Isi Tafsir Al-Qur'an

An Naml

AL-QUR'AN ADALAH PEDOMAN HIDUP DAN BERITA GEMBIRA BAGI ORANG-ORANG MUKMIN

طسٓ ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْقُرْءَانِ وَكِتَابٍ مُّبِينٍ

(1) "Tha Sin. Inilah ayat-ayat al-Qur'an dan Kitab yang jelas"

(Tha Sin). Keterangan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (di awal surat seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah. Ini adalah ayat-ayat al-Qur'an yang terang maknanya lagi jelas petunjuknya dalam apa-apa yang terkandung padanya berupa ilmu-ilmu, hukum-hukum dan ajaran-ajaran syariat. Maka al-Qur'an adalah Kitab. Allah menyatukan baginya dua nama sekaligus.

هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ . ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

(2-3) "(sebagai) petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menuna ikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat"

Ia adalah ayat-ayat yang memandu menuju jalan kemenangan di dunia dan akhirat, memberitahukan kabar gembira berupa balasan yang baik bagi kaum Mukminin yang mengimaninya, dan memperoleh hidayah dengan petunjuknya, yaitu orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu dengan melaksanakan rukun-rukunnya yang sempurna dan memenuhi syarat-syarat, juga membayarkan zakat yang wajib kepada orang-orang yang berhak menerimanya, dan mereka itu meyakini terhadap kehidupan akhirat, dan pahala serta siksaan yang ada padanya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَٰلَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ . أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمْ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ وَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ هُمُ ٱلْأَخْسَرُونَ

(4-5) "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka (yang buruk), sehingga mereka terombang-ambing (di dalamnya). Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksa yang buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi"

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat dan tidak berbuat baik untuknya, Kami perlihatkan kepada mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka seakan-akan terlihat baik, sehingga mereka melihatnya tampak baik, sedang mereka itu dilanda keragu-raguan dan kebingungan tentang itu. Mereka itu adalah orang-orang yang akan mendapat siksaan yang buruk di dunia berupa dibunuh, ditawan, kehinaan dan kekalahan. Dan mereka di akhirat kelak adalah manusia yang paling merugi.

NABI MUSA ENERIMA WAHYU DARI TUHAN, MUHAMMAD PUN MENERIMA WAHYU DARI TUHAN, YAITU AL-QUR'AN

وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلْقُرْءَانَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ

(6) "Dan sesungguhnya engkau (wahai Rasul) benar-benar telah diberikan al-Qur'an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui."

Dan sesungguhnya kamu, wahai Rasul, benar-benar menerima al-Qur'an dari sisi Allah, Dzat Yang Mahabijaksana dalam penciptaan dan pengaturanNya, Yang pengetahuanNya meliputi segala sesuatu.

إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِهِۦٓ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا سَـَٔاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ ءَاتِيكُم بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

(7) "(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya,728 'Sesungguhnya aku melihat api. Aku akan membawa kabar kepada kalian darinya, atau aku akan membawa sesuluh api (obor) untuk kalian agar kalian dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)'."

Ingatlah kisah Musa, ketika ia berkata kepada keluarganya dalam perjalanannya dari Madyan menuju negeri Mesir, "Sesungguhnya aku menyaksikan api. Aku akan datang kepada kalian dengan membawa berita yang menunjukkan arah jalan yang tepat atau aku akan datang dengan membawa nyala api itu agar kalian dapat menghangatkan diri dengannya dari hawa dingin."


[728] Ketika Nabi Musa bersama keluarga beliau dalam perjalanan dari negeri Madyan menuju Mesir.

فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِىَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِى ٱلنَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ . يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ . وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَٰمُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّى لَا يَخَافُ لَدَىَّ ٱلْمُرْسَلُونَ . إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًۢا بَعْدَ سُوٓءٍ فَإِنِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ . وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ ۖ فِى تِسْعِ ءَايَٰتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ قَوْمًا فَٰسِقِينَ

(8-12) "Maka ketika dia tiba di tempat (api) itu, dia diseru, 'Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api itu dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.' (Allah kemudian berfirman),'Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Dan lemparkanlah tongkatmu!' Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, dia berbalik melarikan diri ke belakang tanpa menoleh. 'Wahai Musa, jangan takut! Sesungguhnya di hadapanKu, para rasul tidak perlu takut, hanya orang yang berlaku zhalim (yang harus takut), (tetapi bila) kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah keburukan (bertaubat); maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu,729 niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam ayat (mukjizat, yang akan kamu perlihatkan) kepada Firaun dan kaumnya; karena sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang fasik'."

Kemudian tatkala Musa mendatangi api itu, Allah memanggilnya dan memberitahukan kepadanya bahwa ini adalah suatu tempat yang disucikan Allah dan diberkahi olehNya. Maka Dia menjadikannya sebagai tempat untuk berbicara kepada Musa dan mengangkatnya sebagai rasul. Dan sesungguhnya Allah memberkahi siapa saja yang berada di api itu dan yang ada di sekitarnya dari kalangan malaikat, dan Mahasuci Allah, Penguasa seluruh makhluk dari segala yang tidak pantas bagiNya. "Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah yang berhak diibadahi semata, yang Mahaperkasa Yang kuasa untuk membalas musuh-musuhKu, juga Mahabijaksana dalam pengaturan makhluk-makhlukKu. Dan lemparkan-lah tongkatmu." Maka ia (Musa) melemparkan tongkatnya, lalu berubah menjadi seekor ular. Ketika melihatnya bergerak-gerak dengan mudah seperti rayapan ular yang cepat, Musa berbalik untuk lari, dan tidak kembali kepadanya. Maka Allah menenangkannya dengan FirmanNya, "Wahai Musa, jangan takut. Sesungguhnya orang yang Aku utus kepada mereka dengan membawa risalahKu tidak takut di sisiKu. Akan tetapi, orang yang melewati batas dengan berbuat dosa kemudian bertaubat dan menggantinya dengan taubat yang sejati setelah buruknya dosa, sesungguhnya Aku Maha Pengampun baginya lagi Maha Penyayang terhadapnya. Maka seseorang tidak boleh berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Dan masukkanlah tanganmu ke dalam kerah bajumu, niscaya akan keluar dalam keadaan putih seperti salju, namun bukan penyakit kusta. Dua hal tersebut termasuk bagian dari sembilan mukjizat untuk menguatkanmu dalam menyampaikan risalah kepada Fir'aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang telah keluar dari perintah Allah lagi kafir terhadapNya."


[729] Yakni, meletakkan tangan ke dada melalui leher baju.

فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ ءَايَٰتُنَا مُبْصِرَةً قَالُواْ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

(13) "Maka ketika ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) Kami yang terang itu sampai kepada mereka (dan melihatnya dengan jelas), mereka berkata,'Ini adalah sihir yang nyata'."

Tatkala mukjizat-mukjizat tersebut telah datang kepada mereka dengan nyata lagi jelas yang dengan itu orang-orang yang menyaksikannya dapat mengetahui kebenaran kandungan yang ditunjukkan oleh mukjizat-mukjizat tersebut, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata lagi jelas."

وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

(14) "Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongan, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan."

Dan mereka mendustakan mukjizat-mukjizat yang berjumlah sembilan yang nyata petunjuknya tentang kebenaran Musa dalam pengakuan kenabian dan kebenaran dakwahnya. Dan mereka itu mengingkari bahwa itu semua dari sisi Allah dengan lisan-lisan mereka, padahal sesungguhnya mereka meyakininya dalam hati mereka, sebagai bentuk penentangan terhadap kebenaran lagi sikap arogan untuk mengakui. Maka lihatlah wahai Rasul, bagaimana kesudahan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan melakukan perbuatan kerusakan di muka bumi, yaitu ketika Allah menenggelamkan mereka di dalam laut. Dan dalam kejadian tersebut terdapat pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran.

KISAH NABI DAWUD DAN NABI SULAIMAN
Sulaiman Mewarisi Kerajaan Dawud

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(15) "Dan sungguh Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan mereka berdua berkata, 'Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hambaNya yang beriman'."

Dan sungguh Kami telah menganugerahkan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, lalu mereka berdua mengamalkannya dan berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah mengutamakan kami dengan ilmu ini atas kebanyakan dari hambaNya yang beriman." Pada ayat ini terdapat dalil petunjuk akan kemuliaan ilmu dan ketinggian martabat ahli ilmu.

وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ

(16) "Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud,730 dan dia (Sulaiman) berkata, 'Wahai manusia, kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar karunia yang nyata'"

Dan Sulaiman mewarisi bapaknya, Dawud, dalam kenabian, ilmu dan kekuasaan. Sulaiman berkata kepada kaumnya, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kami telah diberi ilmu dan dikaruniai pemahaman tentang bahasa burung. Dan kami telah diberi segala sesuatu yang dibutuhkan. Sesungguhnya karunia yang diberikan Allah kepada kami benar-benar merupakan karunia yang nyata yang membedakan antara kami dengan orang lain."


[730] Yakni, Nabi Sulaiman menggantikan Nabi Dawud ebagai nabi dan raja, serta mewarisi ilmu dan Kitab Zabur yang diturunkan kepada beliau.

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

(17) "Dan dikumpulkan untuk Sulaiman bala tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka dibariskan secara rapi."

Dan dihimpunkan bagi Sulaiman bala tentaranya dari bangsa jin dan manusia serta burung dalam suatu perjalanan mereka. Mereka itu meskipun berjumlah banyak, mereka tidak terabaikan. Akan tetapi, setiap jenis makhluk memiliki pihak yang mengatur barisan pertama hingga barisan terakhir, agar mereka berdiri semua dengan rapi.

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُواْ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ . فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(18-19) "Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, ' Wahai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kalian tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu, dan dia berdoa, ’Wahai Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih'."

Hingga ketika mereka sampai di sebuah lembah sarang semut, seekor semut berkata, "Wahai sekalian semut, masuklah kalian ke sarang-sarang kalian, agar Sulaiman dan bala tentaranya tidak membinasakan kalian, sedang mereka tidak menyadarinya." Maka Sulaiman tersenyum sembari tertawa karena mendengar perkataan semut itu lantaran semut itu paham dan sadar untuk mengingatkan kawanan semut. Dan Sulaiman merasakan betapa besar nikmat Allah kepada dirinya, maka dia hadapkan hatinya kepadaNya dengan berdoa, "Wahai Tuhanku, berilah aku dan taufik untuk mensyukuri kenikmatanMu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar dapat beramal shalih sehingga Engkau ridha kepadaku, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam kenikmatan surga Mu bersama hamba-hambaMu yang shalih yang telah Engkau ridhai amal perbuatan mereka."

Pembicaraan Sulaiman dengan Burung Hud-hud

وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ . لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَاْذْبَحَنَّهُۥٓ أَوْ لَيَأْتِيَنِّى بِسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ

(20-21) "Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, 'Mengapa aku tidak melihat hud-hud,731 apakah ia termasuk yang tidak hadir? Aku benar-benar akan menghukumnya dengan hukuman yang berat atau aku benar-benar akan menyembelihnya, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas'."

Sulaiman memeriksa keadaan burung-burung yang ditundukkan baginya dan keadaan burung yang tidak hadir. Sebelumnya, ada besertanya seekor burung hud-hud yang istimewa lagi dikenal, akan tetapi dia tidak menjumpainya. Maka ia berkata, "Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud yang biasa aku lihat? Apakah ada penghalang yang menghalanginya dari (penglihatan)ku ataukah ia termasuk yang tidak hadir di hadapanku, sehingga aku tidak bisa melihatnya karena ketidakhadirannya?" Tatkala sudah jelas bahwa ia tidak hadir, Sulaiman berkata, "Sesungguhnya aku akan menyiksanya dengan siksaan yang pedih akibat ketidakhadirannya sebagai sanksi baginya atau aku akan benar-benar menyembelihnya sebagai hukuman atas perbuatannya karena ia tidak tunduk patuh terhadap aturan yang berlaku padanya, atau ia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang jelas yang berisi alasan ketidakhadirannya."


[731] Yakni, sejenis burung pelatuk.

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ وَجِئْتُكَ مِن سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ

(22) "Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, 'Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba'732 membawa suatu berita yang meyakinkan.'

Maka burung hud-hud tidak hadir beberapa saat yang tidak lama. Kemudian ia menghadap, maka Sulaiman menegurnya atas ketidakhadiran dan keterlambatannya. Lalu hud-hud berkata kepadanya, "Aku telah mengetahui sesuatu perkara yang tidak engkau ketahui dengan baik. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' di Yaman dengan membawa berita yang sangat penting, dan aku yakin tentang itu.


[732] Saba' ialah nama suatu kerajaan pada zaman dahulu, ibukotanya Ma'rib, terletak di dekat kota Shan'a, ibukota Yaman sekarang.

إِنِّى وَجَدتُّ ٱمْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

(23) 'Sesungguhnya aku telah mendapati seorang perempuan733 yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar,'

Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang memerintah penduduk negeri Saba' dan ia dianugerahi segala sesuatu dari berbagai bentuk kemewahan kehidupan dunia dan dia memiliki singgasana yang sangat besar bentuknya. Ia duduk di atasnya untuk mengatur kerajaannya.


[733] Yakni, Ratu Balqis yang memerintah kerajaan Saba'iyah pada zaman Nabi Sulaiman .

وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ

(24) 'Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari selain kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga itu menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,'

Aku mendapati dirinya dan kaumnya menyembah matahari, berpaling dari peribadahan kepada Allah. Dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan. Maka setan membelokkan mereka dari iman kepada Allah dan bertauhid kepadaNya. Mereka tidak memperoleh petunjuk jalan menuju kepada Allah, bertauhid kepadaNya serta beribadah kepadaNya semata.

أَلَّا يَسْجُدُواْ لِلَّهِ ٱلَّذِى يُخْرِجُ ٱلْخَبْءَ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ . ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ ۩

(25-26) '(juga) agar mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi114 dan yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan yang kalian nyatakan, Allah Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Tuhan Pemilik Arasy yang agung'."

Setan menjadikan mereka memandang baik terhadap perbuatan, perbuatan mereka (yang buruk) itu, agar mereka tidak bersujud kepala Allah Yang telah mengeluarkan hal-hal yang tersembunyi lagi tertutupi di langit dan di bumi seperti hujan, tanaman dan lain sebagainya. Dan I)itl mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian tampakkan. Allah, Dia-lah Dzat Yang tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain-Nya yang pantas untuk disembah. Dia Tuhan yang mempunyai Arasy yang agung yang merupakan makhluk yang paling besar."


[734] Yakni, seperti menurunkan hujan dari langit, menumbuhkan tanam-tanaman, mengeluarkan logam dari bumi, dan sebagainya.

۞ قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ . ٱذْهَب بِّكِتَٰبِى هَٰذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَٱنظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ

(27-28) "Dia (Sulaiman) berkata, ’Kami akan melihat, apakah kamu benar atau termasuk yang berdusta.' Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, maka perhatikanlah apa yang mereka bicarakan '."

Sulaiman berkata kepada hud-hud, "Kami akan analisa berita yang kamu bawa kepada kami, apakah kamu berkata jujur dalam perkara itu ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta padanya. Pergilah dengan membawa suratku ini kepada penduduk negeri Saba' itu, dan berikan surat itu kepada mereka, lalu menyingkirlah kamu dengan jarak yang masih dekat dari mereka di mana kamu tetap bisa mendengar perkataan mereka. Lalu perhatikanlah perbincangan yang terjadi di antara mereka."

قَالَتْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ إِنِّىٓ أُلْقِىَ إِلَىَّ كِتَٰبٌ كَرِيمٌ

(29) "Dia (Balqis) berkata,' Wahai para pemuka, sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.'

Hud-hud pergi dan menjatuhkan surat itu kepada sang ratu. Kemudian sang ratu membacanya dan mengumpulkan seluruh pembesar dari kaumnya. Hud-hud mendengar ratu itu berkata kepada mereka, "Sesungguhnya telah sampai kepadaku satu surat yang isinya penting dari seseorang yang berkedudukan agung."

إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ . أَلَّا تَعْلُواْ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ

(30-31) "Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, 'Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri'."

Kemudian sang ratu menjelaskan isi surat itu dengan berkata, "Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya ia dibuka dengan tulisan 'Bismillahirrahmanirrahim. Janganlah kalian berlaku sombong dan bersikap congkak terhadap apa yang aku seru kalian kepadanya. Datanglah kepadaku dengan patuh kepada Allah dengan mengesakan dan ketaatan, lagi berserah diri kepadaNya."

قَالَتْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ أَفْتُونِى فِىٓ أَمْرِى مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمْرًا حَتَّىٰ تَشْهَدُونِ

(32) "Dia (Balqis) berkata, 'Wahai para pemuka! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara hingga kalian hadir (dalam majelis) ku'."

Sang ratu berkata, "Wahai para pembesar(ku), sampaikanlah kepadaku pendapat kalian dalam perkara ini. Aku tidaklah memutuskan dalam suatu perkara kecuali dengan kehadiran kalian dan pertimbangan dari kalian."

قَالُواْ نَحْنُ أُوْلُواْ قُوَّةٍ وَأُوْلُواْ بَأْسٍ شَدِيدٍ وَٱلْأَمْرُ إِلَيْكِ فَٱنظُرِى مَاذَا تَأْمُرِينَ

(33) "Mereka menjawab, 'Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan'."

Mereka berkata menjawabnya, "Kita ini adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dalam jumlah personel dan persenjataan dan kita adalah orang-orang yang bernyali tinggi dan berkeberanian dalam mengarungi pertempuran yang sengit, sedang (putusan) urusan ini terserah kepadamu, dan engkau adalah pemimpin yang berpikiran lurus, maka renungkanlah apa yang akan engkau perintahkan kepada kami? Kami akan dengar ke-putusanmu dan taat kepadamu."

قَالَتْ إِنَّ ٱلْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُواْ قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوٓاْ أَعِزَّةَ أَهْلِهَآ أَذِلَّةً ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ . وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ

(34-35) "Dia (Balqis) berkata, 'Sesungguhnya raja-raja, apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina; dan demikianlah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu'."

Sang ratu mengeluarkan pernyataan untuk memperingatkan mereka dari menghadapi Sulaiman dengan permusuhan lagi menjelaskan akibat buruk dari suatu pertempuran, "Sesungguhnya raja-raja bila mereka memasuki suatu negeri bersama dengan bala tentara mereka dengan paksa dan zhalim mereka akan menghancurkannya dan menjadikan para pembesar negeri itu sebagai orang-orang yang hina. Mereka membunuh dan melakukan penawanan. Inilah kebiasaan mereka yang terus berlangsung lagi tetap terjadi untuk memaksa manusia supaya takut kepada mereka. Dan sesungguhnya aku akan mengirim kepada Sulaiman dan kaumnya hadiah yang berisi berbagai harta yang mahal supaya aku dapat melunakkan hatinya dengannya dan aku akan menunggu apa yang dibawa kembali oleh para utusanku.

فَلَمَّا جَآءَ سُلَيْمَٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَآ ءَاتَىٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيْرٌ مِّمَّآ ءَاتَىٰكُم بَلْ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ

(36) "Maka ketika para utusan itu sampai kepada Sulaiman. dia (Sulaiman) berkata, Apakah kalian akan memberikan harta kepadaku ? Apa yang Allah berikan kepadaku (berupa kenabian dan kerajaan) lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepada kalian: justru kalianlah yang merasa bangga dengan hadiah kalian itu (karena kalian memang membanggakan dunia).

Ketika para utusan ratu telah tiba dengan membawa hadiah bagi Sulaiman. Sulaiman berkata untuk mengingkari tindakan tersebut dan guna menyebut-nyebut kenikmatan-kenikmatan Allah yang terlimpah padanya. Apakah kalian akan memperbanyak kekuasaan milikku dengar kekayaan untuk membuatku senang? Apa yang Allah anugerahkan kepadaku berupa kenabian kerajaan dan kekayaan yang melimpah lebih baik dan lebih utama daripada apa yang diberikanNya kepada kalian. Bahkan kalianlah yang sebenarnya akan girang dengan hadiah yang diserahkan kepada kalian. Sebab, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang suka membanggakan diri dengan kekayaan dunia lagi suka bersaing dengan jumlahnya yang banyak.

ٱرْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُم بِجُنُودٍ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُم مِّنْهَآ أَذِلَّةً وَهُمْ صَٰغِرُونَ

(37) 'Kembalilah kepada mereka? Kami benar-benar akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya. dan kami benar-benar akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba') secara terhina dan mereka akan menjadi (para tawanan) yang hina dina'."

Dan Sulaiman berkata kepada utusan dari negeri Saba' itu Kembalilah kamu kepada mereka. Demi Allah sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang tidak ada kemampuan bagi mereka untuk melawan dan memeranginya. Dan sungguh kami akan mengusir mereka dari negeri mereka itu dalam keadaan terhina, sedang mereka menjadi orang-orang yang rendah lagi tertindas, bila tidak tunduk terhadap agama Allah semata, dan tidak meninggalkan peribadatan kepada selainNya."

قَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ أَيُّكُمْ يَأْتِينِى بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِى مُسْلِمِينَ

(38) "Dia (Sulaiman) berkata, 'Wahai para pemuka! Siapakah di antara kalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku dalam keadaan menyerahkan diri?"'

Sulaiman (kemudian) berkata kepada makhluk-makhluk yang Allah tundukkan baginya dari bangsa jin dan manusia, "Siapakah di antara kalian yang sanggup membawakan kepadaku singgasana kerajaannya yang besar sebelum mereka datang kepadaku dalam keadaan tunduk lagi taat?"

قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ ۖ وَإِنِّى عَلَيْهِ لَقَوِىٌّ أَمِينٌ

(39) "Ifrit dari golongan jin berkata, 'Aku akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sesungguhnya aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya'."

Berkatalah makhluk bertenaga kuat lagi hebat dari bangsa jin, "Aku akan membawanya kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu itu. Dan sesungguhnya aku benar-benar sanggup untuk membawanya, dan dapat dipercaya untuk menjaga apa yang ada di dalamnya. Aku akan bawa sebagaimana bentuknya, aku tidak mengurangi apa pun darinya dan tidak aku ubah-ubah."

قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ

(40) "Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab735 berkata, 'Aku akan membawanya kepadamu sebelum matamu berkedip.' Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu tegak di hadapannya, dia berkata, 'Ini adalah di antara karunia Tidtanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmatNya)? Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan harangsiapa kafir (nikmat), maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia'."

Orang yang memiliki ilmu dari al-Kitab berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kedipan dua pelupuk matamu ketika bergerak untuk melihat sesuatu." Maka Sulaiman mengizinkannya. Lalu orang itu berdoa kepada Allah, dan ia pun berhasil membawa singgasana itu. Ketika Sulaiman melihat singgasana itu tiba di depannya dan berada di sisinya, ia berkata, "Ini adalah di antara karunia Tuhanku yang telah menciptakanku dan menciptakan seluruh alam ini, guna mengujiku, apakah aku akan bersyukur dengan kejadian itu sebagai pengakuan atas nikmat-nikmat Allah kepadaku ataukah aku akan mengkufuri nikmat dengan tidak bersyukur? Barangsiapa bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, sesungguhnya manfaat bersyukur itu kembali kepadanya, dan barangsiapa mengingkari nikmat dan tidak bersyukur, sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, tidak membutuhkan rasa syukurnya, juga Mahamulia yang kebaikannya merata meliputi orang yang bersyukur dan orang yang ingkar nikmat di dunia, kemudian Dia akan memperhitungkan amal perbuatan mereka dan memberikan balasan bagi mereka di akhirat."


[735] Kitab di sini maksudnya ialah kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman yaitu Taurat dan Zabur.

قَالَ نَكِّرُواْ لَهَا عَرْشَهَا نَنظُرْ أَتَهْتَدِىٓ أَمْ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ

(41) Dia (Sulaiman) berkata, 'Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenali atau tidak mengenalinya lagi?'

Sulaiman berkata kepada makhluk-makhluk yang ada di sisinya, "Ubahlah bentuk singgasana kerajaannya yang dipakainya untuk duduk ke bentuk yang ia kenal bila ia melihatnya, supaya bisa kita lihat apakah ia sadar dapat mengenalnya ataukah termasuk orang-orang yang tidak menyadarinya?"

فَلَمَّا جَآءَتْ قِيلَ أَهَٰكَذَا عَرْشُكِ ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُۥ هُوَ ۚ وَأُوتِينَا ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ

(42) "Maka ketika dia (Balqis) tiba, ditanyakanlah (kepadanya), Seperti inikah singgasanamu? Dia (Balqis) menjawab, Sepertinya memang ia.' (Dan Sulaiman kemudian berkata), 'Kami telah diberi ilmu sejak sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)'."736

Ketika Ratu Saba' datang kepada Sulaiman di majelisnya, maka dikatakan kepada wanita itu, "Apakah seperti ini singgasanamu?" Ia menjawab, "Sesungguhnya itu menyerupainya." Maka Sulaiman merasa bahwa wanita itu telah benar dalam jawabannya, dan sesungguhnya ia telah meyakini kekuasaan Allah dan kebenaran kenabian Sulaiman Sulaiman berkata, "Dan kami telah diberi pengetahuan tentang Allah dan besarnya kekuasaanNya sebelum wanita itu. Dan kami adalah orang-orang yang tunduk kepada perintah Allah lagi mengikuti ajaran agama Islam."


[736] Ada yang berpendapat bahwa ini adalah perkataan Ratu Balqis, yakni, Balqis telah mengetahui kenabian Sulaiman sebelum singgasananya dipindahkan dari negeri Saba j ke Palestina dalam sekejap mata.

وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِن قَوْمٍ كَٰفِرِينَ

(43) "Dan yang menghalanginya (untuk beribadah kepada Allah) adalah kebiasaan menyembah selain Allah; karena sesungguhnya dia (Balqis) dahulu adalah di antara orang-orang kafir."

Dan apa yang disembah oleh sang ratu selain Allah telah meng-halang-halanginya untuk beribadah kepada Allah. Sesungguhnya dia dahulu adalah seorang wanita yang kafir dan tumbuh berkembang di tengah kaum yang kafir dan terus berjalan di atas ajaran agama mereka. Hanya saja ia punya kecerdasan dan kepandaian yang dengan itu dia dapat mengetahui (membedakan) antara kebenaran dan kebatilan. Akan tetapi, keyakinan-keyakinan yang batil telah melenyapkan cahaya mata hatinya.

قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(44) "Dikatakan kepadanya (Balqis),'Masuklah ke dalam istana. Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dia mengiranya kolam air yang besar; dan dia menyingkap (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, 'Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.' Dia (Balqis) berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zhalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam'."

Dikatakan kepadanya, "Masuklah kamu ke dalam istana." Dan lantai istana terbuat dari kaca yang di bawahnya adalah air. Ketika ia menyaksikannya, ia mengira air yang gelombangnya mengarah ke sana ke mari. Dan ia menyingkap kedua betisnya supaya bisa melewati air tersebut. Maka Sulaiman berkata kepadanya, "Sesungguhnya itu adalah lantai yang licin, terbuat dari kaca yang jernih, sedang aliran air ada di bawahnya." Maka dengan itu, dia menyadari kebesaran kerajaan Sulaiman, dan berkata, ’Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku dengan perbuatan syirik yang sebelumnya aku perbuat, dan aku patuh kepada Sulaiman untuk mengikuti dan memeluk agama ajaran Tuhan seluruh alam semesta."

PELAJARAN-PELAJARAN DARI KEINGKARAN KAUM SHALEH

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ

(45) "Dan sungguh Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. (yang menyeru), 'Sembahlah Allah? Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang berselisih (bermusuhan)."

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh (yang berseru), ’Esakanlah Allah dan janganlah kalian mengadakan sesembahan lain bersamaNya. Ketika Shaleh mendatangi mereka guna menyerukan (di tengah mereka) kepada bertauhid kepada Allah dan beribadah kepadaNya saja, kaumnya menjadi dua golongan: sebagian beriman kepadanya dan sebagian yang lain mengingkari dakwahnya. Dan masing-masing golongan mengklaim bahwa kebenaran bersamanya.

قَالَ يَٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(46) "Dia (Shaleh) berkata 'Wahai kaumku! Mengapa kalian meminta disegerakan keburukan sebelum (kalian meminta) kebaikan? Mengapa kation tidak memohon ampunan kepada Allah agar kalian dilimpahkan rahmat?"

Shaleh berkata kepada golongan yang kafir, "Mengapa kalian lebih cepat untuk mengingkari dan melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang akan mendatangkan siksaan bagi kalian dan menunda-nunda untuk beriman dan berbuat amal-amal kebaikan yang mendatangkan pahala bagi kalian? Kenapa kalian tidak memohon ampunan saja kepada Allah secara langsung dan bertaubat kepadaNya dengan harapan kalian akan dilimpahkan rahmat?"

قَالُواْ ٱطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَ ۚ قَالَ طَٰٓئِرُكُمْ عِندَ ٱللَّهِ ۖ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ

(47) "Mereka menjawab, 'Kami mendapat nasib sial karena kamu dan orang-orang yang bersamamu.‘ Dia (Shaleh) berkata. 'Nasib kalian ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kalian adalah kaum yang sedang diuji"

Kaum Shaleh berkata kepadanya, 'Kami mendapatkan kesialan dengan keberadaanmu dan orang-orang yang bersamamu yang telah memeluk ajaran agamamu." Shaleh berkata kepada mereka, "Apa yang kalian alami dari Allah berupa kebaikan atau keburukan, maka Dia-lah yang telah menakdirkannya pada kalian dan akan memberikan balasan dengan itu Bahkan kalian adalah kaum yang diuji dengan kesenangan, kesusahan, kebaikan dan keburukan."

وَكَانَ فِى ٱلْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

(48) "Dan di kota itu737 ada sembilan orang laki-laki yang (gemar) berbuat kerusakan di bumi dan mereka tidak melakukan perbaikan."

Sebelumnya di kota Shaleh -yaitu al-Hijr yang terletak barat laut dari Jazirah Arab- terdapat sembilan orang laki-laki. Karakter mereka adalah melakukan perusakan di muka bumi tanpa diselingi sedikit pun unsur perbaikan.


[737] Menurut para ulama tafsir, yang dimaksud dengan kota di sini ini ialah kota kaum Tsamud, yaitu kota al-Hijr.

قَالُواْ تَقَاسَمُواْ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهْلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِۦ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ

(49) Mereka berkata, 'Saling bersumpahlah kalian dengan (Nama) Allah, hahwa kita pasti akan menyerangnya bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak ikut serta membinasakan (membunuh) keluarganya itu, dan kita benar-benar orang yang benar'."

Sembilan orang itu, sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Mari kita saling bersumpah dengan Nama Allah, dengan cara tiap-tiap orang bersumpah di hadapan kawan-kawannya, 'Kami benar-benar akan mendatangi Shaleh di malam hari, lalu kami akan membunuhnya dan menghabisi keluarganya', kemudian kita akan berkata kepada ahli waris korban dari kerabatnya, 'Kami tidak ikut serta dalam pembunuhan mereka, dan kami jujur dalam ucapan yang kami sampaikan'."

وَمَكَرُواْ مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

(50) "Mereka membuat tipu daya, dan Kami pun membalas tipu daya, dan mereka tidak menyadari."

Dan mereka pun mengatur strategi untuk membinasakan Shaleh dan keluarganya sebagai tindakan makar dari mereka, lalu Kami menolong Nabi Kami, Shaleh, dan Kami siksa mereka dengan siksaan tanpa disangka-sangka, sedang mereka tidak pernah berasumsi akan datangnya tipu daya dari Kami sebagai balasan atas makar mereka itu.

فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَٰهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ

(51) "Maka perhatikanlah bagaimana akihat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya."

Maka perhatikanlah wahai Rasul, dengan pandangan yang seksama terhadap akibat pengkhianatan sekelompok orang itu terhadap Nabi mereka Shaleh. Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.

فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةًۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

(52) "Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh karena kezhaliman mereka sendiri. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah) bagi orang-orang yang mengetahui."

Itu adalah tempat-tempat tinggal mereka yang kosong, tidak ada seorang pun dari mereka di sana. Allah membinasakan mereka karena tindak kezhaliman mereka terhadap diri mereka sendiri dengan perbuatan syirik dan mendustakan nabi mereka. Sesungguhnya dalam peristiwa penghancuran dan pembinasaan itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mengetahui apa yang telah Kami perbuat terhadap mereka itu. Dan itu adalah ketetapan Kami terhadap orang-orang yang mendustakan rasul-rasul.

وَأَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

(53) "Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman738 dan mereka selalu bertakwa."

Dan Kami selamatkan dari kebinasaan yang menimpa kaum Tsamud, Shaleh dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang takut kepada siksaan Allah dengan keimanan mereka.


[738] Yakni, Nabi Shaleh dan para pengikutnya.

PERBUATAN-PERBUATAN CABUL DARI KAUM LUTH

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ . أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

(54-55) "Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah (keji)739 padahal kalian melihat (kekejian perbuatan maksiat itu) ?' Mengapa kalian mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat (kalian), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kalian adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatan kalian)"

Dan ingatlah Luth ketika dia berkata kepada kaumnya, "Apakah kalian melakukan tindakan yang paling parah dalam keburukannya, sedang kalian mengetahui keburukannya? Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki melalui dubur-dubur mereka untuk memenuhi syahwat sebagai pengganti kaum wanita. Bahkan kalian adalah kaum yang buta terhadap hak Allah yang menjadi kewajiban kalian. Maka kalian menyelisihi perintahNya dengan tindakan tersebut, dan tidak taat kepada Rasul kalian dengan perbuatan kalian yang buruk itu yang tidak ada seorang pun dari semua makhluk di alam semesta ini yang pernah mendahului kalian."


[739] Yakni, penyimpangan seksual yang di antaranya adalah homoseks.

۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخْرِجُوٓاْ ءَالَ لُوطٍ مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

(56) "Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, 'Usirlah Luth dan keluarganya dari negeri kalian; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menyucikan diri'."

Maka tidak ada jawaban dari kaum Luth kepada Luth kecuali perkataan sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain, "Usirlah keluarga Luth dari negeri kalian. Sesungguhnya mereka itu kumpulan orang yang tidak mau menggauli lelaki." Orang-orang itu mengatakan hal itu kepada kawan-kawannya sebagai bentuk olokan terhadap mereka.

فَأَنجَيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ قَدَّرْنَٰهَا مِنَ ٱلْغَٰبِرِينَ

(57) "Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya; Kami telah menentukannya termasuk orang-orang yang tetap tinggal (di tempat itu sehingga dibinasakan)."

Lalu Kami selamatkan Luth dan keluarganya dari azab yang melanda kaum Luth kecuali istrinya, ia sesuai takdir Kami, termasuk orang yang tertinggal dalam siksaan sehingga ikut binasa bersama orang-orang yang binasa. Sebab dia sesungguhnya mendukung kaumnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan buruk mereka lagi menyetujuinya.

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ

(58) "Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka sangat buruklah hujan (yang ditimpakan) pada orang-orang yang (telah) diberi peringatan itu (tetapi tidak mengindahkan) "

Dan Kami hujani mereka dari langit dengan hujan batu yang berasal dari tanah yang membinasakan. Amat buruk hujan yang menimpa kaum yang sudah diperingatkan tersebut yang telah jelas hujjah di hadapan mereka.

PERINTAH ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD UNTUK MENSYUKURI NIKMAT DAN KEWAJIBAN BERIBADAH KEPADA ALLAH SEMATA-MATA

قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَىٰٓ ۗ ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ

(59) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hambaNya yang dipilihNya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa-apa yang mereka persekutukan (denganNya)?'"

Katakanlah wahai Rasul, "Segala pujian dan syukur hanya milik Allah, dan keselamatan dariNya serta keamanan atas hamba-hambaNya yang telah Dia pilih untuk mengemban risalahNya" Kemudian tanyakanlah kepada kaum musyrikin dari kaummu, "Apakah Allah yang memiliki kekuasaan mendatangkan manfaat dan keburukan yang lebih baik, ataukah obyek yang mereka persekutukan selain Allah yang tidak memiliki kuasa terhadap dirinya ataupun orang lain untuk memberikan kebaikan dan keburukan?"

أَمَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَّا كَانَ لَكُمْ أَن تُنۢبِتُواْ شَجَرَهَآ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ

(60) "Bukankah Dia (Allah) Yang menciptakan langit dan bumi dan Yang menurunkan air dari langit untuk kalian, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kalian tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah ada tuhan sesembahan lain bersama Allah? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)."

Dan tanyalah mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan bagi kalian air dari langit, kemudian Dia menumbuhkan dengannya kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kalian tidak mungkin untuk menumbuhkan pohon-pohonnya, sekiranya Allah tidak menurunkan air dari langit. Sesungguhnya peribadahan kepada Allah itulah perkara yang haq, dan penyembahan terhadap selain Allah adalah perkara batil. Apakah ada tuhan bersama Allah yang melakukan perbuatan-perbuatan tersebut di atas sehingga ia pantas disembah bersama Allah dan dipersekutukan denganNya? Bahkan orang-orang musyrik telah melenceng dari jalan kebenaran dan keimanan, lalu mereka menyamakan sesuatu dengan Allah dalam ibadah dan pengagungan.

أَمَّن جَعَلَ ٱلْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنْهَٰرًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِىَ وَجَعَلَ بَيْنَ ٱلْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(61) "Bukankah Dia (Allah) Yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiamy Yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, Yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan Yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut?120 Apakah ada tuhan sesembahan lain bersama Allah? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Apakah menyembah kepada apa-apa yang kalian persekutukan itu lebih baik dari menyembah Yang menjadikan bagi kalian bumi sebagai tempat tinggal dan menjadikan di tengah-tengahnya sungai sungai dan menjadikan gunung-gunung sebagai pengokoh baginya dan menjadikan pemisah antara dua laut yang berair tawar dan berair asin sehingga salah satunya tidak merusak yang lain? Apakah ada tuhan bersama Allah yang melakukan itu sehingga kalian kemudian menyekutukannya bersama Allah dalam ibadah kalian? Bahkan kebanyakan dari kaum musyrikin tidak mengetahui besarnya keagungan Allah Mereka menyekutukan sesuatu denganNya karena sekedar ikut-ikutan dan merupakan tindakan kezhaliman.


[120] Dua laut di sini ialah laut yang asin dan sungai tawar dan besar yang bermuara di laut. Air sungai yang tawar itu setelah sampai di muara tidak langsung menjadi asin.

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

(62) "Bukankah Dia (Allah) Yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepadaNya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kalian (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan sesembahan lain bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kalian ingat."

Apakah menyembah kepada apa-apa yang kalian persekutukan (dengan Allah) lebih baik dari menyembah Dzat Yang memperkenankan doa orang yang berada dalam kesulitan ketika ia berdoa kepadaNya dan menyingkirkan keburukan yang menimpanya dan menjadikan kalian sebagai khalifah-khalifah pengganti orang-orang yang berada di muka bumi sebelumnya? Apakah ada tuhan di samping Allah yang memberikan kenikmatan-kenikmatan kepada kalian? Amat sedikit kalian yang mengingat dan mengambil pelajaran. Karena itu, kalian mempersekutukan sesuatu dengan Allah dalam beribadah kepadaNya.

أَمَّن يَهْدِيكُمْ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَمَن يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦٓ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ تَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(63) "Bukankah Dia (Allah) Yang memberi petunjuk kepada kalian dalam kegelapan di daratan dan lautan dan Yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmatNya?741 Apakah ada tuhan sesembahan lain bersama Allah ? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan."

Apakah penyembahan kepada apa-apa yang kalian persekutukan dengan Allah itu lebih baik dari Dzat Yang memandu kalian dalam kegelapan di daratan dan lautan ketika kalian tersesat jalan lalu jalan-jalan menjadi gelap bagi kalian, dan juga Yang menghembuskan angin-angin sebagai pemberi kabar gembira dengan apa-apa yang Allah akan merahmati hamba-hambaNya seperti hujan yang menghidupkan tanah yang telah tandus? Apakah ada tuhan bersama Allah yang melakukan sesuatu dari hal tersebut, lalu kalian menyerunya selain menyeru Allah? Allah Mahabersih dan Mahasuci dari apa yang mereka persekutukan denganNya.


[741] Yakni, hujan yang menyuburkan tumbuh-tumbuhan.

أَمَّن يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَمَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قُلْ هَاتُواْ بُرْهَٰنَكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(64) "Bukankah Dia (Allah) yang memulai menciptakan (makhluk dari permulaannya) , kemudian mengulanginya (lagi) dan siapakah yang memberikan rizki kepada kalian dari langit dan bumi? Apakah ada tuhan sesembahan lain bersama Allah? Katakanlah, Kemukakanlah bukti kebenaran kalian, jika kalian adalah orang-orang yang benar'."

Dan tanyakanlah kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan makhluk dan kemudian membinasakannya ketika Dia menghendakinya kemudian mengulang penciptaannya kembali? Dan siapakah yang memberikan rizki kepada kalian dari langit dengan menurunkan hujan dan dari bumi dengan ditumbuhkannya tanaman dan lainnya? Apakah ada tuhan selain Allah yang melakukan itu?" Katakanlah, "Datangkanlah hujjah kalian bila kalian berkata jujur dalam klaim kalian bahwa sesungguhnya Allah memiliki sekutu dalam kerajaan dan ibadah kepadaNya."

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ . بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلْمُهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ مِّنْهَا ۖ بَلْ هُم مِّنْهَا عَمُونَ

(65-66) "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidak ada siapa pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan (kembali).' Tetapi pasti jelas pengetahuan mereka tentang akhirat (setelah mereka melihatnya langsung); padahal mereka ragu-ragu tentangnya (ketika mereka di dunia); bahkan mereka buta tentang itu."

Katakanlah, wahai Rasul kepada mereka, bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara-perkara ghaib yang hanya khusus diketahui oleh Allah semata. Dan mereka tidak tahu kapan akan dibangkitkan dari kubur-kubur mereka ketika Hari Kiamat datang. Bahkan ilmu mereka hanya akan menjadi sempurna di alam akhirat, lalu mereka meyakini kampung akhirat dan segala sesuatu yang terjadi di sana berupa kengerian-kengerian ketika mereka menyaksikannya secara langsung, sedangkan di dunia mereka dalam keraguan terhadapnya, bahkan mata hati mereka telah buta terhadapnya.

KEINGKARAN ORANG-ORANG KAFIR TERHADAP HARI KEBANGKITAN

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخْرَجُونَ

(67) "Dan orang-orang yang kafir berkata, 'Apakah setelah kami dan nenek moyang kami menjadi tanah, kami benar-benar akan dikeluarkan (dibangkitkan kembali dari kubur) ?'

Dan orang-orang yang mengingkari keesaan Allah berkata, "Apakah kami dan nenek moyang kami akan dibangkitkan dalam keadaan hidup seperti bentuk kami sekarang setelah kematian kami sesudah kami berubah menjadi tanah?

لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

(68) 'Sungguh sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan (Hari Kebangkitan kembali) ini; kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu'"

Sungguh kami telah diberi ancaman tentang hari kebangkitan tersebut, begitu juga nenek moyang kami sebelumnya. Akan tetapi, kami belumlah melihat kejadiannya yang sebenarnya dan kami pun tidak beriman tentangnya. Ancaman ini tiada lain kecuali kedustaan-kedustaan yang ditulis dan diada-adakan oleh orang-orang dahulu dalam kitab-kitab mereka."

قُلْ سِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ

(69) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Berjalanlah kalian di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang gemar berbuat dosa itu'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang mendustakan itu, "Berjalanlah kalian di muka bumi, lalu perhatikanlah perkampungan orang-orang yang berbuat dosa sebelum kalian, bagaimanakah kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul? Allah membinasakan mereka karena pendustaan yang mereka perbuat. Dan Allah akan berbuat kepada kalian seperti pada mereka jika kalian tidak beriman."

وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُن فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ

(70) "Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya yang mereka lakukan."

Dan janganlah kamu bersedih hati atas sikap berpaling kaum musyrikin dan pendustaan mereka terhadapmu, dan janganlah hati kamu menjadi sempit gara-gara tipu daya mereka terhadapmu. Sesungguhnya Allah akan menolongmu atas mereka.

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(71) "Dan mereka (orang-orang kafir) juga berkata, 'Kapankah datangnya janji (azab) itu, jika kalian orang-orang yang benar?"'

Dan orang-orang musyrik dari kaummu, wahai Rasul, akan berkata, "Kapankah ancaman dengan siksaan yang kamu dan para pengikutmu ancamkan kepada kami akan terjadi, bila kalian berkata benar dalan ancaman yang kalian lancarkan kepada kami?"

قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعْضُ ٱلَّذِى تَسْتَعْجِلُونَ

(72) "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Boleh jadi sebagian dari (azab) yang kalian minta disegerakan itu telah hampir sampai kepada kalian'."742

Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, "Boleh jadi sudah dekat terhadap kalian sebagian siksaan Allah yang kalian minta disegerakan kedatangannya."


[742] Yakni, Allah menerangkan bahwa kedatangan sebagian azab kepada mereka telah pasti. Para ulama tafsir menafsirkan bahwa azab yang akan segera mereka alami ialah kekalahan mereka di peperangan Badar, dan itu telah terbukti.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

(73) "Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar memiliki karunia (yang diberikanNya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur"

Dan sesungguhnya Tuhanmu itu benar-benar mempunyai karunia yang besar kepada sekalian manusia, dengan tidak menyegerakan siksaan bagi mereka atas perbuatan maksiat mereka kepada Allah dan kekafiran mereka kepadaNya. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka tidak bersyukur kepada Allah atas itu, lalu mau beriman kepadaNya dan mengikhlaskan ibadah bagiNya semata.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ

(74) "Dan sesungguhnya Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan"

Dan sesungguhnya Tuhanmu itu benar-benar mengetahui apa yang disembunyikan oleh hati makhluk-makhlukNya dan apa saja yang mereka tampakkan.

وَمَا مِنْ غَآئِبَةٍ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

(75) "Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauhul Mahfuzji)"

Dan tidak ada sesuatu yang tidak terlihat oleh pandangan makhluk di langit dan di bumi, kecuali terdapat di dalam kitab yang nyata yang berada di sisi Allah. Kitab itu telah meliputi seluruh peristiwa yang telah terjadi dan yang akan terjadi.

KENABIAN MUHAMMAD DAN AL-QUR'AN ADALAH BUKTI KEBENARANNYA

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَكْثَرَ ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

(76) "Sesungguhnya al-Qur'an ini mengisahkan (menjelaskan) kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan."

Sesungguhnya al-Qur'an ini menerangkan kepada Bani Israil tentang kebenaran dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan.

وَإِنَّهُۥ لَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

(77) "Dan sesungguhnya ia (al-Qur'an) itu benar-benar merupakan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman"

Dan sesungguhnya al-Qur'an ini benar-benar merupakan sumber hidayah dari kesesatan dan rahmat dari azab bagi orang-orang yang mengimaninya dan mengambil hidayah dengan hidayahnya.

إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُم بِحُكْمِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ

(78) "Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan (perkara) di antara mereka dengan hukumNya, dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui."

Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan perkara di antara orang-orang yang berselisih dari kalangan Bani Israil dan orang-orang selain mereka dengan keputusan hukumNya terhadap mereka, di mana Dia akan memberikan hukuman kepada orang yang batil dan memberikan balasan baik kepada orang yang berbuat baik. Dan Dia-lah Dzat Yang Mahaperkasa Yang selalu menentukan, maka keputusanNya tidak tertolak, juga Maha Mengetahui yang tidak samar bagiNya antara kebenaran dengan kebatilan.

فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلْحَقِّ ٱلْمُبِينِ

(79) "Maka bertawakallah kepada Allah, karena sesungguhnya engkau (wahai Rasul) berada di atas kebenaran yang jelas."

Maka bergantunglah kamu, wahai Rasul, dalam seluruh urusanmu kepada Allah dan percayalah kepadaNya, sesungguhnya Dia-lah yang menolongmu dalam seluruh perkara. Sesungguhnya kamu benar-benar di atas kebenaran nyata yang tidak ada keragu-raguan padanya.

إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْاْ مُدْبِرِينَ

(80) "Sesungguhnya engkau tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati bisa mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang."

Sesungguhnya kamu, wahai Rasul, tidak kuasa untuk memperdengarkan kebenaran kepada orang yang telah dicap hatinya oleh Allah, sehingga mematikan hatinya, dan kamu (juga) tidak mampu untuk memperdengarkan seruan dakwahmu kepada orang yang sudah ditulikan pendengarannya oleh Allah untuk mendengar kebenaran saat mereka membalikkan badan berpaling dari dirimu.

وَمَآ أَنتَ بِهَٰدِى ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَٰلَتِهِمْ ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ

(81) "Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk orang buta dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar; kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri"

Dan kamu, wahai Rasul, tidak akan dapat memberi hidayah dari kesesatanbagi orang yang telah dibutakan oleh Allah dari melihat kebenaran dan jalan lurus. Dan tidak mungkin bagimu untuk memperdengarkannya, kecuali kepada orang yang mengimani ayat-ayat Kami, dan mereka itu berserah diri, taat dan menyambut seruan dakwahmu kepada mereka.

TANDA-TANDA KEDATANGAN HARI KIAMAT DAN HURU-HARA DI SAAT DATANGNYA KIAMAT ITU

۞ وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ

(82) "Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka,t Kami keluarkan seekor binatang bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."

Dan apabila ketetapan azab telah jatuh pada mereka karena mereka terus-menerus hanyut dalam maksiat dan perbuatan yang melampaui batas serta sikap berpaling mereka dari ajaran syariat Allah dan hukumNya, sehingga mereka menjadi makhluk Allah yang paling jahat, maka Kami keluarkan kepada mereka dari muka bumi di akhir zaman satu pertanda dari tanda-tanda Kiamat yang besar, yaitu sejenis binatang yang akan memberitahukan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia yang mengingkari Hari Kebangkitan, mereka itu tidak mengimani al-Qur'an, Muhammad dan ajaran agamanya dan tidak juga beramal shalih.

وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ فَوْجًا مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ

(83) "Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok)"

Pada hari Kami menghimpun dari tiap-tiap umat segolongan orang yang mendustakan dalil-dalil dan hujjah-hujjah Kami, di mana barisan pertama dari mereka ditahan hingga orang-orang yang terakhir dari mereka supaya mereka semua dapat bergabung menjadi satu. Kemudian mereka digiring menuju proses perhitungan amal perbuatan.

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو قَالَ أَكَذَّبْتُم بِـَٔايَٰتِى وَلَمْ تُحِيطُواْ بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ . وَوَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِم بِمَا ظَلَمُواْ فَهُمْ لَا يَنطِقُونَ

(84-85) "Hingga apabila mereka telah datang, Dia (Allah) berfirman, 'Mengapa kalian mendustakan ayat-ayatKu, padahal kalian tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, atau apakah yang telah kalian kerjakan?' Dan berlakulah perkataan (ketentuan azab) atas mereka karena kezhaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata-kata"

Hingga ketika telah datang dari tiap-tiap umat segolongan orang dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka sudah berkumpul, Allah berfirman kepada mereka, "Apakah kalian mendustakan ayat-ayatKu yang telah Aku turunkan kepada para rasulKu, dan mendustakan ayat-ayatKu yang Aku jadikan sebagai petunjuk atas kewajiban bertauhid kepadaKu dan hakKu untuk diibadahi, sedang kalian tidak mengetahui tentang kebatilannya, sehingga kalian kemudian berpaling darinya dan mendustakannya? Atau apakah yang telah kalian kerjakan?" Dan telah jatuh ketetapan siksaan pada mereka, karena kezhaliman dan pendustaan mereka. Mereka itu tidak berbicara dengan dasar hujjah yang dapat mereka jadikan sebagai penolak siksaan buruk yang menimpa mereka.

أَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا جَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِيَسْكُنُواْ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(86) "Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman"

Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam hari sebagai waktu mereka beristirahat dan tidur, dan siang hari mereka dapat melihat dengan terang untuk berusaha dalam mencari penghidupan mereka? Sesungguhnya dalam kejadian pengendalian keduanya benar-benar terdapat petunjuk bagi kaum yang mengimani kesempurnaan kekuasaan Allah, keesaan dan agungnya kenikmatan-kenikmatan dariNya.

وَيَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَٰخِرِينَ

(87) "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah siapa-siapa yang ada di langit dan siapa-siapa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap kepadaNya dengan merendahkan diri"

Dan ingatlah, wahai Rasul, hari ketika malaikat akan meniup sangkakala, sehingga terkejutlah semua makhluk yang ada di langit dan di bumi dengan dahsyat karena tiupan yang mengerikan tersebut, kecuali orang yang Allah kecualikan dari orang-orang yang Allah muliakan dan dilindungi dari keterkejutan mendengarnya. Dan seluruh makhluk akan datang kepada Tuhan mereka dalam keadaan hina dina lagi tunduk patuh.

وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ

(88) "Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti berjalannya awan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan."

Dan kamu akan melihat gunung-gunung yang kamu kira mereka berhenti dan diam tak bergerak, padahal ia berjalan dengan jalan yang cepat sebagaimana perjalanan awan yang ditiup oleh hembusan angin. Ini termasuk perbuatan Allah yang telah membuat segala sesuatu dengan indah dan merapikannya. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang diperbuat oleh hamba-hambaNya, perbuatan yang baik maupun yang buruk, dan akan memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan amal perbuatan tersebut.

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌ مِّنْهَا وَهُم مِّن فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ ءَامِنُونَ

(89) "Barangsiapa membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, dan mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu."

Barangsiapa datang membawa tauhidullah, beriman kepadaNya dan hanya beribadah kepadaNya semata, serta amal-amal shalih pada Hari Kiamat, maka baginya di sisi Allah pahala besar yang lebih baik dan lebih utama darinya, yaitu surga. Dan mereka itu akan aman pada hari ketakutan yang terdahsyat.

وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(90) "Dan barangsiapa membawa keburukan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kalian tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kalian kerjakan."

Dan barangsiapa datang dengan membawa kesyirikan dan perbuatan-perbuatan buruk lagi keji, maka balasan bagi mereka adalah Allah akan menyeret mereka dengan wajah-wajah mereka di neraka pada Hari Kiamat. Dan akan dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan terhadap mereka, "Bukankah kalian diberi balasan sesuai dengan apa yang kalian perbuat di dunia dahulu?"

إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ ٱلْبَلْدَةِ ٱلَّذِى حَرَّمَهَا وَلَهُۥ كُلُّ شَىْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ . وَأَنْ أَتْلُوَاْ ٱلْقُرْءَانَ ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ

(91-92) "Sesungguhnya aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang telah Dia jadikan sebagai negeri haram (tanah suci), dan segala sesuatu adalah milikNya. Dan aku juga diperintahkan agar aku termasuk orang-orang Muslim, dan agar aku membacakan al-Qur'an (kepada manusia). Maka barangsiapa mendapat petunjuk, maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa sesat, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang di antara para pemberi peringatan'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada sekalian manusia. "Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Tuhan Pemilik negeri ini (Makkah) yang telah dijadikan kota suci olehNya atas makhlukNya, agar mereka tidak menumpahkan darah (orang) yang haram dibunuh atau menzhalimi seseorang di dalamnya, atau membidik hewan buruan dan menebang pepohonannya. Dan milikNyalah segala sesuatu. Dan aku diperintah untuk beribadah kepadaNya saja tanpa menyembah selainNya. Dan Aku diperintah supaya menjadi orang-orang yang patuh terhadap perintahNya. yang bersegera untuk menaatiNya, dan agar aku membacakan al-Qur'an kepada sekalian manusia Maka barangsiapa mendapatkan hidayah melalui kandungannya dan mengikuti risalah yang aku bawa, sesungguhnya kebaikan dan balasan baiknya teruntuk bagi dirinya saja." Dan siapa yang tersesat dan kebenaran, maka katakanlah wahai Rasul "Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian dari azab dan hukuman Allah jika kalian tidak beriman. Aku hanyalah salah searang di antara para rasul yang (ditugaskan untuk) memberi peringatan kepada kaum mereka dan sedikit pun taufik memberikan hidayah itu bukan di tanganku,"

وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ فَتَعْرِفُونَهَا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

(93) "Dan katakanlah (wahai Rasul), 'Segala puji bagi Allah. Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda (kebesaran)Nya, maka kalian akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa-apa yang kalian kerjakan'."

Dan ucapkanlah wahai Rasul, pujian yang baik bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian ayat-ayat kebesaranNya pada diri kalian, di langit dan di bumi maka kalian akan mengetahuinya dengan Pengetahuan yang akan memandu kalian menuju kepada kebenaran dan menjelaskan kepada kalian tentang kebatilan. Dan tidaklah Tuhanmu itu lalai dari apa yang kalian perbuat. Dan Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas perbuatan kalian itu.