Isi Tafsir Al-Qur'an

Luqman

AL-QUR'AN AL-KARIM MENJAMIN SUKSESNYA ORANG-ORANG YANG BERIMAN

الٓمٓ

(1) "Alif Lam Mim "

(Alif Lam Mim). Pembicaraan tentang huruf-huruf yang terpenggal (di awal surat seperti ini) telah hadir di awal Surat al-Baqarah.

تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْحَكِيمِ

(2) "Inilah ayat-ayat Kitab (aI-Qur'an) yang penuh dengan hikmah (kebijaksanaan),"

Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat al-Qur'an yang mengandung hikmah yang mendalam.

هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ

(3) "sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,"

Ayat-ayat ini adalah hidayah dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik dengan mengamalkan apa yang Allah turunkan di dalam al-Qur'an dan apa yang diperintahkan kepada mereka oleh RasulNya .

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

(4) "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka meyakini adanya Hari Akhirat."

Yaitu orang-orang yang menunaikan shalat dengan sempurna pada waktunya, membayar zakat yang diwajibkan atas mereka kepada orang-orang yang berhak menerimanya, dan mereka juga beriman kepada kebangkitan dan balasan di alam akhirat.

أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(5) "Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Orang-orang yang memiliki sifat-sifat di atas adalah orang-orang yang berjalan di atas penjelasan dan cahaya dari Tuhan mereka. Dan mereka adalah orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

(6) "Dan di antara manusia (ada) orang yang membeli (mempergunakan) perkataan sia-sia798 untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya (ayat-ayat Allah) bahan olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan."

Di antara manusia ada yang membeli perkataan yang melalaikan, yaitu semua permainan yang melenakan dari ketaatan kepada Allah dan menghalangi ridha Allah, untuk menyesatkan manusia dari jalan petunjuk ke jalan hawa nafsu, dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai hinaan. Mereka akan mendapatkan siksa yang menghinakan dan merendahkan mereka.


[798] "Perkataan yang sia-sia" adalah semua perkataan yang memalingkan manusia dari jalan Allah , berupa: nyanyian, perkataan-perkataan tidak berguna, omongan-omongan dusta, dan semua yang mungkar. Ulama lain berkata, "Perkataan yang sia-sia" itu adalah menyewa para penari, para penyanyi. Ada juga yang berkata, "Perkataan yang sia-sia" itu adalah alat-alat musik dan nyanyian.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِىٓ أُذُنَيْهِ وَقْرًا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

(7) "Dan apabila dibacakan kepadanya799 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka sampaikanlah kabar gembira kepadanya dengan azab yang pedih."

Bila ayat-ayat al-Qur'an dibacakan kepadanya, dia berpaling dari ketaatan kepada Allah, takabur dan tidak mengambil pelajaran, seolah-olah tidak mendengar apa pun, seolah-olah telinganya tersumbat. Barangsiapa yang keadaannya seperti ini, maka sampaikanlah berita gembira kepadanya, wahai Rasul, dengan siksa yang menyakitkan di dalam api neraka pada Hari Kiamat.


[179] Yakni, kepada orang yang mempergunakan perkataan-perkataan dan cerita-cerita tidak berfaidah untuk menyesatkan manusia.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلنَّعِيمِ

(8) "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan,"

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, serta melaksanakan amal-amal shalih yang diperintahkan kepada mereka, mereka itu akan mendapatkan kenikmatan yang langgeng di surga.

خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(9) "mereka kekal di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia Maha-perkasa lagi Mahabijaksana."

Kehidupan mereka di surga tersebut adalah kehidupan abadi, tidak terputus dan tidak berakhir, dan Allah menjanjikan itu sebagai janji yang benar. Dia tidak menyelisihi janjiNya. Dia Mahaperkasa dalam perintahNya dan Mahabijaksana dalam pengaturanNya.

خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

(10) ”Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kalian melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kalian; dan Dia memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk berjalan (bernyawa) di bumi. Dan Kami menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik."

Allah menciptakan langit dan meninggikannya tanpa tiang sebagaimana yang kalian saksikan, Dia menancapkan gunung-gunung di bumi dengan kokoh, agar bumi tidak bergerak dan tidak bergoncang sehingga kehidupan kalian tidak rusak, Dia menyebarkan di bumi berbagai macam makhluk bernyawa, menurunkan air dari awan, lalu Dia menumbuhkan dengan air itu dari bumi segala tanaman yang berpasangan yang hijau lagi menarik pandangan mata.

هَٰذَا خَلْقُ ٱللَّهِ فَأَرُونِى مَاذَا خَلَقَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ بَلِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(11) "Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah oleh kalian kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahan-sesembahan kalian) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zJialim itu berada di dalam kesesatan yang nyata."

Segala apa yang kalian saksikan adalah makhluk ciptaan Allah. Maka tunjukkanlah kepadaku, wahai orang-orang musyrik, apa yang telah diciptakan oleh tuhan-tuhan kalian yang kalian sembah selain Allah? Sebaliknya, orang-orang musyrik itu dalam keadaan menyimpang yang jauh dari kebenaran dan jalan yang lurus.

NASIHAT LUQMAN KEPADA ANAKNYA

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

(12) "Dan sungguh Kami telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, 'Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang kafir (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji'."

Dan Kami telah memberikan hikmah kepada hamba Kami yang shalih, yaitu Luqman. Hikmah yaitu pemahaman dalam agama, akal dan kebenaran dalam berkata. Kami katakan kepadanya, "Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmatNya kepadamu, dan barangsiapa bersyukur kepada Tuhannya, manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri, sebaliknya barangsiapa mengingkari nikmat-nikmatNya, sesungguhnya Allah Mahakaya dari syukurnya, tidak memerlukannya. BagiNya segala puji dan sanjungan baik dalam keadaan apa pun."

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

(13) "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi wejangan kepadanya, ’Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar'."

Ingatlah, wahai Rasul, nasihat Luqman kepada putranya saat dia menasihatinya, "Wahai anakku, janganlah mempersekutukan sesuatu dengan Allah, karena dengan itu kamu menzhalimi dirimu, sesungguhnya syirik benar-benar perbuatan dosa yang paling besar dan paling buruk."

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

(14) "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.800 Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepadaKu-lah tempat kembali(mu)"

Dan Kami memerintahkan manusia agar berbakti dan berbuat baik kepada bapak ibunya. Ibunya mengandungnya dalam keadaan lemah di atas kelemahan, mengandungnya dan menyapihnya setelah menyusuinya selama dua tahun. Kami berfirman kepadanya, "Bersyukurlah kepada Allah kemudian berterima kasihlah kepada kedua orangtuamu. Hanya kepadaKu-lah kalian akan kembali, lalu Aku akan membalas masing-masing sesuai haknya."


[800] Yakni, selambat-lambat waktu menyapih adalah sampai anak berumur 2 tahun.

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(15) "Dan jika mereka berdua memaksamu untuk mempersekutukanKu dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentangnya, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah Jalan orang yang kembali kepadaKu. Kemudian hanya kepada Ku tempat kembali kalian, maka akan Aku beritahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."

Bila bapak ibumu, wahai anak yang beriman, berusaha untuk membuatmu menyekutukan sesuatu denganku dalam ibadahmu kepadaKu di mana kamu tidak memiliki ilmu tentangnya atau keduanya mengajakmu berbuat maksiat, maka jangan taati keduanya, karena tidak ada ketaatan bagi makhluk untuk bermaksiat kepada Khaliq, namun tetaplah bergaul dengan keduanya di dunia ini dengan baik dalam hal hal yang bukan mengandung dosa. Wahai anak yang beriman, tempuhlah jalan orang-orang yang bertaubat dari dosanya, yang kembali kepadaku, beriman kepada utusanku, Muhammad, kemudian hanya kepadaku lah tempat kembali kalian lalu Aku mengabarkan kepada kalian apa yang dulu kalian kerjakan di dunia dan Aku membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya,

يَٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

(16) "(Luqman berkata), 'Wahai anakku! Sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan), Sesungguhnya Allah Maha lembut lagi Mahateliti.'

Wahai anakku, ketahuilah bahwa keburukan dan kebaikan, sekali pun itu sekecil biji sawi -maksudnya sangat kecil- di perut gunung atau di mana pun di langit dan di bumi, maka Allah akan mendatangkannya di Hari kiamat dan menghisabnya. Sesungguhnya Allah Mahalembut kepada hamba-hambaNya, juga Maha teliti terhadap perbuatan perbuatan mereka.

يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

(17) Wahai anakku! Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang maruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, (karena) sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) dibulatkan tekad (untuk dilakukan).'

Wahai anakku, dirikanlah shalat dengan sempurna dengan rukun-rukun. syarat-syarat dan wa|ib-wajibnya. Perintahkanlah kepada yang baik dan cegahlah dari yang mungkar dengan lemah lembut dan hikmah sebatas kemampuanmu. Bersabarlah atas apa yang menimpamu dalam rangka beramar ma'ruf dan bernahi mungkar ketahuilah bahwa wasiat-wasiat ini termasuk perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah, yang patut dilakukan dengan penuh kemauan.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

(18) 'Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari orang-orang (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.'

Jangan memalingkan wajahmu dari manusia bila kamu berbicara dengan mereka atau mereka berbicara kepadamu dalam rangka merendahkan mereka atau karena kamu menyombongkan diri atas mereka. Jangan berjalan di muka bumi di antara manusia dengan penuh kesombongan dan keangkuhan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri dalam penampilan dan ucapannya.

وَٱقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَٱغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلْأَصْوَٰتِ لَصَوْتُ ٱلْحَمِيرِ

(19) 'Dan sederhanakanlah dalam berjalanmu801 dan lunakkanlah suaramu; karena sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai'."

Berjalanlah dengan rendah hati, rendahkanlah suaramu dan jangan meninggikannya. Sesungguhnya suara yang paling buruk dan paling di-benci adalah suara keledai yang terkenal dengan kedunguan dan suaranya yang melengking jelek.


[801] Yakni, ketika berjalan; jangan terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.

KEKUASAAN ALLAH ADALAH MUTLAK DAN AKIBAT PENGINGKARAN TERHADAPNYA

أَلَمْ تَرَوْاْ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُۥ ظَٰهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَٰبٍ مُّنِيرٍ

(20) "Tidakkah kalian memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan) kalian dan menyempurnakan nikmatNya untuk kalian, lahir dan batin? Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan."

Apakah kalian, wahai manusia, tidak melihat bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit untuk kalian, yaitu matahari, rembulan, awan dan lainnya, dan apa yang ada di bumi berupa hewan-hewan, pohon-pohon, air dan lainnya yang tidak terhitung, Dia melimpahkan nikmatNya yang lahir kepada kalian pada badan dan anggota badan kalian, dan nikmat batin pada akal dan hati serta apa yang Dia simpan untuk kalian yang tidak kalian ketahui? Di antara manusia ada yang mendebat tauhid Allah dan keikhlasan ibadah kepadaNya tanpa hujjah dan keterangan, tanpa kitab yang nyata yang mendukung kebenaran klaimnya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوْ كَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

(21) "Dan apabila dikatakan kepada mereka,'Ikutilah apa yang diturunkan Allah f Mereka menjawab, '(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dilakukan nenek moyang kami.' Apakah (mereka akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?"'

Bila dikatakan kepada orang-orang yang mendebat tauhid Allah dan pengesaan ibadah hanya kepadaNya tersebut, "Ikutilah apa yang diturunkan oleh Allah kepada NabiNya, Muhammad." Maka mereka menjawab, "Kami hanya mengikuti apa yang telah dianut oleh nenek moyang kami berupa kesyirikan dan penyembahan kepada berhala." Apakah mereka tetap melakukan itu sekalipun setan mengajak mereka dan memperindah perbuatan batil mereka serta kekafiran mereka kepada Allah, sehingga mengantarkan mereka ke dalam azab neraka yang menyala-nyala?

۞ وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

(22) "Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, dan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sungguh dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan."

Barangsiapa mengikhlaskan ibadahnya kepada Allah dan niatnya kepada Tuhannya, sedangkan dia berkata-kata baik dan berbuat mulia, maka dia telah memegang sebab terkuat yang mengantarkannya kepada ridha Allah dan rahmatNya. Hanya kepada Allah semata segala urusan berjalan, lalu Dia membalas orang yang berbuat baik atas kebaikannya dan orang yang berbuat buruk atas keburukannya.

وَمَن كَفَرَ فَلَا يَحْزُنكَ كُفْرُهُۥٓ ۚ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

(23) ’Dan barangsiapa kafir,; maka janganlah kekafirannya itu menyedihkanmu (wahai Rasul). Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati."

Jangan bersedih dan berduka atas siapa yang kafir wahai Rasul, karena kamu telah menunaikan kewajiban menyampaikan dan menjelaskan. Hanya kepada Kami mereka semuanya akan kembali dan berpulang di Hari Kiamat, lalu Kami mengabarkan kepada mereka tentang amal-amal buruk yang mereka kerjakan di dunia, kemudian Kami akan membalas mereka atasnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa mereka simpan dalam dada mereka berupa kekafiran kepada Allah dan mementingkan ketaatan kepada setan.

نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَىٰ عَذَابٍ غَلِيظٍ

(24) "Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar; kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras"

Kami membiarkan mereka menikmati kehidupan dunia ini untuk waktu yang pendek, kemudian di Hari Kiamat, Kami akan menggiring mereka dan mencampakkan mereka ke dalam azab yang menyakitkan, yaitu azab Jahanam.

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(25) "Dan sungguh jika engkau (wahai Rasul) bertanya kepada mereka, ’Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Tentu mereka akan benar-benar menjawab, 'Allah.' Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah,' tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Jika kamu bertanya, wahai rasul, kepada orang-orang musyrik itu dengan Nama Allah, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka akan menjawab, "Allah." Bila mereka menjawab demikian, maka katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah memperlihatkan dalil atas kalian dari diri kalian sendiri." Akan tetapi kebanyakan orang-orang musyrik itu tidak mau melihat dan merenungkan siapa yang berhak untuk disanjung dan dipuji, oleh karena itu mereka menyekutukan sesuatu denganNya.

لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

(26) "Milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji."

Hanya milik Allah-lah segala apa yang di langit dan di bumi, sebagai hamba-hambaNya yang Dia ciptakan, Dia yang mengadakan dan menakdirkan mereka, maka tidak ada yang berhak disembah selainNya. Sesungguhnya AJlah-Jah Yang Mahakaya yang tidak membutuhkan makhlukNya. BagiNya sanjungan dan pujian dalam keadaan apa pun.

وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَٰمٌ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(27) "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering) nya, niscaya tidak akan habis kalimat-kalimat Allah (dituliskan).802 Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Seandainya semua pohon di bumi ini dijadikan sebagai pena, sedangkan tintanya adalah samudera yang ditambah dengan tujuh samudera lagi, lalu pena-pena dan tinta-tinta itu digunakan untuk menulis kalimat-kalimat Allah yang mencakup ilmu dan hukumNya, apa yang Dia wahyukan kepada para malaikat dan para utusanNya, niscaya pena-pena itu akan punah dan tinta-tinta itu akan habis, namun tidak dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, di mana tidak seorang pun meliputinya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam menimpakan hukuman terhadap siapa yang menyekutukan sesuatu denganNya, juga Mahabijaksana dalam tatananNya atas makhlukNya. Ayat ini menetapkan sifat “kalam* bagi Allah secara hakiki sesuai dengan keagungan dan kesempumaanNya.


[802] Yakni, Ilmu dan hikmahNya, artinya semua itu tidak cukup untuk menuliskan kalimat-kalimat Allah .

مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَٰحِدَةٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

(28) "Tidaklah menciptakan dan membangkitkan kalian (bagi Allah), kecuali hanya seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudahj. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Penciptaan kalian, wahai manusia, dan kebangkitan kalian di Hari Kiamat dalam kemudahan dan keringanannya tidak lain kecuali seperti menciptakan satu jiwa dan membangkitkannya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar kata-kata kalian, Maha Melihat perbuatan kalian dan akan membalas kalian atasnya.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَأَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

(29) "Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia juga menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar samfHii kepada waktu yang ditentukani dan bahwasanya Allah Maha teliti terhadap apa yang kalian kerjakan?"

Apakah kamu tidak melihat bahwa Allah mengambil sebagian waktu dari malam sehingga siangnya menjadi panjang dan malamnya pendek, Dia mengambil sebagian waktu dari siang sehingga malamnya menjadi panjang dan siangnya pendek, Dia menundukkan matahari dan rembulan untuk kalian, masing-masing dari keduanya berjalan di atas orbitnya sampai waktu yang sudah ditentukan dan ditetapkan, tiada sesuatu pun yang samar bagiNya?

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلْبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

(30) "Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah (Tuhan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan bahwasanya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar."

Semua itu merupakan bukti besarnya Kuasa Allah dan agar kalian mengetahui dan mengakui bahwa Allah adalah Haq pada dzat, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatanNya, dan bahwa apa yang kalian sembah selain Allah adalah batil, dan bahwa Allah adalah Mahatinggi dengan dzat dan kedudukanNya, Dia di atas seluruh makhluk, juga Mahabesar atas segala sesuatu, selainNya tunduk kepadaNya. Hanya Dia semata yang berhak untuk disembah, bukan selainNya.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِنِعْمَتِ ٱللَّهِ لِيُرِيَكُم مِّنْ ءَايَٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

(31) "Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar Dia memperlihatkan kepada kalian sebagian dari tanda-tanda (kebesaran )Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran)Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur."

Apakah kamu tidak melihat, wahai orang yang menyaksikan, bahwa kapal-kapal itu berjalan di laut dengan perintah Allah sebagai nikmat dari-Nya kepada makhlukNya, agar Dia memperlihatkan pelajaran-pelajaran dan hujjah-hujjahNya kepada kalian yang bisa membuat kalian mengambil pelajaran? Sesungguhnya berlayarnya kapal-kapal itu di laut merupakan bukti bagi orang-orang yang sangat sabar dalam menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah dan sangat sabar di atas ketaatan kepadaNya serta sangat sabar atas takdirNya, lagi banyak bersyukut atas nikmat-nikmatNya.

وَإِذَا غَشِيَهُم مَّوْجٌ كَٱلظُّلَلِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ فَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

(32) "Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti ku rumit, mereka berdoa kepada Allah dengan tulus ikhlas beragama kepadaNya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, maka sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus.803 Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami, kecuali hanya setiap pengkhianat yang sangat kafir."

Bila orang-orang musyrik naik kapal, lalu ombak mengepung kapal itu dari segala arah seperti awan dan gunung, cemas dan takut tenggelam mendera mereka, mereka berdoa kepada Allah dan mengikhlaskannya untukNya semata, namun setelah Allah menyelamatkan mereka ke darat, maka di antara mereka ada yang bersikap pertengahan dengan bersyukur namun tidak sempurna, dan di antara mereka ada ingkar dan kafir kepada nikmat-nikmat Allah. Dan tidak ada yang kafir kepada ayat-ayat dan hujjah-hujjah Kami yang menunjukkan kesempurnaan kodrat dan keesaan Kami kecuali setiap pengkhianat yang suka membatalkan perjanjian, dan pengingkar nikmat-nikmat Allah atasnya.


[803] Yakni, tetap mengakui keesaan Allah An.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْ وَٱخْشَوْاْ يَوْمًا لَّا يَجْزِى وَالِدٌ عَن وَلَدِهِۦ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِۦ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ

(33) "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tidian kalian dan takutlah akan hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah pasti benar; maka janganlah sekali-kali kalian teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kalian teperdaya oleh penipu (setan jin dan setan manusia) dalam (menaati) Allah."

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian dan taatilah Dia dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Takutlah kepada Hari Kiamat di mana saat itu orangtua tidak bisa membantu anak, dan sebaliknya anak tidak bisa membantu orangtuanya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah haq, tidak ada keraguan padanya. Jangan tertipu oleh kehidupan dunia dan keindahannya, sehingga dia membuat kalian lupa terhadap kehidupan akhirat. Jangan sampai kalian tertipu oleh penipu yang berwujud setan jin atau manusia dalam (menaati) Allah.

إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ

(34) "Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang Hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok,804 dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti."

Sesungguhnya hanya Allah semata bukan selainNya yang mengetahui kapan Kiamat tiba, dan Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit, tidak seorang pun selain Allah yang mampu melakukan itu, Dia mengetahui kandungan rahim kaum wanita, Dia mengetahui apa yang akan didapatkan oleh setiap orang di hari esok, setiap orang tidak mengetahui di bumi mana dia akan mati, sebaliknya yang mengetahuinya hanyalah Allah , ilmu tentang semua itu hanyalah khusus bagiNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti, meliputi yang nampak dan yang tidak nampak, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.


[804] Manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.