Isi Tafsir Al-Qur'an

Faathir

ALLAH ADALAH PENCIPTA, PENGUASA, DAN PEMBERI RAHMAT

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُوْلِىٓ أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۚ يَزِيدُ فِى ٱلْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(1) "Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk menangani berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap-sayap, masing-masing (ada yang memiliki) dua, tiga, dan empat (sayap). Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Segala sanjungan adalah bagi Allah karena sifat-sifatNya yang seluruhnya adalah sifat-sifat kesempurnaan dan karena nikmat-nikmatNya, lahir dan batin, agama dan duniawi, Pencipta langit dan bumi dan pembuat keduanya tanpa contoh sebelumnya, Yang menjadikan para malaikat sebagai utusan-utusan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan pada apa yang Dia kehendaki dari perintah dan laranganNya. Di antara keagungan Kuasa Allah adalah bahwa Dia menjadikan malaikat memiliki sayap-sayap, ada yang dua, tiga, dan empat untuk terbang menyampaikan apa yang Allah tugaskan kepadanya. Dan Allah menambahkan apa yang Dia kehendaki pada ciptaanNya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu yang sulit bagiNya.

مَّا يَفْتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(2) "Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan bagi manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang Dia tahan, maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dia-lah Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana"

Apa yang Allah anugerah untuk manusia berupa rizki, hujan, kesehatan, ilmu dan nikmat-nikmat lainnya, tidak seorang pun yang kuasa untuk menahan rahmat tersebut, sedangkan apa yang Allah tahan darinya, maka tidak seorang pun mampu melepaskannya sesudahNya. Allah Mahaperkasa yang mengalahkan segala sesuatu, Mahabijaksana yang mengirimkan rahmat dan menahannya sesuai dengan hikmahNya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱذْكُرُواْ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَٰلِقٍ غَيْرُ ٱللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

(3) "Wahai manusia! Ingatlah nikmat Allah kepada kalian. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kalian dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Dia; maka mengapa kalian dipalingkan (dari ketauhidan) ?"

Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepada kalian dengan hati, lisan dan anggota badan kalian, tidak ada Khaliq bagi kalian selain Allah yang memberi rizki kepada kalian dari langit dengan hujan dan dari bumi dengan air, barang tambang dan lainnya. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagiNya, maka bagaimana kalian bisa dipalingkan dari tauhid dan ibadah kepadaNya?

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

(4) "Dan jika mereka mendustakanmu (wahai Rasul setelah engkau memberikan peringatan), maka sungguh rasul-rasul sebelummu telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."

Bila kaummu mendustakanmu wahai Rasul, maka sungguh para rasul sebelummu juga telah didustakan. Segala perkara akan kembali kepada Allah di akhirat, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan haknya. Ini mengandung hiburan bagi Rasulullah .

JANJI ALLAH PASTI DATANG

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ . إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُواْ حِزْبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ

(5-6) "Wahai manusia! Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdaya kalian dan janganlah (setan) yang pandai menipu (juga) memperdaya kalian tentang Allah, Sesungguhnya setan itu musuh bagi kalian, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi para penghuni neraka yang menyala-nyala ”

Wahai manusia, sesungguhnya janji kebangkitan, pahala dan hukuman dari Allah adalah haq yang pasti terjadi, maka janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia dengan segala hawa nafsunya dan tuntutannya. Jangan sampai setan menipu kalian dari Allah, sesungguhnya setan adalah musuh bagi anak cucu Adam, maka jadikanlah dia sebagai musuh dan jangan menaatinya, karena dia hanya mengajak orang-orang yang mengikutinya kepada kesesatan, sehingga mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

(7) "Orang-orang yang kafir, mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar"

Orang-orang yang mengingkari bahwa hanya Allah adalah Tuhan Yang Haq, mengingkari apa yang dibawa oleh para rasulNya, bagi mereka azab yang keras di akhirat. Dan orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan maaf dari Tuhan mereka, Tuhan mereka menghapus kesalahan-kesalahan mereka setelah menutupinya bagi mereka, mereka juga mendapatkan pahala yang besar yaitu surga.

أَفَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ فَرَءَاهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَٰتٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

(8) "Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya baginya, lalu menganggap baik perbuatannya itu (sama dengan orang yang diberikan hidayah oleh Allah)? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (wahai Rasul) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Apakah orang yang amal-amal buruknya berupa kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah, kekafiran, penyembahan kepada tuhan-tuhan lain dan berhala-berhala selain Allah diperindah oleh setan sehingga dia melihatnya bagus sama seperti orang yang diberi petunjuk oleh Allah sehingga dia melihat yang baik adalah baik dan yang buruk adalah buruk? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, maka jangan mencelakakan dirimu sendiri karena kesedihan terhadap kekafiran orang-orang yang tersesat itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui keburukan-keburukan mereka dan akan membalas mereka karenanya dengan balasan yang paling buruk.

وَٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَٰهُ إِلَىٰ بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ كَذَٰلِكَ ٱلنُّشُورُ

(9) "Dan Allah-lah Yang mengirimkan angin, lalu (angin itu) menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering)nya. Seperti itulah kebangkitan kembali itu"

Allah mengirimkan angin sehingga angin itu menggerakkan awan, lalu Kami menumpahkannya ke tanah yang gersang, air hujan turun kepadanya lalu dengannya Kami menghidupkan bumi setelah sebelumnya kering sehingga sekarang ia menghijau karena tumbuh-tumbuhan, seperti penghidupan bumi inilah Allah menghidupkan orang-orang mati pada Hari Kiamat.

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ ٱلْكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلْعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرْفَعُهُۥ ۚ وَٱلَّذِينَ يَمْكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُوْلَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ

(10) "Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya adalah milik Allah. KepadaNya-lah akan naik perkataan-perkataan yang baik,859 dan amal slialih Dia akan mengangkatnya.860 Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan, mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka itu akan hancur,"

Barangsiapa mencari kemuliaan di dunia dan di akhirat, maka hendaknya dia mencarinya dari Allah, dan itu tidak akan diperoleh kecuali dengan ketaatan kepadaNya, karena seluruh kemuliaan adalah milik Allah. Barangsiapa merasa mulia dengan makhluk, maka Allah akan merendahkannya. Barangsiapa merasa mulia dengan Yang Maha Pencipta, maka Allah akan memuliakannya. Hanya kepadaNya dzikir kepadaNya naik, dan amal shalih, Dia juga akan mengangkatnya. Dan orang-orang yang melakukan keburukan-keburukan akan mendapatkan siksa yang keras, dan makar orang-orang itu akan lenyap sia-sia dan rusak, tidak berguna apa pun bagi mereka.


[859] Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa perkataan yang baik itu ialah Kalimat Tauhid, yaitu "La Ilaha lllallah"\ dan ada pula yang mengatakan dzikir (mengingat dan menyebut) Nama-nama Allah dan ada pula yang mengatakan, bahwa yang dimaksud adalah semua perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah .

[860] Yakni, perkataan baik dan amal yang shalih itu dinaikkan untuk diterima dan diberiNya pahala.

وَٱللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَٰجًا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

(11) "Dan Allah menciptakan kalian dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kalian berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuanNya, dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."

Allah menciptakan bapak kalian, Adam dari tanah, kemudian menjadikan keturunannya dari air yang hina, kemudian Dia menjadikan kalian laki-laki dan perempuan. Seorang wanita tidak hamil dan tidak melahirkan kecuali dengan ilmuNya, seseorang tidak dipanjangkan umurnya, dan seseorang tidak dipendekkan umurnya kecuali dalam Kitab di sisi Allah, yaitu Lauhul Mahfuzh sebelum ibunya mengandungnya dan melahirkannya, dan Kitab tersebut telah mencatat semua itu, Allah mengetahuinya sebelum menciptakannya, apa yang telah ditulis dengannya tidak bertambah dan tidak berkurang. Sesungguhnya penciptaan kalian, ilmu tentang keadaan kalian dan penulisannya di Lauhul Mahfuzh, semuanya adalah mudah bagi Allah.

وَمَا يَسْتَوِى ٱلْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَآئِغٌ شَرَابُهُۥ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِن كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى ٱلْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُواْ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(12) "Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar; segar lagi sedap diminum, dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing lautan) itu kalian dapat memakan daging yang segar dan kalian dapat mengeluarkan perhiasan yang kalian pakai, dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelahnya (laut) agar kalian dapat mencari karuniaNya dan agar kalian bersyukur."

Dua laut tidak sama, ini tawar dan sangat tawar, mudah melewati kerongkongan dan melenyapkan dahaga, sedangkan yang itu sangat asin. Dan dari keduanya kalian makan ikan segar yang lezat dan kalian mengeluarkan perhiasan, yaitu mutiara dan batu marjan yang kalian gunakan. Dan engkau melihat kapal-kapal membelah air, agar kalian bisa mencari karunia Allah melalui perniagaan dan lainnya. Hal itu mengandung petunjuk bagi Kuasa Allah dan keesaanNya dan agar kalian bisa bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya yang Dia berikan kepada kalian.

يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۚ وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ

(13) "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah, Tuhan kalian. MilikNya-lah segala kerajaan (semesta ini), sedangkan apa-apa yang kalian seru (sembah) selainNya tidak mempunyai apa-apa, walaupun setipis kulit ari"

Allah memasukkan sebagian waktu malam ke dalam siang, sehingga siang bertambah sesuai dengan kadar berkurangnya malam, Allah memasukkan sebagian waktu siang ke dalam malam, sehingga malam bertambah sesuai dengan kadar berkurangnya siang. Allah menundukkan matahari dan rembulan, keduanya berjalan untuk waktu yang telah ditetapkan. Yang melakukan ini adalah Allah, Tuhan kalian, bagiNya seluruh kerajaan, dan apa-apa yang kalian sembah selain Allah tidak memiliki kuasa sekalipun setipis selaput ari yang ada antara daging kurma dengan bijinya.

إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُواْ دُعَآءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُواْ مَا ٱسْتَجَابُواْ لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

(14) "Jika kalian menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruan doa kalian, dan sekiranya mereka mendengar pun, mereka juga tidak dapat memperkenankan permintaan kalian. Dan pada Hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikan kalian, dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepada kalian seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti''

Bila kalian, wahai manusia, memanggil sesembahan-sesembahan selain Allah tersebut, mereka tidak mendengar panggilan kalian, dan seandainya mereka mendengar pun, mereka tetap tidak mampu menjawab kalian, Di Hari Kiamat sesembahan sesembahan tersebut akan bersikap anti diri dari kalian, Tiada yang mengabarkan kepadamu, wahai Rasul, yang lebih benar daripada Allah yang Maha Mengetahui lagi Mahatelltl,

HANYA ALLAH-LAH YANG MAHAKAYA DAN TERPUJI

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

(15) "Wahai manusia! kalianlah yang fakir (butuh) kepada Allah; sedangkan Allah, Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji"

Wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah dalam segala sesuatu, kalian tidak bisa tidak memerlukanNya sekejap pun, sebaliknya Allah Mahakaya sehingga Dia tidak membutuhkan manusia dan tidak memerlukan apa pun dari makhlukNya, Dia Maha Terpuji pada dzat, nama-nama dan sifat-sifat Nya, Maha terpuji atas nikmat-nikmatNya, karena segala nikmat bagi manusia adalah darlNya, maka bagiNya segala puji dan syukur dalam segala keadaan,

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

(16) "Jika Dia menghendaki' niscaya Dia (dapat) membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk ciptaan yang baru (untuk menggantikan kalian)"

Bila Allah berkehendak, maka Dia akan membinasakan kalian dan mendatangkan kaum yang lain yang menaatiNya dan menyembahNya semata,

وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٍ

(17) "Dan yang demikian itu tidak sulit bagi Allah"

Pembinasaan kalian dan penggantian kalian dengan makhluk yang lain oleh Allah bukanlah sesuatu yang mustahil, sebaliknya hal itu sangat mudah bagi Allah,

MASING-MASING MANUSIA HANYA MEMIKUL KESALAHANNYA SENDIRI

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ وَإِن تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَىٰ حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَىْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰٓ ۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِۦ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

(18) "Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa-nya itu, tidak akan dipikulkan sedikit pun darinya, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhan mereka (sekalipun) mereka tidak melihatNya861 dan mereka mendirikan shalat. Dan barangsiapa menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali (segala sesuatu)"

Jiwa pelaku dosa tidak memikul dosa jiwa yang lain. Bila sebuah jiwa yang berat memikul dosa-dosanya bertanya tentang siapa yang berkenan untuk memikul sebagian dosanya, niscaya ia tidak akan menemukannya, sekalipun yang diminta adalah kerabatnya, baik ayah atau saudara atau lainnya. Dan engkau, wahai Rasul, hanya memperingatkan orang-orang yang takut kepada azab Tuhan mereka sekalipun tidak melihatNya, juga menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya. Barangsiapa membersihkan dirinya dari syirik dan kemaksiatan, maka sesungguhnya dia hanya membersihkan untuk dirinya sendiri. Hanya kepada Allah-lah tempat kembali seluruh makhluk, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.


[861] Sebagian ulama tafsir menafsirkan "بِالْغَيْبِ" dalam ayat ini dengan makna: ketika orang-orang itu sendirian dan tidak dilihat orang lain.

وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ . وَلَا ٱلظُّلُمَٰتُ وَلَا ٱلنُّورُ . وَلَا ٱلظِّلُّ وَلَا ٱلْحَرُورُ . وَمَا يَسْتَوِى ٱلْأَحْيَآءُ وَلَا ٱلْأَمْوَٰتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَآءُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِى ٱلْقُبُورِ . إِنْ أَنتَ إِلَّا نَذِيرٌ

(19-23) "Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas, dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dengan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (wahai Rasul) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.862 Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan."

Tidak sama, orang yang buta terhadap agama Allah dengan orang yang melihat jalan kebenaran dan mengikutinya. Tidak sama, kegelapan-kegelapan kekafiran dengan cahaya iman, tidak juga antara naungan dengan angin yang panas. Tidak sama orang-orang yang hatinya hidup dengan iman dengan orang-orang yang hatinya mati karena kekafiran. Engkau wahai Rasul tidak bisa memperdengarkan siapa yang ada dalam kubur, Dan sebagaimana engkau tidak kuasa memperdengarkan orang-orang mati dalam kubur mereka, engkau juga tidak kuasa untuk memperdengarkan orang-orang kafir tersebut karena hati mereka telah mati, engkau hanyalah pemberi peringatan bagi mereka dari hukuman dan azab Allah.


[862] Yakni, Nabi Muhammad tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrik yang telah mati hatinya.

NABI MUHAMMAD ADALAH PEMBAWA KEBENARAN

إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ بِٱلْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۚ وَإِن مِّنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ

(24) "Sesungguhnya Kami mengutusmu dengan membawa kebenaran863 sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat, melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan"

Sesungguhnya Kami mengutusmu dengan membawa kebenaran, yaitu iman kepada Allah dan syariat-syariat agama, sebagai penyampai berita gembira dengan surga bagi siapa yang membenarkanmu dan mengamalkan petunjukmu, dan penyampai peringatan kepada siapa yang mendustakanmu dan mendurhakaimu dengan api neraka. Tidak ada satu umat dari umat-umat yang ada kecuali ia telah didatangi oleh rasul yang memperingatkan mereka terhadap akibat dari kekafiran dan kesesatan mereka.


[863] Yakni, agama tauhid dan hukum-hukumnya,

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَبِٱلزُّبُرِ وَبِٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُنِيرِ

(25) "Dan jika mereka mendustakanmu (wahai Rasul), maka sungguh orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); (ketika) rasul-rasul mereka datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat), kitab yang menerangkan hukum-hukum, dan kitab yang memberi perjelasan yang sempurna."864

Bila orang-orang musyrik itu mendustakanmu, maka sungguh orang-orang sebelum mereka telah mendustakan rasul-rasul mereka yang datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang nyata yang menunjukkan kenabian mereka. Para utusan itu juga dalang membawa kitab-kitab yang menghimpun hukum-hukum dalam jumlah besar, mendatangkan kitab yang terang yang menjelaskan jalan kebaikan dan jalan keburukan.


[864] Yakni, Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dengan memberi kesanggupan untuk mendengarkan dan menerima keterangan-keterangan.

ثُمَّ أَخَذْتُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

(26) ”Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir, maka (lihatlah) bagaimana akibat kemurkaan Ku."

Kemudian Aku menimpakan berbagai macam azab kepada orang-orang kafir. Maka perhatikanlah bagaimana pengingkaranKu terhadap perbuatan mereka dan turunnya hukumanKu atas mereka.

HANYA ORANG-ORANG YANG BERPENGETAHUANLAH YANG BENAR-BENAR TAKUT KEPADA ALLAH

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٍ مُّخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهَا ۚ وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

(27) "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu dengan air itu Kami keluarkan buah-buahan yang beraneka macam warna (dan jenis)nya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat"

Apakah kamu tidak melihat bahwa Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami menyiramkannya ke pohon-pohon di bumi, lalu Kami mengeluarkan dari pohon-pohon itu buah-buahan yang bermacam-macam warnanya, ada yang merah, ada yang hitam, ada yang kuning dan ada yang lain? Dan Kami menciptakan gunung dengan keanekaragamannya, ada yang putih dan ada yang merah, dengan berbagai macam warna, dan Kami menciptakan gunung dengan batunya yang sangat hitam.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُاْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

(28) "Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk-makhluk bergerak (bernyawa) dan hewan-hewan ternak juga ada bermacam-macam nama (dan jenis) nya. Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya, hanyalah para ulama.865 Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun"

Dan Kami juga menciptakan manusia, hewan-hewan, unta, sapi dan kambing dengan warna yang berbeda-beda pula, ada yang merah, putih, hitam dan ada yang lainnya, seperti perbedaan warna buah-buahan dan gunung-gunung. Sesungguhnya yang takut kepada Allah dan membentengi diri dari azab Allah dengan menaatiNya dan menjauhi laranganNya adalah para ulama, orang-orang yang mengetahuiNya , mengetahui sifat-sifat-Nya, SyariatNya dan KuasaNya atas segala sesuatu, yang di antaranya adalah perbedaan makhluk-makhluk ini sekalipun penciptanya adalah satu, dan mereka merenungkan nasihat-nasihat dan pelajaran-pelajaran yang ada padanya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahakuat yang tidak terkalahkan, juga Maha Pengampun yang memberi pahala kepada orang-orang yang menaatiNya dan memaafkan mereka.


[865] Yaitu, para ulama yang mengenal dan berilmu tentangNya, Stfat-sifatNya yang tinggi. syariatNya yang agung dan kemahakuasaanNya atas segala sesuatu.

HANYA ORANG-ORANG YANG MEMAHAMI KITAB ALLAH, MENDIRIKAN SHALAT, DAN BERINFAK DI JALAN ALLAH, ITULAH YANG MENGHARAP PAHALA YANG KEKAL

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ . لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ

(29-30) "Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah (al-Qur'an), mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahala mereka kepada mereka dan menambah karuniaSya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."866

Sesungguhnya orang-orang yang membaca al-Qur'an dan mengamalkannya, menjaga shalat pada waktunya, menafkahkan dari apa yang Kami rizkikan kepada mereka dengan berbagai bentuk nafkah, baik yang wajib maupun yang dianjurkan, secara rahasia dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan dengan itu sebuah perniagaan yang tidak merugi dan tidak binasa, yaitu ridha Allah kepada mereka, keberuntungan meraih pahalaNya yang agung, agar Allah memberikan pahala amal kebaikan mereka secara sempurna tanpa dikurangi, dan melipatgandakan kebaikan-kebaikan dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap keburukan-keburukan mereka, juga Maha membalas dengan kebaikan terhadap kebaikan-kebaikan mereka dan memberi mereka balasan yang besar.


[866] Yakni, memberi pahala terhadap amal-amal hambaNya. Memaafkan kesalahan mereka, menambah nikmatNya untuk mereka dan sebagainya.

وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ هُوَ ٱلْحَقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِعِبَادِهِۦ لَخَبِيرٌۢ بَصِيرٌ

(31) "Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (wahai Rasul), yaitu Kitab (al-Qur'an) itulah yang benar, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelum-nya, Sesungguhnya Allah benar-benar Mahateliti lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hambaNya. ”

Dan al-Qur'an yang Kami turunkan kepadamu, wahai Rasul, adalah haq yang membenarkan kitab-kitab yang Allah turunkan kepada rasul-rasulNya sebelummu. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap segala urusan hamba-hambaNya, juga Maha Melihat amal perbuatan mereka dan akan membalas mereka karenanya.

TINGKAT-TINGKAT UMAT ISLAM YANG MENERIMA AL-QUR'AN

ثُمَّ أَوْرَثْنَا ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ

(32) 'Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzhalimi dirinya sendiri, di antara mereka (juga) ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan867 dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar,"

Kemudian setelah binasanya umat-umat, Kami memberikan al-Qur'an kepada orang-orang yang kami pilih dari umat Muhammad, di antara mereka ada yang menzhalimi dirinya sendiri dengan melakukan sebagian kemaksiatan, di antara mereka ada yang pertengahan, yaitu orang yang menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan-larangan, dan di antara mereka ada yang berlomba-lomba dalam kebaikan dengan izin Allah, yakni bersungguh-sungguh dan bersegera dalam melakukan amal-amal shalih, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Pemberian kitab suci itu dan pemilihan umat ini adalah karunia yang besar.


[867] Menurut satu pendapat, "yang menzhalimi dirinya sendiri" adalah orang yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya, dan "yang pertengahan" adalah orang yang kebaikannya berbanding sama dengan kesalahannya, sedangkan "yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan" adalah orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.

جَنَّٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ . وَقَالُواْ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَذْهَبَ عَنَّا ٱلْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ . ٱلَّذِىٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ

(33-35) ’Mereka akan mendapat) surga-surga Adn, mereka akan masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra. Dan mereka berkata 'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (Dia-lah) Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dengan karuniaNya; di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu'."

Surga yang merupakan tempat tinggal yang langgeng adalah bagi orang-orang yang telah Allah beri kitab, mereka dihias dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara dan baju biasa mereka di surga adalah sutra, yakni baju-baju yang halus dan mereka berkata saat mereka masuk surga, "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan segala kesulitan dari kami, sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, di mana Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami, juga Maha membalas dengan kebaikan di mana Dia menerima kebaikan-kebaikan dari kami dan melipatgandakannya, Dia-lah yang membuat kami tinggal di surga ini dengan karuniaNya, di dalamnya kami tidak merasa lelah atau capek."

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى كُلَّ كَفُورٍ

(36) Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka Neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir."

Sedangkan orang-orang yang kafir kepada Allah dan RasulNya, bagi mereka api Neraka Jahanam yang membakar, tidak ditetapkan kematian untuk mereka sehingga mereka bisa mati lalu beristirahat dari azab dan siksanya juga tidak diringankan dari mereka. Dengan balasan seperti ini Allah akan membalas setiap orang yang kafir yang berkubang dalam kekafiran dan bersikukuh mempertahankannya.

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُواْ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

(37) "Dan mereka berteriak di dalamnya, ’Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka ini), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.' (Dikatakan kepada mereka), 'Bukankah Kami telah memanjangkan umur kalian untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan telah datang kepada kalian seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zhalim'."

Orang-orang kafir itu berteriak minta tolong di Neraka Jahanam karena kerasnya azab yang mereka terima, "Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari Neraka Jahanam, kembalikanlah kami ke dunia, kami akan melakukan yang lain dari apa yang kami lakukan di dunia sebelum ini, kami akan beriman dan meninggalkan kekafiran." Maka Allah menjawab, "Bukankah Kami telah menyediakan usia yang cukup bagi kalian, lalu siapa yang mengambil pelajaran maka dia mengambil pelajaran, Nabi telah datang kepada kalian, sekalipun demikian kalian tetap tidak merenungkan dan mengambil pelajaran? Maka rasakanlah siksa api Neraka Jahanam. Orang-orang kafir tidak memiliki penolong yang membebaskan mereka dari azab Allah."

KEBENARAN ALLAH DAN TIDAK BERDAYANYA SEMBAHAN-SEMBAHAN SELAIN ALLAH

إِنَّ ٱللَّهَ عَٰلِمُ غَيْبِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

(38) "Sesungguhnya Allah mengetahui yang ghaib (tersembunyi) di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

Sesungguhnya Allah mengetahui segala yang ghaib di langit dan di bumi, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada, maka waspadalah jangan sampai Allah mengetahui dada kalian memendam keraguan atau kesyirikan dalam keesaanNya atau pada kenabian Muhammad ite atau kalian bermaksiat dengan selain itu.

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ ٱلْكَٰفِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا

(39) "Dia-lah Yang menjadikan kalian sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (keburukan) kekafirannya itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hama akan menambah kerugian mereka belaka."

Allah-lah Yang menjadikan kalian wahai manusia, sebagian kalian meneruskan sebagian yang lain di muka bumi. Barangsiapa di antara kalian mengingkari keesaan Allah, maka mudarat dan kekafirannya itu akan menimpa dirinya sendiri, kekufuran orang-orang kafir di sisi Tuhan mereka tidak menambah kecuali kebencian dan kemarahan, kekafiran mereka kepada Allah tidak menambah mereka kecuali kesesatan dan kebinasaan.

قُلْ أَرَءَيْتُمْ شُرَكَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِى مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَمْ ءَاتَيْنَٰهُمْ كِتَٰبًا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِّنْهُ ۚ بَلْ إِن يَعِدُ ٱلظَّٰلِمُونَ بَعْضُهُم بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا

(40) "Katakanlah, 'Terangkanlah oleh kalian tentang sekutu-sekutu kalian yang kalian seru selain Allah itu. Perlihatkanlah kepadaku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinyaT Sebenarnya orang-orang zhalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain"

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrik, "Katakanlah kepadaku, apa yang telah dibuat oleh sekutu-sekutu kalian di bumi, atau apakah sekutu-sekutu yang kalian sembah selain Allah itu memiliki wewenang untuk berserikat bersama Allah dalam menciptakan langit atau Kami memberi kalian sebuah kitab sehingga dengannya mereka memiliki hujjah?" Sebaliknya, apa yang dijanjikan oleh sebagian orang-orang kafir kepada sebagian lainnya hanyalah tipu daya dan kebohongan.

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُمْسِكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ أَن تَزُولَا ۚ وَلَئِن زَالَتَآ إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

(41) "Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun"

Sesungguhnya Allah memegang langit dan bumi sehingga keduanya tidak lepas dari tempatnya masing-masing, seandainya langit dan bumi lepas dari orbitnya, maka tidak ada seorang pun yang mampu memegang keduanya selain Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penyantun dengan menunda hukumanNya terhadap orang-orang kafir dan para pendurhaka, Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dari dosanya dan kembali kepadaNya.

وَأَقْسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْ لَئِن جَآءَهُمْ نَذِيرٌ لَّيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى ٱلْأُمَمِ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيرٌ مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا

(42) "Dan mereka bersumpah dengan Nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, justru tidak menambah (apa-apa) bagi mereka, kecuali mereka semakin menjauh (dari kebenaran),"

Orang-orang kafir Quraisy bersumpah dengan Nama Allah dengan sumpah yang paling kuat, bahwa mereka didatangi oleh seorang Rasul dari sisi Allah yang menakut-nakuti mereka dengan azab Allah, niscaya mereka akan menjadi orang-orang yang paling kuat istiqamahnya dan paling teguh mengikuti kebenaran daripada orang-orang Yahudi, Nasrani dan lainnya, tetapi ketika Muhammad Sfe datang kepada mereka, justru hal itu semakin menambah mereka jauh dari kebenaran dan semakin membuat mereka berlari darinya.

ٱسْتِكْبَارًا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَكْرَ ٱلسَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ ٱلْمَكْرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِۦ ۚ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ ٱلْأَوَّلِينَ ۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ ٱللَّهِ تَحْوِيلًا

(43) "karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena makar (mereka) yang jahat. Makar yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan (sebagaimana) kepada orang-orang yang terdahulu.868 Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Sunnah (ketentuan) Allah, dan kamu (juga) tidak akan menemui penyimpangan bagi Sunnah Allah itu."

Sumpah mereka bukan dengan tujuan baik dan bukan demi mencari kebenaran, akan tetapi hanya kesombongan di muka bumi atas makhluk lainnya, maksud mereka dengannya adalah makar busuk dan tipuan batil, tetapi makar busuk hanya akan menimpa orang yang melakukannya. Tidak ada yang dinanti-nantikan oleh orang-orang yang sombong pembuat makar tersebut kecuali hanyalah siksa yang telah menimpa orang-orang seperti mereka yang telah mendahului mereka. Kamu tidak akan mendapati perubahan dan pergantian pada Sunnah Allah, tidak ada seorang pun yang mampu mengganti atau merubah azab dari dirinya atau orang lain.


[868] Yakni, turunnya azab kepada orang-orang yang mendustakan rasul.

ANJURAN ALLAH AGAR MENGADAKAN PERJALANAN DI MUKA BUMI UNTUK MEMBUKTIKAN KEKUASAAN ALLAH

أَوَلَمْ يَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَكَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعْجِزَهُۥ مِن شَىْءٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا

(44) "Dan tidakkah mereka bepergian di bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan para rasul), padahal orang-orang Itu lebih besar kekuatannya dari mereka ? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah, baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa."

Apakah orang-orang kafir Makkah itu tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka seperti Ad, Tsamud dan orang-orang seperti mereka, yang mana kehancuran menimpa mereka, kebinasaan menimpa negeri mereka saat mereka mendustakan para rasul, padahal orang-orang kafir itu lebih kuat dan lebih tangguh daripada orang-orang kafir Makkah? Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang bisa melemahkan Allah atau bisa luput dariNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perbuatan mereka, juga Mahakuasa untuk membinasakan mereka.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِمَا كَسَبُواْ مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِۦ بَصِيرًۢا

(45) "Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka usahakan (perbuat), niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman) mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Lalu apabila ajal mereka telah tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hambaNya."

Seandainya Allah menghukum manusia karena dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan yang mereka lakukan, niscaya Dia tidak membiarkan seekor hewan hidup pun di muka bumi, akan tetapi Allah menangguhkan mereka dan menunda hukuman mereka sampai batas waktu yang sudah Dia tetapkan. Bila saat hukuman atas mereka sudah tiba, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hambaNya, tidak ada seorang pun dari mereka yang samar bagiNya, tidak ada sedikit pun ilmu tentang mereka yang tidak diketahui olehNya, dan Dia akan membalas mereka sesuai dengan apa yang mereka lakukan, yang baik maupun yang buruk.