Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Hajj

KEHIDUPAN DI HARI KEMUDIAN
Kedahsyatan Hari Kiamat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ

(1) "Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian; sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."

Wahai sekalian manusia, berhati-hatilah terhadap siksaan Allah dengan cara menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Sesungguhnya peristiwa yang terjadi pada Hari Kiamat, berupa kengerian-kengerian dan goncangan dahsyat pada bumi sehingga seluruh sisinya terpecah belah, merupakan kejadian yang sangat besar (dahsyat), tidak bisa diperkirakan tingkatannya dan tidak bisa dibayangkan hakikatnya. Dan tidak ada yang mengetahui bagaimana persisnya kecuali Tuhan semesta alam.

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ

(2) "(Ingatlah) pada hari (ketika) kalian melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita menyusui dari anak yang disusuinya dan setiap wanita yang hamil akan keguguran kandungannya, daw fcaraw melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras"

Pada hari ketika kalian menyaksikan datangnya Hari Kiamat, sang ibu melupakan bayinya yang masih menyusu pada teteknya, lantaran masalah berat yang dia alami, wanita hamil keguguran janinnya dikarenakan rasa takut yang amat besar, dan akal-akal manusia hilang, di mana mereka layaknya orang-orang mabuk disebabkan dahsyatnya kengerian dan keterkejutan, namun mereka tidak sedang mabuk karena minum khamar. Akan tetapi, dahsyatnya siksaan menyebabkan mereka kehilangan akal dan kesadaran mereka.

Celaan Terhadap Orang-orang yang Membantah Tuhan

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَٰنٍ مَّرِيدٍ

(3) "Di antara manusia ada yang mendebat tentang Allah tanpa ilmu dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat ”

Dan di antara tokoh kekafiran dari sebagian manusia mendebat dan mencoba melontarkan keragu-raguan tentang Kuasa Allah untuk membangkitkan makhluk setelah kematiannya, lantaran kebodohan mereka terhadap hakikat kekuasaanNya dan dikarenakan mengikuti para pemimpin kesesatan dari kalangan setan yang banyak pembangkangannya terhadap Allah dan rasul-rasulNya.

كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

(4) "yang telah ditetapkan terhadapnya, bahwa barangsiapa yang berkawan dengannya, maka dia akan menyesalkannya, dan membawanya ke dalam azab neraka yang menyala-nyala.”

Allah telah menetapkan dan menakdirkan pada diri setan, bahwa ia akan menyesatkan setiap makhluk yang mengikutinya, dan tidak menunjukkan kepadanya menuju jalan kebenaran. Bahkan sebaliknya, menyeretnya menuju siksaan Neraka Jahanam yang apinya menyala nyala, sebagai balasan baginya lantaran mengikutinya.

Proses Kejadian Manusia dan Tumbuh-tumbuhan, Adalah Bukti yang Nyata Tentang Kebenaran Hari Berbangkit

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

(5) "Wahai manusia, jika kalian dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kalian dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah (yang lengket), kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kalian dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kalian sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kalian sampai pada kedewasaan, dan di antara kalian ada yang diwafatkan (sebelum itu) dan (ada pula) di antara kalian yang dikembalikan kepada umur yang paling hina (pikun) supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu, dan suburlah, serta menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah."

Wahai sekalian manusia, jika kalian itu berada dalam keraguan bahwa Allah berkuasa menghidupkan orang-orang yang mati, maka sesungguhnya Kami telah menciptakan moyang kalian, Adam, dari tanah, kemudian anak keturunannya berkembang biak dari setetes air, yaitu cairan sperma yang dipancarkan seorang lelaki (suami) pada rahim istrinya. Kemudian dengan Kuasa Allah, berubah menjadi 'alaqah, yaitu darah merah yang bergumpal kental, lalu menjadi mudhghah, yaitu gumpalan daging kecil sebesar suapan yang dicerna dalam mulut. Kadang-kadang gumpalan daging itu berbentuk mukhallaqah, yaitu sempurna bentuk fisiknya hingga berakhir dengan janin terlahir hidup-hidup, dan kadang-kadang berbentuk fisik yang tidak sempurna, sehingga mengalami keguguran sebelum usia kandungan sempurna. Tujuannya, agar Kami menerangkan kepada kalian kesempurnaan Kuasa Kami dengan mengendalikan fase-fase penciptaan makhluk, dan Kami mempertahankan apa yang ada di dalam rahim sesuai dengan kehendak Kami, yaitu janin yang sempurna hingga masa kelahiran. Fase-fase itu berakhir dengan dilahirkannya janin-janin dalam rupa anak-anak kecil yang akan berkembang terus hingga menginjak usia dewasa, yaitu masa muda, penuh vitalitas, dan kematangan akal. Dan sebagian anak kecil terkadang meninggal sebelum masa itu. Dan sebagian bertumbuh hingga masa lanjut usia, dan menurunnya kemampuan akal, sehingga orang yang panjang umur ini tidak mengetahui apa yang pernah dia ketahui pada masa sebelumnya. Kamu lihat bumi itu kering lagi mati, tidak ada tanaman di atasnya. Ketika Kami menurunkan air padanya, bumi menjadi bergerak dan terkuak oleh tumbuhan-tumbuhan, meninggi dan bertambah padat karena kecukupan air padanya, dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang indah yang menyenangkan orang-orang yang memandangnya.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(6) “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Haq, dan bahwasanya Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati, dan bahwasanya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu"

Fakta yang disebutkan di muka itu termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah . Di dalamnya terdapat bukti petunjuk pasti bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Tuhan Yang berhak diibadahi, yang tidak sepantasnya peribadahan dilakukan kecuali bagiNya semata. Dia Maha Menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ

(7) "Dan bahwasanya Hari Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur."

Dan bahwasanya waktu kebangkitan makhluk setelah kematian itu akan tiba, tidak ada keraguan sedikit pun tentang itu, dan bahwasanya Allah akan membangkitkan orang-orang mati dari kubur-kubur mereka untuk memperhitungkan amal perbuatan mereka dan memberikan balasan kepada mereka.

Hukuman Bagi Orang yang Membantah Tuhan Karena Kesombongan dan Untuk Menyesatkan Orang Lain

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَٰبٍ مُّنِيرٍ . ثَانِىَ عِطْفِهِۦ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ لَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌ ۖ وَنُذِيقُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

(8-9) "Dan di antara manusia ada orang yang mendebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan, sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia dan di Hari Kiamat Kami membuatnya merasakan azab neraka yang membakar."

Di antara orang-orang kafir ada orang yang mendebat dengan dasar kebatilan tentang Allah; tentang keesaanNya serta pilihanNya yang jatuh pada RasulNya serta turunnya al-Qur'an padanya. Sanggahan itu dilakukan tanpa dasar ilmu dan keterangan yang benar, serta tanpa kitab dari Allah yang berisi bukti kebenaran dan hujjah yang jelas. Dia membelokkan lehernya dalam kecongkakannya, berpaling dari kebenaran, supaya dapat menghalang-halangi orang lain dari keinginan masuk ke dalam agama Allah. Maka dia akan menemui kehinaan di dunia dengan kekalahan dan terkuaknya jati dirinya. Dan Kami membakarnya pada Mari Kiamat dengan api neraka.

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

(10) “(Akan dikatakan kepadanya), 'Yang demikian itu adalah disebabkan apa-apa yang telah dikerjakan oleh kedua tandanmu dahulu dan bahwasanya Allah sekali-kali bukanlah Yang menzhalimi hamba-hambaNya'."

Dan dikatakan kepadanya, "Siksaan itu datang disebabkan maksiat yang telah kamu lakukan dan dosa-dosa yang kamu perbuat." Dan Allah tidak menyiksa seseorang pun tanpa dosa.

Celaan Terhadap Orang-orang yang Tidak Berpendirian

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

(11) "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah hanya di tepi;667 maka jika dia memperoleh kebaikan, dia tenang karenanya, dan jika dia ditimpa oleh suatu bencana, dia berbalik ke belakang;668 dia merugi dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang nyata."

Dan di antara manusia ada orang yang memeluk Islam dengan dorongan yang lemah dan keraguan, sehingga dia menyembah Allah dengan plin-plan, layaknya orang yang tengah berdiri di atas tepi gunung atau tembok, dia tidak mantap dalam berdirinya, dan dia mengaitkan keimanannya erat dengan kehidupan dunianya. Apabila dia dalam keadaan sehat dan hidup dengan nyaman, maka dia akan meneruskan ibadahnya. Dan apabila terjadi padanya satu cobaan dengan kejadian yang tidak mengenakkan dan kesulitan, dia mengaitkan kesialannya itu kepada agamanya, lalu dia meninggalkan agamanya sebagaimana orang yang berbalik ke belakang setelah istiqamah. Disebabkan hal itulah, dia merugi di dunia, karena kekafirannya tidak mengubah apa yang ditakdirkan bagi dirinya untuk kehidupan dunianya, dan dia merugi di akhirat karena masuk ke dalam neraka. Dan itu adalah kerugian yang nyata.


[667] Yakni, tidak dengan penuh keyakinan.

[668] Yakni, kembali kepada kekafiran (murtad).

يَدْعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُۥ وَمَا لَا يَنفَعُهُۥ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَٰلُ ٱلْبَعِيدُ

(12) "Dia berdoa (menyembah) kepada selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah ke-sesatan yang jauh."

Orang yang merugi itu menyembah selain Allah yang tidak dapat mencelakainya bila ia abaikan, dan tidak memberinya manfaat jika ia sembuh. Itulah kesusutan nyata yang amat jauh dari kebenaran.

يَدْعُواْ لَمَن ضَرُّهُۥٓ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِۦ ۚ لَبِئْسَ ٱلْمَوْلَىٰ وَلَبِئْسَ ٱلْعَشِيرُ

(13) "Dia berdoa (beribadah) kepada sesuatu yang sebenarnya mudaratnya lebih dekat daripada manfaatnya. Itu adalah seburuk-buruk penolong dan seburuk-buruk kawan."

Dia menyeru makhluk yang mudaratnya lebih dekat daripada manfaatnya. Alangkah buruknya sesembahan itu sebagai penolong dan amat buruk menjadi kawan.

Balasan Terhadap Orang yang Beriman dan Beramal Shalih

إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

(14) "Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."

Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya dan mereka itu teguh di atas keimanan tersebut, serta mengerjakan amal-amal shalih, ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan pepohonannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, seperti memberi pahala orang-orang yang taat kepadaNya sebagai bentuk kemurahan dariNya dan menyiksa orang-orang yang bermaksiat kepadaNya sebagai bentuk keadilanNya.

Pertolongan Allah Pasti Datang

مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى ٱلسَّمَآءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُۥ مَا يَغِيظُ

(15) "Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak akan menolongnya (RasulNya) di dunia dan akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit (rumahnya dan mencekik dirinya), kemudian hendaklah dia memotong (tali itu), lalu hendaklah dia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang membuatnya sakit hati?"669

Barangsiapa meyakini bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mendukung RasulNya, Muhammad dengan pertolongan di dunia dengan memenangkan agamaNya dan di akhirat dengan meninggikan derajatnya dan menyiksa orang-orang yang mendustakannya, maka hendaklah dia membentangkan seutas tali ke atap rumahnya dan menggantung dirinya dengan tali itu, kemudian memutusnya, lalu hendaklah dia pikirkan, apakah tindakan itu akan menghilangkan rasa amarah yang ada di dalam dirinya? Sesungguhnya Allah akan menolong NabiNya, Muhammad , dengan pasti tanpa keraguan.


[669] Kata “الشماء” di sini diartikan dengan langit-langit rumah. Ada juga ahli tafsir yang mengatakan bahwa "الشماء" ini adalah langit angkasa yang dikenal, maka maknanya: "Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah dia membentangkan suatu sebab ke langit, lalu hendaklah dia memotong (pertolongan tersebut), kemudian hendaklah dia memikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang membuatnya sakit hati?" Dan ada juga pendapat lain.

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَٰهُ ءَايَٰتٍ بَيِّنَٰتٍ وَأَنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يُرِيدُ

(16) "Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) yang merupakan ayat-ayat yang jelas; dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki"

Dan sebagaimana Allah menegakkan hujjah berupa bukti-bukti KuasaNya di hadapan orang-orang kafir untuk membangkitkan mereka, Dia (juga) menurunkan al-Qur'an, yang ayat-ayatnya jelas dalam kata-kata yang digunakannya dan maknanya, Allah memberikan hidayah dengannya kepada orang-orang yang Allah kehendaki untuk memperoleh hidayah; sebab tidak ada yang sanggup memberikan hidayah selainNya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلصَّٰبِـِٔينَ وَٱلنَّصَٰرَىٰ وَٱلْمَجُوسَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

(17) "Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi'in670, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat. Sesungguhnya Allah Maha menyaksikan segala sesuatu."

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad , orang-orang Yahudi, dan kaum Shabi'in (yaitu kaum yang masih berada di atas fitrah mereka, tidak memiliki ajaran agama yang tertentu yang mereka ikuti), kaum Nasrani dan kaum Majusi (para penyembah api) dan orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu para penyembah berhala, sesungguhnya Allah akan memutuskan ketetapan di antara mereka pada Hari Kiamat, lalu memasukkan kaum Mukminin ke dalam surga dan memasukkan orang-orang kafir ke neraka. Sesungguh nya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu, Maha Mengetahui apa yang berhak diterima oleh mereka berupa balasan yang sesuai dengan jenis perbuatan mereka yang Allah catat dan saksikan mereka melakukannya,


[670] Lihat catatan kaki Surat al-Baqarah: 62.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلْجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَآبُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ ٱلْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ ۩

(18) "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah-lah bersujud siapa yang ada di langit dan siapa yang di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pepohonan, binatang-binatang yang bergerak (hidup) dan banyak di antara manusia, dan banyak juga yang telah tetap azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang l)ia kehendaki.”

Apakah kamu, wahai Rasul, belum tahu bahwa sesungguhnya Allah , bersujud kepadaNya dengan tunduk lagi patuh makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi, juga matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pepohonan, dan hewan yang bergerak (hidup)? Dan banyak manusia yang bersujud kepada Allah dengan penuh ketaatan dan kemauan sendiri, yaitu orang-orang Mukmin. Dan banyak juga manusia yang telah pasti azab akan menimpanya, maka dia adalah seorang hina. Dan siapa pun yang dihinakan oleh Allah, maka tidak akan ada seorang pun yang dapat memuliakannya. Sesungguhnya Allah pasti melakukan pada makhluk-makhluk ciptaanNya apa-apa yang Dia kehendaki sejalan dengan kebijaksanaanNya.

Keadaan Orang-orang Kafir di Dalam Neraka dan Balasan Untuk Orang-orang yang Beriman

۞ هَٰذَانِ خَصْمَانِ ٱخْتَصَمُواْ فِى رَبِّهِمْ ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُءُوسِهِمُ ٱلْحَمِيمُ

(19) "Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang-orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka, disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.”

Inilah dua golongan yang berselisih tentang Tuhan mereka, yaitu golongan yang beriman dan golongan kafir. Masing-masing mengaku sebagai pihak yang benar. Orang-orang yang kafir dikelilingi oleh siksaan dalam bentuk pakaian yang dibuatkan bagi mereka dari neraka yang mereka kenakan, lalu membakar tubuh-tubuh mereka. Dan dituangkan pada kepala-kepala mereka air yang sudah mencapai derajat tertinggi dalam panasnya,

يُصْهَرُ بِهِۦ مَا فِى بُطُونِهِمْ وَٱلْجُلُودُ

(20) "Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)."

yang kemudian mengalir turun ke dalam rongga tubuh mereka, sehingga melelehkan semua yang ada di dalamnya, sampai menembus kulit-kulit mereka, lalu membakarnya, dan kulit-kulit mereka pun berjatuhan.

وَلَهُم مَّقَٰمِعُ مِنْ حَدِيدٍ

(21) ’’Dan bagi mereka palu-palu godam dari besi"

Dan malaikat memukul mereka pada kepala mereka dengan palu-palu besi.

كُلَّمَآ أَرَادُوٓاْ أَن يَخْرُجُواْ مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُواْ فِيهَا وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

(22) "Setiap kali mereka hendak keluar darinya (neraka) karena tersiksa, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan),'Rasakanlah azab yang membakar ini'."

Tiap kali mereka akan keluar dari neraka, lantaran beratnya kesulitan dan kesengsaraan mereka di sana, mereka dikembalikan lagi ke siksaan di dalamnya, dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah oleh kalian siksaan neraka yang membakar."

إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖ وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

(23) "Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan beramal shalih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di sana adalah sutra."

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan beramal shalih ke dalam surga-surga yang kenikmatannya abadi. Di bawah istana-istana dan pepohonannya mengalir sungai-sungai. Dan di sana, mereka akan dikenakan perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian keseharian mereka di surga adalah kain sutra, baik lelaki maupun perempuan.

وَهُدُوٓاْ إِلَى ٱلطَّيِّبِ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَهُدُوٓاْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْحَمِيدِ

(24) "Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.”

Sesungguhnya Allah telah memberikan hidayah bagi mereka di dunia untuk memilih ucapan baik, seperti kalimat tauhid, memuji Allah dan menyanjungNya, dan di akhirat untuk memujiNya atas tempat kesudahan mereka yang baik, sebagaimana Allah telah memberikan hidayah bagi mereka sebelumnya menuju jalan Islam yang terpuji lagi mengantarkan mereka menuju surga.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ٱلَّذِى جَعَلْنَٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٱلْعَٰكِفُ فِيهِ وَٱلْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

(25) ”Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar; dan orang yang bermaksud melakukan penyimpangan dari kebenaran secara zhalim di dalamnya, niscaya Kami membuatnya merasakan sebagian siksa yang pedih."

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan mendustakan risalah yang dibawa Muhammad bagi mereka, serta menghalangi orang lain untuk memeluk agama Allah, dan menghambat perjalanan Rasulullah dan kaum Mukminin pada tahun Perjanjian Hudaibiyah menuju Masjidil Haram yang Kami menjadikannya sebagai tempat bagi seluruh kaum Mukminin, baik yang bermukim di situ maupun orang pendatang, bagi mereka siksaan pedih lagi menyakitkan. Dan barangsiapa berniat berbuat penyimpangan dari kebenaran secara zhalim, dengan berbual maksiat kepada Allah di sana, niscaya Kami akan membuatnya merasakan siksaan pedih lagi menyakitkan.

HAJI, MANASIKNYA, DAN SYIARNYA

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْـًٔا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

(26) “Dan (ingatlah) ketika Kami menempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu pun denganKu dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk serta sujud,"

Dan sebutkanlah wahai Nabi, ketika Kami menjelaskan kepada Ibrahim tempat Baitullah, dan Kami persiapkan Baitullah baginya, sedang waktu itu tempatnya tidak diketahui, dan Kami perintahkan dia untuk membangunnya di atas asas ketakwaan dan bertauhid kepada Allah, dan membersihkannya dari kekafiran, bid'ah dan najis-najis supaya menjadi tempat yang kondusif bagi orang-orang yang berthawaf dan orang-orang yang mendirikan shalat di sekitarnya.

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

(27) 'Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,"

Dan umumkanlah wahai Ibrahim, kepada sekalian manusia tentang kewajiban haji atas mereka, niscaya mereka akan datang kepadamu dalam keadaan berbeda-beda; berjalan kaki dan menunggangi unta yang kurus karena beban pekerjaan yang tiba dari segenap jalan yang jauh, bukan karena berdaging sedikit,

لِّيَشْهَدُواْ مَنَٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُواْ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۖ فَكُلُواْ مِنْهَا وَأَطْعِمُواْ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ

(28) "agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka, dan agar mereka menyebut Nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan,671 atas rizkiyang telah Allah berikan kepada mereka, berupa binatang-binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir,"

supaya mereka menghadiri hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, berupa: pengampunan bagi dosa-dosa mereka, pahala mengerjakan manasik haji dan ketaatan mereka, serta perolehan keuntungan dalam perniagaan mereka dan kepentingan-kepentingan lain, dan agar mereka menyebut Nama Allah ketika menyembelih hewan kurban yang mereka jadikan pendekatan diri kepada Allah, seperti unta, sapi dan kambing pada hari-hari tertentu, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari setelahnya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, sedang mereka diperintah sebagai anjuran saja untuk memakan dari sembelihan-sembelihan tersebut dan memberikan makan orang fakir yang amat sulit ekonominya dari sembelihan itu.


[671] Yakni, Hari Raya haji dan hari-hari Tasyrik, yaitu: tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

ثُمَّ لْيَقْضُواْ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُواْ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُواْ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

(29) "Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka672 dan hendaklah mereka memenuhi nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf mengelilingi rumah yang tua itu (Baitullah)."

Kemudian hendaknya orang-orang yang berhaji menyelesaikan manasik-manasik haji yang belum dilaksanakan, supaya dapat kembali ke dalam kondisi halal dan keluar dari keadaan ihram. Demikian itu, dengan cara menghilangkan kotoran yang bertumpuk pada tubuh-tubuh mereka dan memotong kuku-kuku mereka serta menggunduli kepala mereka, dan supaya mereka memenuhi keinginan yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri berupa haji, umrah dan menyembelih hadyu-hadyu, serta melakukan thawaf di sekeliling bangunan rumah tua lagi sudah lama yang Allah pelihara dari cengkraman para tiran, yaitu Ka'bah.


[672] Yakni, memotong rambut, memotong kuku, dan sebagainya, sebagai tanda tahallul dari manasik Haji.

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ ٱلْأَنْعَٰمُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱجْتَنِبُواْ ٱلرِّجْسَ مِنَ ٱلْأَوْثَٰنِ وَٱجْتَنِبُواْ قَوْلَ ٱلزُّورِ

(30) "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat),673 maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kalian semua binatang ternak, kecuali yang dibacakan kepada kalian (keharamannya). Maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan yang dusta.”

Perkara yang Allah perintahkan tersebut, berupa menyelesaikan manasik-manasik Haji, memenuhi nadzar dan thawaf di sekeliling ka’bah itulah yang diwajibkan Allah atas kalian, maka agungknnlah perkara itu. Dan barangsiapa mengagungkan perkara-perkara terhormat yang ditetapkan Allah, dan di antaranya adalah manasik-manasikNya, dengan menjalankannya dengan sempurna lagi ikhlas karena Allah, maka itu lebih baik baginya di dunia dan akhirat. Dan Dia telah menghalalkan bagi kalian binatang-binatang, kecuali yang Dia haramkan dalam aya-ayat yang dibacakan kepada kalian di al-Qur’an, seperti bangkai dan lainnya, maka jauhilah. Dan dalam hal ini terkandung pembatalan apa yang diharamkan oleh bangsa Arab terhadap beberapa jenis binatang ternak. Dan jauhilah hal-hal najis, yaitu berhala-berhala, dan jauhilah kedustaan terhadap Allah.


[673] Yakni, bulan-bulan haram: Dzulqa'dah, Dzulhijjah. Muharram, dan Rajab: tanah haram (Makkah); dan rangkaian manasik Haji.

حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ

(31) "sebagai orang-orang yang ikhlas kepada Allah, bukan orang-orang yang mempersekulukanNya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh."

Dengan istiqamah kepada Allah untuk mengikhlaskan amal perbuatan bagiNya, menghadap kepadaNya dengan cara beribadah kepada-Nya saja dan mengesakanNya dengan ketaatan, berpaling dari selainNya, dengan membuang perbuatan kesyirikan. Karena sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka perumpamaannya; ditinjau dari jauhnya dia dari hidayah, kebinasaannya dan dia terjatuh dari keimanan tinggi menuju jerat kekafiran, serta sambaran setan terhadapnya dari seluruh sisi; adalah seperti orang yang terjatuh dari langit, maka bisa jadi dia akan disambar oleh burung dan burung itu mencabik-cabik anggota-anggota tubuhnya, atau pusaran angin yang kencang menerjangnya lalu melemparkannya ke tempat yang sangat jauh.

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

(32) "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah674maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati."

Demikian itulah yang diperintahkan Allah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengikhlaskan ibadah bagiNya. Dan barangsiapa melaksanakan perintah Allah dan mengagungkan setiap hal yang menyimbolkan dan menandakan perintahNya, termasuk di dalamnya rangkaian manasik haji dan hewan-hewan kurban yang disembelih padanya, yaitu dengan cara memperlakukannya dengan baik dan menggemukkannya, bentuk pengagungan ini, termasuk perbuatan orang-orang yang memiliki hati yang menyandang sifat takwa kepada Allah dan takut kepadaNya.


[674] Makna syiar-syiar Allah lihat catatan kaki Surat al-Maidah: 2.

لَكُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَآ إِلَى ٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

(33) "Kalian mendapatkan beberapa manfaat darinya (binatang-binatang hadyu675),676 sampai waktu yang ditentukan, kemudian tempat penyembelihannya ialah ke (sekitar) Rumah yang tua (Baitullah)"

Pada hewan-hewan hadyu ini, kalian dapat mengambil manfaat-manfaat yang kalian nikmati berupa bulu, air susu dan sebagai tunggangan, dan bentuk pemanfaatan lainnya yang tidak berpengaruh buruk padanya hingga hari penyembelihan di sisi Baitullah, yaitu seluruh zona tanah haram.


[675] Hadyu adalah binatang seperti unta, lembu, kambing, biri-biri yang dibawa ke Ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah , disembelih di tanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadah haji.

[676] Seperti, bulu-bulunya, air susunya, dan sebagai tunggangan.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُواْ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُواْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

(34) "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut Nama Allah terhadap binatang-binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Tuhan Sembahan kalian ialah Sembahan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kalian kepadaNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)."

Dan bagi tiap golongan yang beriman yang telah lalu, Kami menjadikan baginya rangkaian ibadah manasik, berupa menyembelih dan menumpahkan darah (hewan sembelihan). Yang demikian itu, supaya mereka menyebut Nama Allah waktu penyembelihan binatang-binatang ternak yang Allah karuniakan bagi kalian, kemudian bersyukur kepadaNya. Tuhan sembahan kalian, wahai sekalian manusia, adalah Tuhan sembahan Yang Maha Esa, yaitu Allah, maka patuhlah kepada perintahNya dan perintah RasulNya. Dan berilah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang tawadhu lagi tunduk kepada Tuhan mereka, dengan kebaikan dunia dan akhirat.

ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَٱلصَّٰبِرِينَ عَلَىٰ مَآ أَصَابَهُمْ وَٱلْمُقِيمِى ٱلصَّلَوٰةِ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

(35) "(Yaitu) orang-orang yang apabila disebut Nama Allah, gemetarlah hati mereka, juga orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, dan orang-orang yang mendirikan shalat serta orang-orang yang menginfakkan sebagian dari apa yang telah Kami rizkikan kepada mereka."

Orang-orang yang tawadhu lagi takut kepada Allah, di antara sifat mereka adalah, bila disebut Nama Allah, mereka takut siksaanNya dan waspada jangan sampai menyelisihiNya. Dan apabila tertimpa musibah dan kesulitan, mereka bersabar menghadapinya, dengan berharap pahala dari Allah dan menjalankan ibadah shalat dengan sempurna. Selain itu, mereka membelanjakan sebagian yang Aliah karuniakan kepada mereka untuk hal-hal yang wajib atas mereka, seperti menunaikan zakat dan menafkahi keluarga dan nafkah orang yang menjadi kewajiban mereka, berinfak di jalan Allah dan infak-infak sunnah.

وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُواْ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُواْ مِنْهَا وَأَطْعِمُواْ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(36) "Dan Kami telah menjadikan (penyembelihan) hewan-hewan kurban itu bagian dari syiar-syiar Allah bagi kalian, (di mana) kalian memperoleh kebaikan padanya, maka sebutlah Nama Allah (ketika kalian menyembelihnya) dalam keadaan berdiri dengan kaki kiri depan terikat. Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagian darinya dan beri makanlah orang miskin yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang miskin yang minta-minta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu bagi kalian, mudah-mudahan kalian bersyukur.”

Dan Kami menjadikan bagi kalian penyembelihan hewan-hewan kurban itu termasuk syiar agama dan simbol pengenalnya, supaya kalian mendekatkan diri kepada Allah dengannya. Bagi kalian, wahai orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah, ada kebaikan padanya berupa berbagai jenis pemanfaatan darinya seperti makan, sedekah, pahala dan ganjaran. Maka ketika menyembelihnya, ucapkanlah, "Bismillah." Dan unta disembelih dalam keadaan berdiri dengan tiga kaki yang dibiarkan tegak lurus, sedang kaki keempat dirantai. Kemudian apabila sudah roboh di atas tanah, maka sungguh telah halal untuk memakannya. Lalu hendaklah orang-orang yang berkurban menyantapnya dan memberi makan darinya orang fakir yang tidak meminta-minta untuk menjaga kehormatan dan orang miskin yang meminta-minta karena didesak kebutuhannya. Demikianlah, Allah menundukkan unta bagi kalian supaya kalian bersyukur kepada Allah karena ditundukkannya unta bagi kalian.

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

(37) "Daging-daging (hewan kurban) dan darahnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadaNya adalah ketakwaan kalian. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kalian supaya kalian mengagungkan Allah atas hidayahNya kepada kalian. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Tidaklah mencapai kepada Allah daging-daging dan darah-darah dari sembelihan-sembelihan itu sedikit pun. Akan tetapi, yang sampai kopadaNya adalah keikhlasan padanya dan niat mencari Wajah Allah dengannya. Demikianlah Kami menundukkannya bagi kalian, wahai orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah, supaya kalian mengagungkan Allah dan bersyukur kopadaNya atas kebenaran yang Allah tunjukkan pada kalian, karena Dia memang berhak untuk itu. Dan sampaikanlah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang berbuat baik dengan beribadah kepada Allah semata dan juga berbuat kebaikan kepada hamba-hambaNya, dengan segala kebaikan dan keberuntungan (yang akan mereka raih).

IZIN BERPERANG BAGI ORANG-ORANG MUKMIN

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

(38) "Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang suka berkhianat lagi kafir (nikmat)"

Sesungguhnya Allah menolak dari kaum Mukminin permusuhan orang-orang kafir dan tipu daya orang-orang jahat; karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang suka berkhianat terhadap tugas amanah dari Tuhannya lagi banyak mengingkari nikmat-nikmatNya.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَٰتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُواْ ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

(39) "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dizhalimi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu."

Dahulu kaum Muslimin pada awal perkembangan mereka, dilarang untuk memerangi orang-orang kafir, dan diperintahkan untuk bersabar menghadapi gangguan mereka. Kemudian ketika gangguan kaum musyrikin sudah mencapai puncaknya, sementara Nabi telah keluar berhijrah dari Makkah menuju Madinah, kemudian Islam memiliki kekuatan, Allah mengizinkan kaum Muslimin untuk maju berperang, karena apa yang mereka alami berupa penindasan dan permusuhan. Dan sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menolong mereka dan menghinakan musuh-musuh mereka.

ٱلَّذِينَ أُخْرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَٰتٌ وَمَسَٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ

(40) "(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata,'Tuhan kami hanyalah Allah.' Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara (para rahib), gereja-gereja, rumah-rumah ibadah kaum Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut Nama Allah. Dan Allah benar-benar akan menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa."

Yaitu, orang-orang yang terpaksa keluar meninggalkan kampung halaman mereka, bukan karena sesuatu (kesalahan) yang mereka perbuat selain karena mereka memeluk agama Islam dan mengatakan, "Tuhan kami adalah Allah semata." Seandainya bukan karena ketetapan yang sudah Allah syariatkan, untuk menolak kezhaliman dan kebatilan dengan jihad, pastilah kebenaran akan terpecundangi pada setiap umat, dan tentulah bumi akan rusak, dan robohlah tempat-tempat ibadah di muka bumi, seperti biara-biara para rahib, gereja-gereja umat Nasrani dan tempat-tempat penyembahan kaum Yahudi, serta masjid-masjid yang kaum Muslimin mengerjakan shalat di dalamnya dan mengingat Nama Allah di sana dengan sebanyak-banyaknya. Barangsiapa bersungguh-sungguh untuk membela agama Allah, maka sesungguhnya Allah menjadi Penolongnya terhadap musuhnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak terkalahkan, lagi Mahaperkasa, yang tidak dapat terjamah; Dia telah menundukkan semua makhluk dan menggenggam ubun-ubun mereka.

ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُواْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَنَهَوْاْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلْأُمُورِ

(41) "(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah segala urusan kembali."

Orang-orang yang Kami janjikan dengan pertolongan dari Kami ialah orang-orang yang bila Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan Kami jadikan mereka penguasa di sana, dengan memenangkan mereka atas musuh-musuh mereka, mereka mendirikan shalat dengan menjalankannya pada waktu-waktunya dengan memperhatikan batasan-batasannya, mengeluarkan zakat harta mereka kepada orang-orang yang berhak menerimanya, memerintahkan setiap perkara yang diperintahkan Allah, terkait hak-hakNya dan hak-hak hamba-hambaNya, dan melarang dari setiap perkara yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Dan kepada Allah semata tempat kembali semua perkara itu, dan kesudahan yang baik bagi (orang memiliki) ketakwaan.

AYAT-AYAT ALLAH SEBAGAI PENAWAR HATI NABI MUHAMMAD

وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَثَمُودُ

(42) "Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakanmu (wahai Rasul), maka sungguh sebelum mereka, kaum Nuh, Ad, dan Tsamud juga telah mendustakan (para rasul).”

Dan apabila kaummu mendustakan kamu, wahai Rasul, maka sungguh kaum Nuh telah mendahului mereka dalam urusan mendustakan para rasul mereka, begitu juga kaum Ad, kaum Tsamud,

وَقَوْمُ إِبْرَٰهِيمَ وَقَوْمُ لُوطٍ

(43) "juga kaum Ibrahim dan kaum Luth”

kaum Ibrahim, kaum Luth,

وَأَصْحَٰبُ مَدْيَنَ ۖ وَكُذِّبَ مُوسَىٰ فَأَمْلَيْتُ لِلْكَٰفِرِينَ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

(44) "begitu pula penduduk Madyan, dan Musa juga telah didustakan, lalu Aku tangguhkan (azabku) atas orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya pengingkaranKu (terhadap kekafiran mereka).”

penduduk (Madyan) yang mendustakan Syu’aib, dan Fir’aun dan pengikutnya mendustakan Musa. Namun, Aku tidak menyegerakan siksaan pada mereka, akan tetapi Aku menangguhkan waktu bagi mereka, kemudian Aku siksa masing-masing dari mereka dengan siksaan. Maka (perhatikanlah) bagaimanakah pengingkaranKu terhadap mereka atas kekafiran dan pendustaan mereka dan perubahan kenikmatan yang ada pada mereka dengan siksaan dan kebinasaan?

فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

(45) "Berapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, yang (penduduknya) zhalim, maka (bangunan) negeri itu roboh bersama atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (yang tidak ada penghuninya)."

Banyak dari negeri-negeri yang (penduduknya) berbuat kezhaliman dengan kekafiran, Kami hancurkan penduduknya, sehingga pemukiman-pemukiman mereka runtuh, kosong dari penghuni-penghuninya, sumur-sumur mereka tidak dapat dimanfaatkan untuk minum, istana-istana yang menjulang tinggi lagi penuh hiasan tidak dapat menolak siksaan buruk dari mereka.

أَفَلَمْ يَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَٰرُ وَلَٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ

(46) "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, sehingga mereka mempunyai hati yang dengannya mereka dapat memahami atau telinga yang dengannya mereka dapat mendengar; karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada."

Tidakkah orang-orang yang mendustakan dari suku Quraisy itu berjalan di muka bumi untuk menyaksikan bekas-bekas kehancuran orang-orang yang dibinasakan, sehingga mereka mau berpikir dengan akal-akal mereka, dan kemudian mengambil pelajaran darinya dan mendengarkan berita-berita mereka dengan penuh perenungan, sehingga dapat memetik manfaat darinya? Karena sesungguhnya hakikat kebutaan bukanlah kebutaan penglihatan, akan tetapi kebutaan hakiki yang membinasakan ialah kebutaan mata hati untuk menangkap kebenaran dan mengambil pelajaran.

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

(47) ”Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janjiNya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kalian hitung.”

Dan orang-orang kafir Quraisy meminta kepadamu, wahai Rasul, untuk menyegerakan siksaan yang kamu memperingatkan mereka dengannya, karena kebodohan mereka yang parah, ketika mereka tetap bersikeras berada di atas kekafiran, dan Allah tidak akan menyalahi janji yang Dia janjikan kepada mereka berupa siksaan, hal itu pasti akan terwujud. Dan sungguh Allah telah menyegerakan siksaan pada mereka di dunia pada Perang Badar, dan sesungguhnya satu hari dari hari-hari Allah, yaitu Hari Kiamat, seperti seribu tahun dari tahun yang kalian hitung di dunia.

وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

(48) "Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (azabKu) kepadanya, yang (penduduknya) zhalim, kemudian Aku mengazab mereka, dan hanya ke-padaKu-lah kembalinya (segala sesuatu)"

Dan kebanyakan dari negeri-negeri yang berbuat kezhaliman, di mana penduduknya tetap bertahan keras di atas kekafiran, lalu Kami tangguhkan mereka, dan tidak Aku timpakan hukuman pada mereka dengan segera, sehingga mereka merasa lengah, kemudian Aku siksa mereka dengan siksaanKu di dunia, dan kepadaKu-lah tempat kembali mereka setelah kehancuran mereka, lalu Aku siksa mereka dengan siksaan yang pantas mereka terima (di akhirat).

TUGAS RASUL ADALAH MEMBERI PERINGATAN

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

(49) "Katakanlah, ' Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kalian'"

Katakanlah, wahai Rasul, "Wahai sekalian manusia, aku tiada lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian, penyampai wahyu dari Allah dan risalahNya."

فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

(50) "Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia."

Maka orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan keimanan itu tertanam kuat pada hati mereka, dan mengerjakan amal sha-lih, mereka mendapat ampunan dari Allah yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa mereka dan rizki baik yang tidak terputus, yaitu surga.

وَٱلَّذِينَ سَعَوْاْ فِىٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَحِيمِ

(51) "Dan orang-orang yang berusaha melakukan tipu daya terhadap ayat-ayat Kami sebagai orang-orang yang melemahkan(nya); mereka itu adalah penghuni-penghuni Neraka Jahim."

Dan orang-orang yang berusaha kuat melancarkan tipu daya untuk menggugurkan ayat-ayat al-Qur'an, dengan mendustakan untuk menentang lagi mengalahkan, mereka itu adalah orang-orang yang menetap di dalam neraka yang menyala-nyala.

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ وَلَا نَبِىٍّ إِلَّآ إِذَا تَمَنَّىٰٓ أَلْقَى ٱلشَّيْطَٰنُ فِىٓ أُمْنِيَّتِهِۦ فَيَنسَخُ ٱللَّهُ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(52) "Dan Kami tidak mengutus sebelummu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan membisikkan godaan-godaan dalam keinginan itu,677 lalu Allah menghilangkan apa yang dibisikkan oleh setan itu, kemudian Allah menguatkan ayat-ayatNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana,"

Dan Kami tidaklah mengutus sebelummu, wahai Rasul, seorang rasul maupun seorang nabi, kecuali ketika dia membaca Kitabullah, maka setan melontarkan pada bacaannya bisikan-bisikan dan syubhat-syubhat, agar dapat menghalangi manusia dari mengikuti apa yang dibacakan dan disampaikan oleh nabi atau rasul itu. Akan tetapi, Allah mematahkan tipu daya setan, lalu melenyapkan bisikan-bisikannya dan mengukuhkan ayat-ayatNya yang nyata. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagiNya, Mahabijaksana dalam penetapan takdirNya dan pengaturanNya.


[677] Kata “تَمَنَّى” juga bermakna "membaca" sehingga terjemahnya berbunyi: "...dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia membaca (suatu ayat), setan pun memasukkan godaan-godaan dalam bacaannya itu...". Dan ini adalah pendapat mayoritas ahli tafsir.

لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى ٱلشَّيْطَٰنُ فِتْنَةً لِّلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِى شِقَاقٍ بَعِيدٍ

(53) "agar Dia menjadikan apa yang dibisikkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang yang keras hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu, benar-benar dalam penentangan yang jauh,"

Dan tidaklah tindakan dari setan ini muncul kecuali supaya Allah menjadikannya sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hati mereka terdapat keraguan dan kemunafikan, dan bagi orang-orang berhati keras dari kaum musyrikin yang sama sekali tidak terpengaruh oleh peringatan apa pun. Dan sesungguhnya orang orang zhalim, baik dari golongan munafik maupun golongan musyrikin, berada dalam api permusuhan besar terhadap Allah dan RasulNya dan perlawanan terhadap al Haq, lagi jauh dari kebenaran.

وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُواْ بِهِۦ فَتُخْبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(54) "dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, mengetahui (meyakini) bahwasanya ia (al-Qur'an) itu adalah haq dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus."

Dan agar orang-orang berilmu yang dengan ilmu yang mereka miliki, mereka membedakan antara kebenaran dan kebatilan, menjadi tahu bahwa sesungguhnya al-Qur'an al-Karim itulah kebenaran yang turun dari sisi Allah kepadamu, wahai Rasul, tidak ada kerancuan padanya, dan tidak ada jalan bagi setan kepadanya, kemudian iman mereka bertambah kepadanya dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar akan menunjukkan orang-orang yang beriman kepadaNya dan kepada RasulNya ke jalan kebenaran yang nyata, yaitu Islam, Dia menyelamatkan mereka dengannya dari kesesatan.

وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ

(55) "Dan orang-orang kafir itu senantiasa berada dalam keragu-raguan terhadapnya (al-Qur’an), hingga datang kepada mereka Hari Kiamat secara tiba-tiba atau datang kepada mereka azab Hari (Kiamat) yang tidak ada kebaikan padanya (bagi mereka)."

Orang-orang kafir yang mendustakan akan terus dalam keraguan terhadap apa-apa yang engkau bawa kepada mereka, berupa al-Qur’an, hingga kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba sementara mereka masih di atas sikap mendustakan, atau azab akan menimpa mereka pada hari yang tidak ada kebaikan padanya, yaitu Hari Kiamat.

ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ . وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

(56-57) "Kekuasaan pada hari itu adalah milik Allah, Dia akan memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, maka bagi mereka azab yang menghinakan."

Kerajaan dan kekuasaan pada hari tersebut hanya milik Allah semata. Allah akan menetapkan keputusan di antara kaum Mukminin dan orang-orang kafir. Maka orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan mengerjakan amal-amal shalih, bagi mereka kenikmatan abadi di dalam surga-surga, sedangkan orang-orang yang kafir kepada keesaan Allah dan mendustakan RasulNya dan menentang ayat-ayat al-Qur'an, maka bagi mereka siksaan yang menghinakan dan merendahkan mereka di dalam Jahanam.

BALASAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG MATI DALAM BERHIJRAH DI JALAN ALLAH

وَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوٓاْ أَوْ مَاتُواْ لَيَرْزُقَنَّهُمُ ٱللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

(58) 'Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, Allah benar-benar akan memberikan kepada mereka rizki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah, Dia-lah sebaik-baik Pemberi rizki."

Dan orang-orang yang keluar meninggalkan kampung-kampung halaman mereka guna mencari ridha Allah dan membela agamaNya, dan orang yang terbunuh dari mereka, ketika berperang melawan orang-orang kafir, dan orang yang meninggal dari mereka bukan dalam peperangan, niscaya Allah akan benar-benar memberikan karunia kepada mereka berupa surga dan kenikmatan di dalamnya yang tidak akan terputus dan habis. Dan sesungguhnya Allah benar-benar sebaik-baik Pemberi rizki.

لَيُدْخِلَنَّهُم مُّدْخَلًا يَرْضَوْنَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ

(59) "Allah benar-benar akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun."

Allah benar-benar akan memasukkan mereka ke dalam tempat yang amat mereka sukai, yaitu surga, dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui orang yang keluar di jalanNya dan orang yang keluar demi mencari dunia, juga Mahalembut terhadap orang yang bermaksiat kepadaNya, sehingga tidak menyegerakan hukuman bagi mereka.

۞ ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِىَ عَلَيْهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

(60) “Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah dia derita, kemudian dia dizhalimi(lagi), pasti Allah benar-benar akan menolongnya Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun”

Berita itulah yang Kami kisahkan kepadamu, yaitu dimasukkannya orang-orang yang berhijrah ke dalam surga. Sedangkan orang yang tertindas dan terzhalimi, sungguh telah dibuka pintu izin baginya untuk membalas pelaku kezhaliman itu dengan tindakan yang serupa dengan perbuatannya.Hal itu tidak masalah baginya. Dan apabila pelaku penindasan kembali melancarkan gangguan dan berbuat kezhaliman, maka sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang terzhalimi lagi tertindas. Sebab tidak dibenarkan melancarkan kezhaliman pada seseorang yang mengambil haknya untuk membela diri. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun, memaafkan orang-orang yang berbuat dosa, sehingga tidak mempercepat hukuman pada mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ يُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

(61) "Yang demikian itu. adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat"

Ketetapan-ketetapan hukum yanp disyariatkan bagi kalian berupa hukum-hukum yang adil itulah kebenaran sejati. Dan Dia Mahakuasa atas segala yang Dia kehendaki. Dan diantara bukti kuasaNya, Dia memasukkan waktu malam yang berkurang pada waktu siangnya, dan memasukkan waktu-waktu siang yang menyusut ke dalam waktu-waktu malam, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar semua suara, Maha Melihat seluruh perbuatan, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagiNya.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ

(62) "(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena bahwasanya Allah. Dialah (Tuhan) Yang Haq dan bahwasanya apa saja yang mereka seru (sembah) selain Allah, itulah yang batil, dan bahwasanya Allah, Dia-lah yang Mahatinggi lagi Mahabesar."

Demikian itu, karena sesungguhnya Allah itulah Tuhan Yang Haq, yang tidak ada tuhan yang berhak diibadahi selainNya, dan sesungguhnya obyek yang disembah oleh kaum musyrikin selain Allah, itulah kebatilan yang tidak membawa manfaat dan mendatangkan bahaya. Dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi di atas makhlukNya, Yang Mahatinggi dari keserupaan-keserupaan dan tandingan-tandingan, lagi Mahabesar dalam Dzat dan Nama-namaNya; Dia lebih besar dari segala sesuatu.

NIKMAT ALLAH KEPADA MANUSIA

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَتُصْبِحُ ٱلْأَرْضُ مُخْضَرَّةً ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

(63) 'Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit sehingga bumi menjadi hijau? Sesungguhnya Allah Mahalembut lagi Mahateliti."

Apakah kamu, wahai Rasul, belum mengetahui bahwa sesungguhnya Allah menurunkan hujan dari langit, kemudian permukaan tanah menjadi kehijauan dengan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh padanya? Sesungguhnya Allah Mahalembut terhadap hamba-hambaNya dengan mengeluarkan tanaman dari dalam tanah melalui air tersebut, juga Maha Mengetahui kemaslahatan-kemaslahatan mereka.

لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

(64) "KepunyaanNya-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha kaya lagi Maha Terpuji.”

Kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi dalam hal penciptaan, kepemilikan dan penghambaan diri mereka. Semuanya membutuhkan pengaturan dan curahan karuniaNya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Yang Maha kaya Yang tidak membutuhkan sesuatu pun, lagi Maha Terpuji dalam seluruh keadaan.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ وَٱلْفُلْكَ تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ وَيُمْسِكُ ٱلسَّمَآءَ أَن تَقَعَ عَلَى ٱلْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(65) "Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah telah menundukkan bagi kalian apa yang ada di bumi, dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintahNya, dan Dia menahan (benda-benda) langit (agar tidak) jatuh ke bumi, melainkan dengan izinNya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia"

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan bagi kalian semua yang ada di muka bumi dari berbagai macam binatang, hewan ternak, tanam-tanaman, buah-buahan dan benda-benda mati untuk digunakan sebagai tunggangan kalian, sumber makanan dan semua kebutuhan kalian. Sebagaimana Dia telah menundukkan kapal-kapal bagi kalian, yang berlayar di permukaan laut dengan Kuasa dan perintah Allah. Kapal-kapal itu mengangkut kalian beserta barang-barang bawaan kalian ke tempat mana saja yang kalian kehendaki dari negeri-negeri dan tempat-tempat tujuan. Dia-lah juga Yang menahan langit lalu memeliharanya sehingga tidak roboh ke bumi sehingga akan membinasakan semua yang ada padanya kecuali dengan kehendak Allah untuk itu? Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Penyayang terhadap sekalian manusia dalam segala sesuatu yang ditundukkanNya bagi mereka dari berbagai hal ini dan lainnya, sebagai karunia dariNya bagi mereka.

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَكَفُورٌ

(66) "Dan Dia-lah Yang telah menghidupkan kalian, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian (lagi). Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat kafir"

Dan Dia-lah Allah Yang menghidupkan kalian dan mengadakan wujud kalian setelah sebelumnya tidak ada, kemudian mematikan kalian sesudah habisnya jatah usia kalian, kemudian menghidupkan kalian (kembali) dengan membangkitkan kembali setelah kematian, untuk menghitung amal perbuatan kalian. Sesungguhnya manusia itu benar-benar makhluk yang sangat ingkar terhadap bukti-bukti nyata yang menunjukkan Kuasa dan Keesaan Allah.

TIAP-TIAP UMAT MEMPUNYAI SYARIAT TERTENTU

لِّكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَٰزِعُنَّكَ فِى ٱلْأَمْرِ ۚ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

(67) ”Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka jalankan, maka janganlah sekali-kali mereka membantahmu dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada di atas petunjuk (jalan) yang lurus."

Dan bagi umat-umat yang telah berlalu, Kami menjadikan aturan syariat dan tata cara peribadahan yang Kami perintahkan untuk mereka laksanakan. Maka janganlah kaum musyrikin Quraisy sampai membantahmu, wahai Rasul, dalam urusan ajaran syariat agamamu dan hal-hal yang Allah memerintahkanmu dalam manasik haji dan jenis-jenis ibadah lain secara keseluruhan. Dan serulah (manusia) menuju pengesaan Tuhanmu dan pemurnian ibadah hanya bagiNya dan mengikuti perintahNya. Sesungguhnya kamu itu berada di atas ajaran agama yang lurus, yang tidak ada kebongkokan padanya.

وَإِن جَٰدَلُوكَ فَقُلِ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

(68) 'Dan jika mereka mendebatmu, maka katakanlah, 'Allah lebih mengetahui tentang apa yang kalian kerjakan'"

Dan jika mereka terus mendebatmu dengan dasar kebatilan terkait kandungan dakwah yang kamu menyeru mereka kepadanya, maka janganlah kamu melayani perdebatan mereka. Akan tetapi, katakanlah kepada mereka, “Allah mengetahui apa yang kalian perbuat berupa kekafiran dan pendustaan." Mereka itu adalah orang-orang yang membangkang lagi arogan.

ٱللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(69) “Allah akan memberikan keputusan di antara kalian pada Hari Kiamat tentang apa yang dahulu selalu kalian perselisihkan."

Allah memutuskan perkara di antara kaum Muslimin dan orang-orang kafir perihal perselisihan dalam masalah agama Dalam ayat ini terkandung satu etika luhur dalam membantah orang yang mengajak berdebat dalam rangka menampakkan penentangan dan arogansinya.

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَٰبٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

(70) "Apakah kamu tidak mengetahui bahwasanya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Sesungguhnya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauhul Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah."

T idakkah kamu mengetahui, wahai Rasul, bahwasanya Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi dengan pengetahuan yang sempurna, yang telah ditetapkanNya di dalam l auhul Mahfuzh? Sesungguhnya hal tersebut merupakan perkara ringan bagi Allah, yang tidak ada satu perkara pun dapat melemahkanNya.

KELEMAHAN PENDIRIAN ORANG-ORANG KAFIR DALAM MENYEMBAH SELAIN ALLAH

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَٰنًا وَمَا لَيْسَ لَهُم بِهِۦ عِلْمٌ ۗ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

(71) "Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan bukti (hujjah) tentangnya, dan apa yang mereka sendiri tidak mempunyai ilmu tentangnya. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zhalim."

Dan orang-orang kafir Quraisy terus ngotot di atas kesyirikan kepada Allah, meski kebatilan keyakinan mereka itu sudah tampak ke-batilannya. Mereka menyembah tuhan sesembahan, yang tidak ada bukti petunjuk yang turun dalam salah satu kitab-kitab suci Allah yang menunjukkan bahwa ia layak untuk disembah. Dan mereka pun tidak memiliki pengetahuan terkait apa yang mereka perdebatkan sendiri dan mereka ada-adakan terhadap Allah. Hal itu hanyalah merupakan satu perkara yang mereka sekedar mengikuti bapak-bapak mereka padanya tanpa ada dalil (petunjuk yang benar). Maka apabila telah tiba waktu perhitungan amal perbuatan di akhirat, maka tidak ada penolong bagi kaum musyrikin yang akan menolong mereka atau yang dapat menolak siksaan dari mereka.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٍ تَعْرِفُ فِى وُجُوهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِٱلَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ ٱلنَّارُ وَعَدَهَا ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

(72) ”Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu; hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah, ’Maukah aku kabarkan kepada kalian yang lebih buruk dari itu? Yaitu neraka? Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.”

Dan apabila dibacakan ayat-ayat al-Qur'an yang jelas kepada kaum musyrikin, kamu dapat melihat kebencian tampak jelas pada wajah-wajah mereka. Mereka hampir-hampir melancarkan serangan sadis terhadap kaum Mukminin yang menyeru mereka kepada Allah dan membacakan ayat-ayatNya kepada mereka. Katakanlah wahai Rasul, "Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang lebih kalian benci daripada mendengarkan kebenaran dan melihat para penyeru kepada Allah?" Yaitu, neraka yang sudah Allah sediakan bagi orang-orang kafir di akhirat. Dan seburuk buruk tempat mereka kembali adalah neraka.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَٱسْتَمِعُواْ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخْلُقُواْ ذُبَابًا وَلَوِ ٱجْتَمَعُواْ لَهُۥ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلْمَطْلُوبُ

(73) ''Wahai manusia, telah dibuat suatu perumpamaan, maka dengarkanlah ia. Sesungguhnya segala yang kalian sembah selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah."

Wahai sekalian manusia, telah diadakan satu perumpamaan, maka simak dan renungilah ia: sesungguhnya berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang kalian sembah selain Allah, tidak akan mampu bersekutu untuk meneiptakan seekor lalat sekalipun, apalagi makhluk yang lebih besar dari lalat? Dan tidak mampu mempertahankan apa yang telah dirampas oleh lalat darinya. Apakah ada bentuk kelemahan yang lebih parah dari keadaan ini? Kedua belah pihak sama-sama lemah; kelemahan yang mengejar, yaitu yang disembah selain Allah, untuk merebut apa yang telah diambil oleh lalat darinya, dan lemah pula yang dikejar, yaitu lalat. Bagaimana bisa berhala-berhala dan tandingan-tandingan didaulat sebagai tuhan sesembahan, sedang keadaannya sedemikian lemah?

مَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ

(74) "Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa."

Orang-orang musyrik tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sepatutnya, karena mereka mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu, padahal Dia adalah Dzat Yang Mahakuat Yang menciptakan segala sesuatu, juga Mahaperkasa Yang tidak terkalahkan.

ٱللَّهُ يَصْطَفِى مِنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ ٱلنَّاسِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ . يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

(75-76) "Allah memilih utusan-utusan(Nya) dari para malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Dan hanya kepada Allah semua urusan dikembalikan."

Allah memilih utusan-utusan dari kalangan malaikat kepada nabi-nabiNya dan memilih dari kalangan manusia rasul-rasul untuk menyampaikan risalahNya kepada semua makhluk. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar ucapan-ucapan hamba-hambaNya, juga Maha Melihat segala sesuatu dan orang yang dipilihNya dari makhlukNya untuk mengemban risalahNya. Dan Dia mengetahui apa yang di depan malaikat-malaikat dan rasul-rasulNya sebelum menciptakan mereka, dan Dia mengetahui apa saja yang akan terjadi sesudah kebinasaan mereka. Dan kepada Allah saja segala sesuatu akan dikembalikan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱرْكَعُواْ وَٱسْجُدُواْ وَٱعْبُدُواْ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُواْ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

(77) "Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhan kalian dan berbuatlah kebaikan, supaya kalian beruntung."

AGAMA ISLAM BUKANLAH AGAMA YANG SEMPIT

وَجَٰهِدُواْ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُواْ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

(78) "Dan berjihadlah kalian di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kalian dan Dia tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama moyang kalian, Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kalian orang-orang Muslim sejak dahulu,678 dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kalian pada tali Allah. Dia adalah Pelindung kalian, maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong."

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad rukuk dan sujudlah kalian dalam shalat kalian, sembahlah Tuhan kalian semata, tanpa menyekutukan apa pun denganNya, dan lakukanlah kebajikan-kebajikan, agar kalian beruntung. Dan berjihadlah menundukkan diri kalian sendiri, laksanakanlah perintah Allah dengan sempurna, dan serulah manusia ke jalanNya. Berjihadlah kalian dengan harta benda, lisan dan diri kalian, dengan mengikhlaskan niat padanya karena Allah juga berserah diri kepadaNya dengan hati dan anggota tubuh kalian. Dia telah memilih kalian untuk mengemban agama ini. Dan Dia telah mencurahkan kenikmatan pada kalian dengan menjadikan ajaran syariat agama kalian penuh kemudahan, tidak menyempitkan dan tidak menyulitkan dalam beban ajaran-ajaran dan hukum-hukumNya, sebagaimana dulu terjadi pada sebagian umat sebelum kalian. Ajaran agama yang penuh kemudahan ini merupakan ajaran bapak moyang kalian, Ibrahim. Dan sesungguhnya Dia telah menamakan kalian dengan nama "orang-orang Muslim" sejak sebelumnya, yaitu dalam kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya dan juga di dalam al-Qur'an ini. Dan Dia telah mengkhususkan kalian dengan pilihan ini supaya penutup para rasul, Muhammad menjadi saksi atas kalian bahwa dia telah menyampaikan risalah Tuhannya kepada kalian, dan kalian menjadi saksi-saksi atas umat-umat bahwa rasul-rasul mereka sungguh telah menyampaikan apa yang dikabarkan Allah pada kalian di dalam kitab sucinya. Maka kewajiban kalian untuk menyadari urgensi kenikmatan ini, lalu kalian mensyukurinya, dan menjaga rambu-rambu agama Allah dengan menjalankan shalat dengan memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya, mengeluarkan zakat yang wajib, dan agar kalian kembali kepada Allah dan bertawakal kepadaNya. Dia adalah sebaik-baik Pelindung bagi orang yang berwala' kepadaNya dan Dia sebaik-baik Penolong bagi hamba yang meminta pertolongan kepadaNya.


[678] Yakni, dalam kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad