Isi Tafsir Al-Qur'an

Saba'

AMAT TERPUJILAH ALLAH DAN AMAT SEMPURNALAH ILMUNYA

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

(1) "Segala puji bagi Allah Yang memiliki segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan segala puji (juga) hanya bagiNya di akhirat. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Mahateliti"

Sanjungan adalah bagi Allah karena sifat-sifatNya yang seluruhnya adalah sifat-sifat kesempurnaan, dan karena nikmat-nikmatNya yang lahir maupun yang batin, agama dan dunia, Yang memiliki apa yang di langit dan di bumi, dan bagiNya sanjungan sempurna di akhirat. Dia Mahabijaksana dalam perbuatanNya, juga Mahateliti terhadap urusan makhlukNya.

يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۚ وَهُوَ ٱلرَّحِيمُ ٱلْغَفُورُ

(2) "Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi; apa yang keluar darinya; apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun."

Allah mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi berupa tetesan air hujan, mengetahui apa yang keluar darinya berupa tanaman, barang tambang dan air, apa yang turun dari langit berupa hujan, malaikat dan kitab-kitab, apa yang naik kepadaNya berupa malaikat dan amal perbuatan makhluk. Dia-lah Yang Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya sehingga Dia tidak menyegerakan hukuman atas mereka, juga Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hambaNya yang bertaubat dan bertawakal kepadaNya.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَأْتِينَا ٱلسَّاعَةُ ۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ ۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَآ أَصْغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرُ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ . لِّيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

(3-4) "Dan orang-orang kafir berkata, ’Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami.' Katakanlah,'Pasti adanya, demi Tuhanku Yang mengetahui yang ghaib, Kiamat itu pasti akan datang kepada kalian. Tidak ada yang tersembunyi bagiNya sekalipun seberat dzarrah844 baik yang di langit maupun yang di bumi, baik yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauhul MahfuzJt),' agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih. Mereka memperoleh ampunan dan rizkiyang mulia (surga)."

Orang-orang kafir yang mengingkari kebangkitan berkata, "Kiamat tidak akan datang kepada kami." Katakanlah wahai Rasul, Pasti, demi Allah Tuhanku, ia benar-benar akan datang, hanya saja saat kedatangannya tidak diketahui kecuali oleh Allah semata Yang Maha Mengetahui yang ghaib, di mana tidak samar bagiNya seekor semut sekalipun, baik di langit maupun di bumi, tidak juga yang lebih besar atau lebih kecil dari itu, kecuali ia tertulis dalam kitab yang nyata, yaitu Lauhul Mahfuzh ", agar Allah membori pahala kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan mengikuti Rasulullah serta melakukan amal-amal yang shalih. Mereka mendapatkan ampunan bagi dosa-dosa mereka dan rizki yang mulia yaitu surga.


[844] Dzarrah adalah jenis yang terkecil dari semut Orani; Arab mengungkapkan sesuatu yang paling kecil dengan sebutan dzarrah.

وَٱلَّذِينَ سَعَوْ فِىٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِّن رِّجْزٍ أَلِيمٌ

(5) "Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih"

Dan orang-orang yang berusaha menghalang-halangi jalan Allah, mendustakan para utusanNya dan membatalkan ayat-ayatNya, seraya menentang dan melawan perintah Allah, mereka mendapatkan azab terburuk dan terberat kepedihannya.

وَيَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلْحَقَّ وَيَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

(6) "Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (wahai Rasul) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji."

Orang-orang yang diberi ilmu mengetahui bahwa al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari sisi Tuhanmu adalah haq, ia membimbing ke jalan Allah yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan dan tidak terhalangi, sebaliknya Dia menundukkan segala sesuatu dan mengalahkannya, Maha Terpuji dalam Firman-firman, Perbuatan-perbuatan dan SyariatNya.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْ إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمْ لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ

(7) "Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya),'Maukah kami tunjukkan kepada kalian seorang laki-laki845 yang memberitakan kepada kalian bahwa apabila badan kalian telah hancur sehancur-hancurnya, kalian pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru?'

Sebagian orang-orang kafir itu berkata kepada sebagian yang lain dalam rangka memperolok-olok, "Maukah kalian kami tunjukkan seorang laki-laki -maksud mereka adalah Muhammad - yang mengabarkan kepada kalian bahwa bila kalian sudah mati dan jasad kalian telah hancur sehancur-hancurnya, kalian akan dihidupkan dan dibangkitkan kembali dari kubur kalian?" Mereka mengatakan hal ini karena pengingkaran mereka yang melampaui batas.


[845] Maksud mereka adalah Nabi Muhammad sebagai penghinaan mereka terhadap beliau.

أَفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَم بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۗ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ فِى ٱلْعَذَابِ وَٱلضَّلَٰلِ ٱلْبَعِيدِ

(8) 'Apakah dia mengada-adakan suatu kebohongan atas Nama Allah atau dia sakit gila?' (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh."

"Apakah laki-laki itu berdusta atas Nama Allah atau dia gila sehingga dia berbicara sesuatu yang tidak dia sadari?" Perkaranya tidak seperti yang dikira oleh orang-orang kafir itu, sebaliknya Muhammad adalah orang yang paling jujur di antara orang-orang yang jujur. Dan orang-orang yang tidak mempercayai kebangkitan dan tidak beramal untuknya, mereka dalam azab yang terus-menerus di akhirat dan kesesalan yang jauh, dari kebenaran di dunia.

أَفَلَمْ يَرَوْاْ إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ

(9) "Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka ke dalam bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepadaNya)"

Apakah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Hari Akhirat itu tidak melihat besarnya Kuasa Allah yang ada di depan mereka dan di belakang mereka, yaitu langit dan bumi yang mencengangkan akal dan bahwa keduanya telah mengelilingi mereka? Bila Kami berkehendak, Kami membenamkan mereka ke dalam bumi sebagaimana yang Kami lakukan terhadap Qarun atau menurunkan potongan azab kepada mereka sebagaimana yang Kami lakukan terhadap kaum Syuaib, yang mana langit telah menghujani mereka dengan api yang membakar mereka. Sesungguhnya Kuasa Kami yang Kami sebutkan di atas mengandung petunjuk yang nyata bagi setiap hamba yang kembali kepada Tuhannya dengan bertaubat, mengakui tauhidNya dan mengikhlaskan ibadah untukNya.

KEPANDAIAN-KEPANDAIAN YANG DIBERIKAN KEPADA NABI DAWUD DAN KEKUASAAN YANG DIBERIKAN KEPADA NABI SULAIMAN

۞ وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَٰجِبَالُ أَوِّبِى مَعَهُۥ وَٱلطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلْحَدِيدَ

(10) "Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), 'Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersamanya (Dawud),' dan Kami telah melunakkan besi untuknya,"

Sungguh Kami telah memberikan kenabian kepada Dawud, juga kitab dan ilmu, dan Kami berfirman kepada gunung-gunung dan burung-burung, "Bertasbihlah bersamanya." Dan Kami melunakkan besi baginya, sehingga besi itu seperti adonan yang dia bisa buat sebagaimana yang dia kehendaki.

أَنِ ٱعْمَلْ سَٰبِغَٰتٍ وَقَدِّرْ فِى ٱلسَّرْدِ ۖ وَٱعْمَلُواْ صَٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

(11) "(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Melihat apa yang kalian kerjakan"

(Yaitu) hendaklah engk«iu membuat baju-baju besi yang sempurna dan luas, tancapkan paku-paku pada sambungan sambungannya. Jangan membuat lingkaran-lingkaran kecil karena ia lemah, sehingga baju perang tidak mampu melindungi pemakainya. Jangan menjadikannya besar sehingga ia memberatkan pemakainya. beramallah wahai Dawud, kamu dan keluargamu, dengan taat kepada Allah. Sesungguhnya Aku Maha Melihat apa yang kalian lakukan, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariKu.

وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُۥ عَيْنَ ٱلْقِطْرِ ۖ وَمِنَ ٱلْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

(12) Dan (Kami tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula),846 juga Kami alirkan cairan tembaga baginya, dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala."

Dan Kami tundukkan angin untuk Sulaiman, ia berhembus dari pagi sampai tengah hari dengan perjalanan satu bulan dan dari tengah hari sampai malam dengan perjalanan satu bulan, dengan (ukuran) perjalanan biasa. Dan Kami lebur tembaga untuknya sebagaimana air mengalir, yang dia gunakan sesukanya. Dan Kami menundukkan untuknya jin untuk bekerja kepadanya dengan izin Tuhannya, barangsiapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami yang telah Kami tetapkan, yaitu mereka harus menaati Sulaiman, Kami akan menimpakan kepadanya siksa api neraka yang terus-menerus menyala.


[846] Yakni, bila Nabi Sulaiman mengadakan perjalanan dari pagi sampai lengah hari, maka Jarak yang (ditempuhnya sama dengan Jarak perjalanan aula yang cepat dalam sebulan. Begitu pula apabila dia mengadakan perjalanan dari tengah hari sampai sore, maka kecepatannya sama dengan perjalanan sebulan.

يَعْمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَٰرِيبَ وَتَمَٰثِيلَ وَجِفَانٍ كَٱلْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَٰتٍ ۚ ٱعْمَلُوٓاْ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ

(13) "Mereka (para jin itu) bekerja untuknya (Sulaiman) sesuai dengan apa yang dia kehendaki, di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud. sebagai syukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang bersyukur."

Jin membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya berupa tempat-tempat ibadah, gambar-gambar dari kaca dan tembaga, nampan-nampan besar seperti telaga tempat air dan bejana-bejana yang menetap di suatu tempat dan tidak bergerak karena besarnya. Dan Kami berfirman, "Wahai keluarga Dawud, beramallah untuk mensyukuri Allah atas apa-apa yang telah Dia berikan kepada kalian, dan hal itu dengan menaatiNya dan menjalankan perintah-perintahNya." Hanya sedikit dari hamba-hambaKu yang banyak bersyukur, dan Dawud dengan keluarganya termasuk yang sedikit itu.

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِۦٓ إِلَّا دَآبَّةُ ٱلْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُۥ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ ٱلْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ ٱلْغَيْبَ مَا لَبِثُواْ فِى ٱلْعَذَابِ ٱلْمُهِينِ

(14) "Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaimanj, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur; tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang ghaib, tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan."

Manakala Kami menetapkan kematian atas Sulaiman, jin tidak mengetahui kematiannya kecuali oleh petunjuk rayap yang menggerogoti tongkatnya yang biasa digunakan oleh Sulaiman untuk bersandar. Sulaiman lalu jatuh ke tanah, saat itu jin mengetahui seandainya mereka mengetahui yang ghaib, niscaya mereka tidak berada dalam siksaan yang menghinakan dan pekerjaan berat kepada Sulaiman, karena mereka mengira bahwa Sulaiman masih hidup. Ayat ini membantah keyakinan sebagian orang bahwa jin mengetahui perkara ghaib, karena bila jin mengetahui perkara ghaib, niscaya mereka akan mengetahui wafatnya Sulaiman dan mereka tidak akan hidup dalam siksaan yang menghinakan.

KEINGKARAN KAUM SABA' TERHADAP NIKMAT ALLAH DAN AKIBATNYA

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِى مَسْكَنِهِمْ ءَايَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُواْ مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَٱشْكُرُواْ لَهُۥ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

(15) "Sungguh bagi kaum Saba' ada tanda (kebesaran Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), 'Makanlah oleh kalian dari rizki yang (dianugerahkan) Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya. (Negeri kalian) adalah negeri yang baik (nyaman) dan (Tuhan kalian) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun."

Kabilah Saba' di Yaman memiliki tempat tinggal yang membuktikan Kuasa Kami, yaitu dua kebun di kanan dan di kiri. Makanlah dari rizki Tuhan kalian dan bersyukurlah atas nikmat-nikmatNya atas kalian, karena negeri kalian bertanah subur dan berhawa bagus, dan Tuhan kalian Maha Pengampun.'."

فَأَعْرَضُواْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ ٱلْعَرِمِ وَبَدَّلْنَٰهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَىْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَىْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ . ذَٰلِكَ جَزَيْنَٰهُم بِمَا كَفَرُواْ ۖ وَهَلْ نُجَٰزِىٓ إِلَّا ٱلْكَفُورَ

(16-17) "Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirimkan kepada mereka banjir yang besar847 dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr.848 Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu) melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir."

Namun mereka berpaling dari perintah Allah, tidak bersyukur kepadaNya dan mendustakan utusan-utusan Allah, akibatnya Kami mengirimkan banjir bandang yang dahsyat yang menghancurkan bendungan dan menenggelamkan kebun-kebun. Kami mengganti dua kebun mereka yang berbuah lebat itu dengan dua kebun dengan buah-buahan yang buruk dan terasa pahit, pohon Atsl, yaitu sejenis cemara yang tidak berbuah, dan sedikit pohon bidara yang berduri. Pergantian dari yang baik kepada yang buruk adalah karena kekafiran mereka dan tidak bersyukurnya mereka kepada nikmat-nikmat Allah. Dan Kami tidak menimpakan hukuman yang keras ini kecuali kepada orang yang sangat ingkar lagi kafir dengan kekafiran yang mendalam. Dia membalas perbuatannya dengan balasan yang setimpal.


[847] Banjir besar yang disebabkan runtuhnya bendungan Ma'rib.

[848] Pohon Atsl adalah sejenis pohon cemara, dan pohon Sidr ialah sejenis pohon bidara.

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ ٱلْقُرَى ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَٰهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا ٱلسَّيْرَ ۖ سِيرُواْ فِيهَا لَيَالِىَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ

(18) "Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba') dengan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu ukuran-ukuran jarak perjalanan. Berjalanlah kalian di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman."849

Dan Kami menjadikan antara Saba' yang di Yaman dengan bumi yang Kami berkahi, yaitu Syam, kota-kota yang sambung-menyambung, sebagian terlihat dari sebagian yang lain dan Kami menjadikan perjalanan padanya perjalanan yang ditentukan dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa ada kesusahan padanya, Kami berfirman kepada mereka, "Berjalanlah di kota-kota tersebut pada waktu kapan pun kalian ingin, siang atau malam, dalam keadaan aman, kalian tidak takut musuh, kelaparan dan kehausan."


[849] Negeri yang berada di Syam. karena kesuburannya, dan negeri-negeri yang berdekatan ialah negeri-negeri antara Yaman dan Syam. sehingga orang-orang dapat berjalan dengan aman pada siang dan malam hari tanpa terpaksa berhenti di padang pasir dan tanpa mendapat kesulitan.

فَقَالُواْ رَبَّنَا بَٰعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمْ فَجَعَلْنَٰهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَٰهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

(19) "Tetapi mereka berkata, 'Wahai Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami,'850 dan (berarti mereka) menzhalimi diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancumya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (Kuasa Allah) bagi setiap orang yang sabar dan banyak bersyukur."

Tetapi karena sikap mereka yang berlebih-lebihan, mereka bosan kepada kemudahan, keamanan dan kemakmuran hidup. Mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, jadikanlah kota-kota kami berjauhan agar perjalanan kami di antaranya menjadi jauh, sehingga kami tidak menemukan kota yang ramai dalam perjalanan kami." Mereka menzhalimi diri mereka dengan kekafiran mereka, maka Kami membinasakan mereka dan menjadikan mereka sebagai pelajaran dan cerita bagi orang-orang yang datang sesudah mereka. Kami memecahkan mereka sehingga mereka bercerai-berai, dan kota-kota mereka pun hancur. Sesungguhnya apa yang menimpa Saba' adalah pelajaran bagi orang yang sangat sabar menghadapi hal-hal yang dibenci lagi berat, juga pandai bersyukur atas nikmat-nikmat Allah .


[850] Yakni, agar kota-kota yang berdekatan itu dihapuskan, agar perjalanan menjadi panjang dan mereka dapat melakukan monopoli dalam perdagangan itu, sehingga mendapat keuntungan yang lebih besar.

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُۥ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(20) "Dan sungguh iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sekelompok dari orang-orang Mukmin."

Iblis menyangka dengan sangkaan yang tidak yakin bahwa dia akan menyesatkan anak cucu Adam dan bahwa mereka akan monaatinya dalam bermaksiat kepada Allah, maka Allah mombenarkan sangkaannya pada mereka, mereka pun menaatinya dan mendurhakai Tuhan mereka, kecuali sekelompok orang-orang yang beriman kopada Allah, mereka tetap teguh di atas ketaatan kepada Allah.

وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَٰنٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِٱلْءَاخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِى شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ

(21) "Dan tidak ada kekuasaan (iblis) terhadap mereka, kecuali hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentangnya. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu."

Iblis tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang kafir sehingga bisa memaksa mereka untuk menjadi kafir, akan tetapi hikmah Allah menuntut untuk memberi kesempatan kepada iblis agar menggoda anak cucu Adam, supaya apa yang Allah ketahui di alam azali terlihat, agar Dia membedakan antara siapa yang membenarkan kebangkitan, pahala dan siksa dengan siapa yang meragukannya. Dan Tuhanmu Maha menjaga segala sesuatu dengan penjagaanNya dan akan memberikan balasan atasnya.

SEMBAHAN-SEMBAHAN SELAIN ALLAH TIDAK MEMPUNYAI KEKUASAAN SEDIKIT PUN

قُلِ ٱدْعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُۥ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ

(22) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Serulah mereka yang kalian anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah sekalipun di langit maupun di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan (bahkan) tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagiNya'"

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrik,"Panggillah apa yang menurut kalian adalah sekutu-sekutu bagi Allah lalu kalian menyembahnya selain Allah berupa berhala-berhala, malaikat-malaikat dan manusia. Mintalah mereka untuk menunaikan hajat kalian, karena mereka tidak akan menjawab kalian, mereka tidak memiliki apa pun walaupun hanya seberat semut kecil sekalipun, baik di langit maupun di bumi, mereka tidak memiliki wewenang sedikit pun di langit dan di bumi." Allah tidak dibantu oleh seorang pun dari orang-orang musyrik itu untuk menciptakan sesuatu, sebaliknya Allah adalah satu-satunya Dzat yang mengadakan, maka hanya Dia-lah yang patut disembah, tidak seorang pun selainNya yang berhak disembah.

وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُۥ ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُواْ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖ قَالُواْ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

(23) "Dan syafa'at (pertolongan dengan perantaraan) di sisiNya hanya berguna bagi orang yang telah Dia izinkan (untuk memperoleh syafa'at itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata,'Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian ?' Mereka menjawab,' (Perkataan) yang benar,' dan Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar "851

Syafa'at pemberi syafa'at di sisi Allah tidak berguna kecuali bagi siapa yang Allah izinkan. Dan karena keagungan dan kemuliaan Allah , bila Dia berfirman dengan wahyu, lalu penduduk langit mendengar FirmanNya, mereka gemetar ketakutan, hingga mereka seperti pingsan, pada saat ketakutan itu lenyap dari hati mereka, sebagian bertanya kepada sebagian yang lain, "Apa yang difirmankan oleh Tuhan kalian?" Malaikat menjawab, "Dia berfirman yang haq," dan Dia Mahatinggi dengan Dzat, kekuasaan, dan kedudukanNya, juga Mahabesar atas segala sesuatu.


[851] Ayat ini menerangkan bahwa pemberian syafa'at (pertolongan dengan perantaraan) hanya dapat berlaku dengan izin Allah . Orang-orang yang akan diberi izin memberi syafa'at dan orang-orang yang akan mendapat syafa'at merasa takut dan harap-harap cemas terhadap izin Allah .

۞ قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ وَإِنَّآ أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(24) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan dari bumi?' Katakanlah, 'Allah, dan sesungguhnya kami atau kalian (orang-orang musyrik), benar-benar berada di atas hidayah (kebenaran) atau dalam kesesatan yang nyata'."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrik, "Siapa yang memberi kalian rizki dari langit dengan hujan dan dari bumi dengan tanaman, barang tambang dan lainnya?" Mereka pasti akan mengakui bahwa dia adalah Allah. Namun bila mereka tidak mengakui, maka katakanlah kepada mereka, "Allah-lah yang memberi rizki. Dan sesungguhnya salah satu di antara kedua kubu, kami atau kalian, berada di atas hidayah yang kokoh dariNya atau di atas kesesatan yang nyata lagi terbenam di dalamnya."

قُل لَّا تُسْـَٔلُونَ عَمَّآ أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ

(25) "Katakanlah, 'Kalian tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian kerjakan'."

Katakanlah, "Kalian tidak bertanggung jawab atas dosa-dosa kami dan kami juga tidak bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan kalian, karena kami anti dari kalian dan amal perbuatan kalian."

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَهُوَ ٱلْفَتَّاحُ ٱلْعَلِيمُ

(26) "Katakanlah, 'Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar (adil), dan Dia-lah Yang Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui'."

Katakanlah, "Tuhan kita akan mempertemukan antara kami dengan kalian di Hari Kiamat, kemudian menetapkan keputusan di antara kita dengan adil, Dia-lah yang Maha Memberi keputusan yang menetapkan hukum di antara makhlukNya, juga Maha Mengetahui apa yang seharusnya diputuskan di antara mereka, mengetahui keadaan makhlukNya, tiada sesuatu pun yang samar bagiNya.

قُلْ أَرُونِىَ ٱلَّذِينَ أَلْحَقْتُم بِهِۦ شُرَكَآءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلْ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(27) "Katakanlah, ’Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kalian hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (Nya). Tidak mungkin! Sebenarnya Dia-lah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana'.''

Katakanlah, 'Tunjukkanlah kepadaku berdasarkan hujjah dan dalil, apa-apa yang kalian samakan dengan Allah lalu kalian menjadikan mereka sekutu-sekutu bagi Allah dalam ibadah, adakah mereka menciptakan sesuatu?" Perkaranya tidak sebagaimana yang mereka kira, karena hanya Allah yang berhak disembah dengan haq, tidak ada sekutu bagiNya. Dia Mahaperkasa dalam membalas orang-orang yang menyekutukanNya, juga Mahabijaksana dalam Firman-firman, Perbuatan-perbuatan dan PengaturanNya terhadap makhlukNya.

RISALAH MUHAMMAD ADALAH UNIVERSAL

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(28) "Dan Kami tidak mengutusmu (wahai Rasul), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Dan Kami tidak mengutusmu wahai Rasul, kecuali kepada manusia seluruhnya, sebagai pemberi kabar gembira dengan pahala dari Allah dan sebagai penyampai peringatan akan hukumanNya, namun kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran, sehingga mereka berpaling darinya.

KEINGKARAN ORANG-ORANG KAFIR DAN KEADAAN MEREKA DI AKHIRAT

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(29) "Dan mereka berkata, 'Kapankah (datangnya) janji ini, jika kalian adalah orang-orang yang benar ?"'

Orang-orang musyrik itu berkata untuk memperolok-olok, "kapankah datangnya janji yang kalian ancamkan kepada kami bahwa Allah akan mengumpulkan kami padanya kemudian Dia menetapkan keputusanNya di antara kami, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian ancamkan kepada kami?"

قُل لَّكُم مِّيعَادُ يَوْمٍ لَّا تَسْتَـْٔخِرُونَ عَنْهُ سَاعَةً وَلَا تَسْتَقْدِمُونَ

(30) "Katakanlah, 'Bagi kalian ada hari yang telah dijanjikan (Hari Kiamat) kalian tidak dapat meminta penundaan atau percepatan darinya sesaat pun?

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, ' Kalian memiliki waktu yang telah ditetapkan dan ia akan mendatangi kalian, tidak mungkin tidak yaitu Hari Kiamat, di mana kalian tidak bisa menunda sesaat pun untuk bertaubat, kalian juga tidak bisa memajukannya sesaat pun sebelumnya untuk menyegerakan azab. Hati-hatilah kepada hari itu dan persiapkanlah diri kalian untuk menghadapinya."

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن نُّؤْمِنَ بِهَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ وَلَا بِٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِندَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ ٱلْقَوْلَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُواْ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُواْ لَوْلَآ أَنتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ

(31) "Dan orang-orang kafir berkata, Kami tidak akan beriman kepada al-Qur'an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya? Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zhalim itu dihadapkan kepada Tuhan mereka, sebagian mereka membantah perkataan sebagian yang lain; (di mana) orang-orang yang lemah akan berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ’Kalau tidak karena kalian. tentulah kami telah menjadi orang-orang Mukmin'."

Orang-orang kafir berkata, "Kami tidak akan membenarkan al-Qur'an ini dan tidak pula kitab-kitab yang mendahuluinya seperti Taurat, Injil dan Zabur." Sungguh mereka telah mendustakan seluruh kitab-kitab Allah. Seandainya kamu melihat wahai Rasul, saat orang-orang zhalim itu ditahan di depan Tuhan mereka untuk menjalani perhitungan amal, mereka berbisik-bisik di antara mereka, masing-masing menyalahkan yang lain, niscaya kamu melihat sesuatu yang menyeramkan. Orang-orang lemah berkata kepada orang-orang yang sombong, dan mereka adalah para tokoh dan pemimpin yang sesat lagi menyesatkan, "Kalau kalian tidak menyesatkan kami dari petunjuk, niscaya kami telah beriman kepada Allah dan RasulNya."

قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُواْ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوٓاْ أَنَحْنُ صَدَدْنَٰكُمْ عَنِ ٱلْهُدَىٰ بَعْدَ إِذْ جَآءَكُم ۖ بَلْ كُنتُم مُّجْرِمِينَ

(32) "Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang lemah, 'Kamikah yang telah menghalangi kalian untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepada kalian? (Tidak!) Sebenarnya kalian sendirilah orang-orang yang gemar berbuat dosa'."

Para pemimpin berkata kepada para pengikut, "Apakah kami melarang kalian untuk mengikuti hidayah setelah ia datang kepada kalian? Justru kalianlah para pendosa karena masuk ke dalam kekafiran atas dasar keinginan dan pilihan kalian sendiri."

وَقَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُواْ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُواْ بَلْ مَكْرُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَآ أَن نَّكْفُرَ بِٱللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُۥٓ أَندَادًا ۚ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلْعَذَابَ وَجَعَلْنَا ٱلْأَغْلَٰلَ فِىٓ أَعْنَاقِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(33) "Dan orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, '(Tidak!) Sebenarnya tipu daya (kalian) di waktu malam dan siang hari itulah (yang menghalangi kami), ketika kalian menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagiNya.' Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas, melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."

Orang-orang lemah berkata kepada para pemimpin dalam ke-sesatan, "Pengaturan kalian terhadap keburukan siang dan malam yang membuat kami terjerumus ke dalam kebinasaan, kalian meminta kami agar kami kafir kepada Allah dan mengangkat sekutu-sekutu bagiNya dalam ibadah." Masing-masing kubu merintihkan penyesalan saat mereka melihat azab disiapkan untuk mereka. Dan Kami menjadikan belenggu-belenggu di leher orang-orang kafir itu, mereka tidak dihukum dengan hukuman ini kecuali disebabkan oleh kekafiran mereka kepada Allah dan perbuatan buruk mereka di dunia. Dalam ayat ini terkandung peringatan keras dari mengikuti para penyeru kepada kesesatan dan para pemimpin kezhaliman.

وَمَآ أَرْسَلْنَا فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ

(34) "Dan tidaklah Kami mengutus seorang pemberi peringatan di suatu negeri, kecuali orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata,'Kami benar-benar mengingkari apa yang kalian sampaikan sebagai para rasul"

Dan Kami tidak mengutus di sebuah negeri seorang rasul yang mengajak kepada mentauhidkan Allah dan mengesakanNya dengan ibadah, kecuali orang-orang dari penduduknya yang tenggelam dalam hawa nafsu dan syahwat berkata, "Sesungguhnya kami, wahai para rasul, mengingkari apa yang kalian bawa."

وَقَالُواْ نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَٰلًا وَأَوْلَٰدًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

(35) "Dan mereka berkata, Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kalian) dan kami tidak akan diazab'"852

Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak harta dan anak daripada kalian, dan Allah tidak memberikan nikmat-nikmat ini kepada kami kecuali karena Dia ridha kepada kami, dan kami tidak akan disiksa di dunia dan di akhirat."


[852] Yakni, karena orang-orang kafir itu mendapat nikmat yang besar di dunia, maka mereka merasa bahwa mereka dikasihi Allah dan tidak akan diazab di akhirat.

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(36) ’Katakanlah, ’Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'."

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan menyempitkannya atas siapa yang Dia kehendaki, bukan karena cinta atau benci, namun untuk menguji, tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa hal itu adalah ujian bagi hamba-hambaNya, karena mereka tidak memperhatikan."

وَمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُم بِٱلَّتِى تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَىٰٓ إِلَّا مَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ جَزَآءُ ٱلضِّعْفِ بِمَا عَمِلُواْ وَهُمْ فِى ٱلْغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ

(37) "Dan bukanlah harta atau anak-anak kalian yang mendekatkan kalian kepada Kami, melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentausa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)."

Bukan harta dan anak-anak kalian yang mendekatkan kedudukan kalian di sisi Kami dan meninggikan derajat kalian, akan tetapi siapa yang beriman kepada Allah dan beramal shalih, maka mereka mendapatkan pahala kebaikan yang berlipat ganda, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan hingga tambahan yang dikehendaki oleh Allah. Mereka berada di tempat-tempat yang tinggi di surga, aman dari siksa, kematian dan kesedihan.

وَٱلَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

(38) Dan orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami untuk melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab"

Dan orang-orang yang berusaha membatalkan hujjah-hujjah Kami dan menghalang-halangi dari jalan Allah, seraya menentang dan melawan, mereka berada dalam azab Jahanam di Hari Kiamat, para malaikat Zabaniyah menyeret mereka ke dalamnya dan mereka tidak akan keluar darinya.

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

(39) "Katakanlah,'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya.' Dan apa saja yang kalian infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang menyombongkan diri dengan harta dan anak-anak mereka, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki karena sebuah hikmah yang Dia ketahui." Apa pun yang kalian berikan bila hal itu diperintahkan Allah, Dia akan menggantinya dengan balasan di dunia dan dengan pahala di akhirat. Allah adalah sebaik-baik pemberi rizki, maka mintalah rizki kepadaNya dan berusahalah dengan sebab-sebab yang Dia perintahkan kepada kalian.

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمْ كَانُواْ يَعْبُدُونَ

(40) "Dan (ingatlah) hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, Apakah kepada kalian, mereka ini dahulu beribadah (menyembah)?'"

Ingatlah wahai Rasul hari di mana Allah akan mengumpulkan orang-orang musyrik dan apa-apa yang disembah selain Allah dari kalangan malaikat, kemudian Allah berfirman kepada para malaikat sebagai pengingkaran atas orang-orang yang menyembah mereka, "Apakah kalian itu yang mereka sembah selain Kami?"

قَالُواْ سُبْحَٰنَكَ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِم ۖ بَلْ كَانُواْ يَعْبُدُونَ ٱلْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُم بِهِم مُّؤْمِنُونَ

(41) "Para malaikat itu menjawab, ’Mahasuci Engkau. Engkau-lah Pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin;853 kebanyakan mereka beriman kepada jin itu'."

Malaikat menjawab, "Kami menyucikanMu ya Allah dari sekutu dalam ibadah, Engkau adalah wali kami yang kami taati dan kami sembah semata, akan tetapi mereka menyembah setan-setan, kebanyakan dari mereka membenarkan dan menaati setan-setan itu."


[853] Yakni, jin yang durhaka, yaitu setan.

فَٱلْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَّفْعًا وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

(42) "Maka pada hari ini sebagian kalian tidak kuasa (mendatangkan) manfaat maupun (menolak) mudarat kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan ke-pada orang-orang yang zhalim,'Rasakanlah oleh kalian azab neraka yang dahulu kalian dustakan'."

Di hari kebangkitan, apa-apa yang disembah selain Allah tidak memiliki kuasa apa pun untuk para penyembahnya, tidak manfaat dan tidak pula mudarat, dan Kami berfirman kepada orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kesyirikan dan kemaksiatan, "Rasakanlah siksa neraka yang dulu kalian dustakan."

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٍ قَالُواْ مَا هَٰذَآ إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَن يَصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُكُمْ وَقَالُواْ مَا هَٰذَآ إِلَّآ إِفْكٌ مُّفْتَرًى ۚ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

(43) "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, 'Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kalian dari apa yang disembah oleh nenek moyang kalian,' dan mereka berkata, '(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang dibuat-buat saja.' Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (al-Qur'an) itu datang kepada mereka, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata'."

Bila ayat-ayat Allah yang jelas dibacakan kepada orang-orang kafir Makkah, mereka berkata, "Muhammad hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalang-halangi kalian untuk menyembah tuhan-tuhan yang kalian sembah dan telah disembah sebelumnya oleh nenek moyang kalian." Mereka juga berkata, "Al-Qur'an yang kamu bacakan kepada kami wahai Muhammad, hanyalah dusta yang dibuat-buat, kamu membuatnya dari dirimu sendiri, bukan dari sisi Allah." Dan orang-orang kafir berkata tentang al-Qur'an manakala ia datang kepada mereka, "Ini hanyalah sihir yang nyata."

وَمَآ ءَاتَيْنَٰهُم مِّن كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا ۖ وَمَآ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِن نَّذِيرٍ

(44) "Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan Kami tidak pernah mengutus seorang pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau (Muhammad)."

Dan Kami tidak menurunkan kepada orang-orang kafir itu kitab-kitab yang mereka baca sebelum al-Qur'an lalu kitab-kitab itu menunjukkan kepada mereka apa yang mereka klaim bahwa apa yang dibawa Muhammad adalah sihir. Dan Kami tidak mengutus kepada mereka sebelummu wahai Rasul, seorang rasul yang memperingatkan mereka terhadap siksa Kami.

وَكَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُواْ مِعْشَارَ مَآ ءَاتَيْنَٰهُمْ فَكَذَّبُواْ رُسُلِى ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

(45) "Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sedang orang-orang (kafir Makkah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa854 yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu itu, namun mereka mendustakan para rasulKu. Maka (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaanKu."

Dan orang-orang sebelum mereka telah mendustakan pula rasul-rasul Kami, seperti kaum Ad dan Tsamud, padahal orang-orang Makkah tidak memiliki sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada umat-umat terdahulu berupa kekuatan, kekayaan melimpah dan usia yang panjang serta nikmat-nikmat lainnya, lalu mereka mendustakan utusan-utusanKu dalam apa yang mereka bawa kepada mereka, lalu Kami membinasakan mereka. Maka lihatlah wahai Rasul, bagaimana pengingkaranku atas mereka dan hukumanKu terhadap mereka.


[854] Yakni, pemberian Allah berupa kepandaian ilmu pengetahuan, umur panjang, kekuatan Jasmani, kekayaan harta benda, dan lain sebagainya.

PERNYATAAN ALLAH TENTANG MUHAMMAD DAN TUGASNYA

۞ قُلْ إِنَّمَآ أَعِظُكُم بِوَٰحِدَةٍ ۖ أَن تَقُومُواْ لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَٰدَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُواْ ۚ مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَىْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

(46) "Katakanlah,'Aku hanya hendak memperingatkan kalian dengan satu hal saja, yaitu agar kalian menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri;855 kemudian hendaklah kalian pikirkan (tentang Muhammad); kawan kalian itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian sebelum (datangnya) azab yang keras'."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang mendustakan lagi menentang itu, "Aku hanya menasihatkan satu perkara kepada kalian, yaitu hendaklah kalian menegakkan ketaatan kepada Allah, berdua atau sendiri-sendiri, kemudian renungkanlah keadaan teman kalian Rasulullah , dan apa yang dituduhkan kepadanya, ternyata dia tidak gila, karena dia hanya pemberi peringatan kepada kalian yang mengingatkan kalian terhadap azab Jahanam sebelum kalian mencicipi panasnya."


[855] "Berdua-dua atau sendiri-sendiri" maksudnya ialah bahwa dalam menghadap kepada Allah , kemudian merenungkan keadaan Nabi Muhammad itu sebaiknya dilakukan dalam keadaan suasana tenang dan ini tidak dapat dilakukan dalam keadaan beramai-ramai.

قُلْ مَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

(47) "Katakanlah (wahai Rasul),'Imbalan apa pun yang aku minta kepada kalian, maka itu untuk kalian.856 Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu'."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang kafir, "Aku tidak meminta atas kebaikan yang aku bawa kepada kalian sebuah upah, sebaliknya ia untuk kalian saja, upahku yang aku nanti-nantikan telah ditanggung oleh Allah yang Maha Mengetahui amalku dan amal kalian, tiada sesuatu pun yang samar bagiNya, Dia akan membalas semua orang sesuai dengan apa yang menjadi haknya."


[856] Yakni, Rasulullah sekali-kali tidak meminta imbalan kepada mereka, tetapi yang diminta Rasulullah ialah agar mereka beriman kepada Allah Dan iman itu adalah untuk kebaikan mereka sendiri.

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَقْذِفُ بِٱلْحَقِّ عَلَّٰمُ ٱلْغُيُوبِ

(48) "Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang ghaib'."

Katakanlah wahai Rasul kepada pihak yang mengingkari tauhid dan risalah Islam, "Sesungguhnya Tuhanku melempari kebatilan dengan hujjah-hujjah kebenaran, maka hujjah-hujjah itu merobohkan dan menghancurkannya." Allah Maha Mengetahui perkara ghaib, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya di bumi dan di langit.

قُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ ٱلْبَٰطِلُ وَمَا يُعِيدُ

(49) "Katakanlah, 'Kebenaran telah datang dan yang batil itu (pasti sirna, sehingga) tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi (apa pun)'"857

Katakanlah wahai Rasul, "Kebenaran dan syariat yang agung telah datang dari Allah, kebatilan telah lenyap dan kekuasaannya telah sirna, sehingga tidak tersisa darinya yang bisa memulainya dan mengembalikannya."


[857] Yakni, apabila kebenaran sudah datang, maka kebatilan akan hancur binasa dan tidak dapat berbuat sesuatu untuk melawan dan meruntuhkan kebenaran itu.

قُلْ إِن ضَلَلْتُ فَإِنَّمَآ أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِى ۖ وَإِنِ ٱهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِىٓ إِلَىَّ رَبِّىٓ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ قَرِيبٌ

(50) "Katakanlah, 'Jika aku sesat, maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk, maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat'."

Katakanlah, "Bila aku menyimpang dari kebenaran, maka aku sendiri yang memikul dosa dari kesesatanku, namun bila aku istiqamah di atasnya, maka hal itu dengan wahyu Allah yang Dia wahyukan kepadaku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mendengar apa yang aku katakan kepada kalian, Mahadekat kepada orang yang meminta dan berdoa kepadaNya."

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ فَزِعُواْ فَلَا فَوْتَ وَأُخِذُواْ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

(51) "Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) itu ketika terperanjat ketakutan (di Hari Kiamat), lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka)"

Sekiranya kamu, wahai Rasul, melihat saat orang-orang kafir itu ketakutan karena melihat azab Allah, niscaya kamu melihat suatu perkara yang dahsyat, tiada tempat berlari dan menyelamatkan diri bagi mereka, mereka digiring ke dalam neraka dari tempat yang dekat.

وَقَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦ وَأَنَّىٰ لَهُمُ ٱلتَّنَاوُشُ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ

(52) "dan (ketika) mereka berkata, 'Kami beriman kepadaNya.' Namun, bagai-mana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh?"

Orang-orang kafir berkata manakala mereka melihat azab di akhirat, "Kami beriman kepada Allah, kitab-kitabNya dan utusan-utusanNya." Bagaimana mungkin mereka menggapai iman di akhirat sementara jarak mereka dengan iman sangat jauh? Mereka dihalangi dari iman, karena tempat iman adalah di kehidupan dunia, sementara di sana mereka telah mengingkarinya.

وَقَدْ كَفَرُواْ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۖ وَيَقْذِفُونَ بِٱلْغَيْبِ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ

(53) "Dan sungguh mereka telah kafir kepadaNya sebelum itu; dan mereka mendustakan tentang yang ghaib dari tempat yang jauh."

Mereka telah kafir kepada kebenaran di dunia, mendustakan para rasul, menuduh dengan dugaan dari jarak yang jauh dari kebenaran, mereka tidak mempunyai sandaran bagi dugaan batil mereka, maka tidak ada jalan bagi mereka untuk mendapatkan kebenaran, sebagaimana pemanah tidak mungkin mengenai sasarannya dari jarak yang sangat jauh.

وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِم مِّن قَبْلُ ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ فِى شَكٍّ مُّرِيبٍ

(54) "Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkany858 sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang membimbangkan"

Orang-orang kafir itu dihalangi dari apa yang mereka inginkan, yaitu taubat dan kembali ke dunia agar bisa beriman, sebagaimana Allah melakukan hal yang sama kepada orang-orang kafir seperti mereka dari umat-umat sebelumnya. Sesungguhnya mereka di dunia dalam kebimbangan dalam perkara para rasul, kebangkitan dan hisab, membuat keragu-raguan dan kegoncangan, oleh karena itu mereka tidak beriman.


[858] Yang mereka inginkan itu adalah beriman kepada Allah atau kembali ke dunia untuk bertaubat.