Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Mu'minun

KEMENANGAN ORANG-ORANG MUKMIN
Tujuh Sifat yang Membuat Orang-orang Mukmin Beruntung

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ

(1) "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,"

Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, serta melaksanakan syariatNya.

ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ

(2) "(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalat mereka"

Yaitu orang-orang yang di antara sifat mereka adalah bahwasanya mereka itu orang-orang yang khusyu' dalam shalat mereka, hati mereka fokus untuknya dan anggota tubuh mereka tenang di dalamnya.

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

(3) "dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna"

Dan orang-orang yang meninggalkan segala sesuatu yang tidak ada kebaikan padanya dari ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan.

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ

(4) "dan orang-orang yang menunaikan zakat"

Dan orang-orang yang membersihkan jiwa dan harta mereka dengan membayarkan zakat harta mereka yang berbeda-beda jenis bentuknya.

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ

(5) "dan orang-orang yang memelihara kemaluan mereka"

Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka dari perkara yang diharamkan oleh Allah, seperti perbuatan zina, homoseks, dan seluruh perbuatan keji lainnya.

إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

(6) 'kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela,”

Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak perempuan yang mereka miliki. Maka tidak ada celaan dan tidak ada dosa atas mereka untuk menggauli wanita-wanita itu dan bersenang-senang dengan mereka; sebab sesungguhnya Allah telah menghalalkan wanita-wanita itu.

فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ

(7) "tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas"

Maka barangsiapa mencari kenikmatan dengan selain istri atau budak perempuannya, maka dia termasuk orang-orang yang melakukan tindakan melampaui batas yang halal menuju yang haram. Dan sesungguhnya dia telah menghadapkan dirinya pada ancaman siksaan Allah dan kemurkaanNya.

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَٰنَٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ

(8) "Begitu juga orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan perjanjian mereka"

Dan orang-orang yang menjaga semua apa yang dipercayakan kepada mereka, juga memenuhi setiap janji-janji mereka.

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ

(9) "serta orang-orang yang memelihara shalat mereka "

Dan orang-orang yang senantiasa tekun menjalankan shalat mereka pada waktu-waktunya sesuai dengan tata caranya yang disyariatkan yang bersumber dari Nabi .

أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ

(10) "Mereka itulah orang yang akan mewarisi,”

Orang-orang Mukmin itu, merekalah orang-orang yang mewarisi surga.

ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(11) "(yaitu) yang akan mewarisi (Surga) Firdaus; mereka kekal di dalamnya.”

Yaitu orang-orang yang mewarisi tempat yang paling tinggi dan paling tengah di surga, dan ini adalah tempat yang paling bagus di surga. Mereka kekal abadi di dalamnya, kenikmatan mereka tidak berhenti dan tidak sirna.

Perkembangan Kejadian Manusia dan Kehidupannya di Akhirat

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ

(12) "Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati (yang berasal) dari tanah."

Dan sungguh Kami telah menciptakan Adam dari tanah yang diambil dari seluruh tempat di muka bumi.

ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ

(13) "Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."

Dan kemudian Kami menciptakan anak keturunannya secara turun-temurun dari setetes air nuthfah, yaitu air mani lelaki yang keluar dari tulang sulbi mereka, lalu menetap dalam rahim-rahim kaum wanita.

ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ

(14) 'Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (yang lengket), lalu segumpal darah (yang lengket) itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha banyak berkah Allah, Pencipta Yang paling baik."

Kemudian Kami menciptakan nuthfah itu menjadi alaqah, yaitu gumpalan darah. Lalu selepas empat puluh hari, Kami ciptakan alaqah itu menjadi mudhghah, yaitu gumpalan daging sebesar satu suapan yang dikunyah. Kemudian Kami menciptakan gumpalan daging yang lunak itu menjadi tulang-tulang, lalu Kami membungkus tulang-tulang itu dengan daging, dan setelah itu Kami ciptakan dia menjadi makhluk (dalam bentuk) yang berbeda dengan meniupkan ruh padanya. Mahaberkah Allah yang memperindah ciptaan untuk segala sesuatu.

ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ

(15) "Kemudian setelah itu, sesungguhnya kalian pasti mati"

Kemudian sesungguhnya kalian itu, wahai sekalian manusia, setelah berlalunya fase-fase kehidupan dan habisnya usia, benar-benar akan meninggal.

ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ تُبْعَثُونَ

(16) "Kemudian sesungguhnya kalian akan dibangkitkan (dari kubur kalian) pada Hari Kiamat"

Kemudian sesungguhnya kalian, pasca kematian dan lenyapnya dunia, akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dari kubur-kubur kalian untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasan.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَآئِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ ٱلْخَلْقِ غَٰفِلِينَ

(17) "Dan sungguh Kami telah menciptakan tujuh (lapis) langit di atas kalian, dan Kami tidak lengah terhadap ciptaan (Kami)"

Dan sungguh Kami telah menciptakan di atas kalian tujuh lapis langit, sebagian berada di atas sebagian lainnya. Dan Kami tidaklah lalai terhadap makhluk-makhluk. Kami tidak melalaikan suatu makhluk pun dan tidak pula melupakannya.

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّٰهُ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِۦ لَقَٰدِرُونَ

(18) "Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Kami benar-benar kuasa melenyapkannya."

Dan Kami menurunkan dari langit air sesuai dengan kebutuhan makhluk-makhluk dan Kami jadikan bumi tempat menetap bagi air tersebut, dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk melenyapkan air itu. Di sini tergantung peringatan keras dan ancaman bagi orang-orang yang berbuat zhalim.

فَأَنشَأْنَا لَكُم بِهِۦ جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَٰبٍ لَّكُمْ فِيهَا فَوَٰكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

(19) "Lalu dengan (air) itu, kami tumbuhkan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur di sana kalian memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kalian makan.”

Kemudian kami mengadakan dengan air mi kebun-kebun kurma dan kebun-kebun anggur bagi kalian di dalamnya kalian memperoleh buah-buahan yang banyak dengan berbagai jenis dan bentuk dan sebagian darinya kalian makan.

وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْءَاكِلِينَ

(20) “dan (kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai yang menghasilkan minyak dan lauk (pembangkit selera) bagi orang-orang yang makan,'

Dan Kami menumbuhkan dengannya pohon zaitun yang tumbuh di sekitar Thursina, untuk diperas sehingga menghasilkan minyak lalu dijadikan minyak oles dan campuran makanan.

وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

(21) “Dan sesungguhnya pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagi kalian. Kami memberi minum kalian dari (air susu) yang ada dalam perutnya. dan padanya juga terdapat banyak manfaat untuk kalian, dan sebagian darinya kalian makan,"

Dan sesungguhnya bagi kalian, wahai sekalian manusia benar-benar ada pelajaran baik dalam unta, sapi dan kambing yang dapat kalian petik melalui penciptaannya. Kami memberikan minum kepada kalian dari cairan susu yang ada di dalam perutnya. Dan kalian pun memperoleh manfaat-manfaat yang lain darinya berupa bulu domba, kulit dan lain-lain dan sebagian darinya kalian makan.

وَعَلَيْهَا وَعَلَى ٱلْفُلْكِ تُحْمَلُونَ

(22) “di atasnya (hewan-hewan ternak) dan di atas kapal-kapal kalian diangkut.”

Dan di atas unta dan kapal-kapal; di daratan dan laut, kalian diangkut.

KISAH BEBERAPA ORANG RASUL

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

(23) "Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, 'Wahai kaumku, sembahlah Allah! Tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian selain Dia. Maka mengapa kalian tidak takut (kepadaNya)?'"

Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan mengemban dakwah tauhid. Dia berkata kepada mereka, "Beribadahlah kepada Allah semata; kalian sekali-kali tidak memiliki tuhan yang berhak disembah selainNya. Apakah kalian tidak takut siksaanNya?"

فَقَالَ ٱلْمَلَؤُاْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِۦ مَا هَٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُرِيدُ أَن يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَنزَلَ مَلَٰٓئِكَةً مَّا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِىٓ ءَابَآئِنَا ٱلْأَوَّلِينَ

(24) 'Maka berkatalah para pemuka orang-orang kafir dari kaumnya,'Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia daripada kalian. Dan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat. Kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada (masa) nenek moyang kami dahulu.’

Kemudian para tokoh kaumnya mendustakannya, dan berkata kepada masyarakat umum mereka, "Sesungguhnya dia hanya seorang manusia biasa seperti kalian, tidak memiliki kelebihan apa pun atas kalian. Dan dia tidak menginginkan dengan ajakannya, kecuali kekuasaan dan keunggulan di atas kalian. Dan sekiranya Allah menghendaki untuk mengutus kepada kita seorang rasul, pastilah akan mengutus utusan dari kalangan malaikat. Kami tidak pernah mendengar ini pada orang-orang yang mendahului kami, dari bapak-bapak dan kakek-kakek kami.

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌۢ بِهِۦ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُواْ بِهِۦ حَتَّىٰ حِينٍ

(25) 'Dia hanyalah seorang laki-laki yang gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai waktu yang ditentukan’.”

Dan tidaklah Nuh kecuali seorang lelaki yang telah terkena penyakit gila, maka tunggulah sampai dia sadar kembali, lalu dia akan meninggalkan dakwahnya itu, sehingga kalian akan bebas dari (pengaruh)nya."

قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ

(26) Dia (Nuh) berdoa, ‘Wahai Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku’.”679

Nuh berkata, "Wahai Tuhanku, tolonglah aku menghadapi kaumku disebabkan pendustaan mereka terhadapku dalam perkara yang aku sampaikan kepada mereka dari risalahMu"


[679] Pertolongan yanjj dimohon oleh Nabi Nuh kepada Allah adalah agar Allah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. I.ihat selanjutnya Surai Nuh:26

فَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ أَنِ ٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ۙ فَٱسْلُكْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ۖ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

(27) "Maka Kami wahyukan kepadanya,'Buatlah kapal di bawah (pengawasan) Mata dan wahyu Kami, lalu apabila keputusan Kami datang dan tungku api telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis (makhluk hidup) Juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Ku tentang orang-orang yang zhalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan'."

Maka Kami mewahyukan kepadanya, "Buatlah sebuah kapal dengan pengawasan pandangan Mata Kami dan wahyu Kami, maksudnya dengan perintah Kami dan bantuan dari Kami, dan kamu dalam per lindungan dan jaminan Kami. Ketika telah datang keputusan Kami untuk menyiksa kaummu dengan hanyut di dalam air, dan banjir bandang mulai menerjang, serta air memancar dari dapur api, maka masukkanlah ke dalam kapal semua yang hidup, lelaki, dan perempuan, agar kelangsungan keturunan akan tetap terjaga. Dan masukkanlah keluargamu, kecuali yang berhak mengalami siksaan karena kekufurannya, seperti istrimu dan anak lelakimu. Dan janganlah kamu meminta kaummu yang zhalim itu diselamatkan, sebab sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan, dan itu pasti." Di sini terkandung penetapan silat "Mata" bagi Allah sesuai dengan yang layak bagiNya, tanpa menyerupakanNya dengan makhluk dan tanpa menentukan bentuknya.

فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(28) "Dan apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, 'Segala puji bagi Allah Yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zhalim'."

Dan ketika kamu telah berada di atas kapal dengan tenang, kamu dan orang-orang yang bersamamu dalam keadaan aman dari ancaman tenggelam, maka ucapkanlah, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang kafir."

وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ

(29) "Dan berdoalah, 'Wahai Tuhanku, turunkanlah aku pada tempat turun yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang menurunkan'."

Dan katakanlah, "Wahai Tuhanku, mudahkanlah bagi kami untuk mendarat di tempat yang diberkahi lagi aman, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang mendaratkan." Di sini terdapat unsur pendidikan dari Allah bagi hamba-hambaNya, yaitu bila mereka akan singgah, hendaknya mengucapkan doa ini.

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ وَإِن كُنَّا لَمُبْتَلِينَ

(30) "'Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah); dan sesungguhnya Kami benar-benar telah menimpakan ujian (sebelum menurunkan azab kepada kaum Nuh itu)."

Sesungguhnya dalam peristiwa diselamatkannya kaum Mukminin dan dibinasakannya orang-orang kafir benar-benar terdapat petunjuk-petunjuk nyata tentang kebenaran rasul-rasul Allah dalam risalah yang mereka bawa dari Allah. Dan Kami menguji umat-umat manusia dengan mengutus rasul-rasul kepada mereka, sebelum datangnya siksaan pada mereka.

ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

(31) "Kemudian setelah mereka, Kami ciptakan umat yang lain (kaum Ad)."

Kemudian Kami menciptakan setelah kaum Nuh generasi lain, yaitu kaum Ad.

فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

(32) "Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), 'Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian selain Dia. Maka mengapa kalian tidak takut (kepadaNya)?"'

Kami mengutus di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Hud Dia berkata kepada mereka, "Beribadahlah hanya kepada Allah. Sekali-kali kalian tidak mempunyai sesembahan yang haq selainNya. Apakah kalian tidak takut akan siksaNya, bila kalian menyembah selainNya?"

وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱلْءَاخِرَةِ وَأَتْرَفْنَٰهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مَا هَٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ

(33) "Dan berkatalah para pemuka dari kaumnya yang kafir dan yang mendustakan pertemuan Hari Akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dalam kehidupan di dunia, '(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian, dia makan apa yang kalian makan dan minum apa yang kalian minum'

Maka para pembesar dan pemuka-pemuka dari kaumnya yang kafir kepada Allah dan mengingkari kehidupan akhirat, yaitu orang-orang yang kemewahan hidup dunia telah menyebabkan mereka bertindak melampaui batas berkata, "Tidaklah orang yang menyeru kalian kepada pengesaan Allah dalam ibadah ini, melainkan manusia biasa seperti kalian, dia makan dari jenis makanan kalian dan minum dari jenis minuman yang sama dengan minuman kalian.

وَلَئِنْ أَطَعْتُم بَشَرًا مِّثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَٰسِرُونَ

(34) 'Dan jika kalian benar-benar menaati manusia seperti kalian, niscaya kalian benar-benar merugi.’

Dan apabila kalian mengikuti seseorang yang seperti kalian, sesungguhnya kalian kalau begitu menjadi orang-orang yang benar-benar merugi, dengan meninggalkan tuhan-tuhan sesembahan kalian dan mengikutinya.

أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنتُمْ تُرَابًا وَعِظَٰمًا أَنَّكُم مُّخْرَجُونَ

(35) 'Adakah dia menjanjikan kepada kalian, bahwa apabila kalian telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, bahwasanya kalian akan dikeluarkan (dari kubur kalian)?'

Bagaimana kalian mau membenarkan peringatan yang dia sampaikan kepada kalian bahwa bila kalian mati, kemudian kalian menjadi tanah dan tulang belulang, kalian akan dibangkitkan kembali dari kubur-kubur kalian dalam keadaan hidup?

۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ

(36) 'Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kalian'

Alangkah mustahil apa yang diancamkan kepada kalian itu, wahai kaumku, bahwa kalian setelah mati akan dibangkitkan dari kubur-kubur kalian.

إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

(37) '(Kehidupan itu) tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, (di sini) kita mati dan hidup,680 dan kita tidak akan dibangkitkan (lagi).'

Tidaklah kehidupan kita ini, kecuali di dunia ini saja. Bapak-bapak kita meninggal, lalu lahirlah anak-anak. Dan kita tidak akan dibangkitkan (dari kubur) lagi.


[680] Yakni, sebagian manusia meninggal dunia, dan sebagian lain dilahirkan.

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُۥ بِمُؤْمِنِينَ

(38) ‘Dia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan suatu kebohongan atas Nama Allah, dan kita tidak akan mempercayainya'."

Dan tidaklah penyeru kalian kepada keimanan ini, kecuali seorang lelaki yang telah membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Dan kita tidak perlu membenarkan apa yang dia katakan kepada kita."

قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ

(39) "Dia (Hud) berdoa, 'Wahai Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku'."

Kemudian Rasul mereka memohon kepada Tuhannya sembari berkata, "Wahai Tuhanku, tolonglah aku menghadapi mereka, dikarenakan mereka mendustakan aku."

قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نَٰدِمِينَ

(40) "Dia (Allah) berfirman, 'Tidak lama lagi mereka pasti akan menyesal."

Dan Allah berfirman untuk mengabulkan permohonannya, "Sebentar lagi, mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang menyesal." Artinya, tidak berapa lama lagi, orang-orang yang mendustakan akan penuh penyesalan.

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّيْحَةُ بِٱلْحَقِّ فَجَعَلْنَٰهُمْ غُثَآءً ۚ فَبُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(41) “Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang menggelegar, dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir;681 Maka binasalah bagi orang-orang yang zhalim."

Tidak menunggu lama, datanglah kepada mereka suara menggelegar dahsyat yang disertai angin, yang dengannya Allah membinasakan mereka. Mereka pun mati semuanya, dan menjelma layaknya buih-buih air yang mengambang di permukaan air. Maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang berbuat zhalim itu, dan mereka jauh dari rahmat Allah. Karenanya, hendaknya orang-orang yang mendengar (berita itu) waspada dari mendustakan Rasul mereka, akibatnya akan menimpa mereka siksaan yang menimpa orang-orang yang mendahului mereka.


[681] Yakni, demikian buruknya akibat perbuatan mereka, sampai mereka tidak berdaya sedikit pun, tidak ubahnya seperti sampah yang dihanyutkan banjir, padahal mereka bertubuh besar dan kuat.

ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قُرُونًا ءَاخَرِينَ

(42) "Kemudian setelah mereka, Kami ciptakan umat-umat yang lain"

Kemudian Kami adakan setelah orang-orang yang mendustakan itu umat-umat dan manusia-manusia lain, seperti kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Ayyub, dan kaum Yunus

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

(43) "Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya"

Suatu umat dari umat-umat yang mendustakan itu tidaklah akan mendahului waktu yang telah ditentukan bagi kehancurannya, dan tidak akan mundur darinya.

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَا ۖ كُلَّ مَا جَآءَ أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَٰهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

(44) "Kemudian Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya, maka Kami silih gantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan), dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman."

Kemudian Kami utus rasul-rasul Kami kepada umat-umat tersebut, sebagian menggantikan sebagian yang lain secara berturut-turut. Tatkala seorang rasul datang kepada umatnya, lalu mereka mendustakannya, Kami timpakan kebinasaan dan kehancuran pada mereka itu secara bergantian, dan tidak ada yang tersisa selain berita-berita tentang kebinasaan mereka saja. Dan Kami menjadikan mereka sebagai bahan buah bibir bagi orang-orang setelah mereka untuk mereka jadikan sebagai pelajaran. Maka kebinasaan dan kutukan bagi orang-orang yang tidak beriman kepada rasul-rasul dan tidak menaati mereka.

ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَٰرُونَ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ

(45) "Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya, Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan hujjah yang jelas,"682

Kemudian Kami utus Musa dan saudara lelakinya, Harun dengan membawa ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) Kami yang berjumlah sembilan: tongkat, tangan (yang bercahaya), belalang, kutu, katak, darah, banjir bandang, musim kemarau yang amat panjang dan kekurangan buah-buahan, sebagai hujjah nyata yang melunakkan hati, sehingga hati kaum Mukminin tunduk-patuh kepadanya, dan hujjah menjadi jelas tegak di hadapan orang-orang penentang. Kami mengutus mereka berdua.


[682] Mukjizat Nabi Musa yang sembilan macam.

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ

(46) "kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong"

kepada Fir'aun, sang penguasa Mesir dan para pemuka kaumnya. Lalu mereka menyombongkan diri untuk beriman kepada Musa dan saudaranya. Dan mereka adalah kaum yang congkak terhadap manusia, lagi menindas mereka dengan tindak kezhaliman.

فَقَالُوٓاْ أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَٰبِدُونَ

(47) "Maka mereka berkata, 'Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita, padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?'"

Mereka berkata, "Apakah kita pantas mempercayai dua orang yang sama (manusia) seperti kita, sedang kaumnya, yaitu Bani Israil, berada di bawah kekuasaan kita, taat lagi tunduk kepada kita?"

فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُواْ مِنَ ٱلْمُهْلَكِينَ

(48) "Maka mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka termasuk orang-orang yang dibinasakan."

Mereka mendustakan keduanya terkait risalah yang mereka bawa, maka mereka pun menjadi orang-orang yang dibinasakan dengan tenggelam di dalam laut.

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

(49) "Dan sungguh Kami telah menganugerahi Musa Kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kitab Taurat kepada Musa, supaya kaumnya mendapatkan petunjuk dengannya menuju kepada jalan kebenaran.

وَجَعَلْنَا ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥٓ ءَايَةً وَءَاوَيْنَٰهُمَآ إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ

(50) "Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam dan ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi (kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, tempat yang tenang, (rindang dan banyak buah-buahan) dengan air yang mengalir"

Dan Kami menjadikan Isa putra Maryam dan ibunya, sebagai pertanda yang menunjukkan Kuasa Kami, yaitu ketika Kami menciptakannya tanpa keberadaan seorang ayah, dan Kami menjadikan bagi mereka tempat tinggal di tanah yang tinggi lagi rata untuk ditinggali, yang di situ terdapat kesuburan dan air mengalir yang tampak jelas bagi pandangan mata.

AGAMA YANG DIBAWA NABI-NABI ADALAH SATU
Hawa Nafsu Memecah Belah Manusia

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُواْ مِنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَٱعْمَلُواْ صَٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

(51) "(Allah berfirman), 'Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.’

Wahai sekalian rasul, makanlah dari rizki halal yang baik-baik dan kerjakanlah amal-amal shalih, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat, tidak ada sesuatu pun dari perbuatan-perbuatan kalian yang tersembunyi bagiKu. Arah pembicaraan ayat ini bersifat umum bagi seluruh rasul dan para pengikut mereka. Pada ayat ini terkandung dalil bahwa memakan makanan halal menjadi faktor pendukung beramal shalih, dan sesungguhnya dampak dari makanan haram sangat buruk, di antaranya adalah tertolaknya doa.

وَإِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱتَّقُونِ

(52) Dan sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kalian, agama yang satu dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepadaKu'."

Dan sesungguhnya agama kalian, wahai sekalian nabi, adalah agama ^4 yang satu, yaitu Islam, dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepadaKu, dengan menjalankan perintah-perintahKu dan menjauhi larangan laranganKu.

فَتَقَطَّعُوٓاْ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

(53) "Maka mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka menjadi beberapa golongan, di mana setiap golongan (merasa) bangga dengan apa (ajaran) yang ada pada (golongan) mereka (masing-masing)"

Kemudian para pemeluk agama bercerai berai menjadi beberapa golongan dan beberapa sekte. Mereka menjadikan agama mereka (yang satu) dalam bentuk ideologi-ideologi yang banyak, setelah sebelumnya diperintahkan untuk bersatu padu. Tiap tiap golongan merasa bangga dengan pendapatnya, mereka menyangka bahwa kelompoknya berada di atas kebenaran sedang kelompok lainnya berada di atas kebatilan. Di sini, terkandung peringatan dairi bergolong golongan dan berpecah belah dalam agama.

فَذَرْهُمْ فِى غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ

(54) "Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan."

Maka biarkanlah saja, wahai Knsul, mereka itu dalam kesesalan mereka dan kebutaan mereka terhadap kebenaran, hingga azab turun pada mereka.

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِۦ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ . نُسَارِعُ لَهُمْ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ بَل لَّا يَشْعُرُونَ

(55-56) "Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Justru (itu adalah istidraj'683), tetapi mereka (tidak menyadari (nya).”684

Apakah orang-orang kafir itu menyangka bahwa sesungguhnya Kami melimpahkan pada mereka harta benda dan anak anak di dunia ini, merupakan penyegeraan kebaikan bagi mereka yang pantas mereka terima? Sesungguhnya Kami menyegerakan kebaikan bagi mereka sebagai sumber fitnah bagi mereka dan penangguhan waktu semata. Namun, mereka tidak menyadarinya.


[683] Istidraj, bermakna bahwa Allah membiarkan orang-orang kafir bergelimpang dalam kemewahan hidup, sehingga secara tidak sadar mereka terseret secara berangsur-angsur kepada kebinasaan.

[684] Lihat Surat At-taubah:55, dan Surat Ali Imran:178

Sifat-sifat Seorang Muslim yang Mukhlis

إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

(57) "Sesungguhnya orang-orang yang karena takut kepada Tuhannya, mereka sangat takut (azabNya)"

Sesungguhnya orang-orang yang lantaran rasa takut mereka kepada Tuhan mereka, mereka menjadi ngeri lagi khawatir terhadap peringatan yang Allah sampaikan kepada mereka,

وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

(58) “dan mereka yang beriman kepada ayat-ayat Tuhan mereka,"

dan orang-orang yang mengimani ayat-ayat Allah yang ada di dalam al-Qur'an dan mengamalkannya.

وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ

(59) "dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhan mereka,"

dan orang-orang yang mengikhlaskan ibadah bagi Allah semata, tidak mempersekutukan apa pun denganNya,

وَٱلَّذِينَ يُؤْتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَٰجِعُونَ

(60) "dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,"

dan orang-orang yang tekun berbuat amal-amal shalih dan kebajikan, sedang hati mereka takut lantaran khawatir tidak diterima amal perbuatan mereka dan tidak dapat menyelamatkan mereka dari siksaan Tuhan mereka, bila mereka kembali kepadaNya untuk menghadapi perhitungan amal;

أُوْلَٰٓئِكَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَهُمْ لَهَا سَٰبِقُونَ

(61) "mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya"

mereka yang tekun dalam ketaatan (kepada Allah) itu, kebiasaan mereka bersegera melakukan setiap amal kebaikan, dan mereka berlomba dalam kebaikan-kebaikan.

Kewajiban Menjalankan Agama Menurut Kadar Kemampuan Manusia

وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَٰبٌ يَنطِقُ بِٱلْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

(62) "Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan di sisi Kami ada suatu kitab (catatan) yang menuturkan dengan sebenarnya, 685 dan mereka tidak dizhalimi (dirugikan)"

Dan Kami tidaklah membebani seseorang dari hamba-hamba Kami kecuali amal perbuatan yang mampu dia perbuat. Dan perbuatan-perbuatan mereka tertulis di sisi Kami di dalam buku catatan penghitungan amal-amal yang akan dibawa ke atas oleh malaikat. Buku itu akan berbicara dengan benar tentang mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang dizhalimi.


[685] Maksudnya, kitab catatan tempat para malaikat mencatat perbuatan seseorang yang buruk maupun yang baik, yang akan diperlihatkan pada Hari Kiamat. (Lihat Surat al-Jatsiyah:29)

Cercaan Terhadap Orang-orang Kafir dan Azab yang Diancamkan Kepada Mereka

بَلْ قُلُوبُهُمْ فِى غَمْرَةٍ مِّنْ هَٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَٰلٌ مِّن دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَٰمِلُونَ

(63) "Tetapi hati mereka (orang-orang kaftr) itu dalam kesesalan dari (memahami al-Qur’an) ini, dan mereka mempunyai perbuatan-perbuatan lain (yang buruk) yang terus mereka kerjakan."

Akan tetapi, hati orang-orang kafir berada di dalam kekafiran amat pekat terhadap al-Qur'an ini dan kandungan yang ada di dalamnya. Dan selain kesyirikan, mereka memiliki perbuatan-perbuatan buruk. Allah menangguhkan waktu bagi mereka agar mereka melakukan keburukan-keburukan itu, sehingga mereka mendapatkan murka dan hukuman Allah

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِم بِٱلْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْـَٔرُونَ

(64) "Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong"

Dan ketika Kami timpakan siksaan pada orang orang yang bergelimang kemewahan dan orang-orang arogan dari mereka, tiba-tiba mereka berteriak keras-keras dengan penuh iba lagi memohon pertolongan.

لَا تَجْـَٔرُواْ ٱلْيَوْمَ ۖ إِنَّكُم مِّنَّا لَا تُنصَرُونَ

(65) “Janganlah kalian berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini! Sesungguhnya kalian tidak akan mendapat pertolongan dari (azab) Kami."

Maka, dikatakanlah kepada mereka, "Janganlah kalian berteriak-teriak dan jangan pula kalian meminta pertolongan pada hari ini. Sesungguhnya kalian tidak dapat menolong diri kalian dan tidak ada seorang pun yang dapat menolong kalian dari siksaan Allah."

قَدْ كَانَتْ ءَايَٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ تَنكِصُونَ

(66) "Sungguh ayat-ayatKu (al-Quran) selalu dibacakan kepada kalian, tetapi kalian selalu berpaling ke belakang"

Dahulu ayat-ayat al-Qur'an telah dibacakan kepada kalian agar kalian mau mengimaninya, lalu kalian justru lari dari mendengar dan mengimaninya serta mengamalkannya, seperti orang membalik badan dengan berbalik ke belakang.

مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَٰمِرًا تَهْجُرُونَ

(67) "sambil menyombongkan diri dengannya (Baitullah al-Haram) dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (al-Qur'an) pada waktu kalian bercakap-cakap pada malam hari"

Kalian itu bersikap demikian lantaran menyombongkan diri di hadapan manusia tanpa alasan yang dibenarkan, dikarenakan Baitul Haram. Kalian mengatakan, "Kami adalah orang-orang yang mendiaminya, kami tidak akan kalah di dalamnya," dan kalian mengungkapkan kata-kata buruk pada malam hari di sekitarnya.

أَفَلَمْ يَدَّبَّرُواْ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ

(68) "Maka tidakkah mereka menghayati Firman (Allah), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu?"

Apakah mereka itu tidak mau memikirkan al-Qur'an, sehingga mereka dapat mengetahui kebenarannya, ataukah faktor yang menghalangi mereka beriman, adalah lantaran sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dan kitab yang tidak pernah mendatangi bapak-bapak mereka dahulu hal yang serupa, lalu mereka pun mengingkari dan berpaling darinya karena itu?

أَمْ لَمْ يَعْرِفُواْ رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

(69) 'Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka (Muhammad), karena itu mereka mengingkarinya ?"

Ataukah faktor yang menghalangi mereka mengikuti kebenaran adalah status Rasul mereka, Muhammad, tidak populer di tengah mereka, sehingga mereka kemudian mengingkarinya?

أَمْ يَقُولُونَ بِهِۦ جِنَّةٌۢ ۚ بَلْ جَآءَهُم بِٱلْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَٰرِهُونَ

(70) "Atau mereka berkata, 'Orang itu (Muhammad) gila?' Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran."

Dan apakah mereka menyangkanya seorang yang gila? Sungguh, mereka telah berdusta. Sebab dia datang kepada mereka dengan membawa al-Qur'an, perintah bertauhid dan agama yang lurus. Dan kebanyakan dari mereka membenci kebenaran, lantaran kedengkian dan dorongan bertindak melampaui batas.

وَلَوِ ٱتَّبَعَ ٱلْحَقُّ أَهْوَآءَهُمْ لَفَسَدَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَٰهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ

(71) "Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya, liahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan terhadap mereka itu."

Dan sekiranya Allah menetapkan ajaran syariat bagi mereka apa-apa yang sejalan dengan hawa nafsu keinginan mereka, pastilah langit dan bumi akan rusak berantakan, begitu juga semua yang ada padanya. Bahkan Kami telah datangkan kepada mereka sesuatu yang akan mengangkat gengsi dan kemuliaan mereka, yaitu al-Qur'an, tetapi mereka berpaling darinya.

أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

(72) "Atau apakah engkau (wahai Rasul) meminta imbalan kepada mereka? Sedangkan imbalan dari Tuhanmu lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rizki yang terbaik."

Atau apakah yang menghalangi mereka beriman, lantaran kamu, wahai Rasul, meminta upah atas seruan dakwahmu kepada mereka, sehingga mereka pun kikir? Kamu tidak pernah meminta apa pun. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah berupa pahala dan limpahan ka-runia(Nya) itu lebih baik. Dan Dia sebaik-baik Pemberi rizki, maka tidak ada seorang pun yang mampu memberikan rizki seperti rizki Allah .

وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(73) "Dan sesungguhnya engkau benar-benar telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus."

Dan sesungguhnya kamu, wahai Rasul, benar-benar menyeru kaummu dan orang-orang lain kepada agama yang lurus, yaitu Islam.

وَإِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ عَنِ ٱلصِّرَٰطِ لَنَٰكِبُونَ

(74) "Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar telah menyimpang jauh dari jalan (yang lurus) "

Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak mengimani Hari Kebangkitan dan perhitungan amal perbuatan, dan tidak mengerjakan amal shalih untuknya, mereka benar-benar menyimpang dari jalan lurus ke jalan yang lain.

۞ وَلَوْ رَحِمْنَٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِم مِّن ضُرٍّ لَّلَجُّواْ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

(75) "Dan seandainya Kami mengasihani mereka, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka,686 pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam sikap keterlaluan mereka,"687

Seandainya Kami kasihi mereka dan Kami singkirkan dari mereka situasi sulit yang ada pada mereka, yaitu paceklik dan kelaparan, pastilah mereka akan berkubang dalam kekafiran dan penentangan, dan berjalan tanpa arah.


[686] Yakni, kelaparan. Kaum musyrikin pernah mengalami kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman ke Makkah, sedang Makkah dan sekitarnya ketika itu dalam keadaan paceklik, sehingga mereka sangat melarat.

[687] Lihat catatan kaki Surat al-A'raf: 186.

وَلَقَدْ أَخَذْنَٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُواْ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ

(76) "Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka,688 tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Tuhan mereka, dan mereka (juga) tidak merendahkan diri"

Dan sesungguhnya Kami telah menguji mereka dengan berbagai macam musibah, namun mereka tidak juga tunduk kepada Tuhan mereka, dan tidak memohon kepadaNya dengan penuh khusyu' ketika musibah itu datang.


[688] Antara lain kekalahan mereka pada Perang Badar, yang dalam peperangan itu orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak yang terbunuh atau ditawan, dan musim kering yang menimpa mereka, sehingga mereka menderita kelaparan.

حَتَّىٰٓ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

(77) "Sehingga apabila Kami bukakan untuk mereka pintu azab yang sangat keras, seketika itu mereka menjadi putus asa"

Hingga apabila Kami telah membuka satu pintu siksaan dahsyat di akhirat, maka tiba-tiba mereka langsung merasa putus harapan dari setiap kebaikan, kebingungan, dan tidak tahu apa yang harus diperbuat.

Kendatipun Dalil dan Bukti Akan Terjadinya Berbangkit di Akhirat Banyak, Orang-orang Kafir Tetap Mengingkarinya

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

(78) "Dan Dia-lah Yang telah menciptakan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kalian bersyukur"

Dan Dia-lah Dzat yang menciptakan bagi kalian pendengaran untuk menangkap apa-apa yang didengar, dan penglihatan untuk menangkap apa-apa yang dilihat, dan hati untuk memahami. Meskipun demikian, rasa syukur kalian terhadap nikmat-nikmat yang tidak putus pada kalian ini kecil tidak ada artinya.

وَهُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

(79) "Dan Dia-lah Yang menciptakan dan mengembangbiakkan kalian di bumi dan kepadaNya-lah kalian akan dikumpulkan "

Dan Dia-lah yang menciptakan seluruh manusia di bumi dan kepadaNya-lah kalian akan dikumpulkan setelah kematian kalian, lalu Dia memberikan balasan kepada kalian atas apa yang kalian perbuat, perbuatan baik maupun perbuatan buruk.

وَهُوَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَلَهُ ٱخْتِلَٰفُ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(80) "Dan Dia-lah Yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia-lah yang mengatur pergantian malam dan siang. Maka tidakkah kalian mengerti?"

Dan Dia-lah satu-satuNya Dzat yang menghidupkan dari tidak ada dan mematikan setelah hidup, dan bagiNya (kekuasaan) mempergantikan malam dan siang dan membedakan waktu-waktu keduanya. Apakah kalian tidak memahami Kuasa dan keesaanNya?

بَلْ قَالُواْ مِثْلَ مَا قَالَ ٱلْأَوَّلُونَ

(81) "Bahkan mereka mengucapkan seperti apa-apa yang pernah dikatakan oleh orang-orang terdahulu"

Akan tetapi, orang-orang kafir tidak beriman kepada Hari Kebangkitan. Bahkan sebaliknya, mereka mengulang-ulang ucapan para pendahulu mereka yang ingkar.

قَالُوٓاْ أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

(82) "Mereka berkata, 'Apakah betul', apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?’

Mereka mengatakan, "Apabila kami telah mati, dan jasad-jasad dan tulang-tulang kami telah terurai dalam bumi, apakah kami akan hidup kembali? Ini tidak mungkin terjadi dan tidak bisa terbayangkan.

لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا هَٰذَا مِن قَبْلُ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

(83) 'Sungguh ini telah diancamkan kepada kami dan kepada nenek moyang kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu!"'

Dan sungguh ucapan ini juga dikatakan kepada bapak-bapak kami sebelumnya, persis seperti yang kamu ungkapkan kepada kami, wahai Rasul. Kami tidak memandangnya sebagai satu realita nyata. Itu tiada lain kecuali cerita-cerita batil orang-orang dahulu."

Sanggahan Terhadap Pendirian Orang Kafir yang Batil, Terutama Anggapan Bahwa Tuhan Punya Anak atau Sekutu

قُل لِّمَنِ ٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(84) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Milik siapakah bumi, dan semua yang ada di dalamnya, jika kalian mengetahui?'"

Katakanlah kepada mereka, "Milik siapakah bumi ini dan semua yang ada di dalamnya, bila kalian memang memiliki pengetahuan?"

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(85) "Mereka akan menjawab, 'Milik Allah' Katakanlah, 'Maka apakah kalian tidak ingat?"'

Mereka pasti akan mengakui bahwa itu milik Allah. Dia-lah Pen-ciptanya dan Pemiliknya. Katakanlah kepada mereka, "Tidakkah kalian memikirkan melalui fakta tersebut bahwa Dia Mahakuasa untuk membangkitkan dan menghidupkan kembali?"

قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلسَّبْعِ وَرَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

(86) “Katakanlah, 'Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan yang memiliki Arasy yang agung?'"

Katakanlah "Siapakah Pemilik langit yang, tujuh. dan Pemilik Arasy yang besar yang merupakan makhluk Allah yang paling besar dan paling tinggi'.”

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

(87) “Merrka akan menjawab, 'Milik Allah,' Katakanlah, 'Maka mengapa kalian tidak bertakwa?"

Mereka pasti akan mengatakan. "Pemiliknya adalah Allah.'’ Maka katakanlah kepada mereka. Apakah kalian tidak khawatir terhadap siksaanNya bila kalian justru menyembah selain Allah ?"

قُلْ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(88) "Katakanlah, 'Siapakah yang di TanganNya berada kekuasaan segala sesuatu, Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azabNya), jika kalian mengetahui?”

katakanlah, 'Siapakah Pemilik segala sesuatu dan yang di tanganNya perbendaharaan segala sesuatu' Dan siapakah yang dapat melindungi orang yang memohon perlindungan? Tidak ada seorang pun yang kuasa melindungi dan menjaga seseorang yang Allah berkehendak untuk membinasakannya. dan tidak dapat menolak keburukan yang Allah telah takdirkan, bila kalian mengetahui hal tersebut?"

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ

(89) "Mereka akan menjawab, 'Milik Allah,' Katakanlah, '(Kalau demikian), maka bagaimana kalian sampai tertipu?"'

Mereka akan menjawab, "bahwa sesngguhnya semua itu kepunyaan Allah." katakanlah kepada mereka, bagaimana bisa akal-akal kalian lenyap, dan kalian diperdayai dan dipalingkan dari mentauhidkan Allah dan ketaatan kepadaNya, dan dari membenarkan perkara kebangkitan dan kebangkitan kembali setelah kematian?

بَلْ أَتَيْنَٰهُم بِٱلْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ

(90) "Padahal Kami telah mendatangkan kebenaran kepada mereka, tetapi mereka benar-benar para pendusta."

Bahkan Kami telah membawakan kepada mereka kebenaran dalam risalah yang Kami utus Muhammad untuk mengembannya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar berdusta dalam perbuatan syirik mereka dan pengingkaran mereka terhadap kebangkitan kembali pasca kematian.

مَا ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُۥ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

(91) "Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersamaNya. (Sekiranya ada tuhan-tuhan lain), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa-apa yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,"

Allah tidak mengadakan bagi DzatNya seorang anak pun, dan sekali-kali tidak ada sesembahan lain bersamaNya. Sebab, bila di alam semesta ada tuhan sesembahan lebih dari satu, maka pastilah tiap-tiap tuhan akan memperhatikan makhluk-makhluk ciptaannya sendiri-sendiri, dan tentulah akan terjadi saling mengalahkan antara tuhan-tuhan itu, layaknya raja-raja di muka bumi, sehingga kacaulah pengaturan alam semesta. Allah Mahabersih dan Mahasuci dari sifat yang mereka sandangkan kepadaNya bahwa Dia memiliki sekutu atau anak.

عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(92) "(Dia-lah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib dan yang tampak. Maha-tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan "

Dia-lah Allah semata, Yang mengetahui semua yang ghaib bagi makhlukNya dan apa yang dapat mereka saksikan. Maka Allah Mahabersih dari sekutu yang mereka klaim.

Doa Agar Kita Tidak Dimasukkan ke Dalam Golongan Orang-orang Zhalim, Pedoman Dalam Menghadapi Lawan dan Perintah Berlindung Dari Godaan-godaan Setan

قُل رَّبِّ إِمَّا تُرِيَنِّى مَا يُوعَدُونَ

(93) "Katakanlah (wahai Rasul), ’Wahai Tuhanku, seandainya Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa (azab) yang diancamkan kepada mereka,'

Katakanlah wahai Rasul, "Wahai Tuhanku, jika Engkau hendak memperlihatkan kepadaku apa yang diperingatkan kepada mereka berupa siksaanMu, maka janganlah Engkau membinasakan aku dengan siksaan yang Engkau timpakan untuk membinasakan mereka,

رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(94) ’maka wahai Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku herada dalam golongan orang-orang zhalim'."

dan selamatkanlah aku dari siksaan dan kemurkaanMu. Maka janganlah Engkau jadikan aku termasuk orang-orang musyrik lagi berbuat kezhaliman. Akan tetapi, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau ridhai."

وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَٰدِرُونَ

(95) "Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu (wahai Rasul) apa yang Kami ancamkan kepada mereka.”

Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka berupa siksaan.

ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ٱلسَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

(96) "Tolaklah perbuatan buruk dengan (cara) yang lebih baik; Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah) itu"

Apabila musuh-musuhmu berbuat keburukan kepadamu, wahai Rasul, dengan kata-kata maupun tindakan, maka janganlah kamu balas mereka dengan keburukan. Akan tetapi, tolaklah (balaslah) sikap buruk mereka dengan tindakan kebaikan darimu kepada mereka. Kami lebih tahu apa yang diungkapkan oleh kaum musyrikin berupa kesyirikan dan pendustaan, dan Kami akan membalas mereka dengan balasan paling buruk atas perbuatan itu.

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ

(97) "Dan katakanlah, 'Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari bisikan-bisikan setan,'

Dan katakanlah wahai Nabi, "Wahai Tuhanku, aku memohon perlindungan kepadaMu dari ajakan penyimpangan setan dan bisikan-bisikannya yang membujuk kepada kebatilan, kerusakan dan menghambat manusia dari jalan kebenaran.

وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

(98) 'dan aku berlindung (pula) kepadaMu, wahai Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku'."

Dan aku memohon perlindungan kepadaMu, wahai Tuhanku, dar: kedatangan mereka pada hal apa pun dari urusan-urusanku.

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ

(99) "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata. 'Wahai Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),'

(Di sini) Allah mengabarkan tentang keadaan orang yang sakaratul maut, baik dari orang-orang kafir atau orang-orang yang melalaikan perintah Allah, hingga apabila dia mendekati kematiannya, dan menyaksikan siksaan yang diancamkan kepadanya, dia berkata, ' Wahai Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia,

لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(100) ‘agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan. ‘Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah kalimat yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh689 sampai pada hari mereka dibangkitkan

agar aku dapat mengejar apa yang telah aku sia-siakan, yaitu beriman dan taat." (Padahal) dia tidak punya hak untuk itu, sehingga apa yartg dia minta tidak akan dikabulkan dan tidak akan diberi tangguh baginya. Akan tetapi, itu hanya perkataan yang memang dia yang mengatakannya tetapi tidak ada gunanya baginya, dan bersama itu dia juga tidak jujur dengan perkataannya itu; karena kalau seandainya dia dikembalikan ke dunia, niscaya dia akan kembali melanggar apa-apa yang dilarang untuk dia kerjakan. Dan orang-orang yang telah meninggal dunia, akan tetap berada di perbatasan dan alam barzakh itu, yaitu antara dunia dan akhirat, hingga tibanya hari kebangkitan kembali dan dikumpulkan (untuk menghadap Tuhan).


[689] Barzakh yaitu tempat atau keadaan orang setelah mati sampai dia dibangkitkan pada Bar Kiamat.

Peristiwa-peristiwa Pada Hari Kiamat dan Kedahsyatannya

فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ

(101) "Lalu apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (Hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya”

Saat Hari Kiamat tiba, malaikat yang ditugasi meniup sangkakala telah meniupnya, dan manusia dibangkitkan, maka tidak ada kebanggaan dengan pertalian nasab pada hari itu sebagaimana mereka berbangga-bangga diri dengannya di dunia, dan tidak seorangpun yang bertanya kepada orang lain.

فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(102) "Maka barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung"

Maka siapa saja yang kebajikannya banyak dan timbangan amal perbuatannya menjadi berat dengannya dalam perhitungan amal, mereka itulah orang-orang yang beruntung memperoleh surga.

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ فِى جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ

(103) "Dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, mereka kekal di dalam Neraka Jahanam.”

Dan barangsiapa yang amal kebajikannya siulikit padu timbangan dan keburukan-keburukannya lebih berat, dan keburukannya yang paling parah ialah kesyirikan, mereka itulah orang-orang yang gagal lagi merugi di Neraka Jahanam dalam keadaan kekal abadi.

تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَٰلِحُونَ

(104) "Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka muram di dalamnya dengan bibir yang cacat”

Api neraka membakar wajah mereka, sedang mereka di dalamnya bermuka masam, bibir-bibir mereka mengelupas dan tumpuklah gigi-gigi mereka.

أَلَمْ تَكُنْ ءَايَٰتِى تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

(105) "Bukankah ayat-ayatku telah dibacakan kepada kalian, tetapi kalian selalu mendustakannya ?"

Dikatakanlah kepada mereka, "bukankah ayat-ayat al-Qur’an sudah dibacakan kepada kalian di dunia, lalu mengapa kalian mendustakannya?"

قَالُواْ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ

(106) "Mereka berkata, 'Wahai Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh (hawa nafsu yang membawa kepada) kecelakaan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.'

Ketika rasul-rasul menyampaikan risalah kepada mereka dan memperingatkan mereka, pada Hari Kiamat mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, sungguh telah melumpuhkan kami kesenangan-kesenangan kami dan hawa nafsu kami yang telah ditakdirkan pada diri kami dalam IlmuMu yang telah pasti sebelumnya. Dan kami dalam tindakan kami ini telah sesat dari petunjuk yang lurus.

رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَٰلِمُونَ

(107) 'Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), maka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim'."

Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari neraka, dan kembalikanlah kami ke dunia. Bila kami kembali berbuat kezhaliman lagi, maka kami adalah orang-orang yang berbuat aniaya yang pantas menerima siksaan."

قَالَ ٱخْسَـُٔواْ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

(108) "Dia (Allah) berfirman, 'Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara kepadaKu'."

Allah berfirman kepada mereka, "Tinggallah kalian di dalam neraka dalam keadaan hina dina. Dan janganlah kalian berbicara kepadaKu." Maka saat itulah permohonan dan harapan mereka putus.

إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْ عِبَادِى يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

(109) "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa, 'Wahai Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang terbaik',"

Sesungguhnya dahulu ada segolongan dari hamba-hambaKu, yaitu kaum Mukminin yang berdoa memohon, "Wahai Tuhan kami, kami telah beriman, maka tutuplah dosa-dosa kami, dan rahmahlah kami. Dan Engkau adalah sebaik-baik yang mengasihi."

فَٱتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوْكُمْ ذِكْرِى وَكُنتُم مِّنْهُمْ تَضْحَكُونَ

(110) "lalu kalian menjadikan mereka bahan ejekan, sehingga mereka membuat kalian lupa mengingatKu, dan kalian (selalu) menertawakan mereka."

Kemudian kalian larut dalam menghina mereka sampai kalian lupa mengingat Allah, dan kemudian kalian tetap bertahan dalam pendustaan kalian, sedang kalian menertawakan mereka sebagai olok-olokan dan penghinaan.

إِنِّى جَزَيْتُهُمُ ٱلْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوٓاْ أَنَّهُمْ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

(111) "Sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; bahwasanya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”

Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada golongan dari hamba-hambaKu, kaum Mukminin ini, dengan keberuntungan memperoleh surga, dikarenakan kesabaran mereka menghadapi gangguan dan dalam ketaatan kepada Allah.

قَٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

(112) "Dia (Allah) berfirman, ’Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?"'

Dan orang-orang yang celaka di neraka akan ditanya, "Berapa lama kalian berada di dunia dalam hitungan tahun? Dan berapa lama kalian menyia-nyiakan ketaatan kepada Allah di dalamnya?"

قَالُواْ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـَٔلِ ٱلْعَآدِّينَ

(113) "Mereka menjawab, ’Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung’.”

Mereka menjawab lantaran beratnya situasi dan dahsyatnya siksaan, "Kami (hanya) tinggal di sana selama sehari saja, atau setengah hari saja. Maka tanyalah para penghitung yang menghitung jumlah bulan dan jumlah hari."

قَٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(114) "Dia (Allah) berfirman, ’Kalian tinggal (di bumi) hanya sebentar saja, jika kalian benar-benar mengetahui’.”

Katakanlah kepada mereka, "Tidaklah kalian tinggal kecuali sebentar saja. Seandainya kalian mau bersabar untuk taat kepada Allah, pastilah kalian beruntung memperoleh surga, sekiranya kalian memiliki ilmu tentang itu." Demikian ini lantaran masa tinggal mereka di dunia amat sebentar dibandingkan dengan lamanya masa tinggal mereka di neraka yang kekal abadi.

Tuhan Menciptakan Manusia Bukanlah Dengan Percuma

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَٰكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

(115) "Maka apakah kalian mengira, bahwa Kami menciptakan kalian main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?"

Apakah kalian menyangka, wahai sekalian makhluk, bahwa Kami menciptakan kalian dengan membiarkan kalian begitu saja, tanpa ada perintah dan larangan, tidak ada pahala dan siksaan, dan sesungguhnya kalian tidak dikembalikan kepada Kami di akhirat kelak untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasannya?

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ

(116) "Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Tuhan (yang memiliki) Arasy yang mulia"

Maka Mahatinggi Allah, Maha Raja Yang bertindak terhadap segala sesuatu, Yang Maha Haq, Yang janjiNya haq, ancamanNya juga haq dan segala sesuatu dariNya adalah haq. Mahasuci Dia dari menciptakan sesuatu dengan main-main dan tanpa tujuan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Tuhan Arasy yang mulia yang merupakan makhluk yang paling besar.

وَمَن يَدْعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرْهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ

(117) "Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungan (amal)nya hanya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung

Barangsiapa menyembah tuhan sesembahan yang lain bersama Allah, Dzat Yang Maha Esa, tanpa ada alasan baginya tentang kepantasan-nya untuk disembah, maka sesungguhnya balasannya atas tindakannya yang buruk itu ada di sisi Allah di akhirat. Sesungguhnya tidak ada keberuntungan baginya dan tidak ada keselamatan bagi orang-orang kafir pada Hari Kiamat.

وَقُل رَّبِّ ٱغْفِرْ وَٱرْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰحِمِينَ

(118) "Dan katakanlah (wahai Muhammad),' Wahai Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, dan Engkau-lah Pemberi rahmat yang terbaik'.”

Katakanlah wahai Nabi, "Wahai Tuhanku, maafkanlah dosa-dosa dan berilah rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang merahmati orang yang memiliki dosa dan tidak menyiksanya karena dosanya, maka terimalah taubatnya."