Isi Tafsir Al-Qur'an

Ar Ruum

KEBENARAN PEMBERITAAN AL-QUR'AN TENTANG PERISTIWA YANG AKAN TERJADI
Berita Kemenangan Bangsa Romawi, Ahli Kitab, atas Bangsa Persia, Musyrik

الٓمٓ

(1) "Alif Lam Mim."

(Alif Lam Mim). Pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal (di awal surat seperti ini) telah hadir di awal Surat al-Baqarah.

غُلِبَتِ ٱلرُّومُ . فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ . فِى بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ . بِنَصْرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(2-5) "Bangsa Romawi telah dikalahkan,160 di negeri yang terdekat, 161 dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,162 dalam beberapa tahun (lagi).163 Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha-perkasa lagi Maha Penyayang."

Kerajaan Persia mengalahkan kerajaan Romawi di bagian negeri Syam yang terdekat kepada negeri Persia, namun orang-orang Romawi akan mengalahkan orang-orang Persia dalam beberapa waktu, tidak lebih dari sepuluh tahun dan tidak kurang dari tiga tahun. Hanya milik Allah segala urusan sebelum kemenangan orang-orang Romawi dan sesudahnya. Di hari orang-orang Romawi mengalahkan orang-orang Persia, orang-orang Mukmin berbahagia dengan kemenangan yang diberikan Allah kepada orang-orang Romawi atas orang-orang Persia. Allah memberikan kemenangan kepada siapa yang Dia kehendaki dan mengalahkan siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa yang tidak dikalahkan dan Maha Penyayang kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhlukNya. Hal ini benar-benar terjadi, di mana orang-orang Romawi mengalahkan orang-orang Persia setelah tujuh tahun dan kaum Muslimin berbahagia karena itu, sebab orang-orang Romawi adalah Ahli Kitab sekalipun mereka telah menyelewengkannya.


[780] Yakni, Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, oleh Persia.

[781] Yakni, terdekat ke negeri Arab, ada juga yang berpendapat, terdekat ke negeri Persia, yaitu Suriah dan Palestina, sewaktu menjadi jajahan kekaisaran Romawi Timur.

[782] Bangsa Romawi (pada saat ayat ini diturunkan) adalah suatu bangsa yang beragama Nasrani yang memiliki Kitab Suci sedang bangsa Persia adalah beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa itu berperang. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Romawi oleh bangsa Persia, maka kaum musyrik Makkah menyambutnya dengan penuh gembira karena berpihak kepada orang-orang musyrik Persia. Sedang kaum Muslimin berduka cita karenanya. Kemudian turunlah ayat ini, dan ayat yang berikutnya menerangkan bahwa bangsa Romawi setelah kalah itu akan menang dalam masa beberapa tahun saja, yang kurang dari sepuluh tahun. Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun setelah itu, menanglah bangsa Romawi dan kalahlah bangsa Persia. Dengan kejadian yang demikian, nyatalah kebenaran Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul dan kebenaran al-Qur'an sebagai Firman Allah ..

[783] Antara tiga sampai sembilan tahun. Waktu antara kekalahan bangsa Romawi (tahun 614-615 M) dengan kemenangannya (tahun 622 M) ialah kira-kira tujuh tahun.

وَعْدَ ٱللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(6) "(Yang demikian itu adalah) sebagai janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Kaum yang Menentang Nabi Muhammad Akan Hancur Seperti Halnya Kaum yang Menentang Nabi-nabi Zaman Dahulu

يَعْلَمُونَ ظَٰهِرًا مِّنَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْءَاخِرَةِ هُمْ غَٰفِلُونَ

(7) "Mereka mengetahui yang tampak dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai."

Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman dengan janji yang pasti yang tidak diselisihi dengan memberi orang-orang Romawi yang beragama Nasrani kemenangan atas orang-orang Persia yang menyembah berhala, akan tetapi kebanyakan orang-orang kafir Makkah tidak mengetahui bahwa apa yang Allah janjikan adalah haq, karena mereka hanya mengetahui apa yang lahir dari dunia dan perhiasannya, sementara perkara akhirat dan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka di sana, mereka melalaikannya, bahkan sama sekali tidak memikirkannya.

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُواْ فِىٓ أَنفُسِهِم ۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآئِ رَبِّهِمْ لَكَٰفِرُونَ

(8) "Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar kafir terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka"

Apakah orang-orang yang mendustakan para rasul Allah dan perjumpaan dengan Allah tidak merenungkan penciptaan diri mereka oleh Allah dan bahwa Dia yang menciptakan mereka setelah sebelumnya mereka bukanlah sesuatu? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya kecuali untuk menegakkan keadilan, menetapkan pahala dan hukuman, sebagai petunjuk kepada tauhid dan KuasaNya dan ajal yang ditetapkan sebagai akhir hidup dunia, yaitu Hari Kiamat. Sesungguhnya kebanyakan manusia mengingkari dan tidak mempercayai perjumpaan dengan Tuhannya, karena mereka tidak mengetahui bahwa tempat kembali mereka adalah Allah setelah mereka mati, di samping mereka lalai dari kehidupan akhirat.

أَوَلَمْ يَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُواْ ٱلْأَرْضَ وَعَمَرُوهَآ أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

(9) "Dan tidakkah mereka melakukan perjalanan di bumi, lalu mereka melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri), dan mereka telah mengolah bumi serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zhalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zhalim kepada diri mereka sendiri."

Apakah orang-orang yang mendustakan Allah sekaligus melalaikan kehidupan akhirat tersebut tidak berjalan di muka bumi untuk merenungkan dan memperhatikan, sehingga mereka bisa menyaksikan bagaimana balasan yang diterima oleh umat-umat yang mendustakan para utusan Allah seperti kaum Ad dan Tsamud? Mereka lebih kuat tubuhnya daripada orang-orang kafir tersebut, lebih mampu untuk mereguk nikmat di muka bumi, sebab mereka telah bercocok tanam di muka bumi, membangun dan memperindah istana-istana. Mereka lebih memakmurkan dunia mereka daripada orang-orang Makkah memakmurkan dunia mereka, namun pemakmuran mereka dan lamanya waktu yang mereka miliki tidak berguna bagi mereka. Para rasul mereka datang kepada mereka dengan membawa hujjah-hujjah yang nyata dan bukti-bukti yang kuat, lalu mereka mendustakan para rasuk akibatnya Allah membinasakan mereka, Allah tidak menzhalimi mereka dengan pembinasaan tersebut, akan tetapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri mereka dengan kesyirikan dan kemaksiatan.

ثُمَّ كَانَ عَٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُواْ بِهَا يَسْتَهْزِءُونَ

(10) "Kemudian kesudahan (azab) yang lebih buruk bagi orang-orang yang mengerjakan keburukan itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya"

Kemudian akibat yang diterima para pelaku keburukan dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang yang melampaui batas adalah akibat yang paling buruk dan paling jelek, karena mereka mendustakan Allah dan menghina ayat-ayatNya yang Dia turunkan kepada para rasulNya.

BUKTI KEBENARAN HARI KEBANGKITAN DAN PENGGOLONGAN MANUSIA PADA HARI ITU KEPADA MUKMIN DAN KAFIR

ٱللَّهُ يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(11) "Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepadaNya kalian akan dikembalikan"

Hanya Allah semata yang menciptakan makhluk-makhluk seluruhnya. Dan hanya Dia yang Mahakuasa untuk mengembalikan mereka sekali lagi. Kemudian seluruh makhluk akan kembali kepadaNya, lalu Dia membalas orang yang berbuat baik dengan kebaikannya dan orang yang berbuat buruk dengan keburukannya.

وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُبْلِسُ ٱلْمُجْرِمُونَ

(12) "Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang gemar berbuat dosa terdiam berputus asa"

Di Hari Kiamat orang-orang yang gemar berbuat dosa berputus asa untuk bisa selamat dari azab, mereka tidak memiliki hujjah (alasan) sehingga mereka kebingungan.

وَلَمْ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمْ شُفَعَٰٓؤُاْ وَكَانُواْ بِشُرَكَآئِهِمْ كَٰفِرِينَ

(13) "Dan tidak mungkin ada pemberi syafa'at (pertolongan) bagi mereka dari sekutu-sekutu (berhala-berhala) mereka, dan (justru) mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu."784

Orang-orang musyrik di hari itu tidak bisa mengharapkan syafa'at (bantuan) dari tuhan-tuhan sembahan mereka, karena tuhan-tuhan tersebut berlepas diri dari mereka dan mereka juga berlepas diri dari tuhan-tuhan tersebut. Syafa'at itu hanya milik Allah semata, ia tidak diminta dari selainNya.


[784] Sebagian ulama tafsir ada yang mengartikannya: "...bahkan karena sekutu-sekutu (berhala-berhala) mereka itulah mereka menjadi orang-orang kafir".

وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ . فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَهُمْ فِى رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ

(14-15) "Dan pada hari terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (menjadi dua kelompok; Mukmin dan kafir). Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, maka mereka di dalam taman (surga) dilimpahkan kegembiraan."

Di Hari Kiamat, para pengikut iman dan penganut kekafiran akan berpisah. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasuINya dan beramal shalih, mereka di surga, mereka dimuliakan, berbahagia dan mengenyam kenikmatan.

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَلِقَآئِ ٱلْءَاخِرَةِ فَأُوْلَٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

(16) "Dan adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan Hari Akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka)"

Sedangkan orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan apa yang dibawa oleh para rasulNya, dan mengingkari kebangkitan sesudah kematian, mereka tinggal di dalam azab, sebagai balasan dari pendustaan mereka terhadapnya di dunia.

فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ . وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

(17-18) "Maka bertasbihlah kepada Allah ketika kalian berada pada petang hari dan ketika kalian berada pada pagi hari, dan segala puji bagiNya, baik di langit, di bumi, pada malam hari dan ketika kalian berada pada waktu Zhuhur (tengah hari)"785

Wahai orang-orang Mukmin, bertasbih dan sucikanlah Allah dari sekutu, istri dan anak. Sifatilah Dia dengan sifat-sifat kesempurnaan dengan lisan kalian. Wujudkanlah hal itu dengan anggota badan kalian seluruhnya saat kalian mendapatkan waktu petang dan waktu pagi, di waktu malam dan siang hari. BagiNya sanjungan dan pujian di langit dan di bumi, siang dan malam.


[785] Maksud bertasbihlah dalam ayat 17 adalah: Shalatlah, dan ayat-ayat 17 serta 18 menerangkan tentang waktu-waktu shalat fardhu yang lima.

يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَيُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

(19) "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering)nya. Dan seperti itulah kalian akan dikeluarkan (dari kubur)."

Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati, seperti manusia dari setetes air dan burung dari telur. Allah mengeluarkan yang mati dari yang hidup, seperti setetes air mani dari manusia dan telur dari burung. Dia menghidupkan bumi dengan tumbuhan setelah sebelumnya ia kering kerontang. Seperti penghidupan inilah kalian, wahai manusia, akan dibangkitkan dari kubur kalian dalam keadaan hidup untuk menghadapi hisab dan balasan.

BUKTI-BUKTI KEBESARAN ALLAH YANG TERDAPAT PADA ALAM SEMESTA

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ

(20) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya adalah Dia menciptakan kalian dari tanah, kemudian tiba-tiba kalian (menjadi) manusia yang (berkembang biak dan) bertebaran"

Di antara ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebesaran Allah dan kesempurnaan KuasaNya adalah bahwa Dia menciptakan bapak kalian, Adam dari tanah, kemudian kalian menjadi manusia yang beranak pinak dan menyebar di muka bumi untuk mencari karunia Allah.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓاْ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

(21) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk kalian dari jenis kalian sendiri, agar kalian cenderung (dan merasa tentram) kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir,"

Di antara ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebesaran Allah dan kesempurnaan KuasaNya adalah hahwa Dia menciptakan para istri untuk kalian wahai kaum laki-laki dari jenis kalian sendiri, agar jiwa kalian menjadi damai dan tenang kepadanya, dan Dia menjadikan kecintaan dan kasih sayang antara suami dengan istri. Sesungguhnya dalam penciptaan Allah terhadap semua itu terkandung petunjuk atas Kuasa Allah dan keesaanNya bagi kaum yang merenung dan berpikir,

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّلْعَٰلِمِينَ

(22) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya adalah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasa kalian dan warna kulit kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengetahui>"

Di antara bukti-bukti Kuasa Tuhan adalah peridptaan langit dan ketinggiannya tanpa tiang, penciptaan bumi dengan keluasannya dan ke-lebarannya, perbedaan bahasa kalian dan warna kulit kalian. Sesungguhnya hal itu mengandung pelajaran bagi siapa yang memiliki ilmu dan bashirah.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

(23) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya adalah tidur kalian pada waktu malam dan siang hari dan usaha kalian mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan"

Di antara bukti Kuasa ini adalah bahwa Allah menjadikan tidur sebagai istirahat bagi kalian di malam atau siang hari, karena dengan tidur, istirahat terwujud dan kelelahan hilang. Dan Dia menjadikan siang hari untuk kalian sebagai waktu menyebar mencari rizki. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan bukti atas kesempurnaan Kuasa Allah dan terlaksananya kehendakNya bagi kaum yang mendengar nasihat dengan pendengaran yang mengandung perenungan, berpikir dan mengambil pelajaran.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَيُحْىِۦ بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

(24) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya adalah Dia memperlihatkan kilat kepada kalian untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering)nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti."

Di antara bukti-bukti Kuasa Allah adalah bahwa Dia memperlihatkan kilat, sehingga kalian takut kepada halilintar namun berharap hujan. Dan Allah menurunkan hujan dari awan, dengannya Dia menumbuhkan bumi setelah kematian dan kekeringannya. Sesungguhnya yang demikian itu mengandung dalil atas kesempurnaan kodrat Allah dan besarnya hikmah serta kebaikanNya bagi siapa yang memiliki akal yang digunakannya untuk mendapatkan petunjuk.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلْأَرْضُ بِأَمْرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ إِذَآ أَنتُمْ تَخْرُجُونَ

(25) "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya adalah berdirinya langit dan bumi dengan ketetapan (kehendak)Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kalian dengan sekali panggil dari bumi, seketika itu kalian keluar (dari kubur).”

Di antara tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran Allah dan kesempurnaan KuasaNya adalah tegaknya langit dan bumi, ketenangan dan kekokohan keduanya dengan perintahNya, keduanya tidak goncang dan langit tidak runtuh menimpa bumi. Kemudian saat Allah memanggil kalian untuk hari kebangkitan pada Hari Kiamat, maka kalian akan keluar dari kubur dengan cepat.

وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَّهُۥ قَٰنِتُونَ

(26) "Dan milikNya apa yang di langit dan di bumi; semuanya tunduk hanya kepada Nya”

Hanya milik Allah semata apa yang ada di langit dan di bumi, mencakup malaikat, manusia, jin, hewan, binatang dan benda mati. Semua itu tunduk kepada perintah Allah dan patuh kepada kesempurnaanNya.

وَهُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(27) ”Dan Dia-lahyang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali. dan itu lebih mudah bagiNya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana”

Hanya Allah semata yang mulai menciptakan makhluk dari ketiadaan kemudian mengembalikannya hidup setelah mati. Mengembalikan makhluk dalam keadaan hidup setelah mati lebih mudah bagi Allah daripada menciptakannya pertama kali. Dan keduanya sama-sama mudah bagi Allah. Hanya milikNya sifat-sifat ketinggian dalam segala apa yang Allah disifati dengannya, tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dia Mahaperkasa yang tidak dikalahkan, Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya, serta pengaturanNya terhadap segala urusan makhlukNya.

ISLAM ADALAH AGAMA FITRAH
Suatu Perumpamaan yang Terdapat Pada Keadaan Manusia Tentang Keesaan Allah .

ضَرَبَ لَكُم مَّثَلًا مِّنْ أَنفُسِكُمْ ۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِى مَا رَزَقْنَٰكُمْ فَأَنتُمْ فِيهِ سَوَآءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

(28) "Dia membuat perumpamaan bagi kalian dari diri kalian sendiri (Yaitu), apakah (kalian rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kalian miliki, menjadi sekutu bagi kalian dalam (memiliki) rizki yang telah Kami berikan kepada kalian, sehingga kalian menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kalian takut kepada mereka, sebagaimana kalian takut kepada sesama kalian ?786 Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang memahami"

Wahai orang-orang musyrik, Allah membuat perumpamaan bagi kalian dari diri kalian sendiri. Adakah di antara hamba-hamba sahaya kalian, yang laki-laki dan yang perempuan, bersekutu dengan kalian dalam urusan rizki, dan kalian melihat bahwa diri kalian dengan mereka adalah sama padanya, kalian takut kepada mereka sebagaimana orang-orang yang merdeka yang bersekutu takut untuk berbagi harta mereka? Sesungguhnya kalian tidak akan menerima hal itu. Lalu bagaimana kalian meridhainya untuk Allah dengan menjadikan sekutu bagiNya dari makhlukNya? Kami menjelaskan bukti-bukti dan hujjah-hujjah dengan sejelas-jelasnya bagi orang-orang yang berakal lurus yang bisa mengambil manfaat dengannya.


[786] Perumpamaan ini menjelaskan bahwa tidak pantas ada persekutuan dari unsur-unsur yang tidak setara, misalnya antara hamba sahaya dengan pemiliknya. Apalagi antara makhluk dengan Allah tentu lebih tidak pantas lagi.

بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَهْوَآءَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَن يَهْدِى مَنْ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ

(29) "Tetapi orang-orang yang zhalim mengikuti keinginan hawa nafsu mereka tanpa ilmu; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah? Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka"

Akan tetapi orang-orang musyrik itu mengikuti hawa nafsu mereka dengan bertaklid kepada nenek moyang mereka tanpa ilmu, sehingga mereka dengan leluhur mereka sama-sama bodoh dan sesat. Tiada yang mampu memberi petunjuk kepada siapa yang disesatkan oleh Allah karena kegigihannya dalam kekafiran dan penentangan. Mereka juga tidak memiliki penolong-penolong yang akan mengentaskan mereka dari azab Allah.

Manusia Menurut Fitrah Beragama Tauhid

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(30) "Maka tegakkan (hadapkan) lah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (dan ikutilah dengan teguh) fitrah (ciptaan) Allah yang mana Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.787 Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"

Tegakkanlah wajahmu, wahai Rasul dan orang-orang yang mengikutimu, dan berjalanlah terus di atas agama yang Allah syariatkan untukmu, yaitu Islam di mana Allah telah memfitrahkan manusia di atasnya. Keberadaan kalian di atasnya dan berpegangnya kalian kepadanya adalah berpegang kepada fitrah Allah dalam bentuk iman hanya kepadaNya semata, tiada pergantian bagi ciptaan dan agama Allah. Inilah jalan lurus yang menyampaikan kepada ridha Allah, Tuhan semesta alam dan surgaNya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa apa yang diperintahkan kepadamu, wahai rasul, adalah agama yang haq, bukan selainnya.


[787] Fitrah Allah maksudnya adalah, ciptaan Allah . Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama, yaitu agama tauhid. Maka kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar.

۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(31) "Sebagai orang-orang yang kembali (bertaubat) kepadaNya, dan bertakwalah kalian kepadaNya serta dirikanlah shalat, dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah"

Jadilqh kqliqn orang-orang yang kembali kepada Allah dengan tauhid dan mengikhlaskan amal perbuatan untukNya. Bertakwalah kepadaNya dengan menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-laranganNya. Tegakkanlah ahalat dengan sempurna mencakup rukun-rukun, wajib-wajib dan syarat-syaratnya, dan jangan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam Ibadah.

مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمْ وَكَانُواْ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

(32) "'yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka788 dan mereka menjadi golongan-golongan; (yang mana) setiap golongan merasa bangga dengan apa (ajaran) yang ada pada golongan mereka",

Janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, pengikut hawa nafsu dan bid'ah dalam agama yang mengganti agama dan merubahnya, yang mana mereka mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain, hanya untuk mengikuti hawa nafsu mereka, sehingga mereka terbelah menjadi aliran-aliran dan kelompok-kelompok, mereka menginduk kepada tokoh-tokoh mereka, aliran-aliran dan pendapat-pendapat mereka, sebagian membantu sebagian yang lain di atas kebatilan, masing-masing aliran berbahagia dan berbangga dengan apa yang dimilikinya. Mereka menetapkan diri mereka di atas kebenaran, sedangkan selain mereka di atas kebatilan.


[788] Seperti: Meninggalkan agama tauhid dan menganut berbagai kepercayaan dan ajaran menurut keinginan hawa nafsu mereka masing-masing,

Sifat-sifat Manusia yang Tercela

وَإِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْاْ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ

(33) "Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu kemudaratan (bahaya), mereka menyeru Tuhan mereka sebagai orang-orang yang kembali (bertaubat) kepadaNya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmatNya kepada mereka789 ternyata sebagian mereka malah mempersekutukan (Nya)."

Bila manusia ditimpa ujian yang berat, mereka memohon kepada Tuhan mereka dengan ikhlas kepadaNya agar Allah mengangkat kemudaratan dari mereka, namun bila Allah merahmati mereka dan mengangkat kesulitan mereka, ternyata sebagian dari mereka mengulang kesyirikannya lagi, lalu mereka menyembah selain Allah di samping menyembah Allah.


[789] Yakni, bebas dari kemudaratan atau bahaya Itu.

لِيَكْفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيْنَٰهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُواْ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

(34) "Biarkan mereka kafir kepada rahmat yang telah Kami berikan. Maka bersenang-senanglah kalian, karena kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu)"

Mereka ingkar kepada apa yang telah Kami berikan dan karuniakan kepada mereka berupa terangkatnya kesulitan dan lenyapnya kesusahan dari mereka. Maka silakan kalian, wahai orang-orang kafir, bersenang-senang dalam kehidupan dunia ini dengan kemakmuran dan kelapangan, karena kalian pasti akan mengetahui siksa dan hukuman apa yang akan kalian terima.

أَمْ أَنزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَٰنًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُواْ بِهِۦ يُشْرِكُونَ

(35) "Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka bukti (hujjah) yang menjelaskan (membenarkan) apa-apa yang mereka persekutukan dengan Allah itu?"

Apakah Kami telah menurunkan kepada orang-orang musyrik i:u sebuah bukti yang nyata dan sebuah kitab yang jelas yang membuktikan kebenaran kesyirikan dan kekafiran mereka kepada Allah dan ayat-ayatNya?

وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُواْ بِهَا ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ

(36) "Dan apabila Kami membuat manusia merasakan suatu rahmat, niscaya mereka gembira karenanya. Tetapi jika mereka ditimpa suatu keburukan (bahaya) karena akibat perbuatan tangan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa?"

Bila Kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia dari Kami berupa kesehatan, keselamatan dan kemakmuran, mereka berbahagia karena itu dengan kebahagiaan yang mengandung keangkuhan dan kesombongan, bukan kebahagiaan yang mengandung syukur. Namun bila mereka ditimpa penyakit, kemiskinan, ketakutan, dan kesempitan hidup disebabkan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan mereka ternyata mereka berputus asa dari lenyapnya semua itu. Ini adalah tabiat kebanyakan manusia dalam keadaan makmur dan susah.

Allah Mengatur Pemberian Rizki dan Penggunaannya

أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(37) "Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah melapangkan n;b bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman

Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah dia bersyukur atau kafir, dan Dia juga menyempitkan rizki atas siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah dia bersabar atau meratap? Sesungguhnya dilapangkan dan disempitkannya harta merupakan tanda-tanda bagi kaum yang beriman kepada Allah dan mengetahui hikmah dan rahmat Allah.

فَـَٔاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(38) "Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan.790 Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang menginginkan Wajah Allah, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Maka berikanlah, wahai orang Mukmin, kerabatmu haknya berupa silaturahim, sedekah dan kebaikan-kebaikan lainnya. Berikanlah kepada orang fakir yang tidak memiliki apa yang mencukupi dan menutupi hajatnya dan orang yang membutuhkan yang kehabisan bekal dalam perjalanannya dari zakat dan sedekah. Pemberian tersebut adalah lebih baik bagi orang-orang yang mengharapkan Wajah Allah dari amal perbuatannya. Dan orang-orang yang melakukan amal-amal kebaikan ini dan lainnya, mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan pahala dari Allah dan selamat dari hukumanNya.


[790] Lihat makna "ibnu sabil" dalam Surat at-Taubah: 60.

وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَاْ فِىٓ أَمْوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرْبُواْ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ ءَاتَيْتُم مِّن زَكَوٰةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ ٱللَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُضْعِفُونَ

(39) "Dan apa (pinjaman) yang kalian berikan dari suatu riba agar harta manusia bertambah (berkembang), maka tidak bertambah di sisi Allah, dan apa yang kalian berikan berupa zakat yang kalian maksudkan untuk Wajah Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)."

Harta yang kalian berikan sebagai hutang dengan tujuan mendapatkan riba dan mencari tambahan dari hutang tersebut, agar ia tumbuh dan menjadi banyak pada harta-harta manusia, sebenarnya di sisi Allah ia tidak bertambah, karena Allah justru membatalkan dan menghancurkannya. Sementara apa yang kalian berikan dalam bentuk zakat dan sedekah kepada orang-orang yang berhak menerimanya demi mencari keridhaan dari Allah dan pahala dariNya, maka inilah yang diterima dan dilipatgandakan oleh Allah dengan pelipatgandaan yang banyak.

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَىْءٍ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(40) "Allah Yang menciptakan kalian, kemudian memberi kalian rizki, lalu mematikan kalian, kemudian akan menghidupkan kalian (kembali). Adakah di antara mereka yang kalian sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu"

Hanya Allah semata, wahai manusia, yang menciptakan kalian kemudian memberi rizki kepada kalian dalam kehidupan ini, kemudian mematikan kalian saat ajal kalian telah habis, kemudian membangkitkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasan. Adakah di antara sekutu-sekutu kalian yang melakukan sedikit saja dari semua itu? Mahasuci dan Mahatinggi Allah dari kesyirikan yang mereka perbuat.

AKIBAT YANG BURUK DAN YANG BAIK DARI PERBUATAN MANUSIA

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُواْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

(41) "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; agar Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka sendiri, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar)"

Telah terlihat kerusakan di daratan dan di lautan seperti kekeringan, minimnya hujan, banyaknya penyakit dan wabah, yang semua itu disebabkan kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, agar mereka mendapatkan hukuman dari sebagian perbuatan mereka di dunia, supaya mereka bertaubat kepada Allah dan kembali kepadaNya dengan meninggalkan kemaksiatan, selanjutnya keadaan mereka akan membaik dan urusan mereka menjadi lurus.

قُلْ سِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ

(42) "Katakanlah (wahai Rasul),'Berjalanlah di bumi, lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu; kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)'."

Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang yang mendustakan apa yang kamu bawa, "Berjalanlah di penjuru bumi untuk merenungkan dan mengambil pelajaran, lalu lihatlah bagaimana kesudahan umat-umat terdahulu yang mendustakan seperti kaum Nuh, Ad dan Tsamud. Kalian akan melihat akibat mereka adalah akibat terburuk dan akhir hidup mereka adalah akhir yang terjelek. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah."

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ ٱلْقَيِّمِ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ

(43) "(Karena itu,) maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam), sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka akan terpisah-pisah."791

Hadapkanlah wajahmu, wahai Rasul, kepada agama yang lurus, yaitu agama Islam, dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Berpeganglah kepadanya dengan teguh sebelum datangnya Hari Kiamat. Bila hari tersebut datang, maka tidak seorang pun mampu menolaknya, makhluk-makhluk tercerai berai dan berhamburan untuk melihat amal-amal perbuatan mereka.


[791] Yakni, sebagian mereka berada dalam surga dan sebagian lagi berada dalam neraka.

مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُۥ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ

(44) "Barangsiapa kafir, maka dia sendirilah yang menanggung (akibat buruk) kekafirannya itu; dan barangsiapa mengerjakan amal shalih, maka mereka menyiapkan (surga) untuk diri mereka sendiri"

Barangsiapa kafir, maka dia memikul hukuman atas kekafirannya, yaitu dia dikekalkan di dalam api neraka. Tetapi barangsiapa beriman dan beramal shalih, maka itu adalah untuk diri mereka sendiri, Allah menyiapkan tempat-tempat tinggal di surga untuk mereka, disebabkan keteguhan mereka dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhan mereka.

لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْكَٰفِرِينَ

(45) "Agar Allah memberi balasan bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih dari karuniaNya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang kafir"

Allah hendak membalas orang-orang yang beriman kepadaNya dan kepada RasulNya serta beramal shalih dari karunia dan kebaikanNya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir, sebaliknya Dia memurkai dan memarahi mereka.

MEMPERHATIKAN ALAM SEMESTA MENAMBAH KEYAKINAN TERHADAP ALLAH

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرْسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٍ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِۦ وَلِتَجْرِىَ ٱلْفُلْكُ بِأَمْرِهِۦ وَلِتَبْتَغُواْ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(46) 'Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira,792 dan agar Dia membuat kalian merasakan sebagian dari rahmatNya, dan agar kapal dapat berlayar dengan perintahNya,793 dan (juga) agar kalian dapat mencari sebagian dari karuniaNya, dan agar kalian bersyukur."

Di antara bukti-bukti Allah yang menunjukkan bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq, tiada sekutu bagiNya, dan besarnya Kuasa-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebelum hujan sebagai berita gembira, karena angin tersebut menggiring awan, jiwa manusia bergembira menyambutnya, Dia hendak membuat mereka merasakan rahmatNya dengan menurunkan hujan yang menghidupkan negeri dan manusia, agar perahu-perahu bisa berjalan di laut dengan perintah Allah, agar kalian bisa mencari sebagian dari karuniaNya melalui perniagaan dan lainnya. Allah melakukan semua itu agar kalian mensyukuri nikmat-nikmatNya dan menyembahNya semata.


[792] Yakni, awan yang tebal yang ditiup angin yang membawa hujan, yang karenanya dapat dirasakan akan segera datangnya rahmat Allah berupa tumbuhnya biji-bijian yang telah disemaikan dan menghijaunya tanam-tanaman, serta berbuahnya tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya.

[793] Yakni, dengan izin Allah dan kehendakNya.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَٱنتَقَمْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُواْ ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(47) "Dan sungguh Kami telah mengutus sebelum engkau (wahai Rasul) rasul-rasul kepada kaum mereka, lalu mereka datang kepada mereka (kaum-kaum itu) dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas, maka Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang gemar berbuat dosa.794Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman."

Sungguh Kami telah mengutus sebelummu, wahai Rasul, para rasul kepada kaum mereka untuk menyampaikan berita gembira dan memberikan peringatan, mengajak mereka kepada tauhid dan memperingatkan mereka dari syirik, lalu para rasul itu datang kepada umat-umat mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti yang kuat, namun kebanyakan dari mereka tidak beriman, maka Kami menghukum orang-orang yang berbuat buruk dari mereka dan membinasakan mereka, dan Kami menolong orang-orang beriman yang merupakan para pengikut rasul-rasul. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang men-dustakanmu bila mereka terus-menerus mendustakanmu dan tidak mau beriman kepadamu.


[794] Yakni, dengan kedatangan para rasul yang membawa keterangan yang jelas kepada kaum mereka itu, maka sebagian mereka beriman dan sebagian lagi mendustakan, bahkan sampai ada yang menyakiti mereka. Maka terhadap orang yang berdosa seperti itu, Allah menimpakan hukuman dan azab.

ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

(48) "Allah-lah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, lalu Allah membentangkannya di langit, sebagaimana yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya, tiba-tiba mereka bergembira."

Allah .Dia-lah yang mengirimkan angin yang menggerakkan awan yang berat karena mengandung air, lalu Allah menyebarkannya di langit sebagaimana Dia kehendaki, Dia menjadikan awan-awan itu potongan-potongan, maka kamu melihat hujan keluar dari celah-celah awan, bila Allah mengirimkan hujan itu kepada hamba-hambaNya, mereka pun berbahagia dan bersuka cita karena Allah telah memberikan hujan tersebut kepada mereka.

وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْهِم مِّن قَبْلِهِۦ لَمُبْلِسِينَ

(49) "Padahal, jika hujan belum diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar berputus asa."

Dan sebelum hujan turun, mereka dalam keadaan berputus asa dan tidak ada harapan, disebabkan tertahannya hujan terhadap mereka.

BUKTI-BUKTI TENTANG KEKUASAAN ALLAH MENGHIDUPKAN ORANG-ORANG MATI DAN KEADAAN MANUSIA PADA HARI KIAMAT

فَٱنظُرْ إِلَىٰٓ ءَاثَٰرِ رَحْمَتِ ٱللَّهِ كَيْفَ يُحْىِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(50) "Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering)nya. Sesungguhnya itu (berarti) Dia benar-benar (kuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa utas segala sesuatu."

Lihatlah wahai orang yang menyaksikan dengan penuh perhatian dan perenungan kepada apa yang diakibatkan oleh hujan, yaitu tumbuhnya pohon-pohon, tanam-tanaman dan buah-buahan; bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah ia mati dengan hujan itu, Dia menumbuhkannya dan ia pun hidup menghijau? Sesungguhnya Allah Yang kuasa menghidupkan bumi yang mati, benar-benar kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang melemahkanNya.

وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَّظَلُّواْ مِنۢ بَعْدِهِۦ يَكْفُرُونَ

(51) "Dan jika benar-benar Kami mengirimkan angin, lalu mereka melihatnya (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap kafir."

Bila Kami mengirimkan angin yang merusak kepada tanaman dan pohon-pohon mereka, mereka melihat tanaman mereka telah rusak akibat angin tersebut, ia mengering setelah sebelumnya hijau, setelah mereka melihatnya, mereka termenung dalam keadaan kafir dan ingkar kepada nikmat-nikmat Allah.

فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْاْ مُدْبِرِينَ

(52) "Maka sesungguhnya engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar; dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang "795

Sesungguhnya kamu wahai Rasul, tidak bisa memperdengarkan orang yang mati hatinya atau tertutup telinganya sehingga dia tidak bisa mendengar kebenaran. Jangan berduka dan jangan bersedih manakala orang-orang musyrik tersebut tidak beriman, karena mereka itu seperti orang-orang yang tuli dan orang-orang yang mati yang tidak bisa mendengar dan tidak merasa sekalipun mereka ada, lalu bagaimana bila mereka tidak hadir di sisimu dan berpaling darimu?


[795] Yakni, Allah menyamakan orang kafir itu dengan orang mati yang tidak mungkin lagi mendengarkan pelajaran-pelajaran. Begitu juga Allah menyamakan orang kafir itu dengan orang tuli yang tidak bisa mendengar panggilan sama sekali, apabila mereka membelakangi kita.

وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِ ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ

(53) "Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatan mereka. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Allah), kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)."

Kamu, wahai Rasul, tidak bisa membimbing orang yang Allah butakan dari jalan hidayah, dan kamu tidak bisa memperdengarkan dengan pendengaran untuk mengambil manfaat, kecuali orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, karena mereka adalah orang-orang yang tunduk dan melaksanakan perintah Allah.

۞ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ

(54) "Allah-lah Yang menciptakan kalian dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kekuatan setelah keadaan lemah itu, kemudian Dia menjadikan (kalian) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa."

Allah Yang menciptakan kalian dari air yang lemah lagi hina dina, yaitu sperma, kemudian Dia memberi kalian kekuatan lelaki setelah sebelumnya kalian lemah sebagai anak-anak, kemudian setelah kekuatan ini hadirlah kelemahan masa tua dan senja. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki berupa kekuatan dan kelemahan. Dia-lah yang Maha Mengetahui makhlukNya, yang juga Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُقْسِمُ ٱلْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُواْ غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُواْ يُؤْفَكُونَ

(55) "Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang gemar berbuat dosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (di dunia796) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran)."797

Saat Hari Kiamat tiba, Allah membangkitkan makhluk-makhluk dari kubur mereka. Saat itu orang-orang musyrik bersumpah bahwa mereka tidak tinggal di bumi kecuali dalam waktu yang pendek. Mereka berdusta dalam sumpah mereka sebagaimana mereka juga telah berdusta di dunia dan mereka mengingkari kebenaran yang dibawa para rasul kepada mereka.


[796] Sebagian ulama tafsir mengatakan, "di dalam kubur".

[797] Yakni, sebagaimana mereka berdusta dalam perkataan mereka ini, seperti itu pulalah mereka selalu berdusta di dunia.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ وَٱلْإِيمَٰنَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْبَعْثِ ۖ فَهَٰذَا يَوْمُ ٱلْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

(56) "Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang, orang kafir),'Sungguh kalian telah berdiam (di sana) menurut ketetapan Allah, sampai hari kebangkitan. Maka inilah hari kebangkitan itu, tetapi (dahulu) kalian tidak mengetahui (mempercayai) nya'."

Orang-orang yang berilmu dan beriman kepada Allah, dari kalangan malaikat-malaikat, para nabi dan orang-orang yang beriman berkata, "Sungguh kalian telah tinggal sesuai dengan apa yang ditulis oleh Allah berdasarkan ilmuNya yang terdahulu sejak hari di mana kalian diciptakan sampai kalian dibangkitkan, maka inilah hari kebangkitan itu, akan tetapi kalian tidak mengetahui, sehingga kalian mengingkarinya di dunia dan mendustakannya."

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

(57) "Maka pada hari itu tidak bermanfaat bagi orang-orang yang zhalim ungkapan alasan (permintaan maaf) mereka, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertaubat."

Di Hari Kiamat, alasan-alasan yang diberikan oleh orang-orang zhalim tidak berguna bagi mereka, mereka tidak lagi dituntut untuk taat dan bertaubat guna meraih ridha Allah, sebaliknya mereka dihukum karena perbuatan-perbuatan buruk dan kemaksiatan-kemaksiatan mereka.

ANJURAN MEMPERHATIKAN PERUMPAMAAN YANG TERDAPAT DALAM AL-QUR'AN

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَلَئِن جِئْتَهُم بِـَٔايَةٍ لَّيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ

(58) "Dan sungguh Kami telah membuat untuk manusia segala macam perumpamaan dalam al-Qur'an ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, 'Kalian hanyalah orang-orang yang membawa kebatilan belaka'."

Sungguh Kami telah menjelaskan kepada manusia segala perumpamaan di dalam al-Qur'an ini untuk menegakkan hujjah atas mereka dan menetapkan keesaan Allah Bila kamu, wahai Rasul, datang kepada mereka dengan membawa hujjah apa pun yang membuktikan kebenaranmu, niscaya orang-orang yang kafir kepadamu akan berkata, "Kalian, wahai Rasul dan orang-orang yang mengikutimu, hanyalah orang-orang pembawa kebatilan dalam perkara yang kalian bawa kepada kami."

كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

(59) "Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) mengetahui

Dengan penutupan seperti inilah, Allah menutup hati orang-orang yang tidak mengetahui hakikat pelajaran-pelajaran dan ayat-ayat yang jelas yang kamu bawa, wahai Rasul, dari sisi Allah.

فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ ٱلَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

(60) "Maka bersabarlah engkau (wahai Rasul), karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkanmu"

Maka bersabarlah, wahai Rasul, atas apa yang menimpamu, berupa gangguan dan pendustaan dari kaummu. Sesungguhnya kemenangan, kekuasaan dan pahala yang Allah janjikan kepadamu adalah haq, tiada keraguan padanya. Orang-orang yang tidak meyakini kebangkitan dan tidak membenarkan pembalasan jangan sampai memalingkanmu dari agamamu.