Isi Tafsir Al-Qur'an

Asy Syu'ara

MUHAMMAD TIDAK USAH BERSEDIH HATI TERHADAP KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN

طسٓمٓ

(1) "Tha Sin Mim "

(Tha Sin Mim). Keterangan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (seperti ini) telah berlalu di awal Surat al-Baqarah.

تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ

(2) "Inilah ayat-ayat al-Kitab (al-Qur'an) yang jelas."

Ini adalah ayat-ayat al-Qur'an yang menjelaskan segala sesuatu, yang memisahkan antara hidayah dan kesesatan.

لَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤْمِنِينَ

(3) "Boleh jadi engkau (wahai Rasul) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman ."

Barangkali kamu, wahai Rasul, lantaran besarnya antusiasmu untuk memberi mereka hidayah, akan membinasakan dirimu sendiri, dikarenakan mereka tidak beriman kepadamu dan tidak menjalankan petunjukmu. Maka janganlah kamu melakukan itu.

إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةً فَظَلَّتْ أَعْنَٰقُهُمْ لَهَا خَٰضِعِينَ

(4) "Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya"

Jika Kami menghendaki, niscaya Kami akan menurunkan dari langit kepada orang-orang yang mendustakan dari kaummu itu satu mukjizat yang menakutkan mereka yang akan memaksa mereka untuk beriman, sehingga leher-leher mereka tunduk dan merendah. Akan tetapi, Kami tidak menghendaki hal tersebut. Sebab, sesungguhnya keimanan yang bermanfaat adalah keimanan terhadap perkara ghaib dengan sukarela.

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّنَ ٱلرَّحْمَٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنْهُ مُعْرِضِينَ

(5) "Dan tidaklah sampai kepada mereka suatu peringatan baru (ayat al-Qur 'an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, kecuali mereka berpaling darinya."

Dan tidaklah datang kepada kaum musyrikin yang mendustakan suatu peringatan baru yang diturunkan dari ar-Rahman satu demi satu, yang memerintahkan mereka dan melarang mereka, dan mengingatkan mereka terhadap agama yang haq ini, melainkan mereka berpaling darinya, dan tidak menerimanya.

فَقَدْ كَذَّبُواْ فَسَيَأْتِيهِمْ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

(6) "Sungguh mereka telah mendustakan (al-Qur'an), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan."

Sesungguhnya mereka telah mendustakan al-Qur'an dan meng-olok-oloknya. Akan tiba kepada mereka kabar-kabar perkara yang dahulu mereka olok-olok dan ejek, dan siksaan akan menimpa mereka sebagai balasan atas penentangan mereka terhadap Tuhan mereka.

أَوَلَمْ يَرَوْاْ إِلَى ٱلْأَرْضِ كَمْ أَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ . إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ . وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(7-9) "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang "

Apakah mereka itu mendustakan, sedang mereka tidak memperhatikan bumi di mana Kami menumbuhkan padanya semua jenis tanaman yang indah lagi berguna, yang tidak berkuasa menumbuhkannya kecuali Tuhan semesta alam? Sesungguhnya pada perkara ditumbuhkannya tanam-tanaman di muka bumi benar-benar terkandung bukti petunjuk yang jelas tentang kesempurnaan Kuasa Allah, dan kebanyakan manusia tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Dzat Yang Mahaperkasa atas segala makhluk, juga Maha Penyayang, yang rahmatNya meliputi segala sesuatu.

KISAH NABI MUSA
Perintah Tuhan Kepada Nabi Musa Untuk Menyeru Fir'aun

وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئْتِ ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ . قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ

(10-11) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan FirmanNya), 'Datangilah kaum yang zhalim itu, (yaitu) kaum Fir'aun; mengapa mereka tidak bertakwa?'"

Dan beritakanlah wahai Rasul, kepada kaummu ketika Tuhanmu menyeru Musa, "Datangilah kaum yang berbuat kezhaliman, yaitu kaum Fir'aun. Dan katakanlah kepada mereka, tidakkah mereka itu takut terhadap hukuman Allah dan mau meninggalkan apa yang ada pada mereka berupa kekafiran dan kesesatan?"

قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ . وَيَضِيقُ صَدْرِى وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِى فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَٰرُونَ . وَلَهُمْ عَلَىَّ ذَنۢبٌ فَأَخَافُ أَن يَقْتُلُونِ

(12-14) "Dia (Musa) berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku, sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar; maka utuslah (Jibril) kepada Harun714. Sebab aku berdosa terhadap mereka715 maka aku takut mereka akan membunuhku'."

Musa berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakanku dalam risalah (yang kubawa) dan akibatnya dadaku akan sesak dengan kenestapaan karena pendustaan mereka kepadaku, dan lidahku tidaklah lancar untuk menyampaikan dakwah, maka utuslah Jibril dengan membawa wahyu yang diturunkan kepada saudaraku, Harun, agar ia dapat membantuku, dan membenarkan apa-apa yang aku katakan, dan menjelaskan kepada mereka apa-apa yang aku sampaikan, karena dia lebih jelas dalam berbicara. Dan aku juga punya dosa terhadap mereka karena membunuh seorang lelaki dari mereka, yaitu lelaki orang Qibthi. Maka aku takut mereka akan membunuhku karenanya.’


[714] Agar Harun diangkat menjadi rasul untuk membantunya.

[715] Nabi Musa mengatakan bahwa dia berdosa terhadap orang-orang Mesir, adalah berdasarkan anggapan orang-orang Mesir. Karena sebenarnya Nabi Musa tidak berdosa, sebab dia membunuh orang Mesir itu tidak dengan sengaja. Selanjutnya lihat al-Qashash: 15.

قَالَ كَلَّا ۖ فَٱذْهَبَا بِـَٔايَٰتِنَآ ۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسْتَمِعُونَ . فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ . أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

(15-17) "(Allah) berfirman, Sama sekali tidak, (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kalian berdua dengan membawa ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) Kami; sesungguhnya Kami bersama kalian mendengarkan (apa yang mereka katakan), maka datanglah kalian berdua kepada Fir'aun dan katakan, 'Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam, biarkanlah Bani Israil (pergi) bersama kami'."

Allah berfirman kepada Musa, "Sekali-kali tidak. Mereka tidak akan dapat membunuhmu. Dan Aku telah mengabulkan permintaanmu terkait Harun. Maka pergilah kalian berdua dengan membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran kalian berdua. Sesungguhnya Kami bersama kalian berdua melalui pengetahuan, penjagaan, dan pertolongan lagi mendengarkan. Lalu datangilah Fir'aun dan katakanlah kepadanya, 'Sesungguhnya kami berdua diutus kepadamu dan kepada kaummu dari Tuhan alam semesta; karena itu lepaskanlah orang-orang Bani Israil agar pergi bersama kami'."

Soal-Jawab Antara Nabi Musa dan Fir'aun

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ . وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ ٱلَّتِى فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

(18-19) "Dia (Fir'aun) menjawab, 'Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu ?716 Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan717 dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih'"

Fir'aun berkata kepada Musa untuk mengingatkan kebaikan yang tercurah padanya dari Fir'aun, "Bukankah dahulu kami telah mengasuhmu di rumah-rumah kami sewaktu kamu masih kecil, dan kamu tinggal dalam perawatan kami sekian tahun dari usiamu, dan kemudian kamu berbuat kejahatan dengan membunuh seorang lelaki dari kaumku, ketika kamu memukul dan mendorongnya, dan kamu termasuk orang-orang yang melupakan kenikmatan-kenikmatanku, lagi mengingkari ketuhananku?"


[716] Nabi Musa tinggal bersama Fir'aun sejak kecil, lebih kurang 18 tahun.

[717] Yaitu, membunuh orang Qibthi. Lihat Surat al-Qashash: 15.

قَالَ فَعَلْتُهَآ إِذًا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ . فَفَرَرْتُ مِنكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِى رَبِّى حُكْمًا وَجَعَلَنِى مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ . وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَىَّ أَنْ عَبَّدتَّ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

(20-22) "Dia (Musa) berkata, 'Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang-orang yang tidak tahu.718 Lalu aku melarikan diri dari kalian karena aku takut kepada kalian, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. Dan itu hanya suatu kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak (bangsa) Bani Israil'."

Musa berkata menjawab Fir'aun, "Aku memang telah melakukan apa yang kamu katakan sebelum Allah menurunkan wahyu kepadaku dan sebelum mengutusku sebagai rasul, lalu aku keluar dari sisi kalian untuk melarikan diri menuju negeri Madyan, karena aku takut kalian akan membunuhku karena apa yang telah aku perbuat tanpa sengaja. Kemudian Tuhanku menganugerahiku kenabian dan ilmu, sebagai bentuk kemurahan dariNya bagiku, dan menjadikanku termasuk di antara rasul-rasul utusanNya. Dan pengasuhan (terhadapku) dahulu di rumahmu kamu anggap sebagai budi baik darimu kepadaku, padahal kamu sungguh telah memperbudak orang-orang Bani Israil, kamu sembelih anak-anak lelaki mereka dan kamu biarkan hidup perempuan-perempuan mereka?"


[718] Yakni, karena aku belum diturunkan wahyu oleh Allah dan belum diangkat sebagai rasul, dan aku melakukannya secara tidak sengaja.

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(23) "Fir'aun bertanya, 'Siapa Tuhan seluruh alam ini?"'

Fir'aun bertanya kepada Musa, "Siapakah Tuhan semesta alam itu yang kamu mengaku-aku sebagai utusanNya?"

قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ

(24) "Dia (Musa) menjawab, 'Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Jika kalian meyakiniNya'."

Musa menjawab, "Dia adalah Pemilik dan Pengatur langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya; jika kalian meyakini perkara itu, maka berimanlah kalian."

قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُۥٓ أَلَا تَسْتَمِعُونَ

(25) "Dia (Fir'aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, 'Apakah kalian tidak mendengar (apa yang dikatakannya) ?'"

Fir'aun berkata kepada para petingginya yang berada di sekelilingnya, "Apakah kalian mendengar perkataan Musa yang aneh itu tentang adanya Tuhan selain aku?"

قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ

(26) "Dia (Musa) berkata, '(Dia adalah) Tuhan kalian dan juga Tuhan nenek moyang kalian terdahulu'."

Musa berkata, "Tuhan yang aku menyeru kalian kepadaNya, Dialah yang menciptakan kalian dan menciptakan nenek moyang kalian yang dahulu, maka bagaimana kalian menyembah orang yang juga makhluk seperti kalian, dia punya nenek moyang yang telah mati, sebagaimana nenek moyang kalian?"

قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِىٓ أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ

(27) "Dia (Fir'aun) berkata, 'Sesungguhnya Rasul kalian yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila'."

Untuk tujuan mendustakan Musa, Fir'aun berkata kepada orang-orang dekatnya untuk memprovokasi mereka demi mendustakan Musa, "Sesungguhnya rasul kalian ini yang diutus kepada kalian benar-benar orang gila. Ia melontarkan perkataan yang tidak masuk di akal."

قَالَ رَبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَآ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

(28)"Dia (Musa) berkata, '(Dia-lah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kalian mengerti'."

Musa berkata, "Tuhan Yang menguasai timur dan barat serta semua yang ada di antara keduanya, berupa cahaya dan kegelapan; ini semua menuntut keharusan beriman kepadaNya semata jika kalian orang-orang yang berakal dan mau merenung!"

قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذْتَ إِلَٰهًا غَيْرِى لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ ٱلْمَسْجُونِينَ

(29)"Dia (Fir'aun) berkata, 'Jika engkau benar-benar menyembah Tuhan selain aku, pasti aku menjadikanmu termasuk orang-orang yang dipenjara'."

Fir'aun berkata kepada Musa untuk mengintimidasi Musa, "Bila kamu menyembah sesembahan selain aku, aku benar-benar akan me-menjarakanmu bersama orang-orang yang aku penjarakan."

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَىْءٍ مُّبِينٍ

(30) "Dia (Musa) berkata, 'Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (bukti) yang nyata?"'

Musa menjawab, "Apakah kamu akan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dipenjara, meskipun aku membawakan kepadamu satu bukti kuat yang akan memperjelas kebenaranku?"

قَالَ فَأْتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(31) "Dia (Fir'aun) berkata, ’Tunjukkanlah (bukti yang nyata) itu Jika engkau termasuk orang-orang yang benar !"

Fir'aun berkata, "Bawalah itu kepadaku jika kamu termasuk orang yang benar dalam klaimmu."

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ . وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ

(32-33) "Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang nyata. Dan dia mengeluarkan tangannya (dari leher bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya"

Kemudian Musa melontarkan tongkatnya, lalu berubah menjadi ular yang nyata, bukan suatu tipu daya ilusi sebagaimana yang dilakukan oleh para tukang sihir. Dan dia mengeluarkan tangannya dari dalam lubang bajunya, tiba-tiba menjadi putih seperti salju, bukan karena penyakit kusta, yang membelalakkan pandangan orang-orang yang memandang.

قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٌ . يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِۦ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

(34-35) "Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, 'Sesungguhnya dia (Musa) ini benar-benar seorang penyihir yang pandai, dia hendak mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihirnya; karena itu apa yang kalian sarankan?"'

Fir'aun berkata kepada para pemuka kaumnya lantaran takut mereka akan beriman, "Sesungguhnya Musa itu seorang tukang sihir yang lihai. Dengan sihirnya, dia hendak mengeluarkan kalian dari negeri kalian. Maka apakah yang kalian usulkan kepadaku terkait dengan dirinya, niscaya aku akan mengikuti pendapat kalian di dalam masalah itu?"

قَالُوٓاْ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَٱبْعَثْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ . يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ

(36-37) "Mereka menjawab,'Tundalah (urusan) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (para penyihir), niscaya mereka akan mendatangkan kepadamu semua penyihir yang pandai'."

Kaumnya berkata kepadanya, "Kesampingkanlah urusan Musa dan saudaranya dahulu, dan utuslah tentara-tentara ke berbagai negeri untuk mengumpulkan para ahli sihir. Mereka akan membawakan kepadamu orang-orang yang cakap dalam ilmu sihir dan unggul dalam menguasainya."

فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ . وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنتُم مُّجْتَمِعُونَ

(38-39) "Lalu dikumpulkanlah para penyihir pada waktu (yany» ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan,719 dan diumumkan kepada orang banyak, 'Berkumpullah kalian semua,'

Lalu dikumpulkanlah para ahli sihir, dan ditetapkan bagi mereka waktu tertentu, yaitu waktu pagi dluiha pada hari yang meriah yang mana mereka meluangkan waktu dari kesibukan-kesibukan pada hari itu, berkumpul dan berpenampilan menarik. Itu tujuannya adalah untuk acara perjumpaan dengan Musa, dan orang-orang didorong agar ikut berkumpul dengan harapan kemenangan menjadi milik para tukang sihir.


[719] Yakni, pada pagi hari di liari raya mereka.

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلْغَٰلِبِينَ

(40) 'agar kita mengikuti para penyihir itu, jika mereka yang menang'."

Sesungguhnya kami amat berharap kemenangan ada di tangan tukang-tukang sihir, sehingga kami akan teguh di atas keyakinan kami.

فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَٰلِبِينَ

(41) "Maka ketika para penyihir datang, mereka berkata kepada Fir'aun, 'Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan, jika kami yang menang?"'

Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang kepada Fir'aun, mereka berkata kepadanya, "Apakah sesungguhnya kami akan mendapatkan bayaran berupa materi atau kedudukan, bila kami menang melawan Musa?"

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَّمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

(42) "Dia (Fir'aun) menjawab, 'Ya, dan bahkan kalian pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku)'."

Fir’aun menjawab, "Betul, bagi kalian imbalan apa saja yang kalian minta dariku. Dan sesungguhnya kalian akan termasuk orang-orang dekat denganku pada waktu itu."

قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلْقُواْ مَآ أَنتُم مُّلْقُونَ

(43) "Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan'."

Musa berkata kepada para ahli sihir untuk mematahkan sihir mereka dan menampakkan bahwa apa yang ia bawa bukanlah praktek sihir, "Lemparkanlah apa yang kalian hendak lemparkan dari kekuatan sihir."

فَأَلْقَوْاْ حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ ٱلْغَٰلِبُونَ

(44) "Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata. ’Demi keperkasaan Fir'aun, pasti kamilah yang akan menang

Maka mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, dan diilusikan pada pandangan manusia bahwa itu adalah ular-ular yang bergerak-gerak, dan mereka bersumpah dengan kemuliaan Fir'aun dengan berkata, "Sesungguhnya kami benar-benar akan menjadi pihak yang menang."

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

(45) "Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan (benda-benda palsu) yang mereka ada-adakan itu."720

Maka Musa melemparkan tongkatnya, dan tiba-tiba berubah menjadi ular besar, yang menelan semua yang berasal dari mereka yang merupakan kedustaan dan kepalsuan belaka.


[100] Yakni, tali temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan oleh para penyihir itu yang terbayang seolah-olah menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat Nabi Musa yang benar-benar menjadi ular.

فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ . قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ . رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

(46-48) "Maka tukang-tukang sihir itu dibuat menyungkur dengan bersujud (karena kehebatan mukjizat Nabi Musa). Mereka berkata. ’Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam, (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun'"

Tatkala mereka menyaksikan kejadian itu, dan mereka tahu itu bukanlah sebuah tipu daya ilusi ahli-ahli sihir, mereka beriman kepada Allah dan bersujud kepadaNya. Dan mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, Tuhan Musa dan Harun."

قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَٰفٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

(49) "Dia (Fir'aun) berkata. 'Apakah kalian beriman kepada Musa sebelum aku mengizinkan kalian? Sesungguhnya dialah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian, Nanti kalian panti akan tahu (akibatnya). Aku benar-benar akan memotong tangan dan kaki kalian secara bersilang, dan aku benar-benar akan menyalib kalian semua',"

Fir'aun berkata kepada tukang tukang sihir dengan penuh pengingkaran, "Apakah kalian beriman kepada Musa tanpa seizin dariku?" Dan ia mengatakan sesuatu demi mengesankan bahwa tindakan Musa adalah sihir, "Sungguhnya ia adalah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian, Maka kalian akan tahu hukuman apa yang akan jatuh pada kalian, Sungguhnya aku akan benar-benar memotong-motong tangan-tangan dan kaki-kaki kalian secara bersilangan: dengan memotong tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya. Dan sesungguhnya aku akan benar-benar menyalib kalian semua."

قَالُواْ لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ . إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(50-51) "Mereka berkata,'Tidak ada masalah! Karena kami akan kembali kepada Tuhan kami. Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami, karena kami menjadi orang-orang yang pertama-tama beriman (dari kaummu)'."

Ahli-ahli sihir berkata kepada Fir'aun, "Tidak ada masalah bagi kami terkait siksaan dunia yang menimpa kami, (karena) sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, lalu Dia akan memberikan kepada kami kenikmatan yang langgeng. Sungguhnya kami berharap semoga Tuhan kami (Allah) mengampuni kesalahan-kesalahan kami dari perbuatan syirik dan lainnya, karena kami adalah orang-orang yang pertama memeluk Islam dari kaummu."

Perintah Tuhan Kepada Nabi Musa Untuk Menyelamatkan Bani Israil dari Fir'aun dan Pembinasaan Fir'aun

۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِىٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ

(52) "Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, 'Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hambaKu (Bani Israil), (sebab) sesungguhnya kalian akan dikejar'."

Dan Allah mewahyukan kepada Musa "Berjalanlah kamu di malam hari beserta dengan orang-orang yang beriman dari kaum Bani Israil, karena Fir'aun dan tentaranya akan mengejar kalian, agar mereka tidak dapat menyusul kalian sebelum sampai ke laut."

فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ

(53) "Maka Fir'aun mengirimkan orang-orang ke kota-kota (untuk mengumpulkan bala tentaranya)."

Fir'aun mengirim bala tentaranya, ketika berita tentang perjalanan Bani Israil sampai kepadanya, untuk mengumpulkan seluruh pasukannya dari negeri-negeri yang berada di bawah kerajaannya.

إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ . وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَآئِظُونَ . وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ

(54-56) "(Fir'aun berkata), 'Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil, dan sesungguhnya mereka telah melakukan hal-hal yang membuat kita marah, dan sesungguhnya kita semua harus selalu waspada'."

Fir'aun berkata, "Sesungguhnya Bani Israil yang lari bersama Musa hanyalah golongan manusia yang hina lagi kecil jumlahnya. Dan sesungguhnya mereka telah memenuhi hati kita dengan kemurkaan, lantaran mereka menyelisihi keyakinan kita, dan pergi tanpa seizin kami. Dan sesungguhnya kami adalah golongan yang terjaga dan siap menghadapi mereka."

فَأَخْرَجْنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ . وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ . كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَٰهَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

(57-59) "Kemudian Kami keluarkan mereka (Fir'aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata-mata air, dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia.721 Demikianlah, dan Kami wariskan (anugerahkan) semua itu kepada Bani Israil."

Maka Allah mengusir Fir'aun dan kaumnya dari negeri Mesir yang penuh dengan kebun-kebun, mata air, perbendaharaan kekayaan dan hunian-hunian yang indah. Sebagaimana Kami mengeluarkan mereka, Kami menjadikan negeri-negeri itu menjadi milik Bani Israil sepeninggal mereka.


[721] Yakni, dengan keluarnya Fir'aun dan kaumnya mengejar menyusul Nabi Musa dan Bani Israil, maka mereka telah keluar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan, kebesaran, kemewahan, dan sebagainya.

فَأَتْبَعُوهُم مُّشْرِقِينَ

(60) "Lalu (Fir'aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada saat mereka berada di waktu matahari terbit."

Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusul Musa dan orang-orang yang bersama dengannya pada waktu terbitnya matahari.

فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

(61) "Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, 'Kita benar-benar akan tersusu'."

Ketika masing-masing golongan dapat melihat golongan lainnya, para pengikut Musa berkata, "Sesungguhnya kekuatan Fir'aun akan menyusul kita dan membinasakan kita,"

قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ

(62) "Dia (Musa) menjawab, 'Sama sekali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku'."

Musa berkata kepada mereka, "Sekali-kali tidak. Nasib kita tidak seperti yang kalian sebutkan, kalian tidak akan bisa tersusul. Sesungguhnya Tuhanku bersamaku dengan pertolonganNya, Dia akan menunjukkan kepadaku cara yang mendatangkan keselamatan bagiku dan bagi kalian."

فَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ ۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ

(63) "Lalu Kami wahyukan kepada Musa,'Pukullah laut itu dengan tongkatmu.' Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar."

Maka Kami mewahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Kemudian ia memukulnya dan terbelahlah laut menjadi dua belas jalan, sesuai dengan jumlah suku Bani Israil yang ada. Masing-masing dari belahan yang terpisah itu seperti gunung yang besar.

وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ ٱلْءَاخَرِينَ . وَأَنجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجْمَعِينَ . ثُمَّ أَغْرَقْنَا ٱلْءَاخَرِينَ

(64-66) "Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain itu.722 Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya semuanya. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain itu"

Di situ, Kami dekatkan Fir'aun dan kaumnya (dengan Musa dan Bani Israil) sehingga mereka sempat masuk ke dalam laut. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya secara keseluruhan, di mana laut masih tetap terbelah hingga mereka semua dapat menyeberang ke daratan. Kemudian Kami tenggelamkan Fir'aun dan kaumnya dengan menggulungkan laut pada mereka, setelah mereka masuk ke dalamnya untuk mengejar Musa dan para pengikutnya.


[722] Yakni, Fir'aun dan bala tentaranya. Maksudnya, dl bagian yang terbelah itu Allah mendekatkan antara Fir'aun dan kaumnya dengan Nabi Musa dan Bani Israil.

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

(67) "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (Kuasa Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman"

Sesungguhnya pada peristiwa yang terjadi tersebut benar-benar ada pelajaran besar yang menunjukkan kekuasaan Allah, namun kebanyakan pengikut Fir'aun tidak menjadi beriman meski terjadi tanda kekuasaanNya yang luar biasa tersebut.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(68) "Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang

Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang; dengan sifat keperkasaanNya, Dia membinasakan orang-orang kafir yang mendustakan, dan dengan sifat rahmatNya, Dia menyelamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya semuanya.

KISAH NABI IBRAHIM

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَٰهِيمَ . إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا تَعْبُدُونَ

(69-70) "Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah Ibrahim, ketika dia berkata kepada ayah dan kaumnya,'Apakah yang kalian sembah?'"

Dan ceritakanlah pula kepada orang-orang kafir, wahai Rasul, kisah Ibrahim ketika ia berkata kepada ayah dan orang-orang dari kaumnya, "Apakah yang kalian sembah?"

قَالُواْ نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ

(71) "Mereka menjawab, 'Kami menyembah berhala-berhala, dan kami akan tetap berdiam diri untuk (menyembah)nya'."

Mereka berkata, "Kami menyembah berhala-berhala, dan kami senantiasa tekun dalam menyembahnya."

قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ . أَوْ يَنفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ

(72-73) "Dia (Ibrahim) berkata,'Apakah mereka mendengar kalian, ketika kalian berdoa (kepada mereka)? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau memudaratkan kalian ?"'

Ibrahim berkata mengingatkan kerusakan keyakinan mereka itu, "Apakah mereka itu mendengar doa permohonan kalian ketika kalian menyeru mereka, atau mereka mendatangkan suatu kemanfaatan bagi kalian ketika kalian menyembah mereka, atau mereka akan menimpakan pada kalian suatu mara bahaya bila kalian meninggalkan peribadatan kepada mereka?"

قَالُواْ بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

(74) "Mereka menjawab, 'Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu'."

Mereka menjawab, "Tidak ada sesuatu pun dari perkara tersebut yang timbul dari mereka. Akan tetapi, kami mendapati nenek moyang kami menyembah mereka, maka kami pun sekedar mengikuti mereka dalam perbuatan yang mereka lakukan."

قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ . أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلْأَقْدَمُونَ . فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّىٓ إِلَّا رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ . ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ . وَٱلَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ . وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ . وَٱلَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ . وَٱلَّذِىٓ أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِى خَطِيٓـَٔتِى يَوْمَ ٱلدِّينِ

(75-82) "Dia (Ibrahim) berkata, 'Apakah kalian memperhatikan apa yang kalian sembah itu; kalian dan nenek moyang kalian yang terdahulu? Sesungguhnya mereka (apa-apa yang kalian sembah) itu adalah musuhku, kecuali Tuhan seluruh alam, Yang telah menciptakanku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku, dan Yang memberi makan dan minum kepadaku; dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku, dan Yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkanku (kembali), dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada Hari Pembalasan'."

Ibrahim berkata, "Apakah kalian sudah melihat dengan penuh perhatian apa yang kalian sembah berupa berhala-berhala yang tidak mendengar, tidak memberi manfaat dan tidak dapat mendatangkan mudarat terhadap kalian dan nenek moyang kalian terdahulu sebelum kalian? Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah itu adalah musuh-musuhku, dan Tuhan alam semesta dan Pemilik urusan mereka, itulah semata yang aku sembah. Dia-lah Yang menciptakanku dalam bentuk terbaik, lalu Dia menunjukkan kepadaku jalan menuju kemaslahatan dunia dan akhirat. Dan Dia-lah Yang melimpahkan kepadaku kenikmatan makanan dan minuman. Dan apabila suatu penyakit menimpaku, maka Dia-lah Yang menyembuhkanku dan menyehatkanku darinya. Dan Dialah Yang mematikanku di dunia dengan mencabut ruhku, kemudian Dia akan menghidupkanku pada Hari Kiamat. Tidak ada yang kuasa untuk melakukan semua itu selain Dia. Dan Dia-lah satu-satunya yang aku amat berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada Hari Pembalasan."

رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

(83) "(Ibrahim berdoa), 'Wahai Tuhanku, berikanlah ilmu untukku dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih,'

Ibrahim berkata memohon kepada Tuhannya, "Wahai Tuhanku, berilah aku anugerah ilmu dan pemahaman, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih, dan himpunlah aku dan mereka di dalam surga.

وَٱجْعَل لِّى لِسَانَ صِدْقٍ فِى ٱلْءَاخِرِينَ

(84) 'dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,'

Dan jadikanlah bagiku pujian yang baik dan kesan yang bagus di tengah orang-orang yang datang sepeninggalku hingga Hari Kiamat.

وَٱجْعَلْنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ

(85) 'dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,'

Dan jadikanlah aku termasuk hamba-hambaMu yang mempusakai kenikmatan-kenikmatan surga.”

وَٱغْفِرْ لِأَبِىٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ

(86) 'dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang sesat',"723

Doa dari Ibrahim ini adalah agar Allah menyelamatkan bapaknya dari kesesatan kepada hidayah, sehingga Dia mengampuni dan memaafkannya, sebagaimana yang pernah Ibrahim janjikan bagi bapaknya tersebut untuk mendoakan kebaikan baginya. Akan tetapi setelah jelas bagi Ibrahim, bahwa bapaknya itu ngotot di dalam kekafiran dan kesyirikan hingga dia mati, Ibrahim bersikap anti darinya.


[723] Ini adalah doa Nabi Ibrahim agar Allah memberi bapaknya hidayah sehingga Allah mengampuninya, dan doa beliau itu adalah karena itu merupakan janji beliau kepada bapaknya, sebagaimana dalam Surat Maryam: 47, dan Allah juga menyebutkan tentang janji beliau tersebut dalam Surat at-Taubah: 114, tetapi setelah Nabi Ibrahim mengetahui bapaknya tetap dalam kekafiran dan kesyirikan, beliau menyatakan sikap anti beliau kepada bapaknya, sebagaimana dalam at-Taubah: 114.

وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ . يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(87-89) 'dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih'."724

"Dan janganlah Engkau timpakan kehinaan kepadaku pada hari manusia keluar dari kubur-kubur mereka untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasannya, pada hari yang harta dan anak-anak tidak bermanfaat bagi siapa pun dari hamba-hamba, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih dari kekafiran, kemunafikan dan tindakan-tindakan kenistaan."


[724] Yakni, dari kesyirikan, kemunafikan, dan sebagainya.

وَأُزْلِفَتِ ٱلْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ

(90) "Dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,"

Dan (pada hari itu) surga didekatkan kepada orang-orang yang menjauhi kekafiran dan maksiat-maksiat dan datang kepada Allah dengan membawa ketaatan.

وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

(91) "dan Neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat"

Dan neraka diperlihatkan dengan jelas bagi orang-orang kafir yang sesat dari jalan hidayah dan berani melanggar perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah dan mendustakan rasul-rasulNya.

وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ . مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ

(92-93) "dan dikatakan kepada mereka, 'Di mana berhala-berhala yang dahulu kalian sembah, selain Allah ? Dapatkah mereka menolong kalian atau menolong diri mereka sendiri?'"

Dan dikatakan kepada mereka sebagai celaan bagi mereka, "Mana sesembahan-sesembahan kalian yang dahulu kalian sembah selain Allah, sedang kalian beranggapan bahwa mereka itu dapat memberikan syafa'at bagi kalian hari ini? Apakah sesembahan-sesembahan itu dapat memberikan pertolongan bagi mereka hingga dapat menepis siksaan dari mereka atau dapat membela diri dengan menolak siksaan dari diri mereka sendiri? Tidak ada satu pun yang terjadi dari hal tersebut."

فَكُبْكِبُواْ فِيهَا هُمْ وَٱلْغَاوُۥنَ . وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ

(94-95) "Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat (yang menyembah mereka), dan bala tentara iblis semuanya."

Lalu mereka dikumpulkan dan dilemparkan ke dalam Jahanam bersama dengan orang-orang yang menyesatkan mereka dan para pendukung iblis yang menjadikan keburukan dipandang baik oleh mereka itu. Tidak ada seorang pun dari mereka yang lolos.

قَالُواْ وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ . تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ . إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ . وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلْمُجْرِمُونَ

(96-99) "Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka), 'Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kami mempersamakan kalian (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam. Dan tidak ada yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang gemar berbuat dosa.'

Mereka berkata mengakui kesalahan mereka, sedang mereka saling bertikai di dalam Jahanam dengan orang-orang yang menyesatkan mereka, "Demi Allah, sesungguhnya kita sewaktu di dunia dahulu berada di dalam kesesatan yang nyata, tidak ada kesamaran di dalamnya, karena kami mempersamakan kalian dengan Penguasa alam semesta Yang hanya Dia yang berhak diibadahi saja. Dan tidaklah menjerumuskan kami ke dalam tempat kembali yang buruk ini kecuali orang-orang yang berdosa yang menyeru kami untuk menyembah selain Allah, lalu kami mengikuti mereka.

فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ . وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ

(100-101) 'Maka (sekarang) kami tidak mempunyai pemberi syafa'at (penolong), dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,'

Maka tidak ada seorang pun yang bisa memberikan syafa'at bagi kami dan membebaskan kami dari siksaan ini, dan tidak ada orang yang tulus untuk mencintai kami dan mengasihani kami.

فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(102) 'Maka seandainya kami dapat kembali (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman'."

Maka andai saja ada kesempatan kembali bagi kami ke dunia, lalu kami akan menjadi bagian orang-orang Mukmin yang selamat."

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ . وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(103-104) "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (Kuasa Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Sesungguhnya pada kisah Ibrahim benar-benar terkandung pelajaran penting bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran, tetapi kebanyakan orang-orang yang mendengar kisah ini tidak menjadi orang-orang yang beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu itu benar-benar Maha-perkasa lagi Mahakuasa untuk melancarkan balasan terhadap orang-orang yang mendustakan, Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya yang beriman.

KISAH NABI NUH DENGAN KAUMNYA

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ ٱلْمُرْسَلِينَ . إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ . إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ . فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ . فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

(105-110) "Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Nuh berkata kepada mereka, 'Mengapa kalian tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini adalah rasul tepercaya (yang diutus) kepada kalian. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas seruanku itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatlah kepadaku'."

Kaum Nuh juga telah mendustakan risalah nabi mereka. Dengan tindakan ini, mereka mendustakan seluruh rasul. Sebab, setiap rasul itu memerintahkan untuk mengimani seluruh rasul. Ketika saudara mereka, Nuh berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah dengan menjauhi peribadatan terhadap selainNya? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang dapat dipercaya dalam perkara yang aku sampaikan kepada kalian. Maka jadikanlah keimanan sebagai pelindung bagi kalian dari siksa Allah, dan taatlah kepadaku dengan melaksanakan apa yang aku perintahkan kepada kalian, yaitu beribadah kepada Allah semata. Aku tidak meminta imbalan upah apa pun dari kalian atas penyampaian risalah ini; karena imbalan balasanku hanya kepada Allah, Tuhan semesta alam Yang bertindak terhadap semua makhlukNya. Karena itu waspadalah akan hukumanNya dan taatilah aku dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya."

۞ قَالُوٓاْ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ

(111) "Mereka berkata, 'Apakah kami harus beriman kepadamuy sedangkan yang mengikutimu adalah orang-orang yang hina?'"

Kaumnya berkata kepadanya, "Apakah kami akan beriman kepadamu dan mengikuti kamu, sedangkan orang-orang yang mengikuti kamu adalah orang-orang hina dan rendahan?"

قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(112) "Dia (Nuh) menjawab, 'Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.'

Nuh menjawab mereka dengan berucap, "Aku tidaklah dibebani untuk mengetahui amal perbuatan mereka. Sesungguhnya aku hanya diserahi tanggung-jawab untuk menyeru mereka menuju keimanan. Dan perhitungan itu berdasar keimanan, bukan dengan kedudukan, faktor keturunan, keahlian maupun karya-karya (duniawi).

إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ

(113) 'Perhitungan (amalperbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kalian menyadari.'

Perhitungan terhadap mereka untuk memberikan balasan atas amal perbuatan mereka dan keadaan batin-batin mereka hanyalah menjadi tanggungan Tuhanku yang mengetahui rahasia-rahasia hati, kalau kalian mau menyadari hal ini, pastilah kalian tidak melancarkan pernyataan tersebut.

وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ . إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

(114-115) 'Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas'."

Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang mengimani dakwahku, apa pun kondisi mereka, demi menyambut keinginan kalian agar kalian mau beriman kepadaku. Dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dengan peringatan yang jelas."

قَالُواْ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمَرْجُومِينَ

(116) "Mereka berkata, 'Wahai Nuh! Jika engkau benar-benar tidak (mau) berhenti, niscaya engkau benar-benar termasuk orang-orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati)'."

Kaum Nuh beralih dari dialog menuju ancaman. Mereka berkata kepadanya, "Kalau kamu tidak meninggalkan dakwahmu, wahai Nuh, pastilah kamu benar-benar akan terbunuh dengan dilempari bebatuan."

قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِى كَذَّبُونِ . فَٱفْتَحْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِى وَمَن مَّعِىَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(117-118) "Dia (Nuh) berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku; maka berilah keputusan antara aku dengan merekaf dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku'."

Tatkala Nuh mendengar perkataan mereka, dia berdoa kepada Tuhannya dengan mengucapkan, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku tetap terus mendustakanku. Maka adakanlah suatu keputusan antara aku dengan mereka dengan ketetapan yang mana Hngkau akan membinasakan dengannya orang yang mengingkari keesaanMu dan mendustakan KasulMu. Dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang bersamaku dari kaum Mukminin dari siksaan yang Hngkau lancarkan kepada kaum kafir."

فَأَنجَيْنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ

(119) 'Maka Kami menyelamatkannya (Nuh) dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan."

Maka Kami menyelamatkannya dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang sarat muatan dengan berbagai macam makhluk yang dibawanya bersamanya.

ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ ٱلْبَاقِينَ

(120) "Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal."

Kemudian sesudah menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya, Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa yang tidak beriman (kepadanya) dari kaumnya dan menolak nasihat yang disampaikannya.

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

(121) "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allahj, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman."

Sesungguhnya dalam kisah Nuh dan peristiwa diselamatkannya kaum Mukminin dan dibinasakannya kaum yang mendustakan, terdapat bukti petunjuk dan pelajaran penting bagi orang-orang setelah mereka. Namun, tidaklah kebanyakan orang-orang yang mendengar kisah ini menjadi beriman kepada Allah dan KasuINya, serta ajaran syariatNya.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(122) "Dan sesungguhnya 'Tuhanmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Dan sesungguhnya Tuhanmu itu benar-benar Mahaperkasa untuk membalas orang-orang yang kafir kepadanya dan melanggar perintahNya, juga Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya yang Mukmin.

KISAH NABI HUD

كَذَّبَتْ عَادٌ ٱلْمُرْسَلِينَ

(123) "(Kaum) Ad telah mendustakan para rasul"

Kaum Ad mendustakan rasul mereka, Hud Dengan tindakan ini, mereka berarti mendustakan semua rasul, lantaran kesatuan dakwah mereka dalam perkara-perkara pokok dan tujuan utamanya.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ . إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ . فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(124-127) "Ketika saudara mereka, Hud berkata kepada mereka, ’Mengapa kalian tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini adalah rasul tepercaya (yang diutus) kepada kalian, karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas seruanku itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam?

Ketika saudara mereka, Hud berkata kepada mereka, "Tidakkah kalian takut kepada Allah, lalu kalian memurnikan ibadah hanya untuk-Nya saja? Sesungguhnya aku diutus ke tengah kalian untuk menunjukkan kalian jalan hidayah dan mengarahkan kalian, aku dipercaya mengemban risalah Allah, aku sampaikan kepada kalian sebagaimana Tuhanku memerintahkan aku. Maka takutlah terhadap siksaan Allah dan taatlah kepadaku dalam perkara yang aku bawa kepada kalian dari sisi Allah. Dan aku tidak meminta dari kalian atas ajakanku terhadap kalian kepada tauhid bentuk imbalan jenis apa pun. Dan imbalanku tiada lain berasal dari Penguasa alam semesta.

أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةً تَعْبَثُونَ . وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ . وَإِذَا بَطَشْتُم بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ

(128-130) Apakah kalian mendirikan bangunan-bangunan menjulang pada setiap tanah yang tinggi untuk main-main,725 dan kalian membuat benteng-benteng dengan harapan kalian hidup kekal? Dan apabila kalian menyiksa, maka kalian lakukan secara kejam (dan bengis)?

Apakah kalian akan mendirikan di tiap-tiap tempat yang tinggi bangunan yang menjulang tinggi yang membuat kalian merasa mulia karenanya dan mengolok-olok orang-orang yang berlalu-lalang dari situ? Itu hanyalah main-main dan pemborosan yang tidak membawa manfaat bagi kalian untuk agama dan dunia kalian. Dan kalian membuat istana-istana yang kuat dan benteng-benteng kokoh, seolah-olah kalian akan hidup abadi di dunia dan tidak akan mati. Dan apabila kalian melancarkan tindakan aniaya terhadap salah seorang makhluk, baik dengan pukulan atau pembunuhan, kalian lakukan itu sebagai orang-orang yang kejam lagi lalim.


[725] Yakni, untuk bermegah-megahan dan memperlihatkan kekayaan, serta tidak untuk ditempati.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِىٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعْلَمُونَ . أَمَدَّكُم بِأَنْعَٰمٍ وَبَنِينَ . وَجَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ

(131-134) 'Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, dan tetaplah kalian bertakwa kepadaNya yang telah menganugerahkan kepada kalian apa yang kalian ketahui. Dia (Allah) telah menganugerahkan kepada kalian hewan-hewan ternak dan anak-anak, dan kebun-kebun serta mata-mata air,'

Maka takutlah kepada Allah, dan laksanakanlah perkara yang aku seru kalian kepadanya. Itu akan lebih bermanfaat bagi kalian. Dan takutlah kepada Allah Yang telah memberikan kepada kalian berbagai macam kenikmatan, yang tidak samar bagi kalian. Dia memberikan kepada kalian binatang-binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, memberikan kepada kalian anak-anak, memberikan kepada kalian kebun-kebun yang berbuah, serta mengalirkan bagi kalian air dari mata-mata air yang mengalir.

إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

(135) 'sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab pada hari yang besar'."

Hud berkata untuk memperingatkan mereka, "Sesungguhnya aku takut bila kalian terus-menerus dalam kondisi kalian berupa sikap mendustakan, tindakan zhalim dan pengingkaran nikmat-nikmat, Allah akan menurunkan pada kalian siksaan pada hari yang kedahsyatannya sangat besar karena kengerian siksaanNya."

قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ ٱلْوَٰعِظِينَ

(136) "Mereka menjawab,'Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,'

Mereka berkata kepadanya, "Sama saja bagi kami, kamu memperingatkan kami atau tidak melakukannya. Kami tidak akan beriman dan membenarkan kamu."

إِنْ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلْأَوَّلِينَ . وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

(137-138) '(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu, dan kami (sama sekali) tidak akan diazab'."

Dan mereka mengatakan, "Apa yang kami pegangi ini tiada lain adalah keyakinan agama orang-orang terdahulu dan kebiasaan mereka. Dan kami tidaklah akan disiksa atas apa yang kami perbuat dari siksaan yang kamu peringatkan kepada kami."

فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَٰهُمْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ . وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(139-140) "Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Maka mereka tetap mendustakannya. Akibatnya, Allah membinasakan mereka dengan angin dingin yang dahsyat. Sesungguhnya pada kejadian pembinasaan itu terdapat pelajaran bagi orang-orang setelah mereka. Namun kebanyakan orang-orang yang mendengar kisah mereka tidak menjadi beriman kepadamu. Dan sesungguhnya Tuhanmu itu Mahaperkasa yang Kuasa untuk melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya, berupa membinasakan orang-orang yang mendustakan, juga Maha Penyayang terhadap kaum Mukminin.

KISAH NABI SHALEH

كَذَّبَتْ ثَمُودُ ٱلْمُرْسَلِينَ

(141) "Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul."

Kaum Tsamud mendustakan saudara mereka, Shaleh, terkait risalah dan seruan dakwahnya kepada tauhidullah. Dengan tindakan itu, mereka mendustakan semua rasul; karena para rasul itu mendakwahkan kepada tauhidullah.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ . إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ . فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(142-145) "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka,'Mengapa kalian tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian, karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan pun kepada kalian atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.'

Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka, "Tidakkah kalian takut terhadap siksaan Allah dengan cara mengesakanNya dengan ibadah? Sesungguhnya aku adalah orang yang diutus kepada kalian dan dipercaya untuk membawa risalah ini sebagaimana aku menerimanya dari Allah. Maka takutlah kalian akan siksaan Allah dan laksanakanlah ajaran yang aku seru kalian kepadanya. Dan aku tidaklah meminta imbalan apa pun dari kalian atas nasihat dan dakwahku kepada kalian. Balasanku hanyalah dari Penguasa alam semesta.

أَتُتْرَكُونَ فِى مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ . فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ . وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ . وَتَنْحِتُونَ مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا فَٰرِهِينَ

(146-149) 'Apakah kalian (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kalian ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun dan mata-mata air, dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut, dan kalian memahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah?'

Apakah kalian akan dibiarkan oleh Tuhan kalian dalam kenikmatan yang kalian reguk dengan hidup tenang di dunia dan penuh rasa aman dari ancaman siksaan, kehilangan nikmat dan kematian; berada di dalam kebun-kebun yang berbuah, mata-mata air yang mengalir serta tanam-tanaman yang banyak, dan pohon kurma yang buahnya telah matang, lembut lagi masak; dan kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah dengan mahir dalam memahatnya, sombong dan kecongkakan?

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمْرَ ٱلْمُسْرِفِينَ . ٱلَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

(150-152) 'maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kalian menaati perintah orang-orang yang melampaui batas, (yaitu orang-orang) yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan'."

Maka takutlah terhadap siksaan Allah, dan terimalah nasihatku, dan janganlah kalian tunduk kepada perintah orang-orang yang melewati batas terhadap diri mereka, yang tidak berhenti dalam bermaksiat kepada Allah, yang berjalan di muka bumi dengan membuat kerusakan tanpa ada tindakan untuk memperbaikinya."

قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ . مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(153-154) "Mereka berkata,'Sesungguhnya engkau hanyalah seorang di antara yang terkena sihir; engkau tidak lain kecuali manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu (ayat) mukjizat, jika engkau termasuk orang-orang yang benar'."

Kaum Tsamud berkata kepada Nabi mereka, Shaleh, "Kamu itu tiada lain kecuali termasuk orang yang terkena guna-guna sihir yang banyak sehingga kekuatan sihir menguasai akalmu. Kamu tiada lain hanya seorang manusia yang serupa dengan kami sisi kemanusiawiannya dari anak keturunan Adam. Mengapa kamu lebih istimewa daripada kami dengan menerima risalah (Allah)? Cobalah kamu datangkan sebuah hujjah nyata yang menunjukkan kebenaran kerasulanmu, jika kamu memang jujur dalam pengakuanmu bahwa sesungguhnya Allah telah mengutusmu sebagai rasul kepada kami."

قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ . وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ

(155-156) "Dia (Shaleh) menjawab, 'Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kalian juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan. Dan janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apa pun, nanti kalian akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat'."

Shaleh berkata kepada mereka setelah membawa seekor unta betina yang Allah keluarkan dari sebongkah batu besar, "Ini adalah unta betina dari Allah, ia mempunyai jatah air pada hari tertentu dan kalian mempunyai jatah dari air itu pada hari yang lain. Kalian tidak boleh mengambil air pada hari yang menjadi jatahnya, dan dia pun tidak minum pada hari yang menjadi giliran kalian. Dan janganlah kalian sentuh unta itu dengan tindakan yang akan menyakitinya, seperti memukul, membunuh atau tindakan buruk lainnya, akibatnya Allah akan membinasakan kalian dengan siksaan pada hari yang amat dahsyat, karena kengerian dan kedahsyatan yang terjadi padanya."

فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُواْ نَٰدِمِينَ

(157) "Kemudian mereka membunuhnya, sehingga mereka merasa menyesal,"

Akan tetapi mereka menyembelih unta itu. Akibatnya, mereka menjadi orang-orang yang menyesal atas perbuatan yang mereka lakukan, tatkala mereka yakin akan ditimpa siksaan. Akan tetapi, penyesalan mereka tidak bermanfaat bagi mereka.

فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

(158) "maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman."

Maka datanglah siksaan Allah yang telah diancamkan oleh Shaleh kepada mereka, yang kemudian membinasakan mereka. Sesungguhnya dalam peristiwa dibinasakannya kaum Tsamud benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran dengan kesudahan mereka itu. Dan kebanyakan mereka tidak menjadi orang-orang yang beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(159) "Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang ”

Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Mahaperkasa Yang berkuasa menundukkan lagi membalas musuh-musuhNya yang mendustakan, juga Maha Penyayang terhadap orang yang beriman dari makhlukNya.

KISAH NABI LUTH DENGAN KAUMNYA

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ ٱلْمُرْسَلِينَ

(160) "Kaum Luth telah mendustakan para rasul,"

Kaum Luth mendustakan risalahnya. Maka dengan tindakan ini, mereka mendustakan seluruh rasul Allah. Sebab, sesungguhnya risalah yang mereka bawa berupa ajaran tauhid dan pokok-pokok ajaran syariat adalah satu.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ . إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ . فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(161-164) "ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kalian tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.'

Ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, "Tidakkah kalian takut kepada siksaan Allah? Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan kalian, yang tepercaya untuk menyampaikan risalahNya kepada kalian. Maka hati-hatilah terhadap siksaan Allah atas pendustaan yang kalian lancarkan terhadap RasulNya. Dan ikutilah aku dalam dakwah yang aku serukan kepada kalian. Dan aku tidaklah meminta kepada kalian imbalan atas dakwahku ini untuk menunjukkan kalian kepada jalan hidayah. Dan tidaklah imbalanku kecuali berasal dari Penguasa alam semesta.

أَتَأْتُونَ ٱلذُّكْرَانَ مِنَ ٱلْعَٰلَمِينَ . وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

(165-166) 'Mengapa kalian mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks), dan kalian tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan kalian untuk menjadi istri-istri kalian? Kalian (memang) orang-orang yang melampaui batas'."

Mengapa kalian berhubungan intim dengan sesama lelaki dari kalangan Bani Adam, dan meninggalkan wanita-wanita yang diciptakan Allah untuk kesenangan kalian dan kelangsungan keturunan kalian? Bahkan kalian itu dengan tindakan maksiat tersebut adalah kaum yang melewati batas yang telah diperbolehkan oleh Allah bagi kalian, dari perkara yang halal menuju perkara yang diharamkan."

قَالُواْ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُخْرَجِينَ

(167) "Mereka menjawab, 'Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, niscaya engkau benar-benar termasuk orang-orang yang terusir'."

Kaum Luth berkata kepada Luth, "Jika kamu tidak berhenti dari melarang kami dari menggauli kaum lelaki dan menilai tindakan itu buruk, wahai Luth, pastilah kamu benar-benar termasuk orang-orang yang akan diusir dari negeri kami."

قَالَ إِنِّى لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلْقَالِينَ

(168) "Dia (Luth) berkata, 'Sesungguhnya aku adalah di antara orang-orang yang benci kepada perbuatan kalian'."

Luth berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku, terhadap tindakan kalian yang kalian perbuat dengan mendatangi sesama jenis, benar-benar termasuk orang yang membencinya dengan kebencian yang amat besar."

رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ

(169) "(Luth berdoa), 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'."

Kemudian Luth berdoa kepada Tuhannya ketika sudah putus harapan dari penerimaan mereka terhadap (dakwah)nya dengan berkata, "Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan selamatkanlah keluargaku dari tindakan yang diperbuat oleh kaumku berupa maksiat yang amat buruk ini dan siksaanMu yang akan menimpa mereka."

فَنَجَّيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ أَجْمَعِينَ . إِلَّا عَجُوزًا فِى ٱلْغَٰبِرِينَ

(170-171) "Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal"

Maka Kami menyelamatkan dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang menyambut baik dakwahnya semuanya kecuali seorang wanita tua dari keluarganya, yaitu istrinya. Ia tidak ikut beriman. Maka ia termasuk yang tinggal dalam terpaan siksaan dan kebinasaan.

ثُمَّ دَمَّرْنَا ٱلْءَاخَرِينَ . وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ

(172-173) "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu."

Kemudian Kami membinasakan orang-orang selain mereka dari orang-orang kafir dengan kebinasaan yang paling dahsyat. Dan Kami turunkan pada mereka batu-batu dari langit bak hujan yang membinasakan mereka. Maka amat buruklah hujan yang menimpa orang yang telah diberi peringatan rasul-rasul mereka, namun mereka tidak mau menerima dakwah para rasul itu. Dan sesungguhnya telah diturunkan kepada mereka kebinasaan dan kehancuran yang paling dahsyat.

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

(174) "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman."

Sesungguhnya pada siksaan yang menimpa kaum Luth benar-benar terkandung pelajaran dan nasihat yang dapat dipetik oleh orang-orang yang mendustakan, tetapi kebanyakan mereka itu tidak menjadi beriman.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(175) "Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Dan sesungguhnya Tuhanmu itu Mahaperkasa lagi mengalahkan, Yang menundukkan orang-orang yang mendustakan, juga Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya yang beriman.

KISAH NABI SYU'AIB

كَذَّبَ أَصْحَٰبُ لْـَٔيْكَةِ ٱلْمُرْسَلِينَ . إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ . إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ . فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ . وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(176-180) "Penduduk Aikah726 telah mendustakan para rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kalian tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepada kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas seruan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam?

Penduduk yang mendiami tempat yang berpohon rimbun telah mendustakan rasul mereka, Syu'aib terkait kerasulannya. Maka dengan tindakan itu, mereka telah mendustakan seluruh misi kerasulan. Yaitu tatkala Syu'aib berkata kepada mereka, "Mengapa kalian tidak takut terhadap siksaan Allah atas perbuatan-perbuatan maksiat-maksiat kalian? Sesungguhnya aku diutus kepada kalian dari Allah untuk menunjukkan jalan hidayah bagi kalian, orang yang dapat dipercaya membawakan wahyu yang diwahyukan oleh Allah kepadaku berupa misi risalah. Maka takutlah kalian terhadap siksaan Allah, dan ikutilah apa yang aku serukan kepada kalian, yaitu jalan hidayah menuju Allah; agar kalian mendapat petunjuk. Dan aku tidak meminta dari kalian imbalan apa pun atas seruanku kepada kalian untuk beriman kepada Allah. Dan balasan bagiku tiada lain berasal dari Tuhan alam semesta."


[726] Yakni, penduduk Madyan, kaum Nabi Syu'aib

۞ أَوْفُواْ ٱلْكَيْلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلْمُخْسِرِينَ . وَزِنُواْ بِٱلْقِسْطَاسِ ٱلْمُسْتَقِيمِ . وَلَا تَبْخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْاْ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

(181-183) 'Sempurnakanlah takaran dan janganlah kalian merugikan orang lain. Dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Dan janganlah kalian merugikan manusia dengan mengurangi hak-hak mereka dan janganlah membuat kerusakan di bumi?

Syu'aib berkata kepada mereka, yaitu orang-orang yang suka mengurangi takaran dan timbangan, "Sempurnakanlah takaran bagi manusia, takaran yang penuh bagi mereka. Dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia. Dan timbanglah dengan timbangan yang adil lagi lurus. Dan janganlah kalian mengurangi hak manusia sedikit pun dalam takaran, timbangan dan lainnya. Dan janganlah kalian melakukan berbagai macam kerusakan di muka bumi dengan perbuatan syirik, pembunuhan, perampasan dan meneror manusia serta melakukan perbuatan maksiat-maksiat.

وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلْجِبِلَّةَ ٱلْأَوَّلِينَ

(184) 'Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dan umat-umat yang terdahulu'."

Dan takutlah terhadap siksaan Allah, Dzat yang menciptakan kalian dan menciptakan umat-umat manusia yang mendahului kalian."

قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ . وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ . فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(185-187) "Mereka berkata, 'Engkau tidak lain hanyalah di antara orang-orang yang terkena sihir. Dan engkau tidak lain kecuali manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar'."

Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu, wahai Syu'aib hanyalah termasuk orang yang terkena pengaruh sihir dengan sangat parah, sehingga mampu mempengaruhi akal-akal mereka sesuai yang diinginkan. Dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia persis seperti kami dari sisi kemanusiawian. Mengapa kamu memperoleh keistimewaan mengemban risalah, sementara kami tidak? Sesungguhnya prasangka kuat kami adalah bahwa sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang berdusta dalam pengakuanmu sebagai rasul. Bila kamu memang jujur dalam klaim menjadi seorang nabi, maka mintalah kepada Allah agar Dia menjatuhkan kepada kami sebagian siksaan dari langit yang dapat menghabisi kami sehabis-habisnya."

قَالَ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

(188) "Dia (Syu'aib) berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'."

Syu'aib berkata kepada mereka, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kalian perbuat berupa perbuatan syirik dan berbagai maksiat dan (lebih mengetahui) apa yang berhak kalian dapatkan dari jenis siksaan."

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ ٱلظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

(189) "Kemudian mereka mendustakannya (Syu'aib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sesungguhnya itu adalah azab pada hari yang besar (dahsyat)."

Tetapi mereka tetap meneruskan pendustaan mereka. Akibatnya, panas yang dahsyat menimpa mereka, sehingga mereka pun berusaha mencari tempat berlindung untuk menaungi mereka. Lalu segumpal awan menaungi mereka. Di bawah awan itu, mereka mendapatkan hawa Yang dingin dan angin yang berhembus lembut. Ketika mereka telah berkumpul tepat di bawahnya, tiba-tiba api menyala-nyala menyambar mereka lalu membakar mereka. Itulah peristiwa pembinasaan mereka semua pada hari yang sangat mencekam.

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

(190) "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah) tetapi kebanyakan mereka tidak beriman."

Sesungguhnya pada peristiwa turunnya siksaan yang menimra mereka itu benar-benar terdapat petunjuk jelas tentang Kuasa Allah dalam menghukum orang-orang yang mendustakan, dan terkandung pelajaran bagi orang yang mau memetik pelajaran, tetapi kebanyakan dari mereka tidak beriman lagi tidak mau mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

(191) "Dan sesungguhnya Tuhanmu. Dia-lah yang benar-benar Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Dan sesungguhnya Tuhanmu itu, wahai Rasul. Dia benar-benar Mahaperkasa dalam pembalasanNya terhadap orang yang Dia hukum dari musuh-musuhNya, Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertauhid.

AL-QUR'AN DIBAWA TURUN OLEH JIBRIL KEPADA NABI MUHAMMAD DALAM BAHASA ARAB
Perintah Memberi Peringatan Kepada Keluarga dan Bersikap Lemah Lembut Terhadap Orang-orang Mukmin

وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ . نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ . عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ . بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِينٍ

(192-195) "Dan sesungguhnya (al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, yang dibawa turun oleh ar-Ruh (Jibril) yang terpercaya, ke dalam hatimu (wahai Rasul), agar engkau termasuk orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas."

Dan sesungguhnya al-Qur'an ini, yang di dalamnya disebutkan kisah-kisah yang benar sungguh-sungguh diturunkan dari Dzat Yang Maha Pencipta makhluk dan Pemilik segala urusan semuanya. Jibril turun dengan membawanya, lalu membacakannya kepadamu, wahai Rasul, sehingga kamu dapat menangkapnya dengan hatimu dalam bentuk hafalan dan pemahaman, agar kamu termasuk utusan-utusan Allah yang memperingatkan kaum mereka tentang siksaan Allah. Maka dengan al-Qur'an ini, kamu memperingatkan bangsa manusia dan jin secara keseluruhan. Jibril turun kepadamu dengan membawanya dalam bahasa Arab yang jelas maknanya, lagi jelas petunjuknya dalam perkara-perkara yang mereka butuhkan untuk memperbaiki urusan-urusan agama dan dunia mereka.

وَإِنَّهُۥ لَفِى زُبُرِ ٱلْأَوَّلِينَ

(196) "Dan sesungguhnya (al-Qur'an) itu (ditetapkan) dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu "

Dan sesungguhnya penyebutan al-Qur'an ini benar-benar terbukti kebenarannya di dalam kitab-kitab para nabi terdahulu; kitab-kitab itu memberikan kabar gembira tentangnya dan membenarkannya.

أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ ءَايَةً أَن يَعْلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

(197) "Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?"

Dan apakah tidak cukup bagi mereka, terkait bukti petunjuk bahwa kamu adalah utusan Allah dan al-Qur'an itu haq, pengetahuan para tokoh agama Bani Israil tentang kebenarannya dan orang-orang yang telah beriman kepadanya seperti Abdullah bin Salam?

وَلَوْ نَزَّلْنَٰهُ عَلَىٰ بَعْضِ ٱلْأَعْجَمِينَ . فَقَرَأَهُۥ عَلَيْهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤْمِنِينَ . كَذَٰلِكَ سَلَكْنَٰهُ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ . لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

(198-201) "Dan seandainya (al-Qur'an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab, lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) itu ke dalam hati orang-orang yang gemar berbuat dosa, mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,"

Sekiranya Kami menurunkan al-Qur'an ini kepada sebagian orang yang tidak berkomunikasi dengan bahasa Arab, lalu membacakannya kepada orang-orang kafir dari suku Quraisy dengan bahasa Arab yang benar, mereka pasti akan mengingkarinya juga dan mencari-cari alasan atas penentangan mereka itu. Demikianlah, Kami masukkan di hati orang-orang yang durhaka penentangan terhadap al-Qur'an, sehingga menjadi tertanam kuat pada hati mereka. Itu disebabkan oleh tindakan zhalim mereka dan kedurhakaan mereka. Maka tidak ada jalan sama sekali (bagi mereka) untuk berubah dari kondisi mereka tersebut dalam mengingkari al-Qur'an, sehingga mereka menyaksikan langsung siksaan dahsyat yang diancamkan kepada mereka.

فَيَأْتِيَهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ . فَيَقُولُواْ هَلْ نَحْنُ مُنظَرُونَ

(202-203) "maka akan datang azab itu kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami diberi penangguhan waktu?"'

Lalu datanglah siksaan pada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak mengetahui kedatangannya sebelumnya. Maka saat siksaan itu datang mengagetkan mereka, mereka berkata dengan penuh penyesalan akibat mereka tidak sempat beriman sebelumnya, "Apakah kami dapat diberi kesempatan lagi dan memperoleh penundaan waktu agar kami dapat bertaubat kepada Allah dari perbuatan syirik kami dan kami pun bisa mengejar hal yang kami tinggalkan?"

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ

(204) "Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?"

Penundaan yang Aku berikan telah memperdayai mereka sehingga mereka meminta disegerakan turunnya siksaan pada mereka.

أَفَرَءَيْتَ إِن مَّتَّعْنَٰهُمْ سِنِينَ . ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ

(205-206) "Maka bagaimana pendapatmu, jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka?"

Apakah kamu, wahai Rasul, mengetahui bagaimana jika Kami beri mereka kesempatan hidup bertahun-tahun lamanya dengan memanjangkan ajal mereka, kemudian turun siksaan yang dijanjikan pada mereka?

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ

(207) "Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan itu."

Kesenangan hidup mereka dengan panjang umur dan kehidupan yang nyaman tidaklah berguna bagi mereka ketika mereka tidak bertaubat dari kesyirikan mereka. Siksaan Allah akan jatuh menimpa mereka, cepat atau lambat.

وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ . ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ

(208-209) "Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya; sebagai peringatan; dan Kami tidak berlaku zhalim."

Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri dari negeri-negeri pada umat-umat manusia semuanya kecuali setelah Kami mengirimkan kepada mereka rasul-rasul yang memperingatkan mereka, sebagai peringatan bagi mereka dan pengingatan terhadap segala perkara yang mendatangkan keselamatan mereka. Dan Kami tidak menzhalimi dengan menyiksa mereka sebelum Kami mengutus kepada mereka seorang rasul.

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ . وَمَا يَنۢبَغِى لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ . إِنَّهُمْ عَنِ ٱلسَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ

(210-212) "Dan (al-Qur'an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah pantas bagi mereka (al-Qur'an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup. Sesungguhnya untuk mendengarkannya saja, mereka dijauhkan."

Dan al-Qur'an tidak dibawa turun oleh setan-setan kepada Muhammad sebagaimana yang disangka oleh orang-orang kafir. Demikian itu tidak benar dari mereka, dan mereka tidak mampu untuk itu. Sebab sesungguhnya mereka terhalangi dari mendengar al-Qur'an dari langit, lagi akan dilontari bola api.

فَلَا تَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْمُعَذَّبِينَ

(213) "Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab."

Maka janganlah kamu menyembah suatu sesembahan lain bersama Allah, sehingga akibatnya akan turun kepadamu siksaan yang dahulu menimpa orang-orang yang menyembah sesembahan lain bersama Allah.

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ

(214) "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (wahai Rasul) yang terdekat"

Dan peringatkanlah wahai Rasul, kerabatmu yang paling dekat dan kerabat dekatmu selanjutnya dari kaummu dari siksaan Kami yang akan menimpa mereka.

وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(215) "dan rendahkanlah dirimu terhadap orang yang mengikutimu dari orang-orang yang beriman."

Dan lunakkanlah sikap pergaulanmu dan tutur katamu untuk bertawadhu dan mengungkapkan rasa sayang kepada orang yang tampak olehmu adanya respon positif terhadap dakwahmu darinya.

فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ

(216) "Kemudian jika mereka mendurhakaimuf maka katakanlah (wahai Rasul), 'Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan."

Apabila mereka menyelisihi perintahmu dan tidak mengikutimu, maka bersikap antilah kamu dari tindakan-tindakan mereka dan kondisi yang meliputi mereka berupa kesyirikan dan kesesatan.

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ . ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ . وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّٰجِدِينَ . إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(217-220) "Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihatmu ketika engkau berdiri (untuk shalat) y dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dan serahkanlah urusanmu kepada Allah Dzat Yang Mahaperkasa yang tidak dapat dikalahkan dan tidak dapat ditundukkan, Yang Maha Penyayang yang tidak mengabaikan para waliNya. Dan Dia-lah yang melihatmu saat kamu berdiri mengerjakan shalat sendirian di tengah malam, dan melihat perubahan gerak badanmu bersama orang-orang yang bersujud dalam shalat mereka bersamamu, dengan berdiri, rukuk, sujud dan duduk. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar bacaan al-Qur'an dan dzikirmu, lagi Maha Mengetahui niat dan amal perbuatanmu.

Setan Turun Kepada Para Pembohong, dan Peringatan Kepada Para Penyair

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَٰطِينُ . تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ . يُلْقُونَ ٱلسَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَٰذِبُونَ

(221-223) "Maukah Aku beritakan kepada kalian, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka (setan) itu turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa, mereka menyampaikan hasil pendengaran (yang mereka curi di langit), sedangkan kebanyakan mereka adalah para pendusta,”

Apakah kalian mau Aku beritahukan, wahai sekalian manusia, kepada siapa setan-setan itu turun? Setan-setan turun pada setiap pendusta lagi orang yang banyak dosa, seperti para dukun. Setan-setan mencuri pendengaran dan mencupliknya dari para malaikat yang paling tinggi (kedudukannya) lalu mereka lontarkan kepada para dukun dan orang-orang yang serupa dengan mereka dari orang-orang yang fasik. Pan kebanyakan mereka itu berdusta. Salah seorang dari mereka (boleh jadi) berkata benar dalam suatu pernyataannya, tetapi ia menambahkan padanya seratus kedustaan.

وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلْغَاوُۥنَ . أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِى كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ . وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ

(224-226) "Dan para penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,727 dan bahwasanya mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya) ?"

Dan penyair-penyair itu, lantunan syair mereka berasaskan pada kebatilan dan kebohongan. Mereka dipamiti oleh orang-orang sesat dan menyimpang yang serupa dengan mereka. Tidakkah kamu, wahai Nabi, melihat mereka itu pergi berjalan layaknya orang yang wajahnya tengah kebingungan? Mereka hanyut dalam setiap jenis kedustaan, kata-kata palsu, mencoreng kehormatan manusia, menjelek-jelekkan nasab, melontarkan hinaan terhadap wanita yang terjaga (dari perbuatan keji), dan mereka itu mengatakan apa yang tidak mereka perbuat. Mereka berlebihan dalam memuji para pengusung kebatilan dan mengolok-olok orang-orang yang berada di atas jalan kebenaran.


[727] Yang dimaksud dongan ayat ini ialah bahwa seharian penyair suka mempermainkan kata-kata, tidak mempunyai tujuan yang baik. dan tidak mempunyai pendirian

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُواْ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَىَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

(227) "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih dan banyak berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah serta mendapat kemenangan setelah terzhalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zhalim kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali."

Allah mengecualikan dari para penyair itu para penyair yang mendapatkan hidayah dengan keimanan, dan beramal shalih, serta memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah. Mereka melantunkan syair tentang mentauhidkan Allah , pujian kepadaNya, Dzat Yang Mahatinggi namaNya, membela Rasulullah Muhammad , mengucapkan kata-kata dengan hikmah, nasihat dan adab-adab yang luhur, serta membela Islam. Mereka mengolok orang yang mengolokNya atau mengolok RasulNya, sebagai sanggahan terhadap para penyair dari orang-orang kafir. Dan orang-orang yang zhalirn terhadap diri mereka dengan perbuatan syirik dan maksiat dan menzhalimi orang lain dengan melecehkan hak orang atau menganiaya mereka atau dengan tuduhan-tuduhan yang batil, akan mengetahui tempat kembali manakah dari tempat kembali yang buruk lagi membinasakan yang akan mereka tempati kelak? Sesungguhnya itu adalah tempat kembali yang buruk. Kami memohon kepada Allah keselamatan dan terbebas dari segala keburukan.