitab, yaitu Lauhul Mahfuzh. Hendaknya orang yang berakal menghisab (mengevaluasi) dirinya, agar menjadi teladan dalam kebaikan dalam hidup dan sesudah matinya.

Kisah Penduduk Sebuah Kota yang Harus Menjadi Pelajaran Bagi Penduduk Makkah

وَٱضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَٰبَ ٱلْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا ٱلْمُرْسَلُونَ . إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوٓاْ إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

(13-14) "Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu para penduduk suatu negerit ketika utusan-utusan datang kepada mereka; (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata,'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepada kalian'."

Dan buatlah wahai Rasul sebuah perumpamaan bagi kaummu yang menolak dakwahmu, agar mereka bisa mengambil pelajaran darinya, yaitu kisah penduduk sebuah desa, tatkala para utusan datang kepada mereka, yaitu tatkala Kami mengutus dua orang rasul kepada mereka untuk berdakwah kepada mereka untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selainNya, maka penduduk desa itu mendustakan kedua utusan tersebut, maka Kami menguatkan keduanya dengan utusan ketiga, maka ketiga utusan tersebut berkata kepada penduduk kampung tersebut, "Wahai kaum, sesungguhnya kami ini diutus kepada kalian."

قَالُواْ مَآ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ ٱلرَّحْمَٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

(15) "Mereka (penduduk negeri) menjawab, 'Kalian ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kalian hanya berdusta belaka'."

Penduduk desa berkata kepada para rasul, "Kalian hanyalah orang-orang seperti kami dan Allah yang Maha Pengasih tidak menurunkan wahyu apa pun, dan kalian sendiri, wahai para utusan, adalah orang-orang yang berdusta."

قَالُواْ رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ . وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

(16-17) "Mereka berkata, 'lahan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah utusan-utusan (Allah) kepada kalian. Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas'."

Para rasul itu menegaskan, "Tuhan kami Yang mengutus kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah utusan-utusan kepada kalian, dan tugas kami hanyalah menyampaikan riaulah dengan jelas, kami tidak memiliki kuasa memberikan hidayah untuk kalian, karena hidayah ada di Tangan Allah semata."

قَالُوٓاْ إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُواْ لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

(18) "Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami bernasib sial karena kalian. Sungguh Jika kalian tidak berhenti (menyeru kamij, niscaya kami akan merajam kalian dan kalian pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami'."

Penduduk desa berkata, "Sesungguhnya kami merasa pesimis karena kalian, bila kalian tidak menghentikan dakwah kalian kepada kami, maka kami akan membunuh kalian dengan melempari kalian dengan batu, dan hukuman yang setimpal lagi berat akan menimpa kalian dari kami."

قَالُواْ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

(19) "Mereka (para rasul) itu berkata, ’Kesialan kalian itu adalah karena kalian sendiri. Apakah karena kalian diberi peringatan ? Sebenarnya kalian adalah kaum yang melampaui batas'."

Para utusan itu berkata, "Pesimis kalian dan amal perbuatan kalian berupa syirik dan keburukan adalah karena kalian sendiri dan itu tertolak atas kalian. Apakah bila kalian diingatkan dengan sesuatu yang mengandung kebaikan bagi kalian, kalian merasa pesimis dan kalian mengancam kami dengan rajam dan siksaan? Sebaliknya kalian adalah suatu kaum yang sudah terbiasa melampaui batas dan berbuat maksiat dan mendustakan."

وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُواْ ٱلْمُرْسَلِينَ . ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسْـَٔلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

(20-21) "Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki870 dengan bergegas, dia berkata, 'Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu. Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepada kalian; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.'

Seorang laki-laki dari sebuah tempat yang jauh di kota datang dengan tergesa-gesa, hal itu saat dia mengetahui bahwa penduduk desa berniat membunuh atau menyiksa para rasul itu, dia berkata, "Wahai kaum, ikutilah para utusan dari Allah kepada kalian, ikutilah mereka yang tidak memungut upah harta dari kalian sebagai imbalan dia menyampaikan rimlah kepada kalian, mereka juga berada di atas petunjuk dalam apa yang mereka dakwahkan kepada kalian, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata." Ayat ini mengandung petunjuk tentang keutamaan orang yang berusaha untuk beramar ma'ruf dan bernahi mungkar.


[870] Menurut seharian ulama tafsir, laki-laki tersebut bernama Habib an Najjar.

وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(22) 'Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepadaNya-lah kalian akan dikembalikan,'

"Apa yang menghalangiku untuk beribadah kepada Allah Yang telah menciptakanku dan hanya kepadaNya-lah kalian semua akan kembali?

ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَلَا يُنقِذُونِ . إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ . إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ

(23-25) ’Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selainNya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku. Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhan kalian, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku'."

Apakah aku menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah yang tidak memiliki sedikit pun kesanggupan bila Allah yang Maha Pengasih menghendaki keburukan terhadapku, maka tuhan-tuhan itu tidak kuasa menolak hal itu atau mencegahnya dan ia juga tidak mampu menyelamatkanku dari apa yang sedang aku hadapi? Sesungguhnya bila aku tetap melakukan hal itu, maka aku benar-benar dalam kesalahan yang sangat nyata. Sesungguhnya aku beriman kepada Tuhan kalian, maka dengarkanlah apa yang aku katakan kepada kalian. Taatilah aku dengan beriman kepadaNya." Manakala dia berkata demikian, kaumnya mengepungnya dan membunuhnya, maka Allah memasukkannya ke dalam surga.

قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ

(26) "Dikatakan (kepadanya), 'Masuklah engkau ke surga,'871 Dia (laki-laki itu) berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,'

Setelah dia dibunuh, dikatakan kepadanya, "Masuklah ke dalam surga"; sebagai penghargaan untuknya.


[871] Menurut riwayat, laki-laki itu dibunuh oleh kaumnya setelah dia mengucapkan kata-katanya tersebut sebagai nasihat kepada kaumnya sebagaimana tersebut dalam ayat 20-25. Ketika dia akan meninggal, malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk surga.

بِمَا غَفَرَ لِى رَبِّى وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُكْرَمِينَ

(27) 'apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan'."

Dia berkata saat dia dalam kenikmatan dan kemuliaan, "Seandainya kaumku mengetahui ampunan Tuhanku dan penghormatanNya kepadaku disebabkan oleh imanku dan kesabaranku di atas ketaatan kepadaNya dan mengikuti utusan-utusanNya sampai aku dibunuh, sehingga mereka akan beriman kepada Allah lalu mereka masuk surga sepertiku."

۞ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

(28) "Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya"

Perkaranya tidak membutuhkan diturunkannya pasukan dari langit untuk mengazab mereka setelah mereka membunuh laki-laki shalih yang menasihati mereka dan pendustaan mereka terhadap utusan-utusan mereka, karena mereka lebih lemah dan lebih hina dari itu. Dan Kami juga tidak menurunkan malaikat kepada umat-umat bila Kami membinasakan mereka, akan tetapi Kami (cukup) mengirimkan azab yang menghancurkan mereka.

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَٰمِدُونَ

(29) "Tidak ada siksaan terhadap mereka, melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati"

Kebinasaan mereka hanya dengan satu teriakan, dan mereka pun bergelimpangan tanpa sesuatu pun tersisa dari mereka.

Penyesalan Akan Menimpa Orang-orang yang Tidak Beriman

يَٰحَسْرَةً عَلَى ٱلْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

(30) "Alangkah besar penyesalan yang akan menimpa hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka; mereka selalu memperolok-olokkannya "

Betapa merugi dan menyesal para hamba di Hari Kiamat saat mereka menyaksikan azab secara langsung, karena sebelumnya mereka tidak didatangi seorang utusan dari utusan-utusan Allah kecuali mereka Menghina dan memperolok-oloknya.

أَلَمْ يَرَوْاْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

(31) ” Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan? Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka."872

Apakah orang-orang yang memperolok-olok itu tidak melihat lalu mengambil pelajaran dari orang-orang sebelum mereka dari generasi-generasi yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak lagi kembali ke dunia ini?


[872] Yakni, mereka itu tidak kembali ke dunia.

وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

(32) "Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami"

Semua umat pada abad-abad yang telah berlalu dan selain mereka, semuanya akan dihadirkan di depan Kami di Hari Kiamat untuk menghadapi perhitungan dan pembalasan amal.

Tanda-tanda Kekuasaan Allah

وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلْأَرْضُ ٱلْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَٰهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

(33) "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus), yang Kami hidupkan dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan."

Dan petunjuk kepada orang-orang musyrik atas Kuasa Allah dalam membangkitkan dan mengumpulkan makhluk adalah bumi yang mati ini yang kosong dari tanaman, lalu Kami menghidupkannya dengan menurunkan hujan dan darinya Kami mengeluarkan berbagai macam bentuk tanaman yang dimakan oleh manusia dan hewan-hewan. Dan siapa yang kuasa menghidupkan bumi dengan tumbuhan, Dia juga pasti kuasa menghidupkan manusia setelah kematian.

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَٰبٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ ٱلْعُيُونِ

(34) "Dan Kami jadikan padanya (di bumi itu) kebun-kebun kurma dan anggur, dan Kami pancarkan padanya mata-mata air,"

Dan Kami menumbuhkan di bumi ini kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami mengalirkan mata air yang menyiraminya.

لِيَأْكُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

(35) "agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?”

Semua itu adalah agar manusia makan dari buah-buahnya, dan hal itu tidak lain kecuali karena rahmat Allah kepada mereka dan bukan karena usaha dan upaya mereka, bukan pula dengan kekuatan dan daya mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya yang Dia limpahkan kepada mereka yang tidak terhitung dan terhingga?

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

(36) 'Mahasuci (Allah) Yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

Mahasuci Allah yang Mahaagung yang telah menciptakan berbagai macam makhluk seluruhnya, meliputi berbagai macam tanaman, manusia, baik laki-laki maupun perempuan, dan makhluk-makhluk lainnya yang tidak mereka ketahui. Hanya Allah yang menciptakan, sehingga tidak patut ada selainNya yang dipersekutukan denganNya.

وَءَايَةٌ لَّهُمُ ٱلَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

(37) "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,"

Tanda yang menunjukkan tauhid Allah dan kesempurnaan Kuasa-Nya adalah malam, darinya Kami mencabut siang sehingga manusia berada dalam kegelapan.

وَٱلشَّمْسُ تَجْرِى لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

(38) "dan matahari berjalan pada garis peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui"

Tanda lain bagi mereka adalah matahari yang beredar pada orbitnya, Allah telah menetapkannya sehingga ia tidak melampauinya dan tidak menyimpang darinya. Yang demikian itu merupakan pengaturan dari Allah yang Mahaperkasa, yang tidak dikalahkan, lagi Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

وَٱلْقَمَرَ قَدَّرْنَٰهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَٱلْعُرْجُونِ ٱلْقَدِيمِ

(39) "Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua."873

Juga rembulan adalah tanda kebesaran Allah pada makhlukNya, Allah menetapkan sebuah manzilah (posisi) untuknya setiap malamnya, mulai terlihat dalam bentuk hilal (bulan sabit) yang kecil sehingga ia sempurna membentuk rembulan yang bulat, kemudian ia kembali mengecil menjadi seperti tandan kurma yang melengkung dalam ketipisan, kelengkungan, dan kekuningannya karena usianya yang tua dan keringnya.


[873] Yakni, bulan itu pada awalnya kecil berbentuk sabit, kemudian setelah menempati tempat peredaran, ia menjadi purnama, kemudian pada tempat peredaran terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.

لَا ٱلشَّمْسُ يَنۢبَغِى لَهَآ أَن تُدْرِكَ ٱلْقَمَرَ وَلَا ٱلَّيْلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

(40) "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya"

Masing-masing dari matahari, rembulan, malam dan siang, memiliki waktu yang telah Allah tetapkan yang tidak mereka lampaui. Maka tidak mungkin matahari menyusul rembulan lalu ia menghapus cahayanya atau orbit berputarnya berubah. Malam juga tidak mungkin mendahului siang, lalu siang masuk ke dalam malam padahal malam belum habis. Masing-masing dari matahari, rembulan, bintang-bintang memiliki garis edar sendiri-sendiri yang padanya mereka berjalan (berputar).

وَءَايَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ

(41) "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang dipenuhi muatan"

Dalil dan bukti (lain) bagi mereka yang menunjukkan bahwa hanya Allah semata yang berhak untuk disembah Yang melimpahkan segala nikmat, adalah bahwa Kami membawa anak-anak Adam yang selamat dalam kapal Nuh yang sarat dengan berbagai macam makhluk agar mereka meneruskan kehidupan setelah banjir bandang.

وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ

(42) "dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) yang sepertinya, yang dapat mereka kendarai."874

Dan Kami menciptakan untuk orang-orang musyrik itu dan lainnya kapal-kapal seperti kapal Nuh dan alat-alat berkendara lainnya yang mereka kendarai dan menyampaikan mereka ke tempat tinggal mereka.


[874] Yakni, seperti perahu-perahu, hewan-hewan tunggangan, dan alat-alat angkutan pada umumnya.

وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ

(43) Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka, maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,"

Jika Kami berkehendak, Kami menenggelamkan mereka, sehingga mereka tidak menemukan penolong dari tenggelam dan mereka pun tidak bisa selamat dari tenggelam.

إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ

(44) "kecuali karena rahmat dari Kami (maka Kami selamatkan mereka) dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu"

Kecuali bila Kami merahmati mereka lalu Kami menyelamatkan mereka dan memberi mereka kenikmatan sampai batas waktu tertentu, dengan harapan mereka kembali dan memperbaiki apa yang mereka lalaikan dahulu.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّقُواْ مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(45) "Dan apabila dikatakan kepada mereka,' Takutlah kalian akan siksa yang di hadapan kalian (di akhirat) dan azab yang di belakang kalian (di dunia), agar kalian dilimpahkan rahmat'."

Bila dikatakan kepada orang-orang musyrik, "Takutlah kalian kepada perkara akhirat dan beban-beban beratnya, serta hukuman dan siksa dunia, agar kalian mendapatkan rahmat Allah", mereka berpaling dan tidak menjawabnya.

وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُواْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ

(46) "Dan tidaklah suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan mereka datang kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya."

Orang-orang musyrik itu tidak didatangi sebuah bukti yang nyata dari sisi Tuhan mereka untuk membimbing mereka kepada kebenaran dan membuktikan kebenaran Rasul, kecuali mereka berpaling darinya dan tidak mengambil manfaat darinya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ أَطْعَمَهُۥٓ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(47) "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Infakkanlah sebagian rizki yang diberikan Allah kepada kalian,' orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, 'Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Kalian benar-benar dalam kesesatan yang nyata'"

Bila dikatakan kepada orang-orang kafir, "Infakkanlah sebagian rizki yang telah Allah berikan kepada kalian." Mereka berkata membela diri di depan orang-orang Mukmin, "Apakah kami harus memberi makan kepada orang-orang yang bila Allah berkehendak, Dia yang akan memberi mereka makan? Kalian, wahai orang-orang Mukmin, benar-benar dalam kejauhan yang sangat jauh dari kebenaran manakala kalian memerintahkan hal itu kepada kami."

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(48) "Dan mereka (orang-orang kafir) itu berkata, 'Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi), jika kalian adalah orang-orang yang benar?"'

Orang-orang kafir itu berkata dalam rangka mendustakan dan meminta disegerakannya azab, "Kapan kiranya kebangkitan bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian katakan itu?"

مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

(49) "Tidak ada yang mereka tunggu, kecuali satu teriakan875 (saja), yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar (tentang urusan dunia mereka)"

Orang-orang yang musyrik yang berharap disegerakannya ancaman Allah tersebut tidak menunggu kecuali tiupan al-faza' saat Kiamat tiba yang mematikan mereka secara tiba-tiba saat mereka sedang sibuk dengan urusan hidup mereka.


[875] Yakni, suara tiupan sangkakala yang pertama, yang akan menghancurkan alam ini.

فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَآ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

(50) "Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarga mereka"

Pada saat sangkakala telah ditiup, orang-orang musyrik itu tidak lagi mampu mewasiatkan sesuatu kepada saudaranya dan tidak mampu kembali kepada keluarganya, sebaliknya mereka mati di pasar-pasar dan di tempat-tempat mereka berada.

Keadaan Orang-orang Mukmin di Hari Kiamat

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

(81) "Dan ditiuplah sangkakala itu,876 maka seketika itu mereka keluar dari kubur mereka (dalam keadaan hidup), menuju Tuhan mereka."

Dan sangkakala ditiup untuk kedua kalinya, lalu arwah mereka dikembalikan kepada jasad mereka, dan mereka pun keluar dari kubur mereka dengan cepat menuju Tuhan mereka.


[876] Tiupan ini adalah tiupan sangkakala yang kedua, yang membangkitkan orang-orang dari dalam kubur.

قَالُواْ يَٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ

(52) ”Mereka berkata, 'Aduhai, celakalah kami! Siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur (kubur) kami ?' Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih itu dan benarlah rasul-rasul(Nya)"

Orang-orang yang mendustakan kebangkitan berkata dengan penuh penyesalan, "Duhai betapa celakanya kami, siapa yang mengeluarkan kami dari kubur kami?" Mereka dijawab, "Inilah yang dijanjikan Allah yang Maha Pengasih dan disampaikan oleh para rasul yang benar."

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

(53) "Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab)."

Kebangkitan dari kubur itu hanyalah hasil dari sekali tiupan sangkakala, lalu tiba-tiba seluruh makhluk menghadap ke hadapan Kami untuk menghadapi hisab dan balasan.

فَٱلْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(54) "Maka pada hari itu seseorang tidak akan dizhalimi sedikit pun dan kalian tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kalian kerjakan."

Di hari itu hisab terlaksana dengan adil, suatu jiwa tidak dizhalimi sedikit pun dengan dikurangi kebaikannya atau ditambah keburukannya, dan kalian tidak dibalas kecuali dengan apa yang dulu kalian kerjakan di dunia.

إِنَّ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ ٱلْيَوْمَ فِى شُغُلٍ فَٰكِهُونَ

(55) "Sesungguhnya para penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)"

Sesungguhnya penduduk surga di hari itu sibuk dengan berbagai macam kenikmatan yang mereka rasakan, sehingga mereka tidak menghiraukan orang lain.

هُمْ وَأَزْوَٰجُهُمْ فِى ظِلَٰلٍ عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ مُتَّكِـُٔونَ

(56) "Mereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan."

Mereka dan pasangan-pasangan mereka merasakan kenikmatan dan duduk di atas ranjang-ranjang yang berhias di bawah naungan yang teduh.

لَهُمْ فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

(57) "Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa sqja yang mereka inginkan"

Di surga mereka mendapatkan berbagai macam buah-buahan yang lezat dan mereka mendapatkan berbagai macam kenikmatan yang mereka inginkan.

سَلَٰمٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

(58) "(Kepada mereka dikatakan), 'Salam,'877 sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang."

Mereka mendapatkan nikmat lain yang lebih besar, yaitu saat Tuhan mereka berbicara kepada mereka, menyayangi mereka dengan memberi salam kepada mereka. Saat itulah keselamatan yang sempurna dari segala sisi terwujud bagi mereka.


[877] Yang bermakna, selamat sejahtera.

وَٱمْتَٰزُواْ ٱلْيَوْمَ أَيُّهَا ٱلْمُجْرِمُونَ

(59) "Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), 'Berpisahlah kalian (dari orang-orang Mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang gemar berbuat dosa."

Di hari itu dikatakan kepada orang-orang kafir, "Menyingkirlah kalian dari orang-orang Mukmin dan pisahkanlah diri kalian dari mereka."

Tempelak (Cercaan) Allah Terhadap Orang-orang yang Tidak Beriman

۞ أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُواْ ٱلشَّيْطَٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

(60) 'Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, wahai anak cucu Adam, agar kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.'

Allah berfirman mengingatkan dan mencela mereka, "Bukankah Aku telah berpesan kepada kalian melalui lisan para rasulKu agar kalian tidak menyembah setan dan menaatinya? Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian.

وَأَنِ ٱعْبُدُونِى ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

(61) 'Dan hendaklah kalian menyembahKu. Inilah jalan yang lurus.'

Dan Aku memerintahkan kalian agar hanya menyembahKu semata. Beribadah kepadaKu, menaatiku, serta mendurhakai setan adalah agama yang lurus yang menyampaikan kepada ridha dan surgaKu.

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُواْ تَعْقِلُونَ

(62) 'Dan sungguh ia (setan) itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian. Maka apakah kalian tidak mengerti?'

Sungguh setan telah menyesatkan banyak manusia dari kebenaran. Apakah kalian, wahai orang-orang musyrik, tidak mempunyai akal yang mencegah kalian untuk mengikuti setan?

هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

(63) 'Inilah Neraka Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepada kalian.'

Inilah Jahanam yang dulu diancamkan kepada kalian di dunia atas kekafiran kalian dan pendustaan kalian terhadap rasul-rasul Allah.

ٱصْلَوْهَا ٱلْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

(64) 'Masuklah kalian ke dalamnya pada hari iniy karena dahulu kalian mengingkarinya'."

Masuklah ke dalamnya hari ini, cicipilah panasnya disebabkan kekafiran kalian."

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

(65) "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka usahakan (kerjakan)"

Pada hari itu Kami mengunci mulut orang-orang kafir sehingga mereka tidak berkata-kata, dan tangan-tangan merekalah yang berbicara kepada Kami tentang apa yang dilakukannya, kaki-kaki mereka bersaksi dengan apa yang diusahakannya di dunia dan apa yang diusahakannya berupa dosa-dosa.

وَلَوْ نَشَآءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰٓ أَعْيُنِهِمْ فَٱسْتَبَقُواْ ٱلصِّرَٰطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

(66) "Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan; maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?"

Kalau Kami berkehendak, niscaya Kami menghapus mata-mata mereka dengan menghilangkan penglihatan mereka sebagaimana Kami telah menutup mulut mereka, selanjutnya mereka akan berbondong-bondong menuju titian untuk melintasinya, mana mungkin mereka bisa melewatinya sementara penglihatan mereka telah dibutakan?

وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنَٰهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا ٱسْتَطَٰعُواْ مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ

(67) "Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali."

Kalau Kami menghendaki, Kami akan merubah bentuk mereka dan Kami dudukkan mereka di tempat-tempat mereka, sehingga mereka tidak bisa berjalan ke depan dan tidak pula kembali ke belakang.

وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

(68) "Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian (nya).878 Maka mengapa mereka tidak memahaminya?"

Barangsiapa yang Kami panjangkan usianya sehingga dia tua renta, maka dia akan dikembalikan kepada keadaannya semula saat akalnya lemah dan jasadnya juga lemah. Maka apakah mereka tidak berpikir bahwa Allah Yang kuasa melakukan ini juga kuasa untuk membangkitkan mereka?


[878] Yakni, kembali menjadi lemah dan kurang akal, seperti anak kecil.

Muhammad Bukan Seorang Penyair

وَمَا عَلَّمْنَٰهُ ٱلشِّعْرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُۥٓ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُّبِينٌ . لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

(69-70) "Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan syair itu tidaklah pantas baginya. Ia (wahyu yang dibawanya) itu tidak lain hanyalah pelajaran dan al-Qur'an yang jelas, agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang yang kafir."

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepada hamba Kami, Muhammad, dan tidak patut baginya untuk menjadi penyair. Apa yang dia bawa adalah dzikir (peringatan) di mana orang-orang yang berakal mengambil nasihat darinya. Dan al-Qur'an membedakan dengan terang antara yang haq dengan yang batil, hukum-hukumnya jelas, hikmah-hikmah dan nasihat-nasihatnya juga jelas. Agar dia memberi peringatan kepada orang yang hatinya hidup dan bashirahnya bercahaya, sedangkan azab berhak dipikul oleh orang-orang yang ingkar kepada Allah, karena al-Qur'an telah menegakkan hujjah Allah yang mendalam atas mereka.

Kekuasaan Allah Membangkitkan Manusia di Hari Kiamat

أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَٰمًا فَهُمْ لَهَا مَٰلِكُونَ

(71) "Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan-hewan ternak untuk mereka, yaitu dari apa yang telah Kami ciptakan dengan Tangan Kami, lalu mereka menguasainya?"

Apakah para makhluk tidak melihat bahwa Kami menciptakan temak-temak untuk mereka, lalu Kami menundukkannya untuk mereka, lalu mereka bisa mengendalikan temak-temak itu?

وَذَلَّلْنَٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

(72) "Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebadannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan"

Dan Kami menundukkannya untuk mereka, sehingga di antara temak-temak itu ada yang mereka kendarai dalam perjalanan, ada yang mereka gunakan untuk membawa beban, dan ada yang mereka makan dagingnya.

وَلَهُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

(73) "Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?"

Mereka juga mendapatkan manfaat-manfaat lain yang bisa mereka petik, seperti manfaat wol, bulu dan rambut sebagai peralatan dan pakaian dan lain-lainnya, dan mereka juga minum susunya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur kepada Allah Yang telah memberikan nikmat-nikmat ini kepada mereka dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya?

وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ

(74) "Dan (malah) mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain Allah agar mereka diberi pertolongan."

Orang-orang musyrik mengangkat tuhan-tuhan lain yang mereka sembah selain Allah dengan harapan tuhan-tuhan itu bisa menolong mereka dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.

لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

(75) "(Padahal) mereka (sesembahan-sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; dan mereka (sesembahan-sesembahan itu) akan menjadi tentara yang didatangkan untuk mereka."

Tuhan-tuhan itu tidak kuasa menolong para penyembahnya dan tidak pula mampu menolong diri mereka sendiri. Orang-orang musyrik berikut tuhan-tuhan yang mereka sembah itu, akan dihadirkan seluruhnya kepada azab, di mana sebagian dari mereka akan bersikap anti dari sebagian yang lain.

فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

(76) "Maka jangan sampai ucapan mereka membuatmu (wahai Rasul) bersedih hati. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan."

Maka janganlah kamu, wahai Rasul, bersedih karena kekafiran mereka kepada Allah, pendustaan mereka kepadamu dan penghinaan mereka kepadamu. Sesungguhnya kami mengetahui apa yang mereka simpan dan apa yang mereka tampakkan dan Kami akan membalas mereka atasnya.

أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقْنَٰهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

(77) "Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, tetapi ternyata dia menjadi penentang (musuh) yang jelas?'

Apakah orang yang mengingkari kebangkitan tidak melihat awal mula penciptaannya sehingga dia bisa menjadikannya sebagai bukti atas kebangkitannya kembali? Yaitu bahwa Kami menciptakannya dari setetes air yang selanjutnya berproses sampai ia menjadi manusia dewasa, dan ternyata dia adalah pendebat yang ulung dan jelas menolak.

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ

(78) "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, 'Siapa yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?"'

Bahkan dia (orang yang mengingkari kebangkitan itu) membuat perumpamaan kepada Kami dengan sebuah perumpamaan yang tidak patut baginya untuk membuatnya, yaitu menyamakan Kuasa Pencipta dengan kuasa makhluk dan dia lupa awal penciptaannya, maka dia berkata, "Siapa yang akan menghidupkan tulang-tulang yang lapuk dan telah menjadi tanah?"

قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

(79) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui segala makhluk.'

Katakanlah kepadanya, "Yang menghidupkannya adalah yang menciptakannya pertama kali dan Dia Maha Mengetahui seluruh makhluk-Nya, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلشَّجَرِ ٱلْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَآ أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ

(80) '(Dia-lah) Yang menjadikan api untuk kalian dari kayu yang hijau, maka seketika itu kalian nyalakan (api) dari kayu itu'."

Dia-lah yang mengeluarkan bagi kalian api yang membakar dari pohon basah lagi hijau, kalian menyalakan api dari pohon, Dia kuasa mengeluarkan sesuatu dari lawannya." Hal ini mengandung dalil atas keesaan Allah dan kesempurnaan KuasaNya, dan di antaranya adalah menghidupkan kembali orang-orang yang mati dari kubur mereka.

أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّٰقُ ٱلْعَلِيمُ

(81) "Dan bukankah (Allah) Yang menciptakan langit dan bumi, kuasa men-ciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu) ? Benar, dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui,"

Bukankah Allah yang telah menciptakan langit, bumi dan apa yang ada pada keduanya kuasa menciptakan yang semisal dengan mereka dan mengembalikan mereka sebagaimana Dia mengawali penciptaan mereka? Benar, Dia mampu untuk itu karena Dia adalah Maha Pencipta seluruh makhlukNya, Maha Mengetahui segala apa yang telah Dia ciptakan dan akan Dia ciptakan, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

(82) "Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu, adalah bahwa Dia hanya berkata kepadanya,'Jadilahf Maka jadilah sesuatu itu,"

Urusan Allah saat Dia menghendaki sesuatu adalah hanya dengan mengatakan, "Jadilah." Maka ia pun jadi, termasuk dalam hal ini mematikan, menghidupkan, membangkitkan dan mengumpulkan.

فَسُبْحَٰنَ ٱلَّذِى بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(83) "Maka Mahasuci (Allah) Yang di TanganNya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadaNya kalian akan dikembalikan."

Karena itu, Mahasuci dan Mahatinggi Allah dari kesyirikan dan kelemahan, karena Dia adalah Maharaja yang menguasai segala sesuatu, Yang bertindak terhadap segala urusan makhlukNya tanpa penentang dan penghalang. Bukti-bukti KuasaNya dan kesempurnaan nikmatNya telah terlihat, dan hanya kepadaNya kalian akan pulang untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasan.