Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Furqaan

AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA
Kekuasaan Allah dan Keharmonisan CiptaanNya

تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

(1) "Mahabanyak berkah Allah yang telah menurunkan al-Furqan (al-Qur'an) kepada hambaNya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)"

Amat agung keberkahan-keberkahan Allah, sangat banyak kebaikan-kebaikanNya, dan sempurna sifat-sifatNya serta Mahatinggi Dzat Yang telah menurunkan al-Qur'an yang memisahkan antara kebenaran dan kebatilan kepada hambaNya. Muhammad agar menjadi seorang utusan (Allah) bagi bangsa manusia dan jin, anng memperingatkan mereka dari siksaan Allah.

ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا

(2) "Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagiNya dalam kerajaan(Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat"

Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mengambil anak dan Dia tidak memiliki sekutu dalam kerajaanNya, dan Dialah Yang menciptakan segala sesuatu dan menyempurnakannya sesuai dongan bentuk ciptaan yang tepat dengan tuntutan hikmahNya tanpa adanya kekurangan dan kekeliruan.

وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَوٰةً وَلَا نُشُورًا

(3) "Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk mereka sembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak meneiptakan sesuatu pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) mudarat terhadap diri mereka dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan "

Dan orang-orang musyrik Arab telah mengambil sesembahan-sesembahan selain Allah yang tidak dapat menciptakan apa pun, padahal Allah-lah Yang menciptakan sesembahan-sesembahan itu dan menciptakan mereka; mereka tidak memiliki kemampuan menolak mara bahaya dan mendatangkan kebaikan bagi diri mereka, dan tidak dapat mematikan apa yang hidup dan menghidupkan apa yang mati atau membangkitkan seseorang dari orang-orang yang telah mati dalam keadaan hidup dari kuburnya.

Tuduhan-tuduhan Palsu Dari Orang-orang Kafir Terhadap al-Qur'an

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ إِفْكٌ ٱفْتَرَىٰهُ وَأَعَانَهُۥ عَلَيْهِ قَوْمٌ ءَاخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَآءُو ظُلْمًا وَزُورًا

(4) "Dan orang-orang kafir berkata, '(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan olehnya (Muhammad) dan dia dibantu untuk mengadakannya oleh orang-orang lain,' Sungguh mereka telah berbuat zhalim dan dusta yang besar,"

Dan orang orang yang kafir kepada Allah berkata, "Al-Qur'an ini tiada lain hanyalah kebohongan dan kedustaan belaka, yang dibuat-buat oleh Muhammad, dan beberapa orang telah membantunya untuk itu." Sesungguhnya mereka telah melakukan perbuatan kezhaliman parah dan mengadakan kedustaan yang amat buruk. Al-Qur'an termasuk sesuatu yang tidak mungkin bagi seorang manusia pun untuk mengadakannya.

وَقَالُوٓاْ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ ٱكْتَتَبَهَا فَهِىَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

(5) "Dan mereka berkata, '(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu ia dibacakan kepadanya setiap pagi dan petang',"

Dan mereka berkata tentang al-Qur'an, "la adalah kisah-kisah dongeng orang-orang terdahulu yang tercatat di buku-buku mereka. Muhammad meminta disalinkan, maka dibacakan kepadanya tiap pagi dan sore hari."

قُلْ أَنزَلَهُ ٱلَّذِى يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا

(6) "Katakanlah (wahai Rasul), '(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) Yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'."

Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang kafir itu, "Sesungguhnya yang menurunkan al-Qur'an, Dia adalah Allah yang pengetahuanNya meliputi segala yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dari dosa-dosanya dan maksiat-maksiat, juga Maha Pemurah terhadap mereka karena tidak segera menimpakan siksaan pada mereka.

Keheranan Orang Kafir Tentang Diutusnya Rasul Dari Manusia Biasa

وَقَالُواْ مَالِ هَٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأْكُلُ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشِى فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا

(7) "Dan mereka berkata, 'Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersamanya,'

Dan orang-orang musyrik berkata, ''Mengapa orang ini yang mengaku-aku sebagai utusan Allah (maksud mereka adalah Muhammad memakan makanan seperti kita dan berjalan-jalan di pasar untuk mencari penghidupan? Mengapa Allah tidak mengutus bersamanya satu malaikat yang mempersaksikan kebenarannya,

أَوْ يُلْقَىٰٓ إِلَيْهِ كَنزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُۥ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَا ۚ وَقَالَ ٱلظَّٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَّسْحُورًا

(8) 'atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?' Dan orang-orang zhalim itu berkata, 'Kalian hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang terkena sihir'."

atau turun kepadanya perbendaharaan harta dari langit atau ia memiliki kebun yang besar yang dia dapat makan dari buah-buahnya?" Orang-orang zhalim yang mendustakan berkata, "Kalian, wahai kaum Mukminin, tidaklah mengikuti kecuali orang yang terkena pengaruh sihir yang merasuki akalnya."

ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُواْ لَكَ ٱلْأَمْثَٰلَ فَضَلُّواْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا

(9) "Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentangmu maka mereka sesat dan mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu) "

Lihatlah, wahai Rasul, bagaimana orang-orang yang mendustakan itu melontarkan ucapan-ucapan aneh tentang dirimu yang menyerupai perumpamaan-perumpamaan dalam keanehannya agar mereka bisa mencapai cara untuk mendustakanmu? Maka dengan itu mereka menjadi jauh dari kebenaran, sehingga tidak mendapatkan jalan menuju kepadanya untuk meluruskan apa yang telah mereka ucapkan tentangmu berupa kedustaan dan kebohongan.

تَبَارَكَ ٱلَّذِىٓ إِن شَآءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِّن ذَٰلِكَ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ وَيَجْعَل لَّكَ قُصُورًۢا

(10) "Mahabanyak berkah (Allah) Yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia menjadikan (pula) istana-istana untukmu."

Amat agung keberkahan-keberkahan Allah dan sangat banyak kebaikan-kebaikanNya yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan bagimu, wahai Rasul, keadaan yang lebih baik, dari apa yang mereka pikirkan bagimu. Maka Dia menjadikan bagimu di dalamnya kebun yang banyak yang disibak oleh sungai-sunga:, dan menjadikan bagimu di dalamnya istana-istana yang besar.

بَلْ كَذَّبُواْ بِٱلسَّاعَةِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لِمَن كَذَّبَ بِٱلسَّاعَةِ سَعِيرًا

(11) "Bahkan mereka mendustakan Hari Kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan Hari Kiamat."

Dan mereka tidaklah mendustakanmu gara-gara kamu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Akan tetapi, mereka mendustakan Hari Kiamat dan peristiwa pembalasan amal yang terjadi padanya. Dan Kami telah menyediakan bagi orang yang mendustakan Hari Kiamat api panas yang dinyalakan dengan mereka (maksudnya, merekalah yang menjadi bahan bakarnya;.

إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُواْ لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا

(12) "Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya terhadap mereka.

Apabila neraka melihat orang-orang yang mendustakan Hari Kiamat itu dari tempat yang jauh, mereka mendengar suara gelegar dan kegaduhannya lantaran kemurkaannya terhadap mereka.

وَإِذَآ أُلْقُواْ مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُّقَرَّنِينَ دَعَوْاْ هُنَالِكَ ثُبُورًا

(13) "Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dalam keadaan dibelenggu, di sana mereka berseru meminta kebinasaan."707

Dan apabila mereka dilemparkan ke dalam tempat yang sangat sempit di Jahanam, dalam keadaan tangan-tangan mereka telah dibelenggu dengan rantai hingga leher-leher mereka, mereka berdoa buruk memohon kebinasaan bagi diri mereka agar dapat terbebaskan darinya.


[707] Mereka meminta kebinasaan, agar terbebas dari siksa yang sangat besar, yaitu azab di neraka yang sangat panas dalam keadaan dibelenggu dan di tempat yang sangat sempit pula, sebagaimana yang disebutkan.

لَّا تَدْعُواْ ٱلْيَوْمَ ثُبُورًا وَٰحِدًا وَٱدْعُواْ ثُبُورًا كَثِيرًا

(14) "(Akan dikatakan kepada mereka), 'Janganlah kalian berseru meminta satu kebinasaan pada hari ini, tetapi berserulah meminta kebinasaan yang banyak'."

Maka dikatakan kepada mereka demi menghancurkan harapan mereka, "Pada hari ini, janganlah kalian meminta kebinasaan sekali saja, akan tetapi (mintalah kebinasaan) yang banyak." Tetapi itu tidak akan menambah mereka kecuali kesengsaraan; maka tidak ada kesempatan bebas bagi mereka.

قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ ٱلْخُلْدِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَآءً وَمَصِيرًا

(15) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Apakah (azab) seperti itu yang lebih baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan dan tempat kembali bagi mereka?'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Apakah neraka ini yang diceritakan karakternya kepada kalian lebih baik daripada Surga Na'im yang abadi yang dijanjikan kepada orang-orang yang takut terhadap siksaan Tuhan mereka, yang nantinya menjadi ganjaran bagi mereka atas amal perbuatan mereka dan menjadi tempat kembali mereka di akhirat?"

لَّهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَٰلِدِينَ ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ وَعْدًا مَّسْـُٔولًا

(16) "Mereka mendapatkan segala apa yang mereka ingin di dalamnya (surga), mereka kekal (di sana). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohon (kepadaNya)"

Di dalam surga, orang-orang yang taat akan mendapatkan segala yang mereka inginkan dari berbagai macam kenikmatan yang enak. Kesenangan mereka di dalamnya bersifat abadi. Masuknya mereka ke dalam surga sudah merupakan janji atas Allah yang pantas dimohon, yang dimohon oleh para hamba Allah yang bertakwa. Dan Allah tidak memungkiri janjiNya.

Soal-Jawab Antara Allah Dengan Sembahan-sembahan Orang-orang Kafir di Hari Kiamat

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَقُولُ ءَأَنتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِى هَٰٓؤُلَآءِ أَمْ هُمْ ضَلُّواْ ٱلسَّبِيلَ

(17) "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa-apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), Apakah kalian yang menyesatkan hamba-hambaKu ini, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar) ?'"

Pada Hari Kiamat, Allah akan menghimpun kaum musyrikin dan apa saja yang dahulu mereka sembah selain Allah. Kemudian Dia berfirman kepada sesembahan-sesembahan itu, "Apakah benar kalian telah menyimpangkan hamba-hambaKu dari jalan kebenaran dan kalian perintahkan mereka untuk menyembah kalian ataukah mereka sendiri yang tersesat jalan, mereka menyembah kalian atas keinginan mereka sendiri?"

قَالُواْ سُبْحَٰنَكَ مَا كَانَ يَنۢبَغِى لَنَآ أَن نَّتَّخِذَ مِن دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَآءَ وَلَٰكِن مَّتَّعْتَهُمْ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُواْ ٱلذِّكْرَ وَكَانُواْ قَوْمًۢا بُورًا

(18) "Mereka (yang disembah itu) menjawab,'Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau, tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka adalah kaum yang binasa'."

Sesembahan-sesembahan selain Allah menjawab, "Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, dari apa yang mereka perbuat. Tidak benar kami mengambil penolong-penolong selain Engkau yang kami bela. Akan tetapi, Engkau telah memberikan kepada kaum musyrikin dan nenek moyang mereka kekayaan dan keselamatan dari mara bahaya di dunia, sampai akhirnya mereka lupa untuk mengingatMu, sehingga kemudian mereka menyekutukan (sembahan-sembahan lain) denganMu. Mereka adalah kaum yang binasa. Celaka dan jauh dari hidayah telah menguasai mereka."

Para rasul Diutus Dari Manusia Biasa

فَقَدْ كَذَّبُوكُم بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلَا نَصْرًا ۚ وَمَن يَظْلِم مِّنكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا

(19) "Maka sungguh mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kalian katakan, maka kalian tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (diri kalian), dan barangsiapa di antara kalian berbuat zhalim, niscaya Kami membuatnya merasakan azab yang besar"

Kemudian dikatakan kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya sesembahan-sesembahan yang dahulu kalian sembah mendustakan kalian dalam klaim kalian terhadap mereka. Kalian sekarang sendirian, tidak dapat menghalau siksaan dari diri kalian sendiri dan tidak bisa memberikan pertolongan bagi diri kalian sendiri. Dan barangsiapa menyekutukan Allah, menganiaya diri sendiri dan menyembah selain Allah, dan mati dalam keadaan itu, niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang keras.

وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّآ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِى ٱلْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

(20) "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (wahai Rasul), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kalian sebagai cobaan bagi sebagian yang lain; apakah kalian bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat."

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, wahai Rasul seseorang dari rasul-rasul Kami kecuali mereka itu bangsa manusia, yang memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kalian, wahai manusia, cobaan dan ujian bagi sebagian lainnya, melalui hidayah dan kesesatan, kekayaan dan kemiskinan, sehat dan sakit; apakah kalian bersabar sehingga kalian menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan atas kalian dan mensyukuriNya dan kemudian Penguasa kalian memberi balasan bagi kalian, atau kalian tidak bersabar sehingga mengakibatkan kalian pantas ditimpa musibah? Dan Tuhanmu, wahai Rasul, Maha Melihat orang yang berkeluh-kesah atau bersabar, dan orang yang ingkar atau orang yang bersyukur.

Keadaan Manusia yang Tidak Membenarkan al-Qur'an Pada Hari Kiamat

۞ وَقَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ ٱسْتَكْبَرُواْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّا كَبِيرًا

(21) "Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, 'Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?' Sungguh mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam penentangan mereka)."

Dan berkatalah orang-orang yang tidak berharap perjumpaan dengan Tuhan mereka setelah kematian mereka, didorong rasa pengingkaran terhadapnya, "Mengapa tidak diturunkan kepada kami malaikat untuk memberitahukan kepada kami bahwa sesungguhnya Muhammad adalah orang yang jujur, atau kami dapat menyaksikan Tuhan kami dengan mata kepala kami, lalu Dia memberitahukan kepada kami tentang kebenarannya dalam mengemban risalahNya?" Sungguh, mereka telah bangga memandang diri mereka dan mereka sombong, lantaran berani melontarkan ucapan tersebut dan bertindak melampaui batas dalam penentangan dan kekafiran mereka.

يَوْمَ يَرَوْنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ لَا بُشْرَىٰ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَّحْجُورًا

(22) "(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang gemar berbuat dosa dan mereka (para malaikat) berkata, 'Sama sekali tidak mungkin (kalian mendapatkan surga)'"

Pada Hari Kiamat, dan juga di dalam kubur, mereka akan menyaksikan malaikat dalam bentuk sebagaimana mereka minta sebelumnya, bukan untuk memberi kabar gembira kepada mereka dengan surga, akan tetapi untuk berkata kepada mereka, "Allah menjadikan surga tempat yang haram untuk kalian tempati."

وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا

(23) "Dan Kami mendatangi amal-amal yang telah mereka lakukan708 lalu Kami akan menjadikannya (bagaikan) debu yang beterbangan."

Dan Kami mendatangi segala apa yang mereka perbuat dari kebaikan dan kebajikan yang tampak secara zahir, kemudian Kami menjadikannya tidak berguna dan tidak berarti, tidak memberikan manfaat kepada mereka, bagaikan debu yang beterbangan, yaitu debu-debu ringan yang terlihat pada pancaran sinar matahari. Yang demikian itu karena amal sudah berguna di akhirat, kecuali apabila terpenuhi pada pemiliknya: Iman kepada Allah; berikut ikhlas untukNya dan mengikuti RasuINya, Muhammad .


[708] Yakni, amal-amal baik yang mereka kerjakan di dunia. Semua itu tidak dibalas oleh Allah karena mereka tidak beriman.

أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا

(24) "Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya."

Penghuni-penghuni surga pada Hari Kiamat jauh lebih baik tempat tinggal mereka ketimbang penghuni neraka, dan jauh lebih indah hunian mereka di surga. Kenyamanan mereka sempurna dan kenikmatan mereka tidak terkotori oleh kekeruhan.

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلْغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا

(25) "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang."

Dan ingatlah, wahai Rasul, perihal hari yang ketika itu langit terpecah belah dan tampak melalui celah-celahnya awan putih lembut Dan Allah menurunkan malaikat langit pada hari itu, lalu mereka mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar, dan Allah Tabaraka wa Ta ala datang untuk memutuskan putusan di antara para hamba, dengan kedatangan yang layak dengan keagunganNya.

ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ لِلرَّحْمَٰنِ ۚ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ عَسِيرًا

(26) "Kerajaan yang haq pada hari itu adalah milik Tuhan Yang .Maha Pengasih, Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang yang kafir."

Dan kerajaan yang haq pada hari ini hanya milik Tuhan Yang Maha Pengasih, bukan yang lain. Dan hari itu merupakan sjatu hari yang sulit lagi berat bagi orang-orang kafir, karena mereka ditimpa hukuman siksaan yang pedih.

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًا . يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا . لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًا

(27-29) "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang zhalim menggigit dua tangannya (menyesali perbuatannya) seraya berkata, 'Aduh! Andai saja (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Aduh celaka aku! Andai saja aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku), sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan (al-Qur'an) setelah (al-Qur'an) itu datang kepadaku. Dan setan memang mencampakkan manusia'."

Dan ingatlah, wahai Rasul, pada hari orang yang berbuat kezhaliman terhadap dirinya akan menggigit dua tangannya lantaran penyesalan dan kekecewaan, sembari berkata, "Celaka aku, seandainya aku dulu mau mendampingi Rasulullah Muhammad an mengikutinya untuk menjadikan Islam sebagai jalan menuju surga." Dan ia merasakan penyesalan mendalam seraya berkata, "Sekiranya aku dulu tidak menjadikan orang kafir si Fulan itu sebagai teman dekat yang aku ikuti danaku cintai. Sesungguhnya teman akrab itu telah menyimpangkan diriku dari al-Qur'an setelah datang kepadaku. Dan setan yang terlaknat itu adalah makhluk yang selalu tidak mau menolong manusia." Dalam ayat-ayat ini terkandung satu peringatan dari menjalin persahabatan dengan teman yang buruk, karena sesungguhnya dia bisa menjadi faktor penyebab teman dekatnya masuk neraka.

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًا

(30) "Dan Rasul (Muhammad) berkata, ’Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang diabaikan'."

Dan Rasul berkata untuk mengadukan apa yang diperbuat oleh kaumnya, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku meninggalkan al-Qur'an ini dan mengasingkannya, dengan terus-menerus berpaling darinya, mengabaikan untuk mentadabburi, mengamalkan, dan menyampaikannya." Pada ayat ini terkandung satu ancaman besar bagi orang yang mengacuhkan aI-Qur'an dan tidak mengamalkannya.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا مِّنَ ٱلْمُجْرِمِينَ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا

(31) "Begitulah, bagi setiap nabi. telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.”

Dan sebagaimana Kami mengadakan bagimu, wahai Rasul, musuh-musuh dari orang-orang jahat dari kaummu, Kami telah mengadakan bagi tiap-tiap nabi musuh-musuh dari orang-orang jahat dari kaumnya. Maka bersabarlah sebagaimana mereka telah bersabar (dalam menghadapinya). Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk, Yang mengarahkan, dan Penolong Yang menolongmu menghadapi musuh-musuhmu. Dalam ayat ini terkandung satu hiburan bagi Nabi kita, Muhammad .

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَٰحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَٰهُ تَرْتِيلًا

(32) ”Dan orang-orang kafir berkata, 'Mengapa al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?' Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (wahai Rasul) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur perlahan, dan benar)”

Dan orang-orang kafir berkata, Mengapa al-Qur'an tidak diturunkan kepada Muhammad sekaligus saja, seperti Taurat, Injil dan Zabur? Allah berfirman. Demikianlah, Kami menurunkannya secara berangsur-angsur supaya Kami memperkuat kalbumu dengannya dan kamu bertambah merasa tenang terhadapnya sehingga kamu dapat memahami dan mengembannya. Dan Kami menjelaskannya dengan teliti dan perlahan-lahan.”

وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَٰكَ بِٱلْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا . ٱلَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُوْلَٰٓئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ سَبِيلًا

(33-34) ”Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) suatu perumpamaan (hujjah). melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik. Orang-orang yang dikumpulkan ke Neraka Jahanam dengan diseret wajah mereka, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya."

Dan tidaklah kaum musyrikin datang kepadamu, wahai Rasul, dengan membawa hujjah atau syubhat kecuali Kami mendatangkan kepadamu jawaban yang haq dan dengan penjelasan terbaik baginya. Orang-orang kafir itulah yang akan diseret ke Neraka Jahanam dengan muka-muka mereka. Dan mereka itu adalah manusia-manusia yang paling buruk tempat tinggalnya dan paling jauh menyimpang dari kebenaran.

PELAJARAN-PELAJARAN DARI KISAH-KISAH UMAT YANG DAHULU

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلْنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَٰرُونَ وَزِيرًا . فَقُلْنَا ٱذْهَبَآ إِلَى ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَدَمَّرْنَٰهُمْ تَدْمِيرًا

(35-36) "Dan sungguh Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan saudaranya, Harun, menyertainya sebagai wazir (pembantu). Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), ’Pergilah kalian berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami,' (tetapi mereka mendustakan keduanya), maka Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya."

Dan sungguh Kami telah anugerahkan Taurat kepada Musa, dan Kami menjadikan saudaranya, Harun sebagai penolong baginya. Lalu Kami berkata kepada mereka berdua, "Pergilah kalian berdua kepada Fir'aun dan kaumnya yang telah mendustakan bukti-bukti rububiyah dan uluhiyah Kami." Kemudian mereka berdua bertolak menuju mereka dan menyeru mereka untuk beriman kepada Allah dan taat kepadaNya, serta tidak menyekutukanNya. Akan tetapi, mereka mendustakan mereka berdua, sehingga Allah membinasakan mereka dengan kebinasaan yang besar.

وَقَوْمَ نُوحٍ لَّمَّا كَذَّبُواْ ٱلرُّسُلَ أَغْرَقْنَٰهُمْ وَجَعَلْنَٰهُمْ لِلنَّاسِ ءَايَةً ۖ وَأَعْتَدْنَا لِلظَّٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

(37) "Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu sebagai tanda (pelajaran) bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zhalim azab yang pedih."

Dan Kami juga telah menenggelamkan kaum Nuh dengan banjir bandang ketika mereka mendustakannya. Dan siapa saja yang mendustakan seorang rasul, maka sesungguhnya dia telah mendustakan seluruh rasul. Dan Kami menjadikan kebinasaan mereka sebagai pelajaran bagi umat manusia, dan Kami menjadikan bagi mereka dan orang-orang yang menuruti jalan mereka dalam mendustakan rasul siksaan yang pedih di Hari Kiamat.

وَعَادًا وَثَمُودَاْ وَأَصْحَٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونًۢا بَيْنَ ذَٰلِكَ كَثِيرًا

(38) "Dan (telah Kami binasakan) kaum Ad dan Tsamud dan penduduk ar-Rass 709 serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu."

Dan Kami telah menghancurkan bangsa Ad kaum Hud, bangsa Tsamud kaum Shaleh, para penduduk ar-Rass, dan umat-umat lain yang berjumlah banyak yang hidup antara (masa) kaum Nuh, bangsa Ad, bangsa Tsamud dan para penduduk ar-Rass itu. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah.


[709] Ar-Rass adalah telaga yang sudah kering airnya yang kemudian dijadikan nama suatu kaum yang menetap di sana, yaitu kaum ar-Rass. Mereka menyembah patung, dan Allah mengutus Nabi Syu'aib kepada mereka.

وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ ٱلْأَمْثَٰلَ ۖ وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا

(39) "Dan bagi masing-masing mereka telah Kami buatkan perumpamaan-perumpamaan, (tetapi mereka tidak mau beriman), dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya."

Dan kepada tiap-tiap umat, Kami telah menerangkan kepada mereka hujjah-hujjah dan Kami telah menjelaskan kepada mereka bukti-bukti kebenaran, serta Kami patahkan udzur-udzur mereka. Meskipun demikian, mereka tetap tidak beriman. Maka Kami pun benar-benar membinasakan mereka dengan kebinasaan yang besar.

وَلَقَدْ أَتَوْاْ عَلَى ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِىٓ أُمْطِرَتْ مَطَرَ ٱلسَّوْءِ ۚ أَفَلَمْ يَكُونُواْ يَرَوْنَهَا ۚ بَلْ كَانُواْ لَا يَرْجُونَ نُشُورًا

(40) "Dan sungguh mereka (kaum musyrik Makkah) telah melewati negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu), maka apakah mereka tidak memperhatikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan Hari Kebangkitan"

Dan sesungguhnya orang-orang musyrik Makkah melewati perkampungan kaum Luth dalam perjalanan-perjalanan mereka, yaitu negeri Sodom yang telah dihancurkan dengan hujan batu dari langit, namun mereka enggan mengambil pelajaran dengannya. Mereka justru tidak mengharapkan kembali hidup pada Hari Kiamat untuk memperoleh pembalasan di sana.

وَإِذَا رَأَوْكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِى بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا

(41) "Dan apabila mereka melihatmu (wahai Rasul), mereka hanyalah menjadikanmu sebagai ejekan (dengan mengatakan), 'Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?'

Dan apabila orang-orang yang mendustakan melihatmu, wahai Rasul, mereka mengolok-olok dirimu dengan berkata, "Apakah orang ini yang mengaku-aku bahwa sesungguhnya Allah mengutusnya sebagai utusan kepada kita?

إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَآ أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا

(42) 'Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari tuhan-tuhan sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah) nya? Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya."

Sesungguhnya hampir saja dia memalingkan kita dari penyembahan kepada berhala-berhala kita dengan kekuatan hujjah dan penjelasannya, seandainya kita tidak teguh untuk menyembahnya.” Dan mereka itu kelak akan mengetahui tatkala mereka menyaksikan siksaan yang akan mereka peroleh: siapakah orang yang sesat ajaran agamanya; mereka ataukah Muhammad?

أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

(43) "Sudahkah engkau (wahai Rasul) melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?"

Lihatlah, wahai Rasul, dengan penuh keheranan, orang yang menaati hawa nafsunya seperti layaknya dia menaati Allah. Apakah kamu akan menjadi pelindung bagi orang itu hingga mengembalikannya kepada keimanan?

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَٱلْأَنْعَٰمِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

(44) "Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya."

Atau apakah kamu akan menyangka bahwa kebanyakan mereka akan mendengarkan ayat-ayat Allah dengan penuh penghayatan ataukah (berusaha) memahaminya? Mereka itu tiada lain kecuali seperti binatang-binatang ternak, dalam tinjauan tidak memperoleh manfaat dari apa yang mereka dengar. Bahkan mereka jauh lebih sesat daripada binatang-binatang itu.

TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH PADA ALAM SEMESTA

أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوْ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا ٱلشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلًا . ثُمَّ قَبَضْنَٰهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًا

(45-46). "Tidakkah engkau memperhatikan (ciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikannya tetap, kemudian Kami menjadikan matahari sebagai petunjuk terhadapnya, kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami710 sedikit demi sedikit ”

Apakah kamu memperhatikan bagaimana Allah memanjangkan bayangan dari terbitnya fajar hingga terbit matahari? Sekiranya Allah menghendaki, pastilah Dia akan menjadikan bayang-bayang itu bertahan dan tetap ada, tidak dilenyapkan oleh (sinar) matahari. Kemudian Kami menjadikan matahari sebagai pertanda dengan keadaan-keadaannya atas keadaan-keadaan bayang-bayang itu. Lalu ia akan mengecil sedikit demi sedikit. Tiap kali bertambah ketinggian matahari, maka ia akan kian berkurang besarnya. Itu termasuk bukti Kuasa Allah dan keagunganNya, dan sesungguhnya Dia-lah yang berhak diibadahi, bukan yang lain.


[710] Yakni, bayang-bayang itu Kami hapuskan dengan perlahan-lahan sejalan dengan terbenamnya matahari sedikit demi sedikit.

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِبَاسًا وَٱلنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورًا

(47) "Dan Dia-lah yang menjadikan malam untuk kalian (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia (juga) menjadikan siang untuk bangkit (berusaha)"

Dan Allah Dia-lah yang menjadikan malam sebagai penutup bagi kalian dengan kegelapannya, sebagaimana pakaian menutupi kalian. Dan Dia menjadikan tidur sebagai istirahat bagi tubuh-tubuh kalian, dan menjadikan siang bagi kalian untuk bertebaran di muka bumi dan mencari penghidupan.

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً طَهُورًا . لِّنُحْۦِىَ بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا وَنُسْقِيَهُۥ مِمَّا خَلَقْنَآ أَنْعَٰمًا وَأَنَاسِىَّ كَثِيرًا

(48-49) "Dan Dia-lah yang mengirimkan angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmatNya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang suci, agar dengan air itu Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, berupa hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak"

Dan Dia-lah yang mengirimkan angin yang membawa awan yang memberi kabar gembira bagi manusia dengan (turunnya) hujan sebagai rahmat dariNya, dan Kami telah menurunkan dari langit air untuk keperluan bersuci; agar Kami menumbuhkan dengannya tumbuhan-tumbuhan di tempat yang tidak ada tanamannya sama sekali, maka negeri yang kering menjadi hidup kembali setelah kematiannya, dan Kami memberi minum dengan air itu banyak binatang ternak dan manusia dari makhluk Kami.

وَلَقَدْ صَرَّفْنَٰهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُواْ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

(50) "Dan sungguh Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau, kecuali kafir (nikmat)."

Dan sungguh Kami telah menurunkan hujan pada suatu tempat tertentu dan tidak pada tempat yang lain, agar orang-orang yang Kami turunkan kepada mereka hujan tersebut mengingat-ingat nikmat Allah atas mereka, lalu mereka bersyukur kepadaNya dan orang-orang yang tidak mendapatkan guyurannya mengingat-ingat apa-apa yang tidak diturunkan kepada mereka, lalu bersegera untuk bertaubat kepada Allah M supaya kemudian Dia merahmati mereka dan menurunkan hujan bagi mereka. Namun, kebanyakan manusia menolak kecuali sikap pengingkaran terhadap nikmat-nikmat Kami yang tercurahkan kepada mereka, sebagaimana perkataan mereka, "Kami dicurahi hujan karena rasi bintang anu dan anu."

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ نَّذِيرًا . فَلَا تُطِعِ ٱلْكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدْهُم بِهِۦ جِهَادًا كَبِيرًا

(51-52) "Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami mengutus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri. Maka janganlah engkau menaati orang-orang kafir, dan berjihadlah menghadapi mereka dengannya (al-Qur'an) dengan jihad yang besar."

Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan mengutus kepada setiap negeri seorang pemberi peringatan, yang menyeru mereka kepada Allah dan memperingatkan mereka terhadap siksaanNya. Akan tetapi, Kami menjadikanmu, wahai Rasul, diutus kepada seluruh penduduk muka bumi, dan Kami memerintahkanmu untuk menyampaikan al-Qur'an ini kepada mereka. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir untuk meninggalkan sesuatu yang dengannya kamu diutus. Bahkan, kerahkan semua dayamu dalam menyampaikan risalah tersebut, dan berjihadlah terhadap orang-orang kafir dengan al-Qur'an ini dengan jihad yang besar, yang tidak tercampuri kelesuan semangat.

۞ وَهُوَ ٱلَّذِى مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا

(53) "Dan Dia-lah yang mempertemukan dua laut (mengalir berdampingan);yang ini tawar dan segar, dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia menjadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi (keduanya bercampur)."

Dan Allah, Dia-lah Yang mencampurkan dua lautan, yang berair tawar lagi segar untuk minuman dan yang berair asin yang sangat pekat, dan menjadikan antara keduanya pembatas yang menghalangi masing-masing dari keduanya untuk merusak yang lain, dan penghalang yang menghambat sampainya salah satu (air) laut itu kepada yang lain.

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

(54) "Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia menjadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan mushaharah711 dan Tuhanmu adalah Mahakuasa."

Dan Dia-lah Yang menciptakan dari air mani lelaki dan perempuan anak-anak keturunan, yang lelaki dan perempuan. Dari situ, lalu tumbuhlah hubungan kekerabatan melalui nasab dan mushaharah (pernikahan). Dan Tuhanmu Mahakuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang dikehendakiNya.


[711] Mushaharah ialah hubungan kekeluargaan yang berasal dari hubungan pernikahan, seperti menantu, ipar, mertua, dan sebagainya.

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ ۗ وَكَانَ ٱلْكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرًا

(55) "Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Dan orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya."

Kendatipun dikemukakan bukti-bukti Kuasa Allah dan curahan nikmatNya pada makhlukNya, orang-orang kafir menyembah sesembahan selain Allah, obyek yang tidak dapat memberikan manfaat bagi mereka ketika mereka menyembahnya dan tidak dapat mencelakai mereka bila mereka meninggalkan penyembahannya. Dan orang yang ingkar itu menjadi penolong bagi setan untuk menentang Tuhannya dengan perbuatan syirik dalam peribadahan kepada Allah, mendukungnya untuk maksiat kepadaNya.

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

(56) "Dan tidaklah Kami mengutusmu (wahai Rasul), melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan."

Dan Kami tidaklah mengutusmu, wahai Rasul, kecuali sebagai pembawa kabar gembira bagi kaum Mukminin dengan surga, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang kafir dengan neraka.

قُلْ مَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا

(57) "Katakanlah, 'Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kalian dalam menyampaikan (risalah) itu, tetapi orang yang mau mengambil jalan (untuk mendekatkan diri) kepada Tuhannya (maka silahkan dia melakukannya)'."

Katakanlah kepada mereka, "Aku tidak meminta bayaran apa pun dari kalian atas penyampaian risalah ini. Akan tetapi, siapa saja yang berharap memperoleh hidayah, berjalan di atas jalan kebenaran menuju Tuhannya dan berinfak untuk mencari ridhaNya, maka aku tidak memaksa mereka untuk itu, akan tetapi itu merupakan kebaikan bagi diri kalian sendiri."

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْحَىِّ ٱلَّذِى لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا

(58) "Dan bertawakallah kepada Allah Yang Mahahidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memujiNya. Dan cukuplah Dia Mahateliti terhadap dosa-dosa hamba-hambaNya,"

Dan bertawakallah kepada Allah, Yang Mahahidup, yang tidak mati, dan sucikanlah Dia dari sifat-sifat kekurangan. Dan cukuplah Allah Mengetahui dosa-dosa makhlukNya. Tidak ada sesuatu pun dari dosa-dosa itu yang tersembunyi bagiNya, dan Dia akan memperhitungkan kalian dan memberi balasan bagi kalian karenanya.

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ ٱلرَّحْمَٰنُ فَسْـَٔلْ بِهِۦ خَبِيرًا

(59) "Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy,712 (Dia-lah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (wahai Nabi) tentangNya kepada Yang Mahateliti."

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam jangka enam hari. Kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, maksudnya, tinggi dan jauh di atas sana, bersemayam yang sesuai dengan keagunganNya. Dia-lah ar-Rahman (Yang Maha Pengasih). Maka tanyakanlah, wahai Nabi, tentang Dia kepada Yang Maha Mengetahui, yaitu Allah Yang Mahamulia sendiri. Dia-lah yang mengetahui sifat-sifatNya, kebesaran, dan keagunganNya. Dan tidak seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah dan lebih teliti tentangNya selain hamba dan RasulNya, Muhammad .


[712] Lihat catatan kaki Surat al-A'raf: 54.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسْجُدُواْ لِلرَّحْمَٰنِ قَالُواْ وَمَا ٱلرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا ۩

(60) "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih,' mereka menjawab, 'Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus bersujud kepada Allah yang engkau perintahkan kepada kami (wahai Muhammad)?' Dan (seruan) itu menambah mereka makin jauh (dari kebenaran)"

Dan apabila dikatakan kepada orang-orang kafir, "Bersujudlah kepada ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pengasih) dan beribadahlah kepadaNya". mereka menjawab, ‘'Kami tidak mengenai ar-Rahman. Apakah kami akan bersujud terhadap Dzat yang kamu perintahkan kami bersujud kepadaNya sebagai bentuk ketaatan kami kepada perintahmu?" Dan seruan kepada mereka untuk bersujud kepada ar-Rahman kian menambah mereka jauh dari keimanan dan lari darinya.

تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا

(61) "Mahabanyak berkah Allah Yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar"

Amat agung keberkahan-keberkahan Tuhan Yang Maha Pengasih itu dan sangat banyak kebaikan-kebaikanNya, Yang menjadikan di langit bintang-bintang yang besar dengan poros-porosnya, dan menjadikan di dalamnya matahari yang bersinar dan bulan yang bercahaya.

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

(62) "Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur"

Dan Dia-iah yang menjadikan malam dan siang saling silih berganti, salah satunya menggantikan yang lain bagi orang yang mau mengambil pelajaran dengan apa yang terjadi di dalamnya karena dorongan keimanan kepada Dzat Yang Mengatur lagi Meneiptakan, atau orang yang hendak bersyukur kepada Allah dltf atas nikmat-nikmat dan karunia-karuniaNya.

SIFAT-SIFAT HAMBA ALLAH YANG MENDAPAT KEMULIAAN

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمًا

(63) "Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka menimpali dengan (kata-kata yang mengandung) keselamatan (baik)"

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih yang shalih berjalan di muka bumi dengan tenang dan penuh kerendahan hati. Apabila orang-orang jahil lagi bodoh menyapa mereka dengan melancarkan gangguan, mereka menjawab orang-orang itu dengan ucapan yang baik-baik, dan membalas omongan mereka dengan ucapan-ucapan yang di dalamnya tidak terkandung unsur dosa dan tidak merespon orang jahil dengan tindakan jahilnya.

وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَٰمًا

(64) "dan orang-orang yang melalui waktu malam dalam keadaan bersujud dan berdiri (qiyamullail) kepada Tuhan mereka,"

Dan juga orang-orang yang banyak mengerjakan shalat malam dengan ikhlas kepada Tuhan mereka di dalamnya dan merendahkan diri kepadaNya dengan sujud dan berdiri.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا . إِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

(65-66) "dan orang-orang yang berkata, ’ Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya adalah kekal,' sesungguhnya Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman,"

Dan juga orang-orang yang meskipun sudah bersungguh-sungguh dalam ibadah, mereka takut kepada Allah, lalu memohon kepadaNya agar menyelamatkan mereka dari siksaan Jahanam. Sesungguhnya siksaannya itu akan mengitari orang yang berhak mendapatkannya. Dan sesungguhnya Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat menetap dan tempat tinggal.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمْ يُسْرِفُواْ وَلَمْ يَقْتُرُواْ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

(67) "dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) adalah orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, tetapi di antara keduanya secara wajar"

Dan juga orang-orang yang jika membelanjakan sebagian dari kekayaan mereka, mereka tidak melampaui batas dalam memberi dan tidak kurang dalam pembelanjaan itu. Infak mereka di tengah-tengah antara pemborosan dan kikir.

وَٱلَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا . يُضَٰعَفْ لَهُ ٱلْعَذَابُ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِۦ مُهَانًا . إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَٰلِحًا فَأُوْلَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَٰتٍ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا . وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا

(68-71) "dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain bersama Allah, dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman (yang berat), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal shalih, maka mereka itulah yang keburukan-keburukan mereka diganti oleh Allah menjadi kebaikan-kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya ”

Dan juga orang-orang yang mengesakan Allah, dan tidak menyeru dan tidak menyembah sesembahan selainNya, dan mereka tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang membolehkan jiwa dibunuh, seperti kafir setelah beriman, atau berzina setelah menikah, atau membunuh jiwa secara zhalim. Dan mereka juga tidak berzina, dan bisa menjaga kemaluan mereka kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak perempuan yang mereka miliki. Barangsiapa melakukan sebagian dari dosa-dosa besar ini, niscaya akan menjumpai siksaan di akhirat kelak, siksaan dilipatgandakan baginya di akhirat, dan ia akan kekal di dalamnya dalam keadaan hina lagi rendah. (Ancaman kekal ini adalah bagi orang yang melakukannya semuanya, atau bagi orang yang melakukan kesyirikan kepada Allah). Akan tetapi, orang yang bertaubat dari dosa-dosa tersebut dengan taubat nashuha (yang sesungguhnya), beriman dengan keimanan yang teguh lagi disertai dengan amal shalih, maka orang-orang itulah yang Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka dan menggantikannya dengan kebaikan-kebaikan, lantaran taubat dan penyesalan mereka. Dan Allah itu Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, Maha Pemurah terhadap hamba-hambaNya, karena Allah menyeru mereka untuk bertaubat setelah menentangnya dengan maksiat yang paling besar. Dan barangsiapa bertaubat dari dosa-dosa yang telah diperbuatnya dan beramal shalih, sesungguhnya dengan itu, ia telah kembali kepada Allah dengan cara yang benar, maka Allah menerima taubatnya dan menggugurkan dosa-dosanya.

وَٱلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغْوِ مَرُّواْ كِرَامًا

(72) "Begitu juga orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah, mereka berlalu sebagai orang-orang yang mulia,"713

Dan juga orang-orang yang tidak memberikan persaksian dusta dan tidak menghadiri tempat-tempatnya, dan mereka apabila dengan tidak sengaja melewati orang-orang yang hanyut dalam kebatilan dan permainan, orang-orang itu melintasi mereka dengan berpaling dan mengingkari, dengan menjaga kehormatan diri dan tidak menyukai itu terjadi pada selain mereka.


[713] Yakni, mengingkari segala perbuatan yang tidak berfaidah tersebut dengan cara yang baik dan tidak ikut melakukannya.

وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّواْ عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا

(73) "dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta,"

Dan juga orang-orang yang apabila mereka diberi nasihat dengan ayat-ayat al-Qur'an dan bukti-bukti keesaan Allah, mereka tidak melalaikannya layaknya orang tuli yang tidak dapat mendengarnya dan orang buta yang tidak dapat melihatnya. Bahkan sebaliknya, hati mereka memahaminya dengan jeli dan mata hati mereka terbuka untuknya, kemudian mereka menyungkur kepada Allah dengan bersujud lagi taat.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(74) "dan orang-orang yang berkata, 'Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa'"

Dan juga orang-orang yang memohon kepada Allah dengan mengatakan, "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak-anak kami apa yang dapat menyejukkan pandangan mata kami yang di situ kami memperoleh kenyamanan hidup dan kebahagiaan, dan jadikanlah kami teladan baik yang diikuti dalam kebaikan."

أُوْلَٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَٰمًا . خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

(75-76) "Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman"

Orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang telah dikemukakan dari kalangan hamba-hamba ar-Rahman itu, mereka akan dibalas dengan balasan tempat tinggal tertinggi di surga, dengan rahmat Allah dan dikarenakan kesabaran mereka untuk taat. Dan mereka akan disambut di surga dengan penghormatan dan ucapan salam dari malaikat dan (menjumpai) kehidupan yang baik dan keselamatan dari berbagai gangguan, kekal abadi di dalamnya tanpa ada kematian. Itu adalah sebaik-baik tempat menetap yang mereka diami dan tempat tinggal yang mereka huni. Mereka tidak mengharapkan pindah dari sana.

قُلْ مَا يَعْبَؤُاْ بِكُمْ رَبِّى لَوْلَا دُعَآؤُكُمْ ۖ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًۢا

(77) "Katakanlah (wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik), 'Tuhanku tidak akan mengindahkan kalian, kalau tidak karena doa kalian. (Tetapi bagaimana kalian berdoa kepadaNya), padahal sungguh kalian telah mendustakanNya? Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpa kalian)'."

Allah mengabarkan bahwa sesungguhnya Dia tidak peduli dan tidak mengindahkan manusia, kalau bukan karena doa mereka kepadaNya, baik doa ibadah maupun doa permohonan. Dan sungguh kalian, wahai orang-orang kafir, sikap mendustakan yang kalian lakukan akan berakibat pada siksaan yang mengikat kalian seperti orang-orang yang memiliki piutang kepada seseorang, dan akan membinasakan kalian di dunia dan akhirat.