Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Ahzab

HUKUM KEKELUARGAAN HARUSLAH BERDASARKAN KETETAPAN ALLAH DAN RASUL
Takwa dan Tawakal kepada Allah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ وَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

(1) "Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana"

Wahai Nabi, hendaknya kamu selalu bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya agar orang-orang yang beriman meneladanimu, karena mereka lebih memerlukan hal itu daripada dirimu. Dan jangan menaati orang-orang kafir dan munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu juga Mahabijaksana dalam penciptaan, perintah dan pengaturanNya.

وَٱتَّبِعْ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

(2) "Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan."

Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu yakni al-Qur'an dan as-Sunnah, sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang kalian perbuat dan membalas kalian atasnya, tidak ada sesuatu pun darinya yang samar bagiNya.

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

(3) "Dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara."

Bersandarlah kepada Tuhanmu, serahkanlah segala urusanmu kepadaNya, cukuplah Allah sebagai penjaga bagi siapa yang Ihm tawakal dan kembali kepadaNya.

Hukum Zhihar dan Kedudukan Anak Angkat

مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِى جَوْفِهِۦ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَٰجَكُمُ ٱلَّٰٓـِٔى تُظَٰهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَٰتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَآءَكُمْ أَبْنَآءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُم بِأَفْوَٰهِكُمْ ۖ وَٱللَّهُ يَقُولُ ٱلْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى ٱلسَّبِيلَ

(4) "Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istri kalian yang kalian zhihar815 itu sebagai ibu kalian, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkat kalian sebagai anak-anak kandung kalian (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan kalian di mulut kalian saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)."

Allah tidak memberikan dua hati bagi seorang manusia pun dalam dadanya. Dan Allah tidak menjadikan istri-istri yang telah kalian zhihar itu sama dengan ibu-ibu kalian dalam hal pengharaman. Zhihar adalah ucapan suami, "Kamu bagiku adalah seperti punggung ibuku." Kata-kata ini di zaman jahiliyah adalah talak. Allah menjelaskan bahwa istri tidak menjadi ibu dalam keadaan apa pun. Allah juga tidak menjadikan anak-anak angkat sebagai anak kandung dalam syariat, sebaliknya zhihar dan adopsi tidak memiliki hakikat apa pun dalam pengharaman abadi. Istri yang telah di zhihar tidak sama dengan ibu dalam hal pengharaman, dan pengakuan terhadap seorang anak sebagai anak dengan berkata, "Ini anakku" tidak menetapkan nasab, itu adalah kata-kata di bibir saja yang tidak memiliki hakikat dan nilai apa pun. Allah berfirman yang haq dan menjelaskan jalannya kepada hamba-hambaNya serta membimbing mereka ke jalan yang lurus.


[815] Zhihar adalah perkataan seorang suami kepada istrinya, "Punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku", atau perkataan lain yang sama maksudnya. Ini adat kebiasaan orang Arab jahiliah, bahwa apabila dia berkata demikian kepada istrinya, maka istrinya itu haram baginya untuk selama-lamanya. Tetapi setelah Islam datang, maka yang haram untuk selama-lamanya itu dihapuskan dan istri-istri itu kembali halal baginya dengan membayar kafarat zhihar.

ٱدْعُوهُمْ لِءَابَآئِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوٓاْ ءَابَآءَهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَمَوَٰلِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَآ أَخْطَأْتُم بِهِۦ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

(5) "Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (menasabkan mereka kepada) bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kalian tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudara kalian seagama dan maula-maula kalian.816 Dan tidak ada dosa atas kalian jika kalian khilaf tentang itu, tetapi (yang berdosa adalah) apa yang disengaja oleh hati kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Nasabkanlah anak-anak angkat kalian itu kepada bapak-bapak mereka. Itu lebih lurus dan lebih adil di sisi Allah. Bila kalian tidak mengetahui bapak-bapak mereka yang sebenarnya, maka dalam kondisi itu panggillah mereka dengan dasar persaudaraan agama yang terjadi antara kalian, karena mereka adalah saudara-saudara kalian dan maula-maula kalian. Tiada dosa atas kalian atas kesalahan yang terjadi dari kalian tanpa kesengajaan, akan tetapi Allah akan menyiksa bila kalian sengaja melakukan hal itu. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang salah, Maha Penyayang bagi siapa yang bertaubat dari dosanya.


[816] Maula-maula ialah hamba sahaya yang sudah dimerdekakan atau seseorang yang telah dijadikan anak angkat, seperti Salim anak angkat Hudzaifah, dipanggil maula Hudzaifah.

Kedudukan Hubungan Darah Dalam Hukum Waris

ٱلنَّبِىُّ أَوْلَىٰ بِٱلْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَٰجُهُۥٓ أُمَّهَٰتُهُمْ ۗ وَأُوْلُواْ ٱلْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ إِلَّآ أَن تَفْعَلُوٓاْ إِلَىٰٓ أَوْلِيَآئِكُم مَّعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْكِتَٰبِ مَسْطُورًا

(6) "Nabi itu lebih berhak terhadap orang-orang Mukmin dari diri mereka sendiri817 dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan rahim (darah), satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang Mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kalian hendak berbuat baik818 kepada saudara-saudara kalian (seagama). Yang demikian itu telah tertulis dalam Kitab (Allah)"

Nabi Muhammad lebih berhak terhadap orang-orang Mukmin dan lebih dekat kepada mereka daripada diri mereka sendiri dalam perkara agama dan dunia. Kehormatan istri-istri Nabi atas umatnya adalah seperti kehormatan ibu-ibu mereka, tidak boleh menikahi istri-istri Nabi sesudah beliau. Sedangkan para pemilik hubungan kekerabatan di kalangan kaum Muslimin, sebagian dari mereka lebih berhak atas warisan sebagian yang lain dalam hukum Allah dan SyariatNya daripada warisan berdasarkan iman dan hijrah. Kaum Muslimin di awal-awal Islam saling mewarisi berdasarkan hijrah dan iman, bukan kekerabatan, kemudian hal itu mansukh dengan ayat-ayat warisan. Kecuali bila kalian, wahai kaum Muslimin, berkenan melakukan kebaikan kepada selain ahli waris dalam bentuk bantuan, kebaikan, silaturahim, wasiat dan kebaikan lainnya. Hukum tersebut telah ditakdirkan dan ditetapkan di Lauhul Mahfuzh, maka kalian wajib melaksanakannya. Ayat ini mewajibkan seseorang lebih mencintai Nabi daripada dirinya sendiri, wajib tunduk secara utuh kepada beliau, wajib menghormati Ummahatul Mukminin, yaitu para istri Nabi , dan bahwasanya mencaci mereka merupakan kerugian yang sangat nyata.


[817] Yakni, Nabi lebih berhak terhadap mereka dalam setiap urusan agama dan dunia. Maka sebagai konsekuensinya, wajib atas mereka untuk mendahulukan beliau, lebih mencintai beliau dari diri mereka sendiri, dan lebih mengedepankan keputusan hukum beliau dari keinginan mereka.

[818] Berbuat baik di sini ialah berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ مِيثَٰقَهُمْ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًا

(7) ”Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan (juga) darimu (Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,"819

Ingatlah wahai Nabi, saat Kami mengambil perjanjian yang dikukuhkan dari para nabi agar mereka menyampaikan risalah. Dan Kami mengambil perjanjian darimu, dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, yang mana mereka adalah para Rasul ulul azmi, menurut pendapat yang masyhur, dan Kami juga mengambil perjanjian tegas dari mereka untuk menyampaikan risalah dan menunaikan amanat dan agar sebagian membenarkan sebagian yang lain.


[819] Yaitu, kesanggupan menyampaikan agama dan risalah kepada umatnya masing-masing.

لِّيَسْـَٔلَ ٱلصَّٰدِقِينَ عَن صِدْقِهِمْ ۚ وَأَعَدَّ لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

(8) "agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka.820 Dan Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang yang kafir"

Allah mengambil perjanjian tersebut dari para rasul di atas agar Dia bertanya kepada para rasul tentang apakah umat-umat mereka memenuhi ajakan mereka atau tidak. Lalu Dia membalas orang-orang yang beriman dengan surga dan Dia telah menyiapkan bagi orang-orang kafir di Hari Kiamat azab yang besar di dalam Neraka Jahanam.


[820] Yakni, pada Hari Kiamat, Allah akan menanyakan kepada orang-orang yang benar itu, yakni para rasul, sampai di mana usaha mereka menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada umat mereka dan sampai di mana umat mereka melaksanakan risalah Allah tersebut.

BANTUAN ALLAH KEPADA KAUM MUSLIMIN DALAM PEPERANGAN AHZAB

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذْكُرُواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

(9) "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepada kalian ketika bala tentara (Ahzab) datang kepada kalian, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin yang kencang dan bala tentara yang tidak kalian lihat.821 Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan"

Wahai orang-orang Mukmin seluruhnya, ingatlah nikmat Allah yang telah Dia berikan kepada kalian di Madinah di hari-hari Perang Ahzab, yaitu Perang Khandaq, saat orang-orang musyrik di luar Madinah bersatu padu dengan orang-orang Yahudi ditambah dengan orang-orang munafik di dalam Madinah dan sekitarnya, lalu mereka mengepung kalian, maka Kami mengirimkan angin yang kencang kepada mereka yang menerbangkan tenda-tenda mereka dan melemparkan bejana-bejana mereka, dan Kami mengirimkan para malaikat dari langit yang tidak kalian lihat, maka ketakutan menyergap hati mereka. Allah Maha Melihat apa yang kalian perbuat, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya dari semua itu.


[821] Ayat ini menerangkan kisah bala tentara Ahzab, yaitu pasukan-pasukan koalisi yang dihancurkan Allah dalam Perang Khandaq, karena menentang Allah dan RasulNya. Dan yang dimaksud dengan bala tentara yang "tidak kalian lihat" adalah para malaikat yang sengaja didatangkan Allah untuk mengahncurkan musuh-musuh Allah .

إِذْ جَآءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ ٱلْأَبْصَٰرُ وَبَلَغَتِ ٱلْقُلُوبُ ٱلْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِٱللَّهِ ٱلظُّنُونَا۠

(10) "(Yaitu) ketika mereka datang kepada kalian dari atas dan dari bawah kalian, dan ketika penglihatan (kalian) terpana dan hati kalian menyesak sampai ke tenggorokan822 dan kalian berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah"

Ingatlah ketika mereka datang dari atas kalian, dari bagian atas lembah dari arah timur, dan dari bawah kalian di perut lembah dari arah barat, saat itu pandangan mata terbelalak karena dahsyatnya kebingungan dan kecemasan kalian, hati kalian naik ke tenggorokan karena beratnya rasa takut kalian, keputusasaan menerjang orang-orang munafik, desas-desus berhembus dan kalian berprasangka buruk kepada Allah bahwa Dia tidak menolong agamaNya dan tidak meninggikan kalimatNya.


[822] Ini menggambarkan bagaimana hebatnya perasaan takut dan perasaan gentar pada waktu itu.

هُنَالِكَ ٱبْتُلِىَ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُواْ زِلْزَالًا شَدِيدًا

(11) "Di situlah orang-orang Mukmin diuji dan digoncangkan (hati mereka) dengan goncangan yang dahsyat"

Dalam keadaan yang sangat mencekam tersebut, iman orang-orang yang beriman diuji dan orang-orang diseleksi, orang Mukmin dibedakan dengan orang munafik, mereka ditimpa kegoncangan yang sangat karena ketakutan dan kecemasan, sehingga iman mereka terbukti dan keyakinan mereka bertambah.

وَإِذْ يَقُولُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ إِلَّا غُرُورًا

(12) "Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang dalam Hati mereka ada penyakit berkata, 'Tidak ada yang dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kami, kecuali tipu daya belaka'."

Tatkala orang-orang munafik dan orang-orang yang memendam keragu-raguan dalam hati, yaitu orang-orang yang lemah imannya berkata# "Allah dan RasulNya tidak menjanjikan kepada kita kecuali janji yang batil dan tipu daya, jangan mempercayainya,"

وَإِذْ قَالَت طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ يَٰٓأَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَٱرْجِعُواْ ۚ وَيَسْتَـْٔذِنُ فَرِيقٌ مِّنْهُمُ ٱلنَّبِىَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِىَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا

(13) "Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, 'Wahai penduduk Yatsrib (Madinah)! Tidak ada tempat bagi kalian, maka kembalilah kalian,' Dan sebagian lagi dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali palang) dengan berkata, ’Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).' Padahal rumah-rumah (mereka) itu tidak terbuka, mereka hanya ingin melarikan diri*

Ingatlah wahai Nabi, ucapan sekelompok orang-orang munafik, yang memanggil-manggil orang-orang Madinah, "Wahai penduduk Yatsrib -nama Madinah yang lama-, kalian tidak bisa bertahan dalam perang yang merugikan, maka pulanglah ke rumah kalian di dalam kota Madinah," Lalu ada sekelompok orang-orang munafik yang lain yang meminta izin kepada Nabi untuk pulang ke rumah mereka dengan alasan bahwa rumah mereka tidak terjaga, maka mereka mengkhawatirkannya, Padahal sebenarnya tidak demikian, tujuan mereka dengan itu hanyalah berlari dari medan perang.

وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِم مِّنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُواْ ٱلْفِتْنَةَ لَءَاتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُواْ بِهَآ إِلَّا يَسِيرًا

(14) "Dan kalau (kota Madinah) diserang dari segala penjuru, kemudian mereka diminta agar mengikuti fitnah (syirik dan murtad dari Islam), niscaya mereka melakukannya; dan mereka tidak menunggu, kecuali sebentar saja."

Seandainya pasukan Ahzab itu masuk ke Madinah dari segala penjurunya, kemudian orang-orang munafik itu diminta untuk menyekutukan Allah dan meninggalkan Islam, niscaya mereka akan mengiyakan permintaan itu dengan cepat, mereka tidak akan tertinggal sesaat pun untuk berbuat syirik.

وَلَقَدْ كَانُواْ عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ مِن قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ ٱلْأَدْبَٰرَ ۚ وَكَانَ عَهْدُ ٱللَّهِ مَسْـُٔولًا

(15) "Dan sungguh mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, (bahwa) mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawaban."

Dan sungguh sebelumnya orang-orang munafik itu telah berjanji kepada Allah melalui tangan Rasulullah sebelum perang Khandaq untuk tidak meninggalkan medan perang dan tidak tertinggal darinya bila mereka diajak kepada jihad, akan tetapi mereka mengkhianati janji mereka, dan Allah akan menghisab mereka atas perbuatan mereka dan meminta pertanggungjawaban mereka atas janji mereka, karena perjanjian dengan Allah harus dipertanggungjawabkan dan dihisab atasnya.

قُل لَّن يَنفَعَكُمُ ٱلْفِرَارُ إِن فَرَرْتُم مِّنَ ٱلْمَوْتِ أَوِ ٱلْقَتْلِ وَإِذًا لَّا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا

(16) "Katakanlah (wahai Nabi), 'Melarikan diri tidak akan berguna bagi kalian, jika kalian melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika pun demikian (kalian terhindar dari kematian), kalian tidak akan diberikan mengecap kesenangan, kecuali sedikit (sebentar) saja'."

Katakanlah wahai Nabi, kepada orang-orang munafik itu, "Berlarinya kalian dari perang karena kalian takut mati atau terbunuh, sesungguhnya itu tidak berguna bagi kalian, karena itu tidak menunda ajal kalian. Bila kalian meninggalkan medan perang, kalian tidak menikmati hidup kecuali sebatas umur kalian yang terbatas, dan itu adalah masa yang singkat dibandingkan dengan kehidupan akhirat.

قُلْ مَن ذَا ٱلَّذِى يَعْصِمُكُم مِّنَ ٱللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوٓءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً ۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

(17) "Katakanlah, 'Siapakah yang dapat melindungi kalian dari (ketentuan) Allah, jika Dia menghendaki (menimpakan) keburukan terhadap kalian atau menghendaki (melimpahkan) rahmat untuk kalian?' Mereka itu tidak akan mendapatkan seorang pelindung dan penolong pun selain Allah."

Katakanlah kepada mereka wahai Nabi, "Siapa yang melindungi kalian dari Allah atau siapakah yang menjaga kalian dari siksaNya bila Dia menghendaki keburukan terhadap kalian atau Dia menghendaki rahmat bagi kalian, karena Dia-lah yang memberi dan yang menghalangi, yang menimpakan mudarat dan memberikan manfaat? Dan orang-orang munafik itu tidak mendapatkan penolong yang bisa menolong mereka dan pembantu dan bisa membantu mereka selain Allah.

۞ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلْمُعَوِّقِينَ مِنكُمْ وَٱلْقَآئِلِينَ لِإِخْوَٰنِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا ۖ وَلَا يَأْتُونَ ٱلْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا

(18) "Sungguh Allah (senantiasa) mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudara mereka, 'Marilah (bergabung) bersama kami.' Tetapi mereka tidak datang berperang, kecuali hanya sebentar saja."

Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi manusia agar tidak berjihad yang berkata kepada saudara-saudara mereka, "Kemarilah, bergabunglah dengan kami, tinggalkanlah Muhammad, jangan ikut perang bersamanya, kami takut kalian akan celaka bila dia celaka." Dan di samping mereka mengabaikan, mereka juga tidak ikut dalam perang kecuali jarang, itu pun karena riya' dan sum'ah serta takut malu.

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَآءَ ٱلْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَٱلَّذِى يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ ٱلْخَوْفُ سَلَقُوكُم بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى ٱلْخَيْرِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَمْ يُؤْمِنُواْ فَأَحْبَطَ ٱللَّهُ أَعْمَٰلَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

(19) "Mereka kikir terhadap kalian. Maka apabila datang ketakutan (bahaya), kamu melihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang berputar (terbalik) seperti orang yang pingsan karena akan mati, lalu apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kalian dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amal mereka. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."

Orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang bakhil terhadap kalian, wahai orang-orang beriman, baik dengan harta mereka, jiwa, usaha dan cinta mereka, karena di dalam hati mereka tertanam permusuhan dan iri dengki, karena mencintai kehidupan dan membenci kematian. Bila mereka ikut dalam perang, mereka takut mati dan kamu melihat mereka melihat kepadamu, mata mereka berputar-putar karena mereka kehilangan akal mereka, mereka takut kepada kematian dan berlari darinya, seperti berputarnya mata orang yang mengalami sakaratul maut. Bila perang telah usai dan ketakutan telah sirna, maka mereka menuduh kalian dengan kata-kata yang pedas, dan kamu melihat mereka saat pembagian harta rampasan perang sebagai orang-orang yang hasad dan bakhil. Mereka adalah orang-orang yang tidak beriman dengan hati mereka, maka Allah melenyapkan pahala amal mereka, dan hal itu adalah mudah bagi Allah.

يَحْسَبُونَ ٱلْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُواْ ۖ وَإِن يَأْتِ ٱلْأَحْزَابُ يَوَدُّواْ لَوْ أَنَّهُم بَادُونَ فِى ٱلْأَعْرَابِ يَسْـَٔلُونَ عَنْ أَنۢبَآئِكُمْ ۖ وَلَوْ كَانُواْ فِيكُم مَّا قَٰتَلُوٓاْ إِلَّا قَلِيلًا

(20) "Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun pedalaman bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kalian. Dan sekiranya mereka berada bersama kalian, mereka tidak akan (ikut) berperang, melainkan sebentar saja."

Orang-orang munafik menyangka bahwa pasukan Ahzab (koalisi) yang Allah kalahkan dengan kekalahan terburuk tersebut belum pergi, dan yang demikian itu karena ketakutan dan kecemasan mereka yang sangat. Seandainya pasukan Ahzab itu kembali ke Madinah, niscaya orang-orang munafik itu berharap bila mereka tidak tinggal di Madinah, tetapi tinggal bersama orang-orang Arab Badui di pedalaman. Selanjutnya mereka mencari-cari kabar kalian dan bertanya-tanya tentang berita kalian dari jauh. Seandainya mereka berada di antara kalian, niscaya mereka tidak berperang bersama kalian kecuali sedikit, karena mereka sangat takut, lemah dan tidak memiliki keteguhan.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُواْ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

(21) "Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah dengan banyak."

Sungguh telah ada pada diri Rasul, pada sabdanya, perbuatannya dan keadaannya suri tauladan yang baik bagi kalian, wahai orang-orang Mukmin, sebagai teladan baik yang kalian teladani. Maka peganglah Sunnahnya, karena Sunnahnya dipegang dan dijalani oleh orang-orang yang berharap kepada Allah dan kehidupan akhirat, memperbanyak mengingat Allah dan beristighfar kepadaNya, serta bersyukur kepadaNya dalam setiap keadaan.

وَلَمَّا رَءَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلْأَحْزَابَ قَالُواْ هَٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّآ إِيمَٰنًا وَتَسْلِيمًا

(22) "Dan ketika orang-orang Mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, 'Inilah yang telah dijanjikan Allah dan RasulNya823 kepada kita dan benarlah Allah dan RasulNyaDan yang demikian itu (justru) semakin menambah keimanan dan keislaman mereka."

Manakala orang-orang Mukmin melihat pasukan Ahzab yang berkumpul mengepung Madinah, mereka teringat bahwa waktu kemenangan sudah dekat. Mereka berkata, "Inilah yang Allah dan RasulNya janjikan kepada kita, berupa ujian, cobaan dan akhirnya kemenangan." Maka Allah menunaikan janjiNya dan Rasulullah benar dalam berita gembira yang disampaikannya. Kedatangan pasukan Ahzab tidak menambah orang-orang beriman kecuali iman kepada Allah, kepasrahan kepada takdirNya, dan ketundukan kepada perintahNya.


[823] Yang dijanjikan Allah dan RasulNya ialah kemenangan setelah mengalami ujian dan kesukaran. Lihat Surat al-Baqarah: 214.

مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُۥ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبْدِيلًا

(23) "Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang telah gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu824 dan mereka tidak mengubah (janjinya) sedikit pun."

Di antara orang-orang Mukmin ada orang-orang yang memenuhi perjanjian mereka dengan Allah , bersabar di atas kesulitan, kesempitan dan pada saat perang. Di antara mereka ada yang telah memenuhi janjinya dan gugur sebagai syahid di jalan Allah atau mati di atas kebenaran dan telah memenuhi janji. Di antara mereka ada yang menunggu satu dari dua kebaikan, kemenangan atau mati syahid. Mereka tidak merubah perjanjian dengan Allah, tidak menggantinya dan tidak membatalkannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang munafik.


[824] Yakni, memiiiKKU apa yantf telah Allah fo janjikan kepadanya.

لِّيَجْزِىَ ٱللَّهُ ٱلصَّٰدِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ ٱلْمُنَٰفِقِينَ إِن شَآءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

(24) "Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenaran mereka, dan mengazab orang munafik jika Dia menghendaki, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Allah hendak membalas orang-orang yang imannya benar karena kebenaran iman mereka dan perjuangan mereka, dan mereka adalah orang-orang Mukmin. Dan Allah menyiksa orang-orang munafik bila Dia berkenan menyiksa mereka dengan tidak membimbing mereka untuk bertaubat dengan taubat nastuha sebelum kematian, sehingga mereka mati di atas kekafiran, akibatnya mereka berhak masuk neraka, atau Allah menerima taubat mereka dengan membimbing mereka untuk bertaubat dan kembali kepadaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa orang-orang yang melampaui batas bila mereka bertaubat, lagi Maha Penyayang terhadap mereka, di mana Dia membimbing mereka untuk bertaubat dengan baik.

وَرَدَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُواْ خَيْرًا ۚ وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلْقِتَالَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

(25) "Dan Allah menolak (menghalau) orang-orang kafir itu dengan segala kejengkelan mereka, (di mana) mereka tidak memperoleh kebaikan (keuntungan) apa pun. Dan Allah mencukupkan (menghindarkan) peperangan bagi orang-orang Mukmin.825 Dan Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa."

Dan Allah menolak Ahzab (koalisi) kafir dari Madinah dengan membawa kekalahan, kerugian dan kemarahan, mereka tidak meraih kebaikan dunia dan akhirat. Dan Allah mencukupkan bagi orang-orang yang beriman dengan sebab-sebab yang dengannya Dia mendukung mereka sehingga mereka tidak perlu berperang. Allah Mahakuat sehingga tidak terkalahkan dan tidak ditundukkan, juga Mahaperkasa pada kerajaan dan kekuasaanNya.


[825] Yakni, dalam Perang Khandaq orang-orang Mukmin terhindar dari pertempuran langsung, karena Allah telah menghalau pasukan Ahzab dengan mengirimkan angin kencang dan malaikat.

وَأَنزَلَ ٱلَّذِينَ ظَٰهَرُوهُم مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ مِن صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا

(26) "Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu mereka (pasukan Ahzab) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka, (di mana) kalian membunuh sebagian (mereka) dan kalian menawan sebagian yang lain."826

Dan Allah menurunkan orang-orang Yahudi Bani Quraizhah dari benteng mereka untuk membantu Ahzab dalam memerangi kaum Muslimin. Selanjutnya Allah menyusupkan ketakutan ke dalam hati mereka, sehingga mereka pun kalah. Kalian (wahai kaum Muslimin) membunuh sebagian dari mereka dan menawan sebagian yang lain.


[826] Setelah pasukan koalisi (Ahzab) itu kocar-kacir, maka Allah memerintahkan Nabi untuk menghancurkan Yahudi Bani Quraizah yang mengkhianati perjanjian dengan Nabi dengan membantu pasukan Ahzab dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka, kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, sementara perempuan dan anak-anak ditawan.

وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَٰرَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَـُٔوهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرًا

(27) "Dan Dia mewariskan kepada kalian tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kalian injak.827 Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu"

Dan Allah membuat kalian, wahai orang-orang Mukmin, menguasai tanah, rumah dan harta mereka yang bergerak seperti perhiasan, senjata dan hewan ternak, dan harta mereka yang tidak bergerak seperti kebun, rumah dan benteng yang kokoh. Allah menyerahkan tanah yang sebelumnya kalian tidak mampu untuk mendudukinya karena kekuatan dan penjagaan oleh pemiliknya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, sehingga tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya.


[827] Yakni, yang belum pernah bisa kalian injak karena begitu berharganya bagi pemiliknya dan begitu hebat dijaga.

KETENTUAN-KETENTUAN ALLAH TERHADAP ISTRI NABI

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

(28) "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, 'Jika kalian menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah, akan kuberikan kepada kalian mut'ah828 (dunia yang aku miliki) dan aku ceraikan kalian dengan cara yang baik.'

Wahai Nabi, katakan kepada istri-istrimu yang bersatu meminta tambahan nafkah darimu, "Bila kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kemarilah, aku akan membuat kalian bisa menikmati kehidupan dunia dari apa yang aku punya dan aku akan meninggalkan kalian tanpa mudarat dan menyakiti kalian.


[828] Mut'ah adalah harta pemberian suami untuk istri yang diceraikan sesuai dengan kesanggupan mantan suami.

وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ فَإِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَٰتِ مِنكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

(29) Dan jika kalian menginginkan Allah dan RasulNya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kalian'."

Namun bila kalian menginginkan ridha Allah dan RasulNya dan apa yang Dia siapkan untuk kalian di akhirat, maka bersabarlah kalian di atas keadaan kalian. Taatilah Allah dan RasulNya, karena sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar untuk wanita-wanita yang berbuat baik di antara kalian." Dan mereka telah memilih Allah dan RasulNya dan apa yang Allah siapkan untuk mereka di akhirat.

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ مَن يَأْتِ مِنكُنَّ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُضَٰعَفْ لَهَا ٱلْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

(30) "Wahai istri-istri Nabi! Barang-siapa di antara kalian yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azab akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu amat mudah bagi Allah."

Wahai istri-istri Nabi, siapa yang melakukan kemaksiatan yang nyata di antara kalian, azab akan dilipatgandakan untuknya dua kali lipat. Karena kedudukan mereka tinggi, maka sangat sesuai bila Allah menyiapkan hukuman berat karena dosa yang terjadi dari mereka, hal ini untuk melindungi kehormatan mereka dan kehormatan Rasulullah , dan hukuman tersebut mudah bagi Allah.

۞ وَمَن يَقْنُتْ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعْمَلْ صَٰلِحًا نُّؤْتِهَآ أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا

(31) "Dan barangsiapa di antara kalian (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan RasulNya, serta mengerjakan amal shalih, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rizki yang mulia baginya"

Barangsiapa di antara kalian yang menaati Allah dan RasulNya dan mengamalkan apa yang Allah perintahkan, Kami memberikan pahala amalnya seperti pahala pengamal kebaikan dari wanita-wanita lainnya, dan menyiapkan rizki yang mulia untuknya, yaitu surga.

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ ۚ إِنِ ٱتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِٱلْقَوْلِ فَيَطْمَعَ ٱلَّذِى فِى قَلْبِهِۦ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

(32) "Wahai istri-istri Nabi! Kalian tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian tunduk (melemahlembutkan suara)829 dalam berbicara sehingga nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya bangkit830 dan ucapkanlah perkataan yang baik"

Wahai istri-istri Nabi, kalian dalam perkara keutamaan dan kedudukan tidak seperti wanita-wanita lain, jika kalian menaati Allah dan RasulNya, serta menjauhi kemaksiatan kepadaNya. Jangan berbicara dengan orang-orang asing dengan suara lemah lembut yang membuat orang-orang yang berhati sakit berharap melakukan perbuatan haram. Ini adalah adab wajib atas setiap wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan ucapkanlah kata-kata yang jauh dari kecurigaan yang diingkari oleh syariat.


[829] Yakni, berbicara dengan sikap yang menimbulkan orang terpancing untuk bertindak tidak baik terhadap mereka.

[830] Yakni, orang yang mempunyai niat berbuat selingkuh dengan perempuan, seperti melakukan zina.

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

(33) "Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian831 dan janganlah kalian berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan yang keji (yang hina) dari diri kalian, wahai Ahlul Bait832 dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya

Tetaplah kalian di rumah kalian, jangan meninggalkannya kecuali bila ada hajat. Jangan memperlihatkan kecantikan kalian, seperti yang dilakukan oleh wanita-wanita jahiliyah pertama di zaman-zaman yang telah berlalu sebelum Islam. Ini adalah pembicaraan kepada seluruh wanita Mukmin di setiap masa. Tegakkanlah, wahai istri-istri Nabi, shalat dengan sempurna pada waktunya. Bayarlah zakat sebagaimana yang Allah syariatkan. Taatilah Allah dan RasulNya dalam perintah keduanya dan larangan keduanya. Allah mewasiatkan hal itu untuk kalian karena Dia hendak membersihkan kalian dan menjauhkan kalian dari keburukan dan gangguan wahai Ahlul Bait Nabi, -termasuk dalam hal ini adalah istri-istri beliau dan anak keturunan beliau-, dan menyucikan jiwa kalian sesuci-sucinya.


[831] Yakni, hendaklah istri-istri Rasul tetap di rumah, dan keluar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syariat.

[832] Ahlul Bait adalah keluarga Rasulullah

وَٱذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِى بُيُوتِكُنَّ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ وَٱلْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

(34) ”Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah kalian dari ayat-ayat Allah dan hikmah (Sunnah Nabi). Sesungguhnya Allah Mahalembut lagi Mahateliti"

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah kalian, yaitu al-Qur'an dan hadits Rasulullah , amalkanlah ia, hargailah ia dengan baik, karena ia termasuk nikmat-nikmat Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah Mahalembut kepada kalian, karena Dia menjadikan kalian tinggal di rumah-rumah di mana di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah dan Sunnah RasulNya, juga Mahateliti saat Dia memilih kalian menjadi istri-istri RasulNya.

SIFAT-SIFAT ORANG MUKMIN DAN KEWAJIBAN MEREKA TERHADAP PERINTAH RASUL

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

(35) "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan Muslim, laki-laki dan perempuan Mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluan (kehormatan), laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah; Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."

Sesungguhnya orang-orang yang tunduk kepada perintah-perintah Allah, baik laki-laki maupun perempuan, orang-orang yang membenarkan, baik laki-laki maupun perempuan, orang-orang yang taat kepada Allah dan RasulNya, baik laki-laki maupun perempuan, orang-orang yang benar dalam kata-kata dan perbuatan mereka, baik laki-laki maupun perempuan, orang-orang yang sabar dalam menjauhi syahwat, sabar di atas ketaatan dan sabar menghadapi apa-apa yang tidak disukai, baik laki-laki maupun perempuan, orang-orang yang berpuasa wajib dan sunnah, baik laki-laki maupun perempuan, orang-orang yang menjaga kehormatannya dari zina dan mukadimahnya dan tidak membuka auratnya, baik laki-laki maupun perempuan, orang-orang yang banyak mengingat Allah dengan hati dan lisan mereka, baik laki-laki maupun perempuan, Allah menyiapkan untuk mereka ampunan bagi dosa-dosa mereka dan pahala yang besar, yaitu surga.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا

(36) "Dan tidaklah pantas bagi laki-laki Mukmin dan tidak juga perempuan Mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya, maka sungguh dia telah tersesat dengan kekesatan yang nyata."

Tidak patut bagi seorang Mukmin, laki-laki maupun perempuan, bila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu hukum di antara mereka untuk menyelisihinya dengan memilih selain apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya di antara mereka. Barangsiapa durhaka kepada Allah dan RasulNya, maka sungguh dia telah jauh dari jalan kebenaran dengan jauh yang jelas.

HUKUM ANAK ANGKAT TIDAK SAMA DENGAN ANAK KANDUNG

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِىٓ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَٱتَّقِ ٱللَّهَ وَتُخْفِى فِى نَفْسِكَ مَا ٱللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى ٱلنَّاسَ وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَىٰهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَٰكَهَا لِكَىْ لَا يَكُونَ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِىٓ أَزْوَٰجِ أَدْعِيَآئِهِمْ إِذَا قَضَوْاْ مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ مَفْعُولًا

(37) "Dan (ingatlah) ketika engkau (wahai Nabi) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya,833 'Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab)834 agar tidak ada keberatan bagi orang-orang Mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi."

Tatkala kamu, wahai Nabi, berkata kepada orang yang Allah beri nikmat Islam kepadanya, -yaitu Zaid bin Haritsah yang dimerdekakan oleh Nabi dan pernah diangkat sebagai anak olehnya- dan kamu memberi nikmat kemerdekaan kepadanya, "Biarkan istrimu, Zainab binti Jahsy, dalam ikatan pernikahanmu dan jangan mentalaknya dan bertakwalah kepada Allah wahai Zaid." Dan kamu, wahai Nabi, menyembunyikan dalam hatimu apa yang Allah wahyukan kepadamu, yaitu talak Zaid terhadap istrinya dan menikahkanmu dengan mantan istrinya tersebut, dan Allah menampakkan apa yang kamu sembunyikan, kamu takut orang-orang munafik akan berkata, "Muhammad menikahi mantan istri anak angkatnya." Padahal Allah lebih patut untuk kamu takuti. Manakala Zaid sudah menunaikan hajatnya darinya dan mentalaknya, kemudian istrinya telah menyelesaikan masa iddahnya, Kami menikahkanmu dengannya, agar kamu menjadi teladan dalam membatalkan adat larangan menikah dengan mantan istri anak angkat setelah terjadi talak. Orang-orang Mukmin tidak berdosa untuk menikahi wanita-wanita yang sudah ditalak oleh suami-suami mereka, bila suami-suami mereka sudah menunaikan hajat mereka dari mereka, sekalipun suami-suami tersebut adalah anak angkat mereka. Ketetapan Allah pasti terlaksana tanpa penghalang dan penolak. Pengangkatan anak sendiri adalah adat jahiliyah yang dibatalkan Islam dengan Firman Allah,

ٱدْعُوهُمْ لِءَابَآئِهِمْ

"Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (menasabkan mereka kepada) bapak-bapak mereka." (Al-Ahzab: 5).


[833] Yang dimaksud ialah Zaid bin Haritsah Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dengan memberi taufik untuk masuk Islam, dan Nabi Muhammad pun telah memberi nikmat kepadanya dengan memerdekakan kaumnya dan mengangkatnya sebagai anak. Dan ayat ini mengandung dalil bahwa orang boleh menikahi bekas istri anak angkatnya.

[834] Yakni, setelah habis masa iddahnya.

مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥ ۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلُ ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ قَدَرًا مَّقْدُورًا

(38) "Tidak ada rasa keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai Sunnah Allah pada nabi-nabi yang berlalu sebelumnya. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku ”

Nabi Muhammad tidak memikul dosa karena melakukan apa yang Allah halalkan, yaitu menikahi mantan istri anak angkatnya setelah dia diceraikan, sebagaimana Allah menghalalkannya untuk nabi-nabi sebelumnya. Ini adalah sunnah Allah dalam agama pada orang-orang yang terdahulu dam perkara Allah adalah sesuatu yang telah ditakdirkan dan pasti akan terlaksana.

ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا

(39) "(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah,835 mereka takut kepadaNya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan."

Kemudian Allah menyebutkan para nabi terdahulu dan menyanjung mereka, bahwa mereka telah menyampaikan risalah-risalah Allah kepada manusia, takut kepada Allah semata dan tidak takut kepada siapa pun selainNya. Dan cukuplah Allah sebagai yang memperhitungkan segala amal perbuatan hamba-hambaNya seluruhnya dan pengawas atas mereka.


[835] Yakni, para rasul yang menyampaikan syariat-syariat Allah kepada manusia.

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

(40) "Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kalian,836 tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Muhammad bukanlah bapak dari seseorang di antara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi, tidak ada kenabian sesudahnya sampai Hari Kiamat. Allah Maha Mengetahui segala amal perbuatan kalian, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.


[836] Yakni, Nabi Muhammad bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid (Zainab) dapat dinikahi oleh Rasulullah .

KEHARUSAN MENGINGAT ALLAH

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

(41-42) 'Wahai orang-orang yang beriman! Berdzikirlah (mengingat dan menyebut) Allah, dengan dzikiryang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah (menyucikan Nama)Nya pada waktu pagi dan petang."

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasulnya serta melaksanakan SyariatNya, ingatlah Allah dengan hati kalian, lisan kalian dan anggota badan kalian dengan dzikir yang banyak. Isilah waktu kalian dengan berdzikir kepada Allah di waktu pagi dan petang hari, setelah shalat fardhu dan ketika terjadi sesuatu secara tiba-tiba, karena hal itu adalah ibadah yang disyariatkan, mengundang kecintaan dari Allah, menahan lisan dari dosa, dan membantu kepada segala kebaikan.

هُوَ ٱلَّذِى يُصَلِّى عَلَيْكُمْ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

(43) "Dia-lah yang memberi rahmat kepada kalian dan juga para malaikatNya (memohonkan ampunan untuk kalian), agar Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman."

Dia-lah yang menyayangi kalian dan menyanjung kalian, dan para malaikat berdoa untuk kalian, agar Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan kebodohan dan kesesatan kepada cahaya Islam. Allah Maha Penyayang kepada orang-orang Mukmin di dunia dan akhirat, tidak menyiksa mereka selama mereka selalu taat dan ikhlas kepadaNya.

تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُۥ سَلَٰمٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا

(44) "Penghormatan (Allah) terhadap mereka (orang-orang Mukmin itu) ketika mereka menemuiNya adalah, 'Salam,’837 dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka."

Salam penghormatan kepada orang-orang Mukmin dari Allah di surga pada saat mereka bertemu denganNya adalah salam dan jaminan keamanan bagi mereka dari azab Allah. Allah telah menyiapkan untuk mereka pahala yang baik, yaitu surga.


[837] lihat catatan kaki Surat Yunus: 10.

MUHAMMAD ADALAH RASUL YANG DIUTUS UNTUK SEGENAP UMAT MANUSIA

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ شَٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا . وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذْنِهِۦ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا

(45-46) "Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izinNya dan sebagai cahaya yang menerangi."

Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi atas umatmu bahwa kamu telah menyampaikan risalah, pemberi berita gembira kepada orang-orang Mukmin di antara mereka dengan rahmat dan surga, pemberi peringatan kepada para pendurhaka dan pendusta dengan api neraka, penyeru kepada tauhid Allah dan ibadah kepadaNya semata dengan perintahNya kepadamu, lampu yang bercahaya bagi siapa yang ingin mengambil cahaya darimu. Perkaramu sangat jelas, kamu membawa kebenaran seperti matahari dari segi cahaya dan sinarnya, tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang membangkang.

وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

(47) "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang Mukmin bahwasanya mereka mendapatkan karunia yang besar dari Allah."

Sampaikanlah berita gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka mendapatkan pahala yang besar dari Allah, yaitu kebun-kebun di surga.

وَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَدَعْ أَذَىٰهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

(48) "Dan janganlah engkau (wahai Rasul) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung."

Janganlah engkau, wahai Rasul, menaati ucapan orang kafir atau munafik, biarkan gangguannya, hal itu jangan sampai menghalangimu untuk menyampaikan risalah. Percayalah kepada Allah dalam segala urusanmu dan bersandarlah kepadaNya, niscaya Dia mencukupkanmu dari apa yang membebanimu dari segala perkara dunia dan akhirat.

BEBERAPA KETENTUAN ISLAM TENTANG HUKUM PERKAWINAN
Wanita yang Diceraikan Sebelum Dicampuri, Tidak Ada Iddah dan Harus Diberi Mut'ah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَكَحْتُمُ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِن قَبْلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا ۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

(49) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian menikahi perempuan-perempuan Mukminah, kemudian kalian menceraikan mereka sebelum kalian mencampuri mereka, maka tidak ada masa iddah atas mereka yang perlu kalian perhitungkan. Namun, berilah mereka mut'ah838 dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang terbaik

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, bila kalian melakukan akad akan dengan seorang wanita dan kalian belum menyentuhnya kemudian menceraikannya sebelum kalian menggaulinya, maka kalian tidak memiliki hak iddah yang kalian perhitungkan atasnya, berikanlah dari harta kalian pemberian cuma-cuma sehingga dia bisa mengambil manfaat darinya menurut kemampuan kalian dan untuk menghibur kesedihannya, biarkanlah jalannya dengan tetap menutupi aibnya dengan cara yang baik tanpa menyakiti dan memudaratkan.


[838] Yang dimaksud dengan mut'ah di sini adalah pemberian untuk menyenangkan hati istri yang diceraikan sebelum dicampuri tersebut.

Wanita yang Halal Dinikahi oleh Rasul .

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَٰجَكَ ٱلَّٰتِىٓ ءَاتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّٰتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَٰلَٰتِكَ ٱلَّٰتِى هَاجَرْنَ مَعَكَ وَٱمْرَأَةً مُّؤْمِنَةً إِن وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِىِّ إِنْ أَرَادَ ٱلنَّبِىُّ أَن يَسْتَنكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِىٓ أَزْوَٰجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

(50) "Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki dari apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan Mukminah yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang Mukmin. Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki, agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Wahai Nabi, sesungguhnya Kami membolehkan istri-istrimu untukmu yang telah kamu beri mahar. Kami membolehkan hamba sahayamu yang kamu miliki dari apa yang Allah limpahkan kepadamu sebagai nikmat. Kami membolehkan untukmu menikah dengan anak perempuan paman dan bibimu dari ayah, anak perempuan paman dan bibimu dari pihak ibu yang berhijrah bersamamu. Kami membolehkan untukmu seorang wanita beriman yang memberikan dirinya kepadamu tanpa mahar, bila kamu ingin menikahinya, tetapi ini hanya untukmu saja, adapun untuk selainmu, dia tidak boleh menikahi wanita dengan akad hibah. Kami mengetahui apa yang Kami tetapkan atas orang-orang Mukmin pada istri-istri mereka dan hamba-hamba sahaya mereka, hendaknya mereka tidak menikah kecuali empat istri dan hamba sahaya yang mereka kehendaki dengan tetap mensyaratkan wali, mahar dan saksi atas mereka. Akan tetapi Kami memberimu keringanan dari apa yang Kami tetapkan untuk mereka. Kami memberimu kelapangan yang tidak Kami berikan kepada selainmu, agar dadamu tidak menjadi sempit dalam menikahi wanita-wanita yang kamu nikahi. Ini adalah tambahan perhatian Allah kepada RasulNya dan penghargaanNya kepadanya. Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa para hambaNya yang beriman, Maha Penyayang dengan memberikan kelonggaran bagi mereka.

Nabi Boleh Memilih di Antara Istri-istrinya Siapa yang Akan Tetap Dipegangnya dan Siapa yang Akan Dilepaskannya

۞ تُرْجِى مَن تَشَآءُ مِنْهُنَّ وَتُـْٔوِىٓ إِلَيْكَ مَن تَشَآءُ ۖ وَمَنِ ٱبْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَآ ءَاتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًا

(51) Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, maka tidak ada dosa juga bagimu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hati kalian. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun."839

Kamu boleh menunda siapa yang kamu kehendaki dari istri-istrimu dalam jatah pembagian bermalam, dan kamu boleh bermalam di salah seorang dari mereka menurut kehendakmu, dan kamu boleh bermalam pada istri yang sebelumnya kamu menunda bermalam padanya, tidak ada dosa atasmu dalam hal ini. Pilihan tersebut lebih bisa membuat mereka bahagia dan membuat mereka tidak bersedih dan semuanya akan menerima apa yang kamu bagikan kepada mereka. Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati kaum laki-laki, di mana mereka cenderung kepada sebagian wanita atas sebagian yang lainnya. Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati, Mahabijaksana sehingga tidak menyegerakan hukuman terhadap siapa yang durhaka kepadaNya.


[839] Menurut riwayat, pada suatu ketika istri-istri Nabi Muhammad ada yang cemburu, dan ada yang meminta tambahan belanja. Maka Nabi Muhammad memutuskan hubungan dengan mereka sampai sebulan lamanya. Karena takut diceraikan Nabi , maka mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaannya atas apa saja yang akan diperbuat Nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli siapa yang dikehendakinya dari istri-istrinya atau tidak menggaulinya; dan juga memberi izin kepada Nabi untuk rujuk kepada istri-istrinya, sekiranya ada istrinya yang sudah diceraikannya.

Nabi Tidak Boleh Menikah Lagi Sesudah Ayat Ini Diturunkan

لَّا يَحِلُّ لَكَ ٱلنِّسَآءُ مِنۢ بَعْدُ وَلَآ أَن تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَٰجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ رَّقِيبًا

(52) "Tidak halal bagimu (wahai Nabi) menikahi perempuan-perempuan (lain) setelah itu, dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu."

Tidak halal bagimu menikahi wanita lain setelah para istrimu Ummahatul Mukminin, tidak halal juga bagimu untuk mentalak mereka dan menikah dengan selain mereka sebagai pengganti mereka. -Hal ini sebagai penghargaan kepada Ummahatul Mukminin dan ungkapan terima kasih atas kebaikan mereka selama ini yang telah memilih Allah, Rasul-Nya dan akhirat-, sekalipun kamu mengagumi kecantikan wanita lain tersebut, kecuali hamba-hamba sahaya wanita yang kamu miliki, mereka halal bagimu. Allah Maha Mengawasi segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

ADAB DAN SOPAN SANTUN DALAM RUMAH TANGGA NABI

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدْخُلُواْ بُيُوتَ ٱلنَّبِىِّ إِلَّآ أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَٰظِرِينَ إِنَىٰهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَٱدْخُلُواْ فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَٱنتَشِرُواْ وَلَا مُسْتَـْٔنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى ٱلنَّبِىَّ فَيَسْتَحْىِۦ مِنكُمْ ۖ وَٱللَّهُ لَا يَسْتَحْىِۦ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَٰعًا فَسْـَٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُواْ رَسُولَ ٱللَّهِ وَلَآ أَن تَنكِحُوٓاْ أَزْوَٰجَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦٓ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمًا

(53) "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian memasuki rumah-rumah Nabi, kecuali jika kalian diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu matang (makanannya),840 tetapi jika kalian dipanggil, maka masuklah, dan apabila kalian telah selesai makan, keluarlah kalian tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi, sehingga dia (Nabi) merasa malu kepada kalian (untuk menyuruh kalian keluar), namun Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Dan apabila kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang hijab (tabir). (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Dan tidak boleh kalian menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sesungguhnya yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah"

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya dan mengamalkan SyariatNya, janganlah kamu memasuki rumah Nabi kecuali dengan izinnya untuk menyantap makanan dengan tidak menunggu matangnya, akan tetapi bila kalian diundang, maka masuklah, dan bila kalian sudah makan, maka bubarlah tanpa mengobrol sesudahnya di antara kalian, karena duduk kalian dan perbincangan kalian itu mengganggu Nabi, namun dia malu untuk mengusir kalian ke luar rumah padahal hal itu adalah haknya, dan Allah tidak malu untuk menjelaskan dan menampakkan kebenaran. Bila kalian meminta sebuah hajat kepada istri-istri Nabi seperti bejana rumah dan lainnya, maka mintalah kepada mereka dari balik tabir, karena hal itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka dari godaan yang mengganggu laki-laki kepada wanita dan sebaliknya, karena melihat adalah sebab fitnah. Kalian tidak patut menyakiti Nabi dan tidak pula menikahi istri-istrinya sesudahnya selama-lamanya, karena mereka adalah ibu bagi kalian, dan seseorang tidak halal menikahi ibunya. Sesungguhnya bila kalian menyakiti Rasulullah dan menikahi istri-istrinya sesudahnya, maka hal itu adalah dosa besar di sisi Allah.


[840] Ayat ini melarang para sahabat masuk ke rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu matangnya makanan Rasulullah .

إِن تُبْدُواْ شَيْـًٔا أَوْ تُخْفُوهُ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

(54) "Jika kalian menyatakan sesuatu atau kalian menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu "

Bila kalian, wahai manusia, menampakkan sesuatu melalui lisan kalian yang menyakiti Rasulullah atau menyembunyikannya dalam jiwa kalian, maka sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian dan apa yang kalian perlihatkan, dan Dia akan menghisab kalian atasnya.

لَّا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِىٓ ءَابَآئِهِنَّ وَلَآ أَبْنَآئِهِنَّ وَلَآ إِخْوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبْنَآءِ إِخْوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبْنَآءِ أَخَوَٰتِهِنَّ وَلَا نِسَآئِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ ۗ وَٱتَّقِينَ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدًا

(55) "Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka (yang beriman) dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kalian (wahai istri-istri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu "

Tidak ada dosa bagi kaum wanita untuk tidak berhijab di depan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, keponakan-keponakan laki-laki mereka, baik dari saudara laki-laki maupun wanita, wanita-wanita yang beriman, hamba sahaya mereka, karena adanya hajat kuat dalam membantu mereka. Dan takutlah kepada Allah wahai kaum wanita, jangan melanggar batasan yang Allah tetapkan untuk kalian, lalu kalian menampakkan perhiasan kalian yang tidak patut kalian tampakkan atau kalian menanggalkan hijab di depan orang yang seharusnya kalian berhijab di depannya. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala sesuatu, menyaksikan amal para hamba yang lahir dan yang batin dan akan membalas mereka atasnya.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا

(56) "Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat untuk Nabi.841 Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."842

Sesungguhnya Allah menyanjung Nabi di depan para malaikat yang dekat kepadaNya, para malaikat juga menyanjung Nabi dan mendoakannya. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, bershalawat dan bersalamlah kepada Nabi sebagai penghormatan dan pengagungan. Sifat shalawat Nabi ditetapkan dalam as-Sunnah dalam beberapa riwayat, di antaranya adalah,

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى الِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى الِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

"Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia."


[841] Shalawat dari Allah berarti pujian bagi beliau di hadapan para malaikat, sedangkan shalawat dari malaikat dan orang-orang Mukmin adalah permohonan kepada Allah agar Dia melimpahkan pujian bagi beliau .

[842] Dengan mengucapkan perkataan seperti: Assalamu'alaika ayyuhan Nabi, yang artinya: semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, wahai Nabi.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا

(57) "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulNya, Allah melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka"

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dengan berbuat syirik atau kemaksiatan-kemaksiatan lainnya dan menyakiti Rasulullah dengan kata-kata dan perbuatan, Allah menjauhkan dan mengusir mereka dari segala kebaikan di dunia dan di akhirat. Allah menyiapkan untuk mereka siksa yang menghinakan mereka dan merendahkan mereka di akhirat.

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُواْ فَقَدِ ٱحْتَمَلُواْ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

(58) "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata"

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin, baik laki-laki maupun perempuan dengan kata-kata maupun perbuatan bukan karena dosa yang mereka lakukan, maka mereka telah melakukan dusta yang paling buruk, dan melakukan dosa yang paling jahat, yang karenanya mereka berhak dihukum setimpal di akhirat.

KEHARUSAN WANITA MEMAKAI JILBAB, BILA BERADA DI LUAR RUMAH

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

(59) "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, ’Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya”843 ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Wahai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita kaum Mukminin agar mereka menjulurkan kain-kain mereka dari kepala ke wajah mereka untuk menutupi wajah mereka, kepala dan dada mereka. Hal itu lebih dekat kepada keterjagaan dan perlindungan sehingga mereka tidak beresiko diganggu atau dijahili. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang di mana Dia mengampuni apa yang telah berlalu dari kalian, Dia menyayangi kalian dengan apa yang Dia jelaskan, mana yang halal dan mana yang haram.


[843] Jilbab adalah sejenis baju kurung atau pakaian luar yang dikenakan di luar baju biasa yang lapang, yang dapat menutup seluruh badan hingga kepala.

ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG MUNAFIK, DAN ORANG-ORANG YANG MEMBUAT KERUSUHAN DI MADINAH

۞ لَّئِن لَّمْ يَنتَهِ ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْمُرْجِفُونَ فِى ٱلْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلًا . مَّلْعُونِينَ ۖ أَيْنَمَا ثُقِفُوٓاْ أُخِذُواْ وَقُتِّلُواْ تَقْتِيلًا

(60-61) "Sungguh jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya, dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah), kecuali sebentar. Mereka dalam keadaan terlaknat; di mana saja mereka dijumpai, mereka akan ditangkap dan dibunuh tanpa ampun."

Bila orang-orang yang menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran, orang-orang yang memendam keragu-raguan dan kebimbangan dalam hati mereka dan orang-orang yang menyebarkan berita-berita dusta di kota Rasulullah , tidak menghentikan keburukan dan kejahatan mereka, niscaya Kami akan menguasakanmu atas mereka, kemudian mereka tidak akan tinggal di dalamnya bersamamu kecuali dalam waktu yang singkat, mereka terusir dari rahmat Allah di mana pun mereka berada, mereka ditawan dan dibunuh selama mereka tetap berada di atas kemunafikan, menyebarkan berita-berita bohong di antara kaum Muslimin dengan tujuan menimbulkan fitnah dan kerusakan.

سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلُ ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًا

(62) "(Itu) sebagai Sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada Sunnah Allah."

Sunnah Allah dan caraNya yang berlaku atas orang-orang munafik di kalangan umat-umat terdahulu, yaitu mereka ditawan dan dibunuh di mana pun mereka berada. Dan kamu, wahai Nabi, tidak akan menemukan perubahan dan pergantian pada cara Allah.

HANYA ALLAH-LAH YANG MENGETAHUI KAPAN TERJADINYA HARI KIAMAT

يَسْـَٔلُكَ ٱلنَّاسُ عَنِ ٱلسَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

(63) "Manusia bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang Hari Kiamat. Kata-kanlah,'Sesungguhnya ilmu tentangnya hanya di sisi Allah.' Dan tahukah engkau, boleh jadi Hari Kiamat itu sudah dekat waktunya."

Manusia bertanya kepadamu, wahai Rasul, kapan datangnya Kiamat, sebagai wujud pendustaan dan pengingkaran. Katakanlah kepada mereka, "Ilmu tentang Kiamat hanyalah di sisi Allah." Siapa tahu, wahai Rasul, bahwa waktu terjadinya Kiamat itu sudah dekat saatnya?

ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR

إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلْكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا . خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ لَّا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا . يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيْتَنَآ أَطَعْنَا ٱللَّهَ وَأَطَعْنَا ٱلرَّسُولَا۠

(64-66) "Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka). Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan seorang pelindung dan penolong pun. Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata. Aduhai, andai saja dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul'."

Sesungguhnya Allah mengusir orang-orang kafir dari rahmatNya di dunia dan di akhirat, menyiapkan untuk mereka di akhirat api neraka yang menyala-nyala dan sangat panas, mereka tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya, mereka tidak menemukan pelindung yang mengurusi mereka dan membela mereka, tidak pula penolong yang membantu mereka lalu mengentaskan mereka dari api neraka. Saat itu wajah orang-orang kafir dibolak-balik di neraka, mereka pun berkata dengan penuh penyesalan dan kebingungan, "Duhai, seandainya dulu kami taat kepada Allah dan kepada RasulNya, niscaya kami termasuk penghuni surga."

وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠ . رَبَّنَآ ءَاتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ ٱلْعَذَابِ وَٱلْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

(67-68) "Dan mereka berkata, 'Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Wahai Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar'."

Orang-orang kafir berkata di Hari Kiamat, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami menaati imam-imam kami dalam kesesatan dan tokoh-tokoh kami dalam kesyirikan, lalu mereka menyelewengkan kami dari jalan petunjuk dan iman. Wahai Tuhan kami, siksalah mereka dengan siksaan dua kali lipat siksaan yang Engkau timpakan kepada kami dan usirlah mereka dengan keras dari rahmatMu." Ini merupakan dalil bahwa taat kepada selain Allah, menyelisihi perintah Allah dan perintah Rasulullah menyebabkan murka Allah dan hukumanNya, dan bahwa orang yang mengikuti dan diikuti sama-sama berserikat dalam siksa. Maka hendaknya setiap Muslim mewaspadai hal ini.

TAKWA KEPADA ALLAH MEMBAWA PADA PEMBAIKAN AMAL DAN AMPUNAN DOSA

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوْاْ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْ ۚ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًا

(69) Wahai orang-orang yaitu beriman! Janganlah kalian seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat dl slsl Allah."

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, janganlah kalian menyakiti Rasulullah dengan kata-kata dan perbuatan, janganlah kalian seperti orang-orang yang menyakiti Nabiyullah Musa lalu Allah membebaskannya dari kebohongan dan kedustaan yang mereka katakan. Musa di sisi Allah memiliki kedudukan dan derajat yang tinggi.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوْلًا سَدِيدًا

(70) ”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,"

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, taatilah Allah dan jauhilah kemaksiatan ke-padaNya, agar kalian tidak ditimpa hukumanNya, dan ucapkanlah dalam segala urusan kalian dan keadaan kalian kata-kata yang lurus sesuai dengan kebenaran, bersih dari kedustaan dan kebatilan.

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

(71) "niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barangsiapa menaati Allah dan RasulNya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung."

Bila kalian bertakwa kepada Allah dan berkata benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal perbuatan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Barangsiapa menaati Allah dan RasulNya dalam perintah dan larangan, maka dia telah beruntung dengan mendapatkan kehormatan besar di dunia dan di akhirat.

SEGI KEZHALIMAN DAN KEBODOHAN MANUSIA IALAH MAU MENERIMA TUGAS, TETAPI TIDAK MELAKSANAKANNYA

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

(72) "Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (karena berat), lalu ia (amanat itu) dipikul oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat bodoh,"

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat yang Allah amanatkan kepada orang-orang mukallaf agar mereka menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya, kepada langit dan bumi serta gunung, namun mereka semuanya menolak untuk memikulnya, lalu manusialah yang memikulnya dan menanggungnya sekalipun dia lemah. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan bodoh terhadap dirinya sendiri.

لِّيُعَذِّبَ ٱللَّهُ ٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلْمُشْرِكِينَ وَٱلْمُشْرِكَٰتِ وَيَتُوبَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًۢا

(73) "sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima taubat orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Sehingga akibat dari dipikulnya amanat oleh manusia adalah bahwa Allah akan menyiksa orang-orang munafik, laki-laki dan perempuan, yaitu orang-orang yang menampakkan Islam dan menyembunyikan kekafiran dan orang-orang yang menyekutukan Allah dalam beribadah kepadaNya. Dan Allah menerima taubat orang-orang Mukmin, yang laki-laki dan yang perempuan, dengan menutupi dosa-dosa mereka dan tidak menghukum mereka. Allah Maha Pengampun bagi hamba-hambaNya yang bertaubat kepadaNya dan juga Maha Penyayang kepada mereka.