Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Qashash

KISAH MUSA DAN FIR'AUN SEBAGAI BUKTI KEBENARAN AL-QUR'AN
Kekejaman Fir'aun dan Pertolongan Allah Kepada Bani Israil, Kaum yang Tertindas

طسٓمٓ

(l) "Tha Sin Mim."

(Tha Sin Mim). Keterangan tentang huruf-huruf yang terpenggal-penggal (di awal surat seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah.

تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ

(2) "Ini adalah ayat-ayat Kitab (al-Qur'an) yang jelas (dari Allah)."

Ini adalah ayat-ayat al-Qur'an yang Aku turunkan kepadamu, wahai Rasul, untuk menjelaskan setiap yang dibutuhkan oleh hamba-hamba di dunia dan akhirat mereka.

نَتْلُواْ عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَىٰ وَفِرْعَوْنَ بِٱلْحَقِّ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(3) "Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan sebenarnya; untuk orang-orang yang beriman."

Kami membacakan kepadamu dari sebagian kisah Musa bersama Fir'aun dengan benar, untuk kaum yang beriman kepada aI-Qur'an ini dan membenarkan bahwa sesungguhnya al-Qur'an itu berasal dari sisi Allah dan mereka mengamalkan petunjuk-petunjuknya.

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَآئِفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَآءَهُمْ وَيَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ

(4) "Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), di mana dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sesungguhnya dia (Fir'aun) adalah di antara orang-orang yang berbuat kerusakan."

Sesungguhnya Fir'aun itu telah menyombongkan diri dan bertindak sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan para penduduknya bergolong-golongan yang terpecah belah. Ia menindas sebagian dari mereka, yaitu orang-orang Bani Israil, menyembelih anak-anak lelaki mereka dan memperbudak perempuan-perempuan mereka. Sesungguhnya ia termasuk manusia yang melakukan kerusakan di muka bumi.

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُواْ فِى ٱلْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ ٱلْوَٰرِثِينَ

(5) "Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin-pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (nya),"743

Dan Kami berkehendak untuk mencurahkan karunia Kami kepada orang-orang yang ditindas oleh Fir'aun di muka bumi dan Kami jadikan mereka sebagai para pemimpin dalam kebaikan dan penyeru kepadanya, dan Kami jadikan mereka orang-orang yang mewarisi tanah (Mesir) setelah kebinasaan Fir'aun dan kaumnya.


[743] Yakni, negeri Syam dan Mesir dan negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Fir'aun dahulu. Sesudah kerajaan Fir'aun runtuh, negeri-negeri ini kemudian diwarisi oleh Bani Israil.

وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَنُرِىَ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُواْ يَحْذَرُونَ

(6) "dan Kami teguhkan kedudukan mereka (Bani Israil) di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman bersama bala tentara mereka berdua apa yang selalu mereka takutkan dari mereka"744

Dan Kami kokohkan kekuasaan bagi mereka di muka bumi dan Kami menjadikan Fir'aun, Haman dan bala tentara mereka menyaksikan dari golongan yang tertindas ini apa yang mereka takuti, berupa kebinasaan mereka dan sirnanya kerajaan mereka serta terusirnya mereka dari negeri-negeri mereka sendiri oleh seseorang yang terlahir dari Bani Israil.


[744] Fir'aun selalu takut bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil, karena itu dia membunuh anak-anak laki-laki yang lahir di kalangan Bani Israil. Dan ayat ini menyatakan bahwa akan terjadi sebagaimana yang dia takutkan itu.

Nabi Musa Dihanyutkan ke Dalam Sungai Nil Untuk Menyelamatkan Kaumnya Dari Kekejaman Fir'aun

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ . فَٱلْتَقَطَهُۥٓ ءَالُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا كَانُواْ خَٰطِـِٔينَ

(7-8) "Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa,'Susuilah dia (Musa), lalu apabila engkau khawatir terhadapnya, maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, (karena) sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.' Maka dia dipungut oleh keluarga Fir'aun, agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman serta bala tentara mereka berdua adalah orang-orang yang bersalah."

Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa ketika melahirkannya dan mengkhawatirkannya dari disembelih oleh Fir'aun sebagaimana ia telah menyembelihi anak-anak Bani Israil, "Susuilah dia dengan hati tenang. Lalu bila kamu khawatir berita si anak akan terbongkar, maka letakkanlah dia di dalam kotak dan hanyutkanlah dia ke sungai Nil, tanpa rasa khawatir terhadap Fir'aun dan kaumnya untuk membunuhnya, dan tanpa ada rasa kesedihan atas kepergiannya. Sesungguhnya Kami akan mengembalikan putramu kepadamu dan mengutusnya sebagai seorang rasul." Maka sang ibu meletakkan putranya di dalam suatu kotak dan menghanyutkannya ke sungai Nil. Kemudian orang-orang Fir'aun menemukan dan mengambilnya. Maka itulah kesudahan kejadian tersebut, yaitu bahwa Allah menjadikannya sebagai musuh dan kesedihan bagi mereka, dan kehancuran mereka melalui tangannya. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman dan para pendukung mereka adalah orang-orang yang berdosa lagi menyekutukan Allah.

وَقَالَتِ ٱمْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِّى وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

(9) "Dan istri Fir'aun berkata, '(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita ambil dia menjadi anak,' dan mereka tidak menyadari (bahwa mereka akan binasa melalui tangannya)."

Dan ketika istri Fir'aun melihatnya, Allah menaruh rasa sayang di hatinya, dan dia berkata kepada Fir'aun, "Anak kecil ini akan menjadi sumber kebahagiaan bagiku dan bagimu. Maka janganlah kalian membunuhnya. Mungkin saja kita akan mendapatkan kebaikan melaluinya atau kita jadikan ia sebagai anak." Fir'aun dan keluarganya tidak menyadari bahwa kehancuran mereka adalah melalui kedua tangan anak itu.

وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(10) "Dan hati ibu Musa menjadi kosong,745 Sungguh hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah)"

Sementara itu, hati ibu Musa menjadi kosong dari semua hal yang terkait di dunia kecuali dari pikiran tentang Musa dan mengingatnya. Dan hampir saja ia menyatakan rahasia bahwa anak itu adalah putranya, sekiranya Kami tidak meneguhkan hatinya. Maka ia pun dapat bersabar dan tidak memberitahukan tentangnya, agar ia menjadi orang-orang yang beriman terhadap janji Allah dan meyakininya.


[745] Yakni, setelah ibunda Nabi Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian di hatinya karena kekhawatiran atas keselamatan Musa, bahkan hampir-hampir dia berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri.

وَقَالَتْ لِأُخْتِهِۦ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِۦ عَن جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

(11) "Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, 'Ikutilah dia (Musa). Maka dia melihatnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadari (bahwa dia kakak perempuan Musa)"

Dan ibu Musa berkata kepada saudara perempuan Musa ketika hendak melemparkan Musa, "Ikutilah perjalanan Musa, tindakan apa yang diperlakukan padanya?" Maka sang kakak mengikuti arah Musa dan melihatnya dari kejauhan. Sedang kaum Fir'aun tidak menyadari bahwa perempuan itu adalah saudara perempuan Musa dan ia tengah mencari tahu berita tentangnya.

۞ وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ ٱلْمَرَاضِعَ مِن قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰٓ أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُۥ لَكُمْ وَهُمْ لَهُۥ نَٰصِحُونَ

(12) "Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (kakak perempuan Musa itu), 'Maukah aku tunjukkan kepada kalian keluarga yang akan (bisa) memeliharanya untuk kalian dan mereka adalah orang-orang yang tulus (berlaku baik) padanya?"'

Dan Kami cegah wanita-wanita yang menyusui dari Musa untuk menyusu dari mereka sebelum Kami mengembalikannya kepada ibunya. Lalu saudara perempuannya berkata, "Maukah kalian aku tunjukkan kepada kalian satu keluarga yang akan merawatnya dan menyusuinya dengan baik, serta mereka akan menyayanginya?" Mereka pun menerima permintaannya itu.

فَرَدَدْنَٰهُ إِلَىٰٓ أُمِّهِۦ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(13) "Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya"

Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya matanya menjadi sejuk dengannya dan Kami tepati janji Kami kepadanya, pasalnya Musa kembali kepadanya dalam keadaan selamat dari dibunuh oleh Fir'aun, dan agar ia tidak bersedih atas perpisahan dengan Musa, dan agar ia yakin bahwa janji Allah itu benar dalam hal yang Dia janjikan kepadaNya berupa dikembalikannya Musa kepadanya dan menjadikannya sebagai utusan Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janjiNya. Akan tetapi, kebanyakan orang musyrik tidak mengetahui bahwa janji Allah itu benar.

Nabi Musa Diberi Ilham dan Hikmah Sebagai Persiapan Untuk Menjadi Rasul

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَٱسْتَوَىٰٓ ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(14) "Dan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan ilmu. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

Dan ketika Musa sudah mencapai puncak kekuatan fisiknya dan kemampuan akalnya pun telah matang, Kami berikan kepadanya hukum dan ilmu yang menjadi alat bagi dirinya untuk mengetahui hukum-hukum syariat. Dan sebagaimana Kami memberikan balasan kepada Musa atas ketaatan dan perbuatan baiknya, Kami akan memberikan balasan kepada setiap hamba-hamba Kami yang berbuat kebaikan.

وَدَخَلَ ٱلْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِۦ ۖ فَٱسْتَغَٰثَهُ ٱلَّذِى مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِى مِنْ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۖ إِنَّهُۥ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ

(15) "Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah,746 lalu dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang adalah dari golongannya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya itu meminta pertolongan kepadanya untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak musuhnya, lalu Musa meninjunya, sehingga (berhasil) membunuhnya. Dia (Musa) berkata, 'Ini adalah perbuatan setan.747 Sesungguhnya dia (setan itu) adalah musuh menyesatkan yang jelas'."

Dan Musa memasuki kota dengan sembunyi-sembunyi ketika para penduduknya tengah lengah. Lalu dia mendapati padanya dua orang lelaki yang sedang berkelahi. Salah satunya dari kaum Musa dari kalangan Bani Israil dan lelaki lainnya dari kaum Fir'aun. Maka orang yang berasal dari kaum Musa meminta pertolongan (dari Musa) untuk melawan musuhnya. Lalu Musa meninjunya dengan kepalan tangannya, sehingga lelaki itu mati. Ketika membunuhnya, Musa berkata, "Ini adalah hasutan setan dengan menyulut emosi amarahku, sehingga aku memukulnya dan ia menjadi binasa. Sesungguhnya setan itu musuh bagi anak keturunan Adam, menyimpangkan (mereka) dari jalan lurus, lagi sangat nyata permusuhannya." Perbuatan Musa ini terjadi sebelum ia menjadi seorang nabi.


[746] Yakni, di tengah hari, di waktu penduduk sedang istirahat siang.

[747] Yakni, Nabi Musa menyesal atas kematian orang itu karena pukulannya, sebab dia bukanlah bermaksud untuk membunuhnya, tetapi hanya semata-mata membela kaumnya.

قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

(16) "Dia (Musa) berdoa, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.' Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Musa berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan membunuh jiwa yang Engkau tidak memerintahkan aku untuk membunuhnya. Maka ampunilah dosaku itu." Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dosa-dosa hamba-hambaNya, juga Maha Penyayang terhadap mereka.

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِّلْمُجْرِمِينَ

(17) "Dia (Musa) berkata, 'Wahai Tuhanku! Karena nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang gemar berbuat dosa'."

Musa berkata, "Wahai Tuhanku, melalui anugerah yang Engkau curahkan kepadaku dengan menerima taubatku, memberikan ampunan dan kenikmatan-kenikmatan yang melimpah, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi siapa pun untuk melakukan perbuatan maksiat dan perbuatan jahatnya."

فَأَصْبَحَ فِى ٱلْمَدِينَةِ خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا ٱلَّذِى ٱسْتَنصَرَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُۥ ۚ قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰٓ إِنَّكَ لَغَوِىٌّ مُّبِينٌ

(18) "Karena itu, dia (Musa) menjadi ketakutan berada di kota itu sambil mengawasi (akibat perbuatannya itu), lalu tiba-tiba orang yang kemarin meminta pertolongan berteriak meminta pertolongan kepadanya (lagi). Musa berkata kepadanya, 'Sesungguhnya engkau benar-benar orang sesat yang jelas'."

Karenanya, di dalam kota, Musa menjadi takut kepada Fir'aun, ia mencari tahu tentang berita yang diperbincangkan oleh masyarakat terkait dirinya dan korban yang dibunuhnya. Lalu ia melihat temannya yang kemarin beradu senjata dengan orang lain dari suku Qibthi dan meminta pertolongan darinya, maka Musa berkata kepadanya, "Sesungguhnya kamu itu benar-benar banyak berbuat penyimpangan dan nyata kesesatannya."

فَلَمَّآ أَنْ أَرَادَ أَن يَبْطِشَ بِٱلَّذِى هُوَ عَدُوٌّ لَّهُمَا قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ أَتُرِيدُ أَن تَقْتُلَنِى كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًۢا بِٱلْأَمْسِ ۖ إِن تُرِيدُ إِلَّآ أَن تَكُونَ جَبَّارًا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِينَ

(19) "Maka ketika dia (Musa) hendak memukul dengan keras orang yang menjadi musuh mereka berdua, dia (musuhnya itu) berkata, ’Wahai Musa! Apakah engkau ingin membunuhku sebagaimana kemarin engkau membunuh seseorang? Engkau hanya bermaksud menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan engkau tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian"

Maka tatkala Musa hendak memukul orang Qibthi itu, ia berkata, "Apakah kamu akan membunuhku sebagaimana kamu telah membunuh seseorang kemarin? Kamu itu tidak ingin kecuali menjadi seorang yang anarkis di muka bumi. Kamu tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang mendamaikan di antara manusia."

Nabi Musa Mendapat Nasihat Supaya Meninggalkan Negeri Mesir

وَجَآءَ رَجُلٌ مِّنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّ ٱلْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَٱخْرُجْ إِنِّى لَكَ مِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ

(20) "Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota seraya berkata,'Wahai Musa! Sesungguhnya para pemuka (negeri ini) sedang berunding tentang dirimu untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu'"

Dan datanglah seorang lelaki dari ujung kota dengan berjalan cepat tergopoh-gopoh. Ia berkata kepada Musa, "Sesungguhnya para pembesar kaum Fir'aun telah berkonspirasi untuk menghabisi dirimu dan mereka tengah bermusyawarah. Maka keluarlah kamu dari kota ini. Sesungguhnya aku adalah orang yang tulus menasihatimu dan mengkhawatirkan dirimu."

فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(21) "Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, (sambil terus) mengawasi (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa,'Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim itu'"

Maka Musa keluar dari kota Fir'aun dengan diliputi rasa takut, menunggu-nunggu adanya pengejaran yang dapat menyusulnya sehingga akan dapat menangkapnya. Maka Musa berdoa kepada Allah supaya berkenan menyelamatkannya dari orang-orang yang zhalim.

وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَآءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّىٓ أَن يَهْدِيَنِى سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

(22) "Dan ketika dia menuju ke arah negeri Madyan, dia berdoa lagi, 'Mudah-mudahan Tuhanku menunjukkan untukku jalan yang benar (menuju Madyan)'"

Dan tatkala Musa berjalan menuju negeri Madyan dan keluar dari daerah kekuasaan Fir'aun, ia berkata, "Mudah-mudahan Tuhanku memanduku dengan petunjuk menuju negeri Madyan."

وَلَمَّا وَرَدَ مَآءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ ٱلنَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ ٱمْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِى حَتَّىٰ يُصْدِرَ ٱلرِّعَآءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ

(23) "Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternak mereka), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, 'Apakah maksud kalian berdua (berbuat begitu) ?" Kedua (perempuan) itu menjawab, 'Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternak mereka), sedang ayak kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya'."

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan, ia menyaksikan sekumpulan orang di sana memberi minuman untuk ternak-ternak mereka Dan ia menjumpai di belakang kumpulan orang-orang itu dua orang wanita yang memisahkan diri dari manusia menahan kambing mereka, karena ketidakkuatan dan kelemahan fisik mereka untuk menerobos kumpulan orang-orang lelaki, dan mereka menunggu hingga binatang-binatang ternak orang-orang pulang darinya, kemudian mereka berdua baru memberikan minum bagi ternak mereka berdua. Ketika Musa melihat mereka berdua, hati Musa merasa iba kepada mereka, kemudian bertanya kepada mereka, "Mengapa kalian begini?" Mereka menjawab, "Kami tidak mampu menerobos kumpulan orang-orang lelaki, sedang ayah kami adalah orang yang sudah lanjut usia, tidak mampu memberi minum ternaknya karena kelemahan fisik dan usianya yang sudah tua."

فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

(24) "Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia berbalik kembali ke tempat yang teduh itu lalu berdoa, ’ Wahai Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (seperti, makanan) yang Engkau turunkan kepadaku'."

Maka Musa menggantikan mereka berdua memberikan minum hewan ternak mereka dan lalu berjalan menuju arah bayangan pohon dan ia berteduh dengannya, dan dia berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku membutuhkan kebaikan jenis apa pun yang Engkau giring kepadaku, seperti makanan." Dan waktu itu, rasa lapar telah melilitnya.

فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(25) "Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu sambil berjalan dengan malu-malu, dia berkata. 'Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami.' Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia (ayahnya itu) berkata, 'Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zhalim itu.’

Kemudian salah seorang wanita yang telah ia gantikan untuk meminumkan air bagi tamaknya berjalan ke arahnya dengan malu-malu, Wanita itu berkata, "Sesungguhnya ayahku memanggil kamu untuk memberimu imbalan atas bantuanmu memberi minum bagi (ternak) kami." Lalu Musa berjalan bersamanya menuju ayahnya. Ketika Musa sampai kepada ayah wanita itu dan menceritakan kepadanya kisah dirinya bersama Fir'aun dan kaumnya, ayah wanita itu berkata, "Janganlah takut. Kamu telah selamat dari kaum yang zhalim. Yaitu, Fir'aun dan kaumnya. Sebab, ia tidak memiliki kekuasaan atas negeri kami."

قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُ

(26) "(Lalu) salah seorang dari kedua (anak perempuan) itu berkata, 'Wahai ayahku! Sewalah (upahlah) dia untuk sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau sewa sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya'."

Salah seorang wanita itu berkata kepada bapaknya, "Wahai ayah, jadikanlah ia orang yang bekerja menggembalakan ternak untukmu. Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau pekerjakan untuk menggembalakan ternak adalah orang yang kuat untuk menjaga ternakmu lagi dapat dipercaya yang engkau tidak khawatir ia akan berkhianat dalam urusan yang engkau percayakan kepadanya."

قَالَ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ٱبْنَتَىَّ هَٰتَيْنِ عَلَىٰٓ أَن تَأْجُرَنِى ثَمَٰنِىَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ ۖ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(27) "Dia (ayahnya) berkata,'Sesungguhnya aku ingin menikahkanmu dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini, dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun, dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) darimu, dan aku tidak bermaksud memberatkanmu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik"

Orang tua itu berkata kepada Musa, "Sesungguhnya aku ingin menikahkan kamu dengan salah seorang putriku ini dengan syarat kamu bekerja untukku menggembalakan ternakku selama delapan tahun sebagai imbalannya. Apabila kamu menyempurnakan sampai sepuluh tahun, maka itu adalah satu tindakan baik darimu. Dan aku tidak ingin mempersulit dirimu dengan menjadikan masa kerjanya sepuluh tahun. Kamu akan mendapatiku insya Allah termasuk orang-orang yang shalih dalam pergaulan yang baik dan menepati janji apa yang aku katakan."

قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ ۖ أَيَّمَا ٱلْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَٰنَ عَلَىَّ ۖ وَٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ

(28) "Dia (Musa) berkata, 'Itu (perjanjian) antara aku denganmu; yang mana saja dari kedua waktu (yang kita tentukan itu) yang aku selesaikan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa (kesepakatan) yang kita ucapkan ini'."

Musa berkata, "Apa yang kamu katakan tadi berlaku antara aku dan kamu. Maksudnya, mana saja dari kedua tempo waktu yang aku jalani dalam bekerja, maka aku sudah memenuhi kewajiban kepadamu. Maka aku tidak akan dituntut untuk melakukan yang lebih dari itu. Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan, lagi Maha Pemelihara yang menyaksikan kita, dan Mengetahui perjanjian yang kita buat bersama."

Nabi Musa Pulang ke Mesir dan Menerima Wahyu Untuk Menyeru Fir'aun

۞ فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى ٱلْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِۦٓ ءَانَسَ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ ٱمْكُثُوٓاْ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

(29) "Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang disepakati itu dan dia berangkat membawa keluarganya, dia melihat api di lereng gunung.748 Dia berkata kepada keluarganya, 'Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepada kalian dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kalian dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)'."

Setelah Nabi Allah, Musa menepati tempo waktu selama sepuluh tahun kepada orang tersebut, yaitu tempo waktu yang lebih lama, dan berangkat bersama keluarganya menuju Mesir, dia melihat nyala api di lereng gunung. Musa berkata kepada keluarganya, "Sebentar dan tunggulah, sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku bisa kembali kepada kalian darinya dengan satu berita atau aku kembali kepada kalian dengan membawa nyala api agar kalian dapat menghangatkan badan dengannya."


[748] Yakni, setelah Nabi Musa menyelesaikan perjanjian dengan mertuanya di Madyan, dia berangkat bersama keluarganya dengan sejumlah kambing yang diberikan oleh mertuanya, maka pada suatu malam yang sangat gelap dan dingin Nabi Musa tiba di suatu tempat, tetapi setiap dia menghidupkan api, korek api tidak mau menyala. Hal itu sangat mengherankan Musa , maka dia berkata kepada istrinya sebagaimana disebut dalam ayat 29.

فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِىَ مِن شَٰطِئِ ٱلْوَادِ ٱلْأَيْمَنِ فِى ٱلْبُقْعَةِ ٱلْمُبَٰرَكَةِ مِنَ ٱلشَّجَرَةِ أَن يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّىٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ . وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَٰمُوسَىٰٓ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلْءَامِنِينَ

(30-31) "Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, di sebidang tanah yang diberkahi, dari sebatang pohon, 'Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam!749 Dan lemparkanlah tongkatmu.' Maka ketika dia (melemparkannya dan) melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang gesit, dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh, (Allah berfirman), 'Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut Sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang aman.'

Tatkala Musa mendatangi api itu, Allah menyerunya dari pinggir lembah sebelah kanan Musa, di tempat yang diberkahi, dari sisi sebuah pohon, "Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan Penguasa alam semesta. Dan lemparkanlah tongkatmu." Lalu Musa melemparkannya, maka tongkat itu berubah menjadi seekor ular yang bergerak-gerak cepat. Ketika Musa melihatnya bergerak-gerak seakan-akan dari bangsa ular, ia berbalik lari menjauh darinya, dan ia tidak menoleh ke belakang karena rasa takut. Maka Tuhannya memanggilnya, "Wahai Musa, kembalilah kamu kepadaKu, dan jangan takut. Sesungguhnya kamu itu termasuk orang-orang yang aman dari segala hal yang buruk.


[749] Di tempat dan saat itulah Nabi Musa mulai diangkat menjadi rasul.

اسْلُكْ يَدَكَ فِي جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ وَاضْمُمْ إِلَيْكَ جَنَاحَكَ مِنَ الرَّهْبِ ۖ فَذَانِكَ بُرْهَانَانِ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

(32) 'Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya dia akan keluar dalam keadaan putih (bersinar) tanpa cacat, dan dekapkanlah kedua tangan beserta lenganmu ke dadamu apabila ketakutan.750 Itulah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan engkau perlihatkan) kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik'."

Masukkanlah tanganmu ke dalam lubang bajumu dan keluarkanlah, niscaya akan keluar dalam keadaan putih seperti salju tanpa ada penyakit atau kusta. Dan dekapkanlah tanganmu ke dada agar kamu merasa aman dari rasa takut. Dua hal ini yang Aku perlihatkan kepadamu, wahai Musa, berupa berubahnya tongkat menjadi ular dan tanganmu menjadi putih bersinar tanpa ada penyakit atau kusta, merupakan dua mukjizat dari Tuhanmu ke hadapan Fir'aun dan para pembesar kaumnya. Sesungguhnya Fir'aun dan pembesar-pembesarnya adalah orang-orang yang kafir."


[750} Yakni, karena Nabi Musa merasa takut, Allah memerintahkannya untuk mendekapkan tangan beserta lengannya ke dadanya agar rasa takutnya itu hilang.

Permohonan Nabi Musa Kepada Allah Untuk Mengangkat Harun Menjadi Pembantunya

قَالَ رَبِّ إِنِّى قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ . وَأَخِى هَٰرُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّى لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِىَ رِدْءًا يُصَدِّقُنِىٓ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ

(33-34) "Dia (Musa) berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh seorang dari mereka (kaum Fir'aun), sehingga aku takut mereka akan membunuhku. saudaraku, Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku; sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku'."751

Musa berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh seseorang dari kaum Fir'aun. Dan aku takut mereka akan membunuhku. Dan saudaraku, Harun, lebih fasih tutur katanya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku menjadi pendukung yang membenarkanku dan menggantikanku untuk menjelaskan kepada mereka apa yang akan aku sampaikan kepada mereka. Sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakan aku terkait ucapanku kepada mereka, 'Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang diutus kepada kalian'."


[751] Yakni, selain Nabi Musa merasa takut kepada Fir'aun, juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Fir'aun. Maka dia mohonkan agar Allah mengutus Nabi Harun yang lebih lancar berbicara bersamanya.

قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَٰنًا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا ۚ بِـَٔايَٰتِنَآ أَنتُمَا وَمَنِ ٱتَّبَعَكُمَا ٱلْغَٰلِبُونَ

(35) "Dia (Allah) berfirman, 'Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepada kalian berdua hujjah (yang kokoh), maka mereka tidak akan dapat mencapaimu;752 (berangkatlah kalian berdua) dengan membawa ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) Kami; kalian berdua dan orang yang mengikuti kalianlah yang akan menang'."

Allah berfirman kepada Musa, "Kami akan menguatkan kamu dengan saudaramu dan Kami menjadikan bagi kalian kekuatan hujjah atas Fir'aun dan kaumnya. Maka mereka tidak dapat mencapai kalian berdua dengan melancarkan keburukan. Kalian berdua, wahai Musa dan Harun, dan orang-orang yang beriman kepada kalian berdua adalah orang-orang yang menang atas Fir'aun dan kaumnya, karena mukjizat-mukjizat yang Kami berikan dan kandungannya yang menunjukkan kepada kebenaran.


[752] Yakni, menyentuh kalian berdua dengan keburukan.

فَلَمَّا جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا بَيِّنَٰتٍ قَالُواْ مَا هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّفْتَرًى وَمَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ

(36) "Maka ketika Musa datang kepada mereka dengan membawa ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) Kami yang nyata, mereka berkata, 'Ini tidak lain kecuali sihir yang dibuat-buat, dan kami tidak pernah mendengar (yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu'."

Ketika Musa mendatangi Fir'aun dan menyodorkan kepadanya seluruh dalil dan hujjah Kami yang menjadi saksi akan kebenaran risalah yang dibawa Musa dari sisi Tuhannya, mereka berkata kepada Musa, "Tidaklah yang kamu bawa kepada kami ini kecuali tipuan sihir saja yang kamu buat-buat dengan kebohongan dan kebatilan. Dan kami belum pernah mendengar seruan yang kamu ajak kami kepadanya dari para pendahulu kami yang telah meninggal sebelum kami."

وَقَالَ مُوسَىٰ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَن جَآءَ بِٱلْهُدَىٰ مِنْ عِندِهِۦ وَمَن تَكُونُ لَهُۥ عَٰقِبَةُ ٱلدَّارِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

(37) "Dan dia (Musa) menjawab,'Tuhanku lebih mengetahui siapa yang (pantas) membawa petunjuk dari sisiNya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tidak akan mendapat kemenangan'."

Dan Musa berkata kepada Fir'aun, "Tuhanku lebih mengetahui daripada kami siapa orang yang berada di atas kebenaran yang datang dengan membawa petunjuk yang lurus dari sisiNya dan orang yang akan memperoleh kesudahan yang baik di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kezhaliman tidaklah mendapat kemenangan meraih apa yang mereka mau."

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرِى فَأَوْقِدْ لِى يَٰهَٰمَٰنُ عَلَى ٱلطِّينِ فَٱجْعَل لِّى صَرْحًا لَّعَلِّىٓ أَطَّلِعُ إِلَىٰٓ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّى لَأَظُنُّهُۥ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ

(38) "Dan Fir'aun berkata, 'Wahai para pemuka (kaumku)! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagi kalian selain aku. Maka bakarkanlah tanah liat untukku, wahai Haman (untuk membuat batu bata), kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku, agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa, dan aku yakin bahwa dia termasuk di antara para pendusta'."

Dan Fir’aun berkata kepada para pembesar kaumnya, "Wahai para pembesar ku, aku tidak mengetahui Tuhan bagi kalian yang berhak disembah selain aku. Nyalakanlah api, wahai Haman, di. atas tanah liat agar menjadi kokoh dan buatkanlah bagiku suatu bangunan y ang menjulang tinggi, supaya aku dapat melibat Tuban Musa yang dia sembah dan dia menyeru (manusia) untuk menyembahNya. Dan sesungguhnya aku yakin dia termasuk orang-orang yang berbobong dalam ucapan yang dikatakannya."

وَٱسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُۥ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ

(39) "Dia (Fir'aun) dan bala tentaranya berlaku sombong di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami"

Dan Fir'aun dan bala tentaranya telah berbuat kesombongan di negeri Mesir tanpa alasan yang dibenarkan untuk mau membenarkan Musa dan para pengikutnya terbadap dakwah yang ia serukan kepada mereka. Dan mereka beranggapan bahwa sesungguhnya mereka tidak akan dibangkitkan setelab kematian mereka.

فَأَخَذْنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذْنَٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلظَّٰلِمِينَ

(40) "Maka Kami siksa dia (Fir'aun) dan bala tentaranya, di mana Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orangyang zhalim"

Maka Kami menyiksa Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka semua ke dalam laut dan Kami tenggelamkan merek; semua. Maka lihatlah, wahai Rasul, bagaimana kesudahan orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan berbuat kafir kepadaTuhan mereka.

وَجَعَلْنَٰهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ لَا يُنصَرُونَ

(41) "Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak (manusia) ke neraka dan pada Hari Kiamat mereka tidak akan ditolong."

Dan Kami jadikan Fir’aun dan kaumnya sebagai pemimpin menuju neraka yang akan diikuti oleh orang-orang kafir dan fasik. Dan pada hari Kiamat, mereka tidak mendapatkan pertolongan. Hal itu disebabkan oleh kekafiran dan pendustaan mereka terhadap utusan Tuhan mereka dan ketetapan hati mereka untuk terus mengerjakannya.

وَأَتْبَعْنَٰهُمْ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا لَعْنَةً ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ هُم مِّنَ ٱلْمَقْبُوحِينَ

(42) "Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini; sedangkan pada Hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)"

Dan Kami iringkan pada Fir'aun dan kaumnya di dunia ini kehinaan dan kemurkaan Kami kepada mereka, dan pada Hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang perbuatan mereka dinilai buruk dan mereka dijauhkan dari rahmat Allah.

Taurat Diturunkan Untuk Menjadi Petunjuk Bagi Bani Israil

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ مِنۢ بَعْدِ مَآ أَهْلَكْنَا ٱلْقُرُونَ ٱلْأُولَىٰ بَصَآئِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

(43) "Dan sungguh telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat, agar mereka mendapat pelajaran"

Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Musa kitab Taurat setelah Kami membinasakan umat-umat sebelum dia, seperti kaum Nuh, Ad, Tsamud dan kaum Luth serta penduduk Madyan. Di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk bagi Bani Israil. Dengan itu, mereka dapat mengetahui hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dan perkara-perkara yang membahayakan mereka. Dan di dalamnya terdapat rahmat bagi orang yang mengamalkannya dari mereka. Mudah-mudahan mereka mau mengingat-ingat nikmat-nikmat Allah yang tercurah pada mereka, lalu mereka mensyukuri Allah atas nikmat tersebut dan tidak kafir terhadapNya.

Kisah Nabi Musa Menerima Taurat Hanya Diketahui Muhammad Dengan Wahyu

وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلْغَرْبِىِّ إِذْ قَضَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَى ٱلْأَمْرَ وَمَا كُنتَ مِنَ ٱلشَّٰهِدِينَ

(44) "Dan engkau (wahai Rasul) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Thuwa) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu)."

Dan kamu, wahai Rasul tidaklah berada di sisi sebelah barat dari Musa ketika Kami titahkan kepadanya perintah dan larangan Kami, dan kamu tidaklah termasuk orang-orang yang menyaksikannya, sehingga dapat dikatakan bahwa ia sampai kepadamu melalui jalan ini.

وَلَٰكِنَّآ أَنشَأْنَا قُرُونًا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ ٱلْعُمُرُ ۚ وَمَا كُنتَ ثَاوِيًا فِىٓ أَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُواْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِنَا وَلَٰكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

(45) "Tetapi Kami telah menciptakan beberapa generasi (umat), dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang, dan engkau (wahai Rasul) tidak tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami-lah Yang telah mengutus rasul-rasul, (sehingga kamu mengabarkan semua kisah itu dengan benar berdasarkan wahyu)."

Akan tetapi Kami telah menciptakan umat-umat manusia setelah Musa. Lalu mereka hidup sekian lama sehingga melupakan perjanjian dengan Allah dan mereka meninggalkan perintahNya, Dan kamu tidaklah tinggal di Madyan untuk membacakan kitab Kami, lalu kamu mengetahui sejarah mereka dan memberitahukan itu (kepada orang lain). Akan tetapi, berita yang kamu bawa tentang Musa itu adalah wahyu dan menjadi saksi pembenar atas risalahmu.

وَمَا كُنتَ بِجَانِبِ ٱلطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا وَلَٰكِن رَّحْمَةً مِّن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أَتَىٰهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

(46) "Dan engkau (wahai Rasul) tidak berada di dekat Thur (gunung) itu ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami mengutusmu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum (musyrikin) yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan sebelummu, agar mereka mendapat pelajaran."

Dan kamu, wahai Rasul, juga tidak berada di sisi Gunung Thursina ketika Kami menyeru Musa dan kamu juga tidak menyaksikan apa pun dari kejadian itu sehingga kamu menjadi tahu sendiri. Akan tetapi Kami mengutusmu sebagai rahmat dari sisi Tuhanmu, agar kamu memperingatkan kaum yang belum pernah didatangi seorang pemberi peringatan (rasul) sebelummu, supaya mereka ingat akan kebaikan yang kamu bawa, lalu mereka melaksanakannya, dan keburukan yang kamu larang darinya sehingga mereka menjauhinya.

وَلَوْلَآ أَن تُصِيبَهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَيَقُولُواْ رَبَّنَا لَوْلَآ أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ ءَايَٰتِكَ وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(47) "Dan agar ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan itu, mereka tidak mengatakan, 'Wahai Tuhan kami mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami agar kami mengikuti ayat-ayatMu dan termasuk orang-orang Mukmin?"

Dan supaya ketika siksaan menimpa orang-orang kafir itu dikarenakan kekafiran mereka terhadap Tuhan mereka, mereka tidak mengatakan, "Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus kepada kami seorang rasul sebelumnya lalu kami akan mengikuti ayat-ayatMu yang diturunkan di dalam kitabMu dan kami menjadi orang-orang yang beriman kepadaMu?"

Orang-orang Kafir Selalu Mengingkari Bukti, Sekalipun Dahulu Dimintanya

فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُواْ لَوْلَآ أُوتِىَ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ مُوسَىٰٓ ۚ أَوَلَمْ يَكْفُرُواْ بِمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ مِن قَبْلُ ۖ قَالُواْ سِحْرَانِ تَظَٰهَرَا وَقَالُوٓاْ إِنَّا بِكُلٍّ كَٰفِرُونَ

(48) "Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (al-Qur'an) dari sisi Kami, mereka berkata,'Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?' Bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka berkata, 'Keduanya (Taurat dan al-Qur'an) adalah sihir yang saling menguatkan.' Dan mereka (juga) berkata, 'Sesungguhnya kami kafir (tidak percaya) kepada masing-masing (dari keduanya)'."

Maka tatkala Muhammad datang kepada orang-orang itu sebagai pemberi peringatan bagi mereka, mereka mengatakan, "Mengapa orang yang diutus kepada kami tidak diberikan kepadanya apa yang diberikan kepada Musa berupa mukjizat-mukjizat yang dapat dilihat oleh mata dan satu kitab yang turun sekaligus?" Katakanlah, wahai Rasul, kepada mereka, "Bukankah kaum Yahudi telah kafir kepada Musa sebelumnya? Dan mereka berkata tentang Taurat dan al-Qur'an, 'Dua sumber sihir yang saling mendukung dalam pengaruh sihirnya', dan mereka berkata, 'Kami kafir terhadap keduanya'?"

قُلْ فَأْتُواْ بِكِتَٰبٍ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ هُوَ أَهْدَىٰ مِنْهُمَآ أَتَّبِعْهُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(49) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Datangkanlah oleh kalian sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan al-Qur'an), pasti aku mengikutinya, jika kalian orang-orang yang benar'."

Katakanlah, wahai Rasul, kepada mereka, "Datangkanlah oleh kalian satu kitab dari sisi Allah yang lebih lurus petunjuknya daripada Taurat dan al-Qur'an, niscaya aku akan mengikutinya, jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam pengakuan kalian."

فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(50) "Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), maka ketahuilah bahwa mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa mendapat petunjuk dari Allah? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim"

Maka jika mereka tidak menyambut seruan dakwahmu dengan membawa kitab, dan tidak ada hujjah apa pun yang tersisa lagi bagi mereka, maka ketahuilah sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka belaka. Dan tidak ada orang yang lebih besar kesesatannya daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah. Sesungguhnya Allah tidak memberikan taufik untuk berada di atas kebenaran kepada kaum yang berbuat zhalim yang melanggar perintah Allah dan telah melampaui batas-batas ketetapanNya.

۞ وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ ٱلْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

(51) "Dan sungguh Kami telah menyampaikan perkataan ini (al-Qur'an) kepada mereka agar mereka selalu mengingat(nya)."

Dan sungguh Kami telah menguraikan dengan rinci dan menerangkan al-Qur'an sebagai rahmat bagi kaummu, wahai Rasul, mudah-mudahan mereka mau mengingat-ingat dan mengambil pelajaran darinya.

Sebagian Ahli Kitab Ada yang Beriman Kepada Muhammad Sesudah Menyaksikan Bukti Kebenaran

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِهِۦ هُم بِهِۦ يُؤْمِنُونَ

(52) "Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka al-Kitab sebelum al-Qur'an; mereka beriman (pula) kepadanya (al-Qur'an) "753

Dan orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka al-Kitab sebelum al-Qur'an, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tidak mengubah ajaran mereka, mereka itu beriman kepada al-Qur'an dan kepada Muhammad .


[753] Yaitu, sebagian dari kaum Yahudi dan Nasrani yang belum menyimpang dan tidak memutarbalikkan isi Taurat dan Injil.

وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِۦ مُسْلِمِينَ

(53) "Dan apabila ia (al-Qur'an) dibacakan kepada mereka, mereka berkata, 'Kami beriman kepadanya, sesungguhnya (al-Qur'an) itu adalah kebenaran dari Tuhan kami. Sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim (berserah diri)'."

Apabila dibacakan al-Qur'an kepada orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka al-Kitab, mereka akan mengatakan, "Kami mengimaninya, dan kami mengamalkan kandungannya. Sesungguhnya ia merupakan kebenaran dari Tuhan kami. Sesungguhnya sebelum turunnya al-Qur'an, kami adalah orang yang berserah diri dan mengesakan Allah karena agama Allah itu satu, yaitu Islam."

أُوْلَٰٓئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُواْ وَيَدْرَءُونَ بِٱلْحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ . وَإِذَا سَمِعُواْ ٱللَّغْوَ أَعْرَضُواْ عَنْهُ وَقَالُواْ لَنَآ أَعْمَٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَٰلُكُمْ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِى ٱلْجَٰهِلِينَ

(54-55) "Mereka itu diberikan pahalanya dua kali (karena beriman kepada Taurat dan al-Qur'an) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menginfakkan sebagian dari rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang main-main (batil), mereka berpaling darinya dan berkata, 'Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian; semoga selamatlah kalian, kami tidak menginginkan (jalan) orang-orang jahil'."

Orang-orang yang telah disebutkan sifat-sifat (ciri-ciri)nya itu, mereka diberi pahala dua kali atas keimanan mereka terhadap kitab suci mereka dan keimanan mereka terhadap al-Qur'an dengan kesabaran mereka. Dan termasuk karakter mereka, bahwasanya mereka menolak keburukan dengan kebaikan, dan mereka menafkahkan sebagian yang Kami rizkikan kepada mereka di jalan kebaikan dan kebajikan. Apabila mereka mendengar perkataan batil, mereka tidak menyodorkan pendengaran mereka untuk menyimaknya. Mereka berkata, "Bagi kami amal-amal kami dan kami tidak akan membelok darinya. Dan bagi kalian perbuatan-perbuatan kalian dan dosanya menjadi tanggungan kalian sendiri. Kami tidak ingin menyibukkan diri untuk membantah kalian, sedang kalian tidaklah mendengar dari kami kecuali hal-hal yang baik saja. Kami tidak ingin berkomunikasi kepada kalian atas dasar kebodohan kalian. Sebab sesungguhnya kami tidak ingin jalan orang-orang jahil dan tidak menyukainya." Ini termasuk kata-kata terbaik yang diucapkan para da'i yang mengajak manusia kepada Allah.

Hanya Allah-lah yang Dapat Memberi Taufik Kepada HambaNya Untuk Beriman

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

(56) "Sesungguhnya engkau (wahai Rasul) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah Yang memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang (layak) mendapat petunjuk."

Sesungguhnya kamu, wahai Rasul, tidak bisa memberikan hidayah taufik kepada orang yang kamu inginkan memperoleh hidayah. Akan tetapi, urusan itu berada di Tangan Allah, Dia memberikan hidayah kepada orang yang dikehendakiNya untuk Dia beri hidayah menuju keimanan dan memberikan taufik kepadanya menuju hidayah itu. Dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang pantas menerima hidayah dan kemudian Dia menunjukkannya kepadanya.

وَقَالُوٓاْ إِن نَّتَّبِعِ ٱلْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَآ ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّن لَّهُمْ حَرَمًا ءَامِنًا يُجْبَىٰٓ إِلَيْهِ ثَمَرَٰتُ كُلِّ شَىْءٍ رِّزْقًا مِّن لَّدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(57) 'Dan mereka berkata, 'Jika kami mengikuti petunjuk bersamamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.' (Allah berfirman), 'Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka di tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan kepadanya buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rizki (bagi mereka) dari sisi Kami?' Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui"

Orang-orang kafir Makkah berkata, "Bila kami mengikuti kebenaran yang kamu bawa kepada kami dan kami anti dari para pembela dan tuhan-tuhan (kami), niscaya kami akan diusir dari tempat kami dengan dibunuh, ditawan dan terampas kekayaan kami." Bukankah Kami telah menjadikan mereka berkuasa di negeri yang aman, di mana Kami mengharamkan atas manusia untuk menumpahkan darah di dalamnya, dipasok kepadanya buah-buahan dari segala sesuatu (tumbuhan) sebagai rizki dari sisi Kami? Akan tetapi, kebanyakan kaum musyrikin tidak mengerti urgensi kenikmatan-kenikmatan yang tercurah kepada mereka itu, sehingga mereka tidak mensyukuri Dzat yang telah melimpahkan karunia itu kepada mereka dan tidak menaatiNya.

TUHAN TIDAK AKAN MEMBINASAKAN SUATU UMAT SEBELUM DIUTUS KEPADA MEREKA SEORANG RASUL

وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا ۖ فَتِلْكَ مَسَٰكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَن مِّنۢ بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ وَكُنَّا نَحْنُ ٱلْوَٰرِثِينَ

(58) "Dan betapa banyak sudah (penduduk) negeri yang bersikap angkuh (kafir) terhadap nikmat-nikmat penopang hidupnya telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kami-lah yang mewarisinya."754

Dan banyak dari penduduk negeri-negeri yang telah Kami binasakan ketika gaya kehidupan telah melalaikan mereka dari keimanan kepada rasul-rasul, lalu mereka ingkar dan berbuat aniaya. Maka itulah kediaman-kediaman mereka, tidak dihuni sepeninggal mereka kecuali sebagian kecil saja darinya. Dan Kami adalah pewaris para hamba, Kami mematikan mereka, kemudian mereka dikembalikan kepada Kami, lalu Kami memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka.


[754] Yakni, setelah mereka hancur, tempat itu kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah ia kepada pemiliknya yang hakiki, yaitu Allah .

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِىٓ أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُواْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِى ٱلْقُرَىٰٓ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَٰلِمُونَ

(59) "Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sehingga Dia mengutus seorang rasul di pusat kotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri-negeri, kecuali penduduknya melakukan kezhaliman"

Dan tidaklah Tuhanmu, wahai Rasul, membinasakan negeri-negeri yang berada di sekitar Makkah pada masamu sehingga diutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Dan Kami tidaklah membinasakan negeri-negeri kecuali penduduknya dalam keadaan berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dengan kafir kepada Allah dan berbuat maksiat kepadaNya. Maka dengan itu, mereka pantas mendapatkan hukuman dan siksaan.

KEHIDUPAN DUNIAWI ADALAH BAYANGAN BELAKA DAN KEHIDUPAN AKHIRATLAH YANG KEKAL DAN ABADI

وَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍ فَمَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتُهَا ۚ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(60) "Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kalian, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka tidakkah kalian mengerti?"

Apa saja yang diberikan kepada kalian, wahai manusia, dari segala sesuatu berupa harta benda dan anak-anak, maka sesungguhnya itu hanyalah merupakan kenikmatan yang kalian bersenang-senang dengannya di kehidupan dunia ini dan merupakan perhiasan yang dijadikan penghias. Sedang apa yang ada di sisi Allah bagi orang-orang yang taat dan loyal kepadaNya adalah lebih baik dan lebih kekal; karena bersifat langgeng tanpa pernah habis. Maka apakah kalian tidak memiliki akal, wahai sekalian kaum, untuk merenung dengannya, sehingga kalian menjadi tahu antara kebaikan dari keburukan?

PERMINTAAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMPERSEKUTUKAN TUHAN DI HARI KIAMAT DAN KEMENANGAN BAGI ORANG-ORANG MUKMIN

أَفَمَن وَعَدْنَٰهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَٰقِيهِ كَمَن مَّتَّعْنَٰهُ مَتَٰعَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ثُمَّ هُوَ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ

(61) "Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu dia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi;755 kemudian pada Hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?"

Apakah orang yang Kami janjikan dari hamba-hamba Kami atas ketaatannya dengan surga, lalu dia mendapatkan apa yang dijanjikan kepadanya dan ia menuju ke sana, sama seperti orang yang Kami berikan kenikmatan duniawi kepadanya di kehidupan dunia ini, lalu dia bersenang-senang dengannya dan lebih mengutamakan kenyamanan hidup duniawi dibandingkan ukhrawi, kemudian dia di Hari Kiamat termasuk orang-orang yang diajukan untuk menghadapi perhitungan perbuatan-perbuatan dan pembalasannya? Dua golongan itu tidak sama. Maka hendaklah orang yang berakal memilih pilihan yang terbaik bagi dirinya, yaitu taat kepada Allah dan mengharap keridhaanNya.


[755] Yakni, orang yang diberi kenikmatan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat, karena itu di akhirat dia akan diseret ke dalam neraka.

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

(62) "Dan (ingatlah) hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, 'Di manakah sekutu-sekutu Ku yang dahulu kalian sangka?"'

Dan pada hari Allah menyeru orang-orang yang menyekutukan para wali dan berhala-berhala denganNya di dunia ini, kemudian Allah berfirman, "Manakah sekutu-sekutuKu yang dahulu kalian beranggapan bahwa mereka adalah sekutu-sekutu bagiKu?"

قَالَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْقَوْلُ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَغْوَيْنَآ أَغْوَيْنَٰهُمْ كَمَا غَوَيْنَا ۖ تَبَرَّأْنَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كَانُوٓاْ إِيَّانَا يَعْبُدُونَ

(63) "Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan ketetapan (hukuman) berkata, 'Wahai Tuhan kami, mereka Inilah orang-orang yang kami sesatkan Itu: kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan kepadaMu berlepas diri (dari mereka), mereka sekali-kali tidak menyembah kami'."

Orang orang yang sudah ditetapkan tertimpa siksaan, yaitu para penyeru kekafiran, berkata, "Wahai Tuhan kami, mereka Inilah yang telah kami sesatkan, kami menyesatkan mereka sebagaimana kami telah sesat jalan. Kami berlepas diri kepada Engkau untuk membela dan menolong mereka. Mereka itu tidaklah menyembah kami. Sesungguhnya mereka itu hanyalah menyembah setan-setan,"

وَقِيلَ ٱدْعُواْ شُرَكَآءَكُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُواْ لَهُمْ وَرَأَوُاْ ٱلْعَذَابَ ۚ لَوْ أَنَّهُمْ كَانُواْ يَهْتَدُونَ

(64) "Dan dikatakan (kepada mereka), 'Serulah sekutu-sekutu kailan,' lalu mereka pun menyeru mereka, tetapi mereka (yang diseru itu) tidak menjawab mereka, dan mereka melihat azab. (Mereka Itu berkeinginan) sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk,"

Dikatakan kepada orang-orang yang menyekutukan Allah pada Hari Kiamat, "Panggillah sekutu-sekutu kalian yang dahulu kalian sembah selain Allah. Orang-orang itu memanggil sekutu-sekutu itu, akan tetapi sekutu-sekutu itu tidak menyambut panggilan mereka, Dan mereka menyaksikan siksaan secara langsung. Seandainya mereka dahulu di dunia menerima petunjuk menuju kebenaran, pastilah mereka tidak disiksa.

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَآ أَجَبْتُمُ ٱلْمُرْسَلِينَ

(65)"Dan (Ingatlah) hari ketika Dia (Allah) akan menyeru mereka, di mana Dia berfirman, 'Apa Jawaban kalian terhadap (seruan) para rasul?'"

Dan pada hari Allah menyeru orang-orang musyrik tersebut, lalu berfirman, "Dengan jawaban apa kalian menjawab rasul-rasul terkait risalah yang Kami titahkan mereka kepada kalian dengan membawanya?"

فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَنۢبَآءُ يَوْمَئِذٍ فَهُمْ لَا يَتَسَآءَلُونَ

(66)"Maka gelaplah bagi mereka sepala macam alasan pada hari itu, karena Itu mereka tidak saling bertanya."

Maka alasan-alasan menjadi kabur bagi mereka, mereka tidak tahu lagi apa yang akan mereka jadikan alasan. Sebagian mereka tidak saling bertanya kepada sebagian yang lain dengan pertanyaan yang bermanfaat tentang apa yang mereka jadikan alasan.

فَأَمَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَعَسَىٰٓ أَن يَكُونَ مِنَ ٱلْمُفْلِحِينَ

(67) "Maka adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal shalih, maka mudah-mudahan dia termasuk orang-orang yang beruntung."

Adapun orang yang bertaubat dari kalangan kaum musyrikin dan ia mengikhlaskan ibadah bagiNya serta mengamalkan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya, maka dia termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

HANYA ALLAH SENDIRILAH YANG BERHAK MENENTUKAN SEGALA SESUATU

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(68) 'Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Tidak ada hak bagi mereka (manusia) untuk memilih.756 Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan."

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki untuk diciptakanNya dan memilih makhluk yang dikehendakiNya untuk menjadi waliNya. Ketetapan menentukan perintah dan pilihan bukanlah menjadi hak seseorang pun. Namun, hal itu hanya menjadi milik Allah. Allah Mahatinggi lagi suci dari kesyirikan mereka.


[756] Yakni, bila Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus menaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah .

وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ

(69) "Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan oleh dada mereka dan apa yang mereka nyatakan."

Dan Tuhanmu mengetahui apa-apa yang disembunyikan hati makhluk-makhlukNya dan apa-apa yang mereka tampakkan.

وَهُوَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْأُولَىٰ وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَلَهُ ٱلْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(70) "Dan Dia-lah Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, segala puji bagiNya di dunia dan di akhirat, dan hanya bagiNya hak menetapkan hukum (keputusan), dan hanya kepadaNya kalian dikembalikan."757

Dan Dia-lah Allah yang tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia. Segala pujian yang indah dan rasa syukur hanya bagiNya di dunia dan akhirat. Dan semua penentuan di antara para hambaNya juga hanya milikNya, dan kepadaNya-lah kalian akan dikembalikan setelah kematian kalian untuk menghadapi perhitungan amal perbuatan dan pembalasannya.


[757] Yakni, Allah sendirilah yang menentukan segala sesuatu, dan ketentuan-ketentuan itu pasti berlaku dan Dia pulalah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak.

BUKTI KEBENARAN ALLAH YANG MENGHARUSKAN KITA MEMUJI DAN MENSYUKURINYA

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمُ ٱلَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِضِيَآءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ

(71) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Bagaimana pendapat kalian, jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus sampai Hari Kiamat; siapakah tuhan yang berhak disembah selain Allah yang akan (kuasa) mendatangkan sinar terang bagi kalian? Apakah kalian tidak mendengar?'"

Katakanlah wahai Rasul, "Beritahukanlah kepadaku, wahai sekalian manusia, bila Allah menjadikan bagi kalian malam terus-menerus sampai hari Kiamat, siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar bagi kalian yang kalian jadikan sumber cahaya dengannya. Apakah kalian tidak mendengar dengan pendengaran yang melahirkan pemahaman dan penerimaan?

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمُ ٱلنَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

(72) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Bagaimana pendapat kalian, jika Allah menjadikan untuk kalian siang itu terus-menerus sampai Hari Kiamat; siapakah tuhan yang berhak disembah selain Allah yang akan mendatangkan malam bagi kalian sebagai waktu istirahat kalian? Apakah kalian tidak memperhatikan?'"

Katakanlah kepada mereka, "Beritahukanlah kepadaku, bila Allah menjadikan siang hari terus-menerus untuk kalian sampai I lari Kiamat, maka siapakah tuhan selain Allah yang dapat mendatangkan malam bagi kalian untuk kalian beristirahat dan menenangkan diri padanya? Tidakkah kalian melihat dengan mata-mata kalian terjadinya pergantian malam dan siang?"

وَمِن رَّحْمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسْكُنُواْ فِيهِ وَلِتَبْتَغُواْ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(73) "Dan karena rahmatNya, Dia menjadikan untuk kalian malam dan siang, agar kalian beristirahat pada (malam hari)nya, dan agar kalian mencari sebagian karuniaNya (pada siang hari), dan agar kalian bersyukur kepadaNya."

Dan di antara bentuk rahmatNya kepada kalian, wahai sekalian manusia, Dia menjadikan malam dan siang dan membedakan antara keduanya. Malam Dia jadikan gelap agar kalian dapat beristirahat padanya dan tubuh-tubuh kalian dapat melepas lelah. Dan Dia menjadikan siang bercahaya bagi kalian supaya kalian dapat mencari penghidupan kalian padanya dan agar kalian bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmat-Nya tersebut pada kalian.

ORANG MUSYRIK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH LANTARAN HAWA NAFSUNYA

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

(74) "Dan (ingatlah) hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka (orang-orang musyrik) dan berfirman, 'Di manakah sekutu-sekutuKu yang dahulu kalian sangka itu?'"

Pada hari Allah memanggil kaum musyrikin, lalu Allah berfirman kepada mereka, "Di manakah sekutu-sekutuKu yang kalian anggap merupakan sekutu-sekutuKu di dunia?"

وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُواْ بُرْهَٰنَكُمْ فَعَلِمُوٓاْ أَنَّ ٱلْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(75) "Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi,758 lalu Kami katakan. 'Kemukakanlah bukti kebenaran kalian,' maka mereka mengetahui bahwa yang haq (kebenaran) itu hanyalah milik Allah dan lenyaplah dari mereka kebohongan yang dahulu mereka ada-adakan"

Dan Kami ambil dari tiap-tiap umat seorang saksi yang bersaksi atas apa yang terjadi di dunia dari perbuatan syirik mereka dan pendustaan yang mereka lakukan terhadap rasul-rasul mereka. Kemudian Kami berfirman kepada umat-umat yang mendustakan rasul-rasul mereka dan risalah yang mereka bawa dari sisi Allah, "Tunjukkanlah bukti-bukti kalian atas perbuatan kalian menyekutukan sesuatu obyek dengan Allah." Maka mereka sadar bahwa sesungguhnya bukti yang kuat milik Allah telah me-nyanggah mereka. Dan sesungguhnya kebenaran itu kepunyaan Allah, dan lenyaplah apa yang mereka ada-adakan atas nama Tuhan mereka. Itu tidak bermanfaat bagi mereka. Bahkan mencelakai mereka dan menjerumuskan mereka ke Neraka Jahanam.


[758] Yaitu, rasul yang telah diutus kepada mereka pada waktu di dunia.

KISAH QARUN DAN KEKAYAANNYA YANG HARUS MENJADI PELAJARAN BAGI MANUSIA

۞ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ مِنَ ٱلْكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلْعُصْبَةِ أُوْلِى ٱلْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ

(76) "Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa,759 tetapi dia berlaku zhalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, 'Janganlah engkau terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri'

Sesungguhnya Qarun itu termasuk dari kaum Musa . Dia berbuat melampaui batas dalam kesombongan dan otoriter terhadap orang-orang. Dan Kami telah memberikan kepada Qarun dari perbendaharaan harta kadar yang sangat melimpah, sampai-sampai kunci-kuncinya sungguh-sungguh berat dipikul oleh banyak orang berfisik kuat. Ketika itu, kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah kamu berlaku congkak dengan penuh kegirangan dengan kekayaan yang ada padamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang congkak yang tidak mensyukuri Allah atas pemberian yang diberikanNya kepada mereka.


[759] Qarun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa .

وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

(77) 'Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain), sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan'."

Dan carilah negeri akhirat pada apa yang Allah berikan kepadamu berupa harta benda, dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah melalui harta itu di dunia ini. Dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari dunia dengan jalan bersenang-senang di dunia ini dengan hal-hal yang halal tanpa berlebihan. Dan berbuat baiklah kepada orang-orang dengan memberikan sedekah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dengar (memberikan) harta yang banyak. Dan janganlah kamu mencari apa yang diharamkan oleh Allah berupa tindakan penganiayaan terhadap kaummu Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan dan Dia akan membalas mereka atas amal perbuatan buruk mereka.

قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلْمٍ عِندِىٓ ۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِۦ مِنَ ٱلْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا ۚ وَلَا يُسْـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلْمُجْرِمُونَ

(78) "Dia (Qarun) berkata, 'Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mm karena ilmu yang ada padaku.' Tidakkah dia mengetahui, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak pertu ditanya tentang dosa-dosa mereka."760

Qarun berkata kepada kaumnya yang menasihatinya, Aku dianugerahi perbendaharaan kekayaan ini, disebabkan oleh apa yang aku miliki berupa ilmu pengetahuan dan kemampuan." Dan apakah Qamn tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah telah melenyapkan umat-umat manusia sebelum dirinya yang memiliki kekuatan yang lebih besar daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta kekayaan? Dan orang-orang yang berdosa tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka, karena Allah telah mengetahuinya. Mereka itu ditanya dengan pertanyaan untuk tujuan menjelek-jelekkan dan penetapan pengakuan (mereka) saja. Dan Allah akan menghukum mereka atas apa yang Dia ketahui dari mereka.


[760] Yakni, Allah langsung akan mengazab mereka karena dosa-dosa mereka telah jelas.

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ ۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا يَٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ أُوتِىَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

(79) "Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, 'Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar'."

Maka Qarun keluar menemui kaumnya dalam perhiasan kemegahannya, guna memamerkan kebesaran dan limpahan kekayaannya. Dan ketika orang-orang yang menghendaki kemewahan kehidupan dunia menyaksikannya, mereka berkata, "Semoga saja kita mempunyai apa yang diberikan kepada Qarun berupa kekayaan dan kemewahan serta kedudukan tinggi. Sesungguhnya Qarun benar-benar memiliki bagian besar dari kenikmatan dunia."

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ

(80) "Dan (tetapi) orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, 'Celakalah kalian! (Ketahuilah, bahwa) pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, dan tidak diberi taufik untuk mendapatkannya kecuali orang-orang yang bersabar'"

Dan orang-orang yang dianugerahi ilmu tentang Allah dan syariat-Nya serta memahami hakikat-hakikat perkara dengan sebenarnya berkata kepada orang-orang yang mengatakan, "Semoga saja kita mempunyai apa yang diberikan kepada Qarun", "Celaka kalian! Bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaNya. Pahala dari Allah yang diperuntukkan bagi orang yang beriman kepadaNya dan rasul-rasulNya dan melakukan amal-amal shalih itu adalah lebih baik daripada apa yang diberikan kepada Qarun. Dan tidaklah menerima nasihat ini dan diberi taufik untuk memahami dan melakukannya kecuali orang-orang yang mau bersungguh-sungguh menundukkan jiwanya dan bersabar dalam ketaatan kepada Tuhannya serta menjauhi maksiat-maksiat kepadaNya."

فَخَسَفْنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُنتَصِرِينَ

(81) "Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri."

Maka Kami membenamkan Qarun dan rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada bala tentara yang menolongnya selain Allah. Dan tidaklah ia bisa mempertahankan diri dari (siksaan) Allah bila siksaanNya telah menimpanya.

وَأَصْبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوْاْ مَكَانَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ

(82) "Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Qarun) itu berkata, 'Aduhai, benarlah kiranya bahwa Allah-lah Yang melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya dan membatasi (bagi siapa yang juga Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya). Sekiranya Allah tidak melimpahkan karuniaNya bagi kita, tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai, benarlah kiranya, tidak akan beruntung orang-orang yang kafir (kepada nikmat Allah)'

Dan orang-orang yang memimpikan keadaan Qarun kemarin mengatakan dengan hati hancur, mawas diri lagi takut dari jatuhnya siksaan Allah pada mereka, "Sesungguhnya Allah melapangkan rizki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari para hambaNya dan mempersempit (rizki) bagi orang yang Dia kehendaki dari mereka. Kalaulah sesungguhnya Allah tidak melimpahkan kenikmatan kepada kita di mana Dia tidak menghukum kita atas apa yang kita ucapkan, maka Dia benar-benar akan membenamkan kita sebagaimana yang dilakukan kepada Qarun. Tidakkah kamu tahu bahwa sesungguhnya orang-orang kafir tidak beruntung di dunia maupun di akhirat?"

SUATU KEBAJIKAN DIBALAS ALLAH DENGAN BERLIPAT GANDA

تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

(83) "Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri (dengan menolak kebenaran) dan tidak (pula) berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik)761 itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

Negeri akhirat itu Kami jadikan kenikmatannya bagi orang-orang yang tidak menghendaki sikap sombong terhadap kebenaran di muka bumi dan kerusakan di sana. Dan tempat kesudahan yang baik yaitu surga, adalah bagi orang-orang yang membentengi diri dari siksaan Allah, melakukan amal ketaatan, dan meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan.


[761] Yaitu, surga

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌ مِّنْهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(84) "Barangsiapa datang dengan membawa kebaikan, maka dia akan mendapat (balasan) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa datang dengan membawa keburukan, maka orang-orang yang telah mengerjakan keburukan-keburukan itu tidak diberi balasan, kecuali (setimpal) dengan apa yang telah mereka kerjakan."

Barangsiapa datang pada Hari Kiamat dengan membawa tauhid yang murni kepada Allah dan amal-amal shalih sesuai dengan ajaran yang disyariatkan Allah, maka baginya pahala yang besar yang lebih baik dari itu, yaitu surga dan kenikmatan yang abadi. Dan barangsiapa yang datang dengan membawa perbuatan-perbuatan buruk, maka orang-orang yang berbuat keburukan-keburukan tidaklah diberi balasan atas perbuatan mereka kecuali sesuai dengan apa yang mereka perbuat.

JANJI ALLAH AKAN MEMENANGKAN MUHAMMAD ATAS KAUMNYA

إِنَّ ٱلَّذِى فَرَضَ عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ قُل رَّبِّىٓ أَعْلَمُ مَن جَآءَ بِٱلْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(85) "Sesungguhnya (Allah) Yang mewajibkan engkau (wahai Rasul) untuk (melaksanakan dan menyampaikan) al-Qur'an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali.762 Katakanlah (wahai Rasul),' Tuhanku lebih mengetahui siapa yang membawa petunjuk dan siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata'"

Sesungguhnya Dzat yang menurunkan al-Qur'an kepadamu, wahai Rasul, dan mewajibkan atas kamu untuk menyampaikannya dan berpegang teguh dengannya, Dia benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat yang kamu keluar darinya, yaitu Makkah. Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, 'Tuhanku lebih mengetahui orang yang membawa hidayah dan orang yang berada dalam kejauhan yang nyata dari kebenaran."


[762] Yakni, kota Makkah. Inilah suatu janji dari Allah bahwa Nabi Muhammad akan kembali ke Makkah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun kedelapan Hijriyah, pada waktu Nabi menaklukkan Makkah. Ini merupakan suatu mukjizat bagi Nabi .

وَمَا كُنتَ تَرْجُوٓاْ أَن يُلْقَىٰٓ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبُ إِلَّا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِّلْكَٰفِرِينَ

(86) "Dan engkau (wahai Rasul), tidak pernah mengharap agar Kitab (al-Qur'an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir"

Dan kamu, wahai Rasul, tidaklah pernah mengharapkan turunnya al-Qur'an kepadamu. Akan tetapi, Allah mencurahkan rahmatNya kepadamu, lalu menurunkannya kepadaMu, maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmatNya. Dan janganlah kamu sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang yang berbuat kesyirikan dan kesesatan.

وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنزِلَتْ إِلَيْكَ ۖ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(87) "dan jangan sampai mereka menghalangimu untuk (menyampaikan) ayat-ayat Allah, setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah (manusia) kepada Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang musyrik"

Dan janganlah kaum musyrikin menjadi penghambat bagimu untuk menyebarkan ayat-ayat Tuhanmu dan hujjah-hujjahNya, setelah Kami menurunkannya kepadamu. Dan sampaikanlah risalah dari Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah dalam aspek apa pun.

وَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ ۘ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُۥ ۚ لَهُ ٱلْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(88) "Dan jangan (pula) engkau menyembah tuhan sesembahan yang lain bersama Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali WajahNya. Segala keputusan menjadi wewenangNya, dan hanya kepadaNya kalian akan dikembalikan"

Dan janganlah kamu menyembah tuhan lain bersama Allah. Sebab tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah. Segala sesuatu itu akan hancur dan lenyap kecuali WajahNya. BagiNya segala penentuan hukum dan kepadaNya kalian akan kembali setelah kematian kalian untuk menghadapi perhitungan amal dan balasannya. Dalam ayat ini terkandung penetapan sifat "Wajah" bagi Allah sesuai dengan kesempurnaan dan kebesaran keagunganNya.