Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Anbiyaa

OCEHAN KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN BANTAHAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA

ٱقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ

(1) "Telah dekat kepada manusia (hari) perhitungan (segala amal) mereka, sedang mereka dalam kelalaian lagi berpaling (dari peringatan ini)."

Telah dekat waktu perhitungan manusia atas apa yang telah mereka perbuat di dunia, kendatipun demikian orang-orang kafir masih hidup dalam keadaan lalai terhadap hakikat tersebut dan berpaling dari peringatan ini.

مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا ٱسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

(2) "Tidaklah datang kepada mereka (suatu ayat) dari al-Qur'an yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarkannya sambil bermain-main,"

Dan tidaklah turun sesuatu (ayat) dari al-Qur'an yang dibacakan kepada mereka untuk memperbarui peringatan bagi mereka, kecuali mereka mendengarkannya dengan main-main dan olokan.

لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ ۗ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّجْوَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ هَلْ هَٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ ۖ أَفَتَأْتُونَ ٱلسِّحْرَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ

(3) "hati mereka dalam keadaan lalai, dan orang-orang yang zhalim itu merahasiakan pembicaraan mereka,'Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kalian, maka apakah kalian mendatangi (mengikuti) sihir itu,646 padahal kalian menyaksikannya?'"

Hati mereka lalai terhadap al-Qur'an al-Karim, disibukkan dengan kebatilan-kebatilan dan syahwat-syahwat dunia; mereka tidak memahami kandungannya. Bahkan orang-orang kafir Quraisy berkumpul untuk satu rencana rahasia: yaitu menyebarluaskan sesuatu yang dapat menghalangi manusia untuk beriman kepada Muhammad , yaitu bahwa sesungguhnya dia adalah manusia biasa seperti mereka, tidak berbeda dari mereka dalam aspek apa pun, dan bahwa sesungguhnya apa yang dibawanya, yaitu al-Qur'an adalah sihir; maka mengapa kalian datang kepadanya dan mengikutinya, padahal kalian tahu dia hanya manusia biasa seperti kalian?


[646] Maksud orang-orang kafir itu dengan kata "sihir" di sini adalah ayat-ayat al-Qur'an.

قَالَ رَبِّى يَعْلَمُ ٱلْقَوْلَ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(4) "Dia (Muhammad) berkata (kepada mereka), 'Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'"

Nabi menyerahkan persoalan ini kepada Tuhannya beliau berkata, "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi, dan mengetahui pembicaraan yang kalian rahasiakan. Dia Maha Mendengar ucapan-ucapan kalian dan Maha Mengetahui keadaan-keadaan kalian." Dalam ayat ini terkandung satu peringatan keras dan ancaman bagi mereka.

بَلْ قَالُوٓاْ أَضْغَٰثُ أَحْلَٰمٍ بَلِ ٱفْتَرَىٰهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِـَٔايَةٍ كَمَآ أُرْسِلَ ٱلْأَوَّلُونَ

(5) "Bahkan (di antara) mereka ada yang berkata, '(Al-Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kacau; (yang lain berkata, tidak) justru dialah yang mengarangnya; (ada juga yang berkata), justru dia adalah seorang penyair, maka hendaknya dia mendatangkan kepada kita suatu ayat (mukjizat), sebagaimana diutusnya rasul-rasul yang terdahulu'"

Bahkan orang-orang kafir mengingkari aI-Qur'an. Di antara mereka ada yang berkata, "Sesungguhnya al-Qur'an itu hanya himpunan mimpi-mimpi yang carut-marut, tidak ada hakikatnya." Yang lain mengatakan, "Sesungguhnya al-Qur'an adalah perkataan dusta dan kebohongan, bukan wahyu." Sebagian yang lain mengatakan, "Sesungguhnya Muhammad seorang penyair. Dan kitab yang dibawanya adalah kumpulan syair-syair. Yang dia kehendaki dari kita adalah mempercayainya. Maka hendaknya dia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat yang dapat dilihat seperti unta Shaleh, dan mukjizat-mukjizat Musa dan Isa serta mukjizat yang dibawa oleh para rasul sebelumnya."

مَآ ءَامَنَتْ قَبْلَهُم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَآ ۖ أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ

(6) "Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang beriman (setelah mukjizat-mukjizat datang kepada mereka); maka apakah mereka akan beriman (apabila mukjizat datang kepada mereka)?”

Dan suatu penduduk negeri sebelum orang-orang kafir Makkah, tidak menjadi beriman setelah penduduknya meminta didatangkan mukjizat-mukjizat dari para rasul mereka dan terealisasikan. Bahkan mereka mendustakan. Maka Kami membinasakan mereka. Apakah orang-orang kafir Makkah akan beriman, bila mukjizat-mukjizat yang mereka minta itu terpenuhi? Sekali-kali tidak. Mereka tidak akan beriman.

وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۖ فَسْـَٔلُوٓاْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

(7) 'Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (wahai Rasul), melainkan kaum laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah oleh kalian (wahai orang-orang kafir) kepada orang-orang yang berilmu Jika kalian tidak mengetahui."

Dan Kami tidak mengutus rasul sebelummu, wahai Rasul, kecuali orang-orang lelaki dari bangsa manusia. Kami wahyukan kepada mereka wahyu. Kami tidak pernah mengutus malaikat. Maka bertanyalah, wahai orang-orang kafir Makkah kepada orang-orang yang berilmu terhadap kitab-kitab terdahulu yang telah diturunkan, jika kalian memang tidak mengetahuinya.

وَمَا جَعَلْنَٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَمَا كَانُواْ خَٰلِدِينَ

(8) "Dan tidaklah Kami menjadikan mereka tubuh-tubuh yang tidak memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal (di dunia)”

Dan Kami tidak menjadikan rasul-rasul sebelummu berbeda dari tabiat manusia, yang tidak membutuhkan makanan dan minuman. Dan mereka tidak kekal abadi yang tidak akan mati.

ثُمَّ صَدَقْنَٰهُمُ ٱلْوَعْدَ فَأَنجَيْنَٰهُمْ وَمَن نَّشَآءُ وَأَهْلَكْنَا ٱلْمُسْرِفِينَ

(9) "Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas."

Kemudian Kami penuhi apa yang telah Kami janjikan kepada nabi-nabi dan para pengikut mereka, berupa kemenangan dan keselamatan, dan telah Kami binasakan orang-orang yang bertindak melampaui batas terhadap diri mereka dengan kekafiran kepada Tuhan mereka.

لَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ كِتَٰبًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(10) "Sungguh telah Kami turunkan kepada kalian sebuah kitab yang di dalamnya terdapat (sebab-sebab) kemuliaan bagi kalian, maka apakah kalian tiada memahaminya?"

Sungguh Kami benar-benar telah menurunkan kepada kalian al-Qur'an ini, di dalamnya terdapat faktor-faktor penyebab kemenangan dan kemuliaan kalian di dunia dan akhirat, bila kalian mau mengingatnya. Apakah kalian tidak memahami martabat yang telah Aku utamakan kalian dengannya di atas manusia lainnya?

وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ

(11) "Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zhalim yang telah Kami binasakan, dan Kami munculkan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya)."

Dan banyak negeri yang penduduknya berbuat kezhaliman dengan mengingkari risalah yang dibawa oleh para rasul. Maka Kami menghancurkan mereka dengan siksaan yang membinasakan mereka semua. Dan kemudian Kami mengadakan setelah mereka kaum yang lain selain mereka.

فَلَمَّآ أَحَسُّواْ بَأْسَنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ

(12) "Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negeri)nya."

Maka tatkala mereka menyaksikan siksaan Kami yang pedih menimpa mereka dan mereka melihat gejala-gejala kedatangannya, tiba-tiba mereka bergegas lari dari negeri-negeri mereka.

لَا تَرْكُضُواْ وَٱرْجِعُوٓاْ إِلَىٰ مَآ أُتْرِفْتُمْ فِيهِ وَمَسَٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـَٔلُونَ

(13) "Janganlah kalian melarikan diri; kembalilah kalian kepada kenikmatan yang telah diberikan kepada kalian dan kepada tempat-tempat kediaman kalian (yang baik), supaya kalian ditanya.”

Maka dalam kondisi ini, mereka dipanggil dengan keras, "Janganlah kalian lari. Kembalilah kepada kenikmatan dan kesenangan di kehidupan dunia kalian yang melenakan dan tempat-tempat tinggal kalian yang kokoh. Barangkali kalian akan ditanya sesuatu tentang dunia kalian." Ucapan ini dikatakan untuk mengolok dan mengejek mereka.

قَالُواْ يَٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ

(14) "Mereka berkata, 'Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim'."

Maka tidak ada jawaban dari mereka selain pengakuan mereka atas kejahatan sembari berkata, "Binasalah kami, sesungguhnya kami telah menzhalimi diri kami dengan berbuat kekafiran."

فَمَا زَالَت تِّلْكَ دَعْوَىٰهُمْ حَتَّىٰ جَعَلْنَٰهُمْ حَصِيدًا خَٰمِدِينَ

(15) "Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka bagaikan tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi."

Dan ucapan itu, ratapan atas kebinasaan terhadap diri mereka, menjadi keluhan mereka yang mereka ulang-ulang sehingga Kami menjadikan mereka seperti tanaman yang telah dipanen, yang mati, tanpa ada kehidupan pada diri mereka. Maka camkanlah, wahai manusia, agar kalian tidak terus-menerus mendustakan Muhammad sfe. Akibatnya, akan menimpa kalian siksaan yang telah menimpa umat-umat sebelum kalian.

وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَٰعِبِينَ

(16) "Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi, dan segala yang ada di antara keduanya dengan main-main "647

Dan Kami tidaklah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan dasar main-main dan tanpa tujuan jelas. Tetapi itu demi menegakkan hujjah di hadapan kalian, wahai sekalian manusia, dan agar kalian dapat mengambil pelajaran dengan semua kejadian itu. Kemudian kalian menjadi tahu bahwa sesungguhnya Dzatyang menciptakannya tidak ada sesuatu yang menyerupaiNya, dan ibadah tidak pantas kecuali bagiNya.


[647] Yakni, Allah menciptakan langit dan bumi, dan apa-apa yang ada di antara keduanya, adalah untuk suatu hikmah.

لَوْ أَرَدْنَآ أَن نَّتَّخِذَ لَهْوًا لَّٱتَّخَذْنَٰهُ مِن لَّدُنَّآ إِن كُنَّا فَٰعِلِينَ

(17) "Sekiranya Kami hendak mengambil sesuatu untuk bersenang-senang (istri dan anak), tentulah Kami mengambilnya dari sisi Kami, jika Kami (memang ingin) berbuat demikian.”

Sekiranya Kami menghendaki membuat sesuatu yang main-main, seperti anak dan istri, pastilah Kami mengadakannya dari sisi Kami, bukan dari kalian. Namun, Kami tidak melakukan itu, karena mustahil Kami mempunyai anak atau istri.

بَلْ نَقْذِفُ بِٱلْحَقِّ عَلَى ٱلْبَٰطِلِ فَيَدْمَغُهُۥ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۚ وَلَكُمُ ٱلْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ

(18) “Sebenamya Kami melemparkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka seketika itu yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagi kalian disebabkan kalian menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagiNya).”648

Bahkan Kami melontarkan kebenaran itu dan menerangkannya sehingga meluluhlantakkan kebatilan. Maka tiba-tiba kebatilan itu lenyap dan menghilang. Dan kalian wahai kaum musyrikin, mendapatkan siksaan di akhirat, dikarenakan kalian menyebut sifat-sifat yang tidak pantas bagi Tuhan kalian.


[648] Yakni, sangkaan bahwa Allah memiliki istri dan anak.

وَلَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَنْ عِندَهُۥ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ

(19) “Dan kepunyaanNya-lah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisiNya tidak mempunyai rasa angkuh untuk beribadah kepadaNya dan tidak (pula) merasa letih.”

Dan bagi Allah -lah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan para malaikat yang di sisiNya tidak enggan untuk beribadah kepadaNya dan tidak bosan untuk melakukannya. Maka bagaimana boleh hamba dan ciptaanNya dipersekutukan denganNya?

يُسَبِّحُونَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

(20) “Mereka selalu bertasbih malam dan siang tidak pernah jenuh (tidak henti-hentinya).”

Mereka berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah dan menyuci-kanNya terus-menerus. Mereka tidak letih dan tidak bosan.

BUKTI-BUKTI KESALAHAN KEPERCAYAAN ORANG-ORANG MUSYRIK

أَمِ ٱتَّخَذُوٓاْ ءَالِهَةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ

(21) 'Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan sesembahan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?"

Bagaimana dibenarkan kaum musyrikin mengambil sesembahan yang lemah yang berasal dari bumi, yang tidak berkuasa menghidupkan orang-orang yang telah mati?

لَوْ كَانَ فِيهِمَآ ءَالِهَةٌ إِلَّا ٱللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

(22) "Sekiranya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan sesembahan selain Allah, tentulah keduanya sudah rusak. Maka Mahasuci Allah yang mempunyai Arasy dari apa yang mereka sifatkan itu"

Sekiranya di langit dan bumi ada tuhan-tuhan sesembahan selain Allah yang mengatur urusan-urusan keduanya, pastilah carut-marut keadaan keduanya. Maka Allah, Penguasa Arasy Mahabersih dan Mahasuci dari sifat-sifat yang disematkan oleh orang-orang pengingkar lagi kafir berupa kedustaan, ucapan yang mengada-ada, dan semua kekurangan.

لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُونَ

(23) "Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat, justru merekalah yang akan ditanya (tentang apa-apa yang mereka kerjakan)"

Sesungguhnya di antara bukti keesaan Allah dalam menciptakan dan ibadah, sesungguhnya Dia tidak ditanya tentang ketetapanNya terhadap makhluk-makhlukNya, sedang seluruh makhlukNya akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-perbuatan mereka.

أَمِ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً ۖ قُلْ هَاتُواْ بُرْهَٰنَكُمْ ۖ هَٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِىَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِى ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ

(24) "Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan sesembahan selainNya? Katakanlah, ’Kemukakanlah alasan kalian! (Al-Qur an) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang sebelumku649 Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui yang haq, karena itu mereka berpaling."

Apakah kaum musyrikin mengambil selain Allah tuhan-tuhan sesembahan yang tidak dapat memberikan manfaat dan mendatangkan mara bahaya, tidak dapat menghidupkan dan mematikan? Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Tunjukkanlah apa yang kalian miliki berupa bukti kebenaran atas tindakan kalian menjadikan obyek itu sebagai tuhan sesembahan. Tidak ada di dalam al-Qur'an yang aku bawa dan kitab-kitab suci terdahulu satu bukti pun tentang keyakinan yang kalian peluk itu." Dan tidaklah mereka berbuat kesyirikan kecuali karena dorongan kebodohan dan fanatisme saja. Maka mereka berpaling dari kebenaran dan mengingkarinya.


[649] Tauhid adalah salah satu dari pokok-pokok agama yang tersebut dalam al-Qur'an dan kitab-kitab yang dibawa oleh rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ

(25) "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, 'Bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku> maka sembahlah Aku'."

Dan Kami tidak mengutus sebelummu, wahai Rasul, seorang rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang haq selain Allah. Maka murnikanlah ibadah kepadaNya saja.

وَقَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ

(26) "Dan mereka berkata, 'Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.' Mahasuci Dia. Justru mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan,"650

Orang-orang musyrikin berkata, "Allah Yang Maha Rahman mengambil seorang anak," sesuai dengan asumsi mereka bahwa sesungguhnya malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Mahasuci Allah dari pernyataan tersebut. Malaikat itu adalah hamba-hamba Allah, mereka dekat dan memiliki sekian banyak keutamaan.


[650] Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak Allah

لَا يَسْبِقُونَهُۥ بِٱلْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِۦ يَعْمَلُونَ

(27) "mereka tidak mendahuluiNya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya."

Dan mereka dalam ketaatan yang baik; tidak berbicara kecuali dengan perintah yang diperintahkan Tuhan mereka kepada mereka, dan tidak mengerjakan suatu perbuatan, kecuali setelah Allah mengizinkan mereka.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرْتَضَىٰ وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِۦ مُشْفِقُونَ

(28) "Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu waspada karena takut kepadaNya"

Dan tidak ada tugas-tugas yang dikerjakan oleh para malaikat, baik tugas yang sudah berlalu atau tugas mendatang, kecuali Allah mengetahuinya dan akan menghitungnya atas mereka. Dan mereka tidak akan maju memberikan syafa'at, kecuali bagi orang yang diridhai Allah untuk memperoleh syafa'at dari mereka. Dan mereka itu, karena takut kepada Allah, selalu waspada agar jangan sampai menyelisihi perintah dan laranganNya.

۞ وَمَن يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّىٓ إِلَٰهٌ مِّن دُونِهِۦ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّٰلِمِينَ

(29) "Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah tuhan sesembahan selain dariNya maka dia akan Kami beri balasan dengan Neraka Jahanam. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim."

Dan siapa saja yang mengklaim diri dari kalangan malaikat bahwa ia itu sesembahan bersama Allah, sebagai perumpamaan saja, maka balasan baginya adalah Neraka Jahanam. Dengan balasan seperti itu, Kami akan membalas tiap-tiap orang yang zhalim lagi berbuat syirik.

أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

(30) "Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dulu adalah suatu yang paduf kemudian Kami pisahkan antara keduanya? Dan dari air Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman ?"

Apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya langit dan bumi itu keduanya merupakan suatu obyek yang saling menyatu, tanpa ada pemisah antara’keduanya? Tidak ada hujan dari langit dan tidak ada tanaman di muka bumi. Kemudian Kami memisahkan keduanya dengan Kuasa Kami. Dan Kami turunkan hujan dari langit dan Kami keluarkan tanaman dari dalam tanah, serta Kami menjadikan segala sesuatu hidup dari air. Apakah orang-orang yang ingkar itu tidak mau beriman, lalu mengimani apa yang mereka saksikan dan mengkhususkan ibadah bagi Allah saja?

وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

(31) "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi ini (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk."

Dan Kami menciptakan di muka bumi gunung-gunung untuk mengokohkannya sehingga tidak bergoncang. Dan Kami menjadikan di bumi itu jalan-jalan yang luas, supaya makhluk-makhluk dapat mendapat petunjuk menuju tempat mencari penghidupan mereka dan petunjuk untuk mengesakan Pencipta mereka.

وَجَعَلْنَا ٱلسَّمَآءَ سَقْفًا مَّحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ ءَايَٰتِهَا مُعْرِضُونَ

(32) "Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (Kuasa Allah) yang terdapat padanya"651

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap bagi bumi yang tidak ditopang oleh tiang. Langit itu terpelihara, tidak akan runtuh, dan tidak ditembus oleh setan-setan. Sedang orang-orang kafir itu lalai dari mengambil pelajaran dengan tanda-tanda Kuasa Allah yang ada di langit (matahari, bulan, dan bintang-bintang) lagi melupakan untuk memikirkannya.


[651] Seperti matahari, bulan, angin, awan, dan sebagainya.

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

(33) "Dan Dia-lah Yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar pada garis edarnya"

Dan Allah , Dia-lah yang menciptakan malam agar manusia dapat beristirahat padanya dan siang hari supaya mereka dapat mencari penghidupan di dalamnya. Dan Dia menciptakan matahari sebagai pertanda bagi siang hari dan bulan sebagai pertanda untuk waktu malam. Dan masing-masing memiliki garis edar tempat ia berjalan dan beredar, tanpa melenceng darinya.

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

(34) "Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (wahai Rasul), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?"

Dan Kami tidaklah menjadikan bagi seorang manusia sebelummu, wahai Rasul, keabadian hidup di dunia. Apabila kamu meninggal, apakah mereka akan berharap hidup abadi sepeninggalmu? Ini tidak akan terjadi. Dalam ayat ini termuat satu dalil bahwa Nabi Khadir telah wafat, karena dia adalah manusia.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

(35) "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami-lah kalian dikembalikan."

Dan tiap-tiap jiwa itu akan merasakan kematian, tidak mungkin tidak, berapa tahun pun usianya diperpanjang di dunia. Dan keberadaannya di dunia ini tiada lain menjadi cobaan dengan menjalankan aturan-aturan syariat dalam bentuk perintah dan larangan, dan dengan terjadinya perubahan kondisi-kondisi, terkadang baik dan buruk. Kemudian tempat kembali dan tempat kesudahan setelah itu adalah kepada Allah semata untuk perhitungan amal perbuatan dan pembalasannya.

وَإِذَا رَءَاكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِى يَذْكُرُ ءَالِهَتَكُمْ وَهُم بِذِكْرِ ٱلرَّحْمَٰنِ هُمْ كَٰفِرُونَ

(36) "Dan apabila orang-orang kafir itu melihatmu (wahai Rasul), mereka hanya menjadikanmu sebagai bahan olok-olok. (Mereka mengatakan), ‘Apakah orang ini yang mencela sembahan-sembahan kalian ?’ Padahal mereka adalah orang-orang yang kafir terhadap penyebutan ar-Rahman (Yang Maha Pengasih)"

Dan apabila orang-orang kafir melihat kamu, wahai Rasul, mereka menunjuk-nunjuk kepada dirimu untuk tujuan memperolok-olok dirimu, dengan cara sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Apakah lelaki ini yang berani mencela tuhan-tuhan kalian?" Mereka menentang (Allah) ar-Rahman (Dzat Yang Maha Pengasih) dan nikmat-nikmatNya, serta menentang al-Qur'an dan hidayah yang diturunkanNya.

خُلِقَ ٱلْإِنسَٰنُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُوْرِيكُمْ ءَايَٰتِى فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

(37) "Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab)Ku, maka janganlah kalian meminta kepadaKu untuk menyegerakannya."

Manusia diciptakan dalam keadaan bertabiat tergesa-gesa; dia ingin mengerjakan segala sesuatu dengan segera dan berhasrat segala sesuatu terjadi dengan cepat. Dan sesungguhnya kaum Quraisy telah meminta disegerakan siksaan kepada mereka, dan mereka beranggapan kedatangannya terlambat. Maka Allah memperingatkan mereka bahwa sesungguhnya Dia akan memperlihatkan kepada mereka azab yang mereka kehendaki segera tiba. Karenanya, hendaknya mereka tidak meminta kepada Allah untuk disegerakan dan dipercepat kedatangannya.

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(38) "Dan mereka berkata, 'Kapankah janji itu (akan datang), jika kalian adalah orang-orang yang benar?'"

Dan orang-orang kafir berkata dengan niat untuk meminta disegerakan kedatangan siksaan dan memperolok-oloknya, "Kapankah akan terjadi apa yang kamu janjikan kepada kami tentang (datangnya siksaan) itu, wahai Rasul, jika kamu dan orang-orang yang mengikutimu adalah orang-orang yang berkata benar?"

لَوْ يَعْلَمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَن وُجُوهِهِمُ ٱلنَّارَ وَلَا عَن ظُهُورِهِمْ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

(39) "Kalau orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (di mana) mereka tak mampu untuk mengelakkan api neraka dari wajah mereka dan (tidak pula i dari punggung mereka, sedang mereka tidak (pula) mendapatkan pertolongan, (tentulah mereka tidak meminta disegerakan) "

Sekiranya orang-orang kafir itu menyadari apa yang akan mereka hadapi, tatkala mereka tidak mampu menepis api neraka dari wajah-wajah dan punggung-punggung mereka, dan mereka tidak mendapatkan penolong yang menolong mereka, dikarenakan kekafiran yang melandasi kehidupan mereka, niscaya mereka tidak akan meminta disegerakannya kedatangan siksaan pada mereka.

بَلْ تَأْتِيهِم بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

(40) "Sebenarnya (Hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh"

Dan Hari Kiamat akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sehingga mereka akan mengalami kepanikan pada saat itu dan mereka dilanda rasa takut yang amat besar. Mereka tidak kuasa menolak siksaan dari diri mereka dan mereka tidak diberi kesempatan lagi untuk dapat bertaubat dan meminta ampunan.

وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُواْ مِنْهُم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

(41) "Dan sungguh rasul-rasul sehelummu juga telah diperolok-olok, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka per olok-olokkan."

Dan sesungguhnya telah dicemooh rasul-rasul sebelummu, wahai Rasul, maka turunlah kepada orang-orang yang suka memperolok-olok tersebut siksaan yang dahulu menjadi motivasi cemoohan dan olokan mereka.

قُلْ مَن يَكْلَؤُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ مِنَ ٱلرَّحْمَٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِم مُّعْرِضُونَ

(42) ”Katakanlah, 'Siapakah yang dapat memelihara kalian di waktu malam dan siang hari dari (azab) Tuhan Yang Maha Pengasih?' Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari peringatan Tuhan mereka.”

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang meminta di-segerakan turunnya siksaan tersebut, "Tidak ada yang bisa menjaga kalian dan melindungi kalian di malam dan siang hari kalian, dalam kondisi tidur dan terjaga dari siksaan Allah ar-Rahman, bila siksaan itu turun menimpa kalian." Bahkan mereka itu lalai dan melupakan al-Qur'an dan nasihat-nasihat Tuhan mereka.

أَمْ لَهُمْ ءَالِهَةٌ تَمْنَعُهُم مِّن دُونِنَا ۚ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَ أَنفُسِهِمْ وَلَا هُم مِّنَّا يُصْحَبُونَ

(43) "Maukah mereka mempunyai tuhan-tuhan sembahan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Sembahan-sembahan itu tidak sanggup menoione diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu”

Apakah mereka punya tuhan-tuhan sesembahan yang memelihara mereka dari azab Kami? Sesungguhnya tuhan-tuhan mereka itu tidak sanc* gup menolong diri mereka sendiri, maka bagaimana mungkin mereka itu menolong orang-orang yang menyembah mereka? Padahal, mereka juga tidak terlindungi dari azab Kami?

بَلْ مَتَّعْنَا هَٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ طَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْعُمُرُ ۗ أَفَلَا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِى ٱلْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَآ ۚ أَفَهُمُ ٱلْغَٰلِبُونَ

(44) "Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri-negeri (orang-orang kafir) itu, lalu Kami menguranginya dari tepi-tepinya, maka apakah mereka yang menang?"

Orang-orang kafir dan bapak-bapak mereka teperdaya dengan penundaan datangnya siksaan, lantaran keadaan yang mereka saksikan berupa limpahan harta, banyaknya anak dan umur panjang. Maka mereka pun tetap hidup di atas kekafiran mereka, tidak mau meninggalkannya. Dan mereka berasumsi bahwa sesungguhnya mereka tidak akan mengalami siksaan. Mereka lalai memperhatikan ketetapan Allah yang sudah berlaku. Allah mengurangi jarak di bumi dari sisi-sisinya melalui siksaan yang Allah timpakan kepada kaum musyrikin dalam setiap penjuru dan diakibatkan kekalahan yang mereka alami. Apakah termasuk dalam jangkauan kemampuan orang-orang kafir Makkah untuk kabur dari Kuasa Allah atau mempertahankan diri dari kematian?

قُلْ إِنَّمَآ أُنذِرُكُم بِٱلْوَحْىِ ۚ وَلَا يَسْمَعُ ٱلصُّمُّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا مَا يُنذَرُونَ

(45) "Katakanlah (wahai Rasul), ’Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kalian dengan wahyu, dan orang-orang yang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan’.”

Katakanlah wahai Rasul, kepada umat yang kamu diutus kepada mereka, "Tidaklah aku memperingatkan kalian dengan sesuatu siksaan, kecuali melalui wahyu dari Allah, yaitu al-Quryan." Akan tetapi, orang-orang kafir tidak mau menyimak apa yang disampaikan kepada mereka dengan seksama, jika mereka sedang diberi peringatan. Maka mereka tidak memperoleh manfaat darinya.

وَلَئِن مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يَٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ

(46) "Dan jika mereka benar-benar ditimpa sedikit saja dari azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, 'Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim'."

Seandainya bagian siksaan dari Allah itu menimpa orang-orang kafir secara langsung, pastilah mereka akan menyadari kesudahan nasib mereka akibat pendustaan mereka, dan mereka akan meresponnya dengan mendoakan kebinasaan terhadap diri mereka, disebabkan oleh tindakan kezhaliman mereka terhadap diri mereka sendiri dengan menyembah tuhan-tuhan selain Allah.

وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

(47) "Kami akan meletakkan timbangan-timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka seseorang tidak akan dizhalimi sedikit pun. Dan sekalipun amal hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkan (balasan)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Yang memperhitungkan (amal-amal)."

Dan Allah meletakkan timbangan yang adil untuk proses perhitungan amal perbuatan pada Mari Kiamat. Dan Dia tidak menzhalimi mereka itu dan orang-orang lainnya sedikit pun. Kendatipun amaJ itu sebesar biji sawi sekalipun, dari kebaikan atau keburukan, akan diperhitungkan dalam perhitungan amal pemiliknya. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan amal perbuatan hamba-hambaNya dan pemberi balasan kepada mereka dengan setimpal.

KISAH BEBERAPA ORANG NABI

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ٱلْفُرْقَانَ وَضِيَآءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ

(48) "Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun al-Furqan (Taurat) dan penerangan, serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa”

Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun hujjah dan pertolongan untuk menghadapi musuh mereka dan kitab, yaitu Taurat, yang dengannya Kami membedakan antara kebenaran dan kebatilan, dan cahaya yang menjadi sumber petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,

ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَهُم مِّنَ ٱلسَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

(49) "(Yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat Nya dan mereka merasa takut akan (tibanya) Hari Kiamat."

yang takut akan siksaan Tuhan mereka, sedang mereka itu khawatir terhadap Hari Perhitungan amal yang terjadi ketika datangnya Hari Kiamat.

وَهَٰذَا ذِكْرٌ مُّبَارَكٌ أَنزَلْنَٰهُ ۚ أَفَأَنتُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

(50) "Dan (al-Qur'an) ini adalah suatu peringatan yang penuh berkah yang telah Kami turunkan; maka mengapa kalian mengingkarinya?"

Al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah kepada RasuINya, Muhammad ini merupakan peringatan bagi orang yang mau mendapatkan peringatan dengannya, dan mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, ia memiliki kebaikan yang melimpah, besar manfaatnya; maka apakah kalian mengingkarinya, padahal ia amatlah nyata dan jelas?

۞ وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَٰلِمِينَ

(51) "Dan sungguh Kami telah menganugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum itu (Musa dan Harun), dan Kami mengetahui tentangnya.”

Dan sungguh Kami telah memberikan Ibrahim hidayah baginya yang dia menyeru manusia untuk mengikutinya, sebelum Musa dan Harun. Dan Kami mengetahui bahwa dia pantas mendapatkannya.

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦ مَا هَٰذِهِ ٱلتَّمَاثِيلُ ٱلَّتِىٓ أَنتُمْ لَهَا عَٰكِفُونَ

(52) '(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Patung-patung apakah ini yang kalian tekun beribadah kepadanya?’”

Ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kalian buat, kemudian kalian menyembahnya dan senantiasa berada di dekatnya?"

قَالُواْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عَٰبِدِينَ

(53) "Mereka menjawab, ’Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya’.”

Mereka menjawab, "Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya, dan kami menyembahnya sekedar mengikuti mereka."

قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمْ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(54) "Ibrahim berkata, 'Sungguh kalian dan nenek moyang kalian berada dalam kesesatan yang nyata’."

Ibrahim berkata kepada mereka, "Sesungguhnya kalian dan nenek moyang kalian itu berada dalam penyimpangan yang jauh lagi nyata dari kebenaran ketika kalian menyembah patung-patung ini."

قَالُوٓاْ أَجِئْتَنَا بِٱلْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ ٱللَّٰعِبِينَ

(55) "Mereka menjawab, 'Apakah kamu membawa kebenaran kepada kami ataukah kamu termasuk orang-orang yang main-main ?"'

Mereka berkata, "Apakah pernyataan yang kamu bawa kepada kami ini benar dan serius, ataukah ucapanmu kepada kami itu omongan orang yang berkelakar lagi memperolok yang tidak sadar terhadap apa yang dilontarkannya?"

قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلَّذِى فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ

(56) "Ibrahim berkata, 'Sebenarnya Tuhan kalian ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang bersaksi atas hal itu'"

Ibrahim berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Tuhan kalian yang aku mengajak kalian untuk menyembahNya, Dia adalah penguasa langit dan bumi yang telah menciptakannya. Dan aku termasuk orang yang bersaksi atas hal itu."

وَتَٱللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَٰمَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّواْ مُدْبِرِينَ

(57) "Dan demi Allah, aku benar-benar akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhala kalian sesudah kalian pergi meninggalkannya.”652

"Dan demi Allah, aku akan benar-benar melancarkan makar terhadap patung-patung kalian dan menghancurkannya setelah kalian berlalu meninggalkannya."


[652] Menurut sebagian ulama, perkataan Nabi Ibrahim ini adalah dalam hati. Ada juga yang berpendapat bahwa itu beliau sampaikan secara terang-terangan. Dan ada juga yang mengatakan bahwa beliau mengatakan demikian setelah mereka pergi, tetapi didengar oleh salah seorang di antara mereka, yang lalu menyampaikannya kepada yang lain.

فَجَعَلَهُمْ جُذَٰذًا إِلَّا كَبِيرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ

(58) "Maka Ibrahim menjadikan mereka (berhala-berhala itu) hancur berkeping-keping, kecuali yang terbesar di antara mereka; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya"

Kemudian Ibrahim menghancurkan patung-patung dan menjadikannya pecahan-pecahan kecil, dan membiarkan patung yang terbesar, supaya kaumnya mendatangi dirinya dan bertanya kepadanya, lalu dia akan memaparkan tentang kelemahan dan kesesatan mereka sehingga hujjah menjadi tegak terhadap mereka.

قَالُواْ مَن فَعَلَ هَٰذَا بِـَٔالِهَتِنَآ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(59) "Mereka berkata, 'Siapa yang melakukan perbuatan ini terhadap sem-bahan-sembahan kita, sesungguhnya dia benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim.’.”

Kaumnya kembali dan mereka menyaksikan patung-patung mereka hancur berkeping-keping dan dinistakan. Maka sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Siapa yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kita? Sesungguhnya dia benar-benar orang yang zhalim karena lancang melecehkan tuhan-tuhan yang berhak untuk diagungkan dan dihormati."

قَالُواْ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُۥٓ إِبْرَٰهِيمُ

(60) "Mereka berkata, 'Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela mereka (berhala-berhala ini) yang biasa dipanggil Ibrahim'"

Orang yang mendengar Ibrahim bersumpah akan melancarkan makar terhadap patung-patung mereka berkata, "Kami telah mendengar seorang pemuda bernama Ibrahim menyebut-nyebut patung-patung itu dengan komentar buruk."

قَالُواْ فَأْتُواْ بِهِۦ عَلَىٰٓ أَعْيُنِ ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ

(61) "Mereka berkata, '(Kalau demikian) bawalah dia ke hadapan orang banyak, agar mereka menyaksikan'"

Maka para pemuka mereka berkata, "Bawalah Ibrahim kemari dengan cara yang dapat dilihat oleh khalayak manusia agar mereka menyaksikan pengakuan atas ucapannya supaya menjadi bukti atas dirinya."

قَالُوٓاْ ءَأَنتَ فَعَلْتَ هَٰذَا بِـَٔالِهَتِنَا يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ

(62) "Mereka bertanya, 'Apakah kamu yang melakukan ini terhadap sembahan -sembahan kami, wahai Ibrahim?"'

Kemudian Ibrahim dihadapkan, dan mereka bertanya kepadanya dengan penuh pengingkaran, "Apakah kamu yang menghancurkan tuhan-tuhan kami?" Maksud mereka, patung-patung mereka.

قَالَ بَلْ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَسْـَٔلُوهُمْ إِن كَانُواْ يَنطِقُونَ

(63) "Ibrahim menjawab, 'Justru patung yang paling besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka Jika mereka dapat berbicara’.”

Maka terwujudlah apa yang dikehendaki Ibrahim untuk menampakkan kebodohan mereka di hadapan mereka. Dia menjawab dengan pernyataan yang menerangkan kesalahan mereka dan menyindir kedunguan mereka, "Justru yang menghancurkannya adalah patung paling besar ini. Maka tanyalah tuhan-tuhan palsu kalian tentang itu, bila memang bisa berbicara atau merespon jawaban."

فَرَجَعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ فَقَالُوٓاْ إِنَّكُمْ أَنتُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

(64) "Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka lalu berkata (kepada kaum mereka). Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang zhalim”

Maka mereka pun terbungkam dan tampak jelas bagi mereka kesesatan yang ada pada mereka, bagaimana bisa mereka menyembahnya, sedangkan patung-patung itu tak kuasa menolak apa pun dari diri sediri atau mengabulkan permintaan orang yang meminta kepadanya? Mereka pun mengaku diri mereka telah berbuat kezhaliman dan syirik.

ثُمَّ نُكِسُواْ عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَٰٓؤُلَآءِ يَنطِقُونَ

(65) “(Tetapi) kemudian kepala mereka (bagaikan) dibuat terbalik ke bawah653 (lalu berkata), 'Sungguh kamu (wahai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara'.”

Akan tetapi, tidak berapa lama, sikap penentangan mereka kembali setelah mereka terbungkam. Maka mereka kembali kepada kebatilan lagi dan mendebat Ibrahim dengan alasan yang dipergunakannya untuk menyanggah mereka. Mereka berkata, Bagaimana kita bisa bertanya kepadanya, sedangkan kamu sendiri mengetahui berhala-berhala itu tidak bisa berbicara? ’


[653] Maksudnya, mereka kembali kepada kekafiran dan kesesatan setelah sebelumnya mereka sadar akan kebenaran perkataan Nabi Ibrahim .

قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْـًٔا وَلَا يَضُرُّكُمْ

(66) "Ibrahim berkata, Maka mengapa kalian menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) menimpakan mudarat kepada kalian ?’

Ibrahim berkata kepada mereka seraya merendahkan patung-patung tersebut, 'Bagaimana kalian mau menyembah berhala-berhala yang tidak dapat mendatangkan manfaat bila disembah, dan tidak b:sa mencelakai jika diabaikan?

أُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(67) 'Alangkah buruk kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah itu. Maka apakah kalian tidak memahami?"

Amat buruk kalian dan tuhan-tuhan kalian itu yang kalian sembah selain Allah . Apakah kalian tidak berpikir, lalu memahami buruknya keadaan kalian itu?"

قَالُواْ حَرِّقُوهُ وَٱنصُرُوٓاْ ءَالِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَٰعِلِينَ

(68) "Mereka berkata, 'Bakarlah dia dan belalah sembahan-sembahan kalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak'."

Ketika argumentasi mereka terpatahkan, dan kebenaran kian tampak jelas, maka mereka beralih mempergunakan kekuasaan mereka. Dan mereka berkata, "Bakarlah Ibrahim dengan api, sebagai ungkapan kekesalan demi membela tuhan-tuhan kalian, jika kalian mau membelanya." Lalu mereka menyalakan api yang besar dan melemparkan Ibrahim ke dalamnya.

قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

(69) "Kami berfirman, 'Wahai api, jadilah dingin dan sebagai keselamatan bagi Ibrahim'.”

Kemudian Allah memenangkan RasulNya. Dia berfirman kepada api, "Hai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim." Maka tidak ada rasa sakit apa pun yang mengenai Ibrahim, dan tidak ada mara bahaya yang menimpanya.

وَأَرَادُواْ بِهِۦ كَيْدًا فَجَعَلْنَٰهُمُ ٱلْأَخْسَرِينَ

(70) "Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami (justru) menjadikan merekalah orang-orang yang paling merugi."

Orang-orang itu menginginkan kebinasaan Ibrahim. Akan tetapi, Allah menggugurkan makar mereka itu dan menjadikan mereka para pecundang lagi nista.

وَنَجَّيْنَٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَٰلَمِينَ

(71) "Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk sekalian alam."654

Dan Kami menyelamatkan Ibrahim dan Luth yang telah beriman dengannya dari negeri Irak, dan Kami mengarahkan mereka berdua menuju negeri Syam yang telah Kami berkahi buminya dengan kebaikan yang melimpah, dan kebanyakan nabi pernah diutus di sana.


[654] Maksudnya adalah negeri Syam yang salah satu wilayahnya adalah Palestina, yang Allah berkahi dengan mengutus banyak para rasul, dan menjadikannya sebagai tanah yang subur.

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ نَافِلَةً ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا صَٰلِحِينَ

(72) "Dan Kami telah menganugerahkan baginya (Ibrahim) Ishaq dan Ya'qub sebagai suatu tambahan (dari Kami atas doanya), 655 dan masing-masing Kami jadikan sebagai orang-orang yang shalih."

Dan Allah telah mencurahkan berbagai nikmat kepada Ibrahim. Dia menganugerahkan baginya putranya, Ishaq ketika dia berdoa kepadaNya. Dan Dia menganugerahkan Ya'qub baginya dari Ishaq sebagai tambahan atas nikmat sebelumnya. Dan masing-masing mereka; Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub, Kami jadikan orang shalih lagi patuh kepadaNya.


[655] Yakni, Nabi Ibrahim memohon diberikan seorang anak, lalu Allah menganugerahkannya dua orang anak.

وَجَعَلْنَٰهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِمْ فِعْلَ ٱلْخَيْرَٰتِ وَإِقَامَ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءَ ٱلزَّكَوٰةِ ۖ وَكَانُواْ لَنَا عَٰبِدِينَ

(73) "Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami telah mewahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebaikan, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan mereka adalah orang-orang yang selalu beribadah kepada Kami."

Dan Kami menjadikan Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub sebagai teladan baik bagi sekalian manusia. Dengan izinNya, mereka menyeru manusia untuk beribadah dan taat kepadaNya. Dan Kami mewahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebajikan-kebajikan berupa mengamalkan ajaran-ajaran para nabi, menegakkan shalat sebagaimana mestinya, dan membayar zakat. Maka mereka melaksanakannya. Dan mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah semata, tidak kepada selainNya.

وَلُوطًا ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَت تَّعْمَلُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُواْ قَوْمَ سَوْءٍ فَٰسِقِينَ

(74) "Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan Kami menyelamatkannya dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan-perbuatan keji.656 Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik"

Dan Kami berikan kepada Luth karunia kenabian dan keahlian menetapkan hukum di antara orang-orang yang bertikai serta ilmu tentang perintah Allah dan agamaNya. Dan Kami menyelamatkannya dari negerinya, Sadom, yang para penduduknya mengerjakan perbuatan-perbuatan yang keji. Sesungguhnya mereka itu menjadi orang-orang yang buruk dan jelek karena perbuatan-perbuatan keji dan kemungkaran yang mereka perbuat, juga keluar dari ketaatan kepada Allah.


[656] Yakni, homoseksual dan sebagainya.

وَأَدْخَلْنَٰهُ فِى رَحْمَتِنَآ ۖ إِنَّهُۥ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(75) "dan Kami memasukkannya (Luth) ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang shalih"

Dan Allah menyempurnakan karunia bagi Luth, maka Dia memasukkannya ke dalam rahmatNya dengan menyelamatkannya dari azab yang menimpa kaumnya. Sebab, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang mengerjakan amal ketaatan kepada Allah.

وَنُوحًا إِذْ نَادَىٰ مِن قَبْلُ فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَنَجَّيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥ مِنَ ٱلْكَرْبِ ٱلْعَظِيمِ

(76) "Dan (ingatlah kisah) Nuh sebelum itu, ketika dia berdoa maka Kami memperkenankan baginya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarga (pengikut)nya dari bencana yang besar"

Dan ingatlah, wahai Rasul, ketika Nuh berdoa menyeru Tuhannya sebelum kamu dan sebelum Ibrahim dan Luth, lalu Kami mengabulkan doanya. Kemudian Kami selamatkan dia beserta keluarganya yang beriman kepadanya dari bencana yang besar.

وَنَصَرْنَٰهُ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ قَوْمَ سَوْءٍ فَأَغْرَقْنَٰهُمْ أَجْمَعِينَ

(77) "Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya"

Dan Kami telah menolongnya dari makar kaumnya yang mendustakan ayat-ayat Kami yang menunjukkan kebenarannya. Sesungguhnya mereka itu orang-orang jahat. Lalu Kami tenggelamkan mereka semua dengan banjir besar.

وَدَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِى ٱلْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ ٱلْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَٰهِدِينَ

(78) ’Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, di waktu mereka berdua memberikan keputusan hukum mengenai tanaman, ketika tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu,"

Dan ingatlah, wahai Rasul, Nabi Allah Dawud dan putranya, Sulaiman, ketika mereka berdua menetapkan keputusan dalam satu permasalahan yang diajukan dua orang yang tengah bersengketa. Kambing milik salah seorang dari mereka berdua menginjak-injak ladang yang lain. Kambing-kambing itu menyebar di dalamnya sehingga merusak tanam-tanamannya. Dawud memutuskan bahwa kambing itu menjadi milik sang pemilik ladang sebagai ganti tanaman yang telah dirusak, (karena) harga keduanya sama. Dan Kami menyaksikan keputusan hukum mereka berdua, hal itu tidak samar dari Kami.

فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ

(79) "maka Kami telah memberikan pemahaman kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)657 dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hukum dan ilmu. Dan Kami menundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kami-lah yang melakukannya."

Maka Kami memberikan pemahaman kepada Sulaiman untuk menimbang-nimbang kemaslahatan kedua belah pihak dengan putusan yang adil. Dia menetapkan putusan terhadap pemilik kambing untuk memperbaiki tanaman yang rusak dalam jangka waktu yang dia butuhkan, seiring pemilik tanaman mendapatkan manfaat-manfaat dari kambing itu berupa susu, bulu, dan manfaat lainnya dalam masa itu. Kemudian kambing itu kembali ke pemiliknya, demikian juga tanaman itu kembali kepada pemiliknya; dikarenakan setaranya nominal harga tanaman yang rusak dengan manfaat kambing yang didapat. Dan masing-masing dari mereka berdua, Dawud dan Sulaiman, Kami berikan kepada mereka keahlian dalam hukum dan ilmu, dan Kami anugerahkan kepada Dawud dengan ditundukkannya gunung-gunung yang bertasbih bersamanya, jika Dawud bertasbih. Begitu pula burung-burung pun bertasbih. Dan Kamilah yang melakukannya.


[657] Menurut riwayat Ibnu Abbas bahwa sekelompok kambing telah merusak tanaman di waktu malam. Maka pemilik tanaman mengadukan hal ini kepada Nabi Dawud , dan Nabi Dawud memutuskan bahwa kambing-kambing itu harus diserahkan kepada pemilik tanaman sebagai ganti tanam-tanaman yang rusak. Tetapi, Nabi Sulaiman memutuskan supaya kambing-kambing itu diserahkan sementara kepada pemilik tanaman untuk diambil manfaatnya. Dan pemilik kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanam-tanaman yang baru. Apabila tanaman yang baru telah dapat diambil hasilnya, pemilik kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali. Putusan Nabi Sulaiman ini adalah keputusan yang lebih tepat.

وَعَلَّمْنَٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَٰكِرُونَ

(80) "Dan telah Kami ajarkan kepada Dawud cara membuat baju besi untuk kalian, guna melindungi kalian dalam peperangan kalian; maka apakah kalian bersyukur (kepada Allah) ?"

Dan Allah mengistimewakan Dawud dengan mengajarkannya cara membuat baju besi yang dia buat dalam bentuk kepingan bulat yang saling terkait satu sama lainnya yang memudahkan tubuh untuk bergerak; yang berfungsi melindungi para pasukan perang dari sabetan senjata pada tubuh mereka. Maka apakah kalian bersyukur terhadap nikmat Allah yang tercurah pada kalian ketika Dia kirimkan melalui tangan Dawud?

وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَٰلِمِينَ

(81) "Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang telah Kami berkahi. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dan Kami menundukkan bagi Sulaiman angin yang bertiup kencang yang dapat membawa dirinya dan orang-orang yang bersamanya, yang berhembus dengan perintahnya menuju negeri Baitul Maqdis di Syam yang Kami curahkan keberkahan padanya dengan berbagai macam kebaikan yang banyak. Dan ilmu Kami meliputi segala sesuatu.

وَمِنَ ٱلشَّيَٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَٰفِظِينَ

(82) 'Dan Kami telah menundukkan (pula untuk Sulaiman) sebagian dari setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain dari itu; dan Kamilah Yang memelihara mereka itu."

Dan Kami telah menundukkan bagi Sulaiman dari bangsa setan, yaitu setan-setan yang dia manfaatkan dalam pekerjaan-pekerjaan yang makhluk lain tidak mampu melakukannya. Mereka ditugasi menyelam ke dalam laut untuk mengeluarkan batu-batu mutiara dan permata-permata. Mereka juga mengerjakan pekerjaan lain, yaitu membuat apa-apa yang diinginkan Sulaiman dari mereka. Mereka tidak kuasa menolak apa-apa yang Sulaiman inginkan dari mereka. Allah melindungi mereka baginya dengan kekuatan dan keperkasaanNya .

۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

(83) "Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia menyeru Tuhannya, '(Wahai Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang'."

Dan ingatlah, wahai Rasul, hamba Kami Ayyub, ketika Kami mengujinya dengan kondisi buruk dan penyakit parah dalam tubuhnya. Dia telah kehilangan istri, harta benda, dan anak. Maka dia bersabar dan mengharapkan pahala (dari Allah). Dan dia memanggil Tuhannya "Sesungguhnya kondisi buruk telah menimpaku, sedang Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka singkirkanlah penyakit itu dariku."

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ

(84) "Maka Kami memperkenankan baginya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan peringatan bagi orang-orang yang beribadah kepada Allah,"

Maka Kami mengabulkan doanya dan melenyapkan bala darinya. Dan Kami mengembalikan apa yang sudah hilang darinya, berupa istri, anak dan harta benda dengan jumlah yang berlipat-ganda. Kami lakukan itu sebagai rahmat dari Kami (baginya) agar dia menjadi teladan baik bagi tiap insan yang bersabar menghadapi bala, mengharap rahmat Tuhannya, lagi menghambakan diri kepadaNya.

وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا ٱلْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِّنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

(85) "Dan (ingatlah kisah) Isma'il, Idris, dan Dzulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar"

Dan ingatlah Isma'il dan Idris, serta Dzulkifli. Masing-masing dari mereka itu termasuk orang-orang yang sabar dalam menjalani ketaatan kepada Allah menjauhi maksiat kepadaNya, dan menghadapi takdir-takdirNya. Maka mereka pantas disebut dengan pujian yang baik.

وَأَدْخَلْنَٰهُمْ فِى رَحْمَتِنَآ ۖ إِنَّهُم مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(86) "Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang shalih.”

Dan Kami memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang batin dan lahirnya baik, maka mereka menaati Allah dan mengamalkan perintahNya.

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(87) "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempit (menyulitkan)nya, maka dia menyeru (berdoa) dalam kegelapan-kegelapan,658 bahwa 'Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim’.”

Dan ingatlah kisah seorang yang ditelan ikan, yaitu Yunus bin Matta .Allah mengutusnya sebagai rasul kepada kaumnya, maka dia mendakwahi mereka, namun mereka tidak beriman. Lalu dia mengancam mereka dengan siksaan, namun mereka tetap tidak mau kembali (bertaubat). Dan dia tidak dapat lebih bersabar dalam menghadapi mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadanya. Dia pun pergi dari tengah mereka dalam keadaan marah kepada mereka, merasa sempit dada lantaran penentangan mereka. Dan dia menyangka bahwa sesungguhnya Allah tidak akan menyulitkan dan menghukumnya dengan pelanggaran terhadap perintah Allah ini. Maka Allah mengujinya dengan kesempitan yang dahsyat dan tertahan, dan ikan besar menelannya. Lalu dia menyeru Tuhannya dengan bertaubat dan pengakuan akan kezhalimannya dalam kegelapan malam, laut dan gelapnya perut ikan dengan berucap, "Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Engkau, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat kezhaliman."


[658] Yakni, kegelapan dalam perut ikan, kegelapan dasar laut dan kegelapan malam hari.

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ

(88) "Maka Kami memperkenankan baginya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."

Maka Allah mengabulkan permohonannya, dan Kami lepaskan dia dari kedukaan akibat kesulitan tersebut. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang Mukmin yang membenarkan dan menjalankan Syariat Kami.

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

(89) "Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala dia menyeru (berdoa) kepada Tuhannya, 'Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkanku hidup seorang diri659 dan Engkau-lah Pewaris Yang Paling Baik'."660

Dan ingatlah, wahai Rasul, kisah hamba Allah bernama Zakaria ketika dia memohon kepada Tuhannya agar berkenan memberikan rizki kepadanya berupa keturunan ketika telah berusia senja dengan berucap, "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup sebatang kara, tanpa keturunan. Anugerahkanlah kepadaku pewarisku yang akan menjalankan ajaran agama di tengah manusia sepeninggalku. Dan Engkau adalah Dzat Yang Mahaabadi, Yang terbaik lagi sebaik-baik Dzat yang memberikan pengganti bagiku dengan kebaikan."


[659] Maksudnya, tidak mempunyai keturunan yang mewarisi.

[660] Maksudnya, sekiranya Allah tidak mengabulkan doanya, yakni memberi keturunan, Nabi Zakaria menyerahkan dirinya kepada Allah , sebab Allah adalah Pewaris yang paling baik.

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ

(90) "Maka Kami memperkenankan baginya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami memperbaiki (keadaan) istrinya baginya, (sehingga dapat mengandung). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas661. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami."

Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya dalam kondisi tua renta, putranya, Yahya. Dan Kami menjadikan istrinya wanita normal yang dapat mengandung dan melahirkan, setelah sebelumnya dia adalah seorang wanita yang mandul. Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang bersegera menuju kepada setiap kebajikan, dan memohon kepada Kami dengan penuh mengharap kebaikan yang ada di sisi Kami, juga takut terhadap siksaan Kami. Dan mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi rendah hati.


[661] Yakni, mengharapkan rahmat Allah dan khawatir akan hukumanNya.

وَٱلَّتِىٓ أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلْنَٰهَا وَٱبْنَهَآ ءَايَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

(91) ''Dan (ingatlah kisah Maryam) yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya dari ruh (ciptaan) Kami662 dan Kami jadikan dia dan putranya sebagai tanda (Kuasa Kami) bagi semesta alam."

Dan ingatlah, wahai Rasul, kisah Maryam putri Imran yang menjaga kehormatannya dari perbuatan haram, dan dia tidak melakukan perbuatan keji sepanjang hidupnya. Kemudian Allah mengutus Jibril kepadanya. Lalu dia meniup kerah baju Maryam. Tiupan itu sampai ke dalam rahimnya. Kemudian Allah menciptakan al-Masih melalui tiupan tersebut. Akhirnya, Maryam mengandungnya tanpa ada suami. Maka dengan keadaan demikian, dia dan putranya menjadi pertanda Kuasa Allah dan pelajaran bagi semua makhluk hingga terjadinya Hari Kiamat.


[662] Ada juga ulama yang mengatakan bahwa maknanya: "lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya melalui ruh Kami (Jibril)".

إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُونِ

(92) "Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kalian semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhan kalian, maka sembahlah Aku."663

Nabi-nabi tersebut seluruhnya, agama mereka satu, Islam, yaitu berserah diri kepada Allah dengan taat dan mengesakanNya dengan ibadah. Dan Allah Penguasa seluruh makhluk, sembahlah Dia, wahai sekalian manusia, tiada sekutu bagiNya.


[663] Yakni, semua nabi membawa agama yang satu, yaitu yang mengajarkan agar mentauhid-kan dan menaati Allah .

وَتَقَطَّعُوٓاْ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَٰجِعُونَ

(93) "Dan mereka telah terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kami-lah masing-masing golongan itu akan kembali.”

Akan tetapi, manusia malah berselisih (sikap) terhadap rasul-rasul mereka, dan kebanyakan pengikut mereka dalam agama terpecah menjadi berkelompok-kelompok dan bergolong-golongan. Mereka menyembah sesama makhluk dan hawa nafsu. Dan mereka semua akan kembali kepada Kami, dan menghadapi perhitungan atas apa yang mereka perbuat.

فَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِۦ وَإِنَّا لَهُۥ كَٰتِبُونَ

(94) "Maka barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih dan dia adalah orang beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap usahanya itu dan sesungguhnya Kami mencatat amalannya itu untuknya

Barangsiapa berpegang teguh dengan keimanan kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan dia mengerjakan amal-amal shalih semampunya karena taat kepada Allah dan dalam rangka beribadah kepadaNya, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalnya dan tidak akan menghapusnya, bahkan Dia akan melipatgandakannya semuanya dengan kelipatan yang banyak, dan orang itu akan mendapatkan apa yang telah dia kerjakan di dalam kitab (catatan amal)nya pada hari dia dibangkitkan setelah matinya.

وَحَرَٰمٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَآ أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

(95) “Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)."

Dan mustahil bagi penduduk negeri yang telah Kami binasakan dikarenakan kekafiran dan perbuatan zhalim mereka untuk kembali ke dunia sebelum Hari Kiamat, untuk mengejar kekurangan dalam amalan yang mereka tinggalkan.

حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ

(96) "Hingga apabila telah dibuka (tembok) Ya’juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi"

Apabila tembok penutup Ya'juj dan Ma'juj dibuka, dan mereka merangsek segera dari dataran-dataran yang tinggi, dan mereka kemudian menyebar di sisi-sisinya dengan cepat.

وَٱقْتَرَبَ ٱلْوَعْدُ ٱلْحَقُّ فَإِذَا هِىَ شَٰخِصَةٌ أَبْصَٰرُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَٰلِمِينَ

(97) "dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), 'Aduhai, celakalah kami, sungguh kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim’."

Dan telah dekatlah Hari Kiamat, dan tampaklah kengerian-kengeriannya. Tiba-tiba pandangan-pandangan orang-orang kafir terbelalak terbuka tidak bisa berkedip dikarenakan dahsyatnya rasa takut mereka. Mereka memekikkan kecelakaan bagi diri mereka dalam penyesalan dengan berkata, "Celaka kami, kami telah bermain-main lagi lalai terhadap hari ini dan untuk mempersiapkan diri untuk menyongsongnya. Dan kami dengan sikap itu telah menzhalimi diri sendiri."

إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَٰرِدُونَ

(98) "Sesungguhnya kalian dan apa-apa yang kalian sembah selain Allah, adalah bahan bakar Neraka Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya"

Sesungguhnya kalian itu, wahai orang-orang kafir, dan berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah, serta orang-orang yang setuju dengan penyembahan kalian kepada mereka, dari bangsa jin dan manusia, akan menjadi bahan bakar Neraka Jahanam dan kayu bakarnya; kalian dan mereka akan memasukinya.

لَوْ كَانَ هَٰٓؤُلَآءِ ءَالِهَةً مَّا وَرَدُوهَا ۖ وَكُلٌّ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(99) "Seandainya berhala-berhala itu adalah tuhan-tuhan (yang berhak disembah), tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya"

Seandainya obyek-obyek yang kalian sembah selain Allah itu benar-benar tuhan-tuhan yang berhak untuk disembah, pastilah mereka tidak masuk Neraka Jahanam bersama kalian, wahai orang-orang musyrik. Sesungguhnya masing-masing dari para penyembah dan yang disembah akan kekal di dalam Neraka Jahanam.

لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ

(100) "Mereka mengeluarkan nafas dengan merintih di dalamnya dan mereka di sana tidak bisa mendengar"

Orang-orang yang disiksa itu mengalami kepedihan-kepedihan yang diindikasikan oleh rintihan-rintihan mereka, tarikan-tarikan nafas mereka berhembus keluar masuk di dalamnya. Dan di dalam neraka mereka tidak mendengar, dikarenakan beratnya siksaan yang mereka alami.

إِنَّ ٱلَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُم مِّنَّا ٱلْحُسْنَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ

(101) "Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan darinya (neraka),"

Sesungguhnya orang-orang yang telah ditetapkan dari Kami kebahagiaan yang indah bagi mereka berdasarkan pengetahuan Kami bahwa mereka termasuk dari penghuni surga, mereka itu dijauhkan dari neraka. Mereka tidak akan memasukinya dan tidak berada di dekatnya.

لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِى مَا ٱشْتَهَتْ أَنفُسُهُمْ خَٰلِدُونَ

(102) "mereka tidak mendengar sedikit pun suara desisnya, dan mereka kekal dalam apa-apa (kenikmatan) yang diinginkan oleh diri mereka"

Mereka tidak akan mendengar suara kobaran apinya dan terbakarnya tubuh-tubuh (penghuni neraka) di dalamnya. Mereka menempati tempat tinggal mereka di surga, dan mereka berada dalam kondisi yang disukai oleh jiwa-jiwa mereka, berupa kenikmatan dan kelezatan hidup abadi di dalamnya selama-lamanya.

لَا يَحْزُنُهُمُ ٱلْفَزَعُ ٱلْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ هَٰذَا يَوْمُكُمُ ٱلَّذِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ

(103) "Kengerian besar (Hari Kiamat) tidak membuat mereka gundah, dan para malaikat menyambut mereka. (Malaikat berkata), ’Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian’.”

Kengerian yang luar biasa tidak menakutkan mereka pada Hari Kiamat. Bahkan malaikat memberikan kabar gembira bagi mereka (dengan berkata), "Ini adalah hari kalian yang dahulu dijanjikan untuk kalian berupa kemuliaan dan balasan baik yang melimpah dari Allah."

يَوْمَ نَطْوِى ٱلسَّمَآءَ كَطَىِّ ٱلسِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُۥ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَآ ۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ

(104) "(Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagaimana menggulung lembaran bersama apa-apa yang tertulis (padanya). Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya, sebagai suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya"

Hari ketika Kami melipat langit sebagaimana kertas dilipat-lipat bersama dengan tulisan yang ada padanya. Kami membangkitkan makhluk-makhluk pada hari itu dengan bentuk yang Kami ciptakan mereka pertama kali, sebagaimana ibu-ibu mereka melahirkan mereka. Itu adalah janji Allah yang tidak mengalami pembatalan. Kami menjanjikannya dengan janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami selalu melaksanakan apa yang telah Kami janjikan.

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعْدِ ٱلذِّكْرِ أَنَّ ٱلْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِىَ ٱلصَّٰلِحُونَ

(105) "Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur664 sesudah (Kami tulis dalam) adz-Dzikr (ImuIiuI Mahfitzh), bahwasanya bumi ini diwarisi oleh hamba-hamba Ku yang shalih."

Dan sesungguhnya Kami telah menetapkan di dalam kitab-kitab suci sebelumnya pasca ditulis di Laultul Mahfitzh, bahwa sesungguhnya bumi itu akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang shalih yang menjalankan apa yang diperintahkan kepada mereka dan menjauhi perkara yang mereka dilarang melakukannya. Mereka itu adalah umat Muhammad .


[664] Zabur di sini bermakna: seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi Nya. Sebagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi Dawud dengan demikian "adz-Dzikr1' di sini artinya adalah kitab Taurat.

إِنَّ فِى هَٰذَا لَبَلَٰغًا لِّقَوْمٍ عَٰبِدِينَ

(106) "Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (al-Qur'an) ini, benar-batar menjadi peringatan (yang cukup) bagi kaum yang beribadah (kepada Allah). '

Sesungguhnya dalam nasihat peringatan yang dibaca ini, benar-benar termuat pelajaran yang cukup memadai bagi orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan ajaran yang disyariatkanNya bagi mereka dan diridhai Allah pada mereka.

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

(107) "Dan Kami tidak mengutusmu (wahai Rasul), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam"

Dan Kami tidaklah mengutusmu, wahai Rasul, kecuali sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Maka barangsiapa beriman kepadamu, niscaya dia akan berbahagia dan selamat, dan barangsiapa tidak beriman, maka dia akan gagal dan merugi.

قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

(108) "Katakanlah, 'Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah, 'Bahwasanya tuhan sembahan kalian adalah Sembahan Yang Esa,' maka apakah kalian telah berserah diri (kepadaNya)?"'

Katakanlah, "Sesungguhnya (isi) wahyu yang diwahyukan kepadaku dan yang dengannya aku diutus adalah bahwa sesungguhnya Tuhan kalian yang berhak untuk diibadahi semata adalah Allah, maka hendaklah kalian berserah diri kepadaNya dan patuhlah untuk beribadah kepadaNya."

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ ءَاذَنتُكُمْ عَلَىٰ سَوَآءٍ ۖ وَإِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ أَم بَعِيدٌ مَّا تُوعَدُونَ

(109) "Jika mereka berpaling, maka katakanlah, 'Aku telah menyampaikan kepada kalian (semua yang telah diwahyukan kepadaku) yang sama (pengetahuanku dan pengetahuan kalian tentangnya), dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat atau masih jauh'."

Apabila mereka itu menolak Islam, maka katakanlah kepada mereka, "Aku sampaikan kepada kalian semua, apa yang Allah wahyukan kepadaku. Aku dan kalian itu sama saja dalam ilmu. Aku tidaklah lebih tahu setelah itu kapan siksaan yang dijanjikan kepada kalian akan menimpa kalian."

إِنَّهُۥ يَعْلَمُ ٱلْجَهْرَ مِنَ ٱلْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُونَ

(110) "Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kalian ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan.”

Sesungguhnya Allah mengetahui ucapan-ucapan yang kalian tampakkan dan yang kalian sembunyikan di dalam hati sanubari kalian, dan Dia akan memperhitungkan itu terhadap kalian.

وَإِنْ أَدْرِى لَعَلَّهُۥ فِتْنَةٌ لَّكُمْ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

(111) "Dan aku tidak mengetahui, boleh jadi hal itu665 adalah cobaan bagi kalian dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan"

Dan aku tidak mengetahui, mungkin saja diundurnya kedatangan siksaan yang kalian meminta untuk disegerakan itu merupakan bentuk penundaan belaka dan cobaan bagi kalian, dan agar kalian bersenang-senang di dunia sampai waktu tertentu, hingga kalian bertambah kafir, kemudian siksaan yang datang menjadi amat besar untuk menghukum kalian.


[665] Yakni, melambatkan datangnya azab kepada mereka.

قَٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

(112) "Dia (Nabi) berkata, ‘Wahai Tuhanku, berilah keputusan dengan kebenaran (adil)666 Dan Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kalian katakan'."

Nabi berkata, "Wahai Tuhanku, berilah keputusan antara kami dan kaum kami yang mendustakan (kami) dengan putusan yang adil. Dan kami memohon kepada Tuhan kami Yang Maha Pengasih dan juga memohon pertolongan kepadaNya terhadap apa yang kalian perbuat, wahai orang-orang kafir, berupa kesyirikan, pendustaan dan kebohongan, dan juga apa yang kalian ancamkan terhadap kami, yaitu mempecundangi dan mengalahkan (kami)."


[666] Yakni, antara kami dengan kaum musyrikin Makkah yang mendustakanku.